Sengoku BASARA by CAPCOM
(Huga buga gabalanga nguknguk!)
.
Gimana Jadinya Kalau …
by anak alay kurang obat a.k.a. AlayChildren
.
Rating : T (buat jaga-jaga) ― Genre : Parody/Humor
.
WARNING! :
Random!AU, OOC, typo yang bertaburan di langit, ajaran sesat, dan GARING TUDEMEKS. Fic ini dapat menyebabkan anda menjadi poker face saking garingnya dan mendatangi mbah dukun agar menyantet author alay yang nggak becus bernama AlayChildren.
.
Summary :
Gimana jadinya kalau karakter-karakter BASARA memiliki sesuatu yang tak terduga di luar logika? Mulai dari selfie, rambut, dandanan, pakaian, senjata, sampe kentut pun dari setiap masing-masing karakter akan dibahas di SINI!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Gimana jadinya kalau Fuuma Kotarou …
.
Di dunia mafia yang kejam, sekumpulan orang-orang bejat berkumpul atas perintah sang pemimpin yang bernama Oda Nobunaga.
Pria berkumis itu memilik banyak anggota hebat dan tidak diragukan kemampuannya. Salah satu diantaranya adalah Houjou Ujimasa. Meskipun berusia lanjut, kemampuannya bertarung sangat memukau. Apalagi bila dibarengi dengan tangan kanannya, seorang shinobi terkemuka bernama Fuuma Kotarou.
Ngomong-ngomong soal Fuuma Kotarou, dia adalah orang paling dikepoin oleh seluruh anggota mafia karena kemisteriusannya tidak pernah berbicara sepatah kata pun. Bahkan Oda sendiri juga. Melebihi kumisnya sendiri.
Tapi…
Mereka yang terlahir menjadi anggota mafia Oda super beruntung karena telah menjadi bagian dari orang itu karena, dalam sekali seumur hidup. Fuuma pernah melakukan hal yang luar biasa.
Kejadiannya sih, waktu itu. Houjou Ujimasa dan Fuuma Kotarou sedang menghadap ketua mafia―si om-om pedo berkumis a.k.a. Oda Nobunaga―di kantornya. (Oda : Ape kate loe?! *lalu membakar author*) Guna untuk melaporkan hasil perampokan rahasia secara terstruktur di bank kota Tralala Trilili.
Di ruangannya yang mewah, ketiga pria―lebih tepatnya dua pria―tersebut asyik berdiskusi mengenai masalah tersebut. Fuuma, seperti biasa hanya diam dan berdiri tegap sementara tuannya dan sang ketua mafia duduk santai sambil mengobrol.
.
.
"Ngomong-ngomong, Fuuma." Oda memanggil bawahan anggotanya itu. "Tidakkah kau mencoba duduk di sofa ini? Apa tidak lelah berdiri terus?"
Wew, tumbenan si Oda baek. Biasanya nyuruh Mitsuhide ngerumput di Gurun Sahara, om.
"…" Fuuma hanya menggeleng tanpa suara.
"Fuuma, jangan memperparah varises*mu karena kebanyakan berdiri, cobalah duduk." Sang Majikan mulai ikut-ikutan nyerocos sekaligus menebar aib shinobi elemen angin coretbaca : kentutcoret itu.
.
Readers boleh mengasumsikan kalo Fuuma protes begini dalam hati, 'Plis deh, gausah nyebar aib orang juga, keleus. Kalo lu nggak bangkotan udah gue umpan ke Hideyoshi beneran, dah.'
.
―tapi pada nyatanya, Fuuma tetap menggeleng sopan tanpa suara. Lagi.
Bukan Oda namanya kalo orangnya kagak ngotot. Sejurus kemudian, om kumis itu sedikit emosi entah kenapa, "Ayolah Fuuma, kasihanilah kakimu itu! Kau tidak akan berguna lagi bila sepasang kaki berhargamu itu diamputasi hanya karena varises!"
'Anjas, jangan ngungkit-ngungkit VARISES, halp… yang lebih penting, gue nggak mau duduk karena―
Tapi Fuuma tetap teguh pada pendiriannya. Lagi-lagi ia menggeleng.
"DUDUKLAH, FUUMA!" Bentak Oda.
Dan sekali lagi, bukan Oda namanya kalo orangnya kagak maksa, maka dari itu, ia mendorong keras tubuh ninja (sok) misterius itu hingga pantatnya mendarat keras di sofa.
Yang justru disitulah letak masalah seorang Fuuma Kotarou.
.
.
.
PUNYA BISUL DI PANTAT?!
.
.
.
―nyet. Sakit.'
"UGYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAW!"
Suara (indah) Fuuma menggema hingga pelosok dunia(?). Didengar oleh seluruh makhluk bernyawa di sana. Mengalahkan gema terompet indah dari anime Sora no Woto sekalipun. Sebuah fenomena langka yang patut dimasukkan ke dalam keajaiban dunia kedelapan.
Sekali lagi, hanya sepatah kata, namun begitu berharga.
Tapi nggak buat si pelaku. Bahkan doi merasakan kalau bisulnya itu PECAH saking mantapnya dorongan keras dari Oda.
Super.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC dengan sedengnya.
.
.
.
.
Keterangan :
*varises : penyakit pada alat gerak (khususnya kaki) yang membuat pembuluh vena membesar. salah satu pemicunya… ya, kebanyakan berdiri.
.
.
.
.
.
Lagi-lagi update sembarangan...
Saya sangat lelah memikirkan ide untuk fic ini yang lama-lama makin miskin... Dan maafkan saya karena garing! Maaf sekali! Entah kenapa akhir-akhir ini saya malah jadi kecanduan bikin yang puitis-puitis lebeh daripada humor X_X mungkin ini yang membuat saya jadi agak-agak ngurang sense of humor-nya.
Semoga nggak mengecewakan :'D
.
salam titan :3
Review/flame?
