Masih adakah yang nunggu ff ini ? maaf terlalu sibuk di dunia nyata jadi lama update hehehe.. Tapi kali ini saya kasih bonus untuk reader shi semua, saya kasih chapter SPECIAL karena kali ini chapter ini lebih panjang dari chapter2 sebelumnya…. So untuk kerja keras saya jangan lupa Review yaa… habisnya viewnya banyak bangeeeeeeeeettttt…, tapi…. ? wkwk
Oh ya saya mencoba menulis cerita baru hanya saja genrenya beda, saya menantang diri saya nulis yang berbau angst... soalnya ff ini mungkin tinggal bentar lagi dan mungkin ada yang tertarik jadi saya Promoo….. silakan yang mau membaca cerita saya yang lain.
Maaf kebanyaken basa-basi… reader-shi enjoy reading semoga suka….
CHAPTER 11
"ternyata yunho hyung lah yang akan mati mudaaa hueeee" rengek junsu miris.
"junsuu apa maksudmu ?"
"hyung.. yunho hyung itu benar-benar mencintaimu bahkan hingga saat ini" ungkap junsu menggebu
DEG
Kim jae joong hanya bisa terpaku tak tau apa yang harus dia ucapkan dalam hatinya yang paling dalam harus jaejoong akui jika hatinya berdesir mendengar yunho sungguh-sungguh mencintainya, ada rasa lega disana tanpa tau alasannya.
.
.
.
Setelah cukup terkejut dengan pernyataan jaejoong, junsu tetap memaksa jaejoong untuk bercerita tentang kehidupannya dan kemudian dengan paksaan dari junsu akhirnya jaejoong mau menceritakan kehidupannya selama lima tahun ini denga jujur. Selama lima tahun jaejoong hidup sederhana di jeju dan menjadi seorang pemandu wisata, hal ini berjalan selama tiga tahun profesinya yang selalu mengunjungi berbagai tempat wisata membuatnya tidak terlalu terbelenggu dengan kenangannya bersama yunho dan changmin, hingga suatu hari jaejoong bertemu dengan seorang wanita yang sepuluh tahun lebih tua darinya yaitu park yejin.
ketika pertama kali bertemu park yejin adalah salah satu wisatawan yang berada dalam rombongan yang ditangani jaejoong wanita itu telah tertarik dengan jaejoong sejak pertama melihatnya bahkan wanita itu sengaja berpura-pura penyakitnya kambuh untuk menarik perhatian jaejoong dan mulai saat itulah mereka menjadi dekat dan wanita itu jugalah yang pertama meminta jaejoong untuk menikahinya dan dikarenakan sebuah alasan akhirnya jaejoong mau menerima yejin sebagai istrinya.
"APAA ?!" teriak keras junsu membuat maid yang ada di reumah jaejoong menatap mereka.
"junsuah jebaaal tidak bisakah kau berekspresi biasa saja" mohon jaejoong yang malu karena reaksi junsu menarik perhatian beberapa maid.
"aku tidak bisa… apa apaan ku kira kau menikah dengan wanita muda yang seksi tapi ternyata kau menikah dengan tante-tante" protes junsu tidak senang.
"yak bagaimanapun dia istriku jadi jangan berbicara sembarangan jung junsu !" jawab jaejoong tak kalah sewot.
"apa alasanmu menikah dengannya hyung ? aku tidak akan percaya jika kau menjawab kau mencintainya, kau tahu mata sapi mu iitu tidak bisa bohong ?" hardik junsu membuat bibir jaejoong mencebil
"wae! kenapa kau bicara seperti itu su ah?" heran jaejoong karena tiba-tiba junsu menjadi pintar bahkan biasanya dia sangat lamba.
"kenapa malah melihatku seperti itu hyung? Aku bukan orang yang mengenalmu satu atau dua hari jadi segala tingkahmu aku sudah hafal meskipun sudah lama tak bertemu denganmu tapi kau ini sama sekali tak berubah dan aku tak akan pernah pergi dari sini jika kau tak benar-benar jujur tentang segalanya padaku, kan salahmu sendiri pergi tidak pamit huh"
"hyung sekarang saatnya kau cerita dengan benar semuanya okeh ? kita sudah berjanji tadi"
"neeee" jawab jaejoong imut seperti anak kecil yang sedang dimarahi
"jadi?"
"jadiiii…."
"cepatlah HYUNG !" teriak junsu tak sabar
"ne ne"
"jaejoong kemudian menjelaskan bahwa pernikahannya dengan yejin memang tidak berlandaskan cinta namun hanya berlandaskan rasa simpati, jae joong sangat begitu tersentuh melihat yejin yang hidup sebatang kara dengan harta melimpah namun kesepian, orang tua yejin telah meninggal ketika ia berumur 17 tahun dan dengan sekuat tenaga yejin menjaga harta warisan ayahnya yang seorang konglomerat kaya dari saudara-saudara ayahnya yang jahat.
Yejin akan mendapatkan harta tersebut apabila ia memiliki suami dan saat itulah yejin bertemu dengan jaejoong dan merasa jaejoong adalah sosok yang tepat untuk menjadi suaminya, yejin sendiri tengah menderita penyakit cukup parah, alasannya menikahi jaejoong adalah agar harta warisannya bisa diberikan pada orang yang tepat namun jaejoong sendiri pada dasarnya menolak harta tersebut dan menyarankan yejin untuk menyumbangkan harta warisannya pada mereka yang membutuhkan.
Jadi pada dasarnya alasan jaejoong menikahi yejin murni karena ia ingin menolong wanita yang tengah menderita tersebut dan tentunya untuk melupakan yunho. sebagai suami Yejin jaejoong ingin terus mendampingi wanita itu dan memutuskan berhenti menjadi pemandu wisata dan kini dia bekerja menjadi guru TK disalah satu TK yang dinaungi oleh yayasan yang dibangun ole perusahaan istrinya. Menjadi guru TK adalah pilihannya dia begitu menyukai anak-anak sekarang pengaruh changmin begitu besar dalam hidupnya.
"jaejoong hyuung…" respon junsu miris mendengar cerita jaejoong dan junsupun menyadari baik yunho maupun jaejoong masing-masing dari mereka belum bisa hidup lepas karena beban masa lalu yang mengglayuti terbukti dari jaejoong yang juga memilih jalan hidup penuh kebohongan sama seperti hyungnya
"sekarang kau sudah tau semuanya, junsuah aku tau kau adalah sahabat terbaiku jadi aku mohon jangan mengatakan apapun kepada yunho ne ? berjanjilah kumohoon ? biarlah tetap seperti ini, lagipula aku juga akan tetap menjaga changmin bukankah sekarang aku gurunya? Berjanjilah junsu, katakanlah sesuatu ? aku tidak ingin terlibat hubungan yang terlalu dekat dengan yunho lagi biarlah aku jadi orang asing baginya tanpa dia harus tau bagaimana aku, ne junsu ?" pinta jaejoong tulus pada junsu.
"baiklah hyung aku berjanji, tapi jika suatu hari yunho hyung tau dengan sendirinya aku tidak ingin kau menyalahhkanku"
"terimakasih junsu-yah" lega jaejoong kemudian.
.
.
.
The other side
Changmin yang kelelahan akhirnya tertidur setelah ditimang oleh sang nenek. Sedangkan appa dan paman changmin masih terlibat pembicaraan serius setelah mendapatkan kejutan di hari ini.
"aku tidak menyangka bisa melihat jaejoong lagi setelah sekian lama dan dia adalah guru changmin.. changmin memang sepertinya berjodoh dengannya.." eluh yunho.
"kalau begitu sekarang giliranmu untuk menjalin hubungan baik dengannya lagi kau masih mencintainya bukan ?" Tanya yoochun pelan-pelan.
"aku tidak bisa dulu kami memutuskan menjadi teman dan melupakan semuanya bahkan kemarin jaejoong juga sudah menganggapku sebagai sahabat saja" jawab yunho dengan sedih.
"lalu kau akan diam dan pasrah begitu saja ? oh c'mon yun aku memang salah dulu membuatmu menikah dengan jesica tapi sekarang aku hanya ingin kau bahagia tidak ada yang lain" ungkap yoochun tulus, dan membuang semua logika demi sang sahabat.
"ini bukan salahmu chun jika aku tidak menuruti saranmu semua juga tidak akan terjadi aku sendiri yang memilih untuk mau mencoba hubungan dengan jesica" yunho mencoba menenangkan agar yoochun tidak terus menerus menyalahkan dirinya.
"yun ummamu juga sudah tau semua yang terjadi padamu dan dia sudah menerimanya… tidak ada lagi yang akan menghalangi langkahmu buddy" rayu yoochun belum menyerah agar yunho mau mengejar jaejoong lagi.
"lalu aku harus apa park yoochun ?" jawa yunho yang mulai terpancing emosinya
"apa kau mau jadi pengecut jung ? ini bukan yunho yang ku kenal, yunho yang ku kenal adalah seorang pemberani kelewat berani malah"
"aku hanya bingung harus melakukan apa yoochun-ah ini sudah hampir lima tahun berlalu dan dia.. dia… !" yunho tak sanggup melanjutkan kalimatnya.
"setidaknya kau harus menyelesaikan apa yang belum selesai, aku tidak menyuruhmu untuk langsung atau benar-benar bersama dengan jaejoong dengan merebutnya, yang harus kau lakukan adalah mengungapkan semua yang kau pendam selama lima tahun ini, minta maaf mungkin atau katakan kalau kau mencintainya dengan tegas dan kalaupun dia tidak mencintaimu setidaknya kalian bisa berteman dan hubungan kalian menjadi normal hingga kau bisa menyapanya dengan biasa ketika berpapasan di pinggir jalan tidak canggung seperti sekarang! jika kalian akur bukankah ini juga untuk kebahagiaan changmin kau lihat sendiri baru bertemu saja changmin langsung akrab kembali dengan jaejoong sepertinya mereka punya ikatan bati mengingat jaejoonglah yang sejak changmin bayi memberi kasih sayang sepenuhnya dengan tulus" papar yoochun panjang lebar.
"kenapa kau yang bersemangat sekali dan Kenapa kau memaksaku park ?" kepala yunho serasa mau pecah mendengar ocehan yoochun, jika bingung adalah penyakit maka bingung yunho sudah masuk ke stadium akhir.
"tentu saja aku memaksamu kau pikir mudah apa untuk berteman dengan orang gila sepertimu ! setiap hari kau seperti mayat hidup dan menekan dirimu sendiri, apa kau tau hal itu juga menekanku sebagai sahabatmu ? Aku juga ingin menikah dan punya anak lalu hidup normal"
"jika kau ingin menikah ya tinggal menikah apa hubungannya denganku ?" yunho mulai emosi.
"aiiissshhh bagaimana mungkin aku bisa terjebak untuk berteman dengan manusia bodoh sepertimu, kau pikir aku bisa hidup normal sedangkan setiap saat kau bisa tiba-tiba menelfonku untuk menjaga changmin hah ?"
"jadi selama ini kau tidak suka kalau aku memintamu menjaga changmin ?" entah kenapa yunho dan yoochun mulai berbicara layaknya mereka akan beradu jotos.
"changmin sudah ku anggap anak sendiri tidak mungkin aku tidak suka menjaganya tapi coba kau pikir jika aku menikah apa aku bisa cepat datang jika kau tiba-tiba memintaku untuk menjaganya, tentu tidak yun, aku tidak akan bisa seperti sekarang yang bisa kau panggil bagai pemadam kebakaran yang siap sedia selama 24 jam, mungkin yang terjadi justru aku akan mengambil changmin darimu yang tak bisa menjaganya, apa kau mengerti ? ini bukan masalah tentangku tapi tentang hidupmu selesaikanlah apa yang belum selesai setelah itu hiduplah dengan normal seperti orang lain mulailah lagi membuka hatimu apapun hasilnya setelah kau berbicara dengan jae joong" ungkap yoochun panjang lebar dan yunho hanya mampu terdiam emosinya teredam ketika mendengar ucapan yoochun.
"kita lihat nanti chun aku sebenarnya juga sangat penasaran bagaimana selama ini jaejoong menjalani hidupnya"
"ah.. junsu dia menghabiskan waktu lebih lama dengan jaejoong bocah itu pasti mengorek banyak info tentang jaejoong, aku akan menanyakan padanya nanti" pikir yoochun yang memang cerdas dalam membaca situasi.
.
.
.
"junsu.." sapa yoochun pada junsu yang baru saja masuk ke dalam rumah yunho, malam ini yunho memang menginap di rumah orang tuanya karena nenek changmin ingin tidur dengan cucunya.
"oh hyung kau belum pulang ?"
"aku sengaja menunggumu…"
"benarkah memangnya ada apa ?"
"ceritakan ?" tuntut yoochun tiba-tiba dengan menatap junsu tajam.
"apa ? apa yang harus aku ceritakan ?" bingung junsu dengan maksud yoochun yang menodongnya bagai penjahat yang sedang diinterogasi, aura kelam yoochunpun langsung menguar kemana-mana.
"kim jaejoong tentunya semua yang kau dengar dari jaejoong" ucap yoochun to the point.
"hyuung aku tidak bisa mengatakannya aku sudah berjanji pada jaejoong hyung untuk tidak menceritakan kepada yunho hyung" panik junsu sembari memberi penjelasan meminta ampunan pada yoochun.
"siapa bilang kau akan memberi tahu yunho kau kan memberitahuku dan jaejoong tidak pernah melarang untuk memberitahuku bukan ?" kata yoochun sambil menunjukan senyum angkuhnya Park Yoochun memang selalu cerdas.
"kau benar hyung jaejoong hyung memang tidak melarangku untuk bercerita kepadamu" junsu yang sudah mampu memahami makna kata-kata yoochun langsung menatap yoochun intens kemudian kedua orang tersebut saling memandang dan tersenyum bersama.
.
.
.
Jarum jam menunjukan bahwa waktu telah menuju dini hari dimana seharusnya semua orang telah terlelap di ranjang mereka, namun tidak untuk jung yunho ia sibuk memenadang langit-langit kamarnya, dan suara yoochun terus terngiang di telinganya. Setelah berjam-jam akhirnya ia memutuskan besok ia akan menemui jaejoong.. ya jung yunho akhirnya telah memutuskan. Tak ada bedanya dengan jaejoong yang juga hampir sama seperti yunho tidak bisa tidur sama sekali.
'ya tuhan bagaimana mungkin setelah sekian lama aku harus bertemu dengannya lagi.. aku memang menahan rindu setengah mati kepada changmin.. dan aku sangat bahagia bisa melihat bayi kecilku malaikat kecilku yang kini sudah tumbuh besar dengan sehat.. tapi mengapa untuk bertemu dengan ayahnya aku seakan tidak punya nyali.. ya tuhan jika aku memang menganggapnya sahabat kenapa aku harus segelisah ini…, selamatkan aku tuhan…' batin jaejoong memohon berharap esok hari galaunya karena yunho akan hilang tak bersisa.
Changmin Kindergarten
"hyuung sedang apa kau disini bukankah kau menyuruhku untuk menjemput changmin sekolah selama seminggu ?" Tanya junsu heran kaka tirinya ini tiba-tiba datang di jam-jam menanti pulang keponakannya kali ini junsu tidak terlambat karena keberadaan jaejoong sahabat lamanya membuatnya semangat untuk menjemput keponakannya.
"aku ingin menemui jae joong"
"APA ? jae joong? Kenapa kau menemui jae joong sekarang ? ada keperluan apa ?" serobot junsu dengan banyak pertanyaan mengapa hyungnya ini terlihat bergerak cepat sungguh tak terduga.
"sebaiknya kau diam saja ! ini urusanku"
Kini yunho dan junsu tengah menanti keluarnya changmin didepan gerbang dan junsupun belum beranjak dari sana.
"hyung maafkan aku, tapi setelah kau tau jae joong sudah menikah apa yang akan kau lakukan hyung ?" ya akhirnya yoochun menceritakan semua tentang jaejoong .
"aku ingin melihat kehidupan jaejoong sekarang, aku ingin tau apa dia bahagia jika iya maka aku bisa tenang.. lagi pula kemarin dia menamparku jadi aku juga ingin tau apa alasannya jika aku salah aku rasa aku harus mendapatkan permintaan maaf darinya.." ucap yunho dengan sendu
"hyuung" junsu cukup sedih melihat hyungnya ini tapi dalam hatinya dia cukup bahagia karena ada orang yang berani menampar hyungnya yang ganas ini sudah lama junsu ingin melakukan hal tersebut tapi dia terlalu sayang nyawanya 'jaejoong hyung luar biasa mungkin selama lima tahun dia bertapa atau mungkin berguru ke sun go kong jadi sekarang dia menjadi pemberani' pikir junsu konyol.
"lagi pula kenapa dia tidak menikah dengan kekasihnya dulu tapi malah menikah dengan wanita yang lebih tua aku ingin tau itu.." kini yunho sudah mengetahui sosok istri jaejoong.
"ya sudah semoga rasa penasaran hyung akan cepat terjawab dan hyung bisa di maafkan kalau begitu sebaiknya aku pulang dulu.." pamit junsu
"baiklah hati-hati"
"hyung !" junsu yang sudah mulai berjalan tiba-tiba berbalik kembali.
"hmm ?"
"kalau kau akan pergi kesini kenapa kau membiarkan aku naik bis umum untuk menjemput anakmu !" marah junsu tiba-tiba mengingat kakaknya seperti mengerjainya bukankah dia bisa menghubunginya untuk tidak menjemput changmin hari ini, sungguh hyung jahat! Meskipun kaya raya junsu memang lebih suka klayaban dengan kendaraan umum karena junsu memiliki jiwa yang sangat bebas.
"hitung-hitung aku membantumu diet" jawab yunho cuek
"dasar hyung SIAL ! haah inilah yang membuatku kadang malas mendukungmu " kemudian junsu pun pergi dengan menggerutu tentang hyungnya yang menyebalkan.
.
.
.
KLIIING KLIIING bell suara Tk changmin telah berbunyi dan menandakan bahwa waktunya pulang telah tiba.
"kau tidak langsung keluar sayang ?" Tanya jaejoong lagi-lagi meliat changmin sebagai yang terakhir duduk di dalam kelas.
"caenim juncu juhcii pacti beyum datang"
"apa kau mau makan lagi dengan caenim ?"
"tentu caja caenimm yeyeyey" senang changmin
"ayo kalau begitu mari ita keluar"
"changmin.." panggil yunho yang melihat changmin bergandengan tangan dengan jaejoong dan pemandangan tersebut membuat hati yunho menghangat.
"appa…. Kau yang menjemputku ? dimana juncu juhcii ?" changmin cukup terkejut bahwa hari ini sang appa datang menjemputnya, hal yang cukup mustahil pikir changmin.
"appa sengaja ingin menjemputumu sayang.." jawab yunho "hai jae terimakasih lagi-lagi kau menjaga changmin" lanjut yunho yang langsung menaruh perhatian pada jaejoong.
"tidak masalah.. minnah appamu sudah datang kalau begitu lebih baik saenim pulang ne ? dan changmin bersama appa ne ?"
"andweee.. jangan saenim" changmin yang masih ingin bersama dengan sosok guru berhati malaikatnya ini merengek tak mau ditinggal.
"iya jae mengapa kau terburu-buru tidak bisakah kita bertemu sedikit lebih lama ?"
"tapi ak-"
"appa kemarin jae caeni mengajakku makan appa bicakah cekalang appa yang mengajak jae caenim makan dan appa membayalinya" otak cerdas changmin bekerja cepat untuk membuat jaejoong tetap bersamanya.
"tentu saja sayang.." senang yunho "jae mari kita makan bersama hitung-hitung ini ucapan terimakasiku kepadamu setelah menraktir changmin kemarin"
"aku.. ak-"
"caeeniim ayooo.."rengek changmin dengan wajah sedihnya
"baiklah.. ayo" putus jaejoong tak tega kepada changmin
'bocah pintar tak sia-sia kau jadi anakku' batin yunho bangga
.
.
.
Kemudian Yunho dan jaejoong beserta changmin pun langsung meluncur untuk makan kali ini mereka makan di sebuah mall besar di seoul tepatnya di restoran favorit changmin.
"huaaah aku keyang cekali.." ungkap changmin sambil menepuk perutnya yang menggembung.
"bagaimana kau tidak kenyang kau mneghabiskan dua kali lipat porsi junsu ahjussi" sewot yunho.
"yunho shi" panggil jaejoong lembut
"ne ?" sebenarnya yunho cukup risih karena dipanggil dengan terlalu formal tapi apalah daya mau bagaimana lagi dia tidak bisa mengatur jaejoong seenaknya seperti dulu lagi.
"apa changmin selalu makan sebanyak itu ?"
"ne tentu saja apa kau lupa bukankah sejak bayi kau selera makannya selalu besar kau sendiri kan yang sering melapor padaku kalau dia menghabiskan tiga mangkok bubur sekaligus" cerita yunho dengan bangga namun jaejoong sama justru malah jadi terdiam
".."
'apa aku salah bicara' batin yunho panik "jae maafkan apa aku salah bicara?"
"aku.. aku hanya sedih saja mengingat dulu.."
"maaf jae"
"tidak apa-apa"
"hanya saja kau masih tetap khawatir dengan perut kecilnya" jaeoong mentap changmin yang Nampak tidak peduli dengan kedua rang dewasa tersebut dan lanjut menyantap dessert yang tak bisa dibilang sedikit itu, meskipun sudah mengatakan kenyang tapi kenyataannya perutnya masih mampu menampung banyak dessert menggoda.
"tidak masalah aku juga selalu rutin untuk mengontrol kesehatan changmin"
"baguslah kalau begitu.. meskipun kau tidak seratus persen berhasil jadi orang tua yang baik"
"jae apa maksudmu ? kemarin kau juga menamparku ? aku sungguh tidak mengerti.. bisakah kau jelaskan jae ?" akhirnya yuno punya kesempatan untuk bertanya perihal tamparan kemarin.
"changmin sudah mengatakannya padaku kalau kau sekarang setelah bercerai dengan istrimu justru jadi lelaki hidung belang !" sewot jaejoong
"hi-hidung belang ?" heran yunho bagaimana bisa sedangkan dirinya saja sulit sekali melirik seseorang "jung changmin bisakah kau jelaskan apa saja yang kau katakan pada saenim mu kemarin ?" Tanya yunho dengan tajam dan otomatis membuat changmin berhenti makan
'opss'.. "uhuk" changmin sedikit tersedak dan menatap yunho horror.
Kemudian changminpun mengatakan yang sebenarnya pada yunho dan yunho cukup marah dengan pengakuan changmin itu tetapi kemudian dia menjelaskan secara baik-baik kepada jaejoong bahwa sebenarnya wanita yang berkunjung ke rumah adalah wanita-wanita yang menyukai dirinya mulai dari rekan kerja rekan bisnis dan lain-lain tapi yunho selalu menolak mereka baik-baik karena masih trauma pada jesica yunho takut wanita itu hanya akan suka padanya tapi tidak dengan anaknya lagipula changmin juga tidak pernah menyambut mereka dengan baik.
"jadi begitu jae.." ucap unho di akhir ceritanya beruntung jaejoong mau mendengarkan dengan diam.
"ah jadi begitu yun.. kalau begitu maafkan aku karena menaparmu kemarin" tiba-tiba jaejoong merasa bersalah menampar orang seenaknya.
"tidak apa-apa changmin memang cerdas sekaligus licik" marah yunho sambil melirik anaknya dengan wajah yang dibuat-buat seram "dan tak pernah mau kalah denganku dan dia memang berhasil memberi pelajaran bagiku hehehe" ucap yunho sambil terkekeh.
'tampan' batin jaejoong melihat yunho tersenyum lepas setelah sekian lama 'ya ampun apa yang sebenarnya aku pikirkan'panik jaejoong dengan ungkapan hatinya sendiri.
"appa aku ingin belanja… jae caenim ayo kita belanja ne.." ajak changmin setelah kenyang.
Kali ini jaejoong benar-benar harus terjebak bersama yunho.. sebenarnya dirinya sungguh tidak nyaman tapi lagi-lagi changmin membuatnya tidak bisa berkutik.
"yuhuuuuuuu" changmin berlarian dengan gembira di lorong supermarket ketika dia berada di lorong tempat snack tanganya dengan gesit mengambil snack disamping kanan dan kirinya sedangkan yunho dan jaejoong yang mengikutnya hanya terdiam.
"huuufth" terdengar helaan nafas dari yunho.
"apa dia selalu seperti ini ?" jaejoog angkat bicara
"ne dia sangat aktif dan rakus kalau masalah makanan, untung saja pekerjaanku bagus coba kalau tidak bagaimana bocah itu akan hidup" jawab yunho dengan wajah lesu menatap anaknya yang berputar-putar terus seperti obat nyamuk.
"hehehehe" terdengar kekehan dari mulut jaejoong dan seketika yunho menatap tepat kemata jaejoong dan jaejoong yang sadar sedang ditatap yunho reflek menghentikan kekehannya dan menatap yunho balik mereka saling bertatapan cukup lama dan intens hingga…
"APPA ! ayoo cepat ke kasil dan bayal ini aku cudah lapal dan ingin makan snack!"
"ayoo ayooo" karena teriakan changmin pandangan yunho dan jaejoongpun terputus, jaejoong terlihat salah tingkah dengan wajah merah merona. Kemudian merekapun beranjak menuju kasir dan memilih salah satu kasir yang tengah sepi dan kasir tersebut adalah seorang wanita paruh baya dengan rambut ikal mungkin usianya hampir sama dengan ibu yunho hal yang cukup aneh sebenarnya tidak biasanya super market mempekerjakan wanita paruh baya.
TIT.. TIT… barang barang belanjaan yunhopun kemudian mulai di total namun ditengah-tengah sang wanita paruh baya itu berhenti sejenak dan justru menatap yunho dan jaejoong bergantian.
"maaf kenapa ?" Tanya yunho hati-hati melihat ibu-ibu didepannya itu terpaku.
"kalian mau hadiah lube atau kondom juga ?" Tanya si ibu kasir bla-blakan tanpa tedeng aling-aling.
"HAH ?" kaget jaejoong dan yunho bersamaan mendengar pertanyaan aneh tadi.
"ini kalian membeli kondom merek ini dan kebetulan sedang ada promo mendapat hadiah jadi aku bertanya kalian mau hadiah yang mana ?" Tanya si ibu kasir lagi.
"kondom ?" yunho menatap horror pada kondom yang ada di pegangan ibu-ibu kasir tersebut, bagaimana mungkin di troli belanjanya yang isinya jajan changmin ada sebuah kondom pikirnya.
"ah… aku sudah hidup lebih lama dari kalian dan aku sudah banyak melihat pasangan macam kalian, jadi sudah kalian tidak usah malu-malu.. wah anak kalian lucu sekali" girang si ibu ketika matanya menangkap sosok changmin ditengah yunho dan jaejoong. "ah siapa yang ibunya dan siapa ayahnya ?" Tanya sang ibu penasaran dengan senyum yang terus mengembang diwajahnya.
"dia ibunya dan aku ayahnya" reflek yunho menjawab sambil menunjuk jaejoong sebagai ibu changmin dan yang ditunjuk justru makin melotot horror kepada yunho matanya bahkan hampir keluar.
"yunhoo! Ini bukan saatnya membahas itu ! ahjumma kami bukan pasangan seperti yang ada di pikiranmu.. dan lagi pula yunho! bagaimana mungkin ada kondom di trolimu ?" jaejoong yang sadar situas langsung bersuara dengan nada tinggi.
"aku tidak tau jae kau lihat kan sedari tadi aku tidak belanja apapun, changmin apa kau mengambil ini ?" Tanya yunho pada changmin sambil menunjuk kotak kondom yang masih ditangan si ibu kasir.
"ne appa bukankah itu pelmen lasa stlobeli" ucap changmin polos
PLAK semua orang disitu serasa tertampar jadi ini akar masalahnya, seharusnya yunho tidak terlalu terpesona dengan jaejoong saja sehingga kurang mengawasi anaknya.
"changmin dengarkan appa ini bukan permen kau tau ?" jekas yunho sambil mengambil kondom dari ibu kasir
"tapi dicitu ada gambal stlobeli appa dan aku belum mencoba pelmen itu"
"tapi ini bukan permen changmin ! ini tidak bisa dimakan"
"lalu itu apa?" Tanya changmin lagi
"ini balloon" jawab yunho asal karena kepalang bingung
"waaah kalau begitu cepat tiup appa ayoo tiuup…" gembira changmin sambil bertepuk tangan
"hah ?" bingung yunho sepertinya tanpa sadar dia salah biacara lagi.
"biar aku yang jelaskan" putus jaejoong gemas pada yunho menangani hal seperti ini saja dia tidak becus.
"changmin dengarkan caenim ini bukanlah makanan maupun mainan dan changmin tidak boleh mengambil ini lagi ne ? ini hanya boleh dibeli oleh orang dewasa saja jadi changmin harus menunggu dewasa ne ? dan ini sama sekali tidak ada manfaatnya untuk min, apa min mengerti sayang ?" jelas jaejoong dengan amat sangat lembut.
"ne.. baik caeniimm" changmin menjawab dengan manis entah mengapa jika jaejoong yang bicara changmin akan dengan senang hati menuruti.
"lagi pula kenapa harus menempatkan benda-benda seperti ini di tempat yang mudah di jangkau oleh anak-anak sih !" amuk yunho entah pada siapa sedangkan jaejoong hanya memutar bola matanya malas, sedikit menyesal meninggalkan changmin bersama yunho saja karena appa changmin ternyata cukup payah dalam mendidik anaknya.
Kemudian setelah menyelesaikan permasalahan tadi merekapun bersiap pulang tetapi kondom tadi tetap yunho bawa karena sang ibu kasir tetap memaksa mereka membawanya sebagai bonus dan tentu saja hal ini membuat mereka berdua malu setengah mati akibat ulah si bocah evil.
"kami tidak membutuhkan ini" ucap yunho pada kasir mall.
"sudah bawa saja dan tak usah mengelak sedari tadi aku melihat kalian saling menatap dan jelas sekali jika kalian berdua saling mencintai" ucap si ibu kasir membuat mereka baik yunho dan jaejoong terdiam malu dan salah tingkah.
"umma ayoo pulang sudah selesai bermain jadi kasir-kasirannya" ucap seorang pemuda tampan seumuran dengan yunho.
"aigoo aku kan bermain di mall milik anaku sendiri apa salahnya lagi pula aku tadi melihat pasangan yang sangat lucu mereka begitu serasi dan terlihat saling mencintai" ungkap si ibu dan membuat sang anak cukup bingung ternyata ibu kasir yang melayani yunho dan jaejoong adalah ibu dari pemilik mall ini.
.
.
.
"jae umma…"
DEG DEG DEG tiba-tiba saja di dalam mobil changmin memanggil jaejoong dengan sebutan umma.
"min kenapa kau memanggil saenim seperti itu ?"
"tadi appa bilang jae caenim yang ummaku kan" jawab changmin polos
"changmin appa tadi itu hanya-" belum sempat yunho menyelesaikan kalimatnya ucapannya harus terpotong oleh sang anak.
"aku pasti bahagia bila punya umma seperti jae caenim, jae caenim cangat baik dan pelukan jae caenim juga hangat aku cuka.." ungkap changmin tulus sembari menguap terlihat sekali dia kelelahan dan mengantuk.
"tapi min.. " yunho yang merasa tidak enak pada jaejoong mencoba ingin memberikan pengertian pada changmin lagi.
"biarkan saja yunho biarkan.." ucap jaejoong kemudian sambil menatap changmin yang jatuh tertidur dipangkuannya dan tanpa jaejoong sadari air mata mengalir di matanya membuat yunho yang menatapnya ikut tersentuh.
"sudah sampai jae" akhirnya mereka sampai di depan rumah jaejoong waktu terasa begitu cepat padahal yunho sudah berusaha untuk mengendarai mobilnya secara lambat.
"ne terimakasih yun"
"jae tunggu… aku ingin bertanya padamu ? kenapa kau tidak mengenalkan istrimu dan dimana yoona kenapa kau tidak menikah dengannya ?"
DEG jaejoong cukup terkejut bahwa yunho tau tentang semua ini, cerita kepada junsu memang sebuah kesalahan jaejoong menyesal sekarang terbukti dengan jaejoong yang menghela nafas berat sambil memjamkan matanya.
"yun aku rasa kau tidak perlu tau banyak tentang diriku, lebih baik kita berhubungan professional saja sebagai guru dan orang tua dari changmin tolong jangan campuri hidupku lagi.. aku memang tidak bisa menolak changmin tapi denganmu aku sungguh tidak tahu" kemudian jaejoong mencoba beranjak dari mobil yunho.
"jae tunggu jae… kim jae joong! Dengar jae aku tidak akan berhenti sebelum kau memaafkanku dan memastikan jika kau bahagia! jika kau hanya berpura-pura bahagia maka aku tidak akan menyerah padamu" teriak yunho emosi
'tak tahukah jae bahwa sebenarnya aku sangat ingin mengetahui perasaanmu yang sesungguhnya padaku' batin yunho jujur.
TBC….
