The Red Line
Jou memasuki rumahnya. Seperti biasa, ia melihat ayahnya bersama botol-botol minuman keras sambil menonton TV di ruang tengah. Tapi kali ini pandangannya kosong.
Jou duduk tepat didepan beliau sambil membersihkan meja didepannya. Ayah Jou bingung melihat anaknya duduk dengan tampang serius didepannya.
"Ayah… ada yang mau kutanyakan… tentang 'Mutou'…"
Jou melihat badan ayahnya tersentak mendengar nama itu.
"Ayah mengenal nama itu' kan? Kau mengucapkannya berkali-kali ketika kita berbicara dikamarku…"
Ayah Jou hanya terdiam. Ia memasang wajah sedih.
"Apa hubunganmu dengan keluarga Mutou…?"
Jou menunggu jawaban dari ayahnya yang masih terdiam.
"Aku… Ini semua gara-gara aku…"
Jou menjadi bingung mendengar kata-kata yang keluar dari mulut ayahnya.
"Seharusnya… aku datang lebih cepat… ibumu… ibumu… ia meninggal juga karena aku…"
Kata-kata selanjutnya mengejutkan Jou lebih jauh.
"Ibu? Kau bicara apa? Bukankah Shizuka tinggal dengan ibu???"
"Bukan… ia bukan ibu kandung kalian… Ia saudara ibumu … yang dimintai Jeanne untuk bersandiwara sebagai ibu kalian…"
"Jeanne?"
"Jeanne… Jeanne Kawaii… ibu kalian…"
Jounouchi seperti berada dalam labirin. Ia semakin bingung. Jadi ibu yang mereka kenal selama ini bukan ibu mereka. Melainkan bibi mereka. Jeanne adalah ibu kandung mereka.
"Lalu apa hubungan ayah dengan keluarga Mutou?"
"Mereka… mereka tewas karena aku… aku… aku… Ma, maafkan aku Yuuji… Maafkan aku…!"
Kini nama ayah Yugi keluar dari mulut ayah Jou. Tapi Jounouchi tak berani untuk bertanya lebih banyak setelah melihat ayahnya menangis hingga tersujud dilantai.
---
"Nii-sama… aku sudah mengecek semua jaringan satelit diseluruh dunia melalui satelit kita… Aku … menemukan… nama 'Atem'… seperti yang kau minta…"
"Bagus, Mokuba… Sudah kau cek…?"
"Su, sudah… tapi…"
"Ada apa…?"
Mokuba terlihat ragu-ragu. Tapi akhirnya anak itu mengajak kakaknya kekamarnya, berhadapan dengan komputer raksasa rakitannya sendiri.
"Mokuba, sejak kapan kau merakit komputer seperti ini…?"
"Oh, aku sedang kurang kerjaan…"
Seto hanya terdiam mendengar jawaban adiknya.
"Lihat, Nii-sama…"
Seiring data-data itu muncul, perasaan Seto semakin tak menentu… terutama ketika ia melihat wajah-wajah yang terpasang pada data-data itu.
Yuuji Mutou
Anna Mutou
anak : Yugi Mutou (hilang), Atem Mutou (tewas)
status : tewas
Jeanne Kawaii
anak : -
status : tewas
Stanley Kaiba
Amelie Kaiba
anak : Seto Kaiba (hilang), Mokuba Kaiba (hilang), Noa Kaiba (tewas)
status : tewas
Nama terakhir membuat mereka terkejut setengah mati. Nama orang tua mereka.
Tapi, wajah wanita bernama Jeanne juga membuat mereka mengenali seseorang.
"Wanita itu… dari rambut pirang pendeknya hingga wajah… persis sekali dengan Jounouchi…" Seto menyadari kemiripan keduanya.
"Tunggu… NOA KAIBA??? Dia saudara kandung kita???" (1)
Kini Mokuba yang terkejut.
"Mokuba… darimana kau dapakan data-data ini…?"
"A, anu… dari data rahasia milik Gozaburo Kaiba yang berada di komputer bawah tanah Alcatraz…"
'Gozaburo…??? Apa hubungannya dengan semua ini…???'
---
"Hoeeeeh…! Kita nyari apaan sih???"
"Ssshhh… Bakura, tenang…! Kita sebenarnya tak boleh memeasuki area red section ini… Kita beruntung bisa memasukinya berkat kekuatan Sennen Ring-mu…"
"Sudahlah… Tenang aja, nggak akan ada yang nyadar kita disini kok…" ujar Bakura santai sambil tidur-tiduran diatas file-file top secret FBI. Malik hanya menggelengkan kepala sambil menghela napas.
"Aku berhutang pada Tim… dia bisa dalam masalah kalau atasannya tahu kita memasuki ruang data rahasia FBI…" Malik membuka-buka file pada tanggal kejadian peristiwa kecelakaan orang tua Yugi. Dan…
"AH!"
Bakura yang mulai mengantuk terjatuh dari atas meja dan tertimpa file-file karena terkejut mendengar teriakan Malik.
"APA SIH? Katamu kita harus tenang!!!"
"Lihat ini!"
-
Tanggal… Bulan… Tahun…
Kasus nomor…
Kasus tewasnya arkeolog, Yuuji Mutou beserta anak-anak dan istrinya, ditutup atas kuasa dari Kaiba Corporation…
-
Malik dan Bakura terdiam. Mereka saling berpandangan…
'Kaiba Corporation…?'
"Biar 'kuambil' halaman ini dulu…!" Malik mengeluarkan handphone dari sakunya dan mulai mengambil foto-foto halaman-halaman kasus keluarga Yugi.
Bakura malah terheran-heran melihat 'kotak kecil yang bisa mengeluarkan suara dan mengambil gambar' milik Malik itu.
-
"Terima kasih, Tim… Pengawasannya benar-benar ketat, ya?" Malik berpamitan pada temannya yang bekerja di FBI itu.
"Tentu saja… kami tak bisa membiarkan kalian memasuki ruangan-ruangan tertentu…"
Bakura yang mendengar peringatan dari teman Malik itu, hanya tersenyum-senyum. Sebenarnya mereka sudah keluar-masuk berbagai ruangan berkat kekuatan Sennen Ring.
Akhirnya Malik dan Bakura kembali ke Jepang dengan pesawat jet bersama Rebecca dan Profesor Hawkins. Mereka harus tiba siang ini juga.
---
Esok harinya… , Anzu, Honda, Otogi, dan Ryo sedang berusaha menenangkan Yugi yang panik…
Waktunya sudah mulai habis… Matahari sudah tepat diatas kepala mereka. Yugi sudah tak tahu lagi harus bagaimana… Semua temannya tak memberi kabar apa-apa.
"Maafkan kami, Yug…"
Yugi terdiam menatap satu persatu wajah teman-temannya. Ia menyadari telah membuat mereka merasa bersalah. Yugi akhirnya kembali tenang dan memeluk mereka…
"Maafkan aku… aku jadi egois begini…Padahal kalian sudah berjuang demi aku…"
Keempat temannya membalas pelukan Yugi degnan erat. Anzu meneteskan air matanya. Ryo tersenyum. Honda dan Otogi berusaha menahan air mata haru mereka.
Tiba-tiba…
"YUGIIIIII…!!!!"
Semua orang menoleh setelah mendengar teriakan Malik. Dua buah taxi berhenti didepan rumah Yugi. Malik, Rashid, dan Bakura bergegas turun. Begitupula dengan Isis, Rebecca, dan Profesor Hawkins dari taxi yang satu lagi.
"Lihat ini!"
Yugi segera membaca 'penemuan' Malik. Ia menge-print file dari handphonenya ke kertas yang lebih besar. Semua orang terkejut atas keterlibatan dalam kasus kematian orang tua Yugi.
"A, apa-apaan ini…?"
"YUUUUUGIIII!!!!"
Kali ini sebuah limousine berhenti didepan rumah Yugi. Dan keluarlah Mokuba dan Seto dengan terburu-buru.
"LIHAT INI!!!"
Mokuba langsung mengeluarkan lembaran-lembaran kertas data yang ia temukan, dari komputer milik Gozaburo.
"Apa yang sebenarnya… kenapa bisa begini…?"
Yugi dan teman-temannya semakin bingung. Apa hubungan Kaiba Corporation dengan…
"Akan kujelaskan… semuanya…"
Semua orang terkejut melihat seorang pria berpakaian lusuh, berdiri didepan pagar rumah Yugi… bersama kedua anaknya… Jounouchi dan Shizuka.
"A, anda… ayah Jou…"
"Yug…" Jounouchi mendekati sahabatnya itu. "Ayahku… ia bisa membantumu…"
-
Kini semua orang duduk di ruang tamu rumah Yugi. Semua mengelilingi ayah Jou yang memulai ceritanya dari pertemuan pertamanya dengan Yuuji Mutou…
"Dulu, kami sama seperti Yugi dan Jounouchi… kami satu kelas di SMU Domino… Yuji adalah anak pindahan dari Mesir… ia selalu diganggu karena ia sangat pendiam… Aku… juga pernah mengganggunya seperti anak-anak lain… tapi suatu saat… Yuuji melindungiku dari kakak kelas kami yang berusaha melukaiku…"
Honda dan yang lain tersenyum pada kemiripan Jounouchi dan Yugi dengan ayah mereka.
"Sejak itu… kami jadi dekat… Yuuji mengajariku sebuah permainan kartu… ia bilang permainan itu bernama M&W…"
Tiba-tiba Seto memotong. "Tu, tunggu… bukankah permainan itu…!"
"… ciptaan Pegasus… aku tahu… tapi ada sejarah tersendiri lagi dari permainan itu…"
Semua kembali terdiam.
"Setelah lulus, kami ingin merayakan keberhasilanku mendapat pekerjaan disebuah perusahaan kecil… Suatu saat… Yuuji mengajakku ke Amerika…"
Jou dan Shizuka yang telah mendengar cerita ini sebelumnya hanya terdiam.
"Yuuji mengajakku ke sebuah konser seorang pemain biola berdarah Amerika-Jepang. Begitu aku melihatnya aku langsung jatuh cinta padanya... Terlebih ketika Yuuji mengenalkan wanita itu sebagai teman dari tim peneliti-nya. Dialah ibu kandung Shizuka dan Jounouchi, Jeanne… Dia mau berbicara padaku dengan bahasa Inggrisku yang patah-patah, bahkan hingga akhirnya kami menikah… Yuuji juga mengenalkan temannya yang berdarah Inggris-Jepang dari kelompok peneliti itu, Stanley Kaiba. Yang akhirnya menikah dengan seorang pianis Prancis, Amelie. Yuuji sendiri menikah dengan seorang wanita berdarah Amerika-Jepang sahabat Jeanne, Anna Hawkins…"
Yugi, Seto, dan Mokuba mengeratkan genggaman mereka begitu mendengar nama orang tua mereka. Dalam hati mereka sangat sedih, karena hampir sama sekali tak ada kenangan yang tertinggal dari kedua orang tua mereka.
"Suatu saat, Yuuji bercerita tentang apa yang mereka teliti… ternyata sebuah upacara penyegelan roh dari jaman dahulu… yang roh-rohnya kini masih tetap ada… aku tak begitu mengerti dengan penjelasan Yuuji tentang Shadow Realm, permainan kegelapan, sejarah Pharaoh… dan sebagainya…"
Semua mulai menelan ludah begitu mendengar apa yang diteliti ayah Yugi.
"Kemudian, pada saat Yuuji, Anna, Stanley, dan Jeanne menemukan ide akan permainan yang bisa mereka manfaatkan dari sejarah itu… Saudara jauh Stanley datang… dia… Gozaburo Kaiba…"
Jantung Seto dan Mokuba serasa ditekan begitu mendengar nama itu. Semua orang menatap pada kedua anak yang ketakutan.
---
(1) Noa disini lahir bersama Mokuba… akan banyak twist disini… namanya juga fanfiction… Maklum deh… :D Yow! Aku suka bikin twist!! XD
R&R, please…
