Chapter 11: I'M A LOSER

Warning:AU,Gaje,OOC,DON'T LIKE DON'T READ !

Genre:supernatural,romance,hurt/comfort,adventure.

"bla bla bla"talking

'bla bla bla'thinking

Pairing : MinaKushi

: NaruHina

: SasuSaku

.

Selamat Hari Raya Idul Adha bagi yang muslim,dan bagi yang non muslim apa kabar (sorry kalo ngucapin nya ke cepet an :D)

.

.

Sumarry : pertarungan sudah tak bisa terelak an lagi,Naruto dan Sasuke sudah terlalu jauh masuk ke dalam konflik yang rumit ini. Bagaimana kah kisah cinta mereka di tengah tengah benang merah yang semakin rumit ini...

.

.

.

Cerita sebelumnya:

Disini lah mereka sekarang,jalan menuju ke penginapan 1000 Tahun,tempat yang sudah di hak milik kan oleh Danzo karena kelicikan nya. Sasuke dengan hakama putih panjangnya,serta pedang kusanagi yang setia melekat di pinggangnya,dan juga tas berisi perlengkapan menyusup. Sedangkan Naruto dengan hakama pendeknya yang berwarna merah hitam,dengan kapak yang baru ia dapat di punggungnya.

"teme,apa rencanamu?"mereka terus berjalan sambil menyusun siasat

"kita akan menyusup dari arah utara,selama aku tinggal di situ,aku menyadari bahwa bagian itu yang paling rentan di susupi. Kau ingat waktu aku pertama kali menyelinap penginapan?"Sasuke mulai menjelaskan rencana mereka

"yah,aku ingat,dan juga mata bintitan mu itu?"jika tatapan bisa membunuh,mungkin Naruto sudah tergeletak tak bernyawa karena tatapan tajam Sasuke

"itu tekhnik mata,jangan samakan jurus andalan Uchiha dengan penyakit rendahan seperti yang kau maksud"

"hehe,baiklah gomen ne"

"jadi,kembali ke permasalahan,apa kau hapal seluruh tempat di penginapan itu"

Naruto tersenyum pongah"hey,kau pikir sedang berbicara dengan siapa,aku ini sudah tinggal di tempat itu selama 17 tahun,mana mungkin aku tidak hapal tempat itu luar dan dalam"lalu ia menepuk pundak Sasuke dengan keras

"jika kau melakukan nya lagi maka aku akan membunuhmu"

"hehe"

"bagus,rencana penyusupan sudah selesai-"Sasuke melihatke belakang

"kenapa kau berhenti"

Naruto menunjuk ke arah depan mereka"it- itu pasukan siapa?"Sasuke mengikuti arah telunjuk Naruto dan dia pun tercengang dengan banyak nya pasukan yang datang ke arah mereka.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Dan sekarang pasukan itu tepat berada di depan mereka"siapkan dirimu kawan"Naruto mengeluarkan kapak yang ada di punggungnya di ikuti Sasuke yang mengeluarkan kusanagi dari sarungnya.

Lalu,berdirilah seorang pria berambut panjang dengan usia kira kira 40 an "tenang dulu anak muda,aku hanya ingin menyampaikan sesuatu"ucap pria tersebut

Naruto tersenyum remeh"jangan bercanda,apa kau pikir kata kata mu bisa menjamin semuanya"

"lebih baik turuti perintah ayah ku Naruto no baka"munculah Hinata di antara para pasukan tadi beserta Kiba yang senantiasa mengawalnya

"Hi-Hinata,ada apa dengan semua ini?"Naruto menatapnya kaget,sedangkan Sasuke,ia terus waspada memperhatikan sekitar mereka yang di kelilingi pasukan.

"kami adalah teman,aku adalah teman dari tuan Kizashi,dan aku sudah berjanji padanya jika sesuatu hal yang buruk terjadi maka aku akan bertindak,dan disinilah aku sekarang untuk melatih mu"bukan Hinata yang menjawab melainkan ayahnya sendiri.

Naruto agak menimbang nimbang omongan orang di depan nya itu"bagaimana sekarang?"Naruto menatap Sasuke,dan di balas anggukan oleh Sasuke.

"baiklah,kami akan ikut"lalu mereka berdua memasukan kembali senjatanya masing masing.

"baiklah. Hinata,antar mereka ke kereta"perintah Hiashi pada anaknya

"baik ayah"lalu Hinata pun memandu mereka"lewat sini tuan tuan"

"hm"sahut mereka berdua

.

.

Setibanya di kereta

.

.

Hanya keheningan yang ada di dalam kereta yang Naruto dan Sasuke tempati,Hinata kelihatan canggung untuk mulai membuka pembicaraan

"em,ano Naruto,aku turut berduka cita atas meninggalnya paman Kizashi"ucap Hinata kaku

Mendengar hal itu,Naruto mengepal tangannya kuat"yah,terima kasih. Ini semua karena salahku,ini karena aku lemah"Hinata menjadi merasa bersalah karena menyinggung hal ini

"ini semua bukan karena salah mu Naruto,benar kan Kiba?"ia meminta dukungan dari Kiba yang sedari tadi hanya bersedekap tangan memperhatikan Sasuke.

"ehm,iya"jawabnya kalem

"dan lagi pula,kau dan aku ada di sini juga untuk membalas semuanya Naruto,jadi janganlah berkecil hati"tiba tiba Sasuke masuk dalam pembicaraan itu.

"hm,yah kau benar Sas"lalu keheningan kembali mengisi kereta tersebut.

.

.

.

Dan tibalah kereta mereka ke tempat yang dituju,gerbang besar bertuliskan PERGURUAN HYUUGA.

"whooaa,Hinata apakah kau belajar berpedang disini?"dengan mulut yang menganga lebar,Naruto menatap sekeliling.

"tentu saja,sejak aku berumur 5 tahun,aku sudah memegang boken"

"hm,di mana tempat aku dan dobe beristirahat?"seru Sasuke menyela

Hinata mendelik pada Sasuke"ikuti aku"

.

.

"inilah kamar kalian,dan maaf disini hanya ada satu futon. Jadi berbagilah,hehehe"lalu Hinata pergi meninggalkan mereka

"sialan..."lalu mereka berdua saling pandang

1

Naruto/Sasuke saling menatap,dan keadaan hening seketika

.

2

Naruto/Sasuke kemudian menatap futon yang tergeletak di lantai seakan akan merayu mereka

.

3

.

'wwuuuuussshhh' mereka berdua melompat bersamaan ke atas futon

"hey dobe ini bagianku,kau pindah sana"

"enak saja,ini bagian ku lebih baik kau tidur di pojok sana"

"batu,kertas,gunting?"ucap mereka bersamaan

"baiklah aku terima tantangan mu"

"batu,,,kertas,,,gunting...hm aku menang,sebaiknya menyingkir kau"

"hey,tidak bisa begitu teme,kau menggunakan mata bintitan mu itu,aku tidak terima"

"menang tetap saja menang dobe"

"hey,hey,jangan tidur kau teme"

.

.

Sedangkan di luar pintu kamar mereka "pffftttt" Hinata menahan tawa melihat perdebatan mereka

"dasar bocah"

.

.

.

Pagi yang cerah di PERGURUAN HYUUGA,namun kedua tokoh utama kita masih bergulat di alam mimpinya.

"hah,dasar kedua laki laki itu,jam segini masih pada tidur"tibalah Hinata di depan pintu kamar mereka

'ssrreekk' dan pemandangan mencengangkan pun tersaji di depan mata Hinata

"kkyyaaaaa"Hinata berbalik badan,berharap bahwa itu bukanlah kenyataan

Naruto dan Sasuke menggeliat dalam tidur

"ehhm,,ada apa sih ribut ribut"mata mereka berdua saling betemu

Hening sejenak

.

.

.

.

"hwaaaaaa,menjauh kau dari ku"sontak mereka berdua saling mendorong satu sama lain

"kau apakan baju ku teme/dobe,kenapa aku bertelanjang dada"ucap mereka berbarengan

"sudah sudah,cepat pakai pakaian kalian,kalian sudah di tunggu di lapangan oleh ayahku"lalu Hinata bergegas meninggalkan tempat itu

"dasar penyuka sesama jenis"tukas Naruto lalu menyusul Hinata keluar(sesudah berpakaian tentunya)

"kubunuh kau dobe"

.

.

.

Di lapangan,para murid dari perguruan berkumpul membentuk barisan rapih. Dan berdirilah mereka berdua di samping pemilik perguruan yang tak lain dan tak bukan adalah Hyuga Hiashi

"murid murid ku sekalian,aku perkenalkan kepada kalian teman baru yang akan ikut pelatihan di sini,di tempat ini bersama kalian"lalu Hiashi menoleh kepada mereka berdua agar memperkenalkan diri

"nama ku adalah Naruto,salam kenal"

"dan nama ku adalah Sasuke...uchiha"kemudian mereka berdua berojigi

"hah,dia uchiha,apakah dia anak dari pengkhianat Negara itu"lalu timbul lah bisikan bisikan yang membuat tangan Sasuke terkepal kuat

"diam kalian semua,ini bukan tempat untuk bergosip,jika kalian masih melakukan nya,maka akan ku hukum"ucap tegas Hiashi

Seketika semua menjadi senyap kembali

"hm,baiklah kalian boleh memulai untuk latihan sekarang"ucapnya kembali pada mereka berdua

.

.

.

Dan latihan pun di mulai

.

.

.

Latihan boken

.

"sebelum memulai latihan dasar,aku ingin menguji keahlian berpedang kalian. Baiklah kau yang berambut pirang,majulah,dan serang aku menggunakan pedang kayu itu"ucap salah satu senpai kepada Naruto

"heh,ini mudah sekali"serunya remeh

Lalu Naruto berlari menuju senpai itu,dan menebas nya secara vertikal

'TAK' namun serangan itu mampu di blokir dengan mudah oleh senpainya

"hyaaah"Naruto mundur selangkah lalu kembali melompat ke arah senpainya lagi dengan menggerakan pedangnya secara horizontal

'TAK' dan lagi,serangan itu mampu di tepis

"sialan,hyaaaah"kemudian Naruto menyerang secara membabi buta

'TAK TAK TAK TAK TAK TAK TAK...TUKKK'dan berakhir dengan kepala Naruto yang benjol akibat satu serangan si senpai.

"wadooh"

"sekarang giliran mu Uchiha"

Sasuke melangkahkan kakinya secara pelan dan berwibawa(lebih tepatnya sombong hehe)

"sejak kecil,aku sudah akrab dengan luka oleh boken ini"ucapnya bermonolog

"hm,benarkah itu,lalu buktikan lah Uchiha"seru senpai memanasi

"hyaaaah"mereka berdua berlari bersamaan dengan kecepatan yang sama

'TRAKKKKK,TAK TAK TAK TRUKKKKK' serangan demi serangan di luncurkan oleh masing masing pihak,manuver serangan mereka benar benar seimbang. Hiashi yang melihatnya dari jauh kemudian bergumam "dia memang Uchiha sejati"

Dan akhirnya mereka imbang dengan luka di masing masing badan

"hebat kau teme"seru Naruto

"cih,kau pikir aku siapa"

.

.

.

Kita skip hingga ke latihan terakhir yaitu gulat/tarung tangan kosong

.

.

.

Seorang pria bertubuh tambun yang di ketahui sebagai mentor mereka dalam latihan kali ini mulai memasuki arena

"hey kau pantat ayam,maju lah"ucapnya

"pppffffftttt"Naruto menutup mulutnya dengan kuat melihat wajah bete Sasuke

"cih,akan ku sumpal mulut mu...GENDUT"

mendengar kata itu,si pria tambun itu langsung berlari ke arah Sasuke dan menyerang nya"apa kau bilang,hyaaaaa..." detik berikutnya Sasuke sudah terlempar ke luar arena

"hahaha,ternyata kau lemah dalam tarung tangan kosong Sasuke"ucap Naruto mengejek

Sasuke bangun dari jatuhnya kemudian menepuk nepuk celananya yang berdebu"aku hanya kurang berlatih dobe,sekarang majulah kau"

Dan Naruto langsung face to face dengan pria yang melempar Sasuke tadi

"ayo kita mulai"

"BAAAKKKK BUKKKK DAAKKKKK DUUKKK TAPP"Naruto menahan tendangan berputar mentornya dengan lengannya

"hebat juga kau,sekarang giliran ku"lalu Naruto terbang ke udara kemudian berputar sebanyak dua kali dan mengarah kan kaki kanan nya ke pipi kanan mentornya

"BDUUUAAAKKKK"serangan itu mampu di tepis sang mentor namun ia telat menepisnya sehingga ia mental ke belakang.

"boleh juga tendangan mu,duren"kemudian mentor kembali maju menyerang Naruto

"cih,kali ini akan ku kalahkan kau"Naruto berlari kencang ke arah pria tambun itu

"hyaaaat"seakan dunia melambat,si pria tambun yang mengarahkan tinjunya ke sisi sebelah kiri wajah Naruto. Dan Naruto yang menunduk menghindari serangan itu kemudian melompat mengarahkan kedua kakinya ke leher si mentor lalu -waktu kembali normal-Naruto kemudian memitingnya dan membantingnya hingga jatuh berdebum.

"heh,bagaimana serangan ku hah"Naruto besedekap tangan dengan pongah nya di hadapan si mentor yang masih tergeletak di tanah

"hm,ku akui kau cukup hebat"

.

.

.

Sudah 3 hari mereka ada di tempat ini,dan Naruto baru teringat akan janjinya kepada nyonya Haruno untuk menjaga Sasori dan Sakura

.

"haaah"dengan frustasi Naruto menjambak surai kuningnya

"bagaimana ini teme,aku melupakan janji ku kepada nyonya Haruno. Aku harus segera membebaskan Sakura dari tempat pelacuran itu"kemudian Naruto hendak pergi dari kamarnya jikalau Sasuke tidak menahannya

"tunggu hingga fajar terbit Naruto,aku berjanji akan membantu mu membebaskan Sakura dan kau bawa Sasori kesini sesuai perintah tuan Hiashi kepada kita tadi siang"

"hm baiklah,tapi kau harus berjanji untuk membawa Sakura kemari dengan selamat apapun yang terjadi"

"tentu saja"

.

.

.

Esoknya

.

.

.

Mereka mulai membenahi perlengkapan untuk memulai hari ini dengan tugas yang berat,kemudian mereka menghadap pada tuan Hiashi untuk meminta persetujuannya

"tuan,aku dan Sasuke siap untuk melaksanakan tugas yang kau berikan kemarin sekaligus membawa Sakura kemari"ucap Naruto hormat

"baiklah,ku izin kan kalian berdua"lalu mereka bergegas memulai misinya.

"ehm,Naruto berhati hati lah" ucap Hinata dengan malu malu,sedangkan Kiba menatap Naruto dengan wajah yang sangat cemburu.

.

.

(diharapkan reader mendengarkan lagu What I've Done milik LP saat membaca cerita dibawah ini. Biar feel nya dapet)

.

.

Mereka berjalan berdampingan menuju pintu utama perguruan,dengan raut ketegasan yang terpancar jelas di wajah mereka. Sesampainya di luar pintu gerbang mereka berpisah arah,Naruto menuju barat sedangkan Sasuke menuju timur.

.

Naruto tersenyum penuh semangat sambil melemaskan otot otot tangannya,gelang merah yang bertengger di tangan nya berpendar terang dengan background Sasuke yang semakin jauh berjalan.

.

Begitu pula Sasuke,ia tersenyum tipis kemudian memegangi mata kiri nya yang tiba tiba berubah merah dengan tiga tanda koma mengelilingi pupilnya lalu berputar lagi menjadi pola kipas yang mengerikan dengan latar belakang Naruto yang sudah jauh berjalan.

.

"Hari ini,apapun yang terjadi aku harus menyelesaikan misi dengan sempurna!"ucap Naruto dan Sasuke berbarengan.

.

.

.

Sasuke side

.

.

Sasuke berdiri di depan gerbang penginapan GE,ia melihat 6 orang yang berjaga di gerbang luar penginapan itu kemudian menarik keluar kusanaginya secara perlahan.

.

.

Naruto side

.

.

Naruto yang kaget melihat area sekita gua tempat Konohamaru dan Sasori bersembunyi di kelilingi oleh pengawal Danzo,tak mau ambil pusing,dengan tampang psikopat Naruto menarik keluar dua kapak yang ada di punggungnya.

.

.

Naruto and Sasuke side

.

.

"hyaaaaaaaaahhhhh"Naruto/Sasuke berlari menerjang ke arah musuh yang kaget dengan kedatangan mereka berdua

.

.

Sasuke side

.

.

'JRAAAASSSSSHHH,TRING TING...'Sasuke langsung menebas dan menangkis serangan musuh. Dan seketika seluruh penjaga yang berada di luar tumbang,kemudian Sasuke menerobos ke dalam. Ia terkejut karena di dalam ia sudah di tunggu banyak penjaga penginapan. "hm,habislah kaliaaaan"Sasuke kembali merangsek maju dengan pedang yang teraliri listrik.

.

.

Naruto side

.

.

"WUUEEER WUUEER WUUEER WUUUEER, CRAAAAK!"satu kapak yang di lempar Naruto berhasil memenggal 2 kepala pengawal. "mati kaliaaaaan"Naruto menyerang dengan brutal tanpa ampun. "CRAAAK"ia kembali menancapkan kapaknya ke kepala pengawal yang langsung terpaku pada pohon di belakangnya.

.

.

Naruto and Sasuke side

.

.

'TRIIING JRUAAAASSSSHHHH/BUAKH BUKS BAGHHH'Sasuke terus menebas satu persatu pengawal yang mulai menipis dan Naruto yang menyerang dengan tangan kosong secara gesit. Tersisa 5 pengawal yang ada di hadapan Naruto/Sasuke,mereka berdiri dengan terhuyung huyung namun kembali tegap. Kemudian Naruto/Sasuke berlari dengan emosi yang membuncah sambil berteriak "aku tidak akan kalaaaahhhh" / "hyaaaaahh enyahlah kalian bajingan".

.

.

.

Mereka berdua berdiri dengan setengah bungkuk akibat stamina yang terkuras habis,Naruto/Sasuke berdiri diatas banyaknya mayat yang bertebaran di sekeliling mereka. Kemudian Sasuke menatap nyalang kepada Tsunade selaku kepala Gisaeng di tempat ini / Naruto menatap nyalang kepada Sai yang menginjak perut Konohamaru yang sudah hilang kesadaran.

.

.

Naruto side

.

.

"kau,kenapa kau bisa tahu tempat ini keparat"

"hn,apa kabar pengkhianat-san"sai tersenyum palsu pada Naruto kemudian menarik pedang yang panjang nya hanya setengah dari pedang pada umumnya.

Naruto melihat Sai yang bersiap bertarung juga memulai pemanasan dengan seolah olah mematahkan leher nya ke kiri dan ke kanan 'kretek kretek'

"jadi kau ingin bertarung dengan ku,baiklah kuladeni kau"mereka berlari saling mempersiapkan serangan terbaik,Naruto dengan tinju nya dan Sai dengan serangan khusus pedangnya

"TRAAAAANG BUUUAAAKKKKH"serangan Naruto berhasil di tepis dan ia terpental akibat tendangan telak yang di arahkan ke perutnya.

"hahahaha,boleh juga kau. Kali ini aku akan serius"gelang berwarna merah yang ada di tangan kirinya berpendar terang pertanda tenaga nya meningkat dengan dinamis

"WUUUSH,WUUUUSH FW WWUUUUH"Sai hanya menebas angin sedangkan Naruto menghindari serangan itu seolah olah sedang menari

"hanya segitu kemampuan mu,dasar lemah"kemudian Naruto menendang tangan sai dan terpentalah pedangnya. "ayo kita beradu pukulan"Naruto memukul telak dada Sai dan terus memukulnya bertubi tubi.

Pertarungan itu berakhir dengan sai yang terkapar lemah.

(matikan musik nya kembali)

.

.

Naruto mengalihkan direksi nya ke arah Konohamaru untuk memastikan keadaannya,kemudian ia mengalihkan pandangannya ke seluruh penjuru gua mencari keberadaan Sasori.

"dimana Sasori keparat?"

"aku ada di belakang mu Naruto"tiba tiba Sasori tepat berada di belakang Naruto dengan tampang pucat seolah tak bernyawa

"Sasori,kau terlihat pucat,apa kau sakit? Ayo kita pergi dari tempat ini?"Naruto mengulurkan tangannya pada Sasori namun Sasori menepisnya

"aku tidak mau pergi dengan orang yang sudah membunuh ayah ku"Sasori menatap tajam Naruto

"Sasori,k-kau apa maksud mu. Bukan kah yang membunuh tuan Ki-"

"diam,jangan kau sebut nama ayahku PEMBUNUH..."

"lebih baik aku pergi dengan orang itu dan menemui keluarga ku yang lain"lalu Sasori berjalan ke arah Sai yang sudah berdiri dari jatuhnya

"hm,pilihan yang bagus. Sampai jumpa lagi pengkhianat"lalu mereka menghilang setelah sebelumnya Sai melempar bom asap.

.

.

.

Sasuke side

.

.

"kau! Wanita jahanam,dimana Sakura?"Sasuke berjalan mendekat ke arah Tsunade yang terpaku di tempatnya

"di-dia ada di kamar sebelah sana"ia menunjuk ke arah lorong yang menghubungkan taman ini langsung ke kamar Sakura

Lalu Sasuke berjalan melalui Tsunade yang masih terpaku,setelah melihat keganasan seorang Sasuke yang membabat habis penjaganya.

.

.

.

'SREEK' Sasuke membuka pintu itu secara paksa tanpa permisi,dan ia terkejut melihat penampilan Sakura yang begitu "cantik..."gumamnya tanpa sadar,dengan pipi yang bersemu merah.

"Sasuke kau kah itu?"ucap Sakura yang risih di lihat oleh Sasuke se intens itu,apa lagi dengan pakaian nya yang terbuka.

"ah,eh ano aku datang untuk membawa mu pergi. Naruto juga menjemput Sasori untuk di bawa ke tempat aman"

Sakura tersenyum senang mendengarnya "ah benarkah itu,kalau begitu kau haru-"tiba tiba Sakura teringat akan kata kata Tsunade.

.

Flashback

.

"Sakura ,tuan Danzo menitipkan pesan pada mu bahwa jika kau macam macam selama ada di tempat ini,maka ia akan menghabisi keluarga mu yang ada di penjara"

.

Flashback off

.

.

"Sakura ada apa,kenapa kau diam saja,ayo kita pergi dari tempat ini"Sasuke mengulurkan tangannya pada Sakura

'PLAAAK' namun tangan itu di tepis begitu saja oleh Sakura "aku tidak mau,aku lebih suka di sini. Lebih baik pergilah kau"dengan nada tinggi Sakura menyuruh Sasuke pergi

"apa kau lebih senang tubuh mu di jamah oleh laki laki yang-"

"tutup mulut mu,pergi kau dari sini PECUNDANG!"

.

.

Naruto side

.

.

"uhuk uhuk uhuk. Tidak,tidak,tidaaaaaakk! Aku gagal membawa Sasori pergi, aku gagal,aku hanyalah seorang PECUNDANG!"dengan frustasi Naruto bersujud di tempat itu dengan air mata yang mengalir.

.

.

.

TBC

.

.

.

Maaf kan hamba yang telat update dan lagi maaf kan hamba atas ke nistaan cerita hamba hehe,mohon reviewnya ya minna. Chapter depan ane janji akan kasih full romance scene NaruHina oke ;) .