BEST FRIEND
Genre : Angst ; Romance
Rating : PG
Cast : Oh Sehun , Kim Jongin of Exo K , Exo K-M as Cameo.
Disclaimer : All of them belong to themselves and GOD. I own only the plot.
Summary : Oh Sehun dan Kim Jongin adalah sahabat dekat yang tak terpisahkan(?). Namun, ternyata Sehun memendam perasaan lain terhadap Jongin.
Warning : Yaoi BL Typo, cerita gaje , GS!for some character , Alur berantakan , OOC CraikPair , cerita pasaran and stuff.
Don't like it? Don't read it please.
-Fujoshi97-
-Chapter sebelumnya-
"A-apa o-orientasi seksualmu?" dan, Sehun hampir saja jatuh dari sofa kalau saja ia tidak duduk dengan benar. "MWO?!"
-Chapter11-
Author POV
Sehun terdiam mendengar pertanyaan Kai. Kenapa Kai tiba-tiba menanyakan hal seperti ini!? Bagaimana aku harus menjawabnya? Apa aku harus jujur? Atau.. batin Sehun bingung. Ia tidak pernah menyangka kalau Kai akan menanyakan hal seperti ini padanya. Dan, dia benar-benar tidak tahu apa jawaban yang harus ia berikan kepada Kai. Ia bahkan merasa kalau ia akan mendapatkan Heart attack.
Kai mulai merasa khawatir saat dilihatnya Sehun yang terdiam mendengar pertanyaannya. Bahkan, saat ini ia terlihat seolah mengalami Heart attack. Kai langsung menggoyangkan pundak Sehun pelan untuk menyadarkannya. "Sehun-ah! Sehun-ah! Gwaehnchanha?" Tanya Kai khawatir. Sehun terlonjak pelan merasakan goyangan(?) dari Kai. "Gw-gwaehnchanha." Jawab Sehun pelan. Kai menghela nafas lega, syukurlah dia baik-baik saja.
"Jadi?" lanjut Kai ragu. Sebenarnya dia ragu menanyakan hal ini lagi kepada Sehun, tapi rasa penasarannya jauh lebih besar dari rasa takutnya saat ini. "Ah.. i-itu.." jawab Sehun ragu. Bagaimana aku harus menjawabnya!? Panic Sehun. Melihat Sehun yang kembali panic, Kai langsung berkata, "Ah, kalau kau tidak mau menjawabnya kau tidak perlu menjawabnya, hun-ah." Ujar Kai. Seberapa pun penasarannya Kai, dia tidak ingin melihat Sehun tidak nyaman.
"Ah, gweahnchanha. Aku akan menjawabnya." Lanjut Sehun jauh lebih tegas. Aku rasa iini adalah saat yang tepat untuk jujur kepada Kai, aku tidak mungkin berbohong padanya selamanya.. pikir Sehun. "A-aku.." jawab Sehun ragu. Kai menatap Sehun lembut. "Sudahlah, kau tidak perlu menjawabnya kalau kau memang tidak mau Sehun. Aku mengerti hal seperti itu adalah privacy—" sebelum Kai kembali melanjutkan kalimatnya, Sehun sudah memotongnya. "A-aku gay." Jawabnya langsung.
…..
Suasana hening begitu terasa setelah Sehun menyatakan jawabannya. Sehun menundukkan tangannya, sambil memainkan jari-jarinya menunggu reaksi dari Kai. Dan, kelihatannya Kai dalam keadaan shock berat.
Kai POV
Aku terdiam begitu mendengar jawaban Sehun. Aku benar-benar tidak mengira kalau Sehun akan menjawab demikian. Aku tentu saja berpikir, kalau dia akan kesal dan berkata, "Yah! Kim Jongin! Pertanyaan macam apa itu!?" atau "Mw-mwoya!? Itu urusan ku!" aku sama sekali tidak mengira kalau ia akan menjawab ini. "A-aku gay." Jawaban Sehun kembali terngiang di pikiranku. Aish! Bagaimana aku harus meresponnya, aku tahu saat ini Sehun pun sedang menunggu reaksi dariku.
"Kai..?" kudengar Sehun memanggilku. Dari nada suaranya, aku bisa merasakan kalau dia pun ragu untuk sekedar memanggilku. Aku menghela nafas pelan sebelum melanjutkan, "Ne..?" tanyaku. "Jadi, bagaimana menurutmu?" tanyanya langsung. "Entahlah, ak-aku hanya sedikit kaget saja. Ma-maksudku, aku sama sekali tidak mengira kalau ka-kau. K-kau ta-tahu.. Aish!" aku benar-benar tidak bisa menyusun kata untuk menjelaskannya kepada Sehun. Aku tahu betul kalau Sehun sedikit 'sensitif'.
Sehun menatapku bingung, sebelum kembali menundukkan wajahnya. "Arraseo. Aku tahu hal ini pasti tidak mudah untukmu Kai. Maksudku, mana mungkin ada namja straight yang tidak keberatan berteman dengan namja yang gay." Ujarnya pelan.
Aku membelalakkan mataku mendengar pemikirannya. Jujur aku memang kaget dengan jawabannya, tapi bukan berarti aku tidak mau berteman dengannya. Lagipula, apa bedanya Sehun yang gay dengan Sehun yang straight? Mereka berdua sama saja, mereka adalah Sehun.
Aku menarik wajah Sehun kearahku, "Mwo? Kenapa kau berfikiran seperti itu!? Itu tidak benar. Aku tidak mungkin memperdulikan hal-hal seperti itu!" jelasku langsung. Aku tidak ingin ada kesalah pahaman di sini. Aku dan Sehun sudah berteman lama, aku tidak akan memutuskan tali pertemanan kami hanya karena hal-hal seperti ini. Sehun menatap kaget, sebelum memalingkan wajahnya dariku. "Go-gomawo.." ujarnya pelan. Jika jarak kami tidak dekat mungkin aku tidak akan mendengarnya. Aku tersenyum lembut, "Ne." jawabku.
Sehun POV
Jujur saja, aku merasa sangat lega begitu mendengar respon dari Kai. Bagaimanapun juga aku sama sekali tidak berfikir Kai akan semudah itu menerima ini. Maksudku, Kai adalah namja yang popular di sekolah apa dia tidak takut aku akan merusak reputasinya.
"Sehun.. Sehun-ah!" aku tersadar dari pikiranku saat melihat tangan Kai bergerak-gerak di depan wajahku. "Aish, hentikan! Tanganmu itu membuatku pusing!" protesku pelan. sedangkan, Kai hanya tertawa pelan lalu mengacak rambutku pelan. Aku berharap kita bisa selalu seperti ini. Suasana hening pun menyelimuti kami berdua. Jadi, sekarang apa? Batinku.
Nae nuni wae iri nunbusyeo hage dwae
Simjangi wae iri michin deut ttwige hae
Sum gappa ojiman naegen neomu sojunghae itjima~
"Ah! Itu ponselku, aku permisi sebentar ne?" ujarku. Tanpa menunggu balasan dari Kai aku langsung beranjak dari sofa dan pergi mengambil ponselku. "Nugu..?" ujarku pelan saat melihat nomor yang tidak ku kenal. Aku mengangkat bahuku pelan dan menerima panggilan tersebut. "Yoboseyo?" jawabku. "Yoboseyo." Balas panggilan seberang. Su-suara ini!?
Author POV
Kai mangangkat alisnya melihat Sehun yang sedikit panic saat menerima telepon. "Nugu?" ujarnya pada dirinya sendiri. Dia tahu ini tidak sopan untuk menguping pembicaraan orang lain, tapi apa mau dikata dia sangat penasaran saat ini. "Kris Hyung? Darimana kau mendapat nomor ponselku?" bisik Sehun kesal. Kelihatannya Sehun tidak ingin Kai mendengarnya, well dia sudah mendengarnya.
Jadi, ini Kris? Kris sepupu Seohyun? Dan, Kris 'namja pervert' itu? batin Kai. Dia terus memperhatikan raut wajah Sehun yang menjawab telepon. Dan, terkadang dia juga mengerutkan keningnya, bagaimana tidak? Daritadi, Sehun terus saja berbisik-bisik membuat Kai sulit mendengar apa yang mereka bicarakan. Setelah beberapa lama, akhirnya Sehun menyelesaikan teleponnya dan menghela nafas pelan.
Kai buru-buru berlari kecil kembali ke ruang tengah. "Nugu?" Tanya Kai pura-pura. Sehun menggigit bibir bawahnya pelan sebelum menggelengkan kepalanya, "A-ani, bukan siapa-siapa." Jawabnya. Kai menatap Sehun heran, kenapa dia berbohong padaku? Sebenarnya apa yang mereka bicarakan? Batin Kai curiga.
"Ah! Aku lelah sekali, bagaimana kalau kita istirahat sekarang. Lagipula, besok kita masih harus sekolah." Ajak Sehun tiba-tiba. "Tidur?" Kai menoleh ke arah dinding, "Tapi, ini baru jam 8 malam, Sehun-ah." Ujar Kai bingung. "Memangnya kenapa!? Ya sudah, kalau kau tidak mau. Aku mau tidur sekarang." Lanjutnya. Sehun berjalan menuju kamar sambil mengherntak-hentakkan kakinya. Aish, kenapa dia itu batin Kai bingung. Tak berapa lama, Kai langsung berlari kecil kearah kamarnya, "Yah! Oh Sehun! Kau mengunciku lagi!" teriaknya. Well, poor Kai.
Seoul , 05:00 a.m
DRRT DRRT
Sehun menggeliat kecil di atas tempat tidurnya, "M—mwoya.." erangnya pelan. Dia menjulurkan tangannya dan mengambil jam alarm, "Aish, tidak terasa sekali. Aku masih mengantuk~" protesnya. Setelah mematikan jam alarm, Sehun memaksa tubuhnya untuk bangun. Bagaimanapun juga mereka harus pergi ke sekolah hari ini. Sehun mengucek matanya pelan, "Dimana Kai?" ujarnya bingung. Setelah beberapa detik..
"OMO! KAI!" teriak Sehun. Dengan langkah terburu-buru, Sehun menuruni tangga dan mencari Kai. Ternyata Kai sedang tertidur di sofa. "Kai!" panggil Sehun. Sehun menatap Kai dengan pandangan bersalah. Sebenarnya ia hanya berniat mengerjai Kai sedikit, tapi begitu Sehun menidurkan tubuhnya dia langsung ketiduran begitu saja. Dia sama sekali tidak berniat membuat Kai tidur di Sofa.
"Kai.. Bangunlah, ini sudah pagi." Panggil Sehun lagi. Kai mengeliat kecil di sofanya. Anak ini memang benar benar menyebalkan! Batin Sehun kesal. "Kai ban—" belum selesa Sehun mengucapkan kalimatnya, ia merasa tubuhnya ditarik.
Bruk!
"Aw.." ringgis Sehun pelan. dia membuka matanya, dan betapa dadanya berdebar begitu kencang melihat keadaan mereka. Dia juga bisa merasakan wajahnya begitu memanas saat ini. Bagaimana tidak, Kai malah menarik Sehun secara tiba-tiba hingga Sehun jatuh di atas tubuh Kai yang masih tidur dengan nyamannya di sofa. ".." tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Sampai tiba-tiba Kai mendorong tubuh Sehun menjauh secara reflek.
"Aw! Yah! Kamjjong! Apa yang kau lakukan! Appo!" omel Sehun. "Mia-mianhae. Aku reflek tadi." Jelas Kai. "A-aku mandi dulu." Lanjutnya. Dengan sedikit tergesa-gesa dia meninggalkan Sehun yang masih terduduk di lantai. Sehun tersenyum miris, "Sudah ku duga.."
SM High School
Sehun dan Kai berjalan beriringan memasuki gerbang sekolah mereka. Sejak berangkat hingga saat ini, tidak ada satu pun dari mereka yang membuka pembicaraan. Kelihatannya terjadi salah paham, ne?
"Kai Oppa!" terdengar suara panggilan seorang yeoja. Kai dan Sehun pun menoleh kea rah suara. "Seohyun?" "Selamat pagi, Kai Oppa! Sehun Oppa!" sapa yeoja itu yang ternyata memang Seohyun. "Ne. pagi!" balas Kai. Sedangkan, sehun hanya tersenyum membalas nya. "Ah, aku ingin minta maaf soal kemarin Kai oppa, Sehun Oppa! Sepupuku memang menyebalkan! Terutama kepadamu Sehun oppa!" ujar Seohyun sambil menangkupkan kedua tanganya.
"Ani, gweachanna Seohyun." Balas Sehun sambil tersenyum kecil. Sedangkan, Kai hanya tertawa pelan melihat tingkah Seohyun. "Ah, dan lagi aku sudah menyuruh Kris hyung untuk meneleponmu dan meminta maaf. Apa dia meneleponmu kemarin?" Tanya Seohyun polos. Kontan Sehun langsung panic, aish, bagaimana ini Kai bisa salah paham! "Ne. di-dia sudah menghubungiku kok." Jawab Sehun. Sehun bisa merasakan kalau Kai tengah menatapnya saat ini. "K-kalian menggobrol lah dulu, aku ada urusan." Ujar Sehun lalu berlalu meninggalkan mereka.
Kai POV
Sudah kuduga dia langsung panik. Dia memang tidak pernah berbakat dalam berbohong. "Kai Oppa?" aku menoleh kearah Seohyun. Aku sampai lupa kalau dia masih disini. "Ne?" jawabku sambil tersenyum tipis. "Kau mau ke kelas, bukan? Bagaiman kalau bersama ku?" ajaknya. Sebenarnya aku ingin menunggu Sehun, tapi aku juga tidak enak dengan Seohyun. Sejak kemarin, aku terus menerus mementingkan Sehun. "Ne. Ayo!" setujuku. Yang membuatku kaget adalah dengan tiba-tiba Seohyun mengandeng lenganku. Tapi, aku sedang tidak ingin protes. Aku berjalan sambil terus mengingat kejadian pagi ini.
Tanpa kusadari, kami telah sampai di kelas. Chanyeol, Baekhyun dan Kyungsoo langsung menghampiri kami dan Seohyun. Terlihat sekali kalau Baekhyun akan memulai Diva mode nya. Entah kenapa Baekhyun selalu seperti itu, setiap melihat ku dengan dengan yeoja manapun. Sebenarnya apa masalahnya?
"Anyeong!" sapa Seohyun. Kelihatannya yeoja ini tidak bisa melihat kondisi. Memang Chanyeol dan Kyungsoo tidak memiliki masalah dengan Seohyun, tapi baekhyun? Chanyeol dan kyungsoo hanya mengangguk menanggapi Seohyun sambil melirik Baekhyun. "Dimana Sehun?" EH? Aku pikir dia akan mulai mencaci maki Seohyun seperti yeoja-yeoja lain. "Mwo?" tanyaku lagi. "Ash! minggir!" ujarnya lalu berlalu meninggalkan kami sebelum menabrak pundakku dan Seohyun. "Aw! Apa masalahnya!?" protesku.
Baekhyun POV
Aku menatap kesal Seohyun dan Kai yang berjalan beriringan. Dan, what the hell!? Apa-apaan Seohyun itu! bisa- bisa nya dia mengandeng Kai seperti itu!? Apa rumor yang beredar itu benar? Lalu, bagaimana dengan Sehun? "Dimana Sehun?" tanyaku langsung. Bukannya menjawab, Kai malah menatapku seolah-olah aku ini bukan manusia! Apa-apaan namja ini!? "Aish! Minggir!" kesalku. Aku sengaja menabrakkan pundakku pada Kai dan yeoja itu. biarkan saja!
Aku berjalan menelusuri lorong sekolah mencari keberadaan Sehun. Sebenarnya kemana namja itu!? aku tidak bermaksud untuk ikut campur masalah 'percintaan' mereka, tapi begitu menyadari perasaan Sehun pada Kai, rasanya aku tidak bisa diam saja. Bagaimana bisa Kai itu sangat tidak sensitive!? Aish! Dan bagaimana bisa Sehun juga jatuh cinta pada namja seperti Kai!? Harusnya—
BRUK
"Aw! Appo!" Protesku. Aish, orang bodoh macam apa yang berani-beraninya menabrakku!? Sebelum aku sempat melayangkan protes pada siapapun yang menabrakku, seseorang tampak menghampiriku. "Mianhae, aku tidak sengaja." Seseorang itupun menggulurkan tangannya kearahku. Aku mendongak untuk melihat wajah namja yang sudah berani-beraninya menabrakku ini.
BLUSH~~~
Wajahku langsung memanas begitu melakukan kontak mata dengan namja yang menabrakku. Nam-namja ini benar-benar tampan. Wajahnya bak seorang pangeran, dan lihatlah! Tubuhnya begitu proposional! Seperti model, dan lagi dia.. Dia seperti namja-namja yang ada di mimpi-mimpi para yeoja.. dan namja.
"Kau baik-baik saja?" tanyanya sambil mengerakkan tangannya di depan wajahku. "N-ne. gwaechanna." Jawabku gugup. Hell! Ini bukan pertama kalinya aku bicara dengan namja bak pangeran, tapi ini pertama kalinya aku bicara dengan namja seperti dia! Tidak banyak namja di sekolah ini yang menarik perhatianku, jadi wajar saja kalau aku gugup bicara dengan namja yang berhasil menarik perhatianku ini.
"Kau melamun lagi." Ujarnya. "Ah! Mi-mianhae!" asih, sekarang aku benar-benar mempermalukan diriku sendiri. Dia hanya tersenyum menanggapi. Aku memperhatikannya dari atas hingga bawah. Dia tidak mengenakan seragam? Jadi, dia siapa? "Nuguseyo?" tanyaku akhirnya. Dia menatapku sebentar sebelum menjawab, "Ah.. Kris." Jawabnya. Aku mengangguk. "Kau bukan siswa disini." Ujarku lagi. Dari wajahnya saja sudah terlihat kalau dia bukan remaja lagi Baekhyun. Aish, aku benar-benar jadi bodoh! Pasti aku terlalu banyak bergaul dengan Chanyeol.
"Ani. Aku kesini ingin menemui seseorang." Jelasnya. Dia ingin menemui seseorang? Siapa? "Nugu?" lagi-lagi mulutku bertindak lebih cepat dari pada pikiranku. "Orang yang ingin kutemui?" tanyanya. Aku mengangguk. "Sehun. Oh Sehun." Jawabnya. Aku membelalakkan mataku!? Siapa namja ini, kenapa dia bisa mengenal Oh Sehun? Baru saja aku mau menanyakkan namja ini, saat suara seseorang memanggilku.
"Baekhyun!" panggil orang tersebut. Aku menoleh dan melihat Sehun berjalan pelan kearah kami. Namja itu terus menatap Sehun dan diriku bergantian. Dia pasti tidak mengira kalau aku mengenal Sehun ataupun sebaliknya. "Kau!" hardiknya kearah Kris saat melihat Kris disampingku. Sehun menarik tanganku pelan menjauhiku dari Kris. "Wae?" tanyaku. "Bagaimana kau bisa mengenal Kris?" tanyanya tiba-tiba. "Aku tidak mengenalnya." Jawabku. Hey, aku hanya tahu namanya saja hal itu mana bisa disebut mengenal!
"Eh? Lalu kenapa kau bersamanya?" tanyanya dengan lebih santai. Dari sini aku bisa melihat Kris masih menunggu kami menyelesaikan pembicaraan kami. "Akan kujelaskan nanti. Sudah lebih baik kau bertemu dengannya dulu, sebentar lagi bel nanti dia tidak sempat menyampaikan urusannya padamu." Jelasku. "Ah, dan sampaikan salamku untuknya." Aku segera berbalik menjauh untuk menutupi wajahku yang sudah memerah. Aku rasa.. Aku menyukai namja itu.
Sehun POV
"Salam?" gumamku. Sebenarnya ada apa? "Apa urusanmu sudah selesai?" Tanya namja itu. Aku sedikit terlonjak mendengar suaranya tiba-tiba. Jadi, dia masih disini? "Bukan urusanmu. Apa yang kau lakukan disini?" tanyaku. "Kenapa kau dingin sekali padaku?" kesalnya. Aku melipat kedua tanganku di depan dada. "Sudahlah, lupakan. Jadi, ada urusan apa kau datang kesini?" tanyaku lagi.
"Tidak ada urusan apa-apa." Jawabnya santai. Aku membelalakkan mataku. "Ka-kalau kau tidak ada urusan, kenapa kau kesini!?" kesalku. Dia memang tidak menggangguku, tapi entah kenapa sikap dia selalu membuatku kesal, dia selalu sok cool. Aku tidak suka namja seperti itu! "Aku bisa kemana pun yang aku mau. Lagipula sekolah ini bukan milikmu, jadi kau tidak bisa melarangku." Balasnya santai. Aku menatapnya kesal, "Baiklah. Urus saja urusanmu sendiri!" aku hendak berbalik saat suaranya kembali menghentikanku.
"Dimana namja itu?" tanyanya tiba-tiba. "Nugu?" tanyaku pura-pura tidak tahu. "Secret crush mu itu." jawabnya. Aku berbalik menatap kearahnya. "Mwo!?" teriakku. Biar saja, namja ini selalu seenaknya. "Jadi, dimana dia?" tidak menghiraukan teriakkanku dia kembali bertanya. "Molla." Jawabku akhirnya. Aku beranjak kembali pergi saat tangannya menarik tanganku. Untung saja, lorong sekolah ini sudah sepi.
"Apa yang kau lakukan? Sebentar lagi bel, aku harus ke kelas." Kesalku. Dia ini tidak bisa apa tidak mengangguku!? "Memboloslah." Ajaknya. "A-apa? Kau sudah gila ya! Andwe!" tolakku. Aku hendak menarik tanganku saat dia malah menahannya lebih kencang. "Aish, lepaskan!" protesku. "Kau harus ikut denganku kalau kau mau aku lepaskan!" ancamnya. "Lagipula bukankah namja 'Kai' itu bersama sepupuku? Lebih baik kau bersamaku." Ajaknya. "Dengar ya, aku tidak akan mau membolos denganmu dan lagi kau pikir masih bisa membolos disaat-saat begini! Aku tidak mungkin diijinkan keluar!" dia tersenyum licik, sebelum mendekatkan wajahnya ke telingaku. Wajahku langsung memanas, a-apa yang dia lakukan? "Serahkan semuanya padaku." Bisiknya.
EXO CAFÉ
Entah bagaimana caranya aku dan Kris bisa sampai disini. Yang jelas, Kris benar-benar tahu cara memanfaatkan kekayaan dan wajah tampannya itu. Sampai saat ini, aku masih tidak mengerti bagaimana bisa namja ini terus mengangguku!? Ckck.. tingkahnya benar-benar berbeda dengan penampilannya.
"Kau masih ngambek?" tanyanya. "Aku bukan yeoja, aku tidak akan ngambek hanya karena membolos satu hari." Jelasku tetap tidak melihat kearahnya. "Aku tidak bilang kau kesal karena aku mengajakmu membolos." Ujarnya. Aku menatapnya bingung. Mengerti pandanganku, dia menjelaskan, "Aku justru berfikir kalau kau kesal karena aku membuatmu tidak bisa memperhatikan namja 'Kai' itu." wajahku langsung memerah mendengar penjelasannya.
"Ani!" jawabku singkat. Aku benar-benar lelah menghadapi namja menyebalkan ini. Seorang pelayan pun datang menghampiri kami. "Apa anda sudah siap memesan?" tanyanya ramah. Kris tersenyum kecil, "Ice tea dan bubble Milk Tea." Ujarnya. Pelanyan itu mengangguk dan beralih mengambil pesanan pelangan lain. "Ba-bagaimana kau tahu pesananku?" tanyaku. "Aku akan selalu tahu soal namja yang menarik perhatianku." Ujarnya sambil memberi senyumnya. Entah kenapa senyumnya tidak seperti biasanya. Apa.. namja ini benar-benar menyukaiku?
"Kenapa kau berkata seperti itu? bukankah kau sudah tau kalau aku me-menyukai Kai?" gumamku pelan. mau tidak mau aku harus mengakui perasaanku kepada Kai. Aku juga tidak ingin namja ini terus-terusan mengejarku. Aku tidak akan bisa menyukai namja lain selain Kai. "Aku tahu. Saat ini aku hanya ingin berusaha mendapatkanmu, setidaknya sampai namja 'Kai' itu membalas perasaanmu. Aku akan selalu disampingmu." Jelasnya sambil memberikan senyumnya. Senyum ini benar-benar.. lembut. Bukan senyum yang biasa dia gunakan untuk menjahiliku. Melihatnya membuat wajahku memanas.
Sebelum aku sempat membalas, dia menarik tubuhku mendekat. "Ap—" dia kembali membisikkan sesuatu di teligaku yang membuat kembali membelalakkan matanya. "Satu hal yang pasti, aku tidak akan menyerah. Aku selalu mendapatkan apapun yang aku inginkan." Bisiknya. Dan aku menoleh mendapati dia tengah tersenyum licik kearahku. I Hate My Life.
To Be Continue
Author Note
Jeongmal mianhae karena keterlambatan update yang bener-bener leleeeeeeet~
Auhor sempat menghadapi masa galau(?) dengan ff author. Ampe kepikiran untuk menghapus ff ini aja. Tapi, setelah liat ternyata masih ada reader yang berniat baca author memutuskan untuk tetep ngelanjut nih ff ^^
Untuk ff author yang lain, masih dlm proses penulisan ditunggu ne
Dan, author mau kasih info author ini tipe yang lelet, jd mohon sabar ya kalau semua ff authoe lama diupdate nya #bow #hug #kisses
So, Read n Review?
XOXO
