.

.

.

Mendokusai? Make It Easy!
2

Summary :

Tidak ada kabar dari Hinata membuat Naruto menjadi khawatir walaupun tertutupi sifat Tsundere akutnya. Berbagai konflik pun bermunculan saat Naruto mencoba mengingatkan Hinata kembali akan kenangan mereka

Genre :

Romance, Drama, Action, Mystery, Bit Humor and Sci-fi

.

.

.

Naruto POV

.

*Tap...Tap...*

.

Melangkahkan kakiku dibawah teriknya matahari siang. Berjalan dari markas H2 ke apartemenku cukup lama jika berjalan kaki. Salahkan kecerobohanku yang lupa membawa uang untuk transportasi

"Perampok!" Teriak seorang perempuan tidak jauh dariku membuatku berhenti. Dengan santai aku langsung merogoh saku untuk mengambil ponsel. Setelah itu menyentuh layar ponselku

.

*Bzzzt...!*

.

Seketika si maling langsung terjatuh karena merasakan sengatan listrik yang cukup kuat dari ponselnya sendiri. Hal ini sontak membuat masyarakat bertindak mengkeroyoki si maling

Aku geleng-geleng kepala dengan maling itu. Bisa-bisanya mencuri di siang bolong yang masih ramai dengan manusia berlalu-lalang

Aku kembali melanjutkan langkah kakiku. Jaket kulitku sedikit terbang terbawa angin

Hari ini, sudah masuk 2 tahun lamanya aku dan Hinata tidak bertemu. Aku yang sibuk dengan pekerjaan dan Hinata yang mendapatkan tawaran menjadi bintang di Amerika sana sekaligus mendapatkan beasiswa di UCLA. Hinata sungguh beruntung

Aku pernah melihatnya di televisi menjadi bintang iklan produk body lotion. Ia sudah bertambah dewasa ternyata

Selama setahun pertama, kami masih berkomunikasi jarak jauh. Namun entah kenapa ditahun kedua Hinata tidak memberikan kabar lagi. Heh... Kenapa aku terlalu memikirkannya? Mana Naruto yang dulu? Tapi jujur saja. Aku telah mencintainya

"H2"

Aku langsung menoleh ke asal suara dan sedikit terkejut disaat seorang tidak dikenal dengan wajah ditutup topeng badut merah tengah berada pada layar videotron. Ternyata dialah yang memanggilku ditengah pusat kota ini

"Aku tahu kau berada diantara mereka" ujarnya membuat seluruh orang bertanya-tanya. Siapa H2 diantara mereka

"Aku telah mengirim sesuatu kepada partnermu" katanya lalu layar videotron kembali menayangkan iklan produk

.

Normal POV

.

Naruto menghela nafas karena tiba-tiba saja ponselnya bergetar. Ia pun tidak menunda-nunda waktu mulai menjawab panggilan

"Naruto, cepat ke markas" kata Shikamaru lalu menutup teleponnya

Naruto menghela nafas lelah untuk kedua kalinya. Apa masih ada kasus korupsi yang bahkan telah diminimalisir berkat adanya kasus yang menimpa Presiden?

.

*Tin...Tin!*

.

Naruto menoleh saat mendengar suara klakson mobil. Beruntungnya Naruto karena Ino datang membantunya

"Masuklah. Aku yakin kau akan sangat tertarik dengan pesan 'dia' itu" kata Ino dan dituruti oleh Naruto

.

*Brooom...*

.

Mobil hitam itu mulai berjalan dikemudi oleh Ino. Sedangkan Naruto memilih duduk santai di bangku penumpang depan

"Bagaimana keadaan Hinata, Naruto-kun?" Tanya Ino

Naruto tampak diam sejenak saat diberi pertanyaan seperti itu

"Aku tidak tahu kabarnya setahun terakhir ini" jawab Naruto

"Maksudmu?" Tanya Ino sambil melirik Naruto

"Entahlah" jawab Naruto

Ino geleng-geleng kepala karena Naruto masih tetap seperti dulu. Bahkan sejak masih berstatus pelajar hingga di usianya yang ke-23 itu

"Bagaimana pekerjaanmu? Menyenangkan?" Tanya Ino sekedar basa-basi

"Hm... Menjadi pengacara adalah keinginanku sejak dulu" jawab Naruto

"Apa kau tak berkeinginan untuk mencaritahu keberadaan Hinata di Amerika?"

Pertanyaan Ino sukses membuat Naruto kembali terdiam. Mencaritahu? Ide bagus. Tapi Naruto terlalu malas untuk mengunjungi Hinata sampai ke Amerika Serikat

"Kau tidak mengkhawatirkannya?" Tanya Ino dan Naruto membuang muka

"Hahahaha...ternyata kau itu lelaki tsundere" kata Ino

"Urusai!"

Naruto mendengus karena Ino tidak berhenti tertawa. Disaat Ino telah selesai tertawa, Naruto pun membuka suara

"Aku belum punya uang untuk kesana" ujar Naruto

"Uang? Bukankah penghasilan sebagai pengacara tidaklah sedikit?" Tanya Ino

"Itu memang benar. Hanya saja masih belum cukup"

"Benar juga. Kesana butuh uang yang banyak" lanjut Ino menambahkan

Akhirnya mereka sampai di markas mereka. Yaitu kontainer hijau dekat lapangan bermain

.

*Sreeet...*

.

Kontainer terbuka mengintrupsi Shikamaru dan Chouji

"Naruto, kemari"

Naruto menghampiri Shikamaru dan Chouji yang tengah duduk di kursi kerjanya. Chouji pun memasukkan flashdisk ke CPU disaat Naruto dan Ino telah dibelakang mereka

"Apa kabar, H2 dan kawan-kawan" sapa sosok bertopeng badut merah dengan suara yang berganti-ganti disetiap kata agar suara aslinya tidak didengar

"Kau pasti bertanya-tanya..." Kata orang bertopeng badut hitam

"...siapa kami" lanjut sekelompok orang bertopeng dengan warna merah, biru, kuning, pink, hijau dan ungu secara bersamaan

"Kami adalah..." Kata ungu dan hijau bergantian

"...Crowned Clown" lanjut pink dan layar monitor menunjukkan keenam anggota Crowned Clown dengan topeng warna yang menutupi wajah mereka

"Kamilah yang berada dibalik layar yang memberitahukan keberadaan kalian kepada Kepolisian" kata merah, biru, kuning, hijau, ungu dan pink bergantian disetiap kata

"Cara mereka berbicara membuatku bingung" kata Chouji mengemukakan apa yang dirasakannya

"Ada sesuatu yang menurut kalian sangatlah penting akan kami berikan untuk kalian" kata si merah seorang diri

"Tapi" kata hijau

"Kalian harus mencari lokasinya sendiri" lanjut mereka berenam bersamaan

"Kata kunci" kata pink

"Ino, rekam!" Kata Chouji

"Hai' " kata Ino dan telah mempersiapkan ponselnya

"Kotor" kata biru

"Beresiko" kata kuning

"Ramai" kata merah

"Tinggi" kata ungu

"Kotor, beresiko, ramai, tinggi" kata hijau dalam sekali tarikan nafas dengan cepat

"Temukan kotak merah dilokasi tersebut. Dan tentu saja penyimpanannya sangat tersembunyi. Masukan sandinya ke brankas" kata merah dan mengakhiri rekaman video itu

Terjadi keheningan didalam ruangan itu. Mereka berempat sama-sama menegang

"Intimidasi yang sangat kental. Dan apa maksud dari 'masukan sandinya ke brankas' ?" kagum Naruto sekaligus kebingungan

Mereka berempat duduk di bangku yang telah disediakan mengelilingi sebuah meja bundar kecil. Ino meletakkan ponselnya ditengah-tengah meja

"Kotor, beresiko, ramai, tinggi" perkataan Crowned Clown kembali diputar oleh perekam suara ponsel Ino

"Sekarang kita pikirkan. Tempat apa yang kotor, beresiko, ramai dan tinggi?" Tanya Naruto

.

.


Mendokusai? Make It Easy!
2

Disclaimer :

Masashi Kishimoto

Author :

Kazehiro Tatsuya

Pair :

Naruto X Hinata

Warning :

SEASON 2, Gaje, OOC (banget), AU, Typo, EYD gak jelas, alur kecepetan (karena ane gak bisa bikin lebih detail), bahasa ancur (mungkin), bikin sakit mata, dan masalah lainnya

Rated :

M

Genre :

Romance, Drama, Action, Sci-fi, Humor and Mystery


.

.

Chouji menatap ke bawah jurang dengan ngeri. Jurang? Yang benar saja Crowned Clown telah menyembunyikan kotak merah disekitar sini

"Kotor" gumam Naruto melihat ke bawah yang diyakininya sangatlah kotor dibawah sana

"Beresiko" gumam Naruto. Tentu saja beresiko. Jika mereka salah melangkah sedikit saja, maka kematianlah yang akan menjemput

"Ramai" gumam Naruto dan melihat banyak pepohonan yang membentuk hutan dibawah

"Dan tinggi" lanjut Chouji

"Jurang adalah pilihan yang tepat. Ino, apa perlengkapan telah disiapkan?" Tanya Shikamaru

"Sudah, Shikamaru-kun" jawab Ino

"Naruto, Chouji, bantu aku" kata Shikamaru

.


.

"Kami-sama, jagalah nyawaku" batin Naruto karena mengalami kondisi ekstrim dimana pinggangnya diikat dengan tali sementara dirinya tengah menggantung di jurang. Tali yang mengikat Naruto telah ditahan oleh truk yang mereka bawa dan pagar pembatas jalan agar tidak terjadi kecelakaan menimpa Naruto

"Kau siap, Naruto?!" Tanya Shikamaru sedikit berteriak

"Siap" jawab Naruto

Shikamaru pun memberi kode kepada Chouji. Chouji mengangguk tanda mengerti dan mulai menurunkan Naruto secara perlahan

.

*Tap!*

.

Naruto berhasil mendarat dengan mulus diatas permukaan tanah semak belukar. Naruto melepaskan tali dipinggangnya terlebih dahulu dan berjalan perlahan menyusuri hutan

"Shika, aku tak menemukan apapun" kata Naruto lewat tindik ditelinganya

"Apa kau sudah mencarinya?"

"Belum"

"Brengsek" kata Shikamaru dengan kesal karena ternyata Naruto belum melakukan pencarian

Seperti yang diminta Shikamaru, Naruto pun akhirnya berusaha mencari kotak berwarna merah yang dimaksud Crowned Clown. Namun sudah sejam mencari, Naruto tidak menemukan apapun

"Shika, aku tidak menemukannya" kata Naruto

"Baiklah. Sekarang kembali ke tali" kata Shikamaru

.


.

Shikamaru tampak berfikir sambil menyandarkan punggungnya dibadan truk mini itu

"Jurang bukan satu ini saja. Mungkin ada di jurang yang lain" ujar Shikamaru

"Mungkin kau benar. Karena sekarang masih pukul 3 sore, kita masih ada waktu untuk menyelidikinya" kata Chouji

"Jadi bagaimana, Naruto? Apa kau rela terjun sekali lagi?" Tanya Shikamaru

"Tidak masalah. Aku juga penasaran dengan isi kotak merah itu" jawab Naruto

Mereka pun kembali menyelidiki disetiap jurang yang ada selama 3 jam penuh. Karena tidak membuahkan hasil, mereka pun kembali ke markas

.

.


-_Mendokusai? Make It Easy! 2_-


.

.

Keesokan harinya, di apartemen milik Naruto, kini pemuda itu masih terlelap di ranjangnya walaupun cahaya matahari pagi telah memasuki kamarnya. Sebenarnya Naruko bisa saja membangunkan Naruto secara paksa. Tapi karena mengingat Naruto baru saja selesai dari kasus yang membuatnya sibuk karena tuntutan perkerjaannya sebagai pengacara, Naruko pun jadi luluh

Tiba-tiba saja ponsel Naruto berdering membuatnya terbangun dari tidur nyenyak. Dengan mata yang masih mengantuk, Naruto pun meraih ponselnya

"Moshi...moshi" sahut Naruto

"Naruto!" Teriak diseberang sana membuat Naruto terkejut

"Apa?!" Balas Naruto kesal

"Kau masih ingat aku?" Tanya sosok seberang sana

Naruto menyipitkan matanya mencoba mengingat suara orang yang menghubunginya ini

"Kiba?" Tanya Naruto

"Kau benar!" Jawab Kiba dengan keras membuat Naruto menjauhkan ponselnya dari telinga

"Naruto, kita akan melaksanakan acara reuni setelah 4 tahun tidak berkumpul! Sasuke, Lee, Gaara dan Sai sudah kuajak. Kau mau ikut?" Ajak Kiba

"Boleh. Dimana dan kapan?"

"Di Akatsuki Club pukul 9 malam nanti"

"Hm. Baiklah"

"Jaa ne"

Kiba pun menutup panggilannya. Setelah itu, Naruto kembali ke alam mimpinya karena masih mengantuk

.

.


-_Mendokusai? Make It Easy! 2_-


.

.

Irama musik remix dengan volume keras ditemani lampu warna-warni yang berkedip-kedip menambah kesan menghibur tersendiri bagi kalangan anak muda penikmat clubing

Naruto menemukan sekumpulan teman-temannya semasa SMA dulu telah duduk di sofa dekat meja billiard

"Yo" sapa Naruto

Sapaan Naruto direspon oleh ketiga temannya. Yaitu Kiba, Lee, Gaara, dan Sai

"Naruto, akhirnya kau datang juga. Kau bertambah tinggi! Berapa tinggimu sekarang?" Tanya Lee

"187cm"

"Uoooh!" Kagum Lee

"Lama tidak berjumpa" sapa Gaara. Naruto pun duduk diatas sofa bersama-sama temannya

"Itu karena kau terlalu lama di New York, Gaara-kun" kata Sai dengan senyum yang selalu terpajang di wajahnya membuat Gaara menghela nafas lelah

"Aku sudah harus mengelola perusahaan teknologi mendiang ayahku di New York. Makanya aku sangat jarang pulang ke tanah airku" tutur Gaara

"Tidak masalah. Kau kan sudah dewasa. Sudah sepantasnya kau menanggung semuanya" ujar Kiba

"Konbanwa" sapa Sasuke yang baru saja datang

"Sasuke, duduklah" ajak Naruto

Sasuke pun menurut dan duduk disebelah Naruto. Sofa yang didesain melingkar itu akhirnya telah lengkap diisi oleh Naruto, Sasuke, Sai, Kiba, Lee, dan Gaara

Tak lama kemudian datang seorang pelayan wanita berpakaian striptis membawakan minuman yang telah dipesan. Yaitu 4 botol anggur merah dan 6 gelas

Melihat wanita berpakaian seperti itu membuat Lee dan Kiba langsung berfantasi ria. Hampir saja Kiba menyentuh bokong wanita seksi itu namun ditepis oleh Naruto

"Kau sentuh, maka kau harus membayarnya, Kiba. Dan bayarannya tidaklah murah" bisik Naruto

Kiba hanya menggerutu tidak jelas sambil mengelus-elus tangannya yang ditepis keras oleh Naruto tadi

Setelah pelayan wanita itu menyelesaikan tugasnya, Sai pun membuka topik pembicaraan

"Apa kasus terbesar sampai sekarang yang pernah kau selidiki, Sasuke-kun?" Tanya Sai membuat fokus kelima orang lainnya menjadi terpusat kepada Sasuke

"Mmmh...mungkin H2?" Jawab Sasuke lalu meneguk anggur merah

"Souka...tentu saja kau menyebut H2. Kudengar kasus itu melibatkan Interpol" kata Lee

"Hm. Itulah kasus terbesar yang pernah kukerjakan" lanjut Sasuke

"Bisa kau jelaskan lagi mengenai H2?" Tanya Gaara

"Tidak bisa. Rahasia negara" jawab Sasuke dan akhirnya Naruto bisa bernafas lega

"Okelah" kata Gaara sedikit kecewa

"Kau tahu Penjara Shinigami di pulau terpencil di timur Tokyo?" Tanya Kiba sukses membuat seluruh temannya mendengarkan topik ini

"Aku tahu. Aku pernah kesana walaupun hanya sekali"

"Aku iri" kata Kiba

"Kenapa harus iri? Bahkan kau tidak akan kuat jika melihat para tahanan disiksa dengan berat disana" ujar Sasuke

"Bukankah sudah biasa? Penjara Shinigami sudah memang kotor karena diisi oleh tahanan kriminal yang terkenal" kata Kiba

Mendengar kata 'kotor' yang diucapkan Kiba membuat Naruto tersadar

"Kau memang benar. Atasanku mengatakan jika H2 tertangkap, maka dia akan dimasukkan kesana" ujar Sasuke mengatakan fakta sambil melihat Naruto berniat membuat Naruto sedikit takut

Mendengar itu, Naruto menelan salivanya sendiri. Sebegitunyakah pihak Kepolisian ingin memenjarakannya?

"Kotor" batin Naruto lalu mendeskripsikan bagaimana bentuk Penjara Shinigami lalu mencocokkannya dengan kata kunci yang diberikan Crowned Clown

Seperti yang dikatakan Kiba tadi. Penjara Shinigami dikatakan 'kotor' karena banyak para tahanan paling ditakuti berada disana

Dikatakan 'beresiko' karena jika Naruto ketahuan tengah menyusup, sudah dipastikan dia akan tertangkap dan langsung ditempatkan di Penjara Shinigami yang terkenal kejam itu

Dikatakan 'ramai' karena sangat banyak polisi yang ditugaskan mengawasi para tahanan yang jumlahnya sampai ribuan

Dikatakan 'tinggi' karena pulau terpencil tempat Penjara Shinigami ada salahsatu bangunan penjara dengan menara yang sangat tinggi. Mungkin di menara itulah letak kotak merah berada

"Kiba, kau pintar" kata Naruto dan menepuk punggung Kiba dengan keras

"Pintar kenapa?" Tanya Kiba tidak mengerti

"Itu tidak penting" jawab Naruto

Waktu demi waktu mereka lalui untuk melepas kerinduan karena sudah 4 tahun tidak berkumpul bersama. Diantara mereka pun tidak ada yang berubah

.

.


-_Mendokusai? Make It Easy! 2_-


.

.

*Sreeet...*

.

Chouji menoleh ke belakang saat seseorang memasuki kontainer tempatnya bekerja. Chouji menaikkan sebelah alisnya saat Naruto datang malam-malam begini

"Chou-chi..."

"Nani?"

Naruto duduk disamping kursi Chouji. Tepatnya di kursi Shikamaru saat tengah mengoperasikan komputer

"Aku tahu kita harus mencari kotak merah itu dimana" ujar Naruto

"Dimana?" Tanya Chouji sudah memutar kursinya menghadap Naruto

"Penjara Shinigami" jawab Naruto

Chouji langsung tertawa terbahak-bahak mendengar pemberitahuan Naruto

"Penjara Shinigami? Yang benar saja. Mana mungkin mereka meletakkan kotak itu ditempat yang penjagaannya super ketat" kata Chouji dan melanjutkan tawanya sehingga Naruto menjadi kesal

"Dia lebih menyebalkan dibanding Shikamaru" batin Naruto

"Kau bisa menjangkau CCTV di Penjara Shinigami?" Tanya Naruto

"Mmm...sayangnya tidak. Pulau Penjara Shinigami jauh di timur Tokyo dan pulau tersebut tidak dalam jangkauan ctOS System" jawab Chouji

"Satu-satunya cara, kau harus menyelidikinya sendiri di lapangan tanpa bantuan kemampuan Hacker Shikamaru maupun aku sendiri. Itu terserahmu jika sangat yakin kotak itu berada disana" ujar Chouji

"Ternyata Crowned Clown itu sangatlah licik. Menempatkan kotak merah di tempat luar jangkauan ctOS System" kata Naruto

"Tapi, apa satelit tidak bisa kau retas?" Tanya Naruto

"Berita barusan mengatakan bahwa sekarang satelit membutuhkan perbaikan dikarenakan telah bertabrakan dengan serpihan meteor" jawab Chouji membuat Naruto mendecih

"Tidak ada cara lain. Aku harus ke pulau itu sekarang juga" kata Naruto telah berdiri dari duduknya

"Hei tenangkan dirimu. Kita harus melakukannya dalam keadaan kepala dingin. Apa kau mau kesana tanpa strategi?" Kata Chouji

Naruto menghela nafas berat. Apa yang dikatakan Chouji memang benar. Ia pun kembali duduk

"Kita akan membicarakan masalah ini dengan Shikamaru besok pagi. Kau tidak ada kasus 'kan?" Tanya Chouji

"Tidak ada. Aku cuti selama seminggu setelah menyelesaikan kasus perdanaku" jawab Naruto

"Baiklah. Nanti kukabarkan lagi" kata Chouji

"Hm" balas Naruto

Naruto pun berjalan keluar. Setelah berada diluar, Naruto menatap langit malam yang penuh bintang itu. Entah kenapa, tiba-tiba saja bayangan seorang gadis cantik berponi rata melintas dibenaknya

"Hinata, apa kau baik-baik saja?" Gumam Naruto

Naruto melangkahkan kakinya berniat pulang ke apartemennya. Berjalan di trotoar pinggir jalan ditemani dinginnya malam. Saat Naruto merasakan sesuatu, ia pun berhenti

"Berhenti" kata Naruto entah kepada siapa

Gadis dibelakang Naruto yang tadinya berjalan mejauh dengan menjinjit langsung terdiam. Naruto pun membalikkan badannya

"Sedang apa kau diluar malam-malam begini, Naruko?"

Naruko pun membalikkan badannya dan memasang cengiran takut-takut

"Aku baru saja pulang dari rumah teman menyelesaikan tugas kuliah" jawab Naruko takut-takut

Naruto menatap mata Naruko dengan tajam. Naruko pun menghampiri kakaknya saat Naruto menggerak-gerakkan jarinya tanda harus mendekat

"Kau mengikutiku?" Tanya Naruto

"Tidak. Kita hanya kebetulan bertemu! Aku berani bersumpah!" Jawab Naruko berusaha agar Naruto tidak salah paham

"Hmm...baiklah. Apa kau lapar?"

Naruko pun mengangguk tanda iya. Seharian membuat tugas kuliah di rumah temannya membuat Naruko kelaparan. Sebenarnya temannya sudah menawarkan makanan. Hanya saja Naruko orangnya bertipe malu bila ditawari makanan di rumah orang

Naruto tersenyum hangat dan mengangkat tangannya menyuruh Naruko untuk mendekat sekali lagi. Saat mereka sudah dekat, Naruto pun merangkul pundak Naruko dan mulai berjalan

"Onii-chan, jangan seperti ini! Orang-orang akan mengira kita adalah sepasang kekasih!"

"Sudah diam saja. Apa kau tidak bisa membedakan rangkulan seorang kakak dengan rangkulan seorang pacar, hm?"

Naruko jadi diam saja setelah diberi pernyataan oleh Naruto

"Kau mau makan dimana?"

"Terserah saja asalkan perutku bisa kenyang"

"Bagaimana kalau ramen?"

"Tidak boleh!"

.

.


-_Mendokusai? Make It Easy! 2_-


.

.

Keesokan harinya, seperti yang telah dijanjikan. Naruto, Shikamaru, Chouji dan Ino telah berada di markas mereka. Mereka akan membicarakan perencanaan menyusup ke Penjara Shinigami

"Naruto, jika kau yakin kotak merah itu ada disana, baiklah. Kami akan membantumu. Tapi, bukan bantuan meretas seperti biasanya. Tapi membantumu agar bisa masuk ke Penjara Shinigami dengan mulus tanpa kekerasan" ujar Shikamaru

Ino menyerahkan sebuah ID card palsu kepada Naruto. Tanda pengenal yang membuktikan bahwa Naruto adalah salahsatu polisi yang ikut serta menjaga Penjara Shinigami

"Terlebih dahulu, kau harus meretas sistem pusat di pulau itu agar bisa meretas sesukamu" kata Shikamaru

"Dimengerti" ucap Naruto

"Dan rencananya..." Lanjut Shikamaru menjelaskan rencana penyusupan ke penjara yang terkenal kejam itu

.


.

Pukul 23.51, Naruto dkk telah berkumpul di dermaga Tokyo yang biasa diakses untuk menuju Pulau Penjara Shinigami

Dimana dermaga telah sepi, Naruto langsung menginjakkan kakinya diatas Speed Boat. Shikamaru pun datang mendekat ke Naruto sementara Chouji dan Ino mengawasi sekitar agar tidak ada saksi mata yang melihat H2 bersama rekan-rekannya

"Ingat Naruto. Terlebih dahulu kau harus meretas sistem keamanan Penjara Shinigami"

"Aku tidak pelupa, Shika" kata Naruto

"Tangkap ini" Shikamaru pun melemparkan peralatan H2. Yaitu masker, sarung tangan kejut, tongkat besi, dan alat lainnya yang telah dibungkus dengan tas hitam

"Dan satu lagi. Kau tidak boleh tertangkap. Andai saja tertangkap, tamat sudah riwayat kita" pesan Shikamaru mengingatkan Naruto agar tidak bertingkah ceroboh

"Aku akan berjuang" kata Naruto

Shikamaru pun melangkah mundur. Naruto melambaikan tangannya ketika Speed Boat mulai jalan membelah air (bukan kayak nabi Musa :v)

.

.


-_Mendokusai? Make It Easy! 2_-


.

.

*Jder!*

.

Petir bergemuruh menjadi suasana sebuah pulau kecil dengan satu bangunan besar dengan sebuah menara tinggi sebagai pusat sistem keamanan dan mercusuar

Penjara Shinigami merupakan salahsatu penjara yang dikenal kejam diseluruh dunia. Dan tentu saja ini adalah karangan author

Jika kita melihat lapangan, maka dapat dilihat para tahanan dalam keadaan telanjang bulat tengah berdiri berbaris saat hujan lebat membasahi permukaan bumi. Bekas cambukan terlihat jelas dipunggung para tahanan yang tengah berbaris itu

"Itulah sanksi karena kalian telah membuat keonaran di cafeteria!" Teriak kepala anggota penjaga

Dari kejauhan, terlihat sebuah Speed Boat hitam tengah mendekat ke arah pulau. Naruto, si pembawa pun memberhentikan perahu mesin itu di belakang bangunan agar tidak ketahuan

Naruto pun mulai memasang perlengkapannya. Mulai dari masker, sarung tangan, ponsel, dan tongkat besi. Tidak lupa Naruto juga mengeluarkan alat panjat (gak tau ane namanya). Sisanya masih tersimpan didalam tas hitam itu

Naruto membidik jendela bangunan dengan alat panjatnya. Setelah alat itu diluncurkan, Naruto menarik-narik tali tersebut agar diketahui erat atau tidaknya. Saat dirasa erat, Naruto mulai memanjati dinding dengan berjalan miring sambil memegangi tali

Naruto memasuki bangunan lewat jendela itu. Setelah berhasil masuk, Naruto melepaskan jangkar besi sebagai pengait itu

"LEPASKAN AKU!"

Naruto langsung bersembunyi disaat mendengar teriakan dari seorang tahanan. Naruto bersembunyi di balik bayangan ketika tiga polisi datang berlalu sambil menyeret satu tahanan dengan paksa

Saat dirasa aman, Naruto pun melangkahkan kakinya dengan pelan tanpa bersuara menuju anak tangga berniat menuju ke atas puncak menara

Naruto menghela nafas lega karena perjalanannya mencari anak tangga aman-aman saja. Dia pun berlari pelan menaiki anak tangga yang melingkar itu

Naruto terkejut saat berpas-pasan dengan seorang polisi. Dengan cepat Naruto langsung mengeluarkan ponselnya dan memotret wajah polisi sehingga menghasilkan flash yang menyilaukan mata

.

*Bzzzt...*

.

Ditambah Naruto mencengkram bahu si polisi hingga pingsan. Naruto menghela nafas lega karena berhasil membuat salahsatu polisi pingsan

Naruto pun melanjutkan langkahnya. Perjalannya berjalan mulus hingga ia berada di puncak menara

.

*Sreet...*

.

Naruto membuka pintu dengan pelan. Terlihatlah ruangan berisi berbagai macam monitor CCTV dan server

Naruto melangkahkan kakinya masuk lebih dalam lagi dan berhasil menemukan pusat kendali sistem keamanan. Naruto pun mengambil sesuatu dari dalam tas hitam yang ia sandang. Naruto mengambil sebuah kabel USB dan menyambungkan ponselnya ke server

.

[Hack Progress : 40%]

.

Proses peretasan pun berjalan hingga 100%. Setelah selesai, Naruto kembali mencabut USB dan menyimpannya

Setelah mendapatkan akses CCTV berkat peretasan server, Naruto pun mencari keberadaan kotak merah lewat CCTV yang telah diakses melalui ponselnya

"Dimana dia" gumam Naruto melihat wilayah 1. Yaitu CCTV yang diletakkan didepan pintu masuk bangunan utama ini. Disaat tengah mencari, Naruto menemukan sebuah poster bertuliskan angka 6

"Poster macam apa itu" ejek Naruto

Saat mencari di wilayah 2, Naruto kembali berusaha mencari keberadaan kotak merah. Namun sekali lagi, Naruto kembali menemukan poster bertuliskan angka 1

Mencari di wilayah 3 pun sama-sama tidak membuahkan hasil. Hanya saja Naruto kembali menemukan angka 8

Di wilayah 4 itu, hanya tempat kosong yang ditemukan Naruto

"Sepertinya ini hanyalah gudang" batin Naruto dan menaikan sebelah alisnya karena melihat poster angka 7

Di wilayah 5, Naruto kembali menemukan poster bertuliskan angka 1. Setelah itu Naruto kembali menelusuri setiap CCTV namun tidak menemukan kotak merah

"Masukkan sandinya" perkataan Crowned Clown merah kembali melintasi benak Naruto. Seketika Naruto pun tersadar

"Itu dia!" Batin Naruto dan kembali melihat wilayah 1 sampai 5

"61871?" Gumam Naruto

Saat Naruto tengah sibuk-sibuknya, seorang polisi pun berjalan melewati anak tangga. Betapa kagetnya polisi itu saat menemukan salahsatu rekannya di anak tangga

"Perhatian, ada penyusup" ujarnya lewat HT namun tidak ada tanggapan dari atasan sama sekali karena Naruto telah meretas sistem komunikasi

"Itulah sandinya. Lalu mana brankas yang dimaksud Crowned Clown?" Batin Naruto

"Dibelakangmu" kata sebuah poster saat Naruto melihat wilayah 6. Naruto pun langsung melihat brankas tepat dibelakangnya

Naruto menghampiri brankas dan memasukkan sandi yang dimaksud Crowned Clown

.

*Cklek*

.

Brankas besi itu pun akhirnya terbuka memperlihatkan sebuah kotak kado berwarna merah. Tak mau berlama-lama, Naruto langsung mengambil sesuatu didalam kotak yang ternyata adalah sebuah flashdisk itu. Naruto pun memasukkan flashdisk kedalam tas

.

*Cklek!*

.

Naruto terkejut saat 5 personil polisi datang memergokinya. Tanpa ba-bi-bu lagi naruto langsung terjun lewat jendela

.

*Splash!*

.

Naruto pun terbenam dilautan dekat Speed Boatnya berada setelah terjun dari ketinggian ratusan meter. Untung saja Naruto menyempatkan dirinya untuk melemparkan tas ke Speed Boat saat sebelum benar-benar terjatuh

Dengan cepat Naruto berenang menuju perahunya. Setelah itu, Naruto pun menjalankan Speed Boat dengan cepat

.

.


-_Mendokusai? Make It Easy! 2_-


.

.

Ino bertepuk tangan saat Naruto berhasil keluar dengan selamat walaupun sudah pukul 2 dini hari

Shikamaru datang menghampiri Naruto setelah Naruto memposisikan perahunya dengan benar

"Apa isi kotak merah itu?" Tanya Shikamaru

"Hanyalah sebuah flashdisk" jawab Naruto dan memberikan flashdisk itu kepada Shikamaru

"Mungkin ini kabar penting yang dimaksud oleh Crowned Clown" kata Shikamaru

Chouji yang berada diatas mobil pun telah menyiapkan laptopnya. Shikamaru, Naruto dan Ino pun datang menghampirinya. Tak lupa Shikamaru menyerahkan flashdisk kepada Chouji

"Selamat" ucap Crowned Clown bersamaan dalam sebuah rekaman video

"Lagi-lagi" gumam Chouji

"Kalian berhasil menemukan rekaman ini" ujar merah

"Yang ingin kami beritahu adalah..." Kata biru

Layar pun memperlihatkan sebuah alat miniatur elektromagnetik yang hanya segenggam tangan

"Ini adalah alat ciptaan kami untuk menghilangkan ingatan seseorang tentang kenangannya bersama orang yang kami kehendaki" ujar pink, hijau, kuning, ungu, merah, dan biru bergantian

"Dan korban percobaan kami adalah..." Kata merah seorang diri

"...Hyuuga Hinata" lanjut Crowned Clown bersamaan membuat mata Naruto, Shikamaru dan Ino terbelalak tak percaya

Rekaman video itu pun telah selesai meninggalkan rasa keterkejutan Naruto yang tidak mempercayai kenyataan

Ternyata selama setahun terakhir ini Hinata tidak mengabarinya dikarenakan hilang ingatan mengenai Naruto sendiri?

"Tidak bisa kubiarkan! Kurang ajar!" Teriak Naruto

"Sabar Naruto. Kita pasti bisa menghadapi mereka. Kami bisa membantumu" kata Shikamaru

"Tidak perlu, Shika. Ini adalah urusan pribadi dan hanya akulah yang menyelesaikannya" kata Naruto

"Karena korban mereka adalah Hyuuga Hinata, aku yakin Crowned Clown sekarang berada di Amerika, Na-chan" ujar Chouji

Naruto mendengus tidak suka dengan apa yang telah dilakukan organisasi rahasia Crowned Clown

"Tidak masalah. Aku akan mengumpulkan sisa gajiku" kata Naruto

"Aku akan menolongmu" kata Shikamaru

"Tidak perlu, Shikamaru. Aku punya sahabat yang kebetulan juga tinggal di New York. Dia juga handal dalam meretas. Mungkin dia lebih baik darimu"

"Lebih baik dariku?" Ulang Shikamaru tidak suka

Naruto menatap langit malam penuh bintang ini yang sekali lagi mengingatkannya akan sosok gadis bersurai dongker poni rata, Hyuuga Hinata

"Mendokusai!"

.

.

.

TO BE CONTINUED

.

.

.

AUTHOR NOTE :

CHAPTER 1 SEASON 2 HAS BEEN PUBLISHED!

Silahkan tinggalkan review, fav and foll-nya, para readers sekalian

Sampai jumpa di chapter berikutnya,

.

DON'T FORGET TO REVIEW, FAVORITE, FOLLOW...

.

.

.

.

.

.

KAZEHIRO TATSUYA