Title : buku persahabatan (xiuhan)
Disclaimer : member exo milik tuhan dan orang tua mereka
Warning : BL (shounen-ai), typho, DLDR, OCC
Sumarry : sebuah buku merubah kehidupan kim minseok, diadaptasi dari anime natsume yuujinchou
.
.
.
Happy reading~
.
.
.
"paman.. bibi.." ucap minseok mendekati paman dan bibinya yang tengan pingsan, kini minseok berada di lantai dua, disebuah ruangan yang tidak terurus dengan banyak peralatan bayi yang sudah dimakan usia. Mereka berpencar dan minseok berusaha mencari seorang diri, dia bersikukuh jika berpencar akan lebih cepat untuk menyelamatkan paman dan bibinya
"akhirnya kau datang juga, baby min" jongin muncul dari balik pintu dan mendekati minseok
Luhan, dimana kau, seharusnya aku tadi bersama minseok.
Jongin mendekat kerah minseok "bagaimana dengan tawaranku? Kau serahkan buku itu dan bergabung dengan klanku maka paman dan bibimu akan selamat"
"tidak akan pernah terjadi" minseok melihat sekeliling untuk mencari sesuatu benda, untuk mencegah serangan dari jongin. Kayu itu, aku bisa mengunakannya, pikir minseok
"ah, kayu itu? Sama sekali tidak akan berguna" jongin memperhatikan arah padang minseok
"JANGAN DEKATI DIA!"
BRAAAKKK
luhan datang dan langsung menyerang jongin, membuat jongin bergerak menjauh dari minseok.
"dasar pengganggu" ucap jongin
Sehun yang mengekor luhan langsung datang dan menuju arah minseok, "kau baik-baik saja?"
"ne" ucap minseok
"kalian, cepat bawa paman dan bibi ketempat yang aman, aku akan menghalangi dia" ucap luhan agak berbisik
"berbisik-bisik itu sangat tidak sopan, Ingat aku masih ada disini dan aku tau rencana kalian" jongin bersiap untuk menyerang balik luhan
"cepat pergi"
"ba-baik" sehun dan minseok membawa paman dan bibi keluar dari rumah itu
"tidak akan ku biarkan kalian pergi!"
BRAAAAKKK
BRRUKKKK
" ... aku lawanmu " ucap luhan,
.
.
.
Minseok side
Minseok dan sehun kini berada didekat mobil yang letaknya tersembunyi, cukup dekat dengan rumah lama minseok, paman dan bibi minseok masih tidak sadarkan diri.
"sehun, tolong jaga mereka" ucap minseok,
"tunggu,lalu kau mau kemana? Sebaiknya kita disini saja, disini lebih aman"
"tidak, ada yang harus aku lakukan" minseok menatap kearah paman dan bibinya "mereka adalah orang yang sangat berharga untukku, kumohon jaga mereka"
"tapi jika kau masuk kesana, kau bisa saja terluka"
"aku akan baik-baik saja" minseok agak berlari menuju rumah tua itu, menuju tempat luhan dan jongin yang tengah bertarung
.
.
.
.
"luhan! "
saat minseok sampai, barang-barang tua telah menjadi tak berbentuk , luhan telihat mulai kelelahan, terdapat luka diwajah dan tubuhnya. Sedang jongin terlihat masih dapat mengendalikan kekuatannya dan beberapa orang terkapar dilantai, minseok yakin mereka adalah bawahan jongin. Di salah satu pojok ruangan seorang namja setengah baya berpakaian setelan jas tengah memperhatikan perkelahian mereka dan tersenyum penuh kemenangan saat melihat minseok kembali, sesuai perkiraan mereka
"pabbo, kenapa kembali kesini" triak luhan
"aku mengkhawatikanmu" minseok berjalan kearah luhan tapi dia berhenti saat namja dengan setelan jas itu menghadang minseok
"cepat serahkan buku itu!"
"tidak" tanpa sadar minseok memegang erat tas yang selalu ia bawa
"ah, ada disana rupanya" senyum licik itu kembali muncul, namja itu berusaha mengambil as itu, minseok berusaha untuk mempertahankan tas itu sekuat tenaganya
"berengsek, jauhi dia" luhan akan kearah minseok tapi dia berhenti saat kepalan tangan jongin mengenai perut luhan
"urusan kita belum selesai" ucap jongin
WWWUUUSHSHH
BBRRUUUUKKK
Luhan dan jongin melihat kearah suara, terlihat namja itu berusaha bangkit setelah mengenai beberapa perabotan
"tao" ucap luhan "kau urus orang itu"
"cih, ayah cepat ambil buku itu" triak jongin
"hah? Dia ayahmu? Tidak mungkin. Dia putih dan kau hitam" ucap tao polos
Minseok dan luhan sweetdrop mendengar komentar polos tao
"YAAA itu bukan urusanmu !" triak jongin
Ayah jongin memanfaatkan situasi dan menyerang minseok, menarik tas minseok, tapi minseok memegangnya dengan erat
"jauhkan tanganmu dari minseok!" tendangan tao mengarah kebelakang kepala ayah jongin
BRUUKKK
"anak kecil, hebat juga kau" tendangan tao mengenai tangan ayah jongin yang lebih cepat menangkis tandangan tao, minseok pun berlari menjauh
Ayah jongin melawan dan mendorong tao, mengejar minseok yang berlari menjauh. Luhan yang mengetahui minseok di kejar ayah jongin, langsung memberikan pukulan sekuat tenaganya pada jongin dan langsung menyusul minseok.
.
.
.
.
Minseok berlari menuju halaman belakang, jaraknya dengan ayah jongin cukup jauh tapi pandangannya fokus mencari seseorang. Kris.
"minseok disini" triak kris dari arah halaman belakang disamping sebuah pohon, minseok berlari kearahnya
"aku bawa buku ini" minseok mengeluarkan buku persahabatan,
"bagus, cepat berdiri didalam lingkaran mantra itu" kris menunjuk kesebuah lingkaran yang telah sebagian telah ditutupi dengan daun kering sehingga tampak samar-samar, lingkaran itu terletak ditengah halaman "saat didalam lingkaran itu baca mantra yagn selalu kau gunakan untuk melepaskan nama makhluk gaib, setelah selesai kau harus keluar dari lingkaran itu dan sisanya biar aku yang urus"
"baik" minseok berjalan kedalam lingkaran itu, saat didalam lingkaran itu dia menutup mata dan membac a mantra "dia yang akan melindungiku, tunjukan namamu. Aku kembalikan nama kalian.."
"HAH.. aku mendapatkannya" ayah jongin tiba-tiba datang dan menarik buku persahabatan, minseok menahan tubuh ayah jongin agar tidak keluar dari lingkaran, sementara itu percikan api berwarna biru mulai muncul dari tanah yang berada dalam lingkaran
Kris sudah mulai membaca mantanya, buku ini tidak boleh keluar dari lingkaran, pikir minseok
Saat ini kris sedang membaca manta sehingga dia tidak mengetahui keadaan disekitarnya, tubuhnya sekarang berada didunia lain, dan selama mantra itu belum selesai diucapkan, dia tidak dapat kembali kedunia nyata.
.
.
.
"kim jongin. Berhenti kau!" triak luhan
Jongin berhasil mengelabui luhan dan berlari kearah lingkaran, dia berusaha mengambil buku itu, tanpa mereka sadari percika api biru itu bertambah besar, semakin mngelilingi tubuh mereka bertiga
"bahaya, aku harus keluar dari disini" ucap ayah jongin, ayah jongin melepaskan buku itu dan hendak keluar dari lingkaran, tapi jongin menahan tangannya "ayah aku mendapatkan buku ini" ucap jongin dengan mata yang berbinar bahagia,
"lepaskan aku, aku tidak mau mati disini" ayah jongin mendorong jongin,
"tapi, aku sudah mendapatkannya" ucap jongin, suaranya terdengar memelas, sedang minseok masih berusaha menahan jongin yang kini memegang buku persahabatan
"kembalikan buku itu" ucap minseok, menahan tubuh jongin agar tidak keluar lingkaran, dua langkah lagi ayah jongin keluar dari lingkaran
"ayah!" triak jongin, tapi tidak didengarnya dan tetap berjalan, namun api biru itu semakin membesar, dan nama-nama dalam buku itu mulai menghilang satu persatu.
DUUUAAARRRRRR!
.
.
.
Luhan side
"minseok! Keluar dari sana" triak luhan, setelah mengikuti jongin yang telah masuk dalam lingkaran, luhan juga berusaha menerobos lingkaran api biru yang mulai menutupi mereka bertiga, tapi dia tidak dapat menerobos "sial. Mantra ini terlalu kuat" tubuhnya terpental beberapa kali saat berusaha menerobos. Luhan melihat sekeliling, mencari sesuatu yang bisa ia gunakan, matanya menagkap sosok kris yang tengah duduk di dekat semak-semak, matanya tertutup tapi mulut nya seperti sedang berbicara. Dia yang mengendalikan mantra ini, pikir luhan dan dia berlari kearah kris.
"kris hentikan mantramu"
Tapi kris tetap membaca mantranya, matanya tetap terpejam seakan tidak merasakan sekelilingnnya
"KRIS, HENTIKAN! CEPAT!" luhan semakin tidak sabar, dia mengguncang tubuh kris
"luhan hentikan," tiba-tba tao muncul disamping luhan "kris tidak akan berhenti, kecuali dia selesai membaca mantra itu"
"mantra. Lingkaran itu. Apa maksudnya!" luhan menarik kerah tao "apa yang kalian rencanakan! Katakan padaku!"
"minseok berencana melepas semua nama-nama dalam buku persahabatan" ucap tao setenang mungkin
"lalu apa itu?" luhan menunjuk ke arah minseok "apapun itu, aku yakin akan membahayakan nyawa minseok
Tao menundukkan wajahnya, "benarkan yang aku katakan! Jawab aku tao" luhan semakin frustasi, dia tidak bisa mengeluarkan minseok dari lingkaran
"luhan? Tao?" kris telah selesai membaca mantra, dilihatnya luhan dan tao yang sedang berdebat "Dimana minseok?"
"bodoh dia masih didalam sana, dan lingkaran apa itu aku tidak bis amasuk kedalam sana" triak luhan frustasi
Kris melihat kearah lingkaran, dilihatnya minseok berusaha menahan jongin agar tidak keluar dan seorang namja yang sedang berjalan hampir sampai kebatas garis lingkaran
"dalam lingkaran itu berbahaya, bisa meledak. kita harus mnegeluarkan minseok dari sana"
"sial" luhan berlari kearah lingkaran "minseok-"
DUUUAAARRRRRR!
Debu bertebaran, pandangan mata luhan kabur, dia berusaha bangun tapi tubuhnya terasa berat, tubuhnya penuh luka akibat ledakkan itu tapi tidak ia perdulikan. Matanya berusaha mencari sosok minseok "tidak...minseok...baozi..." tubuh minseok tergeletak ditanah, "tidak...tidak..."
END
Selesai?
Tunggu epilognya ya~
Jangan lupa RnR
Trimakasih buat reader yang sudah follow n review,
