AKHIRNYA SELESAI chapter akhir tapi ini bukan yang terakhir-
anak kecil gak boleh baca
eyd, ooc, typo, abal abal dan sebuah fanfic ngawur, tanpa koreksi sejak di ketik jadi maaf jika ada yang ganjil selain hawa keberadaan author.
Momoi POV
Bahkan selepas mandi pikiranku yang kalut tak juga membaik, setelah mengeringkan rambut, dan memakai baju dinas, aku duduk menatap bayanganku sendiri di cermin meja.
Aaaagh aku gak tahan lagi! Aku merasa tadi malam pasti ada sesuatu! Pasti Tetsu-kun dan gadis itu mesra-mesraan aku gak relaaa! Aku tau kalau Tetsu-kun benar benar menyukai gadis itu tapi, tapi...
Bagaimana denganku yang selama ini di dekatmu? Kenapa kau tidak menyadarinya?
Dengan dada yang sesak dan menggigit bibir bawahku aku menarik nafas dalam-dalam dan ku keluarkan perlahan, ini adalah perjuanganku yang terakhir. Jika ini gagal, aku akan berhenti memperjuangkan Tetsu-kun...
Aku mencari nomor kontak gadis itu di hp, lalu menggeser tanda hijau di layar, lalu ku terdengar suara nada sambung saat kudekatkan ke telinga.
MC POV
Aku tertekan banget kampret. Rasanya gelindingan di lantai apartemen yang kotor seperti ini tak membantuku sama sekali, malah bikin pusing.
Iya aku sudah selesai ujian dan tinggal nunggu pengumuman dan wisuda, tapi ya gak segitunya dengan seenak udel langsung ngomong "Cari kerja, cari kegiatan yang menghasilkan, jangan jadi pengangguran" gitu! Ya kalo Cuma jaga toko ato sales, lowongan banyak, lha ini mintanya yg langsung jadi admin! –jujur nih ye, aku gak pede- Emang ibu ane rese' banget orangnya, tapi ane tetep sayang ama gak berani nyakitin bahkan ngebentak, takut kualat. Lagipula dosanya gede broh
Beneran gede loh
IYA KALIAN SEMUA SUCI AKU PENUH DESAAHH-eh-DOSAAAAA
TAPI AKU PENGEN MENIKMATI MASA-MASA TERAKHIRKU MENJADI SEORANG REMAJA LABIL DAN MASIH BERSTATUS PELAJAR
AARRGGHHH GUE BUTUH DOUJIN FLUFF PLIS, GAK KUADH YHA GUSTI
*Tulit tulit*PIP
"Yeh?" ngupil bentaran dah, daritadi gatel mulu ni idung blangsek
[Haloo? ini adek ya? Suaramu kok beda ya] Mbak Momoi doang ternyata
"Iya dengan saya sendiri ada yang bisa dibantai?" tanyaku setengah sadar setengah sakaw karena mood kea sebelum presentasi di depan kelas, susah di bedain mana kanan kiri, mana kaki mana tangan, mana otak mana dengkul, bahkan mana beling mana jeli sehingga makan belingpun merupakan hal lumrah.
[...bukannya harusnya di bantu ya?]
"Ooh, tidak bisa mbak, disini adanya dibantai, sekarang tinggal sebut nama, alamat, nomor hape, tolong jangan lupa foto pas 3x4 sama 4x6, fc nilai akhir, KTP sama SKCK ya mbak" *BHAK*
Dikarenakan Kesalahan Teknis adegan barusan akan dipotong
Mohon Kesabarannya dan kami Mohon Maaf
"Iya mbak, aku habis bangun tidur, ada apa pagi-pagi nelpon?"
[Sekarang udah jam 10 dek] suaranya datar, aku noleh ke dinding, lalu auto fokus ngeliat cicak rowo berkejaran mesra dengan tokek, di sebelahnya ada jam dinding.
"...Oh" beneran, jadi aku guling guling gak guna udah 4 jam gitu ya... acara renang ama Hikaze dan Aya jam 10 btw... syit lupa bgt jir. Ntar chat mereka aja dah, pantesan hp geter mulu daritadi.
[udahlah-DEK, AKU TANTANG KAMU DALAM LOMBA MEMASAK! KALAU KAMU MENANG TETSU-KUN JADI PUNYAKU OKE?!] dih, nih orang sarapan to'a ama bambu runcing kali semangat amat! Untung ane nyalain speaker dan di taroh di meja!
"Mbak, dimana-mana yang menang yang dapet" kedengeran gak ya, lagi siap siap kilat sih
(A/N: Momoi kira gadis itu masih belum sadar sepenuhnya dan akan menjawab Iya, salah besar ding, mana jawabannya kalem banget lagi)
"Nggh..-" bentar, nada ini
"Mbak jangan bilang kalo mbak lagi BAB pas nelpon aku"
"YA NGGAK LAH" demi panu Dewa Jasin ni orang pasti bakal jadi klakson bis yang hebat suatu hari nanti.
-Di kolam renang, 2 jam kemudian
Hari yang cerah untuk diskusi yang berat ini, berbaring di kursi pantai dan bernaung payung agar otak dingin, sudah sejam berenang dan kini recharge dulu sambil melirik cogan arab di sebelah.
Jangan ngamuk, namanya aja cewe.
"Jadi gitu tong, Mbak Momoi nantang aku masak nih..." lemes banget, lumayan capek, anginnya semilir, langitnya biru. damaaiiii
Aya yang di kursi pantai sebelah menjawab "Ya gak papa lah, gitu lebih baik, sportif dan gak kebanyakan drama" jawab woles Aya sambil nggeser layar injek hapenya yang di beliin kesing baru
Dan Hikaze yang duduk di dudukan payung di antara kami komen "Kalo duduk sama pakaian basah gini rasanya kayak telanjang yah"
"AHAHAHAHAHAHAHAHA BISA AJA LU COEG"
"WANJIR ini kita ngomongin masalah apa elu komennya masalah apa sedtan!" O iya
"Terus ini aku lagi pingin nyari wasir yang cocok-"
"Wasit nyong, wasit." Iya itu, bener Hikaze
"Lah bukannya yang bener juri ya?" aish Aya terlalu mikiriin hal yg remeh ah!
"Iya, Yuri. Kalo bisa sih Katsuki Yuuri ye"
*BLETAK
"Oi cunguk lu niat gak sih ngebahas ini"
"Niat bos, niat" Aya kalo ngamuk serem ah, langsung Saiyan mode gitu.
"Coba telpon Bang Miya" oh iya, aku belum nelfon Bang NijiMayuMiya :v
[Juri pertandingan masak? Siapa lawan siapa?] tumben ni orang ngangkatnya cepet, biasanya sampe donat selesai di goreng baru di jawab.
"Aku lawan Mbak Momoi"
[Hm... boleh ajak si Niji gak?] dih gayalu takut-takut dan sok nanya gitu, kayak masakanku bisa ngeracunin perut yang kea kulit nanas lu bang
"Boleh, mau sekalian abang jual tahu bulet depan gang juga boleh"
[Oke, yang nentuin masakannya aku ya tapi]
"Yee, habis ini aku beritahu Mbak Momoi"
[Btw, kalo Mbak Momoi kalah bisa ku pacarin gak ya kira-kira] anying
"Embat secepatnya kalo bisa! Mumpung hatinya masih rapuh dan lemah akan kata-kata manismu yang receh dan picisan bang!"
[Sumpah aku pingin nabok lu pake raket nyamuk dek] dan aku hanya bisa tertawa ngeri sekaligus ngilu, suaranya barusan membawa bayangan yang nyata.
Dengan para kisedai plus KagaMomo, AUTHOR POV
"SATSUKI LU SERIUSAN NANTANG DI MASAKAN?!" Aomine dari tadi pasang mata lohan dan koar-koar gak jelas seperti dunia mau kiamat. Tapi bagi Aomine, masakan teman kecilnya itu memang layaknya replika kiamat baginya. Kiamat untuk kesehatannya selama sebulan.
Entah kenapa ia rasa masakan tuh cewe makin lama makin menjadi
Menjadi racun yang menyebarkan radiasi, sumpah ia ingin mendaftarkan tuh cewe ke guiness world book of record. Atau di singkat MURI.
Dasar tugu pancoran, gak kulitnya aja yang berkarat, otaknya juga.
"IYA AH GEBLEK" Momoi yang geregetan langsung lepas kendali. Kuroko kejengkang di sebelahnya, dan Kagami siap sedia ambil tisu, melihat Momoi yang emosionalnya kea gini memberitahu mereka secara tidak langsung bahwa satu-satunya gadis diantara mereka ini lagi...
Minggu berdarah
Sebaiknya jangan macam-macam, bisa ngerepotin diri sendiri ntar, cewek itu serem.
"Momoi, aku senang kau berteman baik dengan gadis itu tapi mungkin kau mulai terbawa kebiasaannya" kata Akashi kalem "kau mulai OOC"
"Akashi-kun, aku baru tau kalau kau bisa menggunakan kata OOC pada orang asli" komen Momoi dengan tampang lempeng.
"Yakin kau nantang dia di masakan? Kurasa ada bidang lain yang bisa di perlombakan-nanodayo" Midorima menaikkan kacamatanya, menutupi ekspresinya saat ini, kalau di komik-komik bakal ada sweatdropnya dan garis-garis tegak di awah mata
Yang menunjukkan kalo dia lagi gak yakin-atau cemas- atau takut. Mungkin ketiganya, Midorima maruk/plak
Momoi menatapnya aneh "Midorin gimana sih kan salah satu syarat istri itu harus bisa masak biar bisa membantu suami, lagi pula aku pede sama masakanku kok..."
"pede sama masakanku kok..."
"pede sama masakanku..."
"pede sama masakanku..."
"Masakanku..."
*BRUGH* Seseorang tiba-tiba ambruk
"SESEORANG PANGGIL AMBULAN! DARI MULUT AOMINE KELUAR BUSA-NANODAYO!" Midorima mencak-mencak karena Aomine jatohnya ke dia dan busa Aomine menurutnya telah membuat bajunya terkontaminasi bakteri dekil alawakwaw
"sepertinya maag ku kambuh..." wajah madesu Kagami makin menggelap
"Bertahanlah Kagami-cchi! Aku kayaknya bawa entrostop deh" Kise buru-buru buka tasnya
"Heh dasar anak kebanyakan nyimeng, entrostop itu buat diare geblek!" Kagami muntab
"Enak aja nyimeng! Emang Murasakibara-cchi?!" jawab Kise gak terima
"Kise-chin mah bawaannya pengen di gemplang pake palu besi..." kata Murasakibara woles
Kise begidik dan mundur menjauhi Murasakibara "Murasakibara-cchi sadis ih.."
Pikiran Akashi seperti terlempar keluar angkasa karena pernyataan terlampau pede Momoi jadi dia tak bisa berkomentar atau mengendalikan teman-temannya yang mulai liar itu. Dan Kuroko... baru pertama kali merasakan yang namanya perasaan yang di campur aduk kayak permen asam-asin-pahit yang di jual di dekat rumah.
"teruss katanya nih ya, yang jadi juri nanti itu yang namanya Miyaji ama Nijimura... mereka itu temen-temennya adek bukan sih?" lanjut Momoi gak peduli, ngajakin ngomong Kuroko dia rasa gak respon dari tadi.
Kuroko mengangguk "iya, kayanya ibu mereka buka warung di dekat stadion sepakbola itu" timpalnya datar seperti biasa.
"Tapi temennya adek ya..." lanjut Kagami, semua yang disana langsung nyambung sama karakter cewek itu yang rada 'hancur', memang masih tergolong sopan sih (tuh cewek masih sempet rada jaim dan muna) tapi di keadaan tertentu menjadi tak terduga.
"...Kuharap lombanya berjalan lancar dan normal aja deh-nanodayo" ucap Midorima di tengah keheningan itu.
HARI HA, MC POV
[Tempatnya di rumah besar pojok sebelahnya Indomaret jalan Kintoki Bushido* ya dek] mas Kuroko sejam lalu sms, tapi... nama jalannya gini amat yeh, jorok.
-Alfamart-
Hm... kayaknya ada di sekitar sini tapi kok gak kelihatan ya... karena aku gak tau daerah sini sepertinya aku harus tanya pada mbak mbak manis di depanku
"Mbak, Indomaret di mana ya?"
Mbaknya senyum, sumpah manis banget, bisa diabetes gue "Mbak pernah di sodok pake gagang cangkul gak?"
...
Eeeeeehhhhh... #Datar
(A/N: Indomaret ada di seberang jalan depannya Alfamart itu)
Tokoh utama kita Salah tempat bertanya
Di TKP, 30 menit kemudian
"Yak disini kembali dengan saya, yang sering dijuluki tower karena tinggi menjulang serta tampan dan di kejar-kejar cewek sekaligus kamerraaa, AKKEY! sekarang hadiiirrrr" baru tau aku sekarang ada pembaca acara yang pede banget kayak gini. Dan apa yang kau lakukan disini, Akkey? Bagaimana bisa kau bisa terlibat dalam hal ini Akkey? Dan sejak kapan chara-mu menjadi seperti ini Akkey? Dan sumpah wajahmu dan perkataan kelewat songongmu itu membuatku jengkel boleh aku memukulmu?!
"Eh.. perlombaan ini di selanggarakan secara tertutup dan di sponsori oleh perusahan lokal "Cintaku terhalang Shogun"-APAAN NAMA PERUSAHAAN INI?! EMANG SINETRON?! Ah ya sudahlah" HOEEEE AKKEY JANGAN MENYERAH BEGITU SAJA DASAR MONAS KW! Emang siapa sih yang namain perusahaan kea emak-emak kurang bahan gosip aja!
"Aku yang menamakannya atas nama kuburan ibuku, masalah?"
...
*krik*
"Perlombaan memasak demi mendapatkan hati seorang pujangga yang tipis keberadaannya! Ooh! Kisah yang dramatis dengan peran yang terbalik! Menarik sekali! Mari kita dengarkan pendapat para juri kita yang gantengnya tak kalah oleh peliharaan mbah inyong di daerah Pakis!"
Kepala Akiyama di jadikan sasaran empuk sendal cap bambu kuning, pelakunya siapa lagi kalo bukan Bang Miya "Menurutku acara ini antimainstream sekali, saya salut akan para peserta yang menggunakan cara jujur dan sprotif sangat-"
"Sportif ji, Spritof"
"DIEM LU MONYONG! LU JUGA SALAH EJA"
"gitu ya"
Dan Bang Miya yang dari dulu sumbunya pendek ngamuk, Bang Niji (juri juga) yang sudah berpengalaman dengan lihai jadi pawangnya, dan keamanan dan ketertiban dengan cepat terkendali. Yuk ah cekidot
"Eh... sepertinya kalo keberadaan tipis aku juga gak kalah tapi kok Cuma Mas Kuroko aja yang menang banyak? Aku gak iri sih cuman heran aja" NIH ANAK NGOMONGIN APA SIH DAN APA YANG KAU LAKUKAN DISINI JUMIIII
Dasar bebegig memble! Bang Niji ama Bang Miya gak bisa di percaya dih aku kan malu diliatin kea gini! Lempeng-lempeng gitu kalo Jumi sekali komen panas-dinginnya sampe ke jiwa loh! Aku takut hatiku yang rapuh terlukai!
"Dih gayalu hati terlukai! Muka badak juga!" KAAAYOOOOOO LU NGAPAIN DUDUK ANTENG DI SEBELAH MAS AKASHI JUGA LU NGAPAIINNNN dan kenapa lu bisa tau apa yang kupikirin?! Apa kau ini? Esper?! Atau ketularan setan sebelahmu hah?!
Tendang saja hayati di tengah hujan bang, hayati sudah gak kuat tulung.
"Yak, kita sampai sinikan saja bacotnya dan mulai lombanya! Saat peluru yang di pegang Mas Kuroko di tembakkan, lomba akan langsung di mulai! Waktunya hanya satu jam dan masakan di tentukan oleh keputusan juri. Silahkan Bang Miya!"
Karena aku gugup jadi aku gak bisa ngomong, tapi kumembatin saja untuk mengomentari lawanku sekarang di meja sebelah
Senyumnya serem coeg.
Bang Miya membuka kertas kecil yang di gulung, dia ambil dari toples, mereka sudah mempersiapkan dan merencanakan ini semalaman keanya.
Bang Miya berdeham sok penting
Suaranya di berat-beratkan, mungkin pingin mirip Bung Karno pas pidato, tapi jadinya malah kea pengumuman mesjid kalo ada orang meninggal.
"Makanannya adalah..."
Dengan dada yang ketipang ketipung dari tadi aku mendengarkan dengan seksama, mataku mungkin otomatis melotot juga.
"...Rendang Daging Biawak dengan ekstrak kulit Nanas dan topping selai Strawberry!"
...
"SUMPAH LU MAKAN YE DASAR JIGONG TITAN, GUE PITES LU KALO SAMPE GAK HABIS LU MAKAN!" akhirnya aku muntab, banting setir dari gadis malu-jaim-kewanitaan jadi liar gak tau malu. Bodo amat dah temen gue memang gak ada yang waras, GAK ADA! Temen itu pencerminan diri sendiri! Kalo mereka waras mereka gak akan temenan sama gue! Okelah gue terima tantangan lo!
Logat lo-gue ketularan mas Aomine dah.
AUTHOR POV
Dan Kompetisi masak yang ngawur itupun berlangsung ricuh.
Ada yang saling lempar, ada yang misuh misuh, ada yang cakar-cakaran, ada yang menggigit, ada yang jumpalitan dan teriak-teriak, ada yang mecahin barang, ada yang perang waifu, ada yang ship-war, civil war, milf-war, loli-war, mimisan, guling-guling, loncat-loncat di pohon bahkan yang kejang kejang sampe kayang juga ada.
Ini kompetisi masak apa RSJ?
"Hm... mungkin bumbunya segini aja, pengen buat Cuma 5 porsi sih" gumam tokoh utama kita sambil inget-inget kata abangnya tadi.
'Aku mencintai Emilia!'
Bukan, bukan Bang Niji, abang yang satunya, yang rada waras
'Rem kan selalu di hati!'
Si cewek berhenti sebentar, para abang-nya ini gak ada yang waras, terus yang bilang siapa dong?
'Bodo amat lah.' Pikir si gadis, lalu setelah mendapat bahan-bahannya dengan tujuh kali mengelilingi ka'bah, dia mulai mengambil pisau dan membumbui daging biawak yang entah darimana tapi ada di sana. Lalu dengan setengah cekatan memotong motong nanas dan strawberry.
Lalu dengan seriusnya ia memikirkan bagaimana rupa, cara dan tetek bengeknya untuk masakan itu karena makanannya yang tidak biasa. Masak juga butuh imajinasi. Untuk dia udah pernah ngintip buku resep emaknya dan caranya masak walopun dikit-dikit.
Setelah memasukkan nanas ke panci yang berisi daging biawak dan Sambil menunggu air strawberry di wajan menguap semua dia melirik mbak Momoi sebentar.
Matanya mendelik penuh, ngeri, kagum, heran, kaget, semua bercampur satu kecuali anggapan 'sepertinya bakal enak' karena nggak, gak akan terjadi. Nahkan ia yakin masakannya pun bakal buruk
SANGAT.
Di dapur sebelahnya itu banyak ***** lalu ***** dengan warna ***** dan *****, sedangkan yang masak sendiri ***** dan ***** melakukan *****, setelah selesai mbak momoi memasukkan ***** kedalam panci dan itu ***** lalu ***** dengan ***** lalu dia hati-hati me***** sambil ***** dan ***** setelah itu ***** lalu akhirnya me***** dan ikut menoleh ke arahnya. Mereka saling bertatapan sengit
Hebat bgt kan ya, sampe ke-sensor gitu. Heroine Canon memang mantab.
Tokoh utama kita melanjutkan masakannya, begitu juga Momoi yang pingin mengatakan sesuatu tapi gak sempat karena masakannya menjerit
Oke, itu serem.
Pokoknya gitu lah ya, dan kompetisi memasakpun tanpa terasa berakhir.
"Dek, kenapa kok kamu hidangin semangka? Buat cuci mulut kah?" tanya Momoi heran
"Karena spongbob warnanya kuning dan saya suka jeruk Florida" jawab si gadis sableng
Begitulah dampak dari kompetisi memasak yang melegenda ini.
MC POV
Banyak yang terjadi saat kompetensi memasakn ini, menguras jiwa dan raga. Tapi akhirnya kita sampai di penghujung acara. Masakanku dan masakan Mbak Momoi telah di coba, meskipun telah menumbulkan korban, tapi semua baik-baik saja.
"Pemenangnya adalah..." Akkey membacakan keputusan juri sok dramatis diiringi genderang bawaan Mas Takao.
"KAGAMI TAIGAAAAAA!"
.
.
.
"Ha?"
"Eh?"
"HAAAAAAA?!" . "Kagami-kun?!" . "WTF KAGAMI GUE GAK NYANGKA LO-ASJFGKGLDSHDKLF" . "CIEEE KAGAMICCHI CIEE DIEM-DIEM TERNYATA-" . "TAIGA TEGANYA KAMU-AKU GAK BISA DIGINIIN!" . "SEMPRUL AH KOWE KAG" . "BAJING KAGAMI-" . "NANODAYOOOO" . "KAGAMIN JAHAAADDDD"
...
Satu-satunya kapal yang kusetujui disini memang Cuma KagaKuro, NijiKuro ato HimuKuro sih
"Sejak kapan mas ikut kompetisi ini?"
Mungkin karena reaksi audience yang terlalu membahana, Mas Kagami dengan wolesnya jawab: "Sejak peri Mimi punya sayap dek"
Jadi kuterpaksa menarik paksa pikirannya "Eeh, Mas Kagami ternyata nge-fans sama Mimi Peri ya?"
"ENGGAKLAH!"
.
.
.
.
Author POV
All in All, semua berjalan dengan baik, sekitar 6 tahun kemudian mereka menikah di gereja sederhana dan mengundang keluarga dan sahabat mereka, Resepsi mereka di Aula sewaan tak jauh dari Gereja itu, di dominasi warna biru muda, putih dan warna pastel, pesta pernikahan ini sangat cantik dan hangat.
Dekorasi bunga di pasang di tengah aula dan sudut tertentu dan di pintu masuk, ada dekorasi bunga dari tanaman rambat di meja makan yang di pasang memanjang, lalu para pemusik menyajikan lagu yang tentram tepat di sebelah panggung mempelai, intinya semua tertata rapi.
Para tamu dengan suka-cita mengucapkan selamat pada kedua mempelai, jari manis mereka telah bermahkotakan cincin emas, Kuroko benar-benar bahagia, dan istrinya sangat cantik dengan gaun yang dipilihnya dari toko yang dimiliki Akashi.
Tapi tiba-tiba
"DEK, SUDAH KUDUGA AKU GAK TERIMA INI!"
Semua itu hancur saat salah satu teman baik istrinya berteriak dan berlari kencang menggenggam tangan istrinya. Semua terdiam menyaksikan.
"DARI KECIL AKU SEBENARNYA SUDAH MENYUKAIMU!"
"Eh? Bang Miya?"
"SUDAHLAH MIYAJI, MEREKA SUDAH BERIKRAR DI GEREJA ITU, RELAKANLAH!" Nijimura Shuuzou ikut berteriak, menarik mundur temannya yang meluapkan emosinya, menangis.
"BERISIK! KAU JUGA SEBENARNYA MENCINTAINYA JUGA BUKAN?! JANGAN SOK SUCI! BAHKAN MAYUZUMI TIDAK HADIR PUN APA KAU TIDAK SADAR DEK?!" suaranya sangat pilu
"Ta-tapi dia bilang-"
"ITU TENTU SAJA BOHONGKAN?!" lalu Miyaji terdiam, dan jatuh berlutut
"Padahal sejak smp kami sudah bersaing mendapatkanmu"
"..." istrinya terkejut, lalu gadis itu menatap Nijimura yang memalingkan pandangannya sambil menunduk, mulutnya terkatup rapat.
"aku berkali kali ingin mengatakan perasaanku tapi selalu takut kau tolak" Miyaji tertawa miris "Kau benar-benar menganggap kami sebagai sahabat, saudara, bukan sasaran cinta secara romantis" lalu Nijimura meletakkan tangannya di pundak Miyaji yang bergetar
"Tapi kini kau sudah bersama dengan lelaki yang membahagiakanmu dek, aku tau karena aku selalu mengawasimu" kata Nijimura, berusaha tetap tegar, membantu Miyaji berdiri. Lalu pria bersurai hitam yang di tata rapi itu memandang Kuroko yang sedari tadi terdiam "Maaf membuat acara ini menjadi yang tak seharusnya, sebelum terjadi sesuatu kami akan pergi"
Lalu saat mereka sudah di ambang pintu istrinya mendadak berlari mengejar mereka, berkata bahwa-
"MAS! AKU LUPA KALO HARI INI HARI TERAKHIR EVENT COMIC FEST!"
HAH!
Kuroko tersentak dari mimpi buruknya, melihat ke arah jendela, matahari sudah sedikit tinggi, mungkin sudah jam 7 atau 8 pagi.
"Dek...?" dia bangun lalu terduduk, sedikit mengusap wajahnya lalu melihati istrinya berlarian menyiapkan barang barang kebutuhan event hari ini.
Wanita itu sudah berpakaian rapi dan bagus serta kasual seperti biasa, tas ia bawa ke depan dan suara mesin motor menyala, sebentar lagi istrinya yang bergantian pergi mencari nafkah.
"Sarapan sudah aku siapkan, air hangat juga sudah" wanita itu mencium keningnya lembut "Aku akan kembali sebelum malam"
Kuroko memejamkan mata, merasakan bibir lembut istrinya dan wangi wanitanya itu, sambil bergantian mencium kening istrinya ia berkata "Hati-hati dek, jaga dirimu. Jangan lupa makan, nanti malem giliran mas yang pijet adek ya" lalu tersenyum lembut saat mendengar tawa istrinya.
"jadi gak sabar nanti malam! ya udah mas, aku pergi dulu."
"Ya dek, jaga keselamatan ya"
.
.
.
.
THE END
Emang the end, tapi ada kepastian bahwa chapter bonus akan kubuat, ku dedikasikan untuk karakter adek pertama yang unyuk-unyuk ngeselin kita! Nash Gold Jr!
STAY ON TUNE EVERYBODY!
*Kintoki bushido (bushido= jalan samurai, jadi artinya jalan samurai Kintoki, tapi kintoki bisa juga berarti torpedo pria :v)
