Chapter 11 : Beyond The Boundaries – Unkown
Ohayou/Konnichiwa/Konbanwa, Minna-san! Ohisashiburi ne~~
O genkidesuka, Minna?
Halo semua? Kabarnya baik kan? Ada sedikit pemberitahuan, sepertinya tanggal 25 saya pending fict ini satu chapter karena tanggal 25 sampai 30 saya ada urusan sekolah dan dikarantina di sana. Mungkin saya bisa curi-curi waktu ngerjain nih fict? Ya jangan terlalu berharap ya ^^ Andaikan saya kerjakan, pasti buat tanggal 25 itu hasilnya gak banyak, mungkin akan pendek.
Saya baru sadar, cara ganti jobnya Len agak absurd, tapi emang begitu maksud saya, Len bakal kehilangan sifat cool nya dan jadi orang yang blak-blakan sedangkan Oliver yang akan jadi cool di sini. Nanti saya jelasin kenapa bisa begitu ^^
A Fantasy Fict from me
~Heart and Soul~
Main pair : Kagamine Len & Kagamine Rin, maybe a little bit of slight pair and crack pair content
Disclaimer : Vocaloid © Yamaha, and other companies
Story © Me
UTAUloid © Owner creator
Fanloid © Creator
Special thanks to : Square-Enix and Tecmo
Summary :
"Aku melihat dunia baru, sebuah masa depan yang baru. Aku masuk ke dalam dunia ini hanya untuk satu hal, sebuah kenangan, sebuah kenangan yang pernah aku buang, aku akan mengembalikannya walau aku akan menjadi abu sekalipun."
Warning : OOC (maybe), typo(s), gaje, pendeskripsian kurang, kesalahan eja 'EYD' dan teman-temannya.
'Abc' (italic) : Flashback, kata asing, atau percakapan secara tidak langsung (telepon, email, sms, dll)
"Abc" : Percakapan normal
'Abc' (kutip satu) : Hayalan, angan, atau (monolog) pikiran karakter.
'Abc'/ 'ABC' (bold atau kapital) : Kata atau kalimat yang diberi penekanan, kata atau kalimat penting.
HAPPY READING & RELEASE YOUR MIND!
Chapter 11 : Beyond The Boundaries – Unkown
XOXOX
"Babylon Gate!"
Gilgamesh mengeluarkan lagi gerbang secara terus menerus di semua tempat, melemparkan segala jenis senjata seperti anak panah untuk membuat Len dan Mikuo terus menghindar tanpa menyerang. Miku sudah pergi bersama dengan menara penyihirnya, Len yang awalnya ingin mengejar Miku dan meninggalkan Gilgamesh pada Mikuo, berubah pikiran karena menurutnya melawan Gilgamesh lebih menyenangkan.
"Kenapa kau tidak mengejar kakak ku?!" Mikuo berteriak sambil terus menghindari hantaman serangan Gilgamesh.
"Oh? Jadi musuhku sekarang sok akrab denganku dan meminta bantuanku begitu?" Jawab Len dengan remeh, Mikuo langsung kesal sendiri dan mengabaikan Len.
"Kalian! Dasar anjing kampung! Hampiri dan hadapi aku!" Teriak Gilgamesh yang melayang di udara, Gilgamesh terus menyerang tanpa henti, setiap serangannya serasa ratusan anak panah hanya saja setiap 'panah' yang ia tembakkan adalah pedang, tombak, kapak dan semacamnya yang berbeda bentuk tiap-tiap senjatanya.
"Memang hebat Raja dari segala Raja, Gilgamesh dari mitologi Uruk. Tapi kami tidak bisa kalah hanya dengan serangan lemah seperti lemparan lembing begini." Len berhenti dari elakan yang daritadi ia lakukan, ia mengangkat tangannya sejajar dengan bahunya dan menggelengkan kepalanya.
Len menghampiri Gilgamesh dari jauh sambil menghindari serangan Gilgamesh. Enkidu yang masih meringkuk di kaki Gilgamesh mulai menggeram seraya Len mulai mendekat. Len menaikan pedangnya sejajar ke arah tubuh Gilgamesh.
"Kau mau apa? Meniruku? Pedang sependek itu tidak akan bisa sampai ke tempatku! Bwahahahaha!" Ejek Gilgamesh.
"Tch! Lihat saja!" Pedang Len tiba-tiba bergerak seperti memiliki mekanisme sendiri, bilah pedangnya berputar kebelakang dan masuk ke badan pedang yang ada di bawahnya. Gagang pedang Len mulai bergerak agak kebawah dan mengeluarkan pelatuk di antara badan pedang Len dan gagangnya. Dalam sekejap pedang Len berbentuk seperti senjata api.
"Apa itu?! Semua senjata adalah hartaku! Mereka adalah kepunyaanku! Tidak pernah aku melihat pedang dengan model seperti itu!" Gilgamesh terkejut dengan senjata Len.
"Nah, sekarang kau kuberitahu. Namanya Avalon, sebuah gunblade. Bersiaplah!"
Len menundukan kepalanya, disekitarnya muncul lingkaran sihir, Gilgamesh yang tidak mau melewatkan kesempatan langsung menyerang Len dengan membabi buta, tapi anehnya tidak ada satupun serangan Gilgamesh yang bisa mengenai Len. Semuanya terpental karena menabrak sesuatu seperti penghalang di sekitar tubuh Len.
"Wahai dewi perang, hantamlah musuhmu. Wahai Raja yang anggun, yang mati demi kepuasan hasratnya, yang mati dengan membawa kepercayaan rakyatnya, yang mati demi tujuan mulia. Bawalah tentaramu seperti penaklukan Iskandar yang hebat, seperti tangan raja Arthur yang membawa kejayaan Britania! Mengamuklah! The Emperor!"
Len menembakan sesuatu dari senjatanya, peluru itu bergerak lambat dan meledak menjadi lingkaran sihir super besar di antara langit Len dan Gilgamesh. Dari lingkaran sihir itu, muncul berbagai macam arwah para pahlawan perang berwujud roh yang mengelilingi Gilgamesh dalam lingkaran hitam. Gilgamesh siaga dan menaruh Babylon Gate di sekitar tubuhnya, dalam sekali kejapan mata, terjadi adu hantam senjata besi di dalam lingkaran asap itu, antara yang dilakukan para arwah perang dengan senjata dari gerbang Babylon Gilgamesh.
Tanpa Gilgamesh sadar, salah satu arwah pahlawan ada yang menghancurkan pijakan Gilgamesh. Saat serangan berhenti, Gilgamesh terjatuh ke pasir.
"Beraninya kalian! Membuatku turun ke tanah yang sama seperti kalian para anjing kampung!"
Gilgamesh marah besar, ia memeganga Enkidi dan merubahnya menjadi sebuah senjata. Senjata pedang yang bilah pedangnya berputar, sama seperti yang digunakan untuk menembus tubuh Len.
"Ini adalah pedang dari Raja para Raja! Ea, dengan ini kalian akan hancur!"
Gilgamesh mengambil ancang-ancang sambil mengangkat pedangnya tinggi, angin disekitar mereka berubah dan menjadi sangat kencang.
"Enuma Elish!"
Angin seperti puting beliung keluar dari pedang Gilgamesh, dan parahnya angin itu memiliki lima kepala. Len dan Mikuo susah payah menghilangkan efek dari angin itu yang membawa badai pasir di daerah sekitar. Angin mereda, pasir menjadi menumpuk dimana-mana.
"Ukh... Dia sangat kuat,,," Len keluar dari salah satu gundukan pasir yang ada.
Mikuo tiba-tiba muncul di depan Len, ia menghadap ke arah dan menendang kepala Len dengan kakinya.
BUAK!
"Idiot! Aku salah membiarkan pertarungan ini dilakukan oleh orang lemah sepertimu saja."
Mikuo menyiapkan kedua belatinya, Kanshou dan Bakuya. Mikuo meletekan belatinya menyilang di depan dadanya. Lari Mikuo makin lama makin cepat hingga tidak terlihat.
"Accelerate."
Gilgamesh yang tidak waspada langsung diserang beruntun oleh Mikuo, gerakannya sangat-sangat cepat jangankan terlihat, bahkan goresan belatinya tidak memiliki bunyi. Gilgamesh yang tidak waspada mendapat luka serius di seluruh luka tubuhnya.
Len yang melihat keadaan itu tidak mau melepas peluang. Ia menyiapkan lagi senjatanya dan mengarahkannya ke arah Gilgamesh.
"Wahai dewa perang, anugrahkan pasukanmu dengan kekuatan. Wahai penjagal dan algojo, hukumlah mereka yang berdosa dengan tangan penuh darahmu, seperti Joan d' Arc yang dengan gagah berani membawa revolusi dan dengan anggunnya di ekseskusi! Hukumlah! Judgement!"
Len menembakkan sebuah peluru lagi, tapi anehnya peluru ini tidak membentuk bullet line, melainkan menjadi sebuah proyektil-proyektil yang menembaki Giglamesh dari segala arah. Mikuo yang sadar ketika disekitarnya ada sebuah benda yang menyerang membabi buta, langsung menghentikan seragannya. Setelah asap disekitar Gilgamesh hampir hilang, terlihat sebuah bayangan keluar dari asap itu. Gilgamesh melarikan diri dari pertarungan. Sudah merupakan hal biasa jika Gilgamesh tidak pernah menyelesaikan pertarungannya, baik itu berpeluang menang atau kalah.
Len melepas penatnya dengan merenggangkan tubuhnya, dia awalnya sudah ingin pergi karena panitia Battle Royal tidak menunjukan keadaan seharusnya, seharusnya mereka berdia sudah kembali dari tadi. Tepat seperti dugaan Len kalau Battle Royal dikacaukan oleh kedatangan Miku untuk yang pertama kalinya setelah ia 'pergi'.
Len sudah ingin melenggang pergi, tepat saat ia berbalik, mata Len membentuk lingkaran sihir. Len langsung mengeluarkan senjatanya dalam bentuk pedang dan menangkis serangan yang datang padanya. Mikuo menyerang Len dalam diam, andai Len tidak sadar, mungkin Len sudah tercabik-cabik entah seperti apa.
"Ouw? Sekarang si adik sudah berani melawanku lagi?" Ejek Len.
"Entah aku salah atau tidak, kau jadi lebih memuakkan dari yang terakhir kali ku kenal." Jawab Mikuo.
"Eh? Sejak kapan aku ingin mengenalmu?" Tanya Len, mengejek.
Mikuo geram dan kembali menyerang dengan cepat. Andaikan kemampuan pasif Len yang bernama Sudden Vision, tidak bekerja. Len tidak akan bisa menyadari serangan Mikuo yang sangat cepat.
Tepat saat Mikuo akan menghantam Len lagi, ada seseorang dengan jubah dan armor yang serba putih melerai mereka.
PRANG! PRANG!
"Orang lain?!" Len terkejut.
"Siapa kau?" Tanya Mikuo.
Orang itu menarik kembali pedangnya yang bisa memanjang, snake blade. Len dan Mikuo baru melihat jenis senjata seperti itu di LoW. Orang itu membuka tudungnya dan memperlihatkan wajahnya.
"Perempuan?!" Len makin terkejut.
Mikuo memeriksa status perempuan berambut hijau itu dan melihat tulisan 'Saint' disana.
"Kau... Apa kau juga fourth class?"
Perempuan itu mengibaskan jubahnya dan menggenggam kedua senjatanya penuh bangga.
"Gumi, seorang Sylph, Aku adalah fourth class pertama, seorang Saint dari percabangan White Knight." Perkenalkan perempuan itu.
"Apa alasanmu menghentikan kami? Dan jangan bercanda! Kau adalah kelas keempat yang pertama?! Semuanya tahu jika penyihir di Izumo Tower adalah fourth class per- !" Len langsung membungkan mulutnya, hampir saja dia membocorkan keadaan Miku. Mikuo dan perempuan bernama Gumi itu terlihat bingung. Len mengumpat pada dirinya sendiri, bodohnya dia. Saat Len melihat status Miku pada pertarungan sebelumnya, Miku masih memiliki simbol petualang dan memiliki kelas Witch. Yang menurut panduan fourth class yang Len baca, merupakan kelas keempat dari cabang Priest dengan kelas dasar Acolyte.
Len menggelengkan kepalanya, dia tidak boleh ceroboh seperti itu lagi. Len kembali menatap lurus perempuan di hadapannya.
"Kenapa kau menghentika kami?" Tanya Len sekali lagi.
"Ini permintaan kakak ku." Jawab Gumi.
"Kakak?"
Saat Len bingung dengan kakak yang dimaksud Gumi, kelompok Oliver menemukan mereka di padang pasir Gnoma yang sangat luas.
"Len!" Panggil Rin.
Oliver sudah menghampiri Len duluan, dan menepuk pundak Len.
"Terimakasih Gumi." Ucap Oliver kepada Gumi.
"Sama-sama, onii-sama." Jawab Gumi.
Saat itulah Len baru sadar kalau yang Gumi maksud kakak adalah Oliver.
"Ah! Jadi ka-kalian..."
"Itu benar Len, dia adikku."
Yukari, Rin dan Meiko langsung memeluk Len karena khawatir. Mikuo yang terasingkan melangkah pergi dari tempat itu.
"Tunggu Mikuo! Kau mau kemana?!" Tanya Yukari.
"Panggil aku Ark, dan aku tidak punya urusan di sini."
Mikuo menghilang dari jarak pandang. Sedangkan Len masih terus dipeluk Rin yang kelewat khawatir.
"Sekarang, jelaskan yang terjadi." Titah Oliver.
"Di sekolah, nanti siang. Kalian semua berkumpul di belakang sekolah saat istirahat makan siang. Akan ku jelaskan dan Rin, kau juga bisa ikut kami sekolah karena kau sudah aku daftarkan." Jawab Len.
Rin mengangguk dengan senang.
XOXOX
Di sekolah, Len menjelaskan semuanya dari awal. Tapi dia melewatkan keadaan dimana Miku ada di sana. Len hanya menceritakan kalau pertarungan mereka diganggu Gilgamesh dan seterusnya.
"Sepertinya LoW mulai tidak stabil... Mungkin kita harus berhenti masuk ke LoW sementara waktu." Ucap Oliver mengambil kesimpulan.
Semuanya hanya bisa mengangguk mengikuti. Entah sejak kapan, Oliver menjadi sosok pimpinan diantara mereka semua.
"Daripada itu, bisa kau kenalkan gadis yang waktu itu? Gumi ituloh." Senggol Len genit, Rin melihat Len dengan tatapan membunuh entah kenapa.
"Dia adik angkatku, namanya Gumilia Bernstein. Dia tinggal di Inggris, tapi sekarang katanya dia ingin ke Jepang menemuiku." Jawab Oliver tenang.
"Cie~~ Mau disamperin nih, cie~~" Ejek Len.
"Len, entah kenapa kau jadi sangat menjengkelkan." Ucap Oliver agak marah.
"Hehehe, maaf-maaf."
"Disamping itu, bagaimana kau bisa menjadi kelas keempat?" Tanya Oliver.
"Kau tidak pernah diceritakan oleh adikmu? Aku menjadi kelas keempat setelah menjawab teka-teki orang tua di Tokyo Dome waktu itu lah!" Jawab Len.
"Hiyama Kiyoteru maksudmu? Bagaimana bisa? Apa kau melewati semacam tes?" Tanya Oliver lagi.
"Aku tidak akan memberi tahu caranya, tapi aku akan memberi tahu sedikit, saat kau menyadari syarat pertama yaitu memecahkan teka-teki yang ada, kau akan di tes oleh perwujudan senjata yang akan kau pegang nanti. Dalam kasusku, aku dites oleh seorang wanita berambut pink yang membawa senjata api sekaligus pedang yang disebut gunblade. Saat kau sadar apa yang bisa menjadikanmu kuat, maka senjata yang tepat akan datang kepadamu. Tesnya tidak lebih dari 5 detik waktu di LoW, tapi rasanya kau di teter habis-habisan di sana! Gila!" Jelas Len.
.
.
.
Mereka semua kembali ke kelas saat bel berbunyi, sekarang waktu bebas untuk sekedar membuat kelompok belajar atau mengikuti kegiatan klub. Len dan Rin bersama di atap sekolah, menghabiskan sisa waktu yang ada.
"Len? Sepertinya kau berubah... Kau lebih riang..." Ucap Rin tiba-tiba.
"Pfft? Apa iya? Baguslah kalau kau rasa begitu! Kapan-kapan aku akan ajak Oliver bertanding lagi di kantin sekolah!" Jawab Len riang.
Pupil mata Rin tiba-tiba kehilangan sinar, ia ambruk di samping Len.
"Kau tidur Rin? Astaga..."
Samar-samar Len mendengar Rin mengatakan sesuatu.
"Dicampakkan, tidak punya keluarga, mengejar belas kasihan. Dilupakan, tersakiti, dibuang. Sampah, tidak berguna, menyedihkan. Len Kagamine."
Saat Len mendengarnya, tempramen Len tiba-tiba berubah. Len jadi merasa sangat marah mendengar perkataan Rin.
"Apa maksudmu Rin?! Jangan bercanda denganku! Kau! Rin! Rin!" Len berkali-kali mengguncang tubuh Rin, tapi tidak ada respon, saat Len melihat wajah Rin, Len sadar kalau Rin sudah seperti tubuh tidak bernyawa. Matanya terbuka tapi tidak memiliki sinar.
Len dengan sigap langsung mendengar denyut nadi Rin, tidak ada apa-apa. Tanpa pikir panjang, Len berlari membawa Rin mencari pertolongan. Saat Len dan Rin melewati sebuah lorong, di sana ada wanita dengan rambut panjang dan diikat twintail tersenyum dengan horror.
XOXOX
Chapter 11 selesai~~
Mungkin dua atau tiga chapter ke depan akan fokus lagi didunia nyata, jadi stay tune aja ya! XD
Saatnya Etimologi
Tiamat : Makhluk pembawa kehancuran di daerah Mesopotamia, salah satu lagi mitos yang memiliki bentuk tidak pasti di laut. Memiliki banyak bentuk berbeda, tapi yang paling terkenal adalah bentuk naga dari perkataan orang-orang di yunani. Di fict ini, Tiamat berbentuk seperti naga pastinya, dengan empat kaki dan sepasang sayap, warnanya abu-abu dan pengendali sihir angin, sebagai tambahan ada sebuah cincin besar di sekeliling lehernya. Merupakan dewa penjaga asli di daerah Elf.
Terror Tyrant : Salah satu (Lagi) yang saya ambil langsung dari FF series, tepatnya FF 12. Merupakan bentuk dinosaurus tertua yang pernah ada dan diketahui masih hidup di dalam gamenya. Di fict ini bentuknya masih tetap seperti dinosaurus ketimbang naga, dan spesifiknya berbentuk sepertu tyranosaurus. Salah satu yang terbesar kedua setelah Omega di fict ini. Menjadi penjaga asli di daerah Gnoma.
Gilgamesh (2nd encounter) : Gilgamesh seperit yang saya jelaskan, saya tahu dia dari FF series dan Fate series. Aslinya dia adalah raja kelima di mitologi Uruk (Modern Day Iraq) diketahui juga bernama Bilgamesh. Dimitoskan menjadi manusia setengah dewa yang bisa membangun Uruk kembali berjaya dalam semalam. Di Yunani, Gilgamesh muncul sebagai raja Babylon bernama Gilgamosh dan menjadi raja pertama yang menguasai semua harta di seluruh dunia. Di fict ini diperlihatkan kalau dia memiliki banyak senjata, aslinya itu merupakan prototype dari Gilgamesh di FF dan Fate series.
XOXOX
Sekarang jawab anonym review :
-To reviewer named Lia :
Baguslah kalau kamu senang ^^
Sering-sering mampir ya, makasih udah review :3
Akhir kata, maaf jika ada kata yang kurang berkenan, saya mau tahu komentar kalian soal chapter kali ini, apapun itu, karena bentuk apresiasi dari kalian adalah kebahagiaan untuk saya.
Jaa~~ Matta ne~~ ^^
Best Regards,
Aprian
