Title : (Bad) Blood #10 [(Second) Problem?]

authornim : innochanuw

disc : warn!boyxboy! boyslove! violet-word-and-action? Fantasy! Drama?! Rate-up?! –plis the plot is mine, the characters are belongs to their family and agency. DON'T LIKE DON'T READ~!

Cast : all ikon's members pair: full of YunChan, JINHYEONG AGAIN!WARN!

.

.

.

Yunhyeong tidak tau mau merespon apa begitu menolehkan kepala dan melihat Jinhwan dengan tatapan berapi-api bersama sapu ajaibnya di depan pintu kamar.

Apalagi Chanwoo, sudah posisinya yang benar-benar tidak bisa dipahami dengan akal sehat dan sekarang hatinya sudah 'penuh' dengan aura Jinhwan yang benar-benar menusuk.

Duh, kenapa Jinhwan hyung harus muncul sih?

"Eh?"

"Eh Ah Oh Eh! Memangnya lagu Twice?! Kalian ya!" Sapu ajaibnya nyaris saja melayang tapi tangannya lebih cepat untuk memijat dahinya yang berdenyut. "Aigo...anak-anakku sekarang..."

Yunhyeong buru-buru turun dari atas tubuh Chanwoo, merasa kalau inti masalah berasal dari sana dan langsung duduk manis di tepi ranjang.

"Memangnya ada apa sih hyung? Ada yang salah?"

"Tentu saja salah!" Chanwoo langsung ikut bangun dan duduk di sebelah Yunhyeong dengan tampang anjing memelas.

"Astaga Song Yunhyeong...kau sudah lebih dewasa darinya! Jangan nodai kepolosan Jung Chanwoo! Dan kau lagi!"Jinhwan melotot galak ke arah Chanwoo yang (sok) merasa bersalah dengan menundukkan wajahnya (meskipun yah dia tau posisinya tadi sangat berbahaya dan sebuah kesalahan). "Ingat Jung! Kau sudah ada calon! Zeay menunggumu di rumah dan aku tidak mau tau kalau sampai ada mayat rubah dengan bekas cakaran serigala!"

"Hah?" Kali ini Yunhyeong yang menaikkan nada suaranya (dengan kondisi yang sama sekali tak tepat). "Chanwoo sekecil ini sudah ada calon? Chanwoo yang polos ini sudah ada calon? Jung Chanwoo yang bahkan belum lulus SMP ini sudah ada calon?! Melangkahiku?!"

Kata 'calon' sangat asing digunakan dalam kamus 'per-serigala-an' memang, mereka biasa menggunakan kata 'pejantan' atau 'betina' untuk pasangan masing-masih tapi itu pastinya sangat ambigu untuk dibahas dalam forum 'pecinta werewolf' yang berisi manusia awam semua. Dan seseorang yang dikatakan sudah punya 'pasangan hidup' dipastikan akan benar-benar sehidup semati, tak memandang usia untuk melakukan 'perjodohan kehendak alam' tersebut meskipun usianya masih terbilang belia berarti dia sudah dianggap dewasa dan bukan main-main semata (karena tidak ada kata pacaran, mantan, atau baru pacaran di dalam kamus mereka yeah).

Jadi mau tak mau Yunhyeong dibuat terkejut juga. Selain karena umur dan aku dilangkahi oleh seorang anak kecil tapi...Gila, dia benar-benar sudah punya betinanya sendiri?! Chanwoo yang keliatan cengengesan dan suka main begin tinggal tunggu mendapat kartu identitas dan melewati coming age akan langsung menikahi?!

"Aduh hyung! Sudah kubilang jangan dibahas, ini nanti jadi ru-"

"Oh, jadi benar kau berniat untuk betray dari Zeay sampai tak mau mengakuinya? Baik baik aku akan menghubungi dia sekarang biar kau tau rasanya dicabik-cabik!"

Yunhyeong baru saja mau bertanya dalam rangka benda-apa-yang-akan-digunakan-Jinhwan-untuk-menghubungi-seseorang-di-antah-berantah namun Chanwoo lebih cepat untuk bergerak.

"Hush! Sana pergi hyung! Ada hal penting yang mau ditanyakan dan nanti aku akan menjelaskan alasannya kenapa!"

"E-eh!" Sekarang pemuda Song ini yang panik. "Jangan ceritakan semuanya! Haduh!"

.

.

.

"Hoi, Jung Chanwoo."

Demi apapun Yunhyeong girang sekali berhasil mendengarkan suaranya sendiri setelah keheningan entah untuk beberapa menit (well, dia baru sadar kalau tindakkannya tadi ternyata kelewatan dan tidak sedap dipandang dan baru merasakan malu sekarang hm..)

Tapi sialnya, lawan bicaranya memberikan respon tak enak.

Chanwoo menoleh tak suka ke arah si lebih tua (cukup mengejutkan memang karena tampangnya anak baik sekali tapi masa bodoh lah). "Apa? Hyung mau bertanya lagi apa benar aku sudah punya calon?"

Si anak sialan ini...

"Ya, tentu saja," senyum Yunhyeong terpaksa, ia yang sedang bersender di dinding langsung menyembunyikan kepala tangannya yang bisa melayang kapan saja. "Yang kita bahas ini adalah kamu, lebih penting dan gawat darurat sekali. Tidakkah kamu tau kalau proses setelah kalian baru dijodohkan belum tunangan tapi dempet sekali seperti sudah tunangan itu imprint lalu knotting dan dua hal itu bukan perkara biasa? Jadi cepat ceritakan detail karena...Wow? Kau yang begini sudah punya calon?"

Pemuda Jung itu menghela nafas berat dan menjatuhkan diri ke atas ranjang (pegal juga ternyata bertingkah sok-sokkan keren menanggapi 'aksi' gila tadi adalah hal biasa).

Selain karena aksi sok kerennya, bergulat dengan Jinhwan yang malam ini entah mengapa lincah sekali ternyata menguras tenang juga, rasanya ia ingin langsung tidu dan bangun coretcantikcoret tampan keesokkan paginya.

Tapi pasti Yunhyeong tidak akan membiarkannya. Kalau perlu sampai merengek dan menindih tubuhnya seperti tadi.

Duh, Chanwoo jadi ingat lagi kan. Doakan saja otaknya tak tercemari dan wajahnya tak berubah warna sampai ke telinga.

"Begini-begini kan aku masih manusia serigala hyung..." jawab Chanwoo dengan suara yang agak terendam bantal. "Cari calon sih pasti sudah ada, dari kecil, entah pernikahan resminya ada atau tidak karena tidak perlu juga. Aku juga bingung kenapa bisa secepa-"

"Itu karena kau tinggal bersama vampire dan 5 makhluk aneh lainnya yang kelebihan hormon makanya kau dewasa sebelum waktunya, " potong pemuda Song tersebut cepat. Kalau dipikir-pikir dia terlihat seperti ibu dari sebuah keluarga serigala yang baru saja mendengar anak serigalanya diskors hanya karena menjilat teman non-serigalanya yang dikira lollipop. "Kau juga sudah membuat daerah teritorialmu sendiri, geurochi? Aih~bahkan aku menyangsikan penciuman dan pengelihatanku sendiri kalau kau sudah besar, baik umur ataupun posisimu di klan. Membangun teritorial sendiri dengan alasan atau untuk apapun itu sudah petanda kede-"

"A-aniyo," tandas Chanwoo gugup, semuanya sudah tercetak jelas di telinganya yang agak meruncing dan berubah warna. Kelewat...malu? "Itu hanya daerah teritorial untuk anggotaku atau anak asuhku agar mereka tak dalam bahaya kok."

"Tidak semua orang bisa membuat teritorialnya sendiri, daerah teritorial tidak semudah itu dibuat, daerah teritorial hanya bisa dibangun satu orang –kecuali kau sudah punya istri beserta anak bung, kau bisa menyuruh mereka ikut membantu meskipun itu tabu– dan tidak mungkin ada yang mempunyai daerah teritorial dua sekalipun dia seorang pemimpin alpha terkuat –seperti ayahmu mungkin," sahut Yunhyeong dengan ekspresi yang sangat serius. "Tidak mungkin bukan kau membiarkan Zeay-mu dan anak-anak kalian tinggal di satu daerah yang sama dengan orang-orang yang kau bilang anggotamu?"

"Lalu dimana anggota klanmu? Maksudku benar-benar klan, keluarga lengkap bukan tim rekruit boleh kau temukan atau tolong dan sudah dianggap saudara sendiri. Yah karena ayahmu adalah salah satu alpha paling berpengaruh disini kalian pasti akan sering bertemu atau mereka berkunjung bukan? Kau bukan mantan cassanova yang baru sadar, bangkit dan membangun klan sendiri untuk tempat perlindungan yang lemah kan?"

"Tentu saja tidak!" jawab pemuda kelebihan kalsium ini dengan suara yang keras dan lantang. Yunhyeong jadi dibuat geli sendiri melihatnya. "Baiklah baik aku mengaku! Bagaimana kau bisa tau sebanyak ini hyung? Bahkan aku tidak pernah membahas keluargaku dan kau tau posisi kami! Ya, aku sudah menjadi alpha di usia belia, oke dewasa sebelum waktunya? Atau memiliki sikap dewasa? Aku tidak peduli tapi jangan laporkan pada siapapun!" Ketimbang terdengar seperti ancaman, itu seperti ucapan 'awas loh kalau kamu begitu lagi, kuadukan pada ayahku. Ayahku polisi!' dari bocah SD ingusan yang mengatakannya saat menangis tersedu-sedu.

"Kakakku memisahkan diri dari keluarga dan membangun daerah teritorial yang sangat jauh dari sini maupu korea agar kita tidak melawan satu sama lain. Klan asliku sendiri masih ada hanya saja mereka semua di Korea..." tiba-tiba volume keras yang keluar dari bibir kecil Jung Chanwoo berubah mengecil.

"Lalu dimana Zeay sendiri?"

"Diasingkan, bukan sepertiku tentunya karena memang aku tinggal disini untuk mempersiapkan diri jadi pemimpin keluarga. Zeay bersama keluargaku, menunggu di Se-"

"Wah! Kalau begitu kita harus cepat-cepat kembali!" seru Yunhyeong kelewat girang, tentu saja rasa malu dan kesalnya sudah menguap begitu saja, terlihat dari ranjang mereka berdua mulai berdecit sana-sini akibat lompatan girangnya. "Bukankah tidak baik jika meninggalkan mempelai wanita dalam waktu yang lama? Karena setauku harusnya kalian cepat-cepat 'diikat'..."

"Kita memang sudah kok hanya saja-"

"Apa?" Demi kolor ijo Kim Jiwon! Chanwoo ingin sekali menarik kata-katanya saat ini juga dan menyumpalnya ke dalam mulut histeris berlebihan Song Yunhyeong! "Kalian sudah? Astaga! Imprint? Ya Tuhan! Kenapa kau masih ada disini huh?! Dan tidak bilang daritadi?!" tanyanya antara terkejut dan juga menggebu-gebu. Mengetahui fakta bahwa Chanwoo bukan single jomblo naas sudah mengejutkan dan sekarang dia sudah 'beristri'! Bahkan guru kolot di sekolahnya masih ada yang belum menikah!

Chanwoo berubah posisinya, yang tadinya tengkurap menyenangkan menjadi telentang dengan bibir cemberut. "Untuk apa aku memberi tau kan? Tidak ada untungnya selain mendengar jeritanmu hyung, lagipula omonganku kan selalu dipotong karena ada rubah yang secara tidak langsung menyatakan perasaannya saat ini pada orang yang salah dengan gaya yang ambigu sekali."

"A-aku...tidak! Tidak ada hubungannya sama sekali dan kalian sudah terikat sebelum aku datang pastinya!" jerit Yunhyeong kali ini, ia merasakan bahwa jantungnya kembali berpacu seperti maraton –hal yang tidak ia alami saat dipiting atau diobati Donghyuk, berdekatan sampai terhimpit oleh duo Kim menyebalkan lalu ditolong oleh mereka, diobati Jiwon –kejadian lama sekali, sikap perhatian dari Jinhwan, atau saat dia dilindungi oleh Chanwoo dengan kawanannya.

Ini dia. Ini dia masalahnya. Saat berada di atas tubuh Chanwoo dalam jarak yang amat sangat dekat –sama seperti saat dia dan...ah sudahlah–, Yunhyeong tidak merasakan apapun selain aneh lalu berubah menjadi jijik, terutama saat melihat wajah si alpha kecil ini yang siap untuk muntah –yang sialnya mirip sekali dengan wajahmiliknya.

Bagaimana bisa hal ini terjadi? Apakah ada teori ilmiahnya? Yang bisa diterima logika...

"Dapat dipastikan kau sedang jatuh cinta hyung," simpul Chanwoo final yang dibalas oleh pekikkan nyaring oleh sang korban.

"Yang kita bahas adalah kau sekarang bukan aku! Aigo...benar-benar...bagaimana Zeay melepaskanmu begitu saja? Dia tidak sedang mengandung bukan? Atau kalian sudah punya anak? Tapi kalian belum...lord! kalian baru jadi pasangan suami istri tapi belum berpesta ria bukan?"

Chanwoo memutar kedua bola matanya malas. Bahkan saat Junhoe dan kawan-kawan tidak dia 'undang', mereka tidak seterkejut atau senorak ini. Boleh saja Yunhyeong terlihat genius dan 'menelanjangi' bangsa serigala sendiri dengan otak genius dan informasi-informasi yng seharusnya masih secret dari buku-semi-fantasy-yang-sialnya-benar sebagai jendela dunianya tapi kalau tidak diimbangi dengan akal sehat sih...sama saja.

"Ayolah hyung, berhentilah mengalihkan topik pembicaraan. Semua tentangku sudah selesai, tamat. Aku belum punya anak atau Zeay tidak sedang mengandung, bahkan kita bertemu hanya untuk melindungi daerah teritorial klanku kalau sedang diserang. Yah benar, sudah menikah tapi bahasa manusianya belum ada pesta yang dianggap 'belum lengkap dan tidak asik' otomatis belum ada knotting. Dan terakhir kami masih muda jadi apa yang diharapkan? Mengikat erat-erat pasangan masing-masing? Bahkan aku yakin Zeay sudah tau tentangmu hyung," kerlingnya yang diakhiri dengan suara tawa jahat penyiksa batin.

Bagaimana kalau yang dikatakan Jinhwan hyung benar kalau aku bisa dicincang atau ditemukan tak bernyawa dalam keadaan naas atau konyol hanya karena mendekati milik orang? Aku tidak mau mati dalam keadaan belum menikah, punya anak, jomblo, apalagi di dunia antah berantah begini!

"Jadi jika ditarik garis besarnya, kau naksir Jun. Tidak bisa dibantah atau ditolak, ini bukan hipotesis lagi tapi sudah diuji cobakan dan terbuk-"

"Apa masih ada hal yang begitu menarik untuk dibahas saat pukul 3 pagi?"

Bak suara dari guru kesiswaan yang terdengar tanpa nada tapi berhasil membungkam mulut-mulut bebek milik siswa-siswi yang berjumlah berkali-kali lipat darinya, itulah posisi Jun sekarang.

Ah, Yunhyeong jadi bingung mau sok jaim atau langsung mengucapkan salam sambil membungkukkan badan –seperti kebiasaan saat terjadi hal awkward seperti ini dipergoki (lagi) oleh Jun yang berumur lebih kecil darinya tapi tampak lebih menyeramkan daripada guru kesiswaan yang kumis dan jangkutnya saja yang bisa dikenali.

Chanwoo sudah mengulas senyum kaku dan melirik-lirik ke arah kembarannya, memberi kode maksudnya tapi tampaknya Yunhyeong tak mengerti. Melirik ke arah Chanwoo saja tidak meskipun pemuda itu jelas-jelas di depannya karena si Song ini sudah memperhatikan Jun dengan ekspresi tercenga.

Lebih tepatnya terhipnotis dan Chanwoo hanya menghela nafas berat.

Apa bagusnya seorang Jun pula?

Tatapan tajam Jun yang pada awalnya lurus ke arah dinding bergerak untuk menusuk pandangan Chanwoo lalu Yunhyeong, kali ini lama sekali.

"Song Yunhyeong, ikut aku. Kau dalam masalah."

Wow.

Disaat-saat gentir begini yang biasa ia gunakan untuk menjerit meminta pertolongan dan doa dari dewa Fortuna (karena untuk pertama kalinya dia terkena masalah dan mendapatkan hukuman!), kali ini justru Yunhyeong berharap akan terus kena masalah kalau 'guru kesiswaannya' adalah seorang Jun (meskipun guru olahraga lebih cocok untuk ukuran tubuhnya).

Chanwoo salah, Yunhyeong tidak sedang jatuh cinta tapi sudah gila. Love blind.

.

.

.

Beberapa hari sebelum dia terdampar di hutan antah berantah ini ada sebuah tren yang norak sekali.

Yunhyeong tidak tertarik pada media sosial, ponsel, komputer, ataupun internet tapi banyak sekali teman sekelasnya yang membicarakan tren yang beredar di salah satu media sosial,

'Pap pegangan tangan dong, kamunya yang foto dan orang yang digandeng ada di depan'

Apa-apaan itu? Norak sekali seperti tidak pernah bergandengan tangan saja, begitu pikir pemuda Song ini. Belum lagi kalau yang belum punya pacar sepertinya, mau menyewa pacar begitu?

Tapi begitu melihat bahu lebar Jun di depannya, Yunhyeong jadi penasaran bagaimana rasanya.

Kenapa tidak bergandengan tangan? Tega membiarkanku kebingungan untuk menjaga jalan tetap stabil begini?

"Masih jauh? Berapa lama lagi menyiksaku? Jadi ini hukumannya?"

Ya, mereka sudah berjalan cukup jauh dan lama, semakin memasuki hutan. Entah apa tujuannya, mungkin nanti tiba-tiba Jun menyerangnya dan kalimat 'aku ingin mengujimu, sudah sejauh mana kemampuanmu' digunakannya saat pemuda Song ini tak bisa mengelak serangan tetapi terus mengoceh.

Katakan saja Yunhyeong tak tau sopan santun. Ia tidak peduli. Sepertinya jiwa 'hewani' dari setengah rubahnya sudah mendalaminya dengan baik.

Kalau begini kejadiannya, lebih baik disuruh lari keliling lapangan 5 kali daripada digantung tidak jelas oleh bocah vampir labil yang pemberi harapan pal-

"Hmmmpff!" Demi apapun yang ada di dunia ini, Yunhyeong rasanya ingin langsung berteriak saja saat kedua bahunya didorong kuat hingga bagian belakang kepalanya terantuk pohon besar. Saat ia hendak mengaduh kesakitan (sekaligus mengambil posisi kuda-kuda kalau ada serangan yang membuat Jun se-kasar ini) bukannya serangan fisik yang ia terima melainkan serangan batin dan mental.

Jun baru saja menciumnnya lagi! Di malam-menjelang-pagi! Di tengah hutan!

Jun sudah memejamkan matanya, tangan kirinya menahan kepalanya untuk terus mendongak, sementara tangannya yang lain semakin menekan tengkuk pemuda Song tersebut namun Yunhyeong tak sedikitpun memberi respon berarti. Antara bingung, heran, dan terkejut.

Kenapa berbeda sekali dengan yang pertama? Bu-bukan soal perasaan menggebu-gebu seekor 'rubah' pada masa perkawinan seperti pertama kali hanya saja...seperti dipaksakan, kasar, penuh emosi, teka-

"Akh!" Jun menggeram marah dan menekan rahang Yunhyeong saat pemuda tersebut tak kunjung membuka bibir manisnya melainkan hanya terus meringis.

"Song Yunhyeong, kuperintahkan kau untuk-"

Buak!

Song Yunhyeong masih sama seperti dulu, tak pernah dan tak suka melakukan tindakkan kekerasan mau seberapa terdesaknya keadaan atau berapa lamanya ia tinggal disini sebagai 'hewan' karena kekerasakan memang tak pernah menyelesaikan masalah selain membuatnya semakin buruk tapi baru kali ini ia berbangga hati saat berhasil 'menolak' orang kurang-ajar-yang-bisa-bisanya-membuat-jantungmu-meledak terutama itu seorang Jun dengan cara terkeren layak pemain laga, menendang dadanya sekuat tenaga.

Mungkin kakaknya pasti standing applause kalau tau adiknya ini sudah mulai kembali mewarisi sifat 'preman'nya.

"Apa? Kau mau memerintahkan apa, baji-argh!" Yah, Song Yunhyeong tetaplah Song Yunhyeong yang selembut kapas. Image baik-baiknya tidak akan semudah itu lepas begitu saja (yang sudah ia jaga hampir 2 tahun) sampai bibirnya bisa sesuka hati melempar umpatan selain kata 'sialan' lagi.

Jun hanya mengumbar senyum miring seraya mengusap bibirnya yang agak basah sambil memperhatikan pemuda yang lebih tua darinya itu menginjak-injak tanah dengan kesal seraya menarik-narik rambut coklat agak ikalnya.

"Wow, kupikir rasa cherry di bibirmu saat ciuman kemarin hanya ilusi semata karena terbawa angin, ternyata bukan ya."

"Apa?!" Yunhyeong tidak salah dengar kan? Apa bocah vampir yang berumur sebiji jagung ini baru saja menggodanya?! Menggoda dirinya yang notabene seorang laki-laki dan dianggap terpandang di sekolah?!

Hanya tinggal satu langkah lebar lagi pemuda manis ini sudah berada di depan Jun, bersiap untuk menyerang saat Jun sudah terlebih dahulu merengsak ke depan dengan kecepatan yang tak bisa dilihat mata (ewh ia dan kekuatan vampirenya tentu saja).

"Aku ingin mengujimu," tuh kan apa yang sudah kubilang. "Serang aku, kalau aku berhasil terlebih dahulu untuk merengsak maju di hadapanmu aku akan mencium-..."

Heeeh? Cium lagi? Apa ada yang salah dengan otaknya? Vampire memang pervert tapi kenapa tiba-tiba begini?! Bulan purnama bahkan baru saja terle-

Jangan-jangan dia menggila saat bulan pertama waktu first kiss dan setelah bulan pertama yaitu sekarang?ya ya ya bisa jadi, alasan logis kenapa dia menciumku waktu itu dan sekarang. Tapi kenapa harus cium?! Dan aku jadi ingat kejadian yang ingin kulupakan itu! argh!

Sungguh, Yunhyeong sudah merasa amat lelah sekarang. Mungkin Donghyuk sempat memberikannya obat saat ia tak sadarkan diri atau karena saat mode 'rubah' energinya sudah terkuras banyak. Dan sekarang dia harus menghadapi kiss attack dalam keadaan detakkan jantungnya kelewat tak normal? Bunuh Yunhyeong saja sekarang!

"Satu."

Apanya yang satu, bocah sialan?!

Jun baru mengambil satu langkah tapi Yunhyeong sudah membuatnya mundur sekitar 3 langkah saat kakinya menginjak sekuat tenaga tanah tempat mereka berpijak.

Wow, ini kekuatan rubah?

Jun nampak tak suka sekaligus terlihat tak sedang bermain-main lagi atau sok berbaik hati dengan mengujinya untuk memberitahukan bahwa pemuda Song ini mempunyai kekuatan.

Mungkin Jun memang benar ingin memusnahkannya saat Yunhyeong baru saja berkedip dalam posisi kuda-kudanya, Jun sudah berbisik di telinganya dengan suara rendah.

"Segini saja kemampuanmu, manusia setengah rubah?"

Sikunya baru saja bergerak untuk menohok dada lawannya namun bibirnya jauh bergerak lebih cepat. Rasa asin mulai merambati indra penge-

Tunggu, asin?

"Kau berdarah?"

"Kau yang berdarah karena kugigit," seringainya santai seraya menjilat bibirnya cepat. "Dua."

Jun bergeming tak bergerak dan Yunhyeong menggeram marah.

Ia merasa harga dirinya sebagai laki-laki baru saja dilukai, dilecehkan. Lupakan soal posisi hebatnya dalam segala macam bidang, ini hanya membahas soal harga dirinya saja.

Saat semua teman taman kanak-kanaknya mengolok-oloknya sambil melempari alat tulis hanya karena tau dia berasal dari mana, adiknya yang dalam posisi ikut diperolok langsung masuk ke depan bersama sapu gagang kayunya, menjadikan dirinya sendiri sebagai benteng untuk si kakak kecil, Yunhyeong tanpa melihat resiko yang akan terjadi ke depannya

Saat kelompok pemberontak yang menentang ketegasan Yunhyeong sebagai ketua kesiswaan dalam mengambil keputusan, kakaknya yang hobinya pergi pagi pulang pagi langsung menunggui di depan pintu ruang kesiswaan (tempat aksi anarkis mereka) dengan kedok sebagai alumni yang rindu sekolah.

Saat rumahnya diserang dan daerah sekitar mereka tak aman, Yunhyeong hanya langsung 'terima jadi' dengan lari langsung ke jalur bawah tanah, meninggalkan kedua orang tua dan saudaranya yang terus menyuruhnya lari.

Saat harga dirinya dilukai begini, Yunhyeong jadi ingat betapa keras dan sulitnya kedua orang tuanya dan kedua saudaranya berusaha menjaganya. Yunhyeong sebagai laki-laki tak melakukan apa-apa, dia dilindungi bukan melindungi. Tak pernah terlibat kekerasan, selalu di jalur aman. Mungkin ini alasan kenapa setelah adiknya menikah, kakaknya mulai berubah menjadi keras untuk membuatnya yang selalu diberikan perintah 'lari' dari masalah menjadi sekeras baja.

Dan lagi mungkin saja dari awal dia memang sudah tidak punya harga diri.

Atau kalau punya pun, pasti sekarang harga dirinya sudan hancur atau dengan kata lain membuang usaha mati-matian seluruh anggota keluarganya. Mematahkannya. Menghancurkannya berkeping-keping.

Geramannya makin lama makin menguat. Amarah sudah membakar dirinya dan ia membiarkan hal tersebut mengalir begitu saja seakan mengeluarkan semua amarah bukanlah sebuah dosa yang selalu membayanginya selama ini, sekarang ia amat siap untuk meledak.

"Lihat? Kau marah sekarang. Dan itu pasti karena aku melukaimu kan? Kau merasa terluka harga dirinya karena aku lukai bukan? Karena kau laki-laki bukan? Pasti sekarang kau sedang memikirkan seluruh usaha orang-orang terdekatmu."

Yunhyeong sudah menatapnya penuh amarah, kedua tangannya sudah terkepal erat sampai buku-bukunya memutih namun Jun masih nekat untuk mengambil langkah.

"Jangan mendekat."

Well, apa yang kau harapkan dari seorang Jun yang tugasnya memberikan perintah? Berharap di dengarkan huh?

Pemuda Song tersebut menundukkan kepalanya dalam-dalam, percuma juga melotot pada Jun tidak akan berpengaruh. Dia juga masih harus menjaga emosinya, tidak bisa langsung dilepaskan saja. Jiwa rubahnya tidak akan dia biarkan bebas sesuka hati, mengendalikan tubuh manusianya. Tidak akan. Cukup hatinya saja yang tidak berperi-kemanusiaan, sikapnya jangan lagi.

Tapi...tidak bisa semudah itu untuk mengendalikannya.

"SUDAH KUBILANG JANGAN MENDEKAT! MENJAUH!"

WUSH!

Tanpa ada persiapan apapun, Jun langsung terhempas begitu saja, punggungnya menabrak pohon besar di belakangnya sampai agak retak, dan tubuhnya tersungkur di atas tanah.

Tunggu sejak kapan aku punya kekuatan ini? Lalu hentakkan tanah tadi? Kenapa? Jangan-jangan...ibu?!

Seperti yang sudah bisa ditebak, ini semua ulah kekuatan sejenis angin Yunhyeong, tangannya hanya mengibas angin dan wuhu! Jun tiba-tiba sudah terbatuk-batuk sambil memegangi perutnya.

Apa?! Dia batuk parah? Ya Tuhan tentu saja iya! Pasti karena lukanya belum pulih dan langsung kena serangan lagi...bodoh!

Takut-takut, pemuda Song tersebut berusaha menundukkan kepalanya, memastikan bagaimana kondisi Jun sekarang.

o-ow, luka dalam sepertinya...

"Hei," Emosinya lenyap begitu saja, ajaib namun ada perasaan tak kalah aneh dan mengganggu yang menggantikannya. Sama tak nyamannya saat Jun hanya beberapa radius meter di depannya. "Kau tak apa? Ma-maksudku yah mungkin kita bisa kembali atau menepi ke sungai untuk mengoba-"

"Kau lihat sendir bukan?" Dia terbatuk beberapa kali tapi belum berdiri juga. Benar-benar kepayahan, lebih parah dari kejadiaan luka di punggungnya. "Kau belum bisa atau tak bisa mengendalikan emosi manusia dan kekuatan rubah sekaligus. Benar-benar sebuah kesalahan menjadikanmu manusia setengah rubah dan kau lihat sendiri bukan hanya satu kibasan aku langsung terluka?" itu karena lukamu yang sebelumnya belum pulih, bocah. Yunhyeong tak berani untuk mengakui 'kesalahannya' karena memang pada dasarnya, dia merasa tidak bersalah. Ini salah kekuatannya oke?

Ia terbatuk kembali namun tangannya berusaha menutupinya, tak ada darah yang keluar lagi.

"Tidak ada waktu untuk melatihmu dan tidak ada yang bisa melatihmu juga karena aku sendiri yang terkuat disini sudah terluka. Kita perlu bantuan kekuatan yang lebih untuk menjaga teritorial, bulan purnama baru saja terlewat. Perlu dengan sangat cepat bukan berproses."

Memangnya aku dulu setuju dibuat jadi makhluk jadi-jadian setelah di dunia manusia sendii sudah jadi-jadian? Bahkan belum tentu aku mau membantu kalian!

Jun mulai berusaha bangkit tapi masih memegang kedua lututnya. Seringaiannya tiba-tiba muncul. "Sebenarnya aku mau saja menolong meskipun banyak resiko tapi kau tau sendiri kan bayarannya? Khusus untuk vampir sepertiku."

Tiba-tiba punggung pemuda Song tersebut menegak dan menegang. Matanya mengerjap pelan. Tunggu, apa?

"Kau sedang memberitahukanku kalau bayaranmu adalah ciuman? Bahwa semua vampire itu jahat dan brengsek? Ya ampun, lucu sekali Jun!" Entah kenapa Yunhyeong langsung bertepuk tangan sarkastik karenanya. Yang ia ketahui secara pasti adalah hatiku terasa sakit. Amat sangat sakit. Melebihi adiknya yang pergi dan tak kembali, melebihi sikap kedua orang tuanya berubah, melebihi rasa sakit saat kakaknya mulai ringan tangan dan orang-orang terpenting di hidupnya meninggal.

Kenapa aku harus merasa sakit? Bukankah Ibu dulu selalu berpesan tak ada yang bisa dipercaya di dunia ini? Manusia saja tidak bisa apalagi makhluk astral sepertinya. Seekor vampir yang terkenal ini itu, vampir yang nyaris menjadikanku santapannya, tapi juga vampir yang menolong...ARGH! kenapa dunia harus sesulit ini?! Jun bukan orang jahat astaga!

"Kau mau menjelekkan kaummu sendiri sampai sok-sok-an berubah menjadi se-brengsek vampir rendahan tadi malam? Atas suruhan dan inisiatif siapa?" tanyanya tiba-tiba berusaha sinis. Tak ada perasaan aneh lagi yang menyelimuti hatinya, moodnya langsung berubah begitu saja.

"Kau pikir aku tidak tau se-sialan apa kaummu itu? Bahkan saat dibawa olehmu aku benar-benar waspada sekali. Tapi apa? Kau berusaha menunjukkan kalau semua vampir itu sama saja? Kau sama dengan vampir rendahan ada atau tidaknya jubah kebangsaanmu itu?"

Harus diakui pakaian kasual yang Jun kenakan sekarang sedari awal sudah mengganggu pemandangannya sekali. Konyol memang mengutarakannya di saat hatinya bergemuruh begini. Antara marah, kesal, menggebu-gebu, dan tak habis pikir.

"Aku heran...apa maksudmuyang sebenarnya? Bukan hanya persoalan yah-selain-karena-kau-berbahaya-aku-juga-vampir-brengsek-seperti-yang-lain-jadi-ayo-saling-jaga-jarak seperti sekarang, yang lain juga. Apa yang membuatmu membawaku kesini? Apa yang membuatmu menolongku waktu itu? Padahal sebelum dibawa olehmu, aku sudah menghadapi banyak makhluk aneh melebihi bahayanya vampir dan aku masih baik-baik saja. Jadi apa yang membuatmu seakan-akan menunjukkan jati busuknya vampir heh?"

Yunhyeong mulai melipat kedua tangannya di depan dada, sudah kesal sekali sementara Jun yang dapat berdiri tegak ekspresinya mulai berubah.

"Aku sudah menghadapi banyak jenis vampir, belum pernah terbunuh, dan kau pikir hanya dengan gertakkan serta sikap kurang ajarmu itu mampu membuatku menjaga jarak? Kau pikir aku semudah itu untuk menyerah? Dan satu lagi, kita saja tidak dekat!" Seharusnya Jun sekarang sujud syukur karena dari sekian banyak orang yang ingin mendekati Yunhyeong, hanya ia yang tidak diterima untuk menjauh.

Pemuda berambut coklat agak ikal tersebut memutar bola matanya jengah. "Kalau kau pikir aku masih berada disini, beberapa kali menurutimu, dan terlihat baik-baik saja setelah kau menciumku tanpa mengucapkan maaf setelahnya hanya karena sikap dominasimu, ingin kita dekat atau lebih parahnya lagi, karena kau mengira aku naksir padamu yang sok keren dan sedingin es batu itu adalah sebuah kesalahan besar. Orang tolol mana yang menyukai orang yang bahkan tak berperasaan, suka seenaknya, dan tidak mengerti perasaan orang lain sepertimu? Hah!"

Kalau rambutnya sepanjang anak-anak girlband, mungkin Yunhyeong akan langsung mengibaskannya sesuka hati.

"Resikonya makan hati setiap hari jaid tidak terima kasih. Aku disini karena ditahan kalian semua dan aku adalah seorang lelaki kalau kau lupa!" teriaknya sekuat tenaga yang langsung dibalas cepat oleh lawan bicara; balasan yang tidak bisa diharapkan.

"Jadi?"

"Apa maksudmu dengan kata 'jadi'?!" Dari berbagai macam kosakata yang tersedia di dalam kamus bahasa korea yang berdebu dan tebal itu, hanya pertanyaan sependek itu yang ia dapat? Setelah dia sibuk berkumur-kumur panjang lebar untuk mengeluarkan unek-uneknya hanya pertanyaan santai yang keluar?

Nah kan, benar-benar tidak peka! Boleh saja ekspresinya agak berubah tapi tenyata setelah 'tak secara langsung memaki' dia masih sesantai ini. Dasar tidak sadar diri.

"Jadi...apalagi kalau bukan pertanyaan 'apa maumu'? Kau mau aku bertekuk lutut dan meminta maaf? Tidak mungkin, bodoh," Meskipun ini pertama kalinya Jun berbicara (bahkan mengatainya) dengan kepala dingin (biasanya kan marah-marah dan emosi sana sini) tapi Yunhyeong sama sekali tidak terkejut dibuatnya. Pakaian kasualnya yang cukup mengikuti tren di dunia manusia benar-benar membuat matanya iritasi.

"Hah, baru kali ini selama aku hidup disini, aku berbicara panjang lebar tak berguna dan menghadapi orang cerewet serta menyusahkan sepertimu. Kau pikir aku tidak jengkel?" dengusnya tak lupa mengeluarkan ekspresi kesalnya, pengganti wajah kekurangan darahnya yang tadi memucat. "Kau benar-benar tidak suka padaku bukan? Hanya itu yang ingin kupastikan."

Ka-kapan aku bilang aku tidak suka padanya?

"Te-tentu saja tidak, anak aneh! Sudah kubilang hanya orang tolol yang suka padamu!" Wajahnya agak memerah. Tidak astaga, aku tidak menyukainya! Song Yunhyeong sadar! Dasar jantung dan rona wajah yang menyebalkan!

"Aku hanya ingin satu; keluarkan aku dari sini secepatnya dan bawa aku ke duniaku. Kau kan yang selama ini menutupi jalannya dengan susah payah? Masalahnya semua ada di kau," jawab Yunhyeong berusaha setenang, melupakan wajah memerahnya yang pasti aib sekali untuk reputasi wajah tampannya ini.

Dan tadadang! Seperti yang sudah diduga, ekspresi Jun langsung berubah menjadi datar.

"Kau mau mati muda ya? Kau pasti sudah tau alasanku."

"Tidak boleh, tentu saja hahaha lucu sekali," Yunhyeong bertepuk tangan kembali. "Apa yang kuharapkan dari orang sepertimu sih?"

"Kau berkata-kata seakan-akan aku adalah makhluk terburuk yang pernah ada."

Yunhyeong melotot dan berkacak pinggang. "Memang! Kau kan tadi mengatakannya begitu!"

Jun menghela nafas. "Alasanku sama seperti yang diutarakan oleh Chanwoo dan Jinhwan hyung. Kalian begitu berisik dan disini tidak ada ruangan kedap suara, bahkan aku bisa mendengar suara mencak-cak seorang Kim Jinhwan yang baru bisa marah saat Hanbin dulu pernah sekarat."

"Argh!" Yunhyeong mengacak rambutnya hebat. "Harus berapa kali lagi aku bilang kalau tak ada yang bisa kalian curigai atau bagian dari diriku yang berharga hah? Apa hal yang kalian curigai dan berada di diriku? Kalau aku salah satu dari makhluk aneh disini harusnya asal usulku dan keluargaku kalian sudah tau! Aku saja tidak tau asal usul ibu-ayahku!"

"Yang kami curigai dan yang membuatmu berharga itu satu hal, tidak terpisah seperti kau punya sesuatu berbeda dari manusia awam atau rubah, menguntungkan pihak kami dan mencurigakan darimana kau mendapatkannya. Kira-kira seperti itu," Jun memicingkan matanya. "Sudah berapa lama kau disini? 2 atau 3 bulan? Berapa lama kau menjadi rubah setelah munculnya telinga dan ekor? Sebulan kurang bukan? Tapi kenapa kau sama sekali tak memiliki aroma rubah, serigala, bahkan manusia pun tidak. Satu-satunya yang membuatku tau kalau aku berhadapan denganmu adalah..."

Tiba-tiba pemuda Song ini merasa gugup dan cemas. Apa dia benar-benar sudah tau aku ini apa hanya saja tak ada bukti?

"...bau vampir-ku yang masih melekat di beberapa bagian tubuhmu. Aku lebih mengetahui ke-vampir-anku melebihi kau, keluargaku, klanku sendiri, atau manusia sok tau di lua sana. Seharusnya itu sudah menghilang lama sekali. Itu yang aneh," Jarak mereka satu sama lain masih terbentang jauh tapi Yunhyeong merasa benar-benar terintimidasi sekali, melebihi perasaan terintimidasi saat Jun mengukungnya. "Kau tidak bertemu dengan vampir lain bukan? Di dekatinya? Atau vampir kampungan semalam berhasil menyentuhmu?"

"Y-ya! Tentu saja tidak! Kau pikir aku mau mati muda huh?" nyaris saja. "Aku tau resikonya. Satu sentuhan saja dari seekor vampir dapat membuatmu terikat artian sesungguhnya bukan?"

Jun mengulas senyum (aneh, aneh sekali. Senyumnya kelewat lebar dan itu menakutinya).

"Seharusnya kau tau bukan alasan kenapa aku ingin kita menjauh dan jaga jarak?"

"Tentu saja bel-jangan bilang kalau...selama ini JUSTRU KAU YANG MENGIKATKU?!"

Pengertian dari kata 'terikat' disini bukan sekedar kau patuh dan tunduk padanya seperti budak tapi seperti knotting, imprint seekor werewolf! Kau akan terus mengagumi parasnya –Pheromones –, memujanya, terus mengikutinya, dan tak ada pria/wanita lain selain dirinya yang lebih baik dan indah di matamu! Seperti di hipnotis!

"Exactly," senyum Jun. "Jadi aku mau memastikan sekali lagi, kau tidak suka padaku bukan?"

"Bajing-argh!" Yunhyeong mengibaskan tangannya lagi dan pohon besar disebelahnya terkena serangan anginnya tersebut. "Sudah kubilang tidak dan kenapa kau tidak bisa mengontrol itu?! Demi apapun, itu sangat berbahaya! Aku tidak mau berakhir mengenaskan denganmu!"

Tentu saja iya, bodoh! Kau tidak lihat betapa konyolnya aku saat mabuk asmara dari Pheromonesseekor vampir? Bahkan milik adikku dan kakakku tidak sekuat ini!

"Baguslah, makanya aku bilang menjauh bukan? Nah kalau begini aku tidak harus tanggung jawab. Hukumanmu selesai, kau boleh kembali."

Justru kau harus bertanggung jawab, bodoh!

"Dasar orang gila tak berotak! Aku tidak mau berurusan lagi denganmu, astaga ini baru yang namanya berbahaya!" Yunhyeong langsung berbalik dan lari kecil-kecil keluar dari dalam hutan yang makin lama makin terlihat menyeramkan dari Jun.

Tentu saja dia tidak bisa mengatakan apa yang di dalam pikirannya saat ini. Tidak untuk sekarang dan selamanya. Mau taruh dimana mukanya nanti, menyukai seseorang secara blak-blakkan dan norak?

Jun masih terus mengulas senyum saat punggung yang lebih tua makin menjauh, mendekati cahaya samar-samar dari rumah mereka namun senyumnya menghilang begitu siluet badannya sudah sepenuhnya hilang, tertelan bayangan pohon yang lebih besar.

"Baguslah, setelah ini keadaan tidak akan semakin berbahaya dan hanya tinggal aku yang perlu menangani kau yang seperti mempunya pheromones juga, sekuat punyaku, justru mengikat lebih kuat lagi."

.

-dilanjutkanpertengahanpuasa

.

yosshaireyo : aku juga lemah liat reviewmu dan betapa telatnya ini, dan menuliskan adegan lopelope junhyeong:) jangan ikutan lemah dong, kuatkan aku dan iman? /apaannih

meangirls Regina : username familiar sekali/? Akhirnya ada yang suka baca bagian gak ada junhyeongnya/? :" Udah suka yunchan aja, mereka sepantaran kok(?) :" saia juga jadi bingung mau junhyeong atau yunchan/? Pastinya bukan bobyun karena itu di ff sebelah/?

yoyonuna : (yoyo gak punya nuna:( punyanya adek cewek dan pacar, alias daku:( /bakaryuk) akhirnya dipanggil jung lagi?! Emang yoyo banyak apa-apanya kok sama jun^^ apalagi sama chanu^^ ibab juga/?^^ jung yang nulis juga ngakak (ini kenapa mereka dinistain banget:" chanu masih dibawah umur:") tbcnya enak kan ya kemaren, widih seneng banget nulis tbcnya/? Nih lama nih, kaya bales review kamu:c

(buat yang guest, saya bingung mau bales gimana:_;)

Tadadang! Part yang banyak sekali haha. Selamat berpuasa bagi yang menjalankannya! Yuhu, sepertinya agak mampet mau post ff ini karena ini bagiannya udah kebakaran jenggot si yoyo maupun Jun:") (padahal next chap gak ada apa-apanya) (belom bikin juga sih)

Sebagai gantinya/? Bakalan ada project mix-ficlet, tiap...kapan ya? menjelang buka pokoknya, mungkin subuh iya tapi gak tau juga (karena ide baru dapet satu bruh) tentang...school love/? Pengalaman kalian bersama para senpai semasa sekolah (lol) Abal banget pokoknya, lo bukan anak sekolah kalo gak ngalamin ini (yaiyalah) (emang lo pikir disini isinya anak sekolah semua) /seketikaingetumur :")

Kan gak ada unsur xxxx-nya tuh, sama lawaq (semoga gak receh), mau duet maut juga kayanya (menyambung silahturahmi juga sih) sama dedeq owldarks (well, dia lebih parah dari saia, saia gak apdet-apdet karena udah nulis panjang laptop mati dan ilang semua, dia mah lupa buat nulis sampe idenya ilung...doakan saja inspirasi datang dan membawa taegi sadar lalu berubah jadi alim di black market) /lohkokmalahbahasfforang

Jadi semuanya, stop update (kecuali target sepertinya HAHAHA) okey okey okey? Binhwan request menurun tapi pasti ada mereka duh, yoyo-june? Hmmm, mau bikin ff selain got7-97lines-98lines, ikon. Winner? Nct u? (kesem-kesem thai nih) Bap? Btob? GILS atau ada girlband?

Sip, mau mulai menulis sekarang. Jadi siapkan diri aja, tiati keracunan liat ff jung.

-salam si labil yang heartattack karena abis digaps dan dinotice banyak, jungiejung -