[ Kindness ]

Kim Kibum memandang seorang remaja yang sibuk melayani pelanggan dengan cermat. Sebenarnya ia agak enggan untuk mempekerjakan seseorang yang berumur 17 tahun, namun ada sesuatu dalam diri remaja berambut pirang itu yang membangkitkan insting perlindungan yang tak akan segan-segan ia berikan secara sukarela. Lagipula, cafenya juga membutuhkan pekerja ekstra karena jumlah pelanggan yang memang bertambah banyak akhir-akhir ini.

Si remaja, Park Jungsu, baru saja pindah di kota ini setelah menyelesaikan pendidikannya di kelas akselerasi di SMA Y. Ia lalu menerima beasiswa di Universitas X yang jaraknya tak seberapa jauh dari lokasi café. Jungsu mengaku uang hasil kerjanya di café ini untuk biaya kehidupannya sehari-hari. Orang tua dan adiknya meninggal dua tahun lalu karena kejahatan perampok. Tak ada sanak saudara yang bisa ia andalkan, jadi kini ia harus berjuang seorang diri saja.

Nah, setidaknya ia mengerti darimana instingnya itu muncul. Ditambah kenyataan bahwa Jungsu pada dasarnya orang baik yang berusaha untuk memenuhi kehidupannya, mana mungkin Kibum menolak remaja itu begitu saja.

Well… itu, dan kenyataan akan keimutan serta kepolosan Jungsu yang tak bisa diungkiri menjadi poin plus di mata Kibum untuk menerima si remaja berambut pirang sebagai salah satu pekerja di cafenya.