Title : My Secretary (the series) / part 10 part B (END)
Author : Inchangel ( kurniaaprinta)
Main Cast : Choi Siwon, Kim Kibum
Genre : Yaoi, romance,
Rating : over all, M (tapi ada yang T juga, cuman lebih banyak M nya – keliatan banget author yadong. Hekekekeke)
Author Note : Part B ini bisa dibilang epilog yang diucapin oleh Kim Yoonji (ga tau? Baca part 1! #modus). Mungkin ga terlalu keliatan, tapi disini tokoh utamanya tuh Siwon. Emang beberapa part ada yang lebih diutamain bagian Kibum, tapi mengingat masalah berkali-kali datang dari sudut pandang Siwon, kupikir itu bakalan bikin Siwon jadi tokoh utama. Yah, bacotan cukup sampai disini. Jangan sampai author bercuap reader menguap (siapa bikin? | gueh *author dibekep reader*)
Tadi malam Direktur jatuh sakit. Aku mendengarnya dari beberapa rekan di Hotel ini yang sesama resepsionis. Mereka terus membicarakan Direktur pengganti yang ternyata adalah putra satu-satunya dari Direktur. Dari mereka yang katanya sudah melihat langsung, anak dari Direktur sangat tampan, berparas elok bagai porselen, suara tegas, sikap berwibawa, berpendidikan –mengingat ia sekarang masih di London untuk menyelesaikan studi Bachelor dan Post Graduated-, serta tidak mudah tergoda oleh wanita alias cool. Kata mereka.
Beberapa hari kemudian, datanglah hari dimana anak dari Dorektur datang. Aku mendengar ribut-ribut dari depan. Kulihat sebuah mobil yang biasa dipakai Direktur. Sesosok pria yang memang terlihat berkelas keluar dari kursi penumpang. Ia mengenakan kacamata baca yang terlihat sangat pas di wajahnya. Dengan tanpa senyum, ia melewati kami. Astaga, hari ini kan aku resepsionis kantor!
Mungkin ada yang belum tahu. Akan aku beritahu nanti setelah aku melaksanakan tugasku.
Aku berjalan sedikit terburu-buru namun tak menghilangkan kesan elegan dari diriku.
"Selamat datang, Choi Siwon ssi. Kami sudah menunggu kedatangan anda," ucapku sambil membungkuk 90 derajat. Ia memandangku lekat dari atas-ke bawah.
"Terima kasih. Saya akan langsung ke kantor saya," ucapnya langsung dan tak bertele-tele. Wah, aku sudah yakin ini memang anak dari Direktur. Cara bicaranya saja sama, langsung ke inti alias to the point. Hanya aksen Britishnya yang masih kental. Ya 6 tahun gitu di London..
"Baik, Tuan."
Sepanjang jalan kenangan #plak. Maksudku, sepanjang jalan kami menuju kantor di lantai 7, aku terus berbicara mengenai perkembangan dan kegiatan yang harus ia ketahui. Tentunya dari yang Direktur sudah pesankan. Setelah Jatuh sakit, Direktur memberi amanat untuk para resepsionis kantor mendata yang beliau butuhkan mengingat anaknya masih terbilang buta soal perhotelan. Kalau soal perekonomian, jangan ditanya.
Sesampainya di lantai 7, kulihat Kim Kibum, sekretaris dari Direktur yang nantinya akan menjadi sekretaris dari orang di depanku ini sudah berdiri rapi dan ... dicuekin oleh Choi Siwon.
Sesampainya di ruang kerjanya, kutinggalkan ia dan kembali ke posisiku yaitu di depan pintu masuk. Kibum sudah mempersiapkan diri memasuki kantor dari Direktur muda itu.
"Dia sombong sekali. Aku tak suka perawakannya," omelnya entah pada siapa.
"Kibum ssi, nggak baik loh mbicarain kejelekan seseorang dibelakangnya gitu. Sudah sana masuk. Tugas Direktur udah numpuk 2 hari kan?" Kibum mengangguk. Aih, susahnya kalau ada anggota baru apalagi atasan kalian. Mau disalahin tapi kok petinggi. Kalo didiemin malah makin menjadi. Serba salah.
Aku mengambil posisi terbaik di bagian resepsionis lantai 7 yaitu tepat didepan lift. Jadi setiap ada yang datang, tentunya yang ingin berurusan dengan Direktur, jadi akan langsung bertemu aku terlebih dahulu. Kesan pertama itu penting. Sekeras apapun kau berpegang prinsip pada "jangan menjudge buku dari covernya", tetap saja pemampilan pertama itu yang terpenting.
TING!
Nah kan, ada yang da...
"Yoon, ini barangnya Direktur Choi. Tadi ditinggal dimobil." dia adalah supir pribadi dari direktur yang lama dan sepertinya akan jadi supir tetap direktur baru ini.
"Yakin harus diturunkan? Siapa tahu memang ditinggal?" ucapku.
"Bukan begitu. Direktur Choi memerintahkanku untuk memberikan dokumen-dokumen ini untuk DIrektur Muda. Tapi tadi beliau meninggalkannya di mobil."
"Ya apapun alasannya. SIapa tahu kan memang beliau sengaja meninggalkannya di mobil?"
"Dan membacanya selama perjalanan pulang? Yang benar saja! Ini adalah data yang penting. Kurasa," ucapnya memelan di akhir.
"Hah, baiklah. Sini aku antarkan ke ruangannya."
"Terima kasih Yoonji ah~ Kau cantik deh," rayunya. Cuih.
"Hah?! Dasar tua keladi!" dan ia berlari menuju lift.
Bagi aku yang sudah lumayan lama bekerja disini, tak susah untuk berakrab diri dengan ahjussi macam dia. Jadi guyonan macam itu takkan masuk kehati.
"Lumayan berat juga. Ah, kuserahkan sekarang saja."
Jarah mejaku dan ruangan direktur ada sekitar 10 meter. Di kanan kiri adalah ruangan luas yang dihiasi oranamen-ornamen dari Cina. Pilar-pilarnya dihiasi batuan metamorf yang awalnya berasal dari gamping yang terkena tekanan dan suhu berlebihan, sebut saja marmer. Karpetnya juga berbeda dengan 6 lantai dibawahnya. Karpet mahal yang dibersihkan dua kali dalam sehari. Tak dipersilakan seekor lalatpun hinggap diatasnya.
Didekat ruangan itu, ada ruangan sekretaris alias ruangan Kibum. Yah, karena sekretaris, Kibum harus memiliki jarak yang dekat namun tak mengganggu privasi Direktur. Perlahan aku melewati ruangan itu dan semakin dekat ke ruangan DIrektur.
Dok, dok, dok. Cklek..
"Tuan Choi, barang-barang anda... ah!" AKu benar-benar terkejut dnegan apa yang kulihat!
Mau tau? Wani piro? #plak
Choi Siwon, Boss baruku, sedang mencium sangat paksa rekan kerjaku, Kim Kibum! Tuan Choi memeluk dan badannya menghadap kearang pintu masuk, dan Kibum membelakangiku. Namun kutahu kalau Kibum juga membalas ciuman Tuan Choi mengingat tak terjadi penolakan, malah Kibum terlihat kaget juga.
"Yoonji ssi, tahukah kau manner ketika memasuki ruangan pribadi milik atasanmu?" tanya Siwon sarkastik tanpa melihatku. AKu hampir mati berdiri melihatnya. Terlihat benar-benar seperti iblis yang baru saja terlepas segelnya *inuyasha dong? #plak*. Benar-benar terpaku hingga kurasakan kedua kakiku lemas. Bergetar karena tak tahan menahan berat badanku sendiri.
"M-maafkan saya, Tuan Choi. S-saya hany-nya terb-buru-buru...," jawabnyku gagap. Kibum langsung mengambil nafas dalam dan membenarkan kerah baju serta rambutnya yang berantakan akibat kekasaran Siwon saat berciuman tadi. Ia membalikkan badan dan menatapku dengan tatapan dinginnya.
"Saya permisi, Yoonji ssi," dan akupun menunduk hormat pada sunbae nya itu.
"Untuk apa kau masih disini? Kembali ke tempatmu!" perintah Siwon tegas. Aku langsung lari setelah membungkuk menunjukkan permohonan maafku yang terakhir. Dokumennya? SUdah tak kupedulikan.
Kibum kulihat sudah kembali kedalam ruangannya. Aku terengah-engah sampai didepan lift. Depan meja kerjaku.
"Bos ... baruku... GAY? Dengan Kibum ssi? Dia juga gay kah?"
### It's Yoonji Time~ *plak*###
Seminggu ini tiap kali aku bertugas resepsionis di lantai 7, sudah berkali-kali aku melihat Kibum masuk kedalam ruangan Direktur, tapi tak segera keluar. bahkan bisa sampai sore ataupun malah tak keluar-keluar hingga jam kerja habis. Ingin rasanya aku mendobrak pintu dan memergoki apa yang mereka lakukan. Sepertinya Boss tahu sekali aku tak berani bertanya pada siapapun.
Saat kumpul sesama resepsionispun, pembahasan masih sama. Hubungan DIrektur dan Kibum.
"Yoonji, kau benar-benar melihat itu?" tanya Sun BaekJi, resepsionis seangkatan denganku.
"Tentu! AKu melihat ada kiss mark di leher Kibum yang putih itu! Di sebelah tato di leher belakangnya!" aku bersemangat untuk bercerita.
"AKu malah melihat mereka pulang dengan mobil ang sama tiap akhir minggu," kali ini Minseok yang angkat bicara. Ia juniorku.
"Wah, sepertinya mereka benar-benar jadian! Bahkan lebih dari itu mungkin!" Hoojin berpendapat.
"Ya. Kau pernah lihat saat mereka berciuman? Boss terlihat sangat bernafsu untuk memakan Kibum!" Ucapku sambil mengangkat tangan seperti kucing yang akan menerkam mangsanya.
"Kau sudah cerita itu lebih daro 10 kali, Yoonji ah," ucap mereka serempak. AKu menyengir tak berdosa.
"Kalian membicarakan apa?" sebuah suara imut menginterupsi obrolan kami. Ternyata Yoseob, sunbae kami yang imut-imut.
"Oppa, kau pernah melihat Kibum dan Direktur jalan bersama?"
"Ah? Kibum? Kim Kibum sekretaris itu?" semuanya mengangguk.
"Tentu. Baru saja aku bertemu dengannya. Dan, ya. Aku sering melihat mereka jalan bersama."
"Oooh, jadi apakah mereka benar-benar jadian?" tanya Baekji. Yoseob menggeleng imut.
"Hah... sudah kuduga." Aku menghela nafas.
"A-apa?!" Tiba-tiba Minseok berteriak.
Kamu semua memperhatikannya. Ada apa?
"D-direktur Choi... meninggal."
Dan kami terdiam.
########
Sudah beberapa bulan semenjak meninggalnya direktur. Dan Choi SIwon memegang penuh kendali dari Hotel ini. Kuakui hasilnya tak kalah memuaskan. Namun ada satu yang aku sebal akan dirinya.
Seenaknya menolak tamu saat... Kibum berada didalam ruangannya.
Aku sih bisa saja mengerti apa yang ia lakukan didalam sana, tapis etidaknya profesional lah. Jangan egois seperti itu.
Seperti beberapa minggu yang lalu. Pukul 11, ada tuan Park Jinsuk yang memiliki usaha rental mobil. ia ingin bekerja sama dnegan hotel ini mengingat hotel ini tak terlalu banyak mobil yang dapat dirental bagi pelanggan.
"Tuan Choi, ada Park Minsuk dari rental mobil Denwoo. Apakah anda bisa menemuinya? Oh, oh, tentu tuan. Terima kasih. Maaf tuan Park, Tuan Choi sedang tak ingin diganggu. Dan beliau berharap anda bisa kembali lagi esok hari."
Dan tentu saja beliau keluar dengan punggung terbungkuk. Mengingat harapannya yang cukup besar.
"Kau tahu?" Baekji memulai pembicaraan. Kami masih sering berkumpul.
"Apaan?" tanya kami penasaran.
"Pemilik rental mobil yang tampan itu, Park Minsuk, katanya masuk penjara. mobil-mobil sewaannya adalah mobil curian dan juga mobil yang dibeli di pasar gelap."
AKu terhenyak.
"Iya iya. Dan ingat Ahn Jiyeol, model yang hampir jadi miss ambassador hotel ini?" Lee Jaerin membuka lagi topik baru.
"Tentu saja ingat! Wanita cantik yang memiliki piercing di hidungnya itu kan?" Byeolji menambahkan.
"Iya. Setelah ditolak mentah-mentah oleh Direktur Choi Siwon, ia menjadi Miss Ambassador hotel Ollivien. Dan kemarin saja, ada desas desus ia memiliki hubungan terlarang dengan direkturnya!"
"Loh, apa bedanya dengan Kibum dan Choi SIwon sajangnim?"
"Beda lah. Siwon sajangnim kan single. Kalau Direktur Ollivien Hotel itu, anak ketiganya saja sudah tahun ke2 kuliah di Seoul University!"
Kami semua terkaget-kaget. Wah. ternyata dibalik kekejaman Siwon sajangnim, ia mempunyai alasan yang takmampu dijangkau oleh ornag macam kami. AKu saja yang terlalu cepat ambil keputusan.
################
"Eh, surat undangan?"
"Iya." Han Byeolji, resepsionis lantai dasar saat ini membagikan surat-surat undangan untuk kami.
"Memangnya orang dalam ada yang mau menikah? SIapa?"
"Mungkin Ryeowook sunbae, cheff di resto bawah, dan Yesung! Mereka kan sudah lama menjalin hubungan." duga Sunji, pelayan kamar.
"Ah, kurasa iya. ...,"
AKu tak ikut pembicaraan mereka. AKu lebih tertarik untuk langsung membacanya dan..
"MWO?! CHOI SIWON SSAJANGNIM DAN KIM KIBUM!?"
Dan hebohlah lantai 3 yang sedang kutempati kerja itu.
*The End * :)
*Kotak Curhat Author*
BUNUH SAYA BUNUH SAYA!
Maafkan saya yang lama banget nggak update dan malah pendek banget. Buat yang udah follow twitterku, pasti bisa baca sesibuk apa saya
Terserah deh mau benci atau gimana. pokoknya hutangku udah lunas ya ya ya? ;-;
Kalo aku bilang aku lagi ada proyek ff, ntar uploadnya lama. Ah kapan-kapan aja deh kalo udah setengah kelar baru aku upload. intinya sih Kyumin dan Zhoury. Aku mau usahain banyak Zhoury. tapi susah kewarganegaraannya
Ah, sudahlah. Terima kasih buat yang udah mau review, saya cinta kalian. Yang ngingetin, saya sangat cinta kalian. Yang nungguin, saya sangat sangat cinta kalian. yang nggak review, saya sangat sangat sangat sayang kalian :***
Siapapun yang udah pernah baca ff ini, terima kasih sudah beryadong bersama saya. Silakan follow twitter saya untuk mendengar curhatan saya #plak.
Akhir kata, terima kasih. neomu saranghanda :*
