SAMURAI FORCE

Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto

Genre : Adventure, Romance & Angst

Pair : Naruto X Hinata (Hinami)

Warning: OC (Kazehaya dan Hinami), OOC (Sai dan Sasori), AU

Summary : Dahulu kala ada sebuah era yang disebut era Samurai. Di era terdapat 6 katana samurai yang kuat. Pemilik ke-6 katana itu membentuk sebuah kelompok yang disebut Samurai Force. Namun tiba-tiba muncul sekelompok monster yang disebut Oni yang menyerang para Samurai. Mampukah Naruto sang pemegang katana angin bersama Samurai Force mengalahkan para Oni dan menyelamatkan era samurai?

Chapter 11 – Perebutan Hinata

Setelah sehari beristirahat di desa kecil untuk memulihkan kondisi tubuh, kini Samurai Force mulai bersiap untuk melaksanakan perjalanan lagi. Neji, Tenten, Sasori, Matsuri, dan Sasame agak kaget karena melihat Sora Kaizoku kini bersama mereka. Pada pagi ini mereka sedang sarapan bersama di penginapan.

"Ohayo, semuanya, bagaimana keadaan sudah baikan?", tanya Sai.

"Ya, kami sudah baik-baik saja. Arigatou telah menolong kami. Tapi kenapa kalian bisa mengikuti kami sampai disini?", tanya Neji.

"Ah itu, kami juga ingin melakukan perjalanan, tak kusangka bisa bertemu kalian yang sedang bertarung. Jadi kami berusaha membantu kalian", ujar Sai sambil senyum.

"Oh begitu, sekali lagi terima kasih", ujar Neji. Sai membalas dengan senyuman khasnya.

"Kalian Sora Kaizoku benar-benar kuat. Teknik yang kalian gunakan untuk mengalahkan Son Goku itu sangat hebat!", ujar Naruto.

"Tentu saja, itu kan teknik yang diciptakan oleh senchou-ku yang tercinta ini. Teknik cinta yang dapat mengalahkan segalanya", ujar Ino. Sai pun tersenyum.

"Benar, Hinata, lain kali kita harus membuat teknik yang seperti itu. Untuk membuktikan kuatnya cinta kita berdua!", ujar Naruto sambil memandang Hinami. Hinami Cuma tersenyum.

"Tapi ngomong-ngomong Uchiha-san, monster apaan yang membantumu melawan Son Goku itu? Aku belum pernah melihatnya", tanya Naruto pada Sasuke.

"Bukan urusanmu", ujar Sasuke dingin.

"Apa?! Kau ini benar-benar sombong ya?!", ujar Naruto geram.

"Aku tak peduli kau berkata apa", ujar Sasuke.

"Kau benar-benar membuatku sebal! Kupukul kau!", ujar Naruto geram lalu mencoba meninju Sasuke. Tapi Sasuke dapat menangkap tangan Naruto lalu memutar lengan Naruto hingga Naruto merintih kesakitan.

"Auw...auw..ittai!", jerit Naruto.

"Jangan macam-macam denganku, Dobe", ujar Sasuke.

"Apa kau bilang?!", ujar Naruto geram.

"Naruto, kusarankan kau mulai memanggil Sasuke dengan sebutan Teme, soalnya Naruto yang ada di dimensi kami sering menyebut Sasuke dengan julukan itu", ujar Sai.

"Teme? Julukan yang bagus! Baiklah aku akan memanggilmu Teme sekarang!", ujar Naruto.

"Dasar baka Dobe, disini dan disana sama saja", ujar Sasuke.

"Awas kau Teme!", ujar Naruto. Naruto dan Sasuke berpandangan dengan tatapan tajam.

"Hahahaha persis seperti di dimensi kita!", ujar Sai sambil tertawa.

Sementara yang lain merasa aneh dengan perkelahian yang terbilang kekanak-kanakan itu.

Setelah menghabiskan sarapan pagi mereka, kini Samurai Force dan Sora Kaizoku bersiap berangkat. Mereka kini sudah berada di pintu depan penginapan untuk kembali melakukan perjalanan.

"Hoi Neji, kayaknya aku merasa tertarik melawan monster bernama oni itu. Bolehkah kami ikut dalam perjalanan kalian?", tanya Sai.

"Eh?", Neji sedikit kaget mendengar perkataan Sai barusan.

"Kami berjanji takkan menganggu tugas kalian. Kami akan menolong kalian semampu kami untuk melawan oni itu", ujar Sai.

"Dari cerita Naruto dan Hinata, kudengar mereka ini bukanlah orang-orang yang bisa dianggap remeh kemampuannya. Mereka bisa jadi kekuatan baru yang dapat melawan Oni. Aku harus memanfaatkan mereka", batin Neji.

"Baiklah, kalian bisa ikut dengan kami dalam perjalanan. Mohon bantuannya", ujar Neji.

"Ok, Arigatou Neji. Kami akan membantu kalian sebisa mungkin!", ujar Sai sambil tersenyum. Sementara Hinami memandang Sai dengan tatapan tajam.

"Apa Sai-senchou sudah akan melaksanakan hal itu?", batin Hinami.

"Wah, Matsuri-san sekarang kita akan melakukan perjalanan sama-sama. Mohon kerjasamanya", ujar Kazehaya lalu tersenyum pada Matsuri.

"Umm, mohon bantuannya juga Kazehaya-san", ujar Matsuri lalu tersenyum pada Kazehaya.

"Ternyata Matsuri-san kalau tersenyum, kawaii!", batin Kazehaya. Kazehaya pipinya merona merah.

"Yosh, ayo berangkat ke desa Kumo!", ujar Naruto semangat.

Mereka terus berjalan di rute menuju ke arah desa Kumo. Tapi karena waktu sudah siang dan terik matahari mulai menyengat. Mereka memutuskan beristirahat di sebuah pondok yang berada di dekat danau yang dekat sebuah desa kecil. Mereka duduk di pondok itu untuk beristirahat sejenak dan melepas penat karena seharian berjalan.

"Wah, capeknya kalau jalan begini...", ujar Sai.

"Ternyata kau tak kuat berjalan ya?", tanya Neji.

"Ya, sepertinya karena terbiasa naik kapal, aku jadi ngak kuat berjalan lama", ujar Sai.

"Hm, ngomong-ngomong dimensi kalian itu, dimensi yang seperti apa?", tanya Neji.

"Oh, dimensi kami itu disebut Neo-Shinobi World. Di dimensi kami terdapat negara-negara yang memiliki desa tersembunyi yang memiliki kekuatan militer. Kekuatan militer itu dilatih sebagai ninja yang disebut shinobi. Shinobi dilatih menggunakan banyak teknik seperti ninjutsu, taijutsu dan genjutsu. Shinobi juga banyak memiliki ragam kemampuan. Kemampuan-kemampuan itu sangat unik dan juga hebat. Kami anggota Sora Kaizoku semuanya dulunya adalah shinobi tapi kami kemudian berhenti dan memilih menjadi perompak", ujar Sai.

"Oh begitu, kenapa kau menjadi perompak?", tanya Neji.

"Karena aku ingin meneruskan apa yang sudah diwariskan Onii-chanku. Dia adalah perompak terhebat di dimensi kami. Aku ingin menjadi perompak terkuat dan melanjutkan cita-citanya yaitu menemukan harta karun paling berharga di alam semesta ini", ujar Sai.

"Sou ka", ujar Neji.

"Lalu bagaimana denganmu Neji, apa yang kau cita-citakan?", tanya Sai.

"Aku ingin Cuma ingin era Samurai ini aman dan damai. Aku nantinya bisa hidup bahagia bersama Tenten dan keluargaku. Karena itu aku ingin mengalahkan Oni, Oni-lah yang telah merusak kedamaian di era Samurai ini", ujar Neji.

"Cita-cita yang bagus. Semoga kau dapat mencapainya!", ujar Sai sambil tersenyum.

"Kuharap begitu", ujar Neji.

Sai dan Neji terus mengobrol. Kemudian Sai mulai menceritakan lelucon-leluconnya. Neji berusaha menahan tawanya dengan hanya tersenyum tipis.

Sementara itu di sisi lain, para gadis juga sedang bercakap-cakap. Mereka mulai dekat dan bisa berbicara dengan akrab. Ino dan Sakura mulai menggoda Tenten dan dibalas dengan wajah Tenten yang mulai memerah. Matsuri dan Sasame juga ikut dalam obrolan mereka.

Sementara itu Sasuke sedang berbaring sambil menatap langit di pinggir danau. Kazehaya sedang membersihkan pistol dan pedangnya. Naruto mengajak Hinami berkeliling di sekitar situ.

"Indah sekali danau ini ya Hinata?", ujar Naruto.

"Ya, airnya masih bening dan pemandangannya juga indah", ujar Hinami.

"Kau ingat dulu saat kita berdua berjalan bersama di danau seperti ini? Hari itu sangat menyenangkan buatku", ujar Naruto.

"Hm, iya", ujar Hinami.

"Kuharap Hinata, kita akan selamanya bersama. Berjalan berdampingan sambil berpegangan tangan seperti ini", ujar Naruto lalu tersenyum. Hinami membalas dengan senyumannya.

Setelah istirahat dan menyantap bekal makan siang mereka. Kedua kelompok itu kembali melakukan perjalanan. Mereka berjalan sampai akhirnya malam tiba. Perjalanan ke Kumo masih membutuhkan 1 hari lagi. Karena hari sudah malam, mereka memutuskan singgah di desa kecil untuk beristirahat di penginapan.

"Wah hari sudah malam, capek banget nih..", ujar Sai sambil meluruskan kedua tangannya ke atas.

"Lebih baik kita segera makan malam dan beristirahat", ujar Ino.

"Neji-sama, aku dan Hinata makan di warung ramen dekat situ ya? Kami ngak akan lama", ujar Naruto.

"Iya, hati-hati, jaga Hinata ya", ujar Neji.

"Siap!", ujar Naruto.

Naruto dan Hinami kemudian keluar dari penginapan dan segera menuju ke warung ramen yang tak jauh dari penginapan tersebut. Mereka pun tiba di warung ramen itu dan segera memesan ramen.

"Dua ramen spesial ya Jii-san!", ujar Naruto.

"Ok. Tunggu sebentar ya, nak", jawab pria tua penjual ramen itu.

"Hinata, akhirnya kita bisa makan berdua seperti ini. Menyenangkan sekali", ujar Naruto sambil tersenyum.

"Ya, aku juga senang, Naruto-kun", ujar Hinami.

Kemudian ada seorang pemuda berambut coklat dengan tato segitiga merah di pipinya masuk ke warung ramen itu. Ketika melihat Hinata dia sangat kaget.

"Hinata!", ujar pemuda itu.

Naruto dan Hinami kaget dan segera menoleh ke belakang.

"Ya ampun, Inuzuka-sama!", batin Hinami. Hinami terbelalak kaget.

"Hinata kau kenal dia?", tanya Naruto.

GREBB

Tiba-tiba saja pemuda itu langsung memeluk Hinami. Naruto dan Hinami kaget dengan tindakannya yang diluar dugaan itu.

"Akhirnya aku bisa bertemu kembali denganmu, Hinata. Aku sangat merindukanmu", ujar pemuda itu.

"A..ano..", ujar Hinami.

Kiba kemudian melepaskan pelukannya dan menatap Hinami dengan lekat.

"Aku Inuzuka Kiba, kau masih ingat bukan? Waktu kecil kita sering bermain bersama!", ujar pemuda yang ternyata bernama Kiba itu.

"Hei, kenapa kau sembarangan memeluk Hinata seperti itu?!", ujar Naruto geram. Telunjuk Naruto menunjuk muka Kiba.

"Lho, kau ini siapa? Siapa pemuda aneh ini Hinata?", tanya Kiba.

"A..ah..di-dia itu...", ujar Hinami gugup.

"Apa kau bilang aku aneh?! Beraninya kau!", ujar Naruto geram.

"Ya kau kelihatan aneh. Hinata kenapa kau bisa ada disini? Apa kau bersama Neji-nii?", tanya Kiba.

"A..ano..aku sedang melakukan perjalanan bersama Samurai Force. Neji-nii-san juga ada kok", ujar Hinami.

"Samurai Force? Jadi kau dan Neji-nii anggota Samurai Force sekarang?!", tanya Kiba kaget.

"Hei, kau ini memangnya dari mana sampai tak tahu mengenai Samurai Force?", tanya Naruto ketus.

"Diam kau, aku tak ngomong denganmu aneh!", ujar Kiba.

"Kau ini benar-benar membuatku kesal ya!", ujar Naruto geram.

"Sudah-sudah Naruto-kun. Ya, sekarang aku ini salah satu anggota Samurai Force juga Neji-nii-san", ujar Hinami.

"Benarkah? Hebat! Tapi ngomong-ngomong kau makin cantik ya Hinata. Aku terpesona dengan kecantikanmu", ujar Kiba dengan senyuman.

"Ah kau bisa saja Kiba-san", ujar Hinami.

"Beraninya kau menggoda Hinata di hadapanku, kau benar-benar minta dihajar!", ujar Naruto geram dia berusaha mendekati Kiba tapi ditahan Hinami.

"Siapa sih dia ini? Daritadi berisik saja!", ujar Kiba.

"Kau tak tahu aku?! Aku ini adalah Uzumaki Naruto, anggota Samurai Force paling hebat dan juga kekasihnya Hyuuga Hinata!", ujar Naruto.

"Hah?! Jadi orang ini kekasihmu, Hinata?!", ujar Kiba kaget.

"Umm..", gumam Hinata sambil mengangguk.

"Hei aneh, kau tak pantas bersama Hinata. Akulah yang lebih cocok menjadi kekasihnya! Aku sudah menyukai Hinata sejak kecil dan Hinata juga tampaknya menyukai aku", ujar Kiba sombong.

"Bicara apa kau?! Cuma aku laki-laki yang dicintai Hinata! Dia Cuma menganggapmu sahabat!", ujar Naruto.

"Berisik kau! Bagaimana kalau kita bertarung? Aku juga ini seorang Samurai!", ujar Kiba.

"Boleh saja! Akan kukalahkan kau!", ujar Naruto.

"Kalau aku menang, kau harus meninggalkan Hinata dan Hinata jadi kekasihku, tapi jika aku kalah kau bisa memiliki Hinata. Bagaimana?", ujar Kiba.

"Baiklah aku setuju! Aku akan mempertahankan Hinata!", ujar Naruto. Naruto dan Kiba kemudian bertatapan dengan tajam. Sementara Hinami melihat dengan lemas.

"Waduh, bakal runyam deh ini...", gumam Hinami. Hinami menghela napas berat.

Kiba dan Naruto kini keluar dari warung ramen itu dan menuju ke pinggir desa. Hinami segera kembali penginapan dan memberi tahu pada yang lainnya mengenai Naruto. Samurai Force dan Sora Kaizoku pun segera mengikuti untuk melihat pertarungan itu.

"Dasar Naruto merepotkan saja. Selalu saja membuat keributan", ujar Neji.

"Wah-wah, seperti masa lalu ya, Naruto dan Kiba bertarung memperebutkan hati Hinata", ujar Sakura.

"Benar-benar, ini pasti menarik, kita harus melihatnya!", ujar Ino.

Mereka semua bergegas ke pinggiran desa dan akhirnya sampai. Disitu terlihat Naruto dan Kiba bersiap dengan pedang masing-masing. Mereka saling bertatapan dengan tajam.

"Lihat saja, Hinata akan jadi milikku!", ujar Kiba.

"Takkan kubiarkan. Dia tetap akan jadi milikku!", ujar Naruto.

"Ayo maju!", ujar Kiba lalu maju menyerang.

"Heeaahh", ujar Naruto lalu maju menyerang.

Naruto dan Kiba memulai pertarungan mereka. Mereka beradu pedang dengan sengit. Mereka mengerahkan kemampuan untuk saling menjatuhkan.

"Woi Naruto, aku mendukungmu! Ayo kalahkan Kiba!", ujar Sai.

"Naruto, jangan kalah ya!", ujar Sakura.

"Kau harus mempertahankan Hinata tercintamu!", ujar Ino.

"Hei, apa-apaan kalian ini?", ujar Neji.

"Naruto! Naruto! Naruto! Naruto!", teriak Tenten, Matsuri, Sasori dan Kazehaya.

"Naruto-kun mengalah saja, supaya aku bisa memilikimu!", teriak Sasame.

Neji dan Hinami sweatdrop melihat kegaduhan itu.

Naruto dan Kiba terus bertarung dengan sengit. Tak ada satupun yang mau mengalah. Ternyata Kiba memiliki kecepatan yang luar biasa. Naruto terus menyerang dengan Windwave miliknya tapi berhasil dihindari Kiba dan Kiba bisa menyerang balik dengan cepat.

"Kau hebat juga, bisa menandingi katana angin milikku..hah...hah..", ujar Naruto sambil terengah-engah.

"hah...hah...anggota Samurai Force memang hebat..tak kusangka bisa membuatku kewalahan seperti ini...", ujar Kiba sambil terengah-engah.

"Tapi aku akan mengalahkanmu heaah!", ujar Naruto lalu mulai menyerang lagi.

KYAAA!

Semua kaget mendengar suara teriakan itu. Ternyata berasal dari Hinami yang kini dililiti oleh pasir coklat yang menahan seluruh tubuhnya. Dan dibelakangnya berdiri seorang pemuda berambut merah dengan mata hijau.

"Gaara!", teriak Naruto geram.

"Gaara, lepaskan Hinata!", ujar Neji lalu maju menyerang Gaara.

TRANG

Gaara menahan serangan Neji dengan pelindung pasir miliknya. Semua orang bersiap untuk menyerang.

"Naruto kalau kan menginginkan Hinata, datanglah sendiri ke kuil Tenryo di utara desa ini. Aku menantangmu untuk bertarung", ujar Gaara.

"Oni sialan! Aku akan menghabisimu!", ujar Naruto geram.

"Kutunggu kau disana", ujar Gaara lalu menghilang bersama pasirnya dengan Hinami.

"Aku akan kesana dan menyelamatkan Hinata!", ujar Naruto lalu mulai berlari.

"Tunggu Naruto, bagaimana kalau itu jebakan? Bisa saja oni-oni sudah ada disitu dan mengepungmu", ujar Neji.

"Aku tak peduli! Aku akan menyelamatkan Hinata bagaimanapun caranya! Akan kutebas mereka semua!", ujar Naruto lalu mulai berlari.

Naruto segera berlari dengan cepat ke arah utara desa.

"Sebaiknya kita ikuti dia. Aku takut terjadi apa-apa", ujar Neji.

"Baiklah!", ujar Sai. Mereka pun mengikuti Naruto ke utara desa.

Sementara itu Gaara kini mengikat Hinami di sebuah tiang. Gaara memandangi Hinami dengan lekat sambil memegang dagu Hinami.

"Hinata, tak kusangka kau masih hidup. Aku senang sekali melihatmu lagi. Maafkan aku yang telah menusukmu waktu itu. Itu semua gara-gara Naruto. Aku akan menghabisinya setelah ini!", ujar Gaara.

"Ukkkh, lepaskan aku!", jerit Hinami.

"Aku tak bisa sayang..Kau harus selalu bersamaku..Kau itu hanyalah milikku! Aku sangat mencintaimu, Hinata-ku yang cantik...", ujar Gaara lalu menjilat pipi Hinami.

"Ukkkh...kumohon lepaskan...", ujar Hinami.

"Gaara!", teriak Naruto.

"Wah kau sudah sampai Naruto. Kau sudah siap untuk mati ya?", ujar Gaara dengan senyum meremehkan.

"Lepaskan Hinata brengsek!", teriak Naruto geram.

"Tidak akan! Hinata adalah milikku! Dia takkan pernah kulepaskan!", ujar Gaara.

"Sialan! Kubunuh kau!", ujar Naruto geram.

"Baiklah, ayo kita mulai saja pertarungannya!", ujar Gaara lalu berubah menjadi wujud oni.

Gaara kemudian berhadapan dengan Naruto. Mereka saling memberikan deathglare.

"Kuhabisi kau, sialan!", teriak Naruto lalu maju menyerang.

Naruto dan Gaara kini memulai pertarungan. Naruto menyerang dengan pedang sedangkan Gaara memakai tangannya yang keras dan penuh cakar yang tajam. Mereka bertarung dengan sengit. Tapi Gaara sangat hebat dalam melakukan serangan. Dia terus saja mendesak Naruto. Naruto agak sedikit kewalahan menghadapi Gaara.

"WINDWAVE SLASH!", teriak Naruto.

Pusaran angin terbentuk dari katana angin milik Naruto. Pusaran angin tersebut meluncur cepat ke arah Gaara. Tapi Gaara dapat menangkisnya dengan pelindung pasir miliknya. Naruto menyerang dengan windwave-nya lagi tapi tak bisa menembus pertahanan pasir milik Gaara. Naruto berdecih dan kesal.

"Cih, seranganku tidak ada satupun yang mengenainya!", gumam Naruto. Naruto terengah-engah dan terlihat lelah.

"Ada apa Naruto? Kau sudah kewalahan? Kau memang payah!", ujar Gaara.

"Jangan meremehkanku!", teriak Naruto lalu mengayunkan pedangnya.

"WINDWAVE HURRICANE!"

Pusaran angin yang lebih besar dan kuat kini terbentuk. Kini pusaran angin tersebut melesat dengan cepat ke arah Gaara. Tapi Gaara Cuma diam berdiri sambil tersenyum meremehkan. Dan saat pusaran angin itu sudah dekat dengan Gaara, tiba-tiba muncul dinding pasir yang lebih besar dan tebal. Serangan Naruto gagal lagi mengenai Gaara.

"Sial, seranganku tidak kena!", ujar Naruto geram.

"Ada apa Naruto? Kau tak bisa mengenaiku? Hahaha, kau memang bodoh dan payah. Kali ini giliranku menunjukkan kehebatanku!", ujar Gaara.

Gaara kemudian memanipulasi pasir Pasir itu bergerak di permukaan tanah dengan cepat seperti sulur-sulur. Sulur-sulur pasir itu menyebar di sekitar situ dan berusaha untuk menangkap Naruto. Naruto berusaha memotong sulur-sulur itu tapi karena terbuat dari pasir jadi sia-sia saja. Naruto melompat dan berlari untuk menghindari serangan itu. Tapi sulur-sulur itu semakin gencar mengejar Naruto. Akhirnya sulur-sulur itu dapat menangkap Naruto. Naruto terlilit dan tak bisa bergerak karena lilitannya yang begitu kuat.

"Sial, pasir ini melilit dengan kuat sekali!", ujar Naruto geram.

"Kau tertangkap Naruto, sebentar lagi kau akan mati!", ujar Gaara.

"Aku takkan mati ditanganmu, brengsek!", ujar Naruto.

"Kita lihat saja", ujar Gaara lalu memanipulasi pasir dengan kekuatan oni miliknya.

Terbentuk tombak-tombak dari pasir yang sangat tajam. Gaara kini membidik Naruto untuk melesatkan tombak-tombak pasir miliknya itu. Naruto berusaha meronta tapi lilitan pasir tersebut begitu kuat menahan tubuhnya. Gaara terus tersenyum menyeringai.

"Hahaha dengan begini, Hinata milikku Naruto! Mati kau!", ujar Gaara lalu melesatkan tombak-tombak pasir itu ke arah Naruto.

"SIAL!", teriak Naruto.

TRANG...TRANG...TRANG...

Tiba-tiba tombak-tombak pasir itu terpotong-potong. Gaara kaget melihat hal itu begitu juga Naruto. Seorang pemuda dengan pedangnya berhasil memotong-motong tombak-tombak tersebut. Pemuda itu kemudian tersenyum menyeringai pada Gaara.

"Kau!", ujar Gaara kaget.

"Kiba!", ujar Naruto kaget.

"Hehehe, aku datang", ujar Kiba.

"Apa yang kau lakukan disini Kiba?", tanya Naruto.

"Tentu saja untuk menyelamatkan Hinata-ku yang tersayang. Aku takkan membiarkan orang itu menyentuhnya!", ujar Kiba sambil menunjuk Gaara.

"Inuzuka, kau!", ujar Gaara.

"Tenang saja Naruto, kali ini aku akan membantumu!", ujar Kiba lalu menoleh pada Naruto.

To Be Continued...

Yosh Chapter 11 update! Disini Samurai Force telah pulih dan memulai perjalanan mereka ke Kumo bersama Sora Kaizoku. Disini Kiba muncul dan bertarung dengan Naruto karena berdebat soal Hinata. Juga Gaara muncul menculik Hinami dan menantang Naruto bertarung. Kiba muncul menolong Naruto yang terdesak. Siapakah yang akan menang?

Balas review dulu:

Syanata-Hime: Hinami sebenarnya bukan anak dari Naruto di era Samurai. Hinami adalah anak dari Naruto yang berada di dimensi-nya Sora Kaizoku, Neo-Shinobi World. Memang sih lebih cocok kalau Hinata yang asli yang cium. Maaf kalau ciumannya aneh. Sip! Ok! Thx buat RnR!

Uzumakihendra4: Hmm, kemungkinan di bagian akhir cerita..Thx buat RnR!

Razioaray: OK! Thx buat RnR!

Guest: Ok! Thx buat RnR!

Blue-senpai: Iya bahkan di chapter ini menculik Hinami. Ok! Thx buat RnR!

Nyuga totong: Ok! Thx buat RnR!

Ypratama7: Mungkin chapter depan hehehe XD Ok! Thx buat RnR!

Fazrul21: Arigatou! Maksudnya Hinata keluar? Thx buat RnR!

Bala-san dewa: Ya, persaingan tiga cowok yang memperebutkan Hinata yang sebenarnya Hinami XD. Ok! Thx buat RnR!

Kazane koyuki: OK! Thx buat RnR!

Soputan: Arigatou! Thx buat RnR!

Alvaro d diarra: maaf kalo sora kaizoku dan hinami bikin kamu ilfeel, mereka memang dituntut berperan seperti itu XD #plak. Sepertinya di bagian-bagian akhir cerita Hinami terbongkar identitasnya. Soal Samurai Force itu akan saya pikirkan. Kalau kekutan kyuubi, akan saya pikirkan lagi. Thx buat RnR!

Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda sedikit terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa memberi jejak berupa review ya?

REVIEW PLEASE?

ARIGATOU GOZAIMASHITA!