Beautiful Liar

(New Version)

Chapter 1

.

.

.

Rexqueenie / Kim Iza Yoi

.

.

.

Karekter ini bukan milik saya ... saya pinjam nama-nama karekter di bawah ini :

Cast

(NamJin)

Kim Namjoon

Kim Seokjin

Jung Hoseok / J-Hope

Park Jimin

Kim Taehyung

Min Yoongi / Suga

Jeon JungKook

Lee Jaehwan / Ken (VIXX)

.

.

Rate M

.

.

.

.

Summary:

Hanya mereka yang tau, kunci dibalik sebuah hubungan gelap dan kesetiaan cinta. Namun ketika kebenaran terkuak, hanya takdir yang akan menjawabnya. NAMJIN slight NamHope n KenJin GS for Uke/DLDR.

.

Malam ini sama seperti malam biasanya dimana ada seorang yeolja berparas cantik yang tidak berhenti berkutat dengan urusan masak memasak dan kebersihan di salah satu rumah elit di daerah Gangnam. Ya Yeolja ini pandai dalam mengurus rumah, tidak ada satu hal pun yang luput dari setiap pekerjaannya, mulai dari kebersihan, kerapian, tata letak dan urusan dapur. Apakah kalian pasti berpikir bahwa dia seorang desainer interior ? atau seorang ibu rumah tangga ? sayangnya dia hanyalah seorang maid kepercayaan pemilik rumah ini. Nama Yeolja itu, Kim Seokjin yang biasa di panggil Jin. Semenjak pagi Jin sudah sibuk dengan setiap perkara yang terjadi di rumah ini.

Perlahan dirinya mulai menghela nafas panjang karena masih berkutat dengan masakan yang akan di hidangkan untuk makan malam keluarga ini. Beberapa kali dirinya melirik jam dinding yang bertengger manis di dinding dapur rumah ini. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam seluruh pelayan sudah pulang kembali ke rumah pelayan, hanya dirinya dan pemilik rumah ini yang tinggal di rumah inti. Dia kembali menghela nafas karena memang tidak biasanya tuan pemilik rumah ini belum pulang. Biasanya akan ada keributan kecil pertengkaran antara tuan dan nyonya rumah ini dan Jin sudah hafal dengan kebiasaan itu.

Tapi dibalik semua yang iya ketahui tentang rumah dan keluarga ini, tidak ada seorangpun yang mengetahui rahasia antara dirinya dan Tuan pemilik rumah. Yah, untuk saat ini tidak ada yang tau tentang rahasia cantik yang tersusun rapi bagaikan susunan buku di perpustakaan sekolah sihir Hogwarts. Suatu hubungan antara dirinya dan Tuan besar yang dulunya adalah putra dari Tuan yang sudah memungutnya di jalan.

Sedih dan senang di saat yang bersamaan, sedih karena dirinya tak akan pernah bisa bersama dengan orang yang di cintainya di depan umum, juga kenyataan bahwa Tuan besar yang ia cintai sudah memiliki seorang istri. Senang karena Tuan Besar yang ia cintai lebih mencintai dirinya dibandingkan istrinya sendiri.

Lamunannya dibuyarkan oleh sepasang tangan kekar yang memeluknya dari belakang. Tangan milik sang Tuan Besar yang berusia 2 tahun lebih muda darinya, Kim Namjoon. Tuan Besar sekaligus pemilik rumah ini juga laki-laki yang Jin cintai.

"Tuan Kim, anda baru pulang ?"

"Jinnie, kau minta dihukum ? aku tak ingin mendengar nama Tuan Kim saat kita sedang berduaan" sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Jin dan menenggelamkan kepalanya di perpotongan leher Jin

"tidak biasanya anda pulang selarut ini" sambal menunjukkan Jam dinding yang menunjukkan angka sebelas di jarum pendek dan dua belas untuk jarum panjangnya.

"Aku merindukanmu Jinnie" ucapnya sambil mengendus dan mengecup leher Jin yang putih dan mulus serta yang amat ia rindukan.

"Namjoonie, lepaskan bagaimana kalau nyonya melihat kita. Saya sudah menyiapkan makan malam, sebaiknya anda makan dulu" Jin melepaskan pelukan Namjoon dan segera berlalu menuju meja makan dan menyiapkan makanan untuk tuannya. Namjoon hanya bisa berdecak pelan dan melangkah mendekati Seokjin yang sibuk menyiapkan peralatan makan.

"Istriku. Nyonya Hoseok, tidak akan pulang sampai minggu depan. Dia ada urusan di Paris" Namjoon berjalan mendekati Jin. Dirinya terus berusaha menjauh sampai punggunya menabrak dinding dapur. Namjoon telah siap mengurung Jin dalam kekangannya dan menghampit tubuh sintal Jin.

"Namjoon, berhenti! aku berkeringat dan belum mandi. Kau juga harus mandi, bukan? Kau pasti Lelah. Aku akan siapkan air untukmu" Jin berusaha mencari alasan agar bisa menghindari Namjoon sambil berusaha berlalu meninggalkan dapur.

"Tidak!, aku tidak akan membiarkanmu melarikan diri, Jinnie. Aku sudah mengosongkan jadwalku minggu ini agar bisa berduaan denganmu." Ucap Namjoon sambil menghimpit Jin di dinding dapur lebih ketat.

"Ah.. tidak, Namjoonie.. jangaaaahnan" Jin berusaha mendorong Namjoon yang mulai melumat bibir plum cherry yang sudah lama tidak ia kecup. Namjoon melumatnya kasar seakan besok dia sudah tidak akan menikmatinya lagi. Kecupan-kecupan basah. Sambal kedua tangannya menahan kedua tangan Jin di dinding. Kemudian menurunkan kecupan-kecupannya keleher putih Seokjin dan membekas merah keunguan.

"ah..." Jin berusaha menahan deshannya saat Namjoon mulai meremas kedua gundukan kembar Jin dibalik kemeja seragamnya.

"Jinnie, mohon bantuannya sampai minggu depan oke" bisik Namjoon seduktif tepat ditelinga Jin sebelum menurukkan tanganya untuk menyentuh bagian bawah Jin.

"mhmmm..." dengan sekuat tenaga Jin mendorong Namjoon menjauh. Wajah Namjoon tampak kesal dan meletakkan kedua tangannya mengurung Jin di dalam kungkungannya. Tapi Seokjin tersenyum manis dan menyentuh pipi Namjoon dengan kedua tangannya yang lembut. "Saya tidak ingin anda melewatkan makan malam,Tuan. Saya akan menyiapkan air mandi sementara anda makan." Seokjin memajukan wajahnya ke samping telinga Namjoon dan berbisik "Namjoonie, jadilah anak baik dan nikmati aku sebagai dessert mu, kutunggu di kamar kita" setelah menggoda Namjoon. Seokjin segera mengecup singkat bibir Namjoon dan segera membebaskan diri untuk menyiapkan air mandi Namjoon.

Namjoon yang sempat kesal malah menyeringai dan duduk menikmati makan malam yang sudah di siapkan oleh Jin.

Namjoon telah selesai mandi dan masuk ke dalam kamar "kita" yang tadi telah di sebutkan oleh Jin. dirinya menengok ke dalam dan sepertinya Jin belum datang kemari. Namjoon segera masuk menyalakan Lampu tidur di samping nakas dan menyalakan pendingin ruangan. Kamar ini benar-benar masih rapi walau jarang di gunakan. Kamar yang menjadi saksi bisu rahasia indah yang di sembunyikan Tuan dan pelayannya. Tidak ada seorangpun yang bisa membuka kunci ruangan ini selain Namjoon dan Jin.

Namjoon memutuskan untuk berbaring mengistirahatkan punggungnya. Jin benar, setelah mandi dirinya merasa segar dan lelahnya terasa berkurang apalagi ditambah senyuman manis Jin yang membuatnya tidak sabar memakan dessert nya.

Dia mulai memejamkan mata, berfikir tentang keputusannya selanjutnya. Dia tidak bisa terus-menerus menjadikan Seokjin sebagai simpanannya. Dunia harus tau siapa wanita yang ia cintai.

"Namjoonie jika kau Lelah, sebaiknya kita langsung tidur saja. Ayo pebaiki posisi tidurmu." Suara lembut seokjin dan sentuhan tangan seokjin memaksanya membuka mata. Saat sepasang mata onixnya terbuka. Dirinya melihat Seokjin berada di atasnya sambil mengusap kepalanya. Seokjin terlihat sangat cantik dengan rambut Panjang sepunggung yang di gerai. Biasanya rambut itu akan diikat cepol. Belum lagi Namjoon dapat melihat buah dada Seokjin yang penuh dari balik piaya bergambar alapalca putih.

Namjoon menyeringai menatap wajah Jin, kemudian membalikkan posisi menjadikan dirinya mengurung Jin di antara tubuhnya yang besar.

"Aku masih ingin menikmati dessert yang kau janjikan, Seokjinnie." Setelah mengatakaanya Namjoon mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Seokjin.

Seokjin lalu menyentuh kedua pipi Namjoon saat Namjoon menjaukan wajahnya untuk menatap Jin. "Bagaimana pekerjaan anda hari ini Presdir, sepertinya kau sedang banyak pikiran." Tanya Jin lalu mengecup pipi berdimple Namjoon

"ini lah salah satu alasan mengapa aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Kau selalu peka pada apa yang aku alami." Namjoon menghela nafas lalu menggegam tangan kanan Seokjin yang masih nyaman di pipinya. "Appa Jung, memintaku memberikannya cucu dan kau tau aku tidak mencintai anaknya. Aku mencintaimu Seokjin" ucapnya lirih dan dalam sambil menarik tangan Jin yang digenggamnya dan mengecupnya. "Aku akan mencari cara untuk menceraikan Hoseok, setelah saham perusahan Kim dapatkan kembali. Aku akan menjadikanmu Istriku dan hanya milikku" Seokjin yang mendengar pernyataan Namjoon mencoba mencari kebohongan dalam perkataan itu dari mata Namjoon. Tapi yang ia dapat kan semangat ber api-api Namjoon untuk memilikinya.

Seokjin menarik Namjoon ke pelukannya dan mengelus ringan punggung Namjoon. "Kau ta perlu khawatir. Apapun yang terjadi aku akan selalu ada di sampingmu dan mendukungmu. Aku juga mencintaimu"

Rate 18+ (considerate as a warning)

"So, let me eat my dessert" Ucapan Namjoon langsung memulai aksinya menyamakan wajahnya dengan bagian bawah seokjin. Bahkan seokjin sendiri tidak menyadari bahwa celana piyamanya sudah di tanggalkan Namjoon.

"Kau.. sangat basah Jinnie" lanjut Namjoon sambil menyeringai sambal membuka kaki Seokjin dan menampakkan hole pink milik Jin.

"tu-nggu sejak kapan kau sudah, kyaaa~ Namjoon aahhnnn" sangkal Jin tapi sudah berubah menjadi desahan saat lidah Namjoon sudah bermain menjilat hole Jin yang merekah.

"Namjoon sudah, aku malu.." pinta Jin

"Kau basah Jin" ucap Namjoon takjub sambil menatap hole Jin yang merah dan basah

"tidak, aahhhnn" ucap Jin sambil memalingkan wajahnya saat melihat dia jari Namjoon masuk kedalam hole nya.

Namjoon terus memaju mundurkan dua jarinya sambal sedikit memberi gerakan menggunting. Jangan lupakan lidahnya yang masih mengulum klit seokjin.

"Namjooon, aaaahhhh.. aahhhnnn.."Jin melenguh dan bergetar hebat saat merasakan klimaks nya datang

"Kau sangat berkeringat Jin, dan semuanya lengket" ucap Namjoon lalu melahap hole Jin sambil menggunakan lidahnya dan membersikan cairan yang tumpah. Namjoon kembali melumat hole Jin hingga cairan Jin menjadi seperti benang antara hole Jin dan lidah Namjoon.

"Akuilah Jinnie ku sayang. Kau menikmatinya kan?" seringai Namjoon yang melihat Jin sedang mengatur nafasnya yang terengah engah paska klimaks pertamanya.

Namjoon mensejajarkan wajahnya dengan wajah Jin dan mulai melumat bibir merah Jin tanpa ampun. Jin yang sudah terbuai dengan pesona Namjoon, mulai membuka mulutnya dan membalas ciuman panas Namjoon.

"Nakal..." adu Jin saat Namjoon terus menggigiti bibir bawah Jin dan tangan-tangan Namjoon meremas gundukan kembar milik jin.

"hahahah... kau sudah tau Jinnie.. ini karenamu"

"kapan aku mengajarimu begitu hah?"

"Saat kau mulai mengijinkan aku memelukmu dan bermain dengan tubuh indahmu. Kau tau tubuhmu membuatku kecanduan"

Seokjin mendorong Namjoon berbaring dan mendudukan dirinya diatas Namjoon. Perlahan dirinya membuka satu per satu kancing piyamanya dan menggerakkan dirinya maju mundur diatas milik Namjoon yang semakin mengeras.

"Let me taste you too, daddy"

Seokjin menunduk dan menyatukan Bibir mereka dan saling berbagi rasa dan kerinduan diantara mereka. Menyatukan perasaan yang selama ini mereka tutupi dengan rapi.

"Ah! Mmmmhffmhh" lengung Jin tertahan saat merasakan tangan Namjoon bermain dengan kedua bukit kembar nan besar miliknya sambil memelintir puting tegangnya. Mereka menjauhkan kepala mereka dan menciptakan benang salvia dari lidah basah mereka. Jin hanya mampu menatap sayu Namjoon dengan wajah memerah.

Seokjin telah membuka bathrobe Namjoon dan menampakkan tubuh atletis Namjoon dan milik Namjoon yang sudah berdiri. Jin membuka mulut, menjulurkan lidahnya, dan melahap milik Namjoon. Jin menjilati milik Namjoon dari ujung hingga seluruhnya dilahapnya seperti lolipop.

"Kurasa aku akan sangat berterimakasih pada Hoseok, karena selalu sibuk dengan pekerjaaannya dan butik J-hope nya" ucap Namjoon menikmati hisapan Jin.

"Kenapa bicaramu jahat sekali Namjoonie?, mhhhm!" tanya Jin sambil tetap memuaskan milik Namjoon.

"Sejak awal menikah, kami hanya berhubungan beberapa kali saja. Dan dia selalu minum pil pencegah kehamilan dan memintaku bermain aman. Bagaimana bisa appa Jung meminta cucu. Jika dibandingkan dengan kegiatanku dan dirimu seperti saat ini. Bersamanya aku sama sekali tidak puas"

"Namjoonie dia tetap istrimu dan aku hanya pelayanmu, tidak akan ada yang bisa mengubah hal itu. Dunia kita terlalu berbeda"

"Dan aku mencintai pelayanku lebih dibandingkan istriku, Aku mencintaimu Jinnie melebihi apapun di dunia ini" Namjoon menarik Jin dan kembali mempertemukan bibir meraka.

"Aaahhhan.. aku juga mencintaimu, dan biarkan aku memuaskanmu, daddy" ucap Jin seduktif sambil melebarkan kedua pahanya dan memasukkan milik Namjoon kedalam hole basah miliknya.

"hyaaah!" pekikan Jin saat Namjoon dengan ikut mengentakkan pinggulnya mengimbangi gerakan Seokjin.

"kau bisa merasakannku kan Jinnie? Betapa milikmu menghisap kuat milikku, panas dan basah" Namjoon kembali menggenjotnya kasar hingga mereka sama-sama merasakan klimaks bersamaan.

"Aaagggghhhh...Eggghhh..uuuaaagghhh" lenguh keduanya saat pencapai klimaks bersamaan

"Jinnie, aku belum puas. Ayo menungging lah" perintah Namjoon

Jin menuruti perkataan Namjoon. Dirinya menungging dan menampakkan campuran cairan mereka mengalir dari hole pink seokjin.

Namjoon mulai memajukan milikknya tepat di depan hole Jin yang merekah. Bukannya langsung masuk. Namjoon masih menggoda Seokjin dengan hanya menggeseknya saja.

"Ayo daddy, aku siap di masuki" dengan sekali hentak milik Namjoon kembali masuk dan menghajar hole Jin tanpa ampun. Sampai mereka mencapai puncak kenikmatan.

"Aku bahagia bersamamu Jin, Kau milikku" ucap Namjoon sambil memperbaiki posisinya yang menindih Jin.

Namjoon tersenyum dan memeluk erat Jin, diciumnya kening Jin pipi dan berakhir dibibir Jin. Wajah Jin merona dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Namjoon.

"Terimakasih, tidurlah"

Keduanya tertidur sambil memeluk satu sama lain tanpa menyadari handphone Namjoon yang terus bergetar menandakan adanya panggilan dari istrinya.

TBC

.

Aloha .. aku mengubah cerita ini .. sejujurnya aku ingin mengahirinya dan mempublis remake nya. Tapi aku kehilangan draf ku yang ke-10. Jadi lebih baik kuubah saja dulu. Sungguh diriku merasa tidak puas dengan yang sebelumnya.

Terimakasih buat semua yang review dan membaca BEAUTIFUL LIAR Versi 1. Kali ini semoga kalian menyukai Versi 2

Senang sekali bisa mendapat feedback dari kalian. Oiya, jika kalian susah mengaksess Fanfic aku sudah membuat akun WATTPAD dan story yang ada di sini akan ku upload juga di sana. Link nya ku share di bio Fanfic ku.

Mohon Reviewnya

Salam Namjin Shipper

-Rexaqueenie-