Title : EXO Planet

Author : Raichi KrisTaoKaiSoo Fujoshi

Rated : M

Pairing : All Couple EXO *Only Official couple, not Crack pair*

Genre : Romance, drama and fantasy

DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.

Summary : dunia di tahun 2045. Ditemukan planet baru bernama EXO, planet berisi namja-namja berparas rupawan. Sebuah kejadian tidak terduga membuat planet EXO menginvasi makhluk bumi.IT'S YAOI! KRISTAO AND OTHER COUPLE IS HERE! DON'T LIKE, DON'T READ :)

Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?

NO FLAME, NO BASH CHARA, NO PLAGIAT, NO SILENT READERS XD

Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^

tolong tetap beri saya review anda *bow*

.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

I TOLD YOU BEFORE!

.

.

IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!

.

.

RAICHI

.

.

Kerajaan itu selalu sibuk, sangat ketat keamanannya dan tak pernah bisa ditembus oleh kejahatan apapun.

Tao terlihat berjalan-jalan mengelilingi istana ini, bersama Kris disampingnya. Hanya berdua. Tak ingin diikuti oleh siapapun.

Kris menggenggam tangan mungil itu. Bertautan dan seolah tak akan pernah lepas. Tao juga menggenggam tangan itu. Setiap jemari Kris yang besar seolah melindunginya. Menawarkan kehangatan dan menyalurkannya.

Kulitnya menerima kehangatan akibat setruman kecil yang dirasakan jantung dan otaknya. Rasa ketika tautan itu menguat adalah kenyamanan.

Tao memejamkan mata ketika hembusan angin lembut menerpa tubuhnya. Menerbangkan helaian rambutnya, memberiarkan sejuk itu menerpa tiap detil kulitnya.

Kris melirik dan tersenyum.

"Kekanakkan, kau bocah kecil kekanakkan yang berhasil mengambil hatiku. Apa rahasianya, hm?" bisik Kris lembut di daun telinga Tao. Tao membuka matanya. Keduanya berhenti sejenak berjalan, wajah keduanya sangat dekat. Tao tersenyum kecil.

"Mungkin karena aku kekanakkan dan berhasil mengambil hati pedo sepertimu, hm?" bisik Tao dengan senyum kekanakkan miliknya yang terlihat jenaka di mata siapapun. keduanya terkekeh kecil.

"Ah ya, aku pedofil brengsek, menculik seorang bocah kecil manis sepertimu yang membuatku mabuk. Matamu, hidungmu, bibirmu, aroma tubuhmu, sikapmu, semuanya membuatku mabuk. Kau seperti candu. Lebih daripada ekstasi, lebih dari ganja yang dilinting agar menjadi rokok, lebih dari alkohol, kau lebih kuat dari itu, sayang." Bisik Kris lembut dengan sedikit seringai diwajahnya. Tao terkekeh kecil antara untuk membuang rasa malu atau mengurangi rasa debaran didadanya yang tiba-tiba membuatnya ngilu karena terlalu manis. Tao mencubit kecil lengan Kris.

"Ah~! Jadi..err… itu..-"

"Tanggal pernikahan kita?"

"Yup"

"Tidak akan lama, semua sudah dipersiapkan. Atau kau ingin sekarang, agar malam nanti kita akan 'menyatu', hn? Ah, maksudku kawin…pertemuan antara 'itu' dan 'itu'..kau sepertinya ingin membuat sebuah 'musik' dikamar kita nanti, hn? Aku bisa atur ruangan itu agar hanya kita yang merancang 'musik' itu, my sexy panda…" seringai itu terukir kembali. Dan akhirnya sukses dihadiahi jitakan dari pemilik mata panda yang wajahnya luar biasa merah hingga ke leher dan telinga.

"KAU MESUM MENYEBALKAN~!"

Ah ya~ kadang mesum pun ada batasnya, right?

Kris terkekeh kecil dan mengelus bekas jitakan 'sayang' dari Tao.

"Terima kasih jitakannya, sayang~ aku juga sangat menyayangimu~" dan Tao hanya mengembungkan wajah serta membuangnya. Inilah yang membuat Kris semakin jatuh pada pria manis ini.

Keduanya kembali melanjutkan jalan-jalan mereka. Dan tanpa disadari, sepasang mata penuh dendam menatapi keduanya. Mata berwarna zamrud yang sepertinya mengeluarkan rasa sesak dari dadanya hingga terlihat jelas dimata itu.

"Kris…." Bisiknya pelan dan lemah, berusaha menahan isak tangis agar tak keluar dan menjadi jeritan pilu. Ia menghapus airmatanya dan menulis sesuatu di atas sebuah note kecil, sebuah tulisan asal-asal dengan simbol kecil dan sepertinya hanya dia dan Tuhan yang tahu maknanya. Tubuh mungil itu pergi dan menjauh dari sana.

"Kita lihat…apa hasil dari rencanaku, Kris…" mata zamrud itu menajam dan tertutup dibalik tudung jubah miliknya.

.

.

.

Chanyeol terlihat bermain-main dengan seorang namja bernama Baekhyun. Baekhyun terlihat senang sekali bermain lempar tangkap dengan bola baseball milik Chanyeol.

"Baekkie, kau payah..!" Chanyeol tertawa lebar menatapi kekasihnya yang kesal karena lemparannya selalu tidak sebagus Chanyeol. Robot pembantu yang mengambilkan bola juga tertawa melihat Chanyeol dan Baekhyun.

"Ah diamlah..~!" Baekhyun memberenggut. Kesal, sepertinya iya. Beberapa penjaga bahkan tertawa melihat tingkah salah satu pangeran ini.

"Sudahlah, sayang! Kau tidak akan pernah bisa mendominasi aku dalam hal apapun~!" Chanyeol tertawa kecil di antara seringai jenakanya. Mata besarnya menatap mata mungil Baekhyun.

"Memangnya apa hakmu bisa mendominasiku? Aku lelaki, aku bisa mendominasimu!" Baekhyun sepertinya tidak mau kalah. Chanyeol melepaskan glove dan melempar bolanya asal. Ia berlari sangat kencang ke arah Baekhyun dan langsung menangkap tubuh Baekhyun.

Baekhyun kaget dan tidak siap untuk tindakan ekstrem Chanyeol.

Chanyeol mengangkat tubuhnya hingga kakinya tak menginjak lagi tanah. Wajah dan mata itu bertemu dengan satu tatapan. Sosok Baekhyun dikunci oleh tubuh tinggi Chanyeol. Lengan kekar itu memeluk pinggang Baekhyun hingga Baekhyun mau tidak mau sangat dekat dengan Chanyeol. Tangan Baekhyun bertahan pada bahu lebar Chanyeol. Otomatis, wajah itu memerah.

Chanyeol tersenyum miring ketika sukses membuat wajah itu bersemu.

"Kau tahu kenapa kau tak akan bisa mendominasiku?" bisik Chanyeol dengan nada rendah. Baekhyun menatap sosok Chanyeol. Bibir Chanyeol mendekati telinga Baekhyun. "Karena dari awal, kau adalah 'penerima' apapun yang aku lakukan, akulah pemilikmu, tak akan ada yang bisa memilikimu. Satupun dan seorangpun. Kau mutlak milik Halleyeous Chanyeol. Aku, dan hanya aku yang akan selalu memilikimu. Kemanapun kau pergi, aku akan mendapatkanmu." Ujar Chanyeol yakin dengan mata yang menyelami mata gugup milik Baekhyun. Ucapannya sukses membuat wajah Baekhyun merona lagi hingga ketelinga dan leher.

"Ah sial~! Turunkan aku! Ini memalukan Yeol!" Baekhyun memberontak hebat karena berusaha menutupi rasa malunya. Chanyeol semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang mungil nan ramping itu. Tubuh keduanya juga semakin dekat, Baekhyun bahkan bisa merasakan aroma Chahyeol.

"Hng? Kau sudah mengerti sekarang, Halleyeous Baekhyun?" Chanyeol berbisik rendah dan mengecup daun telinga Baekhyun. Membuat mata mungil milik Baekhyun membelak kaget karena mendapat tindakan tadi.

"Iya! Aku sudah mengerti, sekarang turunkan aku! Ini memalukan~!"

"Tidak akan, kalau kau aku lepaskan kau akan pergi."

"Tidak! Karena itu lepaskan aku! Ini memalukan, sungguh!"

"Coba saja berontak kalau kau bisa~!" Chanyeol menyeringai jenaka sambil memutar tubuhnya, membuat Baekhyun mengeratkan pelukannya karena takut kalau-kalau Chanyeol menjatuhkannya ke rumput.

"KAU ALIEN MENYEBALKAN~!"

Dan pertengkaran keduanya sukses membuat semua yang menonton tertawa kecil. Tak terkecuali para pengawal hingga tukang kebun yang lewat.

Tak jauh dari keduanya, ada Chen dan Xiumin yang tengah bertengkar juga. Memperdebatkan kalau Chen begitu menyebalkan karena memaksanya menggunakan sesuatu yang mengarah 'feminim'.

"Hyung~ pakailah gaun~ kau pasti akan terlihat semakin cantik!" Chen merengek sambil memperlihatkan gambar sebuah desain gaun. Sebenarnya bukan gaun seperti milik perempuan, hanya saja seperti tuxedo lengkap milik pria, berwarna putih, menggunakan jubah putih tipis dengan hiasan kristal es kecil. Warnanya sangat indah.

"Tidak! Aku menerima untuk menikah denganmu bukan berarti akan seperti ini! Kalau seperti ini, kembalikan aku ke bumi! Dan catatan, aku tampan, bukan cantik! Cantik itu untuk wanita, bukan untukku!"

"NO! jangan hyung~, jangan kembali ke Bumi. Disini saja! Bukankah kau adalah istriku?! Ayolah hyung~ kita akan serasi sekali, pasti. Aku menggunakan tuxedo hitam, kau berwarna putih. Kau pasti sangat cantik dengan hiasan ini~! Ya? Ayolah~"

"TIDAK…! Kau saja yang pakai, aku mau yang hitam!"

Sepertinya Xiumin mengganas akibat kata-kata cantik dari Chen.

Baiklah, lupakan saja.

Kibum terlihat memandangi mereka semua ditaman. Wajah tenangnya tersenyum, hingga ia dikagetkan dengan sepasang lengan kekar yang memeluknya dari belakang. Kibum menoleh dan tersenyum mendapati Siwonlah pemilik sepasang lengan kekar itu.

"Ada apa, sayang?"

"Ah tidak, aku senang mereka mendapatkan kebahagiaan mereka…setelah kejadian kita menginvasi bumi…" Kibum menjawab dengan senyum lembut dan tenang miliknya seperti biasa. Siwon mengistirahatkan dagunya dibahu Kibum.

"Jangan berbohong, kau memiliki satu pemikiran lain, katakanlah." Siwon berucap dengan tenang. Kibum selalu tahu, dia tak mungkin merahasiakan sesuatu. Selalu seperti itu.

"Aku….entahlah, ini hanya ingatan bodoh."

"Katakanlah, bila itu masalah kita akan perbaiki bersama."

Kibum memandang kelam pada pemandangan anak-anak mereka yang sepertinya tengah sibuk dengan kedamaian dunia mereka sendiri.

"Kau ingat masalah yang menimpa Kris 2 tahun yang lalu?" Kibum bertanya tiba-tiba dengan matanya yang menyembunyikan sebuah emosi yang tak akan bisa dimengerti oleh siapapun. Siwon menghela nafas.

"Ya, aku sangat ingat dan akan selalu ingat. Siapa yang tak akan melupakan orang gila itu…"

"Ya, dia orang gila yang sangat gila…apa sebutannya di Bumi?"

"Hahaha, maksudmu Yandere?"

Keduanya tertawa kecil. Lalu diam sejenak. Siwon mulai memandang serius. Matanya menatapi Kris yang sepertinya sangat menyukai pria yang disampingnya. Siwon menghela nafas.

"Tapi apa mungkin sampai sekarang ia menggilai Kris?"

Kibum yang kali ini diam. Dia tak mungkin melupakan si gila William. Will sangat mencintai Kris-ah tidak! coret, maksudnya sangat tergila-gila oleh Kris. Usia mereka terpaut tidak jauh. Will sebenarnya sangat cantik. Matanya senada dengan zamrud mulia yang sangat indah. Batu alam paling indah yang memancarkan cahaya gemerlap.

Rambutnya berwarna cokelat gelap, tubuhnya lumayan tinggi, 170 cm. Bentuk badannya juga cukup proporsional. Wajahnya tak jelek, dia sangat manis dan tampan disaat bersamaan. Kibum bahkan mengakuinya.

Tapi, bila mengingat sifat gilanya, kau mungkin akan melupakan sosok manisnya. Ia sanggup membunuh 100 orang hanya demi Kris. Dia pernah masuk penjara di EXO planet karena percobaan untuk menculik Kris. Saat rumahnya dibuka paksa oleh polisi, semua tercengang bahkan Kris dan Kibum serta Siwon yang menyaksikan.

Segala yang dikamarnya adalah Kris! ada foto-foto Kris, bahkan yang gila dia memiliki perekat luka milik Kris ketika kecil dengan darah kering yang masih tersisa. Ada buah apel yang tidak habis dimakan oleh Kris, ada pula sapu tangan Kris yang sepertinya dulu pernah mengelap keringat Kris dan Kris kehilangan saputangan itu ketika akan memberikannya kepada pelayan untuk dibersihkan.

Segalanya!

Dia juga ditangkap akibat pembunuhan pada setiap yang mendekati Kris.

Dan sekarang, Will menghilang. Will melarikan diri dari kejaran polisi setelah bisa kabur dari penjara yang sangat ketat.

Dan tidak ada yang tahu dimana dia sekarang.

Ini sempat membuat Kibum takut. Bagaimana…bila Tao yang akan menjadi sasaran Will? Will adalah sosok jenius, juga gila. Dia pasti sanggup melakukan apapun untuk mendapatkan Kris. Termasuk..bisa saja dia membahayakan nyawa Tao.

"Ah…jangan terlalu dipikirkan, Bummie. Will sudah 2 tahun tidak terdengar kabarnya dimana. Lebih baik kita memikirkan pernikahan mereka nanti, dan melakukan sedikit kerja sama di Bumi."

Kibum masih menatapi mereka. Ia menghela nafas dan tersenyum lalu mengecup pipi Siwon.

"Hm, kau benar. Tak baik mengingat suatu kejadian buruk yang sudah lama terjadi. Lebih baik mengingat masa depan dan melakukan perencanaan dengan matang. Ah, aku memang terlalu mengkhawatirkan segala hal, Siwon. Maafkan aku."

"Ah tidak, Bummie. Wajar kau seperti ini, kau menyayangi mereka, karena itu kau terlalu banyak memikirkan hal-hal seperti ini. Wajar kau memikirkan banyak kemungkinan terburuk, itu karena kau ibu mereka dan menginginkan mereka untuk hidup bahagia. Bukankah aku benar?"

Keduanya tertawa sejenak dan menatapi kembali anak-anak mereka. Sesekali, mereka tertawa akibat tingkah laku Chen dan Xiumin.

Sekali lagi..

Poor Chen.

.

.

Sehun terlihat sedang memberi makan bebek-bebek kecil yang ada di danau buatan di Istananya. Bersama Luhan, tentunya. Luhan terlihat sedang menikmati ketika bebek-bebek kecil itu mendatangi mereka dan memakan remahan roti yang mereka berikan.

Sehun tertawa kecil. Luhan kali ini menatapi sekitar, pandangannya tertuju pada sosok pria mungil yang menatapi mereka dikejauhan. Luhan menyipitkan matanya, berusaha mengenali pria itu. pria dengan masker, kacamata berwarna cokelat, topi dan ditutupi oleh tudung jubahnya.

Pria itu menatap Luhan sebentar, menulis sesuatu lalu pergi.

"A..a..Sehun, apa memang EXO planet ini berisi orang aneh, atau yang aku lihat tadi itu papparazi?" Luhan menoleh dan menatap Sehun. Sehun menatap Luhan dan menaikan sebelah alisnya.

"Hn? Seingatku tidak ada papparazi disini. Kalaupun ada, mereka tak mengusik kehidupan kerajaan. Mereka hanya mengumpulkan berita diluar area kerajaan. Ada apa Lu?" tanya Sehun kemudian. Luhan menaikan bahunya.

"Tadi aku melihat sosok…ah..dengan rambut cokelat atau hitam ya? Dia menggunakan topi hitam, masker dan kacamata cokelat. Dia menulis sesuatu di note kecil dan pergi." Sehun diam sejenak. Seolah berusaha mengingat sesuatu.

"Ah, mungkin orang aneh. Lupakan saja. Kau menjelaskan seperti itu aku jadi teringat seseorang aneh yang pernah diceritakan Kai."

"Hah? Orang aneh seperti apa?"

"Di Bumi, kalian menyebutnya Yandere. Bahasa Jepang. Ada seorang pria…ah…siapa namanya ya..kalau tidak salah William. Dia tergila-gila oleh Kris…dia ditangkap dan dimasukkan ke penjara..tapi kabur dan tak ada yang bisa menemukannya…dan dulu, ciri-cirinya mirip dengan yang kau sebutkan ketika dia selalu berencana mencuri barang milik Kris..-"

Sehun dan Luhan diam. Keduanya saling berpandangan.

"Mungkinkah..?" Luhan bertanya pelan. Sehun berusaha mengatur nafasnya dan berusaha menenangkan pikirannya. Ah sial, dia jadi teringat tawa gila William ketika berhasil membunuh seseorang yang ingin mendekati Kris dulu.

"Aku harap bukan..karena kalau ya, Tao yang dalam bahaya." Ujar Sehun yakin dengan nadanya yang pelan karena berusaha menenangkan debaran cemas dalam dadanya. Luhan menatapi bebek-bebek kecil itu. Berusaha menenangkan pemikirannya yang bergejolak.

Matanya melirik ke tempat tadi dan ia tak menemukan siapapun.

.

.

.

Kai terlihat tengah bersantai dengan Kyungsoo siang ini. Menikmati secangkir teh dengan aroma lemon dan beberapa potong biscuit cokelat.

Kyungsoo juga terlihat beberapa kali menyuapi Kai dan Kai juga menyuapi, namun sesekali mengisengi Kyungsoo.

Kyungsoo bersandar pada bahu tegap Kai. Kai bersandar pada kepala Kyungsoo. Merasakan ketika aroma shampoonya yang sama dengan dirinya, justru membuatmu semakin mabuk. Kyungsoo merasa ngantuk karena udara yang bersahabat, angin yang lembut dan tubuh Kai yang nyaman.

Kai menautkan jari-jari mereka dan menggenggam tangan itu erat. Seolah ia tak akan melepaskan tangan itu, meski suatu hal buruk datang sekalipun.

Matanya mengedar untuk menikmati pemandangan, ketika ia melihat tak jauh, sosok dengan tubuh tak begitu tinggi berdiri cukup jauh darinya. Seolah mengambil gambar dengan kamera. Lalu berlari.

Ia kenal cara lari itu. Dibelahan dunia manapun, ia tak akan melupakan cara lari orang yang nyaris membuat satu kerajaan hancur karena akan kehilangan kakaknya Kris.

Satu orang gila yang menyimpan hal terkecil yang tak diperhatikan Kris.

Orang gila, yang berniat untuk menculik Kris dengan alasan mencintai Kris.

"William…"

.

.

.

TBC

.

.

Woohoo~! Akhirnya bisa lanjut lagi fiction ini. Maaf telat sekali. Sampe hiatus sebentar. Fict ini membangkai.

Mohon pengertiannya, hehe :"D

Please review? ^^

Kritik dengan nada bersahabat sangat diharapkan. ^^

Sign,

Raichi