#Tittle:: My Cousin Is My Best Partner Chapter 11
Kim JongIn
Do KyungSoo
Wu YiFan
KaiSoo
KriSoo.
Warn:: TYPO! GS!
Sehari Updet dua kali! Baik khaaaaann ^^.
Maaf buat kai biased yang ku buat pangeran anda menderita.
Dan maaf buat kris biased yang ku nistakan leader tampan kalian. Muehehehe
Shim KyungHee Present
My Cousin Is My Best Partner.
Pernikahan? Kyungsoo dengan Kris? Tidak! Tidak pernah hal itu terbayangkan oleh Jongin. Bukan seperti hal yang diinginkannya, menghamili Kyungsoo dan membiarkan kedua orang tua Kyungsoo mengetahui hubungannya, bahkan memberikan hasil sebuah janin yang tumbuh sehat di dalam rahim Kyungsoo, adalah rencana yang telah Jongin pikirkan dengan masak, agar mereka tak dipisahkan karna adanya anak hasil dari hubungannya.
Tapi kini, Jongin mendengar dengan jelas bahwa Kyungsoo akan dinikahkan oleh lelaki lain. Ck! perkataan Nyonya Do adalah omong kosong bagi Jongin.
Berdiri tanpa melepaskan gengamannya yang semakin merapat, Jongin membawa Kyungsoo bermaksud meninggalkan ketiga pasang mata yang dianggap Jongin musuhnya kali ini.
"berhenti Jongin. Apakah ini yang kau maksud mencintai Kyungsoo. Menghamilinya dan bertanggung jawab hanya dengan mengandalkan kata cintamu huh? Semua orang tidak akan mengerti dengan kata cinta yang kau ucapkan. Dan dengan apa kau bertanggung jawab sementara hidupmu saja kini ditanggung oleh Tuan Do." terdengar suara Kris yang terlihat dewasa.
"maaf Jongin. Tetapi kau harus memilih, lepaskan Kyungsoo atau gugurkan bayi itu." hanya bisa menangis yang Kyungsoo lakukan saat mendengar kata-kata ibunya.
"dua pilihan bodoh yang jelas tidak akan aku lakukan."
Kembali melangkah dengan langkah lebarnya bersama genggaman tangan Kyungsoo ditelapaknya.
My Cousin Is My Best Partner -KaiSoo-
"Jongin ini sakit." ucap Kyungsoo dengan suara yang tak terdengar lembut lagi karna terganggunya pita suara akibat tangisan terus menerus yang dilakukannya. Jongin
menyentuh pergelangan tangan kurus dan ramping milik Kyungsoo yang dihiasi memar kebiruan pada kulit putihnya karna cengkraman tangan Jongin tadi. Mengelus luka itu dengan pelan dan hati-hati seakan itu adalah maneukin terbuat dari krystal indah yang rapuh.
"maafkan aku. Aku menyakiti lenganmu." lirih Jongin
"kau patahkan lenganku atau kau ambil jantungku tak akan ku permasalahkan. Tapi tidak jika kau menyakiti hatiku dengan melepaskanku atau membiarkan bayi ini pergi dari hidupku,, hidup kita." Kembali jatuhnya butir bening yang sempat terhenti dari mata Kyungsoo.
"kau tahu bahwa itu tidak akan terjadi!" menghapus airmata Kyungsoo dan mencium kedua kelopak mata yang refleks terpejam dengan sendirinya.
"ikut aku. Aku rasa ada seorang yang bisa membatu kita" ucap Jongin yang disambut dengan pertanyaan di wajah Kyungsoo walau tak dikeluarkannya.
Berada disebuah bus antar provinsi yang akan membawanya pada tempat tujuan mereka. Kyungsoo bersandar di bahu kanan Jongin dengan mata terpejam, tidak tidur tapi mengulang tingkah konyol, perbuatan baik, ataupun moment manis yang pernah tercipta dengan Jongin. Memilih cara itu untuk menenangkan pikirannya sesaat.
Flashback.. (sebelum mereka pacaran tetapi sudah menjadi partner ranjang)
"Aaahhh kau kalah Jongin~ cepat lakukan hukuman dariku. Kau harus berpura-pura kenal dengan.. Ahh annio, kau harus berpura-pura bahwa kau adalah pacar dari yeoja itu. Dan makan makanan yang yeoja itu pesan." tunjuk Kyungsoo pada sebuah meja terisi beberapa macam makanan yang dikelilingi empat orang yeoja, dan menjelaskan apa yang harus dilakukan Jongin sebagai hukuman atas kekalahannya bermain sebuah game digame center yang terletak di lantai tiga Mall itu.
"tapi dia tidak sendiri Kyungie, itu ramai. Kau benar-benar ingin mempermalukanku huh?"mencoba memberi pengertian agar Kyungsoo membatalkan atau setidaknya mengganti hukumannya.
"benar! Aku ingin mempermalukanmu! Karna itu sekarang cepat lakukan atauuu~" tergantungnya ucapan Kyungsoo membuat Jongin memicingkan matanya.
"atau apa?"
"atau... Kau tidak akan merasakan lembutnya kulit polosku menempempel di kulit Cokelatmu ini selama dua bulan." seringai Kyungsoo
"arghh Damn! Kau menyebalkan Do Kyungsoo. Baik, akan kulakukan." Jongin menyerah akan gertakan Kyungsoo yang sebenarnya hanyalah tipu muslihat Kyungsoo. Ck! Mana mungkin ia menyianyiakan atau mengabaikan sentuhan tubuh Jongin selama dua bulan.
Jongin berjalan kearah yeoja-yeoja cantik, walau tak secantik sepupunya yang mempunyai mata bulat nanindah. Merilekskan tubuhnya sebelum menjalankan aksi konyolnya.
"anyeong Chagiiii~~. Maafkan aku telah membuatmu menunggu lama." keempat wanita itu terkejut dengan kedatangan heboh Jongin yang tiba tiba, terlebih salah satu wanita berkacamata minus yang disapa Jongin. Tanpa memberi kesempatan untuk memberikan waktu yeoja-yeoja itu berbicara menanyakan siapa dirinya, Jongin kembali melancarkan aksinya.
"ahhh kau sampai sudah memesan makanan segini banyaknya saat menungguku. Ckck baik sekali kau itu chagi. Baiklah akan ku makan ini semua agar kau senang." mengambil beberapa makanan dan dimasukannya sekaligus kedalam mulutnya. Membuat mulutnya penuh dengan pipi yang menggembung.
"ahh inyi shangathhh enyuak hahgi. Khau pintah memihih mahanan." ayolah Jongin. Jika seseorang disekolahmu melihat wajah burukmu saat ini pasti kau membantah bahwa itu seorang 'Kai' yang terkenal dengan dinginnya yang melebihi es di kutub utara, terkecuali Kyungsoo tentunya. Yeoja cantik bertubuh mungil yang terbalut dengan mini dress baby blue dengan corak bunga dibagian bawahnya, yang sedang terbahak dengan tangan kanan yang sibuk menutupi bagian keluarnya suara tawa geli itu dan rambut panjang curly miliknya yang terjatuh kedepan saat menundukan dirinya tak kuat melihat kelakuan partnernya.
"henapha khau idak makhan hagi? Inhi makhanlah." Jongin masih sibuk memakan apapun dihadapkannya,menyodorkan satu potong paha ayam goreng tepat di wajah yeoja yang dia panggil 'chagi'.
Brakkkk
"Yaaaakkk! Apa kau gila hah?! Siapa kau! Datang dan memanggilku kekasihmu! Memakan makanan yang bukan punyamu! Menyodorkan makanan yang telah kau makan! Dan mengenai lenganku dengan makanan menjijikan yang ada di mulutmu! Kau cari mati hahhh!" sembur yeoja itu, jengah akan kelakuan abnormal Jongin. Dan baru kali ini Jongin menyadari seramnya wanita saat dalam kemarahan memuncak, dan harus ia akui bahwa dia mulai takut.
"mii.. Miann.." mengambil jalan seribu langkah bersama Kyungsoo yang ia tarik ikut berlari menjauhi empat orang yeoja yang tengah mengeluarkan sumpah serapah dengan teriakan cempreng mereka.
"buahahahaha ahahaha ahahahaha~kau..kauu.. Ahahaha" sibuk tertawa karna saking gelinya Kyungsoo melupakan nafas yang seharusnya terengah seperti dengan halnya Jongin yang kini mengatur nafasnya dan membungkukkan tubuhnya dengan kedua tangan pada lututnya untuk dijadikan penopang.
"puas kau!? jika kau tak menghentikan tawa mengesalkanmu itu, aku akan meninggalkanmu disini." ucapan Jongin tak kunjung membuat Kyungsoo terdiam dan meninggalkan tawanya.
"hahaha yaahhh yahhh Jongin ahh tungguu~~ arraseo arraseo aku berhenti. Tapi jangan tinggalkan aku." kejar Kyungsoo pada Jongin yang telah meninggalkan beberapa langkah didepannya.
"dan tidak membahas hal itu!" tambah Jongin dan menatap Kyungsoo. Menganggukan wajah kecilnya dan memberikan tanda v pada jari telunjuk dan tengahnya serta ditambah senyuman manis yang berasal dari bibir plum pink itu.
"aku lapaar~ kita makan dulu bagaimana?aku ingin makan wafel di cafe itu" rajuk Kyungsoo manja yang hanya ditunjukan pada Jongin dan kedua orang tuanya.
"haahhh.. Kau menyebalkan. Ayoo jelekk"
"yakkk ini bau Jongin. Lepaskann aku bisa jalan sendiri.. Aahh Jongiiinn~~" rengek Kyungsoo,meronta mencoba melepaskan dekapan lengan Jongin yang menjepit kepalanya.
At 'W' Cafe'
"cobalah dulu Jongin ini enak. Kau pasti menyukainya." menyelipkan dengan paksa wafel strawberry yang dipesannya pada belah bibir Jongin yang diterima dan dikunyah dengan paksa.
"enak bukan?" Tanya Kyungsoo dengan mata berbinar menunggu jawaban dari Jongin.
"tentuuuu ini enak. Huummm~" sambut Kyungsoo antusias saat melihat Jongin menjawab dengan anggukan kecil.
"ahhh Jongin ah~ tampan! Tampan sekali dia.." heboh Kyungsoo saat melihat seorang lelaki yang tengah bersenda gurau dengan beberapa temannya. Kemeja putih dengan satu kancing teratas dibukanya, dengan bawahan celana bahan hitam dan sepatu kulit cokelat tua, sedangkan jas hitam terlihat tersampir di lengan Kursi yang diduduki. Membuat Kyungsoo terkagum dengan penampilan si namja tampan berkulit putih cerah.
"pendek dan tidak seksi. Masih lebih tampan diriku." komentar Jongin setelah melihat dan memperhatikan lelaki yang sedikit membuatnya kesal atau, cemburu mungkin.
"ck! Kau itu. Dia sangat tampan! Dan seny.." kalimat Kyungsoo terpotong dengan sendrinya saat melihat bahwa lelaki tampan itu bertemu pandang dengan Kyungsoo. Memberikan senyum angelic, sehingga membuat Kyungsoo ikut tersenyum, senyum lima jari terbaik miliknya.
"dia senyum ddiaaa senyum padaku Jonginahh~ kyaaa" heboh Kyungsoo dengan rona merah dipipi chubynya. Kembali terdiam. Mencoba untuk memperlihatkan keanggunan seorang wanita saat mata coklat lelaki itu kembali memperhatikan Kyungsoo. Tingkah Kyungsoo membuat Jongin memutar kedua bola matanya jengah.
Kyungsoo Mendekatkan gelas yang terisi banana milk shake pesanannya, mengambil sedotan bergaya spirall berwana yellow soft tanpa memutuskan tatapannya yang beradu pandang dengan pria itu. Bermaksud menyedot minuman dengan sedotan itu, mengarahkannya pada sebuah lubang yang ada diwajahnya.
Sleb...
Salah!sedotan itu salah memasuki lubang yang seharusnya.
"buahahahahahahaha... Yakkk apa yang kau lakukan kyungsooooo! Ahaha kau belajar meminum dengan lubang hidungmu huh? Memang ada apa dengan mulutmu?"entah apa yang Kyungsoo pikirkan sehingga salah menempatkan sedotan itu dilubang hidungnya.
"kyaa ahhhh kenapa masuk hidungku~" histeris Kyungsoo. Menolehkan pandangannya pada asal suara tawa beberapa namja.
'hueeehh eomma aku maluu~' ucap kyungsoo dalam hati saat mengetahui bahwa lelaki tampan itu bersama teman-temannya yang menertawakan kekonyolannya.
Berlari keluar cafe dengan wajah merah padam karna malu yang tak tertahankan. Jongin mengejar Kyungsoo dengan tawa yang masih sesekali ia keluarkan, setelah meninggalkan beberapa lembar won dimeja itu.
Flashback End.
My Cousin Is My Best Partner-KaiSoo-
Menangis. Kyungsoo menangis saat mengingat waktu lampau yang telah ia lalui bersama Jongin. Terus menetes airmatanya dari mata bulat yang masih terpejam. Tak akan ia relakan sedikitpun jika rusaknya memory bersama Jongin di dalam ingatannya.
Jongin tersadar merasakan bahunya basah akan rembesan air mata Kyungsoo dibajunya.
TBC..
3/4 Chap lagi End!
1. Siapakah yang dimaksud seorang penolong yang di bilang Jongin?
2. Kuatkah Jongin mempertahankan Kyungsoo dan baby agar tetap disampingnya.?
3. Mau NC?
4. KrisTao or RisLay buat couple pendukung(?)
Clo mu tau n mau semi nc/nc Review!
Clo susah Review diffn bisa Review lewat twitt ku KyungHeeShim atau Di Line_Shim KyungHee.
Jika masih saja ada alasan tidak mereview, berarti anda memang tidak punya niat menghargai karya seseorang.
Dan maafkan akuuu yang g bisa ngetikk panjuang..eotte? T.T
Big Thanks to::
dokyungsoo21/Kaisoo Fujoshi SNH/regitata/Oh Hannie/Milky Andromeda/Hisayuchi /hyunie Kyungie/BBCnindy/kaisoo's child/shim yeonhae/Mrs. Lee Hyukjae/BrightMiracle/asoyasrii/Alychan/Kim leera/ IrmLovEXO/ kaisooshiper/ unyu kyungie/ kyungie jae/ zumkyu28/ DIAH DEGA/ XiauLu BlackPearl/ Yu-ie Chan/ pinzame/ vanessa song/ yesung wife momo/ choi silvi/ kaisoo1214/ BloodAAB/Sexy Rose/ Dhilla 1412/ lee min ji elf/ love jongin/ KaiLuFan/ Firdaf/ Domi12/Kaleng terbang/Step Name/JY/mitchihyun/sonexoticshawol/PriidSteLL/Love Sehun.
Bye bye! :*
