Warning : T semi M rate, some OC, maybe OOC, typos, ada chara minor.
If you wanna fully understand the story you can read Neverland and Side Story.
Genres : Adventure/Fantasy/Friendship/Humor/Romance.
Pair : Akan diketahui seiring berjalannya alur (berniat SasuSaku). Other hints.
Disclaimer : I do not own Naruto, they're belong to Masashi Kishimoto (except the OC).
This story belong to Riyuki18, dedicate to all reader and please do not copy paste this story without our permission.
Please enjoy it!
.
NEVERLAND 2 : SAVE THE WORLD
Chapter 10
(Ash Panic Time!)
.
.
Chapter sebelumnya Arkhan dan Kuro berhasil ke sekolahan Sakura berkat bantuan Shion! Disisi lain Utakata merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan kedua NPC itu! Sementara itu Tsunade langsung pergi ke Sunagakure untuk menghadiri acara pertemuan semua kepala Negara yang diadakan secara dadakan! Bagaimana kisah selanjutnya?
Di depan gerbang sekolah Konoha…
.
.
"Jadi kalian berdua sungguh-sungguh dari Neverland? Tapi untuk apa kalian datang kemari? Kalian datang jauh-jauh dari Neverland kemari pasti ada hal penting yang ingin kalian sampaikan, kan?" Shion memulai pembicaraan dan mencoba untuk mendapatkan informasi dari Arkhan dan Kuro.
"Kami akan menjelaskannya setelah kami bertemu dengan Sakura," jawab Kuro dengan datar. Shion akhirnya menyerah angkat tangan. Dia hanya mendengus pelan dan berhenti bertanya-tanya pada kedua NPC itu.
"Jadi kalian benar-benar Arkhan dan Kuro. Tak kusangka bisa bertemu kalian secepat ini dan hal ini di liar perhitunganku." Tanpa terduga muncul sosok lain menghampiri mereka. Sosok yang mengenakan topeng dan memakai pakaian hitam berjalan mendekati Arkhan dan Kuro dengan aura mengancam.
"Dia memiliki aura yang berbahaya… " Ryouta salah satu teman Shion dapat merasakan kalau sosok yang baru muncul itu memiliki niat yang tidak baik pada mereka.
"Kalian bertiga cepat pergi dari sini!" Kuro memerintahkan ketiga remaja itu untuk segera pergi.
"Sudah terlambat! Aku akan menghabisi kalian semua!" sosok tersebut langsung saja melakukan serangan tiba-tiba ke arah mereka.
Arkhan dengan cepat langsung melesat dan menahan serangan dari sosok itu. Kesempatan itu digunakan Shion, Ryouta dan Moa untuk melarikan diri dari sana. Kuro langsung berusaha untuk membantu Arkhan yang terlihat sedikit kesulitan menahan serangan dari sosok itu. Kuro berniat untuk melayangkan sebuah tebasan dari senjata salib raksasa yang dikeluarkannya, namun sosok itu dapat membaca gerakan Kuro. Dengan cepat dia mendorong Arkhan dan menendang NPC itu ke belakang sehingga tubuhnya terhempas dan menabrak Kuro yang ada di belakangnya.
Arkhan dengan cepat bangkit kembali dan menerjang sosok itu sekali lagi, kali ini Kuro juga ikut mendampinginya. Keduanya menyerang secara bersama-sama. Sosok itu ternyata cukup tangguh, dia mampu menyeimbangkan diri saat berhadapan dengan Arkhan dan Kuro.
"Kita tak bisa melawannya dengan cara biasa," kata Arkhan yang menyadari mereka tak bisa bertarung seperti ini terus-terusan.
"Aku tau, tapi akan berbahaya kalau kita mengeluarkan jurus disini," balas Kuro yang memahami maksud dari perkataan Arkhan, hanya saja dia tidak terlalu yakin untuk menggunakan jurus di tempat umum dan takut akan membahayakan orang lain.
"Kalau begitu, kita pancing dia ke tempat sepi!" timpal Arkhan yang langsung berencana untuk bertarung dengan sosok itu jauh dari sekolahan. Kuro hanya mengangguk, tanda dia menyetujui ide Arkhan.
Arkhan dan Kuro menghentikan serangannya secara tiba-tiba membuat sosok itu ikut terdiam.
"Kenapa kalian berhenti? Apa kalian menyadari kalau kalian bukan lawanku?" tanya sosok itu yang sedikit heran karena tiba-tiba saja lawannya menghentikan serangan.
"Kau tak akan bisa menangkap kami atau menyingkirkan kami! Kami akan mencari pemain lainnya sekarang juga, ayo Kuro!" jawab Arkhan yang seolah sengaja seperti menantang sosok tersebut. Dengan cepat dia berbalik dan mengepakkan sayapnya, bersamaan dengan itu sayap hitam juga terkembang dari balik punggung Kuro. Keduanya dengan cepat melesat pergi. Utakata yang merasa pertarungan mereka belum selesai langsung saja mengikuti kedua NPC itu tanpa pikir panjang.
'Utakata… Apa yang dia lakukan? Mengejar kedua NPC itu sangat berbahaya kalau dia tidak hati-hati! Aku harus menyusulnya!' Yagura yang kebetulan melihat Utakata sedang mengejar Arkhan dan Kuro langsung saja ikut mengejar.
Sementara itu di sekolah…
.
.
Cho yang masih penasaran dengan sosok yang dia lihat langsung melakukan pengecekan untuk memastikan siapa sebenarnya sosok yang dia lihat itu. Sekarang Cho sedang melongok ke dalam kelas Sakura lewat jendela. Matanya dengan seksama memperhatikan satu-persatu bangku kosong yang ada di dalam. Yang ada dipikirannya kalau sosok yang dia lihat itu adalah salah satu murid yang ada di dalam kelas Sakura dan kalau dugaannya benar pasti akan ada salah satu bangku yang kosong di dalam kelas Sakura.
'Ah! Ada-ada! Ada satu bangku yang kosong! Tapi kira-kira, siapa ya yang duduk disitu? Harus kutanyakan nanti pada Sakura dan yang lainnya kalau aku ketemu!' batin Cho yang sedikit senang karena ada kemungkinan dugaannya itu benar. Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke kelas dan masalah menanyakan bangku siapa yang kosong itu dia urus nanti.
o0o
Konoha Hospital…
.
.
Shouta dan Sasame masih menunggui Ash yang belum sadarkan diri itu. Keduanya terus mendoakan yang terbaik untuk pemuda tersebut. Setelah selang beberapa menit, tampaknya doa mereka terkabul. Ash perlahan mulai membuka matanya.
"Ash… ?" .
"Ka-kakak!".
Sasame dan Shouta sontak langsung senang melihat Ash yang akhirnya sadar.
"Kakak apa yang kau rasakan sekarang? Apa ada yang sakit?" tanya Shouta yang begitu mencemaskan Ash. Anak itu langsung menanyakan keadaan sang kakak yang masih terdiam dengan datar itu.
"Kalian kenapa bisa ada disini? Ke-kenapa aku bisa di rumah sakit?" tanya Ash dengan bingung dan masih belum sepenuhnya ingat apa yang sudah terjadi pada dirinya.
"Kau dibawa kemari karena pingsan, apa kau tidak ingat?" balas Sasame yang balik bertanya pada Ash apa pemuda itu tidak ingat dengan kejadian yang sudah menimpanya.
"Aku… " Ash hanya bergumam kecil, kemudian dia terdiam sambil memainkan kembali memorinya untuk mengingat-ingat semua kejadian yang dia alami. 'Benar juga! Aku melihat virus-virus itu menjadi sungguhan dan… Arghh, tu-tubuhku sakit sekali… ' disaat Ash sedang mencoba mengingat-ingatnya kembali, mendadak saja dia merasa tubuhnya terasa sakit seperti ditusuk oleh ribuan jarum. Pemuda itu langsung mengerang kesakitan.
"Ash, kau kenapa?" Sasame yang melihat Ash kesakitan langsung menjadi panik dan mencoba untuk menenangkan pemuda itu.
"Aku akan panggilkan dokter!" kata Shouta yang langsung bergegas keluar ruangan.
o0o
Meanwhile…
.
.
Di tempat yang berbeda, jauh di kedalaman hutan Konoha terjadi pertarungan antara Arkhan dan Kuro melawan sosok misterius yang masih belum mereka ketahui identitasnya.
"Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau bisa memiliki jurus yang sama dengan Joker?" tanya Arkhan di tengah pertarungan. Dia menyadari kalau beberapa jurus yang dikeluarkan oleh sosok itu mirip dengan jurus yang dimiliki Joker. Hal tersebut tentu membuatnya menjadi bertanya-tanya, apakah sosok yang sedang dia lawan adalah Joker yang belakangan ini baru diketahui kalau dia menghilang.
"Karena aku adalah Joker," jawab Utakata dengan enteng yang mengakui kalau dia adalah Joker.
"Kau tidak mungkin Joker! Joker tidak mungkin menyerang kami!" sambar Kuro yang langsung melancarkan serangan ke arah Utakata.
Utakata berhenti sesaat dan menyunggingkan sebuah seringai pada Kuro. Sesaat mata Utakata berubah menjadi biru sepenuhnya. Kuro secara otomatis ikut menghentikan serangannya dan berdiri diam di depan Utakata sambil menatap heran sosok itu. Tak berapa lama terjadi hal yang tak terduga, Kuro malah menyerang Arkhan yang berdiri di belakangnya.
Sraaaat!
Tebasan senjata diarahkan Kuro kepada Arkhan, reflek NPC bersayap putih itu segera terbang ke belakang untuk menghindari serangan Kuro.
"Kuro, apa yang kau lakukan?" Arkhan berusaha mengelak dari serangan yang dilancarkan Kuro kepadanya. Tindakan Kuro ini membuatnya bingung. "Hentikan Kuro! Aku tidak ingin melawanmu!" Arkhan pada akhirnya terpaksa melakukan perlawanan terhadap Kuro yang sebenarnya tak ingin dia lakukan.
"Sekarang kau sudah paham, kan. Aku adalah Joker dan aku bisa mengkontrol kalian semua," kata sosok itu penuh dengan kemenangan karena dia dapat membuktikan dirinya sebagai Joker pada Kuro dan Arkhan.
"Apa yang kau lakukan pada Kuro?" tanya Arkhan sambil menatap sosok Utakata yang terbalut topeng silver dengan amarah.
"Hanya sedikit pembuktian atas siapa sebenarnya diriku. Aku akan mengembalikan Kuro seperti semula dengan satu syarat. Pergi dari sini dan jangan mencari Sakura lagi!" Utakata menyuruh Kuro dan Arkhan untuk pergi dan menjauh dari Sakura.
'Ada baiknya aku menuruti dulu kata-katanya… ' kata Arkhan dalam hati dan akan memikirkan cara untuk mendekati Sakura lagi nanti. "Baiklah, kami akan pergi dari sini… Sekarang cepat kembalikan Kuro seperti semula." Arkhan akhirnya mengangguk setuju untuk menuruti perintah dari sosok itu.
"Heh… Bagus." Sosok itu tampak begitu senang karena Akrhan menuruti perintahnya. Tak berapa lama dia mengembalikan kesadaran Kuro.
"Apa yang terjadi… Sesaat aku sempat merasa kehilangan diriku… Ini pasti ulahmu, kan? Kurang ajar!" Kuro akhirnya kembali bersikap normal. Setelah itu dia berniat untuk menyerang sosok itu kembali tapi Arkhan segera mencegahnya.
"Hentikan Kuro! Kita pergi dari sini," kata Arkhan yang langsung menghentikan tindakan Kuro yang ingin menyerang sosok tersebut. Kuro hanya menatap Arkhan dengan tatapan bingung. "Aku akan menjelaskannya nanti, sekarang kita pergi." Arkhan tau apa yang saat ini ingin dikatakan Kuro. Dia menenangkan sang devil dan mengajaknya pergi.
"Baiklah… Ayo pergi. Kau, aku akan membereskanmu lain waktu!" Kuro akhirnya mengerti dan menuruti kata-kata Arkhan. Sebelum pergi Kuro sempat melakukan ancaman. Dia bersumpah kalau sampai mereka bertemu lagi, dia akan menghabisi sosok itu.
Arkhan dan Kuro akhirnya pergi dari tempat itu. Tak lama muncul sosok lain dari rerimbunan semak-semak di tempat itu. Dia adalah Yagura yang memang sejak awal sudah memperhatikan pertarungan antara Utakata dan juga Arkhan serta Kuro.
"Kau benar-benar gegabah Utakata. Melawan mereka berdua bukanlah pilihan yang baik!" kata Yagura sambil mendengus kecil. Dia tak suka dengan sikap Utakata yang seenaknya.
"Kenapa? Kau takut aku kalah dari mereka? Kalau soal itu, kau tenang saja. Aku dapat menyingkirkan mereka dengan mudah," jawab Utakata dengan santai bahkan terkesan sedikit meremehkan.
"Kau terlalu menganggap enteng lawan! Yang jelas jangan melakukan gerakan yang terlalu mencolok!" kata Yagura yang kesal karena nasehatnya tidak digubris oleh Utakata. "Sudahlah, aku tak mau berdebat denganmu. Oh, ya Alice ingin bicara padamu." Sosok Yagura kemudian menghilang dari sana.
Konoha hospital…
.
.
"Ash… Ash kau tidak apa-apa?" Sasame benar-benar panik melihat kondisi Ash yang sepertinya sangat kesakitan.
"Aku harus keluar dari sini… Ada sesuatu hal yang gawat yang harus kukatakan pada Tsunade… " kata Ash yang memaksakan diri untuk bangkit dari tempat tidurnya sambil menyebut-nyebut nama Tsunade.
"Ash, kau tidak boleh kemana-mana! Kau baru sadar dan keadaanmu masih sangat lemah!" Sasame berusaha mencegah Ash untuk tidak beranjak dari tempat tidurnya. Tapi sepertinya Ash sudah bertekad bulat untuk pergi.
"Tidak, aku harus pergi sekarang! Ada yang harus kusampaikan pada Tsunade dan yang lainnya. Ini menyangkut Neverland!" kata Ash yang kemudian berlari keluar ruangan. Untuk Sesaat Sasame merasa seperti melihat Rei. Sikap keras kepala Ash benar-benar sama persis dengan pemuda itu.
"Jangan… Kau tidak boleh pergi!" Sasame tiba-tiba menarik lengan pemuda itu dan merengkuh punggung yang tampak kelelahan itu dengan erat. Ini kedua kalinya dia merasa takut… Dia takut kalau Ash akan mengalami hal yang sama seperti Rei, pergi meninggalkannya…
Ash melirik Sasame yang tengah memeluknya dari belakang. Dia bingung kenapa gadis itu bisa begitu mencemaskannya. Pemuda itu akhirnya menghela napas pelan.
"Sasame… Biarkan aku pergi, ada yang harus kulakukan… Aku akan kembali nanti, jadi tunggu disini sama Shouta, oke!" kata Ash yang sedikit tersentuh dengan sikap Sasame saat ini. Tapi, meskipun begitu, Ash tetap memutuskan untuk pergi. Apa daya Sasame hanya bisa membiarkan pemuda itu keluar dari rumah sakit.
"Aku sudah panggil dokternya! Lho? Kakakku mau kemana?" Shouta yang baru muncul bersama dengan seorang dokter akhirnya hanya bisa menatap bingung melihat Ash yang sudah pergi berlari keluar. "Ah, kakak tung-" Shouta berniat untuk mengejar Ash tapi Sasame langsung menahannya.
"Sudahlah Shouta! Dia berjanji akan kembali pada kita… Jadi… Jangan khawatir… " kata Sasame sambil menepuk pundak Shouta. Sasame berusaha untuk menguatkan Shouta meskipun sebenarnya saat ini dia sendiri sedang cemas.
"Hhh… Aku tidak apa-apa… Justru kau yang terlalu cemas! Sudahlah… Aku mau pulang dulu. Terima kasih, Sasame-san… " balas Shouta dengan tenang dan tersenyum tipis pada Sasame. Setelah itu, Shouta juga ikut keluar dari rumah sakit dan memutuskan untuk pulang saja.
Konoha high school…
.
.
Bel pulang sekolah sudah berdentang berkali-kali, semua murid segera keluar dari dalam kelas dan menghambur. Cho mempercepat langkahnya untuk keluar kelas dan berniat untuk menemui Sakura. Tanpa sadar gerakannya yang terlihat terlalu terburu-buru itu diperhatikan oleh Hotaru dari kejauhan.
"Ah, itu Sakura!" gumam Cho saat melihat penampakan surai panjang berwarna merah muda yang baru keluar kelas itu. "SAKURAA!" dengan berteriak cukup keras, Cho segera berlari menghampiri gadis itu.
"Oh, Cho!" Sakura yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh ke arah sumber suara dan mendapati Cho tengah berlari kearahnya. Sakura melambaikan tangannya sambil tersenyum pada Cho.
"Ada apa Cho?" tanya Sakura saat Cho sudah berdiri di depannya sambil mengatur napas karena terlalu bersemangat berteriak.
"Aku ingin tanya, siapa yang duduk di bangku kosong itu?" tanya Cho sambil berjalan ke dalam kelas Sakura dan menunjuk sebuah bangku kosong yang letaknya tak jauh dari tempat duduk Sakura.
"Oh, itu bangku Utakata… Murid yang baru masuk beberapa hari lalu. Memangnya kenapa?" jawab sekaligus tanya Sakura pada Cho.
"Sakura… Sebenarnya ada yang ingin kubicarakan padamu, tadi aku-" Cho berniat untuk menceritakan tentang sosok misterius yang dia lihat pada Sakura tapi omongannya terpotong oleh Hotaru yang masuk tiba-tiba ke dalam kelas.
"Cho! Kenapa lama sekali? Kita hari ini mau pulang sama-sama, kan? Ayo cepat!" Hotaru tiba-tiba saja merangkul Cho dan menarik gadis itu keluar kelas. Sepertinya dia berniat untuk menjauhkan Cho dari Sakura.
"E-eh? Apa-apaan ini? Aku mau bicara dengan Sakura!" Cho berusaha memberontak dari genggaman tangan Hotaru yang begitu kuat mencengkram lengannya.
"Kita pergi sekarang!" kata Hotaru dengan nada yang penuh penekanan pada setiap kata-katanya sambil memberikan tatapan tajam pada Cho. Cho yang sedikit ngeri melihat tatapan Hotaru akhirnya menurut saja dan membiarkan dirinya ditarik keluar oleh gadis berambut pirang ke emasan itu.
.
.
"Awh! Kau ini apa-apaan sih, Hotaru? Kenapa kau menarik-narikku seperti ini?" tanya Cho yang sedikit kesal dengan sikap Hotaru, terlebih lagi sekarang tangannya terasa sakit akibat cengkraman dari Hotaru.
"Apa yang mau kau bicarakan tadi pada Sakura?" tanya Hotaru langsung mencari informasi. Dia merasa kalau Cho mengetahui sesuatu yang berkaitan dengan Utakata, karena dia sempat mendengar Sakura menyebut-nyebut nama pemuda itu.
"Kau ini aneh! Apapun yang mau kubicarakan pada Sakura, itu sama sekali bukan urusanmu!" balas Cho dengan sengit dan berniat untuk kembali ke dalam gedung sekolah dan menunggu Sakura di depan gerbang. Masalahnya hal ini benar-benar penting sekali dan dia tak ingin ada penyesalan kalau sampai terjadi sesuatu yang tak di inginkan karena dia tidak mengatakan pada Sakura mengenai apa yang dilihatnya.
"Kau tidak akan pergi kemana-mana!" Hotaru tiba-tiba saja langsung berdiri di depan Cho dan menghalangi gadis itu untuk berjalan. Cho hanya mengernyit bingung, sebenarnya apa sih yang ditakuti oleh Hotaru.
"Kau ini kenapa sih? Minggir aku mau jalan!" Cho yang akhirnya benar-benar kesal karena sikap Hotaru jadi membentaknya dan menyuruh Hotaru untuk minggir. Tapi karena Hotaru tetap tak bergeming dan memilih untuk tetap diam, Cho langsung mendorong gadis itu ke samping.
"Aku sudah bilang kau tidak akan pergi kemana-mana!" Hotaru tanpa terduga langsung menahan pundak Cho dan langsung membanting gadis itu hingga terjatuh ke bawah.
Blugh… !
Cho terjatuh ke tanah cukup keras. Dia benar-benar kaget ternyata tenaga Hotaru sangat besar.
"Hotaru! Kau keterlaluan!" Cho benar-benar marah dan kesal. Sejak tadi dia mencoba menahan kesabarannya, tapi rasanya dia tak sanggup menahannya lagi. Cho segera berdiri dan berniat untuk membalas perbuatan Hotaru padanya.
"A-apa yang mau kau lakukan?" tanya Cho yang kaget karena tiba-tiba saja Hotaru sudah menjulurkan sebuah pedang ke arahnya. Entah sejak kapan gadis itu memegang pedang.
"Sepertinya aku harus melenyapkanmu sekarang juga… " kata Hotaru sambil tersenyum sinis pada Cho.
Hotaru langsung mengangkat pedangnya dan dia berniat untuk menebaskannya ke Cho. Cho tidak sempat bereaksi apa-apa karena mendadak saja tubuhnya menjadi lemas. Dia benar-benar takut.
Traaang… Traaangg… !
Dua buah kunai dengan tepat mengenai pedang yang dipegang oleh Hotaru. Serangan itu membuat Hotaru terkejut dan membuatnya sedikit lengah.
Wuuuusssshhhh!
Dengan cepat tampak sebuah sosok bayangan yang langsung membawa cho pergi dari tempat itu.
"A-apa? Kurang ajar, dia membawa anak itu pergi! Aku harus segera menemui Utakata dan memberitahukannya masalah ini!" Hotaru yang kehilangan Cho akhirnya geram karena niatnya untuk melenyapkan gadis itu tak terlaksana. Setelah itu dia memutuskan untuk menemui Utakata dan menyuruh pemuda itu untuk berhati-hati.
Sementara itu Cho yag dibawa lari oleh seseorang hanya bisa bengong tidak tau harus berkomentar apa.
"Anda tidak apa-apa, Cho-hime?" tanya sosok yang sedang menggendong Cho ala bridal style.
"Ka-Kaze? Kau… Kau Kaze, kan? Tidak mungkin… Tapi kau benar-benar mirip Kaze!" mata Cho nyaris copot saat melihat pemuda yang membawanya pergi itu mirip sekali dengan NPC pendampingnya yang bernama Kaze.
"Syukurlah Cho-hime bisa mengenaliku! Kau tau, aku sudah berkeliling di kota dan tak ada satupun yang benar-benar mengenaliku!" jawab Kaze yang akhirnya malah nangis air terjun saking bahagianya karena pada akhirnya ada juga yang benar-benar mengenalinya.
PLAAAK!
"Jangan menangis lebay seperti itu!" balas Cho yang sukses menggeplak kepala NPC ninja itu dengan sebuah kipas kertas besar yang entah darimana sudah ada di tangannya.
Inside Neverland...
.
.
Sementara di tempat lain terlihat sosok Manma yang sedang berdiri bersebelahan dengan K dan dengan sosok lain yang memakai jubah putih. Ketiga sosok itu sedang menatap sosok Joker yang tengah tertidur lelap dan belum sadarkan diri itu.
"Kau sudah melihatnya, bukan? Apa kau bisa menyamar menjadi dia?" kata Manma kepada sosok yang masih tertutup jubah putih itu.
"Tentu saja… " balas sosok itu sambil memperhatikan sosok Joker yang tertidur jauh disana.
Sesaat terlihat cahaya terang di seluruh tubuh sosok berjubah itu dan sosok itu membuka jubahnya. Tampak dirinya kini sudah berubah persis sama dengan Joker yang asli.
"Manma… Dia… " Hotaru yang baru datang sangat terkejut melihat sosok Joker yang kini berdiri disana. Utakata dan Yagura yang baru datang juga ikutan terkejut melihat kejadian itu.
"Kalian perkenalkan, dia adalah anggota kita yang baru The hermit… Salah satu NPC secret di Neverland. Dia resmi bergabung dengan kita dan akan membantu kita." Manma memperkenalkan sosok NPC baru itu yang mendapat julukan The hermit.
"Baiklah, kau tau tugasmu? Tarik kembali Marie beserta ketujuh NPC lainnya. Buat mereka percaya padamu dan buat mereka menyerahkan kunci gerbang itu, kau bisa lakukan itu?" kata K kepada NPC baru itu.
"Aku mengerti, sekarang saya pergi dulu." Sosok itu tampak begitu patuh pada K. Kemudian sosoknya menghilang dari sana.
"Hotaru, Utakata, Yagura... Ada tugas baru dari Alice. Dia meminta kalian untuk membawa Sakura kehadapannya," sambung Manma yang memerintahkan Hotaru, Yagura dan Utakata untuk menjalankan tugas yang sebenarnya.
Apa sebenarnya yang direncanakan oleh Manma dan K? Siapakah sosok The hermit yang sebenarnya itu? Kenapa dia harus menyamar menjadi Joker? Apakah kali ini Sakura akan benar-benar dibawa pergi? Bagaimana dengan nasib Kuro dan Arkhan selanjutnya?
TBC...
A/N : Tadinya sih pengen diperpanjang lagi ceritanya, cuma berhubung si Riku lagi komat-kamit cari ide buat lanjutin Aishiteru, sensei jadi idenya mentok sampai sini dulu. Disini akan ada 3 NPC baru dan salah satunya NPC yang diberi julukan The Hermit itu. Dia memiliki keahlian dapat menyamar jadi apapun. Ketiga NPC baru ini ciptaan Ash selama selang waktu satu tahun sambil memperbaiki Neverland.
Chapter depan mungkin akan penuh dengan penjelasan dan persiapan perang yang dilakukan oleh Gaara. Ada beberapa OC baru yang berada di garis pertahanan Sunagakure. Kami juga menyiapkan tiga OC baru yang menjabat menjadi hacker/ahli teknik baru heheheh.
Terima kasih atas kesediannya membaca fic kami, semoga kalian semua terhibur. Untuk masukan, saran dan pendapat silahkan kirim ke PM atau review. Untuk soal Sasuke dan Naruto yang tertulis itu bukan pairing kan. Dipasang Sasuke dan Naruto karena mereka berdua yang akan mengambil porsi peranan besar dan ini bukan fic Yaoi, sekali lagi bukan Yaoi *facepalm*.
Sekedar pemberitahuan kami membuat Neverland ini bukan berdasarkan kisah anime SAO! Kami lelah banyak yang menyamakannya. Kami sama sekali tidak pernah melihat anime itu, bahkan kami rasa Neverland yang pertama kali kami buat itu lebih dulu daripada anime SAO keluar. Orang-orang mulai membandingkan fic kami dengan SAO saat fic Neverland yang pertama kami buat sudah berjalan setengahnya, dan kami ambil kesimpulan kalau disitulah anime SAO baru mulai tayang dan booming (?), karena pada chapter-chapter awal kami menulis Neverland seri pertama belum ada yang mengungkit-ungkit anime SAO. Kami membuatnya semata-mata terinspirasi dari banyaknya game online yang ada saat ini. Saia dan Riku hanya sedikit capek melihat komentar yang masuk dan mengatakan "Mirip SAO".
Kami mau mengucapkan selamat berjuang bagi teman-teman yang sedang menghadapi ujian, selamat berjuang dan jangan lupa belajar dan berdoa! GANBATTE MINNA!
.
.
"Thanks for reading!".
