Pregnancy

.

Rated : T+

.

KyuMin

.

Romance&Drama

.

GS

.

.

.

Lady prim

.

.

.

.

.

.

.

DON'T LIKE DON'T READ

IF YOU HATE THIS YOU CAN GO AWAY

THANK YOU :)

.

.

.

.

.

ONE

.

TWO

.

AND THREE

.

.

.

.

.

~PART 11~

Beberapa kali Sungmin meminta untuk ikut kekantor, tetapi Kyuhyun seakan tidak mengindahkan rengekan Sungmin yang terus saja mengikutinya kemanapun. Bukan apanya, melihat keadaan Sungmin, pucat dan semakin kurus membuatnya semakin khawatir. Ditambah lagi omong kosong yang dikatakan ummanya kemarin, makin memperkeruh keadaan hingga saat ini Sungmin tetap melakukan mogok makan.

"jaga dirimu baik-baik, sayang. Istirahat dan makan daging yang banyak. Pipimu makin tirus dan tubuhmu juga ringan sekali." dielusnya pipi Sungmin saat mereka telah berada didepan pintu. "Ck, jika kerjaku hanya itu saja, lama-lama aku gendut seperti gajah. Kau mau?"

Kyuhyun hanya tertawa sedikit, kemudian ditariknya Sungmin kedalam pelukan hangatnya. "biar saja. Yang penting, aku akan tetap mencintaimu." Saat mendengar perkataan Kyuhyun, entah kenapa tiba-tiba saja rona merah pada pipinya mencuat. Dipukulnya manja punggung Kyuhyun. "kau akan mati ditanganku jika mengatakan gombalan seperti itu pada wanita lain, Kyu."

Tawa Kyuhyun seketika membuat Sungmin mengerucutkan bibirnya. "aku hanya bercanda. Kau boleh menggoda seluruh wanita yang ada didunia ini termaksuk nenek-nenek juga. Ya, terserah. Sekarang kau pergi. Sana. Sana." Ucap Sungmin galak. Mendorong tubuh Kyuhyun menjauh dari pintu. Kyuhyun pandai sekali membuatnya malu sekaligus sebal luar biasa. Sedangkan lelaki itu tetap terbahak-bahak hingga masuk kedalam mobil dan melesat pergi.

.

.

.

Ditopangnya wajah pada lutut diatas sofa yang sedang diduduki. Sorot mata memandang kosong kearah sisi rumah yang hanya menggunakan kaca bening besar. Helaan napas berat terus saja terdengar. Seakan tersadar dari mimpi indahnya, kenyataan yang harus ia terima kembali adalah ia dan Kyuhyun tidak dapat bersatu. Walaupun telah menyatakan perasaan satu sama lain dengan jawaban yang sama yaitu 'cinta', ternyata hubungan mereka harus kembali mengalami cobaan setelah Sungmin sendiri telah mantap dengan perasaannya pada Kyuhyun. Mempercayakan lelaki itu untuk membimbingnya, tetapi nyatanya nyonya Cho kembali melempar kebohongan yang telah mereka rancang dari awal bagai boomerang.

Apakah nyonya Cho bersungguh-sungguh dengan perkataannya atau seperti yang Kyuhyun katakan semua itu hanyalah omong kosong? Haruskah ia mempertahankan Kyuhyun dengan berusaha menyakinkan umma Kyuhyun bahwa ia telah jatuh terlalu dalam pada anaknya itu dan mencoba menjadi menantu sungguhannya, ataukah membiarkan Kyuhyun kembali kepada pemilik aslinya yaitu Seohyun?

Konflik batin terus saja berlanjut didalam otak Sungmin. Suara bell rumah menginterupsi hayalan Sungmin. Saat tahu ia telah terlalu lama membiarkan tamu memencet bell, akhirnya Sungmin beranjak dari sofa.

Dibukanya pintu dengan cepat tanpa melihat intercom dahulu. Jantung Sungmin seakan jatuh saat melihat sesosok wanita berambut panjang telah berdiri didepan rumahnya. Kenapa wanita yang telah disingkirkannya dulu, kembali datang disaat keadaan hubungannya sedang kacau seperti ini? Oh Tuhan, Kyuhyun sebentar lagi akan menyinkirkanku sungguhan. Wanita itu tersenyum manis pada Sungmin. "annyeong. Kita bertemu lagi, Sungmin. Kau masih ingat denganku kan?"

"KAU! Dari mana kau tahu aku disini dan apa yang kau lakukan?" untung saja Kyuhyun sedang kekantor. Kalau tidak, pasti orang itu akan menggoda kembali suaminya. Huh! "kyunnie sendiri yang memberikannya padaku, dan dia sendiri yang menyuruhku jauh-jauh dari Venesia untuk datang kesini. Apa dia ada didalam?" mendengar nama Kyuhyun yang dipanggil manja oleh wanita itu, membuat Sungmin makin gerah untuk menahan luapan emosinya.

"tidak.. Dia tidak ada disini ataupun dikantor."jeda sejenak. "Hmm.. luar kota. Ya, untuk beberapa hari atau minggu dia ada diluar kota untuk melakukan sebuah proyek besar." Sahut Sungmin bohong kembali dengan nada naik turun menahan emosi. Sebuah senyum misterius kembali ditampakkan wanita itu pada Sungmin. "Sebaiknya kau kembali ke Venesia dan jangan pernah datang lagi." sambungnya dalam hati.

"begitukah? Sebaiknya aku memastikannya dulu. Mungkin saja dia masih dikantornya. Ah.. tunggu sebentar ne." ucap wanita itu pada Sungmin. Kegugupan menghampiri Sungmin seketika. 'jangan sampai wanita parasit ini, kembali bertemu dengan Kyuhyun. Tuhan, buatlah ponsel orang itu rusak.' bisiknya dalam hati.

Saat memperhatikan gerak-gerik wanita depannya itu sambil melipat tangan didepan dada. Sungmin sendiri sadar, sungguh tidak sopannya ia, membiarkan tamunya diluar tanpa mempersilahkan masuk. Oh ya, pengecualian untuk orang didepannya ini. Senyum sinis Sungmin berikan pada wanita itu saat tahu ternyata ponsel lelaki itu sedang tidak aktif. Setidaknya ia selamat kali ini.

"ponselnya mati. Mungkin dia sedang sibuk dikantor. Sebaiknya aku mencarinya langsung dikantor. Annyeong." Wanita itu akhirnya berbalik setelah membungkuk sedikit. Tetapi, langkahnya terhenti saat Sungmin menarik kembali tangannya. "aku perlu bantuanmu sedikit untuk membuat tiramisu yang enak. Kata Kyuhyun, tiramisu buatanmu enak sekali. Ayo, ajari aku." Ditariknya tangan Victoria untuk ikut bersamanya. Ugh! Tidak rela rasanya membiarkan parasit ini menempeli Kyuhyun sepanjang hari.

"apa? Kyunnie menipumu, aku bahkan tidak tahu cara membuat ramen." Tidak ingin menghilangkan kesempatan, Sungmin membawa Victoria masuk. Mengunci pintu dengan rapat dan memastikan tidak ada jalan untuk Victoria keluar. Ada apa dengan Sungmin sebetulnya? "ya, kenapa kau mengunci pintunya? Buka pintu itu sekarang Sungmin! Seseorang yang menemaniku kesini, menungguku diluar dan aku harus menemui Kyunnie sekarang."

"tadi kau bilang 'tidak tahu memasakkan'? sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengajarmu. Ayo!" daripada melawan tidak berarti, Victoria akhirnya mengikuti keinginan Sungmin yaitu belajar memasak. Walaupun mengikuti intruksi yang diberikan Sungmin padanya, tetapi matanya tidak berhenti memandang ke jendela. Dimana Victoria dapat melihat jelas sebuah mobil terparkir manis dibawah pohon.

.

.

.

Awalnya, Sungmin merasa terganggu sekali dengan keberadaan Victoria yang terus saja menceloteh tidak jelas tentang Kyuhyun dan masa kecil mereka. Huh! Sungmin jadi iri dengan Victoria yang mengetahui Kyuhyun dari luar dan dalam. Tetapi, ketergangguan Sungmin berubah menjadi kenyamanan saat tahu Victoria itu ternyata orang yang baik dan banyak mengetahui berbahagai hal yang tidak diketahuinya selama ini. Sungmin menjadi kecil diri saat tahu, wanita itu adalah orang berkelas yang memiliki otak yang cemerlang. Tidak seperti dirinya yang otak udang dan tidak berguna.

Mereka berdua sedang duduk berhadapan di ruang makan sambil mencicipi masakan hasil karya Victoria yang dibantu oleh Sungmin. Tidak terlalu buruk untuk seorang pemula. Saat mendengar suara langkah kaki yang menapaki lantai, dan tepat saat itu juga Kyuhyun dan Seohyun muncul dengan beberapa paper bag ditangan Kyuhyun. Seohyun bahkan mengelayut manja pada lengan Kyuhyun. Saat Victoria mencoba melihat keadaan Sungmin, ternyata Sungmin telah menahan air mata yang telah menumpuk disudut mata.

"Kyunnie sayang. Akhirnya kau pulang juga. Aku membuatkanmu makan malam." Kyuhyun kaget saat melihat Victoria telah ada didepannya dan Sungmin yang mengikuti Victoria dibelakangnya dengan kepala menunduk. "oppa, dia siapa?"

Rasanya kepala Sungmin saat ini ingin pecah seketika melihat kembali orang yang telah disingkirkannya dengan begitu mudah dulu dan sekarang kembali sama mudahnya. Sedangkan, Kyuhyun yang berada ditengah-tengah kedua orang yang terus bertengkar memperebutkannya, terus saja berebut menariknya kekanan dan kekiri seperti memperebutkan sebuah mainan. Karena tidak tahan, akhirnya Sungmin memutuskan kembali kedapur membuat sesuatu.

Akhirnya, kemarahan Kyuhyun membuncah kepermukaan. "HENTIKAN! Kalian kira aku ini mainan? Berhenti bertingkah kekanankan dan diamlah duduk disana (ruang tengah) jika kalian tidak ingin kuusir sekarang. Ugh, kalian membuatku pusing sekali hari ini." Membentak dengan suara lantang, Kyuhyun meninggalkan kedua wanita itu yang diam karena ketidak percayaan.

"Ming, maafkan aku." Berjalan mendekat kearah Sungmin yang membelakanginya. Rasa bersalah, sangat menjerat leher Kyuhyun saat ini. "k-kenapa meminta m-maaf? Kau tidak membuat kesalah kok." Dihapusnya air mata itu agar Kyuhyun tidak melihat sosok rapuhnya saat ini. Sungguh, Sungmin ingin sekali pergi dari sini saat tahu kedua orang yang ikut menjerat Kyuhyun ada disini bersama dengannya dan Kyuhyun.

"maafkan aku untuk semua air mata yang keluar dari matamu. Itu semua karena ulahku. Membuatmu terus merasa kecewa dengan situasi tadi. Seohyun ikut denganku karena umma mengantar kami hingga kedepan pagar rumah kita tadi. Aku sungguh ingin sekali menendangnya saat itu juga, tetapi disekitar disini banyak sekali orang suruhan umma yang mengawasi kita. Maafkan aku karena tidak dapat menjadi suami yang baik untukmu. Dan juga maafkan aku karena aku tidak akan pernah membiarkanmu lepas dariku." bisik Kyuhyun panjang lebar dengan tubuh Sungmin berada dalam rengkuhannya didepan dada.

"aku akan bertahan sebisaku. Tetapi, sebaiknya kau ikuti keinginan ummamu, Kyu. Aku tidak ingin kau menjadi anak yang pembangkang sepertiku."

.

.

Rasa kesal itu kembali lagi saat dimana mereka berdua—Seohyun dan Victoria—memutuskan untuk menginap rumah mereka malam ini dengan seenaknya. Untung saja, Kyuhyun dengan baik hati membelikan mereka semua kantung tidur untuk digunakan diruang tengah.

Kembali lagi antara dua wanita itu memperebutkan tidur disamping Kyuhyun. Tetapi, yang Sungmin lakukan adalah keluar dari ruang tengah untuk mencari udara segar. Bagai orang yang asing diantara semuanya, Sungmin memilih untuk mengalah. Pada akhirnya, memang ia yang pertama menjadi korban atas semua ini.

Saat merasakan sebuah benda hangat menyelimutinya, Sungmin baru menyadari jika Kyuhyun berada disampingnya dengan senyuman yang amat disukainya. "udaranya dingin sekali. Tidak ingin masuk dan menghangatkan diri didepan perapian?" dan dijawab gelengan pelan dari Sungmin. "aku hanya orang lain. Tidak usah pedulikan aku. Kembalilah masuk, aku sudah cukup hangat dengan selimut ini." ada perasaan sesak yang dirasakan Sungmin saat mengatakan perkataannya tadi.

Kyuhyun duduk pada kursi tepat disampingnya. Kemudian, ditariknya Sungmin hingga jatuh diatas pangkuannya dengan posisi Sungmin membelakanginya. "suhu tubuhku akan segera menghangatkanmu." Dipeluknya pinggang Sungmin dengan erat dan menempelkan wajahnya pada punggung kurus istrinya itu. "santai saja sayang. Kau ingatkan, kita sering melakukan gaya seperti ini saat diranjang!" saat mendengar perkataan Kyuhyun, Sungmin langsung mencubit lengan suaminya itu keras hingga jeritan kesakit itu terdengar sangat menggelegar. "appo Ming."

"katakan sekali lagi, kau akan mendapatkan yang lebih sakit lagi." ancam Sungmin. Tidak ada tanggapan dari Kyuhyun, Sungmin menolehkan sedikit kepalanya dan langsung disambut oleh bibir Kyuhyun pada bibirnya. Melumat dengan gerakan bertahap hingga ciuman itu telah berubah menjadi 'French kiss'. Lidah yang saling membelit hingga saliva keduanya saling bercampur. Lengan Sungmin bahkan telah mengalung pada leher Kyuhyun dengan erat dan jemari Kyuhyun telah menjalar menuju dalam baju Sungmin.

Saat meremas payudara Sungmin dengan gerakan keras. Bra Sungmin telah diletakkan diatas meja terdekat dengan baju yang masih melekat pada tubuh Sungmin. Mengangkat baju melewati leher hingga Sungmin sekarang telah half naked. Payudara Sungmin seketika dihisap oleh bayi besarnya yang nakal itu. Memainkan ujungnya dengan lidah, membuat sensasi dingin menjalar hingga keubun-ubun. Meremas surai Kyuhyun atas rasa nikmat yang diterimanya. Bibirnya sendiri bahkan menggigit hingga meninggalkan luka, sakin inginnya ia menjerit dan mendesah sekeras-kerasnya. "hmm ahh…"

Dan saat itu juga, dua orang keluar dari pintu dan langsung melihat Sungmin dan Kyuhyun sedang bercumbu mesra sekali, dengan membelakangi mereka. Sudut mata Sungmin langsung terbelalak ketika melihat kedua wanita itu tengah memperhatikkannya. 'aku bahkan telah melupakan mereka.'

"k-kalian—" ucap Victoria shock.

Seakan tidak menganggap keberadaan dua orang itu, Kyuhyun langsung mengangkat Sungmin kedalam gendongan ala 'koala'. Menyembunyikan apapun yang dapat disembunyikan kali ini. Tanpa menoleh sedikitpun, Kyuhyun akhirnya mengatakan, "jika kalian merasa terganggu, silahkan keluar dari sini. Nikmati kantung tidur kalian, karena aku dan Sungmin akan tidur dikamar kami. Selamat malam."

.

.

.

Kembali saja perasaan Sungmin menjadi aneh seperti ini. Mungkin, pikiran dan urusan hati yang terlalu membelitnya hingga kesehatannya ikut menjadi korban atas semua ini. Seperti yang dijanjikan Kyuhyun kemarin, Sungmin hari ini telah kembali bekerja. Masih dengan posisinya seperti jauh sebelum ia mengenal Kyuhyun secara langsung.

Mungkin saja, beristirahat sejenak dapat membuat energinya kembali. Para karyawan seperti kebiasaan, mereka bekerja sambil bergosip. Sejujurnya, Sungmin juga ingin ikut bergabung tetapi karena keadaan, Sungmin memilih untuk mendengarkan saja. "kau lihat tidak wanita tinggi yang masuk kedalam ruangan presdir? Uuh, aku iri sekali dengan kakinya yang panjang." Siapa lagi orang itu? kembali Sungmin menajamkan pendengaran. "sepertinya sih wajahnya tidak asing. Aku pernah lihat dimana yah?" celuk seorang lagi.

"hmm…. Bukankah itu Seo Joo Hyun?"

"APA?!" teriak Sungmin kaget, hingga seluruh pandangan tertuju padanya. Menggaruk tengkuknya tidak gatal lalu tersenyum canggung. "hehehe, tenang sjaa… hmm itu, aku baru saja menang lotre dan…" pandangan tetap kearahnya. "… sekarang aku harus ketoilet segera."

Sepertinya, Seohyun pantang menyerah sama sekali. Bahkan setelah melihat sedikit salah satu adegan intim mereka, tetapi Seohyun tetap menampakkan batang hidungnya hingga saat ini.

.

.

.

Awalnya, rasa gugup itu kembali saat dimana keluarga Kyuhyun kembali mengundang mereka berdua dalam sebuah makan malam keluarga. Entah siapa saja yang akan terpenting topic malam ini adalah pengakhiran nikah kontak mereka. Dan mungkin saja malam ini juga ia dan Kyuhyun akan berpisah.

Setelah Sungmin dan Kyuhyun sampai, disana telah duduk dengan manis kedua orang tua Kyuhyun dan juga dua orang yang tidak ingin dilihatnya, ikut bergabung disana. Sebenarnya ini ada apa? Kenapa kedua orang itu mesti mendengar dan melihat sebentar eksekusi yang akan didapatnya?

Seolah tidak terjadi apa-apa, umma Kyuhyun memanggil dengan lemah lembut keduanya untuk bergabung bersama. Duduk diantara orang tua Kyuhyun bagai narapidana yang akan dijatuhkan eksekusinya. Tiba-tiba saja, tubuhnya dipenuhi keringat dingin yang membanjirinya. Kyuhyun duduk tepat disampingnya, menggenggam tangannya dengan erat dibawah meja. Berusaha untuk meyakinkan Sungmin bahwa semuanya baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Makan malam kali ini berjalan dengan lancar. Sungmin bagai yang terasingkan, tidak berani untuk mengeluarkan sedikitpun suara. Sedangkan kedua saingannya it uterus saja berceloteh saling berebut untuk memuji nyonya Cho untuk mendapatkan nilai plus agar nyonya Cho semakin menyukai salah satu dari kedua orang itu. "bagaimana dengan kedua orang ini Kyu? Adakah dari salah satunya kau sukai?" tanya nyonya Cho dengan sesekali melirik sinis pada Sungmin yang terus menyendok sup kemulut dengan wajah tertunduk.

"tidak, aku hanya menyukai Sungmin. Apa itu cukup?" sahut Kyuhyun pelan dan dengan nada dingin. Perasaan tidak nyaman langsung dirasakan Sungmin saat tidak ada suara yang terdengar, tetapi pancaran mata yang menusuk padanya.

Karena ketidak nyamanan itu, akhirnya Sungmin meminta untuk kerestroom terdekat dari tempat mereka. Merasa tidak pantas untuk berada ditengah-tengah mereka semua. Awalnya, Kyuhyun menawarkan diri untuk mengantarnya, tetapi untuk saat ini ia ingin sendiri.

Memandangi wajahnya dari pantulan kaca lebar. Menumpukan tubuhnya pada sudut wastafel setelah Sungmin sampai di restroom kosong ini. Kemudian memejamkan matanya sejenak untuk mengumpulkan energinya. Terlalu banyak yang akan menghalangi jalan mereka untuk bersatu. Semua orang berubutan untuk mendapatkan Kyuhyun, tetapi saat ia sendiri telah memenangkan hati lelaki itu, kembali lagi Tuhan ingin mengambilnya lagi darinya. Ini sungguh tidak adil baginya.

Tanpa Sungmin sadari wanita paruh baya masuk dengan langkah anggunnya. Menghampiri Sungmin dengan tatapan membunuhnya. "lepaskan Kyuhyun sekarang atau sesuatu yang tidak kau inginkan akan terjadi."

Barulah Sungmin berbalik kearah sumber suara itu dan langsung terbelalak kaget. Tetapi, Sungmin hanya memandangi nyonya Cho bagai orang yang paling kejam didunia. Diam saja, kemudian air mata telah menumpuk dipelupunk matanya. "bisa kau bayangkan rasanya, jika anak yang kau besarkan dengan kasih sayangmu dan dia tega membohongi orang tuanya karena seorang wanita yang mengaku-ngaku hamil dan membuat suatu kontak konyol seperti ini?"

Sepertinya, nyonya Cho tadi menyimpan seluruh kata-kata ini untuk dirinya saat sendiri. "tinggalkan Kyuhyun dan enyahlah dari hadapan Kyuhyun. Semua orang tidak mengharapkanmu, tidak berguna dan pembohong sepertimu…"

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Lady Prim

.

06 Mei 2013

.

.

Halo, ada yang kangen nggak? -_-

Jelekkah? Ngeboseninkah? Drama banget? Pengen di Stop?

Maafkan saya karena tidak menulis dengan sungguh-sungguh. Lagi seneng-senengnya design kembali. But, dipikiranku terus saja mengingat kalian, karena punya janji untuk update cepat. Tapi, hasilnya gini aja T-T mianhae *bow.

Kayanya sih udah nggak lama lagi akan fin

Kalian ingin HAPPY ENDING atau SAD ENDING? Aku mah terserah kalian.

Typos lagi? maaf yaa.

Bengong mikirin jalan ceritanya, eh malah ketiduran depan laptop. *curhat

Untuk Spring Diamond: thanks untuk masukannya. Tapi, kayanya terlalu rempong untuk ff ini. tapi, terima kasih udah kasih ide :)

Dan terimakasih untuk reviewer yang ingin ff ini berlanjut

Seperti biasa aku orangnya maksa:

LANJUT—KILAT-_- = +40

STOP—DELAY = -35

BIG THANKS FOR:

(reviewer part 10 dan beberapa part sebelumnya)

Aidafuwafuwa, .1, Lida, Minry, Cho Kyuri Mappanyukki, , hae-yha, JewelsStar, Guest, RianaClouds, KimShippo, Park Ha Mi, ChoKyunnie, nahanakyu, guessttttttttttt, tarry24792, key, amelia jillbely, ChoLee, Maximumelf, DraconiSparkyu, KYUMINTS, parkhyun, hamsming, Lee hyun Soo, (6x) nurganevi, , dming, ichaELFs, WineKyuMin137, Neliel Minoru, ChoFanni, won2, miss key, hanamiJOY137, Amokyunnie, , 137137137, Leeeunjae13, triple lee, liaa kyuminelf, adindapranatha, aeyraa kms, , parkhyun, guest, kyumin forever, yeuri, wuhan, KyoKMS26, guest, yesung wife momo, mrscho, lia, Choi yuan, Adekyumin joyer, icaiiank, kinan, NR, nonikyu, Alifia Retno S, sneezesMING, nvmld199, hyukjae lee, Chikyumin, olive1315, BluePink ElfEXOtic, ipa2awesome, kezia, erry kyumin, MinnieGalz, Spring Diamond, arisitae, dirakyu, Iam E.L.F and JOYer, perfvcKYU, I was a Dreamer, coffeewie137, Sung Hye Ah, nyca kyumin137 (10x), LeeMinhyun, Diahdega, kimteechul, kimteechul,

.

.

~See You Next Part~