Green Rain
T
MultiChapter
Drama, School Life (Junior High School), Bullying
Park Chanyeol, Byun Baek Hyun, Exo Member and The Others
Yaoi/Friendship
Warning: Don't Like, Don't Read
I don't hate silent reader, but please give me some review ^^
.
.
"Biar aku saja yang bantu" Kyungsoo yang baru sampai langsung membantu Luhan berdiri dan memapahnya pergi meninggalkan Baekhyun yang berdiri terdiam. Luhan menoleh ke belakang dan matanya bertemu dengan mata Baekhyun namun hanya sepersekian detik ia kembali memandang ke depan.
Chanyeol bangkit dan menghampiri Baekhyun kemudian merangkul pundaknya. "Sudahlah Baek, biarkan saja. Kajja" Chanyeol menuntun Baekhyun untuk ke tempat mereka tadi namun pandangan Baekhyun masih tertuju pada Luhan.
.
.
Chanyeol dan Baekhyun tertawa-tawa saat mereka keluar dari ruang ganti. Baekhyun sudah kembali memakai seragamnya. Chanyeol merangkul pundak Baekhyun sambil bercanda dengannya.
"Kau lihat ekspresi Sulli tadi? Matanya hampir tidak kelihatan saat dia berlari hahahahahaha" Baekhyun tertawa sambil menepuk-nepuk tangannya.
"Ya! Kalau kau didengar olehnya bisa-bisa kau tidak pulang nanti hahahahaha" Chanyeol tertawa sambil merangkul pundak Baekhyun dan tangannya yang satunya digunakan untuk membawa paper bag miliknya dan Baekhyun.
Tawa dan langkah Baekhyun dan Chanyeol terhenti saat melihat Luhan berjalan ke arah mereka. Tangan Chanyeol yang semula berayun-ayun menjadi terhenti. Luhan semakin dekat dan berhenti satu meter di depan mereka. Koridor ruang olahraga yang sepi semakin membuat suasana menjadi lebih canggung. Chanyeol menatap Luhan dingin sementara Baekhyun hanya diam.
"Baekhyun" Luhan membuka suaranya.
Tangan Chanyeol yang berada di pundak kiri Baekhyun mencengkram pundak sempit itu dengan sedikit kuat. Baekhyun menatap Luhan.
"Ne?"
"Bisakah kita berbicara sebentar? Kalau bisa aku ingin berbicara di gedung basket. Sebentar saja" ucap Luhan dengan gugup.
Tangan Chanyeol yang berada di pundak kiri Baekhyun mencengkram pundak sempit itu dengan sedikit kuat. Baekhyun menatap Luhan.
"Andwaeyo" celetuk chanyeol. Baekhyun dan Luhan sontak menaruh perhatian pada Chanyeol "Baekhyun punya urusan denganku, jadi dia tidak bisa berbicara denganmu" Chanyeol berucap tenang sambil menatap Luhan.
Baekhyun mengusap tengkuknya, bingung harus merespon apa akhirnya Baekhyun tersenyum canggung pada Luhan "A– Kalau mau kita bisa bicara disini"
Luhan menoleh pada Baekhyun "Kalau kau tidak bisa sekarang juga tidak apa, aku tidak memaksa" Luhan menunduk dan membungkuk pada Baekhyun dan Chanyeol kemudian berjalan pelan melewati mereka.
Baekhyun merasa tidak enak pada Luhan.
"Kajja" Chanyeol mengajak Baekhyun untuk kembali berjalan namun Baekhyun sama sekali tidak mau bergerak dari posisinya. "Baek" Chanyeol melihat Baekhyun dan Baekhyun membalikkan badannya hingga rangkulan Chanyeol terlepas.
"Luhan!" panggil Baekhyun.
'Mungkin Luhan ingin berbicara baik-baik denganku atau mungkin meminta maaf' pikir Baekhyun.
Luhan berhenti dan berbalik menghadap Baekhyun dan Chanyeol yang sekarang melihat ke arahnya.
"Kau ingin bicara kan?" Baekhyun tersenyum "Kita bisa bicara sekarang" Baekhyun mengangguk mantab sambil tersenyum pada Luhan.
"Baek–
"Sebentar saja Chanyeol, kau kembali ke kelas saja dulu. Aku tidak akan lama, dan kalaupun aku lama kau boleh pulang duluan" Baekhyun tersenyum pada Chanyeol dan mengambil paper bagnya dari tangan Chanyeol.
Chanyeol menghela napasnya dan berdecak "Arra, aku menunggumu dikelas, ne?" Chanyeol berbalik dan berjalan pergi sambil memegang erat tali paper bagnya.
Baekhyun berlari ke Luhan yang masih berdiri di tempatnya, Baekhyun tersenyum sambil berdiri di depan Luhan.
"Kajja!" Baekhyun tersenyum dan Luhan mengangguk. Mereka berdua berjalan menuju ke ruang basket.
Baekhyun memegang gagang pintu ruang basket, Luhan menatap punggung Baekhyun. Wajahnya tampak berfikir.
"Biar–
"Huh?" Baekhyun menoleh ke belakang saat mendengar suara Luhan.
"Biar aku saja yang buka" Luhan menarik pergelangan tangan Baekhyun ke belakang dan menggenggam erat gagang pintu. Baekhyun hanya berdiri bingung.
'Memang apa bedanya?' pikir Baekhyun.
Sementara itu di dalam gedung basket, Jongdae, Minseok, Sehun, Joonmyun, dan Kyungsoo sudah menunggu dengan setroli bola basket, pemukul baseball, dan sekeranjang bola kasti.
"Aish, kemana anak itu? Apa dia tersesat?!" Sehun mengerang frustasi sambil bersandar pada troli basket.
"Sabar Sehun-ah, mungkin dia sedang membujuk Baekhyun mengingat tadi pagi Luhan telah mengelabuinya" ucap Joonmyun santai.
Jongdae melirik jam tangannya "Ini sudah lewat 20 menit dari rencana awal" Jongdae mendudukkan dirinya sambil menyandarkan punggungnya pada dinding.
"Atau jangan-jangan Luhan tidak membawa Baekhyun ke sini" celetuk Kyungsoo.
Minseok membolak-balikkan ponselnya "Maksudmu– Luhan berkhianat?"
"Mungkin saja, siapa tahu dia kasihan pada si Baekhyun" Joonmyun mengendikkan bahunya dan Jongdae mulai meremas tangannya.
"Kalau dia benar-benar seperti itu, maka habislah kau Xi Lu Han!" geram Jongdae.
"Ya! Luhan jangan di apa-apakan!" Sehun membuka suaranya membuat semuanya menoleh padanya. "Dia terlalu manis" cicit Sehun.
.
.
"Luhan?" Baekhyun menegur Luhan yang tampak melamun di depan pintu. Luhan tersadar dan menoleh ke samping.
"Kita bicara di tempat lain saja Baek" Luhan melepas pegangannya pada gagang pintu dan mengajak Baekhyun pergi. Baekhyun bingung dan hanya berjalan mengikuti Luhan.
Mereka keluar dari gedung olahraga dan melewati lapangan yang mereka gunakan untuk lari tadi. Hari sudah sore dan sinar matahari yang berubah menjadi kemerahan menerpa lapangan luas yang diapit oleh gedung olahraga dan gedung utama sekolah. Bayangan pohon-pohon menambah kesan sepi di lapangan. Baekhyun terus mengikuti Luhan sampai mereka tiba dibelakang gedung utama sekolah.
"Kenapa membawaku hingga kesini Lu?" tanya Baekhyun dengan curiga. Ia tak mau jika kejadian tadi pagi terulang kembali.
"Mian.." bisik Luhan.
"Apa?" tanya Baekhyun karena dia tidak mendengar apa yang dikatakan Luhan.
"Aku minta maaf untuk semuanya, untuk yang kemarin-kemarin, untuk yang tadi pagi, dan untuk yang barusan terjadi" setelah mengatakannya Luhan membungkuk 90 derajat pada Baekhyun.
Baekhyun melihat Luhan dengan bingung "Maksudmu yang barusan?" tanya Baekhyun.
"Sebenarnya–
Luhan menggigit bibir bawahnya "Sebenarnya tadi di gedung basket ada Jongdae dan teman-temannya, mereka ingin aku memancingmu untuk ke sana" Luhan menatap Baekhyun gugup.
Baekhyun terdiam, jika saja Luhan tidak mengubah pikirannya dengan membawa Baekhyun ke dalam gedung basket tadi mungkin Baekhyun sudah tidak berbentuk setelah keluar dari sana.
Baekhyun mengangkat tangannya dan Luhan menutup matanya erat karena ia mengira Baekhyun akan memukulnya namun..
Puk.
Puk.
Baekhyun menepuk-nepuk pundak Luhan dan saat Luhan membuka matanya ia melihat Baekhyun sedang tersenyum dengan eyesmile manisnya.
"Sudahlah, yang jelas semua sudah berlalu sekarang dan terima kasih karena sudah menyelamatkanku" Baekhyun menyengir dan menurunkan tangannya dari pundak Luhan. Melihat cengiran Baekhyun, ada rasa bersalah yang besar yang menghantam hati Luhan membuat hatinya terasa nyeri dan perlahan matanya mulai berair.
"Aku benar-benar bodoh karena mau menuruti permintaan mereka dan mencelakaimu, maaf karena aku sudah pernah jahat padamu. Aku juga minta maaf karena sudah berkata kasar atau berteriak padamu. Jeongmal mianhaeyo" kata-kata yang diucapkannya juga terdengar seperti gumaman akibat air matanya yang turun membuatnya terisak-isak. Luhan menghapus air matanya dengan ujung lengan seragamnya.
Baekhyun tersenyum lembut "Sudahlah, aku tidak mau melihat teman terbaikku menangis karena aku" Baekhyun memeluk Luhan dan pelukannya juga dibalas oleh Luhan.
"Mianhae.."
"Ne, gwenchanna" Baekhyun tersenyum sambil menepuk-nepuk punggung Luhan pelan.
.
.
Chanyeol menopang dagunya sambil memandang keluar jendela. Diluar sana langit sore tampak begitu menenangkan hati. Namun tidak dengan hati Chanyeol, sedari tadi dirinya gelisah memikirkan Baekhyun.
'Kemana anak itu?' batin Chanyeol. Chanyeol menghela napasnya berat dan memakai ranselnya saat ia akan berdiri–
Sret!
Pintu kelas terbuka dan masuklah Jongdae dan gerombolannya. Mereka masuk dengan muka masam dan langsung menuju bangku masing-masing. Chanyeol melihat Minseok dan Minseok langsung melirik sinis ke arah Chanyeol.
Chanyeol mengambil paper bagnya dan ransel berserta paper bag milik Baekhyun kemudian berjalan melewati bangku Minseok dan meninggalkan kelas. Jongdae dan teman-temannya menatap sinis pada Chanyeol saat Chanyeol lewat di depan kelas.
"Cih!" Jongdae mendecih.
"Anak itu benar-benar berkhianat rupanya" Joonmyun mengepal tangannya hingga urat-urat di punggung tangannya tampak.
"Kita beri dia pelajaran besok" Minseok menambahkan.
Sehun hanya diam sambil memasukkan barang-barangnya ke dalam tas ranselnya. Kyungsoo melirik Sehun kemudian menghampirinya.
"Sehun-ah, kau tidak keberatan kan kalau kami bermain bersama Luhan?" Kyungsoo berdiri di depan bangku Sehun sambil tersenyum kemudian yang lain juga datang mengerubungi bangku Sehun. Sehun menjadi salah tingkah dan menelan salivanya, sambil fokus pada barang-barangnya.
"Pengkhianat bukannya memang harus dihukum? Iya kan Sehun"
Sehun tertegun dan melihat Kyungsoo dan yang lainnya kemudian mengendikkan bahunya "Moreugesseo".
"Moreugesseo?" ulang Minseok sambil menatap Sehun tak percaya "Ya! Saat kita akan membully Baekhyun kau berdiri di baris paling depan dan paling bersemangat, sekarang kau bilang kau tidak tahu?!" Minseok meninggikan suaranya.
Jongdae menepuk-nepuk pundak Minseok dan melihat Sehun. "Sehun-ah, si bodoh itu sudah membuat kita menunggu dan menggagalkan rencana kita, dia juga sudah pasti berkhianat. Sudah bagus kita mau berteman dengannya, tapi apa yang dia beri–
"Kita hanya memanfaatkan dia hyung!" sela Sehun. Semuanya diam menatap Sehun dengan tidak percaya.
"Dia itu sama dengan Baekhyun, bodoh!" Jongdae mendorong kepala Sehun. Rasa kesal membuncah di hatinya, rahangnya mengeras melihat dan tangannya mengepal.
Sehun menggeser kursinya dan menendang kaki mejanya dengan kuat, kemudian ia rampas ranselnya dan berjalan meninggalkan kelas.
Blam!
Pintu kelas ditutup dengan keras oleh Sehun.
Jongdae meninju meja Sehun dengan kuat "Sial! Ada apa dengan anak itu?!"
Minseok menghela napasnya, sekarang dirinya menjadi bingung harus memihak siapa. Teman masa kecilnya atau si penguasa. Minseok berjalan lemas menuju pintu kelas.
"Kau mau kemana Minseok-ah?" tanya Joonmyun.
"Pulang" jawab Minseok dengan lemas.
Blam.
Pintu kelas kembali tertutup.
.
.
Chanyeol berjalan melintasi halaman yang sepi sambil melihat ke kanan dan kiri melihat apa ada tanda-tanda Baekhyun disana. Chanyeol menghentikan langkahnya dan mengunci pandangannya pada dua sosok yang berada beberapa meter di depannya. Chanyeol berjalan cepat menuju mereka.
Baekhyun tersenyum dan melambaikan tangannya saat melihat si raksasa itu berjalan ke arahnya "Chanyeol!" teriak Baekhyun. Luhan hanya diam dan berdiri dengan canggung.
Chanyeol berhenti di depan Baekhyun dan mengatur nafasnya kemudian menatap tajam pada Baekhyun. Baekhyun menatap Chanyeol dengan bingung.
"Wae?" tanya Baekhyun dengan ekspresi bodoh.
Sret!
Pergelengan tangan kiri di tarik oleh Chanyeol supaya lebih dekat ke arahnya. Luhan memegang tali ranselnya dan menatap Chanyeol dan Baekhyun bergantian.
"Ya! Kau ini kenapa?!" tanya Baekhyun sambil menatap Chanyeol.
"Kau membuatku khawatir, bodoh!"
"Kan aku sudah bilang kalau aku ingin berbicara dengan Luhan! Tsk" Baekhyun berdecak dan sekarang Chanyeol melihat Luhan dengan intens.
"Ya! Jangan menatapnya seperti itu!" Baekhyun menepuk kepala Chanyeol membuat Chanyeol meringis dan melepaskan pegangannya dari pergelangan tangan Baekhyun.
"Apa yang kalian lakukan berdua hingga sesore ini?" tanya Chanyeol sambil memicingkan matanya pada Luhan.
"Luhan meminta maaf padaku dan sekarang kami berteman lagi!" ucap Baekhyun dengan girang. Chanyeol terdiam dan melihat Luhan tersenyum.
"Benarkah?"
"Ne, aku juga ingin meminta maaf padamu karena sudah beradu mulut denganmu tempo hari dan maaf untuk segalanya. Jeosonghamnida" ucap Luhan kemudian ia membungkukkan badannya 90 derajat.
Chanyeol hanya memandang datar pada Luhan dan Baekhyun yang melihatnya kemudian menyenggol lengan Chanyeol dengan sikunya.
"Ne, gwenchaseumnida. Itu bukan perkara besar" ucap Chanyeol seadanya dan Luhan kembali menegakkan badannya dan tersenyum pada Chanyeol namun tidak mendapat balasan dari Chanyeol.
"Dia memang suka ketus begini, tidak usah dipikirkan" ucap Baekhyun dengan senyum dan menepuk-nepuk pundak Luhan.
"Ini paper bag mu dan ini ranselmu" Chanyeol menyodorkan tas dan paper bag Baekhyun. Baekhyun memakai ranselnya dan menenteng paper bagnya di tangan kirinya sementara tangan kanannya ia gunakan untuk mengamit lengan Chanyeol karena ia tahu suasana hati Chanyeol pasti buruk sekarang.
"Kajja kita pulang!" Baekhyun juga mengamit lengan Luhan dengan tangan kirinya dan sekarang ia tampak sebagai penengah antara Chanyeol dan Luhan.
.
.
Pagi ini ruang auditorium dipadati oleh para orangtua murid mengingat hari ini adalah hari orang tua-murid. Semua murid 9-3 berkumpul di balik panggung dan mendengarkan pengarahan dari Jung sonsaengnim. Sehun tampak berdiri disamping Minho dengan muka kusut dan Baekhyun senantiasa menempel pada Luhan dan Chanyeol. Suasana suram juga terasa di gerombolan Jongdae.
Setelah selesai mendengarkan pengarahan dari Jung sonsaengnim, semua murid berbincang dengan satu sama lain di berbagai sudut belakang panggung.
Luhan, Chanyeol, dan Baekhyun duduk membentuk lingkaran.
"Hari ini kau bawa siapa?" tanya Baekhyun pada Luhan.
"Eommaku yang datang hari ini" Luhan tersenyum "Kalau kau?"
"Ah, aku?" Baekhyun menunjuk dirinya sendiri dan tersenyum bodoh "Tidak membawa siapa-siapa hehe"
"Membawa orang tua juga percuma, tidak ada yang akan berubah" Chanyeol membuka suara.
"Jadi hari ini kau tidak membawa orang tuamu?" tanya Luhan.
"Tidak"
"Oh.." Luhan mengangguk pelan. Sepertinya Chanyeol masih sangat tidak bersahabat dengan Luhan.
Baekhyun menggembungkan kedua pipinya melihat respon Chanyeol pada Luhan yang terkesan dingin.
"Semuanya berkumpul karena setelah ini giliran kalian" ucapan Jung sonsaengnim membuat semua murid berkumpul pada satu titik dan Baekhyun bersyukur karena dengan begitu ia tidak akan terjebak dalam suasana canggung yang tidak menyenangkan.
.
.
Tepuk tangan riuh menutup penampilan dari kelas 9-2 yang membawakan tarian. Lampu panggung pun dimatikan dan anak-anak kelas 9-2 berlari cepat ke balik panggung bergantian dengan kelas 9-3. Mereka berdiri sesuai dengan posisi yang telah diatur, Baekhyun meremas tangannya dan mengatur nafasnya.
Lampu di panggung menyala dan hanya menyorot Seohyun. Keadaan menjadi hening seketika, ibu-ibu yang dari tadi membicarakan anaknya juga mengunci mulutnya dan semua mata tertuju pada gadis berambut panjang berbando itu.
"When I was just a little girl"
Splash.
Sekarang panggung terang benderang hingga menampakkan wajah anak-anak 9-3. Beberapa ibu-ibu berbisik pada satu sama lain untuk memberitahu yang mana anaknya.
"I ask my mother what will I be?"
"Will I be pretty? Will I be rich?"
"Here what she said to me"
"Que Sera-Sera, whatever will be will be"
"The future not our's to see"
"Que Sera-Sera, what will be will be"
Suasana senyap menghiasi ruang auditorium itu, hanya dentingan piano yang terdengar. Mereka semua terdiam, beberapa orang tua murid tampak terharu dan tersenyum bangga pada anaknya yang ada di panggung sana.
"When I was just a little boy" suara Baekhyun kembali membuka lagu yang mereka nyanyikan. Wajahnya tampak senang dan ia bernyanyi dengan semangat.
Seorang ibu yang mengenakan setelan coklat tampak terhenyak mendengar suara polos milik Baekhyun.
Nyonya Oh.
Matanya tampak berkaca-kaca mengingat bagaimana ia memungut Baekhyun dari panti dulu. Saat itu tubuh Baekhyun tampak kurus akibat kekurangan makanan, di panti diterapkan hukum siapa cepat dia dapat. Mereka semua harus berebut mendapatkan makanan dari piring besar yang diletakkan di meja makan.
"Will I be handsome? Will I be rich?"
Suara anak-anak yang lain juga mengikuti namun ekspresi mereka tidak tampak terlalu bersemangat seperti Baekhyun. Terlebih lagi Chanyeol. Wajahnya sudah tertekuk entah berapa derajat. Pertama, karena ia berdiri di barisan paling belakang. Kedua, Luhan berdiri di sampingnya. Ketiga, ia jauh dari Baekhyun.
"Here what she said to me"
"Que Sera-Sera, whatever will be will be"
"The future not our's to see"
"Que Sera-Sera"
Semuanya bertepuk tangan riuh saat pertunjukkan selesai dan saat semua murid kelas 9-3 membungkukkan badannya, semua orang tua murid berdiri dan memberikan tepuk tangan yang lebih riuh dari yang pertama.
Nyonya Oh tersenyum melihat anaknya Oh Se Hun dan Byun Baek Hyun yang ada di atas panggung sana. Para orang tua kembali duduk saat lampu panggung dimatikan dan mereka bersiap untuk pertunjukkan selanjutnya.
.
.
Suasana belakang panggung mendadak riuh akibat suara-suara yang dikeluarkan oleh anak-anak 9-3. Mereka sibuk melepas atribut mereka berupa sarung tangan putih dan topi.
"Hah, kau menyanyi dengan bagus Baek" puji Luna saat gadis itu berjalan melewati Baekhyun. Baekhyun tersenyum dan melepaskan sarung tangannya kemudian mengibaskan tangannya yang terasa gerah.
"Kerja bagus Baek" ucap Minho.
"Suaramu bagus Baek" Luhan tersenyum pada Baekhyun sambil menyisir rambutnya menggunakan jemari tangannya.
"Aigo itu hanya sebait" Baekhyun menggelengkan kepalanya karena merasa orang-orang terlalu berlebihan
"Tapi itu tetap bagus Baek" Luhan tersenyum lebar dan menepuk pundak Baekhyun.
"Luhan!"
Luhan menoleh saat mendengar namanya di panggil. Ternyata anak lelaki pucat itu yang memanggilnya. Baekhyun juga ikut menoleh.
'Sehun?' pikirnya. Kemudian Baekhyun melirik Luhan.
Sehun berjalan ke arah Luhan dan berhenti di depannya, tangannya menyodorkan sebotol air mineral pada Luhan. "Kau pasti haus kan? Ini untukmu" Sehun tersenyum membuat Baekhyun merinding karena ia tidak pernah melihat Sehun tersenyum seperti itu apalagi pada dirinya.
Luhan melihat botol itu dan Sehun bergantian. Sehun merasa tangannya sudah mulai pegal karena minumnya tidak juga diterima.
Baekhyun juga merasa aneh dengan kedua orang ini. "Aku ke tempat Chanyeol dulu, ne?" Luhan menoleh pada Baekhyun dan mengangguk tanpa sadar Sehun juga ikut mengangguk. Setelah mendapat tanda setuju, Baekhyun segera melesat ke tempat dimana Chanyeol berada.
Sehun menghela napasnya "Ambilah, ini tidak ada racun kok"
Luhan tersentak dan tersenyum kaku kemudian ia mengulurkan tangannya untuk menerima botol minum itu. "Gomawo" ucap Luhan dan Sehun tersenyum riang.
"Cheonma. Kau tidak perlu takut untuk menerima apapun dariku atau dekat denganku karena aku sudah bukan bagian dari Jongdae lagi" ucap Sehun dan mereka berdua duduk di lantai sambil menyandarkan punggung mereka ke dinding.
"Kenapa begitu?"
"Entahlah, aku hanya merasa jika bullying memang tidak pantas dilakukan" Sehun menggaruk kepalanya yang terasa gatal dan Luhan membuka tutup botolnya kemudian menenggak airnya.
"Mau?" Luhan menyodorkan botol itu pada Sehun.
Sehun menatap sejenak pada botol yang disodorkan Luhan dengan tersenyum Sehun menerima botol itu dan menenggaknya.
"Memang terasa menyenangkan saat kau bisa mengerjai orang dan tertawa melihat mereka terluka" Luhan memandang pada Baekhyun yang kepalanya sedang dipeluk oleh Chanyeol dan kemudian Baekhyun melayangkan pukulan ke lengan Chanyeol. "Namun rasanya akan berbeda jika kau lah yang menjadi bahan lelucon"
Sehun hanya diam sambil melihat botol yang ada ditangannya, Sehun mendongakkan kepalanya dan menatap ke arah yang dilihat Luhan dan disana ada Baekhyun yang sedang tertawa bersama Chanyeol.
"Tsk, bahkan Chanyeol yang dingin saja bisa tertawa konyol dengannya" ucap Sehun sambil menggelengkan kepalanya.
"Dia hebat bukan?"
"Ya"
"Aku iri padanya..." Luhan menunduk dan mengikat tali sepatunya.
"Aku–aku juga pernah iri dengannya" ucap Sehun sambil melihat ke arah Baekhyun yang sekarang sudah bergelantungan di lengan Chanyeol.
"Apa?" Luhan menoleh ke Sehun.
Sehun meletakkan botol mineralnya di lantai dan memeluk kedua lututnya. "Aku sangat iri dengannya dulu, lama kelamaan rasa iri itu berubah menjadi benci hingga akhirnya aku tahu kalau aku salah membenci Baekhyun karena dia tidak punya salah apapun"
"Memang sejak kapan?"
"Sudah lama sekali" Sehun menumpu kepalanya pada lututnya dan menoleh ke arah Luhan.
"Berarti kau sudah kenal lama dengan Baekhyun" tebak Luhan yang sekarang juga merubah posisi duduk seperti Sehun.
"Sangat lama, bahkan kami pernah serumah"
Luhan mengernyitkan dahinya tidak mengerti. "Serumah?"
"Ya, ibuku yang membawanya ke rumah. Aku masih ingat, hari itu tanggal 18 juli dan diluar cuaca sedang sangat mendung. Aku menunggu ibuku di ruang tamu sambil bermain dengan semua mainanku, saat mendengar suara mobil ibuku aku segera membuka pintu namun dari kejauhan aku melihat ibuku menggandeng seorang anak kecil yang sebaya denganku. Saat semakin mendekat dia tampak begitu kumuh dengan baju krim kebesaran dan celana pendek coklat, wajahnya juga seperti anak jalanan. Ibuku mengenalkannya padanya dan memintaku untuk berteman baik dengannya, tapi semakin lama aku mulai tidak suka padanya karena ibuku terlalu memperhatikannya" Sehun menghela napasnya.
Luhan mengangguk pelan dan menumpu dagunya pada lututnya "Aku juga membenci Baekhyun karena semua perhatian yang ia dapat. Lalu apa sekarang kau masih tinggal serumah dengannya?" tanya Luhan.
"Tidak, dia hanya tinggal selama 2 sampai 3 bulan di rumah ku. Aku selalu mengerjainya dan membuat ibuku marah padanya. Karena ayahku juga tidak tahan lagi maka dia menyuruh ibuku untuk membawa Baekhyun keluar dari rumah"
Luhan terdiam, ini terdengar mengerikan untuknya.
"Memang Baekhyun sudah keluar dari rumah kami tapi ibu masih saja memperhatikannya, aku sangat terkejut melihat dia satu sekolah denganku dan aku juga baru tahu jika tempat tinggalnya yang sekarang adalah pemberian ibuku. Aku sangat marah dengan Baekhyun waktu itu dan sangat setuju dengan ide-ide Jongdae untuk membully Baekhyun, tapi setelah mereka merencanakan untuk membully Baekhyun di ruang olahraga menggunakan bola basket, voli, kasti, dan tongkat baseball aku merasa itu sudah terlalu jauh" Sehun kembali menenggak air mineralnya dan tersenyum pada Luhan "Ada rasa senang saat kau tidak membawanya ke ruang olahraga"
Luhan menegakkan tubuhnya dan tersenyum "Aku akan merasa bersalah seumur hidup kalau aku melakukan itu padanya. Baekhyun terlalu baik untuk diperlakukan seperti itu" Luhan berdiri dan berkacak pinggang. "Jadi, apa kau masih membenci Baekhyun?"
"Kurasa tidak, mungkin tidak" Sehun mengendikkan bahunya dan ikut berdiri.
"Semuanya berkumpul!" panggil Jung sonsaengnim.
Sehun dan Luhan berjalan bersama menuju Jung sonsaengnim.
Chanyeol dan Baekhyun yang sedang bercanda juga berhenti dari candaan mereka dan berjalan menuju Jung sonsaengnim.
Jongdae, Kyungsoo, Minseok, Yixing, dan Joonmyun menatap tak suka pada Sehun yang sekarang tampak benar-benar akrab dengan Luhan.
"Oh Se Hun.."
.
.
Suasana auditorium menjadi sangat riuh saat semua murid bersama dengan orang tuanya. Ada yang sibuk memuji anaknya, berbincang dengan satu sama lain, dan lain sebagainya.
Sehun berjalan menuju ibunya dan ibunya tersenyum.
"Eomma!"
"Penampilan yang bagus Sehun-ah" puji ibunya sambil mengusap kepala Sehun.
"Hehe, tapi sayangnya aku tidak berdiri di barisan depan" Sehun mendesah.
"Tapi setidaknya kau berdiri di barisan tengah" Nyonya Oh tersenyum dan mencubit pipi Sehun gemas. Nyonya Oh tampak melihat ke sekeliling, seperti mencari seseorang.
Sehun melihat ke arah ibunya dan kemudian bergelayut di lengan ibunya.
"Kajja, kita pulang sekarang eomma" Sehun menarik lengan eommanya saat ia melihat Baekhyun, Chanyeol, dan Luhan berdiri di samping panggung.
Mungkin memang Sehun sudah tidak membenci Baekhyun tapi rasanya dia juga belum siang jika harus berbagi kamar dengan Baekhyun.
Nyonya Oh menoleh pada putranya "Kenapa terburu-buru sekali? Tenang, ibu tidak mencari Baekhyun, eomma sedang menunggu eommanya Minseok" Nyonya Oh tersenyum dan menepuk kepala Sehun pelan. Sehun diam dan tidak menanggapi ibunya.
Dari kejauhan Minseok dan ibunya berjalan ke tempat dimana Sehun dan ibunya berdiri. Nyonya Oh dan Nyonya Kim menyapa satu sama lain dan berbincang dengan akrab namun suasana canggung menyelimuti Sehun dan Minseok. Mereka hanya diam dan menatapi satu sama lain.
"Tumben sekali kalian berdua sangat diam begini" ucap Nyonya Kim dan disambut senyum oleh Nyonya Oh yang kemudian menoleh pada Sehun.
"Ah–itu–
Sehun terbata dan melirik Minseok.
"Kami ingin menyimak pembicaraan kalian eomma" Minseok tersenyum manis ke ibunya dan Nyonya Kim terkekeh kemudian mengelus surai Minseok. Sehun mengangguk.
"Ah, kalau begitu kami duluan, ne?" ucap Nyonya Kim.
"Hati-hati di jalan" Nyonya Oh tersenyum dan menepuk lengan Nyonya Kim pelan.
Nyonya Kim dan Minseok segera meninggalkan ruang auditorium. Nyonya Oh melirik pada Baekhyun yang sekarang sedang digendong oleh Chanyeol di punggung dan tertawa-tawa.
"Apa itu teman-teman Baekhyun?" tanya Nyonya Oh pada Sehun.
Sehun mengangguk "Ne"
"Siapa nama mereka?"
"Yang sedang menggendong Baekhyun itu namanya Park Chan Yeol dan yang sedang tertawa itu namanya Luhan, Xi Lu Han"
"Xi? Marganya Xi?" Nyonya Oh menatap Sehun dan Sehun mengangguk.
"Dia dari China eomma. Dia juga temanku"
"Eomma baru tahu kalau kau punya teman baru, kenapa tidak cerita?"
"Aku baru berteman dengannya beberapa hari ini" Sehun mengusap tengkuknya.
Nyonya Oh mengangguk dan tersenyum "Baguslah kalau sekarang Baekhyun sudah memiliki teman. Kita pulang sekarang" Nyonya Oh merangkul pundak putranya.
Sehun menoleh ke belakang dan tidak sengaja pandangannya bertemu dengan mata Baekhyun yang juga menatapnya. Baekhyun tersenyum namun Sehun sudah terlanjur memalingkan wajahnya.
.
.
"Luhan katanya eommamu akan datang hari ini, tapi kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Baekhyun yang berada di punggung Chanyeol. Sedari tadi Baekhyun tidak mau turun dari punggung pemuda itu. Dan mau tidak mau Chanyeol harus terus memeganginya.
Luhan mengendikkan bahunya "Entah, mungkin dia sedang sibuk dan tidak memiliki waktu untuk datang"
Baekhyun mengangguk kemudian ia beralih pada Chanyeol. "Kalau kau kenapa tidak meminta orang tuamu datang?"
"Untuk apa menyuruh mereka datang" Chanyeol menjawab dengan enteng. Karena kesal Baekhyun mengigit rambut Chanyeol dan menariknya.
"Ya! Apa kau gila?!" teriak Chanyeol membuat Baekhyun terkikik sementara Luhan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Chanyeol, Baekhyun, dan Luhan sudah sampai digerbang sekolah.
"Kau turun dari punggungku sekarang! Aku capek!" perintah Chanyeol sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.
"Andwaeeee, gendong aku terus sampai aku bilang stop" Baekhyun memeluk leher Chanyeol dengan erat membuat Chanyeol hampir tercekik.
"Baik baik, sekarang longgarkan tangan mu!"
Baekhyun tersenyum puas dan melonggarkan pelukannya. Chanyeol memutar bola matanya malas.
"Aku akan naik bus di halte sebelah sana" tunjuk Luhan pada sebuah halte yang terletak tidak bagitu jauh dari sekolah mereka.
Baekhyun mengangguk "Baiklah, hati-hati di jalan, ne? Hati-hati pada orang asing. Aku takut mereka akan menculikmu karena kau begitu manis hehehe" Baekhyun terkekeh dan Luhan tersenyum.
"Itu tidak mungkin, dasar kau ini"
"Hati-hati di jalan" ucap Chanyeol singkat. Luhan mengangguk dan berjalan menuju halte.
"Luhan!" teriak Baekhyun.
Luhan berhenti dan berbalik.
"Hati-hati di jalan. Annyeooooong" Baekhyun tersenyum lebar dan melambaikan tangannya heboh hingga Chanyeol terhunyung ke belakang dan berusaha menahan berat Baekhyun.
Luhan terkekeh dan mengangguk "Neeeeeeee. Annyeooooong" Luhan melambaikan tangannya kemudian berbalik.
"Kajja kita pulang!" Baekhyun kembali memeluk leher Chanyeol setelah sempat melepaskan tangannya untuk melambai pada Luhan.
Chanyeol berdecak dan memutar tubuhnya kemudian berjalan berlawanan arah dengan Luhan.
Baekhyun bercerita sepanjang jalan, tentang rumahnya, teman-teman serangganya dan berbagai macam hal membuat kepala Chanyeol terasa penuh dan pusing.
"Diamlah!"
"Kau tahu tidak kalau sebenarnya dia punya saudara juga"
"Kumbang tidak punya saudara Baek" desis Chanyeol.
"Mereka punya!"
"Tidak!"
"Punya!"
"Tidak!"
"Punya!"
"Diamlah Baek"
"Pokoknya mereka punya!"
"Iya mereka punya, mereka punya saudara. Sekarang diam"
"Hehe"
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong! ^O^/
akhirnya bisa diupdate juga chap 10 ini .
maaf lama ya, soalnya lagi ujian sekolah maklum udah kelas 12 hehe xD
di chap ini ga ada yang sedihnya kok ^^
kita refreshing dari yang sedih-sedih, ok?
moga kalian suka ya dengan chap yang penuh perjuangan ini xDD
ditunggu ya kritik dan sarannya ^.^/
oh ya, ditunggu juga review kalian~~ salam kecup :*
Big Thanks To:
EXO Love EXO:
hehe, mian kalau Baekhyun dijadikan korban pembully-an disini .
salah Baekhyun punya wajah imut bagitu *gigit bantal* xD
Luhan udah baik kok ^^
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
DevilCute:
hehe makasih ya... ^^
wah, baru kamu loh yang pengen ini sad ending xD
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
SyJessi22:
hehe, seperti pepatah kalau nobody's perfect xD
waktu di laws of jungle kan si Chanyeol nangkap ikan terus dia terkejut karena ikannya tiba-tiba gerak terus dia bilang "eomma!"
haha, karna ingat itu ya udah dimasukkin aja xD
Baekhyun udah kebal kok, soalnya dia kan dilindungin pke cinta sama si Chanyeol #apadah
hehe, iya betul banget ^^
Sehun cuma iri aja kok, alasan klasik ^^
karena waktu itu bibi Oh ga tahu kalau anaknya bakal ga suka, eh waktu dibawa pulang ternyata si Sehun ga suka sama si Baek..
waktu saya nnton dramanya juga gemes banget sama si Shim Ha Na yang baik ya ga ketolong =="
oke, maaf saya melenceng dari topik xDD
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
RLR14:
hehe, maaf udah bikin nangis .
ini saya ksi tissue *tebar tissue* :D
hehe, ini udah update kok...
maaf ya karena lama soalnya lagi ujian sekolah T.T
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
Baekicot:
kalau Baek didekat Chan terus pasti ga akan menderita d #jiwashipper
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
Nnukeybum:
hehe, si Baekhyun kan baik hati dan tidak sombong #apaini?
hahaha, coba nnton laws of jungle yang ada Chanyeolnya, waktu itu dia terkejut karena ikan dia panggil eommanya xD
dulu Baekhyun pernah serumah sama Sehun tapi langsung ditendang sama Sehun xD
Baek ga ngajak siapa-siapa ^^
hehe, wahh ketebak ya?
hebat *tepuk tangan* ^^
hehe, kan image BaekYeol itu playful gimana gitu... .
pengen mereka kya anak sekolahan gtu .
hehe, makasih ya... ^^
ini udah diupdate loh... ^^
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
MeriskaLim:
belum tahu nih, ffnya ikut ngalir bareng ide aja..
ada saran ga ff ini pasnya end di chap berapa?
hehe, tapi sekarang Baekhyun udah punya temen kok ^^
hehe, makasih ya... ^^
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
Sayakanoicinoe:
hehe, yang dompet nanti di chap depan ya... ^^
ada saran ga ini ff harus sampai di chap berapa?
nanti saya sesuaikan ^^
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
KyuuLawliet:
mungkin mulai dari chap ini udah ga ada bully bully lagi dan mulai ke penyelesaian masalah aja ^^
hehe, maaf ya udah bikin nangis.. *tebar tissue* xD
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
Indahtara14:
hehe, maaf ya udah bikin kamu ga tidur siang ^^'
ini udah lanjut kok... ^^
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
Kang Yura:
iya, Baek kkaebsong... xD
ini udah lanjut kok... ^^
ternyata ada yang lebih fantastis dari salam kecup saya yaitu kecup basyah xDD
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
Xieveah:
sabar...mungkin itu cobaan(?)
yang penting udah ke post reviewnya...
hoooreeee :D
hehe, makasih ya... ^^
iya, ini ga terlalu diperlihatkan sih couple-couplenya...
cuma sedikit sedikit aja...
pengen sih buat yang romantis tapi belum lewat di otak...
Luhan lagi bimbang, karena kalau dia ga ikut perintah Jongdae bisa-bisa dia yang kena bully hehe
berhasil ga moment HunHannya?
maaf kalau cuma dikit TT
hehe. Iya, sedang saya pikirkan juga sih..endnya si Baek sma Chan mau kya gimana... xD
udah lanjut kok... ^^
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
Egg bacon:
aigo, maaf maaf *dance sorry sorry* xD
iya, seSUJU kalau marah, sedih, jengkel, kesal, dan teman-temannya di tahan itu emang bikin asdfghjkl ==" #curhat
hehe, moga di chap ini udah ga mewek lagi ya... ^^
belum pernah disinggung sama sekali kok... ^^
hehe, kita lihat aja nanti... ^^
iya, sebenarnya udah mulai capek sih... =="
lemes gegara ujian mtk dan kimia di hari yang sama... =="
dan parahnya fisika dan mtk udah ketahuan ga tuntas... =="
saya sempatkan waktu kok untuk lanjut ff ini... ^^
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
BabyBooHun:
iya dong, pasti dong... xD
hehe, akan saya pikirkan tentang pembullyan D.O muahahahahaha #ketawa jahat xD
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
Ryanryu:
mungkin karena dia ga mau si Luhan berteman lagi dengan Baekhyun..
udah di akurin kok... ^^
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
Parkbyun0627:
iya iya, saya yang buat juga ngerasa kok gimana di posisi Baekhyun..
udah mulai berakhir kok penderitaan si Baekhyun ^^
jangan mukul dada, lebih baik ngelus dada –Chanyeol- aja xDD hahahahaha, maaf otak saya, maafkan otak saya .
Baekhyun pernah serumah dengan Sehun loh...
udah lanjut kok, maaf ya gasnya agak pelan soalnya direm sama ujian sekolah... =="
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
Guest:
maaf ya ga bisa update cepat TT
ujian sekolah sedang menyiksa saya... *cry a river* TT
tapi ini udah di lanjut kok...
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
niShiners:
iya iya, ga apa kok ._.
saya orangnya baik hati dan sabar #abaikan xD
habis muka Baekhyun imut sih... ;A;
jadi gemes banget sama si Baek...
err, itu Taonya buat saya aja daripada dipakai buat tereak xD
annyeong, saya juga author baru disini *bow* ^^
wah wah, saya jadi senang hehe ^^
kan, muka Baekhyun memang imut dan minta di bully gtu
baguslah kalau kamu suka ^^
oke, oke saya siap menjawabnya ._.
err...saya juga bingung sih sama Chanyeol suka apa nggak sama si Baek =="
tapi bakal manis-manis aja kok mereka kya manisan hehe xD
karena ibunya stres sama bapak Baek yang dipenjara dan kehidupan keluarga yang merosot, karena bingung dan kesal jadinya si Baek dipindahin ke panti...
masa kecilnya Baek ya ga beda jauh lah dengan sekarang bedanya sekarang dia punya Chanyeol #yehet
ga kok, bibi Oh cuma donatur aja di panti itu karena Baekhyun ngegemesin alhasil dipungut lah si Baekhyun ^^
dan cukup ini dulu yang bisa saya jawab xD
maaf updatenya ga bisa cepat, ujian sekolah sedang menerpa kehidupan SMA saya TT
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
Ami KeyByun:
ga apa kok, yang penting udah review... ^^
hehe, tapi bullynya udah agak mendingan kok... ^^
ini udah lanjut... ^^
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
Shouda Shikaku:
ga apa kok, yang penting udah review... ^^
mungkin karena Baek yang dibully, soalnya kalau Chan yang dibully kya ga mungkin #apaini?
aigo, lain kali nangisnya di tempat tersembunyi aja, daripada nanti ditanya 'napa nangis' sma ortu ._.
contohnya baca di kolong meja, atas lemari, dibawah tempat tidur, dsb
ini udah lanjut kok ^^
iya, makasih... ^^
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
Suchy:
makasih ya udah review di tiap chap... ^^
moga chap ini bisa jwab smua pertanyaan kmu ya... ^^
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
Guest2:
gomawo udah bilang ff ini daebak .
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
Gyusatan:
oke oke, akan saya buat mereka menjadi sadar kembali *hormat* xD
lagi saya pertimbangkan yang buat D.O hehe
pancake duren?
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
Rachel suliss:
jeongmal? Wah wah maaf *tebar tissue*
ga kok, ada bagian bedanya malah cukup banyak perbedaanya ^^
yaps, drama ini beda sama drakor yang lain soalnya dia mengangkat tentang schoollife, kesenjangan sosial, dan bullying
pokoknya bagus d... ^^
hehe, Luhan udah sadar kok... ^^
yaps, karena iri aja...
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
Sweetink:
hai ^^/
bagus lah kalau ada... ^^
thanks for read and review ya.. ^^
keep read and review too ^^
salam kecup :*
Thanks ya buat semua yang udah baca dan review ^^
oh ya, ternyata kris belum muncul...
mau dimunculin atau ga usah?
ksi saran juga ini mau end di chap berapa?
nanti saya sesuaikan... ^^
gomapseumnida yeorobun :*
salam kecup :*
