Dare or Dare

:V-I-X-X:

:N-Leo-Ken-Ravi-Hongbin-Hyuk:

:LeoN-HaKen-NaVi-NBin-NHyuk:

::

Dorm

Pulang dari tour berhari-hari keliling Jepang lalu kembali ke Korea, membuat tubuh enam namja penuh karisma ini kelalahan berat. Saat memasuki dorm saja mereka seakan sudah tak bernyawa, hingga punggung mereka mendarar manis di kasur, baru mereka merasa seperti di surga.

Dan malam itu menjadi malam paling sunyi bagi para member VIXX ini. Tak ada candaan atau teriakkan karena mereka berenam sama-sama lelah.

.

.

Pagi harinya di dorm, semua member masih berada di la la land masing-masing. Tak ada pergerakan pagi ini, bahkan seorang Hakyeon yang selalu bangun pagi hari juga masih nampak lelap.

Micky manager yang baru masuk dorm langsung terdiam mendapati dorm yang hening dan sunyi bagai kuburan.

"Aku rasa aku masuk ruangan yang benar" gumam Micky manager. Namja berkepala 3 itu melangkah memasuki kamar tiap-tiap member, dan yang ia dapati ada gundukan-gundukan di balik selimut.

"Bahkan Hongbin juga tak bangun~" gumamnya lalu menggeleng.

Dia pun melangkah menuju ruang tengah dan mengambil ponsel, menghubungi CEO Hwang.

"Yeobeoseyo?"

"Ne?"

"Sajangnim, mereka masih tidur, apa perlu saya bangunkan? Nampaknya mereka masih kelelahan!"

"Jinjjayo? Tak usah, biarkan saja, aku beri waktu mereka libur tiga hari, katakan itu pada mereka!"

"Ne, baik sajangnim. Maaf mengganggu Anda pagi-pagi!"

"Ish, tak apalah kalau itu menyangkut anak-anakku yang tampan! Baiklah, sampai jumpa nanti!"

"Ne sajangnim!"

PIP

"Aku bangunkan Hakyeon saja!" setelah mengambil keputusan, Micky manager melangkah menuju kamar LeoN.

"Hakyeon-ah hakyeon-ah" namja manis itu terbangun lalu menatap terkejut managernya.

"Oh, Micky hyung" gumamnya pelan. Micky manager hanya tertawa melihatnya.

"Hakyeon-ah, sajangnim memberi waktu kalian libur tiga hari, hanya itu yang ingin aku sampaikan, nikmati libur kalian aku pergi dulu! Lanjutkan tidurmu!" Hakyeon mengerjap-ngerjapkan matanya.

"Ne? Libur? 3 hari?" tanya Hakyeon. Micky manager mengangguk.

"YEEY!" pekik Hakyeon yang berhasil membangunkan Taekwoon.

"Errmmhh~" mata sipit nan tajam itu perlahan terbuka.

"Kenapa kau berisik, Hakyeon?" tanya Taekwoon serak. Hakyeon yang terlalu excited langsung melompat ke tubuh Taekwppn yang masih terglung selimut. BUK!

"Kita libur tiga hari Taekwoonieee~" pekiknya ceria, Taekwoon yang masih setengah sadar hanya menggumam lalu kembali tidur, namun-

"MWO JINJJA?" pekik Taekwoon kaget, Hakyeon yang masih di atas tubuhnya mengangguk.

"Ne!" Micky manager berdehem.

"Aku harap kalian tidak lupa bahwa aku masih di sini!" dehem Micky manager. Hakyeon yang sadar langsung tersipu dan memeluk Taekwoon, menyembunyikan wajahnya dalam leher Taekwoon yang tidak tertutup selimut.

"Baiklah, aku pergi dulu!" pamit Micky manager sembari menggelengkan kepalanya melihat tingkah leader berusia 27 di tahun ini.

"Hakyeon-ah, bangun!" ujar Taekwoon pelan, Hakyeon mengangkat tubuhnya dan duduk di atas perut Taekwoon. Namja tampan itu hanya tertawa pelan melihat wajah absurd Hakyeon. Jemari lentiknya keluar dari selimut dan membenarkan tatanan rambut Hakyeon, semalam namja manis itu tidak memakai beanie jadinya berantakan.

"Kau ini lucu sekali~" gumam Taekwoon, dia beranjak bangun, dan sekarang Hakyeon ada di pangkuannya. Memberikan ciuman selamat pagi.

"Pagi Hakyeonnie~" Hakyeon tertawa pelan dan mengangguk, membalas ciuman selamat pagi Taekwoon, sedikit lebih lama.

"Pagi juga Taekwooniee~" keduanya beranjak bangun dan menata kamar. Hakyeon pergi dulu menuju kamar mandi untuk mandi. Taekwoon beranjak ke kamar dongsaengnya.

BRAK! BRUK! DUG! AWWWW!

"YAK HYUNG!"

.

.

Pagi yang indah menyapa dorm yang orang-orangnya mulai sadar dari mimpi masing-masing. Hongbin dan Wonshik pergi ke gym seperti biasa, Jaehwan dan Sanghyuk pergi ke supermarket, tinggal Taekwoon dan Hakyeon yang berdua di dorm bersih-bersih.

"Ya Tuhan! Kenapa kamar Wonshik berantakan sekali?!" pekik Hakyeon kaget. Taekwoon yang penasaran menuju kamar Wonshik dan tahu bagaimana ekspresinya? Semakin datar.

"Keluar Hakyeon, biar orangnya sendiri yang membersihkan! Kajja!" Taekwoon menarik pinggang Hakyeon keluar dari kamar Wonshik.

"KAMI PULANGGG!" salam Hongbin dan Wonshik. Taekwoon sudah berdiri berkacak pinggang di hadapan Wonshik, Hakyeon sendiri sedang membawa botol air minum untuk Hongbin.

"Gomawo hyung~ chu~" Hongbin berterima kasih dengan tambahan ciuman di bibir Hakyeon, sedang namja manis itu hanya tersenyum.

"Errr- Taekwoon hyung kenapa ya hyung?" tanya Hongbin setelah selesai minum pada Hakyeon. Namja tan itu meringis.

"Kamar Wonshik berantakan, dan Taekwoon se-" ucapannya terhenti ketika Taekwoon memarahi Wonshik.

"Bagaiamana bisa kamarmu seberantakan itu, HAH?! Kau ini sekamar dengan Hongbin yang bersih! Kenapa kau tidak?" marah Taekwoon, Wonshik nyengir.

"Err- hyung, a-aku akan bersihkan!" ujar Wonshik.

"Bagus, bersihkan sekarang atau kau tidak akan dapat makanan dan tidak boleh dekat Hakyeon!" Wonshik mendelik.

"Apa-apaan itu? Baiklah aku bersihkan!" Wonshik segera memasuki kamarnya dan Hongbin lalu membersihkan ruangannya. Hongbin hanya tertawa melihatnya.

"Kami pulanggg!" salam Jaehwan dan Sanghyuk tiba-tiba.

"Oh! Kalian sudah pulang? Mana bahan makanannya?" tanya Hakyeon. Sanghyuk mengangkat kantong plastiknya.

"Kajja Hyukkie!" Hakyeon menarik lengan Sanghyuk menuju dapur.

"Hongbin-ah, kalau keringatmu sudah hilang cepat mandi!" teriak Hakyeon dari dapur, sedang Taekwoon mengecek Wonshik, siapa tahu dia malah tidur?

"Binnie, Taekwoon hyung dan Wonshik, eoddi?" tanya Jaehwan.

"Ada di kamar Wonshik!" jawab Hongbin lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi.

"Jaehwan! Cuci bajumu!" teriak Taekwoon.

"NEE!" sahut Jaehwan lalu pergi mengambil keranjang kotornya dan pergi ke mesin cuci.

"Hakyeon hyung! Pakaianmu dan Taekwoon hyung sudah selesai!" pekik Jaehwan. Hakyeon terburu-buru ke ruang pencucian.

"Ah! Aku ambil dulu!" Hakyeon dengan cekatan mengambil pakaiannya dan Taekwoon lalu pergi untuk menjemurnya di ruangan penjemuran khusus.

"Sanghyuk-ah, jangan lupa cuci bajumu setelah Jaehwan, arraseo?!" ingat Hakyeon sebelum hilang di ruangan.

"NEEE~" sahut Sanghyuk yang baru saja selesai menata bahan makanan.

.

.

Dorm

Mereka baru saja menyelesaikan sarapan, yah meskipun mereka sarapan pada jam 9 pagi. Saat ini mereka tengah memaikan game DOD (dare or dare), awalnya mau nonton film, tak tahunya listrik pagi itu mati gara-gara pihak apartement sedang melakukan pemeriksaan. Untungnya masih pagi, kalau malam bisa-bisa Hakyeon menangis tanpa henti karena takut gelap.

"Baiklah! Taekwoon hyung kau yang pertama!" ujar Sanghyuk. Taekwoon memutar botolnya dan sampai pada Wonshik.

"Wonshik, pergi cari bunga mawar hitam!" mata Wonshik melebar.

"Apa-apaan itu?" tanya Wonshik tak terima. Taekwoon hanya pasang wajah datar.

"Hyung ppalli! Atau kau mau dihukum?" tanya Sanghyuk. Wonshik mendengus lalu pergi keluar mencari mawar hitam.

"Taekwoon hyung putar lagi!" Taekwoon memutarnya dan berhenti pada Hongbin.

"Cium bibir Jaehwan!" Jaehwan dan Hongbin sama-sama melotot.

"MWO?!" Taekwoon sekali lagi pasang wajah datar. Hakyeon sejak permainan dimulai menahan tawanya.

"Lakukan ppalli!" pekik Hakyeon excited. Hongbin menghembuskan nafas kesal.

'Awas kau hyung!' batin Hongbin. Dia menyiapkan batinnya.

"Jae hyung~ chu!" Hongbin mencium sekilas bibir Jaehwan cepat, dan setelah itu keduanya segera menggosok bibir masing-masing.

"Masih manis bibir Yeonnie hyung!" ujar Hongbin.

"Kau pikir aku mau dicium olehmu?" sinis Jaehwan. Hakyeon tertawa kecil.

"Hongbin-ah giliranmu!" ujar Taekwoon yang diam-diam menyeringai senang.

"Ne~" Hongbin memutar botolnya dan berhenti pada Hakyeon. Namja tampan berdimple itu memekik senang. Tiga namja lain mendengus, dan si namja manis was-was.

"Tarikan Something hyung~" Hakyeon melotot tak senang.

"Ppalli! Atau kau dihukum!" ancam Jaehwan. Hakyeon mendengus. Lagu diputar, dan Hakyeon mulai menari part reffnya.

Nae choge jjillinabwa
Heoreul jjireunikka neogsi naga
Apdwiga iraetda jeoraetda wae geureoni
Nae choge jjillinabwa
Heoreul jjireunikka neogsi naga
Wae deolkeok geobina
Ison nwa nal sogijima

Naman mollasseotdeon something
Bunmyeonghi neukkyeojyeo must be something
Ppeonhan neoui geojitmal
Geuman yeogikkajiman
Nothing
It's something
Stop it~ no uh~

Empat namja tampan itu sama-sama menahan nafas ketika melihat aksi Hakyeon.

'Uh-sial!' batin keempatnya dengan pelipis yang basah oleh keringat, bahkan Wonshik yang baru saja sampai dorm, langsung terdiam mematung.

"Selesai!" pekik Hakyeon ceria. Semua langsung sadar.

"Oh eh, ah! Taekwoon hyung, igeo!" ujar Wonshik, Taekwoon menatap datar mawar hitam itu.

"Itu untukmu! Taruh di kamarmu!" Wonshik melotot.

"Hyung, kau mendoakanku mati, huh?!" Taekwoon hanya bergumam. Wonshik menggerutu tak habis pikir dengan hyungnya. Baru saja ia selesai menempatkan mawar hitam itu di vas, dan dia kembali ikut bermain, tahu-tahu botol itu kembali mengarah padanya.

"YEEYYY!" pekik Hakyeon senang. Dia melirik Taekwoon dan Wonshik lalu menyeringai lucu. Sanghyuk yang menatap mata cantik itu tiba-tiba tertawa.

"Kau gila maknae?" tanya Jaehwan.

"Apa hyung yang harus aku lakukan?" tanya Wonshik lelah. Hakyeon menyeringai lucu.

"Kau harus menari dengan Taekwoon, lagu SNSD Lion Heart!" seru Hakyeon ceria. Dua namja tampan itu melongo.

"MWO?!" pekik WonTaek kompak. Hakyeon nyengir lucu.

"Aku putar lagunya! Kajja!" ujar Sanghyuk dengan semangatnya, semangat menyiksa hyungnya.

Tell me why
Wae mami mami jakku heundeullini (Lini~ Ooh woah~)
Nan yeogi yeogi ne yeope itjanni (Oh~)
Jeongsin charyeo lion heart art art~ (Yeah yeah~)
Nan aega ta
Nae mami mami deoneun sikji anke (anke anke)
Nan yeogijeogi ttwinoneun neoui mam (Oh~)
Gildeurillae lion heart art art~ (Neo gildeurillae lion heart)
Gildeurillae lion heart
Ladies y'all know what I'm talking about right?
Yeah!
Modu da anira haedo joeul ttae itji ana
Sasil naman joeum dwaetji mwo
Baramboda ppareun nunchiro ( Mameun tteugeopge)
Haetsalcheoreom ttatteutan mallo (Meorin chagapge)
Gildeurillae Neoui lion heart
Saja gateun Neoui lion heart
Lalala lalalalala
Yeogi waseo anja
Lalala lalalalala
Nae gyeoteman iseo
Lalala lalalalala
Han nun palji mara
Lion heart~

Mereka semua tertawa kencang melihat gerakan aneh duo LR itu.

"Sudah sudah! Maafkan aku~" ucap Hakyeon dengan senyum manisnya, meluluhkan kekesalan dua namja tampan itu pada si hitam manis.

"Wonshik hyung putar!" pekik Sanghyuk. Botol itu berhenti tepat pada Jaehwan.

"Aegyo attack pada Taekwoon hyung!" Jaehwan melotot horror.

'Aegyo? Pada Taekwoon hyung? NO!' pekik Jaehwan dalam hati. Dia bisa membayangkan tubuhnya yang terlempar dari lantai 20 dormnya.

"Hyungggiee~" goda Wonshik.

'Mati kau Wonshik!' ancam Jaehwan.

"B-bbuing bbuing bbuing bbuing~" PLAK! DUG! AWWW!

"KIM WONSHIK MATI KAU!"

.

.

"Yang belum kena Taekwoon hyung dan Sanghyuk?" tanya Hongbin. Hakyeon mengerucut lucu. Dia sudah kena 3 kali, Wonshik 5 kali, Jaehwan 2 kali, dan Hongbin juga 2 kali. Taekwoon dan Sanghyuk belum sama sekali!

"Baiklah baiklah biar fair~ tapi Hakyeon hyung yang memberi darenya!" ujar Sanghyuk. Hakyeon pun berpikir.

"Taekwoon-ah, masak makanan yang lezat malam ini!" Taekwoon mengangguk.

"Dan kau Han Sanghyuk!" Sanghyuk menahan nafas. Hakyeon tersenyum ceria.

"AYO TEMANI AKU JALAN-JALAN!" pekik Hakyeon, semua melongo, Sanghyuk menyeringai.

"AYO! HYUNG!" dan keduanya langsung hilang dibalik pintu. BLAM!

.

.

TBC/END