X

.

Disclaimer©Masashi Kishimoto

.

Summary:Ketika kau dibuang dari keluargamu apa yang akan kau lakukan? Bunuh diri, balas dendam atau malah akan menghancurkan keluarga itu. Tetapi tidak untuknya! Ia akan terus melangkah hingga tugas yang diberikan olehnya telah selesai.

.

Warning:gak jelas, alur cerita aneh, typo, dll dan janganlah membaca ff ini dengan logika tetapi dengan imajinasi ya.

.

Don't like please, don't read

.

.

.


Naruto dan Sasuke berada di dunia buatan Naruto atau bisa kita sebut adalah Genjutsu dan ini bukanlah Genjutsu biasa yang dapat dilakukan semua Ninja.

Kotomatsukami adalah Genjutsu yang bahkan sang Korban tidak mengetahui bahwa dirinya telah berada di dunia Genjutsu dan si Pengguna jutsu ini dapat mengkontrol semua pemikiran sang Korban yang berada di Genjutsunya tetapi sayang jutsu ini hanya dapat digunakan 10 tahun sekali dan untuk Naruto karena ada beberapa alasan, Naruto dapat mengurangkan Cooldown dari jutsu ini beberapa tahun. (kebanyakan main Moba)

Naruto masih tetap berada di tempatnya bersama dengan Sasuke yang melihat mata Intens milik Naruto yang menatap dirinya tajam.

"apa yang mau kau katakan" tanya Sasuke memecah keheningan yang telah berlangsung beberapa menit sebelumnya.

"kau mau pergi ke si ular Orochimaru itu kan" ucap Naruto dengan nada yang dibuat-dibuatnya

"jika masih. ada yang kau ketahui lebih baik katakan sekarang dan aku akan bertanya nanti" ucap Sasuke dengan gaya Coolnya.

"aku mengetahui kau akan ke Orochimaru, membunuh Itachi dan hmm..."... "yang terakhir lupakan dan hanya dua yang aku ketahui" ucap Naruto

"dari mana kau mengetahuinya"tanya Sasuke

"aku berteman dengan Itachi jadi yah seperti itulah dan tentang kau pergi ke Orochimaru aku hanya menduganya karena kau pasti akan mencari kekuatan untuk membunuh Itachi" jawab Naruto dengan Santainya

"lalu apa sebenarnya maumu"tanya Sasuke

"aku berharap kau tidak membunuh Itachi karena dia hanya melaksanakan perintah dari seseorang dan aku tidak menyebutkan siapa orang itu karena takut terjadi kesalah pahaman dan jika lebih tepatnya kau bisa bertanya pada Itachi suatu hari nanti" jawab Naruto

"dari mana kau mengetahui Itachi hanya melaksanakan tugasnya"tanya Sasuke

"bagaimana mau menjawabnya ya"..."Sandaime Hokage mengatakannya padaku saat aku bertanya tentang pembantaian Klan Uchiha" jawab Naruto

"bagaimana bisa Hokage-sama memberi tau dirimu dan bukannya diriku yang merupakan keturunan terkahir Klan Uchiha di Konoha" tanya Sasuke

"yah aku memaksanya dengan memberikan novel Hentain karangan Ero-sannin dan membuat dia menceritakan semua tentang pembantaian klan Uchiha hingga akarnya tetapi aku malas menceritakannya padamu" jawab Naruto

"apa masih ada yang mau kau sampaikan" tanya Sasuke

"seperti apa"

"yah mungkin tentang hidup mu atau masalahmu" ucap Sasuke menjelaskan perkataannya

"hidupku ya"... "dibuang, dadopsi, dan menghilang, mungkin hanya itu yang terjadi dalam hidupku" jawab Naruto membuat Sasuke harus mencerna semua perkataan yang diucapkan Naruto dengan otaknya

"jangan-jangan kau adal..."..."oke mari kita membahas yang lain misalnya setelah kau sadar kau berada di luar Konoha" ucap Naruto memotong perkata Sasuke

"apa maksudmu" tanya Sasuke

"saat ini tubuh aslimu berada jauh dari Konoha dan tugasmu hanyalah berjalan ke markas Orochimaru" jawab Naruto

"bukankah ada seseorang yang menungguku! Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Sasuke

"seseorang? Siapa memangnya? Saat aku berjalan sambil membawa dirimu aku tidak melihat ada seseorang yang menunggumu, lagian kau kan Jomblo" ucap Naruto dengan candaan yang kelewatan yang hanya dibalas oleh Sasuke ekspresi datarnya.

"apa kau sudah siap" tanya Naruto dibalas anggukan oleh Sasuke

Sring...

Genjutsu Naruto berubah menjadi hanya satu warna yaitu putih dan lama-kelamaan tubuh Naruto serta Sasuke menghilang dari sana.

Real Dimensi

Sasuke perlahan membuka matanya dan hal pertama yang ia lihat muka Naruto yang ditutupi maskernya serta dua patung besar yang saling berhadapan dengan tangan siap mengeluarkan jutsu.

"hey ini bukan hutan" ucap Sasuke kezel

"tetapi dekat sini kan hutan dan ingat kataku jangan membunuh Itachi atau aku yang akan membunuhmu" ucap Naruto dengan nada dinginnya

"ya mari kita lihat nanti" ucap Sasuke dengan muka tanpa ekspresi miliknya

"kau harus cepat pergi sebelum ninja Konoha menemukan kita" ucap Naruto lalu menghilang dengan kilat Putih miliknya

Sasuke berjalan santai menaiki tebing dengan kaki yang dialiri cakra agar dia bisa seperti Spidermen lalu menuju ke arah markas Orochimaru yang berada di sebelah Barat.

Tidak jauh dari sana terlihat area hutan yang tidak memiliki pohon karena semua pohon tumbang berbentuk lingkaran dengan diameter sedang cukup untuk bertarung.

Tepat di tengah lingkaran dengan pohon yang tumbang itu terdapat sosok pria berambut putih dengan beberapa tulang yang keluar dari tubuhnya dan sepertinya pria itu telah menutup matanya untuk selama-lamanya.

Naruto melomat dari satu pohon ke pohon lain agar sampai ditujuan dengan cepat hingga dia berhenti karena telah sampai tujuannya.

Naruto masih tetap di hutan yang sama tetapi sedikit jauh dari tempat dia mengantar Sasuke tadi dan terlihat ia berdiri di ranting pohon yang besar serta ada dua orang lainnya memakai jubah bermotif awan hitam.

Salah satu dari orang itu memiliki wajah seperti ikan serta membawa sebuah pedang yang dibungkus oleh kain putih diletakkan di punggungnya.

"apa kau siap" tanya salah satu dari mereka dengan mata merah menyala

"perubahan rencana! Aku tidak akan masuk Akatsuki" ucap Naruto membuat si Ikan terkejut

"kau pasti tau apa yang akan kami lakukan kepada dirimu saat ini mengingat kau adalah Ninja" ucap Si Ikan yang bernama Kisame

"tentu, lagian aku hanyalah Bunshin" ucap Naruto lalu menghilang dengan kumpulan asap

"sialan! Itachi apa yajg harus kita lakukan sekarang?" tanya Kisame

"kita pergi ke markas dan katakan kita gagal merekrutnya" jawab Itachi dengan senyuman simpul di mulutnya lalu berjalan diikuti Kisame.

.

.

Skip Time

.

.

Di sebuah desa Kecil bernama Nadeshiko terdapat sosok pria berambut putih dengan masker yang ia pakai tengah berbelanja kebutuhan rumah seperti Ramen instan.

Desa Nadeshiko adalah desa yang terletak di atas tiga bukit besar dan curam lalu dibawah bukit itu terdapat hutan timba yang sangat luas dan juga ada dua jembatan yang menghubungkan antara satu bukit ke bukit lainnya dan juga desa ini terletak di dekat desa Air.

Tentang lambang desa ini kalian bisa search di Google karena susah buat dijelasi.

Desa ini memiliki penduduk yang rata-rata hanya wanita kecuali si rambut putih ini

Setelah menemukan apa yang ia cari, ia lalu berjalan ke arah tempat pemilik toko itu berada untuk membayar semua yang ia beli.

.

"Naruto kau selalu membeli ramen, apakah Shizuka-Sama tidak membuatkan makanan untukmu" tanya si pemilik toko

"Bibi apa maksudmu! Aku dan Shizuka hanya sebatas teman lagian dia sedang sibuk dengan tugasnya sebagai pemimpin desa" ucap Naruto kikuk membuat pemilik toko terkekeh mendengarnya

"semua orang di desa membicarakan dirimu dengan Shizuka-Sama dan bila berbohong cobalah dengan nada yang biasa saja hihi" ucap pemilik toko

"terserah apa kata mereka lagian juga aku tidak memperdulikannya" ucap Naruto memalingkan mukanya yang merona tetapi ditutupi oleh masker miliknya.

"yah begitulah lagian kita memerlukan pembicaraan agar mendapat berita yang terbaru saat ini dan semuanya 100.000 Yen" ucap pemilik toko sambil tersenyum

"ini uangnya, Arigatou bibi" ucap Naruto menyerahkan uangnya lalu pergi ke pintu toko sersebut uuntu keluar.

"Arigatou juga Naruto" ucap pemilik toko Tsb

.

Naruto berjalan pergi ke arah penginapan yang ia tinggali di desa ini.

.

Naruto sekarang memakai baju santai berwarna putih dengan beberapa corak warna di baju itu membuat gaya Naruto lebih cool seperti Sasuke dan memakai celana ninja miliknya seperti biasa, hanya baju saja yang berbeda.

Bukan penginapan yang bisa dibilang mewah tetapi ya cukup untuk keperluan sehari-hari Naruto lagian juga Naruto paling hanya makan Ramen dan jarang makan yang lain.

Sebelum Naruto pindah ke desa ini dia sebenarnya telah tinggal di dekat Desa Nadeshiko tetapi di bawah bukitnya saja dan hanya makan hewan seperti Rusa, Kijang dan beberapa hewan lainnya.

Terlihat bangunan yang bisa dibilang sederhana dengan dinding dari bangunan itu ialah hanya kayu tetapi itu membuat penginapan itu menjadi lebih tradisional dan tidak terlalu mewah untuk Naruto.

Naruto masuk ke penginapan miliknya yangterlihat tradisional itu dan menurutnya ada seseorang yang berada di penginapannya karena Naruto melihat ada sandal yang berada diluar penginapan miliknya.

Dan benar apa yang ia pikirkan tadi, seorang perempuan berambut hitam dan mata yang berwarna hijau seperti daun membuat Naruto bertanya-tanya 'ada apa' di pikirannya dan perempuan itu sedang duduk di ruang tamu sambil meminum teh yang ia buat sebelum Naruto pulang dan sepertinya perempuan itu seumuran dengan Naruto.

Wanita itu memakai jubah berkerudung untuk menutupi pakaian ninjanya yang terlihat seperti eh... . (bayangin aja ya)

.

"kenapa kesini" tanya Naruto sambil berjalan ke arah dapur untuk meletakkan ramen miliknya

"kenapa! Apa tidak boleh Naruto-kun" tanya balik wanita itu

"bukan itu maksudku tetapi kau kan seorang pemimpin di desa ini jadi kau harus melayani desa dengan sekuat tenagamu" jawab Naruto duduk di depan wanita itu tetapi dibatasi oleh meja setelah ia meletakkan ramennya di dapur

"aku capek jadi tugasku di serahkan kepada Tokiwa beberapa saat dan inikan desaku jadi terserah aku mau kemana" ucap wanita itu meminum kembali teh miliknya

'tapi kenapa tidak ke rumahmu saja sih' batin Naruto

"aku mau ramen buatan Naruto-kun, apa boleh?" tanya wanita itu

"kau selalu manja setiap berada di dekatku" ucap Naruto sambil berdiri lalu berjalan ke arah dapur dan membuat satu ramen untuk wanita itu.

5 menit kemudian

Naruto kembali ke tempat ia duduk bersama wanita itu sambil membawa satu mangkuk besar berisi ramen yang aromanya dapat menggoda selera banyak orang apalagi Naruto tetapi ia menahan nafsunya untuk makan ramen itu karena ia membuatnya untuk wanita itu saja dan itu membuat Naruto menyesal karena hanya membuat satu ramen.

Bruk

Naruto menaruh ramen yang ia buat di meja depan wanita itu lalu ikut duduk kembali bersama perempuan itu.

.

"itu makanlah" ucap Naruto dibalas gelengan kepala dari perempuan itu.

"bagaimana dengan Naruto-kun" tanya wanita itu

"aku sudah makan jadi kau saja yang makan ya" jawab Naruto sambil tersenyum di balik maskernya dibalas anggukan kepala oleh wanita itu.

"suapin, plise" ucap wanita itu dengan mata bekaca-kaca.

.

Naruto menghela nafas sejenak saat mendengar permohonan wanita itu dan setelah itu Naruto mengambil sumpit lalu menyuapi wanita itu perlahan hingga akhirnya ramen itu abis tak tesisa.

.

"apa sudah kenyang" tanya Naruto membersihkan meja di depan mereka yang sedikit kotor.

"ya, Argatou Naruto-kun" ucap perempuan itu

.

Naruto lalu membawa kembali mangkuk bekas ramen itu ke dapur untuk dicuci lalu kembali lagi ke tempat wanita itu berada.

.

"mari pergi" ajak Naruto kepada wanita itu yang masih berdiri di dekat wanita itu

"mau kemana Naruto-kun" tanya Perempuan itu

"cari udara segar Shizuka-chan" jawab Naruto untuk pertama kalinya memanggil nama wanita itu yang belum ia panggil dari awal ia mengobrol hari ini bersamanya.

.

Naruto berjalan keluar dari penginapannya diikuti Shizuka disampingnya dan tanpa sadar juga Naruto menggandeng tangan Shizuka membuat mereka menjadi sorotan para warga yang mereka lewati tetapi sepertinya Shizuka dan Naruto mengabaikan mereka semua.

Setelah beberapa lama berjalan mereka akhirnya berhenti di salah satu dari dua jembatan penghubung desa tersebut sambil menikmati hutan yang sangat luas berada di bawah desa mereka karena desa mereka terletak di atas tiga bukit, btw.

.

"apa kau masih ingin ke Konoha untuk memenuhi janjimu" tanya Naruto sambil duduk di pembatas jembatan itu.

"memang kenapa! Apa Naruto-kun mau ikut" tanya balik Shizuka

"aku Missing-Nin Shizuka-chan jadi tidak mungkin aku akan keluar desa Nadeshiko lagian Konoha memiliki ninja hebat jadi aku tidak perlu khawatir" jawab Naruto

Setelah Naruto dan Sasuke dikabarkan lari dari Konoha mereka berdua dicap sebagai Missing-Nin tetapi berbeda tingkat.

Sasuke Missing-Nin tingkat S karena dia adalah keturunan terakhir dari Klan Uchiha bersama dengan Uchiha Itachi dan Naruto lebih buruk dari itu, ia Missing-Nin tingkat SSS karena berhasil mengalahkan Shodaime Hokage yaitu Hashirama Senju beserta adiknya Nidaime Hokage bernama Tobirama senju yang pada saat itu menjadi mayat hidup atau Edotensei dan akhirnya di segel oleh Naruto dengan jutsu miliknya sendiri jadi para Hokage telah memutuskan pilihan berat yaitu Naruto sebagai Missing-Nin tingkat SSS.

"tentu Naruto-kun, aku harus meneruskan sumpah guruku" jawab Shizuka untuk pertanyaan Naruto tadi

"lalu bagaimana jika dia mengalahkanmu! Apa kau akan menikah dengannya?" tanya Naruto dengan nada sedih

"bila dia menginginkannya maka aku terpaksa harus menikahinya dan apakah kau cemburu Naruto-kun" ucap Shizuka sambil berjalan mau duduk di samping Naruto

"jika dia menginginkan itu maka aku akan menghajar mukanya" ucap Naruto mengepalkan tangannya dengan keras

"hihi kau lebay Naruto-kun" ucap Shizuka memegang tangan kiri Naruto dengan tangan kanannya membuat Naruto merona sedikit pada mukanya.

5 menit berlalu dengan perbincangan santai yang dilakukan Naruto dan Shizuka sambil bergandengan tangan membuat sekali lagi mereka menjadi sorotan para warga yang melewati jembatan itu.

Hingga akhirnya perbincangan yang dilakukan mereka berdua terhenti karena mereka melihat ada seorang pelakor eh maksudnya wanita lain yang sedang berlari ke arah mereka dengan memakai pakaian berwarna merah dan membawa sebuah pedang yang diletakkan di punggungnya. (cari di google penampilan Tokiwa)

.

"ada apa Tokiwa" tanya Shizuka masih tetap duduk di samping Naruto

"maaf Shizuka-Sama jika mengganggu waktu istirahat anda tetapi ini tentang Naruto dan ini tentang Konoha" jawab Tokiwa membuat Naruto melihat dirinya

"ada apa dengan Konoha, Tokiwa - chan" tanya Naruto

"Konoha di serang oleh kelompok yang bernama Akatsuki" jawab Tokiwa membuat Naruto dan Shizuka berdiri dari ia duduk tadi

"apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana keadaan ninja Konoha" tanya Naruto masih dengan wajah tenang miliknya

"menurut kabar burung, Akatsuki datang dan langsung menyerang desa Konoha dan banyak korban yang terjadi akibat serangan itu" jawab Tokiwa membuat Naruto terkejut.

"ba-bagaimana kabar tentang Kakashi" tanya Naruto

"Kakashi! Siapa dia?" tanya Shizuka

.

Naruto hanya menggelengkan kepalanya lalu menghilang dengan bercak putih setelahnya

Beberapa detik kemudian, Naruto kembali ke jembatan itu dengan pakaian jaket putih miliknya ditutupi oleh jubah berkerudung yang menutupi kepalanya yang berwarna putih dengan aksen corak api hitam terletak di bawah jubah tersebut. (maklum bukan anak fashion oke)

"aku harus pergi kalian tunggu disini" ucap Naruto siap melompat dari jembatan tersebut tetapi terhenti karena Shizuka menarik tangan kiri Naruto dengan tangan kanannya Shizuka

"aku ikut Naruto-kun" ucap Shizuka

"maaf ya Shizuka-chan" ucap Naruto memperlihatkan mata Sharinggan miliknya yang membuat Shizuka jatuh pingsan tetapi tidak jatuh ke tanah karena Naruto memegang tubuhnya

"Tokiwa-chan, tolong antar Shizuka-chan kerumahnya ya, aku akan pergi sebentar" ucap Naruto menyerahkan tubuh Shizuka yang sedang pingsan

Setelah menyerahkan tubuh Shizuka kepada Tokiwa, Naruto langsung melompat dari jembatan itu dan mendarat sempurna di atas batang pohon lalu melompati pepohonan untuk cepat sampai di Konoha.

.

"hey tenang Naruto, Konoha pasti baik-baik saja" ucap Kurama yang telah berada di pundaknya sambil duduk santai memainkan 9 ekor miliknya

"bukan Konoha yang aku pikirkan, tetapi Nii-san! Bagaimana jika dia adalah salah satu korban dari serangan itu" ucap Naruto masih fokus memandang depan untuk melompati pepohonan

"hm" hanya itu yang diucapkan Kurama karena melihat Naruto sedang konsen dan tidak ingin mengganggunya lagi.

Di Konoha

Terlihat Konoha terlah berubah menjadi lahan luas yang dipenuhi sisa dari hancurnya material bangunan yang berada di mana-mana dan menjadi sebuah lingkaran besar yang tidak terlalu dalam.

Tepat ditengah lingkran tersebut terdapat 2 orang yang salah satunya ialah seorang remaja berambut kuning mengenakan sebuah jubah merah dan api hitam dibawah jubah tersebut sedang terkapar karena ditubuhnya terdapat sebuah besi hitam yang tertancap di punggung, kedua tangannya, dan kedua kakinya membuat dirinya tidak bisa bergerak.

"jadi, apa kau sudah tau apa itu yang namanya rasa sakit, Uzumaki Menma" tanya seorang pria yang memakai jubah bermotif awan merah yang melakukan itu kepada Menma

"brengsek! Akan kubunuh kau" ucap Menma mencoba melepaskan diri dari besi hitam itu

"mari kita lihat sampai mana kelemahanmu" ucap lawan Menma tersebut sambil mengeluarkan besi hitam lainnya dari balik jubah miliknya

Masih di Konoha tetapi di lain tempat

Terdapat tiga orang yang sepertinya sedang melihat pertarungan antar Menma dan orang tersebut.

"ughh... Seandainya kakiku tidak sakit" ucap Pria berambut nanas mengeluh kesal AKA Nara Shikamaru

"kita hanya bisa melihat saat ini" ucap pria lainnya berambut nanas juga tetapi dengan bekas luka di mukanya AKA Nara Shikaku

"te-tetapi a-apa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk membantu Menma-kun" tanya wanita berkacamata aneh memakai baju lab warna putih AKA Shiho

"maaf tetapi kata Menma-kun kita tidak boleh ikut campur" ucap ulat berukuran sama seperti manusia dewasa AKA Katsuyu membuat Shikamaru berdecih.

Wush... Tap... Tap...

Seorang berambut putih dengan pakaian serba putih menjadi objek tatapan mereka berempat.

"i-itu..." ucap Shikamaru menunjuk ke arah dia pergi

"tidak, jika memang itu benar maka dia akan menemui Kakashi! Shikamaru kita harus ke tempat Kakashi apapun yang terjadi" ucap Shikaku dibalas anggukan oleh Shikamaru

Shikamaru di bantu untuk berjalan oleh Shikaku dan Shiho lalu tentang Katsuyu ia pergi ke tempat sesorang membutuhkannya.

Benar apa yang diduga oleh Shikaku, sosok putih itu berhenti di dekat tubuh Kakashi yang sekarang tanpa nyawa dan Sosok putih itu hanya mematung tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Di dekat Tubuh Kakashi terdapat Choji dan juga ayah Choji yang bernama Choza Akimichi sedang terbaring lemas tetapi hanya tidak sadarkan diri dan tak beberapa lama Shikamaru, Shiho dan Shikaku datang lalu merebahkan tubuh Shikamaru di bawah material bangunan yang hancur karena tidak bisa berdiri.

.

"si-siapa kau?" tanya Choji yang pertama kali bertanya walaupun tidak ada jawab dari sosok tersebut karena mukanya ditutupi oleh kerudung jubah miliknya.

Hingga akhirnya sosok tersebut terduduk melas di samping tubuh Kakashi dengan air mata mengalir dari matanya.

.

" ma-maaf a-aku hiks... me-mengambil b-buku icha-icha pa-paradise hiks... Tanpa pe-persetujuan hiks... darimu Nii-san" ucap Sosok itu membuat semua orang disitu telah mengenal siapa sebenarnya dia.

.

Sosok itu lalu membuka kerudung jubah miliknya yang menutupi mukanya dan terlihat rambut putih masih tetap sama yaitu seperti Kakashi walaupun lebih panjang sedikit tengah menangisi sang Aniki.

.

"Na-Naruto" ucap Shukaku terkejut walaupun telah mengetahui siapa sebenarnya nama sosok itu

"hiks... Di-dimana Yondaime-Hokage" tanya pertama kali Naruto kepada semua yang berada di sana

"d-dia berada di gedung Hokage yang telah hancur! Apa maumu" jawab Shikamaru

"ka-kau akan baik-baik sa-saja hiks... Nii-san" ucap Naruto mengusap kedua matanya dan menaruh sebuah buku di tangan badan Kakashi lalu pergi ke arah Gedung Hokage yang diucapkan Shikamaru tadi.

Di Tempat Minato

Minato dijaga ketat oleh Anbu miliknya bersama dengan Kushina dan juga Naruko yang sepertinya sedikit terluka

Swush.. Tap...

Naruto datang dan membuat semua orang kaget terutama Minato dan Kushina.

.

"Hatake Naruto, Missing-Nin tingkat SSS, apa yang kau lakukan disini" tanya salah satu Anbu yang dengan posisi menyerang mencoba melindungi Keluarga Hokage.

"seharusnya kau tau! Apa yang bisa kulakukan terhadap kalian semua" ucap Naruto dengan dingin

"Na-Naruto" ucap Kushina berdiri dari posisi duduknya dan berlari ke arah Naruto tetapi dihalang oleh tangan Naruto yang menariknya

"apa maumu" tanya Minato menatap anak yang ia buang dulu telah menjadi remaja yang hebat.

"ada sesuatu yang dimiliki oleh Yondaime-Hokage jadi aku harus mengambilnya sekarang juga" ucap Naruto membuat Minato mengangguk paham

.

Minato lalu melepaskan pedang yang berada di pundaknya lalu melempar ke arah Naruto dan ditangkap oleh Naruto.

Naruto lalu melihat pedang yang sangat lama ia rindukan dulu dan masih seperti dulu.

Sring...

Naruto mengeluarkan pedang dari sarungnya dan terlihat pedang yang konon katanya dapat apapun yang ada didunia ini termasuk Kuchiyose Sandaime-Hokage yaitu kera yang bernama Enma yang katanya juga sekeras berlian. (katanya)

Naruto menatap ke arah dimana Menma tak berdaya karena tertancap oleh besi hitam itu dan terlihat tiba-tiba Hinata datang dan mengatakan sesuatu hal tetapi Naruto tidak mendengarnya karena terlalu jauh dari tempat itu.

.

"mari kita lakukan Kurama" ucap Naruto dibalas anggukan oleh lawan bicara.

Naruto mengalirkan cakra Raiton ke pedangnya membuat percikan listrik terdengar disana lalu menghilang dari pandangan Minato dan lainnya.

.

"i-ini karena a-aku cint..."

Boom

Naruto menebas dengan keras ke arah sosok bejubah itu dari atas tetapi sayang seranagan tersebut dapat dihindari dengan mudah oleh sosok berjubah awan merah tersebut dan juga membuat perkataan Hinata terpotong karena Naruto mendadak datang.

Wush... Wush...

Karena melihat serangannya hanya mengenai tanah, Naruto mundur hingga berada di samping Hinata lalu melihat ke arah Hinata dan Menma membuat yang ditatap merasa ketakutan marena mata Sharinggannya yang mulai berubah menjadi Eternal Mangekyou Sharinggan.

"namamu Hinata bukan! Lebih baik kau pergi dan serahkan ini kepadaku" ucap Naruto dibalas anggukan oleh Hinata

"Naruto-kun tolong selamatkan Menma-kun" ucap Hinata lalu berlari pergi dari area pertarungan

"kau masih saja lemah ya Menma" ucap Naruto telah menatap datar ke arah sosok berjubah itu

"ke-kenap Nii-san tidak bilang kalau Nii-san adalah Ani...".. "tidak ada waktu untuk membahas untuk saat ini" ucap Naruto memotong perkataan Menma

"Hatake Naruto atau bisa kupanggil Uzumaki Namikaze Naruto, bagaimana kabarmu" ucap Sosok berjubah itu

"Pain, pendiri Organisasi yang terwujud dari rasa sakit bernama Akatsuki, apa aku salah" tanya Naruto

"masih sama seperti dulu, selalu membuat kejutan tapi sayang Itachi dan Kisame gagal merekrutmu" ucap sosok yang telah diketahui namanya yaitu Pain

"berbicara tentang Itachi, bagaimana kabarnya" tanya Naruto lagi

"masih hidup dan kenapa kau bertanya tentang itu" ucap Pain

"dia yang memberiku Sharinggan ini jadi ya dia masih temanku" ucap Naruto

'teman ya' batin Pain melihat ke langit sebentar lalu kembali melihat ke arah Naruto

"cukup basa-basinya, mari kita lakukan" ucap Naruto melesat ke arah Pain dengan kecepatan tinggi ke arah Pain membuat Pain tersenyum melihat itu.

.

Bansho Ten'in

.


A/N

.

.

Yooo Whatsapp guys...

Maaf ni soal word yang setaik kuku dan up yang lama hihi (T_T)

Langsung ke intinya saja, ni jawaban tentang pertanyaan kalian:

1. "Ano... Author-san bukannya naruto dkk jadi genin di usia 13 ya? Kenapa di cerita ini jadi umur 8 tahun?"

"kalo tentang umur ni ya kawan Naruto itu jadi Genin di usia 13 itu yang sebenarnya tetapi ane buat jadi 8 tahun karena agar bila nanti Naruto umur 13 tahun dia akan jadi kapten Anbu jadi itu alasan ane hihi" jawab ane senyum-senyum gaje

Cuman 1 coba yang nanya siappppp

Jadi mungkin cuman itu jangan lupa tinggalkan jejak berupa pertanyaan, saran, kritikan, dan kekesalan kalian di kolom review and See You Next Time Bye... Bye...