"Wah wah apa-apaan ini. Jati diri Heesica sebenarnya adalah seorang namja?"
"Lady Heesica itu Kim Heechul? Yah ini serius?"
"Yak selama ini aku mengidolakan namja? Menjijikkan sekali."
*Net Idol* (Chapter 11)
"Aaaaaaahhhhhhhkkkkkkk"
"Waeyo Chuliie-ah?" Tanya Jaejoong yang terbangun dari tidurnya karena suara teriakan dari Heechul adiknya.
"Hah hah hah hah mimpi itu lagi noona hah hah" Ujar Heechul disela nafasnya yang terengah-engah.
"Sebenarnya ada masalah apa? Sudah beberapa hari terakhir kau selalu bermimpi buruk. Ceritakanlah padaku Chul." Ujar Jaejoong lirih. Ya, sudah beberapa malam terakhir Heechul selalu bermimpi buruk. Ia selalu mendapat mimpi yang sama, mimpi tentang jati diri Heesica yang terungkap. Ia sangat takut dengan apa yang terjadi dalam mimpinya. Bahkan ia harus minta Jaejoong menemaninya tidur agar tak dihantui mimpi itu lagi. Namun hasilnya nihil.
"Aniya noona. Kembalilah tidur. Maaf sudah mengganggumu." Ucap Heechul. Ia membaringkan kembali tubuhnya dan berbalik membelakangi Jaejoong yang hanya bisa menghela nafas melihat sikap tertutup adiknya.
Heechul memejamkan matanya. Ia mencoba untuk kembali tidur, namun tak bisa. Fikirannya jauh melayang ke kejadian beberapa hari lalu. Saat ia dipergoki oleh Hangeng saat sedang bercumbu dengan Siwon disebuah toilet restoran. Wajah Hangeng terlihat sangat marah saat itu. Ya bagaimana tidak, Heechul membuat dua kesalahan fatal. Yang pertama, ia tak datang saat Hangeng memintanya datang ke taman untuk berkencan. Dan yang kedua, ia bercumbu dengan Siwon didepan Hangeng.
Heechul sungguh takut bila Hangeng membongkar semua rahasianya. Ia sungguh tak siap apabila orang-orang terdekatnya harus ikut menanggung akibat dari segala perbuatannya. Ia hanya ingin dirinya sendirilah yang menanggung semua akibat itu.
Akhirnya setelah letih berfikir, Heechul pun kembali terlelap didalam alam tidurnya.
.
.
.
.
.
"Kita sudah sampai chagi." Ujar Siwon setelah mematikan mesin mobilnya. Saat ini keduanya telah berada di parkiran sekolah.
"…."
Siwon menoleh kearah Heechul yang tak menjawab dan sedang menatap kosong kedepan. Siwon menghela nafas. Sudah beberapa hari terakhir Heechul sering melamun.
Cupp
"Eh.." Heechul tersadar dari lamunannya. Ia terkejut saat Siwon mengecup bibirnya.
"Kau melamun lagi chagi" Ujar Siwon sembari tersenyum lembut.
"Ah mianhae. Eh kita sudah sampai? Ayo lekas turun. Nanti terlambat" Ujar Heechul sambil memasang tasnya.
Heechul dan Siwon keluar mobil bersama. Lalu mereka pun berjalan bersama menuju ke gedung sekolah.
"Hm, ada apa itu? Kenapa ramai sekali" Tanya Siwon bingung saat melihat banyak murid-murid berkumpul didepan papan pengumuman.
"Entahlah, ayo kita lihat." Ajak Heechul. Ia menarik tangan Siwon menuju kerumunan siswa.
Ditengah jalan, mereka berpapasan dengan sekelompok yeoja yang berbisik-bisik sembari menatap sinis kearah Heechul.
"Selamat pagi Kim .Ca!" Sindir salah seorang yeoja dengan penekanan disetiap perkataannya.
Heechul membatu seketika saat mendengar ucapan yeoja itu. Sedangkan Siwon tetap terus berjalan kearah kerumunan. Ia tak menyadari Heechul yang terdiam.
Seketika badan Heechul bergetar. Apa yang ia takutkan beberapa hari terakhir pun terjadi. Dan kerumunan itu pun sudah pasti sedang melihat tentang jati diri Heesica.
"Cih, menjijikkan sekali. Menyamar menjadi yeoja demi kepopuleran. Sungguh tak tahu malu."
"Yah selama ini aku mengidolakan namja? Memalukan sekali."
"Kenapa ia masih berani datang kesekolah? Apa dia tak punya malu?"
"Sungguh keterlaluan! Menipu semua orang! Kurang ajar sekali."
"Penipu tak pantas berada disini. Pergi kau penipu."
Berbagai macam cemoohan mengalir dari mulut siswa-siswa yang berada disekitar tempat Heechul berdiri. Mata Heechul memerah dan badannya bergetar hebat menahan tangis. Ia sungguh tak sanggup mendengar lagi cemoohan-cemoohan dari siswa-siswa itu. Ia pun berlari menuju atap, mencari seseorang yang bertanggung jawab atas semua ini.
.
.
.
.
.
"Kenapa kau melakukan semua iniiiii?" Teriak Heechul pada seorang namja yang sedang berbaring santai lantai atap sekolah.
"Kau yang membuatku melakukan semuanya." Jawab sang namja a.k.a Hangeng, dingin.
"Hiks kau bajingan. Brengsek." Teriak Heechul membabi buta. Ia memukuli Hangeng yang tetap tak beranjak dari posisi awalnya.
Airmata Heechul mulai mengalir keluar. Ia sudah tak dapat menahannya lagi. Ia terisak hebat sambil tetap memukuli wajah Hangeng yang sudah mulai membiru. Ia meluapkan segala kekesalan, kekecewaan dan amarahnya.
"Kau yang brengsek Kim Heechul!" Teriak Hangeng. Ia menahan tangan Heechul yang sejak tadi memukuli wajahnya.
"Kau yang brengsek. Kau mengabaikan perasaanku! Kau membuatku menunggu berjam-jam ditaman itu! Aku bahkan merubah penampilanku hanya untukmu! Tapi kau tak sekalipun mau menatapku! Kau brengsek! Bisakah kau sedikit saja menghargaiku? Aku mencintaimu! Jauh lebih mencintaimu daripada namja bermarga Choi itu! Ake mencintaimu Kim Heechul!" Teriak Hangeng tepat didepan wajah Heechul.
Heechul kembali bergetar hebat. Teriakan Hangeng sungguh membuatnya takut. Ia menangis dengan lebih hebat dan kencang.
Hangeg yang melihat Heechul menangis langsung menarik tengkuk Heechul dan mencium bibir Heechul dengan kasar. Ia tak dapat lagi merasakan kemanisan dari bibir berwarna merah hati itu. Ia hanya mendapat rasa asin dari airmata Heechul yang terus mengalir deras.
Namun hal itu tak menghalangi niat Hangeng untuk tetap meraup bibir orang yang dicintainya itu. Ia tetap dengan kasar melumat bibir Heechul. Ia meluapkan segala kekecewaannya terhadap Heechul. Sedangkan Heechul hanya dapat terdiam kaku. Kekuatannya telah hilang entah kemana.
"Saranghae Chullie-ah" Ujar Hangeng lemah setelah melepaskan lumatannya pada bibir Heechul. Mata Hangeng ikut memerah menahan tangis. Sungguh bukan ini yang sebenarnya ia mau. Ia tak sedikitpun ingin melihat Heechul menangis, melihat Heechul terluka. Namun kemarahan telah menggelapkan matanya.
Hangeng tersenyum miris melihat Heechul yang tak juga berhenti menangis. Bahkan tangisannya semakin keras terdengar. Ia pun membimbing tubuh Heechul untuk menjauh dari atasnya dan mulai bangkit berdiri. Ia berjalan menuju pintu dan meninggalkan Heechul yang masih tenggelam dalam tangisannya.
.
.
.
.
.
Selang beberapa lama pintu atap tertutup karena kepergian Hangeng, pintu itu kembali terbuka. Heechul sedikit mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang datang. Ternyata Siwon, Sungmin, Kyuhyun dan Hyukjae lah yang datang. Bagaimana mereka bisa tau keberadaan Heechul? Bersyukurlah pada firasat seorang Choi Siwon.
Mereka mendekat keaah Heechul yang masih menangis. Ekspresi wajah mereka sungguh tak dapat ditebak. Sekali lagi tubuh Heechul bergetar ketakutan. Ia sungguh tak bisa menebak apa yang akan dikatakan oleh orang-orang terdekat yang telah dibohonginya selama ini.
Tanpa disangka, Sungmin memeluk erat tubuh Heechul yang masih bergetar karna tangis dan takut. Ia mengusap lembut punggung Heechul, mencoba menenangkannya. Mendapat pelukan hangat seperti itu membuat Heechul semakin keras menangis. Ia sungguh tak menyangka bahwa Sungmin masih mau memeluknya.
Selama beberapa saat hanya suara tangisan Heechul yang memenuhi atap sekolah. Sungmin, Siwon, Kyuhyun dan Hyukjae hanya terdiam menunggu Heechul berhenti menangis.
"Jadi kau itu Heesica, Chuliie-ah?" Tanya Hyukjae setelah tangis Heechul mereda.
Badan Heechul sedikit tersentak. Dan dengan perlahan ia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Hyukjae.
"Rahasia sebesar ini kau sembunyikan dari kami? Apa kita benar-benar bersahabat?" ujar Hyukjae dingin. Ia mengacak rambutnya frustasi dan berjalan keluar menuju pintu.
Sekarang hanya tinggal Sungmin, Kyuhyun, Siwon dan Heechul yang masih berada diatap. Isakan Heechul kembali terdengar saat Hyukjae pergi meninggalkannya. Dan Sungmin masih dengan setia memeluknya dan menenangkannya.
"Ayo kita pergi chagi." Ajak Kyuhyun. Ia menarik lengan Sungmin agar menjauh dari Heechul. Dengan tak relan, Sungmin mengikuti Kyuhyun meninggalkan atap. Ia sadar bahwa Heechul dan Siwon butuh waktu berdua.
Sepeninggalnya Kyuhyun dan Sungmin, Siwon dan Heechul saling terdiam. Siwon menatap lekat pada Heechul yang masik sesekali terisak. Lama merka terdiam. Entah sudah berapa pelajaran yang tak mereka ikuti. Namun Siwon tak peduli.
"Mianhae Wonnie-ah" Ucap Heechul memberanikan diri. Perlahan ia mengangkat wajahnya agar bisa menatap kearah Siwon langsung. Ia tersentak mendapat tatapan dingin dan tajam dari Siwon.
"Kenapa kau lakukan ini padaku hyung? Menyenangkankah bagimu merahasiakan hal sebesar ini dariku? Kau anggap apa aku selama ini?
TBC or Delete?
Review :)
.
.
Aaaaaakkkk review nya bikin aku jadi ragu untuk hiatus nih ,
Ngihihihi
Jadi gak tahan sendiri buat nulis dan akhirnya jadilah chap ini.
Pendek? Ngahahaha sengaja kok. Biar menegangkan :D
Karena puasa jadi libur NC dulu yaaa.
.
Ohya, buat yang nanya tentang siapa itu Hangeng dan bagaimana Hangeng bisa tau tentang Heesica, ayo dibaca ulang lagi pelan-pelan :)
Jawabannya ada di chapter-chapter sebelumnya kok :D
.
.
Oke akhir kata KEEP REVIEW :D
Biar semangat ngerjainnya
