It's Just Fanfiction
Title : My Mom Is You
Cast : Hangeng, Heechul, Yesung (5)
Part 11
Tanda [] itu artinya perbincangan dalam bahasa china
Enjoy^^
Hangeng hanya geleng-geleng kepala melihat Heechul yang selalu termenung semenjak Yesung tak mau pulang kerumah. Sudah tiga hari sejak Yesung memutuskan untuk menginap dirumah Kyuhyun dan tak mau diajak pulang. Ha~~h, Heechul hanya merindukan Yesung saja.
Dering ponsel mengejutkannya dan ketika Heechul menatap layar ponselnya, ada nama Jaejong disana yang tertera. Mungkin Yesung yang meminta Jaejong menghubunginya, pasti dia ingin dijemput. Senyumnya merekah, dengan cepat ia pun meraih ponsel dan menjawab panggilan yang menunggunya.
" Yeoboseyo, Jaejong-ah"
' Heechul-ah, apa Yesung bersamamu? Kenapa kau menjemputnya tak mengatakan apa pun padaku?'
Deg-deg
Sepertinya ada yang tidak beres dari ucapan Jaejong, perasaan Heechul mulai tak karuan " A-apa maksudmu?Yesung, Yesung..dia tak bersamaku dan kemana anakku Jaejong-ah!" Heechul meneriaki ponselnya membuat Hangeng tersentak dan penasaran.
' Tapi dia tidak ada disini, aku kira kau menjemputnya'
" Astaga~~ kemana anakku!" Heechul panic dan langsung mematikan ponselnya "Anak kita! Anak kita menghilang" Ucapnya histeris sambil mengguncang bahu Hangeng berkali-kali " Huh-hah anakku, Yesung! Hilang!"
" Tenang dulu sayang! " Hangeng mencoba menenangkan Heechul yang histeris dan panic dengan memegang kedua pergelangan tangannya " Belum tentu dia benar-benar menghilang. Mungkin dia berniat pulang, tapi tak berpamitan pada orang tua Kyuhyun. Kita tunggu saja dulu" Ucapnya santai membuat Heechul tak habis fikir bagaimana Hangeng bisa setenang ini, sementara dia hampir mati karena panic " Kau seperti tidak tau anakmu saja"
Bibir Heechul melengkung kebawah menandakan kalau ia sedang mati-matian menahan kesal. Apa maksud suaminya ini? Kenapa tidak ada rasa khawatir sedikitpun terhadap anak mereka. Yesung itu masih berumur lima tahun dan meskipun dia itu jenius, tetap saja dia itu masih anak-anak.
" Tapi kan Yesung itu"
" Mommy~~~" Heechul tak sempat berkedip saat tiba-tiba Yesung datang dan memeluk nya " Mommy, Sorry. Yesung-ee sangat merindukan mommy" Ucapnya setelah melepas pelukannya, matanya berkedip saat Heechul tak berkata malah menatapnya dengan tatapan tanpa ekspresi yang berarti sama sekali " Momm,"
" Dadd, kenapa mommy diam saja? Apa mommy marah padaku?" Yesung beralih menatap Hangeng yang hanya dibalas gelengan kepala oleh daddy nya tersebut " Cih, tidak membantu sama sekali" Desisnya yang malah membuat hangeng melotot " Momm,, apa mommy tak merindukanku?"
" Apa kau tak berpamitan pada orang tua Kyuhyun?" bukan jawaban itu yang ingin Yesung dengar, dia ingin Heechul memeluk nya dan mengatakan kalau merindukannya juga " Jawab Yesung-ee"
Bibirnya maju beberapa centi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali " Aku ingin cepat-cepat pulang, tidak sempat berpamitan pada siapapun" Ucapnya sambil mengedikkan bahu.
Heechul memutar bola matanya " Kau sudah membuat semua orang menghawatirkanmu, dasar anak nakal"
Yesung menggembungkan pipinya seolah tak terjadi apapun, matanya berkedip dan dimata Heechul melihat betapa malaikat kecilnya ini begitu menggemaskan dan polosnya dia takkan tega untuk memarahi Yesung karena sudah membuatnya cemas setengah mati.
" Ha~~h, ya sudahlah tidak usah dibahas lagi" Diraihnya tubuh Yesung, memangku anaknya lalu diciumnya pipi Yesung kanan dan kiri " Siapa yang mengantarmu pulang?"
" Hae, tadi aku memintanya untuk menjemputku"
" Kenapa tak menghubungi mommy saja, kan bisa mommy jemput tanpa perlu merepotkan orang lain"
" Ehm~~ Aku ada urusan dengan Hae tadi, jadi sekalian saja. Momm, aku ingin meminta sesuatu boleh?"
Alis Heechul naik sebelah kanan mendengar anaknya meminta, bukankah baginya Yesung adalah segalanya. Tanpa perlu diminta, apapun akan ia berikan untuk anaknya tersebut.
" Bukan sesuatu yang mahal, bahkan mommy tak perlu mengeluarkan uang"
Heechul tersenyum kecil dan mengangguk " Apapun untukmu sayang. Katakan apa yang Yesung-ee inginkan"
" Aku ingin bertemu Harabeoji"
Raut wajah Heechul berubah keruh, tak jauh berbeda dengan Hangeng yang memandang anaknya dengan raut wajah tak percaya. Lelaki tua itu, Heechul sudah berusaha untuk tak berurusan dengannya tapi ada apa dengan Yesung yang tiba-tiba ingin bertemu dengannya.
" Bolehkan momm?"
" Kau tidak punya Harabeoji, Yesung-ee. Harabeojimu sudah lama mati" Heechul memalingkan wajahnya, tak tahan dengan tatapan polos Yesung yang begitu menyentuh hatinya .
" Momm, bohong itu dosa. Dan~~ mengenai dosa Harabeoji aku ingin mommy memaafkannya, aku ingin"
" Sudah mommy bilang, kau tidak punya Harabeoji," Heechul membentak keras membuat Yesung terdiam, matanya menatap sedih kearah Heechul. Sakit hati karena Heechul berbicara dengan nada tinggi padanya " Sudah, sebaiknya sekarang kau masuk kekamarmu." Ucap Heechul tanpa mau menatap anaknya. Hatinya pun sedih karena sudah membentak buah hati kesayangannya, tapi dia lepas kendali dan sekarang dia menyesal. Apa lagi dilihatnya Yesung yang berjalan gontai dengan kepala tertunduk menuju kamarnya.
Yesung terisak tanpa suara, air matanya luruh seiring rasa sesak yang menderu dadanya karena Mommy yang disayanginya menjadi marah karena ulahnya. Dia hanya ingin keluarganya bersatu, menjadi keluarga yang utuh. Ada banyak hal yang tak bisa ia fahami tentang orang dewasa, bagaimana mereka yang tak bisa dengan begitu mudah memaafkan orang lain.
Heechul menoleh saat Hangeng menyentuh pundaknya dan matanya menunjukkan luka yang begitu dalam. Hangeng mengerti arti tatapan itu, dengan lembut diraihnya Heechul kedalam pelukannya, berharap bisa memberikan kenyamanan untuk orang yang dicintai olehnya.
.
.
.
" Ada apa tuan? Kenapa anda terlihat begitu resah?"
Lelaki tua itu tak menjawab pertanyaan pengawalnya, matanya tak berkedip menatap lurus ke depan. Teringat perbincangannya dengan si bocah yang tadi siang ia temui, yang mengaku-ngaku sebagai cucu satu-satunya. Walaupun ia yakin kalau bocah itu memang cucunya tapi ia tak langsung mengakuinya didepan bocah tersebut. Harga dirinya masih terlalu tinggi untuk mengakuinya.
Bocah itu masih berusia lima tahun, sangat lucu dan menggemaskan. Apalagi saat dia berkata kalau perbicangan mereka adalah perbincangan antara lelaki membuatnya mati-matian menahan diri untuk tak tersenyum.
Bolehkah jika ia berharap bisa mengakui bocah itu, bocah yang dulu pernah ia mencoba menghabisinya. Hingga suatu kenyataan yang tak ia sangka bahwa ternyata anak itu masih hidup dan berdiri dihadapannya memanggilnya dengan sebutan, Harabeoji.
Mendadak ia merasa sakit yang luar biasa, sakit hatinya karena menyesali perbuatan kejamnya. Anak itu juga adalah darah dagingnya, lalu kenapa dia tega hendak menghabisi bayi mungil yang merupakan keturunannya.
Tangannya gemetar membayangkan andai saja dulu bayi itu benar-benar mati ditangannya, apakah Tuhan akan mengampuni dosa besarnya?
Tubuhnya lemas, dia benar-benar menyesal dan ingin memperbaiki dan menebus segala dosa-dosanya.
.
.
.
Klek
Yesung menoleh ketika mendengar suara pintu terbuka, melihat mommy nya masuk matanya mengikuti kemana arah mommy nya dan tak berniat tersenyum sama sekali.
Saat Heechul duduk di tepi tempat tidurnya, Yesung pun ikut bangkit dan duduk diatas tempat tidur sambil meletakkan tablet kesayanganya.
" Mommy membawakanmu makanan, kau pasti lapar" Heechul meletakkan nampan berisikan makanan diatas nakas, mengambil piringnya dan mulai menyendok makanan berniat menyuapi Yesung yang masih menatapnya " Mommy akan menyuapimu" Ucapnya sambil menyodorkan sesendok makanan di depan wajah Yesung.
Yesung meraih piring dari tangan Heechul dan mengembalikannya ke atas nakas. Pelan-pelan ia mendekat pada Heechul lalu memeluk leher mommy nya dengan lembut " Maaf momm" Ucapnya pelan.
Heechul tersenyum, membalas pelukan Yesung sambil mengangguk pelan " Iya, sayang" Bisiknya serak " Mommy juga minta maaf" Bagi Heechul tak ada kebahagiaan lain selain anaknya. Yesung adalah segalanya, apapun tak ada yang lebih berharga dibandingkan Yesung didunia ini.
.
.
.
Hari ini adalah hari tenang, Kenapa? Karena Yesung pergi piknik dengan kedua orang tuanya. Hal yang seumur hidup baru kali ini ia lakukan. Rasanya menyenangkan bersenang-senang dengan keluarga yang utuh. Bahkan Yesung sempat berfikir bagaimana kalau dia punya Dongsaeng. Pasti menyenangkan.
Dongsaeng,
Membayangkan hal itu membuatnya menatap kearah Mommy yang duduk disebelah kanan dan Daddy yang sedang memegang kendali setir mobil mereka, bergantian. Telunjuk mungilnya mengetuk dagu berulang kali " Sepertinya aku mulai berfikir, bagaimana jika mommy dan Daddy membuatkanku Dongsaeng"
Sontak tulang leher kedua orang tuanya bergerak reflek mendengar ucapan polos anak mereka. Mereka saling pandang dengan wajah memerah. Yesung meminta adik, Wow! Mereka seperti mendapat angin surga.
" Aku kesepian, bermain dengan tablet seharian terkadang membuatku bosan. Mungkin kalau ada dongsaeng aku bisa bermain dengannya." Melihat wajah serius Yesung yang begitu menggemaskan, Heechul tak tahan untuk tak mencubit pipinya.
" Tapi, dengan kau memiliki dongsaeng tentunya kasih sayang Mommy dan Daddy akan terbagi. Apa kau tidak keberatan?"
Yesung menggeleng-gelengkan kepalanya
" Baiklah, " Hangeng tersenyum lebar " Mommy dan daddy akan memberimu adik secepatnya " Ucapnya semangat sambil mengerling manja pada Heechul membuat Heechul ingin membunuhnya sekarang juga.
Dia fikir membuat anak semudah menggoreng telur, Cih!
Yesung berfikir lagi tentang permintaannya. Membayangkan akan punya dongsaeng, bagaimana nanti dia akan menyayangi adiknya. Atau, ah jangan bilang dia punya rencana licik dibalik keinginannya tersebut. Senyumnya menyimpan sesuatu yang hanya dia saja yang tau.
" Momm, Kalau sudah besar nanti aku ingin jadi Agen FBI. Seperti Siwon Gege"
" Kenapa tidak jadi polisi saja seperti Daddy. International Policeman"
Yesung melirik daddy nya, sementara Heechul membersihkan remah-remah roti dibibir Yesung " Tidak keren!" Sahutnya ketus " Agen FBI lebih keren, Seragamnya juga sangat keren. Daddy harus tau kalau Siwon Gege sudah mendaftarkan aku di sekolah Khusus FBI. Saat aku berusia 10 tahun, aku dipastikan sudah bisa masuk kesana."
Heechul memutar bola matanya, sedangkan Hangeng menggeleng-gelengkan kepala. Perjalanan masih telalu panjang untuk Yesung sampai berumur 10 tahun " Apa kau yakin ingin jadi Agen FBI? Bukankah dokter lebih baik, Seperti Kibum"
Mendengar nama Kibum, Yesung sejenak berfikir tentang lelaki itu. Pedofil sialan yang selalu datang kerumahnya. Padahal mereka masih punya hubungan keluarga, tapi sepertinya dokter idiot itu tidak perduli dengan hubungan keluarga diantara mereka " Aku tidak mau jadi Idiot seperti Uilsa itu. Setiap hari datang kerumah, mengganggu saja"
Heechul tak tahan langsung terbahak-bahak.
" Atau jadi Mafia saja!" Yesung memandang kedua orang tuanya bergantian "Seperti Harabeoji"
" Kau tau, Mafia itu bukanlah pekerjaan yang baik" Heechul mengangkat Yesung kepangkuannya, mengelus keningnya yang berkeringat lalu mengecupnya cepat " Mereka merampok, membunuh dan mereka tidak memiliki belas kasihan sama sekali"
" Apakah Harabeojiku juga seperti itu?" Yesung menatap lekat-lekat wajah mommy nya seperti berusaha membaca sesuatu dari matanya " Apa dia tidak bisa berubah momm?"
" Molla, hanya dia yang tau dan~~ Kau juga harus tau kalau Mommy tidak mau terjadi sesuatu yang buruk padamu. Jadi mommy minta berhentilah menyebut Harabeoji karena kini hanya ada Kau, Daddy dan Mommy saja"
Yesung tersenyum manis lalu berhambur memeluk Heechul " Dadd, Hae bilang Yunho Ahjussi sudah terbukti bersalah. Aku Yakin Kyuhyun pasti sedang bersedih sekarang"
" Bagaimana kau tau tentang Yunho?" Hangeng mengambil alih Yesung dari Heechul " Bukankah kasus itu Hanya Daddy dan Zhoumi Uncle yang mengetahuinya"
Yesung mengedikkan bahunya " Hae juga tau, Siwon gege juga tau dan yang mendapatkan berkas bukti-bukti kejahatan Yunho Ahjussi adalah Hae"
Hangeng tidak habis fikir dengan anak-anak muda yang berada diantara dirinya. Tidak Siwon, tidak hae bahkan Yesung yang masih berusia lima tahun bisa memecahkan kasus yang usianya bahkan setara dengan usia Yesung.
" Kali ini, Siapa yang dapat penghargaannya?" Heechul memotong dan mengerling. Teringat beberapa waktu yang lalu, bagaimana marahnya Yesung saat Hae dan Siwon mendapat penghargaan atas kasus yang mereka pecahkan bersama-sama " Pasti Hae lagi,"
" Siwon gege bilang aku masih terlalu kecil untuk dapat penghargaan, jadi ya buat si ikan asin saja. Tapi, Hae janji akan mengajakku ke paris setelah ini"
" Wow!"
" Aku akan mengajak Kyuhyun, dia pasti senang"
Heechul mengacak gemas rambus Yesung dan ia pun dihadiahi ciuman dipipi oleh kedua orang tuanya.
.
.
.
Heechul membawa Yesung berkunjung ke rumah Kyuhyun, alasan sederhana karena Yesung ingin menghibur Kyuhyun yang sedang bersedih karena Ayahnya ditangkap polisi atas Kasus Percobaan pembunuhan dan penggelapan obat-obatan terlarang padahal dia juga adalah aparat Negara.
Apa yang kita tanam tentu saja akan kita tuai hasilnya kelak, seperti itulah kini yang dialami Ayah Kyuhyun yang harus mendekam di penjara karena perbuatan jahatnya.
" Kau tau, Kyu. Aku sudah meminta Mommy dan Daddy membuatkanku adik."
Kyuhyun dengar, tapi dia sedang tak ingin bicara dengan siapapun. Dia masih marah, tapi dia sendiri pun bingung harus marah pada siapa? Pada orang yang membawa Daddy nya kah? Atau pada siapa?
" Dan~~ Hae mengajakku berlibur keparis. Aku ingin mengajakmu juga"
Tetap saja Kyuhyun tak menjawab, malah membuang mukanya kearah luar jendela kamarnya.
" Ah, iya! Kibum uilsa bilang kalau dia ingin menikah denganku kalau aku sudah besar nanti, tapi aku jawab tidak mau karena aku tidak mau menikah dengan dokter idiot seperti dirinya"
Kyuhyun tersenyum kecil, namun tak ia perlihatkan pada Yesung.
" Tapi dia tetap keras kepala sampai akhirnya Mommy melempar kepalanya dengan sepatu. Mommy bilang kalau dia berani datang lagi kerumah maka mommy akan mencukur habis semua rambut di kepalanya"
" Bwahahahahahahahahaha" Kyuhyun tertawa keras mendengar Cerita Yesung yang menurutnya sangat lucu. Mendengar saingannya itu menderita rasanya sangat menyenangkan.
Melihat Kyuhyun akhirnya bisa tertawa, Yesung mengulum senyum. Setidaknya cerita konyolnya bisa menghibur sahabat yang sangat ia sayangi ini " Aku suka melihatmu tertawa seperti ini, Jangan bersedih lagi" Tangan kecilnya menyentuh pipi Kyuhyun membuat Kyuhyun berhenti tertawa "Masih ada aku dan Jaejong Mommy yang akan selalu ada untukmu, Kyun-ie"
Wajah Kyuhyun memerah, mendadak matanya berkaca-kaca karena terharu ucapan sahabatnya " Daddy" Isaknya " Daddy tidak akan pulang, mereka membawa Daddy ku hiks"
Yesung memeluk Kyuhyun lalu mengusap lembut punggungnya agar Kyuhyun tak terus menangis. Dia pernah merasakan hal yang sama seperti Kyuhyun. Tak bersama Mommy yang pasti dia selalu bersedih jika melihat orang lain bersama Mommy mereka " Ssshhhhh, Aku bersamamu. Jangan sedih lagi ya"
Kyuhyun mengangguk sambil mengusap air mata tanpa melepaskan diri dari pelukan Yesung " Hem~~ Terima kasih"
Jaejong mengusap air matanya, terharu melihat Yesung yang begitu baik pada Kyuhyun dan sedih melihat Kyuhyun yang menangis di pelukan sahabatnya. Mereka mengintip dari balik pintu kamar Kyuhyun. Heechul tak berkata apapun hanya berusaha memberi semangat pada sahabatnya dengan merangkul bahunya dengan lembut.
End
Yoha… Akhirnya tamat juga. Jangan bilang gantung, jangan bilang kog end sih? Intinya FF ini udah tamat wkwkwkwk Viss
