.

.

.

.

TIME AFTER TIME

.

.

.

Jungnara2602 stories

.

.

.

DISCLAIMER

Ide cerita murni berasal dari otak Nara yang tingkat kemiringannya bertambah 90 derajat positif terkontaminasi virus yaoi

.

.

.

WARNING

Hati-hati

Maembaca fict ini bisa sebabkan iritasi, hipertensi, epilepsi, retensi urine, ejakulasi dini, gangguan janin dan serangan jantung

Jika gejala berlanjut, silahkan PM Nara

.

.

.

.

Notes

Content mengandung sex activities & raped scene. So, buat readers yang belum memiliki SIM Y (Surat Izin Membaca Yaoi) silahkan klik back

Nara tidak bertanggung jawab jika reader-ssi kena sawan dan kejang dadakan

Perkara dosa ^.^ tanggungan masing-masing

DEAL

.

.

.

.

CHAPTER 11

.

.

.

.

.

0o0o0o0

Minggu, 8 Mei 2017

0o0o0o0

.

.

.

Tokyo, Jepang

Hongo 31-3 Bunkyo

04.30 AM

Juntendo Hospital, salah satu rumah sakit swasta terbesar di Tokyo ini resmi didirikan tahun 1838 oleh Dr. Sato Taizen. Data statistik menyebutkan rumah sakit tersibuk Jepang ini melayani sekitar 3.519.476 pasien rawat jalan, 8000 pasien emergency dan 3.500 rawat inap pertahun. Memiliki 5 cabang utama, yaitu : RS Shizuoka, RS Urayasu Juntendo (Chiba), RS Koshigaya Juntendo (Saitama), Nerima Hospital (Takanodai) dan Pusat Geriatri Juntendo (Koto).

Itu fakta

Tes…

Tes…

Tetes ringer laktat, satu-satunya sumber bunyi yang memecah keheningan ruang Azalea 133 VIP. Kim Jaejoong baru saja dipindahkan dari Intensive Care Unit (ICU), usai empat jam menjalani serangkaian test, observasi dan general check-up.

"Kami sudah mendapatkan hasil dari sampel darah tuan Kim, Yunho sama."

.

.

.

Dr. Jin Matsuyama , SpKJ, FPAM

Psikiater, Fellow of Academy Psycosomatic Medicine yang merupakan dokter terbaik di Juntendo ini membawa rekam medik hasil pemeriksaan Kim Jaejoong, dongsaeng sang pewaris Jung. Yeah. Namja cantik ini membuatnya harus mengerahkan kemampuan terbaiknya selama puluhan tahun di bidang farmakology atau bersiap menerima kemarahan bussiness man nomor satu Jepang yang kini memasang aura mengerikan.

Lihatlah!

"Aphrodisiac?"tebak Yunho parau sembari memijit pelipisnya, pening.

"Kemungkinannya sekitar 70%, tapi saya menemukan Sildenafil Sitrat dan methyl testosteron."

"Jelaskan padaku."Yunho tertegun sesaat.

"Zat aktif yang biasa terkandung di obat-obatan perangsang ilegal dan berbahaya karena jenis obat ini telah resmi ditarik peredarannya oleh FDA tahun 2014 karena bisa sebabkan gagalnya fungsi jantung, liver, ginjal dan efek karsinogen. Saya juga menemukan konsentrasi flunitrazepam, sejenis obat penenang yang bekerja 10 kali lebih kuat dari valium. Zat ini memiliki sifat sinergis jika dicampur alkohol. Itu sebabnya pasien mengalami hypotensi dan hypoventilasi (serangan pernafasan) yang umumnya reaksi terjadi dua jam setelah pemakaian."

"Katakan apa yang akan terjadi pada dongsaengku?"Yunho menggeram marah.

"Disorientasi dan kehilangan memory, sekitar 8-12 jam."

"Amnesia anterograde?"

"Dosis tinggi Benzodiazepin juga sebabkan kemandulan, Yunho sama!"

"Cukup! Keluarlah!" perintah Yunho gusar.

"Baiklah. Saya mohon diri. Permisi, tuan Jung!"tukas Dr. Jin gemetar saksikan aura kelam sang pewaris Jung yang siap mencabik-cabik seseorang sekarang. Dengan nafas memburu, mata merah dan gigi beradu menggeletuk menahan emosi yang bakar ubun-ubun.

.

.

.

Tap...

Tap...Tap...

Cklak!

Yunho mengusap wajahnya kasar menahan sesak yang gerogoti hatinya, melihat kondisi mengenaskan sang dongsaeng. Yunho merutuk tak percaya. Bisa-bisanya empat jam lalu ia berfikiran kotor untuk ikut menodai tubuh rapuh Kim Jaejoong, dengan alasan mengurangi penderitaannya akibat obat perangsang. Jika bukan karena Jaejoong mengalami hypoventilasi selama sepuluh menit, ia yakin seratus persen telah kehilangan kontrol.

Beruntung~

Nyaris 60% efek zat-zat berbahaya itu berhasil di netralisir, meski tidak sepenuhnya. Yunho bisa bernafas lega saksikan namja yang berhasil jungkir-balikkan status normalnya ini tertidur lelap.

Polos dan damai seperti malaikat, berbanding terbalik dengan kondisi mengerikannya saat ditemukan hingga berhasil menggegerkan beberapa dokter jaga di instalasi gawat darurat RS Juntendo.

Selamat, Jung

Kini kau resmi menyandang status baru. You're gay.

.

.

.

Blam…

Pintu tertutup rapat.

Yunho menggenggam erat-erat jemari lentik Kim Jaejoong yang putih, pucat dan dingin akibat tekanan darahnya yang turun drastis. Mimpi buruk bagi namja Jung kita saat menemukan dongsaengnya terkapar tak berdaya dalam kondisi setengah sadar di bawah kungkungan Choi Seunghyun di kamar 707 lantai 13 Mandarin Oriental Hotel. Dengan kondisi mengenaskan, tubuh polos dipenuhi bekas lebam, gigitan, hickey di sekujur badan seperti boneka rusak.

"Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri jika sesuatu terjadi padamu, Jae."

.

.

Tes…

Tes…

Butir-butir bening merembes dari pemilik mata musang ini saat menciumi punggung tangan dongsaengnya dengan hati remuk redam. Perban yang melilit kedua pergelangan tangan Jaejoong yang lecet dan robek karena goresan handcuff, sementara telapak tangannya merah akibat hukuman Yunho semalam.

"Kau marah padaku, saeng? Ya. Aku pantas mendapatkannya."ujarnya bermonolog.

.

.

Tes…

Yunho meraih kepala namja cantiknya, mencelos getir ketika gerakan tangannya terganjal perban di kening saat sibakkan helai rambut Kim Jaejoong. Bibir cherry yang biasa berwarna merah itu kini sedikit bengkak dan membiru oleh luka robek dan bekas tamparan.

"Kau boleh memaki, memukul atau menghajarku nanti. Tapi kumohon..."

.

.

Tes…

Isakan kecil Yunho berubah jadi tangisan disaat memeluk namja 17 tahun ini erat, seolah takut kehilangan. Yeah. Saat Kim Jaejoong terbangun nanti, ia tahu segalanya tak lagi sama. Yunho benar-benar merasa jadi orang paling bodoh, brengsek dan gagal melindungi sosok yang telah mengambil alih dunianya ini. Setelah terlambat menyadari keberadaan Han Jaejoong yang dicarinya selama lima tahun.

"Jangan membenciku."

.

.

Yeah...

Harusnya ia percaya pada ucapan dongsaeng kesayangannya.

.

.

Yeah...

Harusnya ia mengenali sifat, karakter dan kepribadian Kim Jaejoong.

.

.

Yeah...

Harusnya ia menyadari siapa sebenarnya sosok familiar, dekat dan hangat ini.

.

.

Faktanya

Penyesalan selalu terlambat, Jung.

Segala yang terjadi hari ini, pasti akan jadi kesalahan yang harus dibayar mahal. Bersiaplah menerima kenyataan bahwa kau tidak akan temukan lagi Jung Jaejoong yang selalu bersikap jahil, manja dan menggemaskan. Kelak hanya ada Kim Jaejoong yang dingin, kuat dan keras kepala. Jauh melebihi sosok Black Pearl yang kau dapati tiga minggu silam di Mirotic club, Yunho-ya.

.

.

.

.

.

Jika saja waktu bisa diputar ulang, di dunia ini tidak akan ada kata penyesalan

Belajarlah dari kesalahanmu hari ini agar tak mengulanginya esok hari

(Jungnara2602)

Disinilah semua berawal...

.

.

.

.

.

0O0O0O0

Sabtu, 7 Mei 2017

0o0o0o0

.

.

Mansion Jung

Kanagawa 31-4 Akihabara

09.00 PM

Tik!

Tik!

Bunyi jarum metronom menjadi satu-satunya sumber bunyi di ruang kerja Yunho yang kini mirip kapal Titanic beberapa menit sebelum karam, kacau balau. Jangan pikir sang pewaris Jung ini baik-baik saja usai menghukum dongsaeng kesayangannya. Tidak. Ia juga merasa sakit yang sama tiap kali memukul tangan namja cantiknya, walau lebih didominasi rasa sedih dan kecewa.

'A-Aku tidak peduli… ji-jika seluruh dunia merendahkanku…tap-tapi, kau…K-kau tak boleh mengabaikanku, hyung.'

Shit

Suara tangis yang berisi luapan kekecewaan Kim Jaejoong terus berputar ulang di otaknya, bagai rekaman kaset rusak. Anak itu sungguh keras kepala, kukuh pada pendiriannya bahwa ia sama sekali tak melakukan kesalahan hingga pantang meminta maaf.

"Aku percaya padamu, Kim Jaejoong. Tapi kau sungguh membuatku kecewa."

'Aku membencimu.'

Kling!

Yunho membuka salah satu folder di ponselnya yang berisikan foto-foto berbagai expresi lucu, imut dan menggemaskan saat mereka berdua menghabiskan waktu di Dongdaemun, Namsan Tower, Jamsil Bridge dan Jongno-gu. Seminggu sebelum hari keberangkatan mereka ke Jepang.

"Aku sangat menyayangimu, saeng."

'Kau bukan hyungku!'

.

.

Tes...

Butiran hangat berjatuhan tanpa sadar dari sepasang mata musang yang kini terpejam erat, mencoba redam pening yang kian meremas kepalanya. Sesak, perih dan sesal kian cengkeram dada Yunho ketika sekilas terbayang wajah dongsaengnya yang menyedihkan.

Dia menangis

"Aku gagal, Boo. Aku tidak bisa menjadi hyung yang baik."

.

.

Klik…

Yunho membuka King Of Medalion perak milik mendiang istrinya, Kim Jaejoong. Foto mini berisi wajah yeoja yang sempat menyandang status nyonya Jung selama satu jam, manis. Dengan balutan seragam musim panas Myongji JHS (Junior High School) bersama sosok imut berusia 10 tahun.

Tunggu!

1

2

3 detik…

Foto ini telah di berikannya pada sekretaris Yoon lima tahun silam saat pencarian terhadap Han Jaejoong dilakukan besar-besaran oleh Daesung, Seungri, Taeyang dan Chansung di daerah Chungnam (Korsel). Sesuai wasiat mendiang Kim Jaejoong beberapa saat sebelum hembuskan nafas terakhir.

'Tolong. Temukan dongsaengku, oppa. Jaga dia agar aku bisa tenang meninggalkan dunia.'

.

.

Han Jaejoong…

Kim Jaejoong…

Han Jaejoong…

Kim Jaejoong…

'Han Jaejoong.'

Srakk…

Yunho tergesa-gesa menarik tuas laci kerjanya seperti orang kesurupan dengan debar jantung menggila. Seketika mata musang itu terbelalak shock saat temukan medali miliknya masih tersimpan rapi di box hitam, lengkap dengan fotonya bersama Kim Jaejoong di hari pernikahan. Dua kalung serupa, namun berbeda logo. King vs Queen Heart, ukiran yang terlukis jelas sebagai design cantik di tiap sisi. Itu artinya?

"Han Jaejoong!"

.

.

"Bodoh, bodoh, bodoh! Kenapa aku tidak menyadarinya sejak awal? Mata doe, bibir cherry, kulit pucat itu tidak berubah. Itu alasannya kau sangat familiar Kim Jaejoong. Sama seperti fotomu tujuh tahun silam. Jung Yunho. Kau benar-benar idiot. Illa-illa, bahkan ia memberikan clue kedekatannya dengan Jaejoongie. Stupid bastard!"

.

.

Yoonjae bedroom's

09.30 PM

Drap...

Drap…Drap…

Yunho mendobrak pintu kamar pribadinya yang tak sepenuhnya tertutup demi menemukan sosok cantik yang sudah disakitinya sejam jam lalu. Kosong. Balkon, ranjang, bathroom telah diperiksanya namun nihil. Sunyi, sepi dan mencekam seolah tak ada tanda kehidupan di kamar mewah ini.

Ya Tuhan…

"Kumohon, Jae. Kita harus bicara! Aku sungguh bersalah padamu, saeng!"gumam Yunho terhuyung-huyung, mengusap kasar tetesan hangat yang mengucur kian deras dari kedua mata musangnya.

Jangan menangis di saat genting begini, paboya

.

.

Deg…

Yunho langsung lemas kehilangan keseimbangan ketika tidak menemukan tas milik Jaejoong. Bahkan Black Pearl, gelang milik dongsaengnya tergeletak di atas nakas. Komplit bersama Samsung Edge dan secarik kertas yang separuh isinya nyaris tak dapat terbaca, buram dihujani rembesan airmata.

.

.

Aku pergi, Yunho-ssi

Terima kasih telah mengingatkan siapa diriku

Gomawo atas kebaikanmu selama ini padaku. Jangan cemas, semua hutang ku pasti kulunasi dalam waktu dekat walau untuk itu aku harus menjual diri di jalanan.

Kim Jaejoong

.

.

Kau memang brengsek, Jung

Lihat…

Lihat akibat kebodohanmu. Kau kehilangan dongsaeng kesayanganmu. Ya. Seharusnya kau tahu pasti Kim Jaejoong tak akan menolerir siapapun yang bertentangan dengan prinsip hidupnya, dengan segala karakter logic, choleric, ofensif (menyerang) dan konfrontativ yang sangat komplex. Jari-jari tangan Yunho bergetar hebat ketika mencari nomor Seungri, diantara 287 kontak di ponselnya.

"Temukan Kim Jaejoong sekarang juga, bawa dongsaengku kembali."

Ya Tuhan

'Maafkan aku, saeng.'

.

.

.

Flashback

Srak...Srak…

Blam!

Kim Jaejoong mengusap kasar butir airmata yang enggan dibendung, melawan rasa sesak yang gerogoti jantungnya. Okay, ia memang sudah mempersiapkan diri untuk konsekuensi terburuk. Tetapi tetap saja menyakitkan saat satu-satunya orang yang paling kau sayangi tidak mempercayaimu.

'Tidak ada waktu untuk menyesali kebodohanmu, Kim."

.

.

Srrtt...

Ia melolosi semua atribut yang berkaitan dengan Jung Yunho, lalu mengenakan coat biru satu-satunya yang ia miliki. Plus tas butut yang tersimpan rapi di sudut wardrobe, usai menekan 9 digit nomor yang dihafalnya di luar kepala. Yyah, tidak ada waktu untuk main-main lagi. Jaejoong sadar selangkah meninggalkan mansion Jung, ia harus menghadapi sosok mengerikan Choi Seunghyun.

"Aku menerima tawaranmu. Kita lakukan sekarang."kata Kim Jaejoong tegas pada seseorang di line seberang.

.

.

Jin Yihan

Putra tunggal CEO Kim, sang owner C-Jes Entertainment. Ia kalah taruhan dan tiba saatnya jalani rencana B untuk tawaran 200 milliar USD $, demi kebebasannya dari perjanjian dengan sang pewaris Jung. Yeah. Walau Kim Jaejoong harus menebusnya sangat mahal.

It's show time.

.

.

'Kita bertaruh, Kim Jaejoong. Jika semua ucapanku mengenai line82 salah, kau mendapatkan 200 milliar USD $ sebagai imbalan sekaligus jaminan kebebasan. Namun jika benar, kau harus mengikuti permainanku. Dapatkan bukti bahwa Line82 tidak lebih dari kumpulan manusia bejat yang sanggup lakukan cara-cara picik untuk peroleh keinginannya. Kau perlu aliansi untuk menghadapi seorang Choi Seunghyun, karena ia pasti mengejar buruannya hingga neraka sekalipun. Pertimbangkan baik-baik. Datang padaku jika kau berubah pikiran karena jika saat itu tiba, kau tidak punya pilihan selain menghadapinya!"

Flashback end

.

.

.

Livingroom

09.30 PM

'Gosh.'

Yoochun meringis ngeri menyaksikan kondisi Yunho saat keluar ruang pribadinya, sangat kacau dengan mata merah dan wajah pucat. Tidak jauh beda dengan namja cantik yang terusir secara tidak hormat dari mansion Jung 45 menit lalu walau tertutupi oleh topeng datar. Di iringi aura dingin Jung Ill Woo, tatapan iba Go Hyemi, caci maki Go Ahra, tawa remeh Park Yoochun dan senyum kemenangan Choi Seunghyun.

"Kau tidak apa-apa, Yun?"tegur Yoochun khawatir.

"Dimana dongsaengku."

"Yun, lebih baik..."sergah Ny. Go cemas.

"Dimana Jung Jaejoong!"

"Dia memutuskan pergi dari mansion Jung, mengingat kelakuan buruknya kurasa itu pilihan yang terbaik. Kuharap kau belajar dari kesalahanmu, Yun. Kepercayaan itu sesuatu yang mahal terlebih jika diberikan pada orang asing yang tidak sejalan dengan adat, budaya dan tradisi keluarga Jung!" kalimat tuan Jung menggema di penjuru livingroom, pecah ketegangan mansion.

Mimpi buruk dimulai

.

.

Deg…

Yunho mengacungkan sepasang Medalion Of Heart, satu-satunya benda peninggalan mendiang Kim Jaejoong dan milik 'namdongsaeng'nya yang selama lima tahun ini masih di cari keberadaannya oleh anak buah kepercayaan keluarga Jung.

"Dongsaengku tidak bersalah, ahjussi. Kalung ini benar-benar miliknya."desis Yunho getir.

"Ya Tuhan."bisik Go Hyemi membekap bibirnya, terperangah kaget.

"Han Jaejoong?"desis Jung Ill Woo tak percaya.

"I-I-Ini mustahil. Bagaimana bisa? Bukankah dia—seorang yeoja!"bantah Yoochun shock.

.

.

Yeah...

Han Jaejoong, 'yeoja' kecil yang lima tahun ini menjadi target pencarian line82. Sosok misterius di masa lalu mendiang Kim Jaejoong, hingga menjadi keinginan terbesar yeoja yang jadi bagian penting keluarga Jung itu untuk menjaga dan melindunginya bahkan hingga kematian menjemput. Mendiang Jaejoongie meminta Jung Yunho untuk meneruskan harapannya, kendati penelusuran itu sia-sia karena tidak pernah ditemukan yeoja berusia 12 tahun bernama Han Jaejoong di Chungnam (Korea Selatan).

"O, Sial! Seunghyun hyung! Kita harus menghentikan niatnya!"

.

.

.

'Seekor gagak tidak akan berubah jadi merak, walau kau letakkan di dalam sangkar emas. Aku harus membuka matamu tentang siapa Kim Jaejoong yang sebenarnya. Hitam tetaplah hitam, kau pasti akan segera menyadari kesalahan yang kau lakukan. Dan jika saat itu tiba, aku sendiri yang akan melemparnya ke jalanan. Seorang pelacur harus diperlakukan seperti pelacur, Yunho-ya!'

.

.

.

Tokyo, Jepang

Koto-ku 2-2-10 Shinkiba

09.15 PM

Ageha (Swallowtail Butterfly) merupakan nightclub, event space dan studio coast terbaik di Tokyo yang resmi dibuka pada December 2003. Memiliki dance floor utama yang berkapasitas 5000 orang, selain fasilitas memukau lain seperti chill out space, bar, terrace terbuka dengan kolam dan outdoor dance untuk remaja.

Do you know?

*Hernan Cattaneo

*Deadmau5

*Deep Dish

*Express 2

*David Guetta

*Yasukata Nakata (Capsule)

*Ken Ishii

*Tsuyoshi Suzuki (Numanoid)

Mereka adalah jajaran DJs yang melegenda di Jepang dan sering bermain sebagai Host di event Ageha nightclub. Satu kali di dalam dua bulan, AGH menggelar event khusus para gay yang dikenal dengan nama 'Shangri-La'.

'Selamat datang kembali di kehidupan normalmu, Kim Jaejoong'

.

.

Ckitt…

Jin Yihan mengulas senyum misterius saat melirik sosok cantik, angkuh dan dingin yang kini termenung di sisi kursi kemudi Koenigsegg One 1360 PS-nya. Yeah. Here we go. Dunia malam yang menyajikan kenikmatan semu ketika norma, status dan harga diri bukan lagi hal utama yang harus diprioritaskan.

"Takut? Ada waktu jika kau berubah pikiran."tegur Yihan santai.

"Kau pikir aku bisa selamanya melarikan diri? Mereka ada disini."tukas namja cantik ini datar.

"Wow, secepat itu?"

"Hnn."

"Choi Seunghyun ternyata sangat terobsesi padamu, Kim."

"Kita lakukan sekarang!"sambung Kim Jaejoong nyaris tanpa ekspresi.

.

.

Srrtt…

Yihan menarik lengan classmate tercantiknya dan mengulurkan sepasang anting 'multi fungsi' hasil rekomendasi si jenius Max. Langkah prefentiv jika perhitungan mereka meleset dan semua berubah di luar kendali, mengingat siapa sosok mengerikan yang jadi lawan kali ini.

Choi Seunghyun

.

.

.

"Mini recorder plus GPS, aku tidak mau ambil resiko dengan gunakan clip on mengingat malam ini mungkin saja kau harus naked total. Gunakan passwordnya, jika situasi tidak sesuai rencana. Kami akan mengawasimu, Kim."

.

.

.

Ageha parking basement

10.30 PM

Tap!

Tap! Tap!

Ketukan high heels Ahra terdengar cepat menyusul langkah dua namja belia yang kini berangkulan mesra menuju lift 02, menuju chill out space AgeHa nightclub. Kim Jaejoong berusaha menulikan telinganya, sesaat kata-kata larangan Jung Yunho kembali terngiang keras di memori otaknya.

'Berjanjilah...jangan pernah lagi injakkan kakimu di club malam!'

.

.

Hahaha...

Kalimat itu terdengar sangat menggelikan sekarang, tapi sukses memaksa namja cantik kita menghentikan langkah sembari menggeram kesal. Bodoh. Disaat seperti ini pun ia tak bisa menampik besarnya pengaruh seorang Jung yang sudah membuangnya. Shit.

"Kim Jaejoong!"

Plak!

Yihan cukup tersentak kala Go Ahra menarik bahu namja di pelukannya dan menghadiahkan satu tamparan keras di iringi tatapan tajam, siap obral seribu cacian kasar menyaksikan perilaku namja yang paling di bencinya di dunia karena berani merebut perhatian Jung Yunho.

"Berani-beraninya kau menyentuh namjachinguku, Nona Go!"sergah Yihan memicing geram.

"Ini harga yang pantas kau bayar. Bitch!"desis Ahra berbahaya.

"Jangan melewati batas, Noona."

"Harusnya Yunho oppa melihat sendiri kelakuan bejatmu sekarang. Bagus. Kau bahkan langsung tunjukkan sifat aslimu begitu keluar dari mansion Jung. Syukurlah, oppa segera sadar ia telah melakukan kesalahan besar dengan memungut sampah sepertimu dari jalanan!"

"Jaga bicaramu, Noona!"

"Kau malu aku mengumbar semua kebusukanmu, eoh?"

"Ayo kita masuk, babe."

"Tunggu! Aku belum selesai."

"Selesaikan urusanmu, Dear. Aku akan menunggumu di bar."tukas Yihan jengah sembari memberikan kecupan singkat di pipi mulus itu, sukses undang decakan sebal Kim Jaejoong dan delikan tak percaya Ahra. Okay, siapa pun langsung sadar ada yang tidak beres ketika noona muda Jung yang terkenal manja, ketus dan angkuh ini mau merepotkan diri demi mengejar Kim Jaejoong.

Itu faktanya

.

.

.

"Dengar, bitch! Aku tak akan pernah rela namja rendahan sepertimu merusak nama baik keluarga Jung! Jangan berharap Yunho oppa kembali tertipu wajah polosmu. Selama ini ia hanya iba dan kasihan karena kau memiliki nama yang sama dengan mendiang istrinya! Aku bersumpah akan menutup semua jalanmu kembali ke mansion Jung! Camkan itu!"

.

.

.

Parking line 3 Ageha

20.45 PM

"Hmmphh."

Bruk…

Ahra tertawa puas saksikan namja cantik itu terkulai lemas di samping kursi kemudi. Pemberontakannya selama tiga menit berakhir sia-sia setelah Chansung membekapnya dengan saputangan berbalur Chloroform 70% yang efektif membuat seseorang kehilangan kesadaran 2-3 jam. Rencana liciknya menyingkirkan Kim Jaejoong berjalan mulus karena mendapat dukungan penuh sang pengacara Choi.

'Turuti segala perintah, Nona Go.'

.

.

Hwang Chansung, 27 tahun

Namja bertangan dingin kelahiran 11 February 1990 ini merupakan tangan kanan kepercayaan sang pewaris Choi selama sepuluh tahun mengabdikan diri. Satu dari 10 lulusan terbaik Howon University & Shinwa Special Guard (Security Consultant LtCo) yang berbasis di Jepang selain Seungri, Taeyang dan Daesung.

Yeap

Keempatnya sama-sama pernah mengikuti program militer 8-10 bulan, plus mengasah kemampuan di bidang antiterorisme, pengintaian, beladiri, etika bisnis dan menjalani pelatihan di ISA ( Internasional Security Academy) USA. Hari ini nampaknya seluruh kemampuan mereka akan diuji mengingat rencana keji sang pengacara Choi pada sosok cantik di hadapannya kini.

"Aku sudah menyiapkan semuanya. Selanjutnya kuserahkan padamu, Oppa."

.

.

Klik!

Tut...Tut…

Ahra memutus sambungan line +03-9999-7172 milik Seunghyun dari iPhone 5 Stuard Hughes miliknya, setelah mengontak tiga namja sewaannya yang berprofesi sebagai gigolo high class dan bintang JAV (Japan Adult Video). Ini cara termudah singkirkan namja cantik ini dari keluarga Jung selamanya.

"Aku tidak sabar menyaksikan reaksi oppa mengetahui namja jalang ini beradegan hot di video porno bersama para aktor JAV. Kutunggu hasil kerja kalian."kata Ahra culas.

"Baik, noona."

"Pastikan besok pagi rekaman itu sudah beredar luas di media sosial."

"Saya mengerti!"

"Ah, Chanana. Kau bisa memakainya saat mereka sudah selesai bersenang-senang, setelah itu kau bisa menyingkirkannya sejauh mungkin dari Jepang. Lakukan tugasmu dengan baik!" pinta Go Ahra sambil mengusak rambut Kim Jaejoong, disertai seringai iblis sebelum ayunkan langkah pergi. Tinggalkan Chansung yang mengamati wajah polos tanpa dosa disisinya dengan miris, sembari mengumpat pelan.

Firasatnya memburuk

.

.

.

"Jika satu dari kita selamat setelah malam ini kau harus tahu, Kim Jaejoong. Ini juga berlawanan dengan hati nuraniku. Sayangnya aku tidak bisa melanggar sumpah dan kode etik profesi. Jadi maafkan aku. Kesalahan terbesarmu adalah datang ke Jepang dan terlibat dengan Line82."

.

.

.

.

Tokyo, Jepang

Chuoku 21-1 Muromachi

11.45 PM

Mandarin Oriental Hotel Group, hotel mewah berbintang lima ini masuk anggota Choi & Jardine Matheson Group. Perusahaan raksasa milik Choi Siwon yang bergerak di bidang investasi dan akomodasi internasional yang mengembangkan hotel, resort dan perumahan mewah di tiga benua. Asia, Eropa dan Amerika.

* Hongkong (3)

* Bangkok & Manila

* Jakarta

* Macau (2)

* London

* Munich

* Washington DC

Yeah…

Total sekitar 26 cabang kini tersebar di kota-kota besar berbagai negara di dunia dan menerima banyak penghargaan bergengsi, diantaranya The Best Bussiness Hotel pada acara Business Traveler 2016 Award di Hong Kong, Top 10 Traveler Choice by TripAdvisor 2017, etc.

3RD Floor 707

Tampaknya...

Hari ini pun sang pewaris tunggal Choi Group, Choi Seunghyun juga menikmati kemenangan dari seluruh permainan dan jackpotnya saat mendapati sosok cantik yang jadi incarannya sebulan ini tergolek tak berdaya di Monarch Vi-Bed. Pingsan setelah berhasil dilumpuhkan Hwang Chansung, sekitar dua jam lalu di AgeHa nightclub 2-2-10 Shinkiba.

"Sampai kapan kau ingin berpura-pura tidur, Kim Jaejoong? Telanjangi dia!"

.

.

Tap!

Tap! Tap!

Kim Jaejoong mengerang pelan, coba membaca situasi dengan mata terpejam pura-pura tak sadarkan diri. Tiga orang namja kini bergerak melolosi ikatan di tangan dan kakinya. Sebelum menggantinya dengan handcuff yang hendak dikaitkan di head-bed untuk proses eksekusi.

'Rupanya kau ingin bermain-main denganku, baby?'desis Seunghyun sinis.

.

.

Pik!

Seunghyun terkekeh puas disertai seringi keji, menyaksikan sepasang mata doe itu tiba-tiba terbuka lebar. Shodan yang merupakan gakusei terbaik Shigen Takeda ini adalah pemegang sabuk 'kyu' coklat yang tak bisa dianggap remeh kemampuan bela dirinya. Kim Jaejoong sekilas tunjukkan sorot mata tajam, dingin dan menusuk sebelum melancarkan ikkyo bantingan untuk jatuhkan tiga namja yang tengah melolosi ikatan yang membelit tangan, kaki dan tubuhnya.

Brugh...

"Jangan berani menyentuh tubuhku dengan tangan kotor kalian."

.

.

.

.

At another place…

Bandara Haneda

22.55 PM

Tap…Tap…

Sepasang high heels Kwon Boa yang menggema di sepanjang selasar Lounge tiga tampak kewalahan mengiringi langkah cepat Jung Kangta yang menggeram mengeraskan rahang. Bayangkan. Laporan mengejutkan mengenai kepergian Kim 'Han' Jaejoong langsung menyambutnya begitu menginjakkan kaki di Tokyo.

Yeah...

Fakta tentang identitas asli Kim Jaejoong ia ketahui dua hari lalu dari assisten Yoon yang bergerak cepat menyelidiki masa lalu namja cantik itu setelah mencurigai 'Medalion Of Heart' yang dilihatnya di Gosiwon (Korsel).

"Temukan keberadaan Han Jaejoong sekarang!"perintahnya pada Daesung via ponsel.

"Tenangkan dirimu, oppa!"

"Kau jelas mengerti sifat Seunghyun, Boa."

"Kita bicarakan semua baik-baik, kumohon."

"Sekarang para dongsaengku, bahkan Ahra melakukan kebodohan di luar sana. Aku bersumpah mereka akan menyesal seumur hidup atas perlakuan buruknya pada Han Jaejoong!"tukas Kangta dibarengi sorot mata tegas, serta menyiratkan kemarahan yang luar biasa. Kalimat itu sukses membuat Boa tersentak.

Deg…

'Apa kau juga akan semarah ini jika tahu aku mengetahui fakta yang menyebabkan Jaejoongie pergi, oppa?'

.

.

.

.

Brukh…

Ringisan tercipta di wajah cantik namja Kim kita ketika satu tendangan Chansung berhasil mengenai ulu hatinya. Ia dipaksa jatuh dan berlutut di hadapan Choi Seunghyun yang menyeringai kejam sambil menyesap winenya santai. Nyeri, sesak dan ngilu kian merajai sekujur tubuhnya akibat pertarungan tak seimbang. Satu banding lima. Ia yakin besok sekujur tubuhnya akan membiru memar.

"Aku sangat benci jika ada yang mengganggu kesenanganku, sayang."

Srrt…

Choi Seunghyun menarik dagu runcing itu hingga menengadah dan hanya tersisa jarak dua inchi diantara mereka. Ia tertawa menyaksikan kernyitan jijik di wajah cantik itu saat ibu jarinya membelai dan mengusap darah yang tercecer di ujung cherry lips idamannya dengan lembut.

"Manis."gumam Seunghyun menjilati jarinya yang ternoda warna merah.

"Kau menjijikan!"desis Kim Jaejoong nyalang.

"Menarik."

"Aku bukan gay!"

"Buktikan saja nanti saat hole mu kuterobos paksa. Kau tak akan punya pilihan selain mendesahkan namaku, baby."

"Kauu—mmpphhh…"

Oh, God

Teriakan, makian, sumpah serapah Kim Jaejoong kini sukses teredam oleh ciuman kasar Choi Seunghyun yang liar. Sepertinya hasrat yang menggebu pada sosok Black Pearl ini membuatnya menggila. Remasan kuat bersarang di genital Jaejoong tanpa ampun, ketika ia menolak memberikan akses lidah Seunghyun untuk menginvasi rongga mulutnya. Sial.

"Hhh, hhh…"

"Ciumanmu begitu nikmat, baby."

"Hh, kau gila!"

"Aku tak sabar rasakan jepitan holemu saat membungkus juniorku, huh?"

"Arrghh." Jaejoong berjengit merasakan remasan kuat dibagian intinya, sementara jilatan Seunghyun merambah cuping telinganya.

"Suaramu bahkan sangat merdu, apalagi saat klimax nanti, baby Jae."bisik Seunghyun.

"Singkirkan tanganmu! Lebih baik aku mati daripada jadi budak sexmu, brengsek!" sergah Jaejoong lantang, meski tangan kanan Seunghyun tak henti menggerayangi juniornya dari luar celana. Sia-sia. Jangankan terangsang, justru ia merasa jijik dan mual dengan ulah member line82 itu meski disentuh demikian intens. Kegiatan Seunghyun terusik ketika namja cantik itu meludahi wajahnya, di sertai keberanian yang menyala di sepasang mata indahnya.

.

.

.

.

At another place…

Mansion Jung

00.05 AM

Syalala~

Go Ahra ayunkan langkah memasuki mansion sembari bersenandung kecil, jiwanya terasa ringan karena merasa telah berhasil menendang namja Kim dari kehidupan Jung Yunho. Mata indahnya spontan berbinar saksikan Kangta dan Boa yang kini ada di livingroom bersama bumonimnya.

"Oppa? Eonnie? Kalian pulang lebih cepat? Ish. Kenapa tidak memberitahuku? Jahat!"sungutnya.

"Dimana Kim Jaejoong."sambut Kangta dingin.

"A-Apa?"

"Katakan. Dimana Seunghyun menyekap Kim Jaejoong."

"A-Aku tidak tahu apa-apa, oppa."cicit Ahra panik, coba meminta bantuan pada sang umma dan Boa yang menampilkan aura tegang, sementara sang appa menatapnya super tajam.

"Go Ahra!"

Deg…

"Op—oppa membentakku karena namja sialan itu? Yyah! Aku sangat membencinya. Aku tidak peduli meski selamanya Yunho oppa tak pernah 'memandang'ku, tapi sedikitpun aku tak rela namja rendahan itu merebut posisiku sebagai dongsaeng atau menggantikan tempat Jaejoong Eonnie! Oppa seharusnya senang karena aku berhasil menyingkirkannya."sergahnya kesal sambil menghentakkan kaki, hingga tamparan Kangta mendarat sempurna di pipinya. Plak!

.

.

.

.

Plak…

Tamparan keras kembali bersarang di wajah Kim Jaejoong, disusul benturan keras di jidat ketika Choi Seunghyun merenggut rambutnya kasar dan mengadunya dengan lantai marmer yang beku. Agaknya sikap keras kepala namja Kim kita sukses memancing jiwa iblis yang bersarang di tubuh pengacara Choi.

"Jangan. Memancing. Kemarahanku."

Gosh…

Kepala Kim Jaejoong benar-benar pusing, mual dan seluruh isi ruangan seperti berputar 180 derajat akibat amukan sang pewaris Choi. Yeah. Ini adalah rencana B. Semakin banyak luka, itu makin terlihat keren di laporan visum-nya untuk menunjukkan bukti pada publik seberapa biadabnya seorang Choi Seunghyun.

"Bunuh. Saja. Aku."

"Hahaha. Mati? Bahkan itu terlalu mudah untukmu, sayang."

"Kau iblis!"

"Yeah. Kau bisa melihat bagaimana iblis ini menghabisimu, baby."

"Arrghh...!"

"Kita bermain-main sebentar agar permainan ini lebih menarik. Kita lihat reaksi Jung Yunho besok pagi saat menemukan dongsaeng kesayangannya beradegan foursome di JAV dengan tiga aktor sekaligus. Bukan hanya Yunho, seluruh dunia pun bahkan jijik melihatmu, baby."

"Kau biadab, Choi Seunghyun!"

"Aku memberimu dua pilihan. Layani mereka atau jadi pelacurku."

Sial!

Seringai setan jelas terlihat di wajah stoic, dingin dan angkuh Choi Seunghyun kala menyaksikan Kim Jaejoong menggeram marah seolah ingin mencincang lawannya jadi serpihan kecil. Mukanya yang kini berubah merah padam dan nafasnya yang memburu jadi daya tarik tersendiri bagi Seunghyun. Ia makin terobsesi menundukkan kesombongan seorang Black Pearl.

"Kau harus belajar merendahkan keangkuhanmu, baby."

.

.

.

At another place…

Mandarin Oriental Hotel

12.30 AM

Damn it

Shim Changmin merutuki nasib sialnya karena terjebak perang terbuka Yihan melawan Seunghyun. Lihatlah sepasang stun gun dan knuckle, alat kejut listrik bertegangan 3600 Volt di tangan pewaris Kim. Satu password, maka ia siap mengerahkan 10 bodyguardnya untuk menyerang lantai 13 dimana namja cantik classmate mereka menjalankan rencana B.

Pip!

Pip! Pip!

Signal GPS yang berkedip merah menunjukkan lokasi penyekapan Kim Jaejoong, kendati ia bisa mendengar seluruh obrolan di PS 707 melalui alat sadap. Perut Changmin ikut melilit membayangkan rencana gila Choi Seunghyun menjadikan namja cantik itu sandwich.

"Semoga duckbutt tidak membunuhmu, brother."

"Aku tahu kau tak akan membiarkan itu terjadi, Max."tukas Yihan percaya diri.

"Ck. Tetap saja anak buah Choi Seunghyun yang akan menghajar kita hingga babak belur."

"Yeah. Itu akan terlihat keren di Fuji TV. Setidaknya kita tampil sebagai pahlawan."

"Kau gila."

"Choi Seunghyun lebih gila, Max. Aku yakin kau tidak akan membiarkan Kim Jaejoong menjadi korban line82 yang berikutnya. Right?"pungkas Jin Yihan singkat, menyadari aura kelam sang pewaris Buyoung Group ini kala mengenang putri sulung keluarga Shim sekaligus noona Changmin satu-satunya, Shim Hanna.

.

.

.

.

Hmphh…

Kim Jaejoong mati-matian berontak mencoba meloloskan diri dengan mulut terkatup rapat, sialnya Hwang Chansung membekuk tubuhnya begitu kuat. Cairan bening warna biru, odorless dan tasteless itu masuk melewati kerongkongannya dengan paksa. Obat perangsang dosis tinggi sejenis Aphrosidiac buatan German.

"Kau akan menikmatinya, baby Jae."

Bueh…

Seunghyun meringis kesal ketika tiba-tiba namja cantik itu meyemburkan obat yang tersisa di mulutnya, tepat mengenai wajah tampannya. Perlawanan itu tak ayal membuat sang pengacara Choi murka dan menyambar Opium Spray di nakas. Satu lagi perangsang bergolongan Saponin yang mengandung bahan aktif Protodiocsin / DHEA (Dihidroepiandrosteron) yang sangat ampuh menangani frigiditas.

"Habislah kau , Kim."

"Uhuk! Uhuk…"

"Berikan aku Rohypnol!"perintah Seunghyun dingin.

Deg…

Hwang Chansung terbelalak kaget sewaktu mendengar instruksi tuan muda Choi, kali ini sepertinya Seunghyun serius mengerjai Kim Jaejoong habis-habisan. Rohynol adalah obat penenang ilegal dari USA yang bekerja 10 kali lebih kuat dari Valium. Efektif melumpuhkan korban kurang dari 20 menit dan puncaknya 2 jam, bahkan 8-12 jam berikutnya bisa sebabkan seseorang 'kolaps'.

"Tuan muda?"

"Sekarang!"

"B-B-Baiklah."

"K-Kau benar-benar binatang, Choi Seunghyun!" kening namja cantik itu mengernyit saat jarum suntik menembus kulit lengannya, dengan nafas terputus-putus.

"Kau yang memaksaku, sayang!"

"Ngghh..."

"Aku satu-satunya orang yang bisa menyelamatkanmu, baby. Yunho—bahkan iblis dari neraka sekalipun tak akan sanggup menolongmu, Kim Jaejoong. Berubah pikiran. Heum?"desis Seunghyun tawarkan opsi terakhir yaitu menjadi budak sexnya.

"Lebih baik aku mati."

Shit…

Satu kata yang meluncur dari bibir cherry itu sukses memaksa kesabaran Seunghyun hilang. Lihat saja! Sampai dimana rasa angkuh, sombong dan keras kepala Kim Jaejoong bertahan. Namja cantik ini harus mendapat hukuman setimpal atas penolakannya pada sang pewaris Choi.

"Berikan aku pertunjukan menarik! Kalian bebas menikmati tubuhnya. Sekarang."

.

.

.

At another place…

Harajuku Street 24-2

00.15 AM

Brrmm…

Park Yoochun memacu Bugatti Veyron milik Yunho di atas kecepatan 70 km/hour. Astaga. Jantungnya serasa jatuh ke lambung terjebak di antara tegang dan panik. Keduanya terus berkoordinasi dengan Seungri, Taeyang dan Daesung guna menemukan lokasi penyekapan Han Jaejoong. Mandarin Oriental Hotel.

"Kalian bersiap di lokasi. Dan ingat! Habisi siapapun yang mencoba menghalangi."

Tut...Tut...

Yoochun menutup sambungan line tiga sembari melirik Yunho yang terpekur di samping kursi kemudi di sertai ringisan ngilu. Sang pewaris Jung kini memejamkan mata dan menyandarkan diri di jok, 1...2...3 tetes butir bening tetap setia mengucur di kedua mata musangnya ketika meremas Medalion Of Heart.

"Dia akan baik-baik saja."hibur Yoochun lirih.

"..."

"Dia namja yang kuat, Yunho ya."

"..."

"Kita akan bawa Han Jaejoong kembali dengan selamat, saeng."pungkas Yoochun tercekat. Sial. Bola matanya memanas. Semoga hal yang buruk yang melintasi otaknya cuma imaginasi karena ia paham betul bagaimana sosok Choi Seunghyun menghabisi buruannya. Satu kalimat terakhir Yunho sukses membuat aliran darah Yoochun membeku.

Deg…

"Aku akan bunuh diri jika semua yang kau pikirkan menjadi kenyataan, hyung."

.

.

Uhn…

Kim Jaejoong mengerang lemah ketika kedua tangannya di tautkan dengan handcuff di head bed hingga posisinya serupa huruf 'Y'. Apesnya efek aphrosidiac, opium dan Rohypnol itu mulai bereaksi di tubuhnya. Oomatis ia mulai merasakan lemas, panas, gelisah dan kedut di area privacynya yang kini berubah menjadi lebih sensitif menerima rangsangan.

"Jangan menyentuhku, brengsek!"

Srak…Srak…

O, God

Tiga namja sewaan Go Ahra bekerja cepat peloroti kemeja, celana dan underwear Kim Jaejoong disertai smirk setan. Lihatlah. Namja cantik ini benar-benar memiliki tubuh proporsional dengan kulit putih pucat, mulus, ramping dan warna pink menggoda di bagian nipple dan genitalnya.

Gulp...

You, Hide dan Yosuke yang berprofesi sebagai aktor yang membintangi lebih dari ratusan judul JAV ini sama-sama meneguk ludah, takjub dengan keindahan sang Black Pearl. Wow. Ini sosok paling menggiurkan yang pernah mereka temui sepanjang karier mereka di dunia malam.

.

.

You Trujitani, 25 tahun

Namja kelahiran Hokaido 1 April 1992 ini langsung mendorong Kim Jaejoong yang terus memberontak dan membungkam umpatannya dengan ciuman ganas dan lapar. Melumat, menghisap dan menyusuri bibir cherry yang langsung menghentak libidonya hingga level tertinggi. Sumpah.

"Hmmpphh...!"namja cantik itu mengejang dan meronta.

"Hm. Bibirmu manis sekali, sayang."

"Lepasss—mmphh!"

"Ck. Nikmati saja! Kau pasti menyukainya, Dear. Ini memang malam keberuntunganku!"bisiknya seduktive sambil menggerayangi abs samar Jaejoong, memutar dan mainkan jari-jarinya di atas tubuh mulus itu dengan gerakan sensual.

.

.

Hideyagi Kawagatha, 29 tahun

Namja berotot kekar dengan tatoo naga ini merangkak menghampiri You dan Jaejoong yang bercumbu dengan beringas, ciuman paksa tepatnya. Bulu kuduk namja cantik kita seketika meremang saat lidah hangat, licin dan basah Hide bermain di telinganya. Disertai gigitan dan hisapan kecil, sebelum turun ke leher dan meninggalkan jejak kissmark merah terang sambil terkekeh puas.

"Kau sangat menggiurkan, sayang."

"Hmmpph."

"Giliranku, brother!" sergah Hide menarik paksa dagu Jaejoong dan melumatnya dengan ciuman basah dan dalam, hingga tubuh di bawahnya kian menggigil hebat.

"Mpphh!"

"Ck. Kau mengganggu bagianku!"protes You tak terima.

"Kalian bisa menikmati lubangnya bersama." Cetus namja ketiga sembari rolling eyes jengah.

"Threesome. Ide yang bagus. Holenya pasti sangat sempit sekali."

"Lepasss, ukh...aku bersumpah, hah...kalian, mati...mengenaskan!"teriak Jaejoong jijik dan geram dengan nafas tersengal-sengal kehabisan oksigen, meski kesadarannya tengah di tarik ulur oleh pengaruh obat perangsang. Ia tak henti memberontak dan menarik-narik tangannya yang terkunci handcuff hingga kebas, lecet dan berdarah.

.

.

Fuma Yosuke, 30 tahun

Namja yang sering memerankan peran Master and Slave ini terkekeh remeh menyaksikan pemberontakan mangsanya yang terus menggeliat resah. Keras kepala. Namja cantik itu berusaha keras menahan erangan dengan membenturkan kepalanya ke head bed saat terbuai cumbuan, sentuhan dan hisapan lihai dua namja yang asyik nikmati tubuhnya.

Yeah…

You mulai menggelitik kedua nipple Jaejoong dengan ujung lidahnya yang hangat dan basahhingga mengeras. Lalu mengulumnya seperti bayi satu-persatu dengan penuh nafsu, di sertai remasan dan usapan nakal di sekujur dada, perut dan leher yang kini dipenuhi bekas kissmark.

"Ngggh."

"Mendesahlah, baby."

"Hentikan."

"Kau sangat nikmat, sayang!"

Ukh…

Hide berdecak kesal dengan rontaan namja cantik itu, dengan segera ia menahan tengkuk Jaejoong kuat dan melanjutkan ciumannya dengan nafsu. Sukses redam erangan, makian dan sumpah serapah yang tak henti meluncur dari sang pemilik bibir cherry, sementara tangan kirinya yang bebas mulai mengocok kejantanan Jaejoong hingga mengeras di tengah cumbuan memabukkan mereka.

"Mmmh. Brengsek."

"Uh. Kau mengeras, baby."

"Singkirkan tanganmu."

"Nikmati saja. Malam ini kau pasti akan terpuaskan, sayang."

Oh~God

Benda di selangkangan Yosuke mengeras menyaksikan adegan erotis itu. Ia pun memulai aksinya, mengambil bantal dan menaruhnya di bawah pantat Jaejoong. Ia menjilat bibirnya melihat pink hole namja androgini itu terlihat merekah, menggoda dan mengundang batang penisnya untuk segera menghujamnya kasar.

Cup…

Kim Jaejoong tersentak merasakan kecupan singkat di ujung juniornya, selanjutnya yang terjadi sungguh di luar imaginasinya ketika genitalnya mulai keluar masuk mulut namja asing. Yosuke mengulum, menjilat dan menghisap batang kemaluannya hingga mengeras dan tegang sempurna.

Slurpp...Slurrpp...

Gila

Efeknya sungguh dahsyat.

Kim Jaejoong mengerat ujung bantal kuat-kuat, sekuat tenaga menahan hasrat yang menggelenyar panas di ketiga titik sensitifnya yang di rangsang bersamaan. Ia merutuki kenapa bisa semudah itu larut dalam permainan menjijikan para maniak sex yang seenak jidat menjamahnya. Selang sepuluh menit Kim Jaejoong tersentak merasa sesuatu ingin meledak dari batang kemaluannya. Ia akan klimaks dengan permainan oral namja-namja brengsek itu.

'Andwae.'

Klik!

Astaga...

Cock ring berbentuk cincin tiba-tiba melingkari ujung penisnya di sela kekehan ketiga namja sialan itu. Tuhan. Ingin rasanya Kim Jaejoong membenturkan kepalanya ke tembok, apalagi menyaksikan seringai keji Choi Seunghyun yang menyesap winenya santai sembari menikmati 'Yaoi In Live Action' gratis.

"S-S-Singkirkan benda itu! Brengsek!"

"Sttt. Sabarlah, baby."bisik Hide sambil membelai paha dalam Jaejoong lembut.

"S-S-Sakiiitt..."

"Kau harus melayani kami dulu, sayang!"sambung You seraya mengecup pipi namja cantik itu.

"L-Lepasss!"

"Saatnya permainan inti, babe!"sambung Yosuke sambil membalurkan lube di batang kemaluannya yang mengeras. Ini tak boleh terjadi. Mati-matian Kim Jaejoong menggelengkan kepalanya berusaha melepaskan diri dari cumbuan You Tsujitani demi teriakan satu nama sialan yang menikmati kesengsaraannya dengan smirk setan.

"Choi Seunghyun!"

.

.

.

At another place…

13TH FLOOR

00.30 AM

Ting!

Hwang Chansung terhenyak menyaksikan gambar yang terekam di CCTV lantai 13 dimana sosok misterius menerobos barikade penjagaan anak buah pilihannya yang siaga di PS 701-721. Namja yang mengenakan black masker itu bergerak cepat, gesit dan akurat menebas para bodyguard dengan Katana tanpa kenal belas kasihan dan dengan sorot mata yang gelap yang mengerikan. He's The Ripper

"Anda benar-benar membangkitkan iblis dari neraka, Tuan Choi."

Drap!

Drap! Drap!

Oh, God

Situasi makin mencekam di kala dua namja belia, Jin Yihan dan Shim Changmin beserta 10 pria berjas hitam ikut bergabung melumpuhkan sekitar tigapuluh bodyguard sang pewaris Choi. Sementara di basement CCTV menangkap pergerakan pengawal Jung di bawah komando Seungri, Taeyang dan Daesung.

"Perintahkan seluruh unit menghalangi mereka mencapai PS 707!"perintah Chansung dingin.

"Mereka terlalu banyak!"

"Berikan perlawanan terakhir kita."

"T-T-Tuan Hwang?"

"Jika kita kalah setidaknya kita memegang kebanggaan mati secara terhormat!"pungkas tangan kanan pengacara Choi, bersiap menyambut ketiga rekan dan rival terbaiknya di ISA yang tak lain adalah Taeyang, Seungri dan Daesung di iringi senyuman penuh arti. Sesungguhnya rasa lega terpancar dari sudut bibirnya yang terangkat, ia yakin namja cantik itu pasti selamat.

Come on

Siapa yang bisa membendung kemarahan keluarga Jung.

.

.

.

"Choi Seunghyun!"

GAME OVER

Prok!

Prok! Prok!

You, Hide dan Yosuke berdecak kesal ketika tepukan tangan sang pewaris Choi terdengar, tanda isyarat kesenangan mereka musti berakhir. Padahal pemandangan yang tersaji di atas ranjang kini begitu menggoda. Namja cantik itu terbaring pasrah dengan peluh bercucuran, mata sayu, nafas terengah, bibir membengkak dan tubuh naked total yang dipenuhi bitemark.

"Kau sangat menggoda, sayang."bisik Seunghyun sembari menjilat bibir Jaejoong dengan sensual.

"Ngghh."

"Kita lanjutkan permainannya, baby."desisnya sambil mengelus ujung junior namja di bawahnya yang dilelehi cairan precum. Efek Opium Spray itu sungguh dahsyat.

"Ahhss."

"Kali ini aku tak akan bersikap lembut. Kau membuatku terlalu lama menunggu. Jadi nikmati saja, okay? Kujamin sepanjang malam kau akan mendesahkan namaku. Choi Seunghyun."gumam Seunghyun puas menyaksikan sang black pearl menggeliat tak berdaya dengan posisi on, siap menghabiskan malam panas dengannya hingga pagi.

.

.

.

At another place…

13 FLOOR

12.34 AM

Ting…

Kim Junsu yang tiba di lokasi Mandarin Hotel sekitar lima menit lalu berdecak sebal setelah melumpuhkan tiga bodyguard Choi yang menghadangnya. Ingatkan ia untuk menghabisi pewaris tunggal C-Jes Entertainment yang menyeret saudara semarganya, Kim Jaejoong ke bahaya besar. Termasuk putra bungsu keluarga Shim yang ikut terlibat dengan rencana bodoh Jin Yihan.

'Aku tak peduli dendam apa yang kalian miliki tapi jangan pernah libatkan Joongie.'

.

.

Drap!

Drap! Drap!

Deg…

Yihan, Changmin, Junsu dan The Ripper membeku selama sekian detik menyaksikan sosok Jung Yunho yang mengayunkan langkah tegas melintasi tubuh-tubuh yang bergelimpangan di sepanjang selasar hotel. Mata musang itu terfokus ke satu suiteroom dimana dongsaeng cantiknya berada diikuti dua sosok berkharisma lain yang mereka kenal sebagai member line82 yaitu Jung Kangta dan Park Yoochun.

"Lumpuhkan anak buah Choi yang masih melawan!"

"Komisaris Jung?"Junsu terkesiap.

"Kalian bosan hidup rupanya."

"Park Yoochun?"desis Changmin menggeram benci. Mata bambinya menyorot tajam ke CFO Jung Corp Asia dengan tangan terkepal sempurna.

"Hentikan kegilaanmu, Choi Seunghyun!"

Klang…

Stun gun dan knuckle di tangan Yihan seketika terjatuh ke lantai disertai debuman nyaring mendengar gelegar suara CEO Jung. Ia kalah. Semua keyakinannya selama ini tentang line82 seolah hancur lebur di dalam hitungan detik. Siapapun pasti bisa melihat seberapa besar rasa cemas, takut, khawatir Jung Yunho. Kemarahan seolah membakar habis sifat lembutnya karena sosok Kim Jaejoong.

'Lihatlah. Kau menang, Jae.'

.

.

.

"Hmmph."

Kim Jaejoong menggigit bibirnya sekuat tenaga menahan erangan yang lolos dari bibirnya saat merasa tubuhnya terlalu lemas untuk berontak. Choi Seunghyun memanjakan tiap jengkal tubuhnya tanpa tertinggal seinchipun seolah enggan melewatkan kesempatan emasnya. Gigitan dan lumatan kasar menghujani namja cantik yang tergolek tak berdaya di bawah kungkungannya sekarang.

"Ngghhh...hen—hentikan."pinta namja cantik itu tersendat-sendat di ambang kesadaran.

Slurp...

Slurp...

Lidah Seunghyun terasa hangat, lembab dan basah mengoral batang juniorny, in out dengan cepat di barengi remasan nakal di twinballs. Otomatis membuat Kim Jaejoong melayang, terombang-ambing dalam nafsu yang menggelegak. Tiba-tiba ujung kemaluannya berkedut dan muntahkan cairan hangat ke mulut sang pengacara Choi yang menyeringai puas.

"A—Arrggghhh..."desah Kim Jaejoong dengan tubuh mengejang hebat sebelum terkulai lemas.

"Hmmphh."

"Ngghh."ia tak kuasa menolak saat Seunghyun melumat bibirnya, berbagi cairan sperma di mulutnya hingga tertelan sempurna.

"Nikmat. Hn?"

"Hhh."

"Sekarang giliranmu melayaniku, baby."desisnya dikuasai nafsu, mulai meraup bibir cherry yang terengah-engah itu sedangkan tangan kirinya merayap ke bagian selatannya yang menegang sejak tiga puluh menit lalu. Gerakan tak terduga Seunghyun sukses membuat sepasang mata doe itu melebar, merasakan sesuatu yang keras dan panjang menerobos paksa hole sempitnya disertai hunjaman kasar.

He loose

.

.

Plop!

Plop!

"Hng. Kau sempit sekali, sayang."

.

.

Plop!

Plop!

"Urrgggh."

Seunghyun mengerang frustasi merasakan sensasi hangat dan sempitnya lubang yang ditelusurinya. Shit. Libidonya makin memuncak saat mengamati wajah kesakitan dan gestur penolakan namja yang terhentak di kungkungannya. Oh, jadi ia benar-benar yang pertama bagi si cantik ini? Kejutan.

"Kau masih virgin, baby? Ah, beruntungnya aku."

.

.

Plop!

Plop!

"Rasakan, baby...Sshh, holemu menelan habis milikku, hnnn?"

.

.

Plop!

Plop!

1

2

3

Jari-jari Seunghyun semakin cepat mengocok lubang analnya dengan gerakan memutar dan mengaduknya, mengabaikan kernyit kesakitan Kim Jaejoong yang setia menggigit bibirnya. Tidak. Ia tak mau erangan, rintihan dan desahannya terdengar dan artinya memuaskan Seunghyun yang menggumulinya dengan bar-bar.

"Hhh, hhh...hmmppph, hyuuunghhh!"

.

.

Plop!

Plop!

Plop!

Tes...

Sebutir cairan panas meleleh dari sudut sepasang mata doe Kim Jaejoong, ketika tiba-tiba terlintas bayangan sosok hyungnya. Dekapan, pelukan sekaligus rengkuhan Yunho yang hangat dan nyaman. Ia menginginkannya, sekarang.

"Hmmph..."namja cantik itu kian eratkan gigitannya hingga darah mulai meleleh.

.

.

.

Plop!

Plop!

Tes...tes...tes...

Kim Jaejoong tersedak isakannya sendiri mengenang sosok Yunho. Tidak! Tidak! Jung Yunho. Dia tidak mungkin datang aniya? Yunho sudah membuangnya. Tiba-tiba namja cantik itu menegang sebelum hazel mata doenya berangsur kosong, nanar dan hampa.

Deg

"Yunh...hoo...hyungh..."

.

.

Deg

Deg

Choi Seunghyun tertegun mendengarkan nama familiar yang mengalun dari bibir cherry yang dilumatnya berkali-kali itu, namun agaknya nafsu dan kemarahan membutakan hatinya. Di iringi decakan kesal ia langsung memposisikan juniornya yang mengeras sempurna di ambang hole pink Jaejoong yang terasa hangat, berkedut dan licin oleh cairan lubrikasi.

"Aku datang, baby."

"..."

"Desahkan namaku, ugh."

"..."

"Ini sempit sekali."

"..."

"Lubangmu benar-benar hangat, sayang."desis Seunghyun seduktive. Abaikan fakta jika namja cantik di pelukannya sama sekali tak bereaksi. Dingin, kosong dan hampa dengan mata doe basahnya menatap lurus ke langit-langit kamar. Hingga suara ribut di lorong hotel dan debuman pintu yang di dobrak kuat menghentikan aktifitasnya menggauli Kim Jaejoong.

BRAK!

.

.

.

"Hentikan semua kegilaanmu, Choi Seunghyun!"

BRAKK!

1

2

3 detik…

Jung Yunho tercekat tak percaya dengan pemandangan yang menyambutnya di PS 707 Mandarin Oriental Hotel setelah pintu berhasil di dobrak paksa oleh Park Yoochun. Diluar sekitar tujuh anak buah Hwang Chansung masih memberikan perlawanan meski nyaris sekarat di hajar Jin Yihan, Shim Changmin dan Kim Junsu. Sementara Seungri berhasil meringkus 30 lainnya yang berjaga lantai 13 dengan kondisi mengenaskan, karena beberapa diantara mereka luka berat karena tusukan katana.

"Jangan pernah menyentuh apa yang seharusnya tak boleh kau sentuh, brengsek!"

.

.

Srrt…

Bugh! Bugh! Bugh!

Brak!

Yunho menarik paksa hyung kesayangannya dari atas tubuh Jung Jaejoong dan berikan tiga kali pukulan jurus Hapkido sebelum melemparnya ke dinding dengan brutal. Yeah. Ingin sekali membunuhnya detik ini juga jika teriakan Park Yoochun tidak mengingatkannya, bahwa ada hal yang lebih penting dari sekedar menghajar Choi Seunghyun.

"Yunho!"

"Aku harus membunuhnya!"

"Hentikan!"

"Jangan menghalangiku, hyung!"

"Tidak! Selesaikan urusan itu nanti. Lihat kondisi Han Jaejoong!"sergah Yoochun menarik kesadaran Yunho. Di atas King Bed itu dongsaengnya tergeletak kolaps tanpa sehelai benangpun dengan luka lebam, memar, bekas bitemark dan kissmark nyaris di sekujur badan.

Ya Tuhan.

"…"

"…"

"…"

"…"

Jin Yihan

Shim Changmin

Kim Junsu

Park Yoochun

Dan juga…

Direktur Komisaris Jung Corp Asia, Jung Kangta serta sekretaris Yoon yang tiba di lokasi pembantaian sepuluh menit lalu turut mencelos nyeri menyaksikan adegan memilukan. Yunho menangis sesenggukan di atas tubuh naked Jung Jaejoong yang hanya ditutupi selembar selimut. Ia menghujani kening dongsaeng cantiknya dengan kecupan dan mendekapnya dengan pelukan erat seolah takut kehilangan.

Tes…

"Bangun, Jae."

.

.

Tes…

Tes…

"I-In-Ini hyungmu, saeng."

.

.

Tes…

Tes…

Tes…

"Kita pulang, huks...kita pulang sekarang, nae dongsaeng."

.

.

Tes…

Tes…

Tidak ada reaksi, namun pelukan aman Yunho seolah menarik kesadaran dongsaengnya ketika 1...2...3 butiran bening lolos dari pemilik mata doe itu beberapa detik sebelum terpejam erat. Tubuhnya yang menegang, perlahan rilex dan lunglai di rengkuhan sang hyung.

"Buka borgolnya. Jangan hanya berdiri disana!"teriak Yunho geram ke arah Chansung yang telah babak belur, sama dengan tuan muda Choi yang terjengkang di sudut ruangan dengan shock. Satu nama familiar yang diteriakkan Park Yoochun sukses membabat habis kesadarannya.

'Han Jaejoong.'

.

.

.

Yunho menggunakan mantelnya untuk menutupi tubuh polos sang dongsaeng, meski berkali-kali gagal menautkan kancing karena tangannya yang gemetar. Ia langsung menggeram berbahaya jika ada yang mencoba selangkah pun menghampiri mereka untuk menawarkan bantuan. Tak ada pilihan. Line82 dan ketiga siswa HG ini tak memiliki opsi selain membatu di tempat semula.

"Jangan. Berani. Menyentuh. Dongsaengku. Seujung. Jaripun."

"Yun! Kita harus membawanya ke rumah sakit!"saran Yoochun serak, nafas tersendat menahan nyeri melihat keadaan hyung dongsaeng di hadapannya sekarang.

"..."

"Kau ingin langsung pulang ke mansion, Yun? Aku akan menghubungi Dr. Smith."tukas Kangta coba mengendalikan ketegangan yang terjadi.

"..."

"Kami taruhan senilai 200 USD$!"kata Jin Yihan tiba-tiba. Kalimatnya sukses menghentikan aktifitas Yunho.

.

.

.

DEG!

Taruhan...

Empat member line82 dan sekretaris Yoon termasuk pula Junsu, Changmin, Seungri sekaligus Chansung tertegun dan menatapnya tajam. Sumpah. Smirk mengerikan yang sekilas mirip dengan seringai Choi Seunghyun tercetak jelas di wajah tampan sang pewaris C-Jes Entertainment. Berbarengan ketika Yunho menggendong tubuh Kim Jaejoong ala koala dan berjalan melewatinya dengan wajah suram.

.

.

.

"Foto-foto intim yang kalian peroleh dari Fukada adalah hasil rekayasa kami, Tuan Jung. Kim Jaejoong setuju mempertaruhkan satu-satunya hal yang berharga baginya, yaitu anda. Kepercayaannya pada anda dan keyakinanku selama 10 tahun. Kurasa akhirnya dialah pemenangnya. Walau benci mengakuinya, kurasa line82 tidak seburuk pendapatku, kecuali satu orang. Right?"

.

.

.

BOUGH!

1

2

3

"Kau puas sekarang, brengsek! Sudah kukatakan jangan libatkan Joongie!"

Duassh...

Tinju, tendangan dan hantaman Kim Junsu sukses mengenai rahang dan pelipis Yihan hingga terjungkal, jatuhkan tuan muda Kim itu ke arah tripod di sisi King Bed. Gotcha. Seringai kemenangan Jin Yihan terulas begitu berhasil menyentuh satu dari tiga kamera digital yang merekam peristiwa mengerikan di Mandarin Hotel. Abaikan fakta jurus taekwondo titisan bebek itu bisa merontokkan gigi gerahamnya, jika Shim Changmin tidak menghalau serangan membabi buta Junsu. Ya. Asal tujuannya terpenuhi dan pastikan pengorbanan Kim Jaejoong tak akan sia-sia. Licik. Silahkan chingu nilai sendiri.

.

.

.

Brukh…

"Pakai pakaianmu. Hari ini kau benar-benar menjijikkan, hyung!"tukas Yoochun masam.

.

.

Blam...

Seunghyun meraih kemeja, pants dan underwearnya di iringi ringis kesakitan. Darah mengucur dari sela bibirnya akibat pukulan Yunho. Tawa miris sang pengacara Choi ini terbit mengenang tatapan benci Jung Yunho, sorot mata jijik Park Yoochun dan tatapan murka Jung Kangta.

Yeah~

Seisi PS 707 yang berantakan menggambarkan situasi hatinya, jika saja wajahnya tidak babak belur sekarang ia yakin Kangta tak segan menambahkan beberapa pukulan. Hanya satu kalimat mutlak yang keluar dari Komisaris Jung dengan nada tinggi.

"Kita bicara sekarang. Banyak yang harus kau jelaskan padaku, Tuan Choi."

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

(Behind The Scene)

.

.

.

"Author Somplak! Woy! Bagianku mana? Kenapa tak tertulis di part…"

Ealah…

Yunpa mengerang kesal, jumpalitan plus goyang Dumang sambil membanting naskah plus menginjak-injaknya dengan semangat. Dua scene? Tapi gak ada tuh adegan NC- an YoonJae, malah Jaemma ceritanya di grepe-grepe tiga makhluk astral dan Seunghyun yang kini cengar-cengir gaje di pojokan.

#PoorAppa#

"Nara!"

"Next chap ne, oppa?"

"Tak bisa. Aku sudah minum 'pajak bumi' plus kuku bima energi yang di rekomendasikan mbah Marijan. Itu semua ngimpor dari Indonesia, pabo!"

"Pasak bumi, oppa."

"Yyak, pokoknya itu! Situ harus tanggung jawab! Maunya NCan dengan My Lovely BooJae sekarang!"

Plak!

"Hehehe."

Giliran appa yang cengar-cengir ketika satu gulungan naskah mampir sempurna di kepalanya. Di belakang sana Jung Jaema udah melotot sambil komat-kamit gaje, jengah dengan kelakuan autis beruang sexy aka Jung Yunho. Ditambah komentar jahil Om Seunghyun yang sukses bikin bibir hati Yunpa mengerucut lima centi.

"Gitu aja diributin. Wong aku juga tak sempat ngapa-ngapain."

.

.

.

.

.

Huwooo. Otakku kobong

Kalau ada readers yang cium bau sangit kayaknya itu berasal dari Nara deh

Sumpah. Ini chapter terberat sepanjang Nara nulis TAT

Jadi mian jika chingu sampai lumutan, jamuran dan panuan nunggu chapter 11 coming

Ada yang merasa part NC kurang hot?

#BacanyaSambilNgemutBonCabeDongSay#

Masih kurang?

#TambahinSaosABC#

Kurang juga?

#JidatnyaSilahkanDitempeliKoyokCapLombok#

Lah ini masih ada yang bilang kurang

#LuluranSamaGeligaYok#

^.^

Gomawo buat Jeje Eonnie yang selalu support Nara dan yakinin kalau Nara pasti bisa bikin scene ini ne?

Empat minggu, mbak bro

Idenya muncul pas lihat kucing Nara Ncan. Kucingku ikut terjangkit virus yaoi, chingu

^.^

Buat readers yang penasaran lanjutannya, bisa intip Side Story TAT, The Ripper yang udah upload duluan

Satu-dua kalimat komentar chingu sangat berperan buat Nara nentuin scene berikutnya loh, kalian adalah inspirasi Nara ; makasih sudah tinggalkan jejak & mengapresiasi fict Nara dengan luar biasa

^.^

GOMAWO

BUAT READERS YANG BARU BERGABUNG DI TAT

SELAMAT DATANG

^.^

MARI BERTEMAN

.

.

.

.

Big Thanks To

^.^

My Jeje

(Eonnie...aku bisa ^.^ yeaiiii, i love u so much—pm an lagi yuuuk? Nara lagi happy berhasil bikin part 11)

azzahra88

(Kenal donk, wkkk ^.^ ayo, chingu ngira salah satunya ama Yunpa ne? Hahaha)

misterius

(Bukan PHP, chingu ^.^ waktu chap ini publish—Nara butuh waktu nentuin part berikutnya ; kadang bisa blank berminggu-minggu, mian ne bikin hipertensi? Haha~ada warning-nya tuh)

Snow. Drop. 1272

(Iya betuuul ^.^ Itu kalung kembaran ama Kim Jaejoong, istri Yunpa)

indy

(Menyesal? ^.^ Iya donk, Yunpa harus membayar sangat mahal sampai end ; biarpun salah paham tapi efeknya gak main-main buat JJ)

Hana-Kara

(Gak kejam koq, Yunpa ngelakuin itu coz sayang ama JJ ; dasar authornya yang geblek pakai acara salah paham segala ^.^ Anak Yoochun, rrr...?)

Bestin84

(Hubungannya udah kejawab di chapter 11 kan, chingu ^.^ Tentang masa lalu '2 JJ', nanti Nara bikin side story-nya koq. Tunggu TAT tamat)

momochan

(Mian ^.^ Harapan chingu gak terkabul di part ini ; demi kelangsungan linestory JJ harus di 'apa-apain'. Heee# Nara minta ditabok#)

Sayuri Jung

(Nado bogoshippeo, Yuri-ya ^.^ Aish, jangan ikut-ikutan pensiun jadi reader donk # mewek# Nara doakan sukses PKL- nya ne)

mha. feibudei

(Gomawo support-nya ne ^.^ Fb eon ; Hani Oktaviani yang pake sampul kucing 'yaoi', wkkk...kalo sekedar inbox-an okay? Itu habis bikin langsung eon telantarin ceritanya, say! Password aja ampe lupa, hihi)

fitri

(Miaaaan ^.^ nunggunya seabad ne ; kalau mau cepet ajak eon ngobrol ngalor-ngidul, biasanya itu bikin otak yadong eon cepat loading. Wkkk)

bibienote

(Gomawo & selamat bergabung di TAT ^.^ Mian ne...chapter 11-12 Nara harus bikin JJ nangis)

younayoung

(I love u too, baby ^.^ Gak lama koq ; Cuma 5 mingguu...# hatchiiim#)

Special for ;

herojaejae

Yuu 007

mha. Feibudey

Shipper89

(Gomawo follow & fav-nya ne ^.^)

.

.

.

.

(REVIEW PLEASE)

SEE YOU ON CHAPTER 12