Heart Beat
Chapter 11
Main cast :
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Other cast : Lihat didalam cerita
Happy Reading & Enjoy
.
.
.
Sudah sejak dua hari yang lalu dari terakhir kali mereka datang ketoko perhiasan untuk membeli cincin, Sungmin sudah jarang melihat Kyuhyun berada di mansion. Lelaki itu lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor. Jangan katakan kalau ia saat ini tengah merindukan Kyuhyun—itu sama sekali tidak benar. Sungmin hanya merasa sedikit aneh karena biasanya Kyuhyun selalu menengoknya setiap waktu memastikan ia tidak melakukan hal aneh atau hanya sekedar mengingatkannya untuk tidak lupa makan.
Tapi sejak dua hari ini Kyuhyun seperti ditelan bumi. Saat pagi hari tidak ia dapati pria itu dimeja makan seperti hari-hari biasanya dan malam pun lelaki itu mungkin pulang sangat larut malam saat ia sudah terlelap tidur.
Dan malam ini telah Sungmin putuskan untuk menunggu Kyuhyun pulang dari kantornya. Setelah makan malam namja manis itu sudah terlihat duduk manis disofa ruang tamu menunggu kedatangan Kyuhyun yang tadi sempat ditelepon oleh Jongwoon atas permintaannya dan lelaki itu mengatakan malam ini ia akan pulang lebih awal.
Untuk mengusir rasa bosan dan rasa kantuk yang mulai menyerangnya, Sungmin memilih untuk menonton televisi. Setidaknya ia tetap harus terjaga sampai nanti Kyuhyun pulang.
Sungmin kembali menengok jam dinding yang terpajang disana. Ini sudah menunjukkan pukul 10 malam. Kyuhyun berkata akan pulang lebih cepat tetapi sampai sekarang batang hidung lelaki itu pun belum juga terlihat.
" Apakah pukul 10 malam itu terlalu sore untuknya pulang. Sampai kapan lagi aku harus menunggu." Keluh Sungmin membaringkan tubuhnya disofa yang ukurannya cukup untuk menampung tubuh dua orang dewasa.
Namja manis itu lagi-lagi mengganti saluran televisi dengan tidak menentu. Kadang pun mulut mungil nya itu mengomel pada Kyuhyun yang juga tak kunjung pulang.
" Lelaki itu senang sekali menyusahkan ku."
Sungmin mengumpat sambil membanting remote televisi ke sofa sebelahnya. Tidak ada saluran televisi yang membuatnya terhibur dan menghilangkan rasa kantuknya, ditambah dengan Kyuhyun pun yang tidak tahu kapan akan pulang tambah membuat Sungmin dongkol. Namja manis itu membaringkan tubuhnya sambil menatap langit-langit mansion.
.
.
Kyuhyun masuk kedalam mansion dengan langkah cepat. Terlihat dari wajah tampan nya itu kalau Kyuhyun begitu sangat lelah mengurus berkas-berkas penting serta beberapa rapat yang terjadi dalam satu hari penuh ini. kyuhyun berencana akan langsung tidur tanpa repot-repot lagi mengecek email kantor seperti sebelumnya.
Begitu melewati ruang tamu mansion tanpa sengaja Kyuhyun melihat lampu hias disamping televisi besar masih menyala. Itu berarti masih ada orang disana. Pelan tapi pasti lelaki itu berjalan mendekati sofa. Setelah sampai disisi sofa Kyuhyun begitu terkejut melihat Sungmin sudah tertidur pulas disana.
" Sungmin. Kenapa ia tidur disini."
Lelaki itu mendekati Sungmin. Namja manis itu terlihat begitu pulas tidurnya membuat Kyuhyun tidak tega untuk membangunkan nya.
Kyuhyun berinisiatif untuk menggendong Sungmin kekamar namja mungil itu tanpa membangunkannya. Sesaat Sungmin menggeliat merasa terganggu ketika Kyuhyun telah berhasil mengangkat tubuh mungil itu. Kyuhyun menepuk-nepuk pelan lengan Sungmin agar kembali tertidur. Dirasa Sungmin sudah nyaman dan kembali tidur pria tampan itu lekas membopong tubuh Sungmin kekamar namja manis itu.
.
Sungmin mulai terbangun mendengar suara Ryeowook samar-samar memanggil namanya.
" Tuan Lee."
Sungmin membuka matanya yang masih terasa mengantuk," Wae?"
" Saya takut terjadi apa-apa dengan tuan Lee. Karena tidak biasanya anda bangun begitu telat seperti ini." Ucap Ryeowook.
Sungmin melihat dirinya sudah berada dikamarnya, bahkan sekarang diatas ranjangnya.
" Siapa yang memindahkanku kemari. Lalu Kyuhyun dimana?" Tanya Sungmin bangkit dari kasurnya.
" Pagi-pagi sekali tuan Cho sudah pergi kekantor, tuan Lee."
" MWO!" Sungmin menganga tak percaya. Dilihatnya jam dinding sudah menunjuk kan pukul 8:00 pagi.
" Ini sudah pagi." Sungmin mengusap wajahnya yang memang sudah kusut. Jadi semalam ia sudah tertidur sebelum Kyuhyun pulang.
" Anda ingin mandi dulu atau sarapan pagi tuan Lee."
Sungmin bangkit dari kasurnya melangkah tergesa menunju kamar mandi.
" Aku akan mandi sana."
Sungmin masuk ke kamar mandi dengan lesu. Ia gagal lagi bertemu Kyuhyun. Padahal ada banyak hal yang ingin ia bicarakan dengan pria itu, tapi kenapa akhir-akhir ini Kyuhyun sudah sekali ditemui padahal mereka kan masih satu rumah.
.
Begitu turun Sungmin berpapasan dengan Victoria. Seperti biasanya, mereka hanya saling pandang dengan tatapan mematikan satu sama lainnya tanpa tegur sapa.
" Tidak biasanya kau bangun siang sekali."
" Apa urusan mu." Sahut Sungmin tidak suka.
Mendapati sahutan yang tidak bersahabat itu Victoria hanya menanggapi nya dengan senyum mengejek.
Suara dering telepon rumah berbunyi menyela perdebatan sengit yang kembali akan dimulai oleh keduanya. Victoria menunjuk telepon yang sejak tadi terus berdering.
" Cepat kau angkat telepon nya." Suruh wanita itu pada Sungmin.
" Kenapa tidak kau saja." Sungmin balas menyuruh Victoria.
Victoria kembali menyela tidak mau kalah," Kau kan yang lebih dekat."
" Pemalas." Seru Sungmin mengangkat gagang telepon dengan kasar.
" Yeoboseo." Ucap Sungmin tidak ada manis-manisnya pada si penelepon.
" Sungmin." Suara Kyuhyun terdengar diseberang telepon.
" Ne, wae?" Sungmin berusaha menahan suaranya untuk tidak berteriak girang.
" Victoria ada dirumah?" Seketika senyum Sungmin lenyap. Namja manis itu mendelik sinis kearah Victoria yang ternyata masih berdiri disana.
" Dia ada disini."
" Berikan telepon nya pada Victoria. Ada yang ingin aku bicarakan padanya."
" Kenapa tidak kau telepon saja ke ponselnya."
" Lee Sungmin." Gertak Kyuhyun yang seketika membuat Sungmin bungkam.
" Arraseo—nyonya Song Kyuhyun ingin berbicara dengan mu." Panggil Sungmin menunjuk telepon ditangannya.
Victoria sedikit berlari menerima uluran telepon dari tangan Sungmin.
" Kenapa kau masih disini, sana pergi." Usir Victoria ketika mendapati Sungmin masih berdiri disamping nya.
" Aku juga baru ingin pergi." Ucap Sungmin pergi dari sana melangkah menuju kamarnya. Masih sempat Sungmin mendengar Victoria yang mengatakannya pengganggu.
" Keduanya sama saja, menyebalkan." Gumam namja manis itu kesal.
.
.
Prang—prang
Sungmin memotong kasar daging yang ada didalam piring nya hingga menciptakan suara bising memenuhi seisi ruang makan.
" Aish—bisa kau pelankan sendok mu itu, terlalu berisik." Victoria menghentak kesal meja makan.
Sungmin tidak memperdulikan ucapan Victoria, namja manis itu masih dengan kegiatannya,'mari membuat kebisingan'.
" Tuan Lee anda tidak menyukai makanan nya." Tanya salah satu maid melihat Sungmin hanya mengaduk-aduk isi makanan di dalam piringnya.
" Jangan berbicara padaku, saat ini aku sedang tidak berada dalam suasana hati yang baik."
Setelah itu tidak ada lagi yang berani mengusik Sungmin. Hari ini tampang wajah Sungmin pun terlihat begitu suntuk dan masam. Mood namja manis itu hari ini benar-benar buruk.
" Tuan Cho." Pelayan Park menatap heran Kyuhyun yang pulang dari kantor padahal jam baru menunjuk kan pukul 12:00 siang.
Seohyun, Victoria terutama Sungmin spontan menatap Kyuhyun yang ikut bergabung di meja makan bersama mereka.
" Setelah makan siang aku harus kembali lagi ke kantor." Kyuhyun menerima piring beserta lauk pauk yang di berikan oleh salah satu maid. Pria tampan itu pun mulai menyantap makanan nya.
" Akhir-akhir ini kau begitu sibuk." Seohyun memberikan lauk tambahan kedalam piring Kyuhyun.
" Aku hanya ingin cepat menyelesaikan pekerjaan ku." Sahut Kyuhyun.
Sungmin hanya menjadi pendengar setia mereka. Sesekali ia mencuri pandang pada Kyuhyun.
" Kau tidak memakan makanan mu." Kyuhyun menegur Sungmin yang hanya diam melihat piring nya.
Sungmin mendongak pada Kyuhyun," Kyuhyun aku ingin berbicara padamu setelah makan, bisa?"
Sesaat Kyuhyun melirik arloji di pergelangan tangan nya.
" Aku harus cepat kembali ke kantor, aku hanya mampir sebentar." Sungmin terpekur. Secara tidak langsung Kyuhyun telah menolak untuk berbicara padanya.
" Tapi—" Sungmin ingin berbicara lagi tapi Kyuhyun sudah memotong ucapannya.
" Pelayan Park, panggil kan Jongwoon kemari."
" Baik tuan Cho."
Kyuhyun kembali menatap Sungmin," Kita bisa berbicara setelah aku pulang dari kantor." Putus Kyuhyun sepihak tanpa mendengarkan perkataan Sungmin lagi.
Sungmin menatap Kyuhyun sengit. Laki-laki ini suka sekali memotong ucapannya.
" Kyuhyun deng—"
" Anda memanggil saya tuan Cho." Jongwoon muncul tepat setelah Kyuhyun menyelesaikan makan siang nya dan sukses kembali memotong ucapan Sungmin.
" Jongwoon, aku ingin kau mengurus pembatalan penerbangan ku ke eropa."
" Kenapa tiba-tiba tuan Cho. Bukan kah disana anda akan melakukan foto pre wedding ." Jongwoon tidak mengerti, kenapa Kyuhyun secara mendadak membatalkan seluruh jadwal penerbangan nya. Padahal mereka terbang ke eropa kan untuk kepentingan pernikahan.
Sungmin menghentikan kunyahan nya demi menantap Kyuhyun disamping nya.
Kyuhyun pun sekilas menoleh kearah Sungmin," Aku harus menyelesaikan seluruh pekerjaan ku. Bukan kah pernikahan nya yang jauh lebih penting dari sekedar foto pre wedding." Sambung Kyuhyun kemudian.
Victoria menyela," Lagipula saat ini Kyuhyun sangat sibuk. Tidak mungkin ia melakukan foto pre wedding dan meninggalkan pekerjaan nya yang sangat penting itu kan." Tambah Victoria memperkeruh keadaan.
Sungmin menggertak kan giginya. Kenapa bisa mereka menyepelekan sebuah pernikahan tepat dihadapan nya.
Brak—
Semua mata menatap kearah Sungmin yang sudah bangkit dari kursinya.
" Aku sudah selesai. Aku akan kembali ke kamar."
Tanpa basa basi namja manis itu keluar dari ruang makan. Kyuhyun terus memperkatikan punggung Sungmin sampai tidak terlihat lagi.
" Kau urus semuanya. Aku harus segera kembali kekantor."
" Baik tuan Cho."
.
.
" Pernikahan itu sangat sakral. Berani sekali mereka berbicara seperti itu. Apa pentingnya pekerjaan dari sebuah pernikahan, hah."
Sungmin tengah berada di kamarnya tentunya bersama dengan Ryeowook yang selalu setia menemani namja manis itu. Namja manis itu terus mengomel sejak masuk kedalam kamarnya.
" Foto pre wedding. Apa Kyuhyun tengah membicarakan tentang foto pre wedding untuk pernikahan ini. Gampang sekali lelaki itu mengatakan batal tepat di hadapanku." Lagi-lagi Sungmin mengomel.
Ryeowook mendekati Sungmin yang sedang berguling-guling di kasurnya.
" Anda tidak apa-apa tuan Lee."
" Ya, aku baik-baik saja." Sahut Sungmin ketus.
" Tapi kenapa anda terlihat marah."
" Kalau kau tahu aku tengah marah kenapa masih bertanya." Sungmin beralih menyentak Ryeowook dengan suara kerasnya.
Seketika Sungmin menutup mulutnya begitu sadar ia sudah membentak asisten nya sendiri sampai wajah Ryeowook pucat pas seperti itu.
" Mian, aku kelepasan." Sesal Sungmin. Ryeowook tersenyum memperbaiki ekspresi wajahnya menjadi biasa kembali.
" Tidak apa-apa tuan Lee." Ryeowook kembali tersenyum ketika lagi-lagi ia mendapati wajah Sungmin yang terus diluputi rasa bersalah karena tanpa sengaja membentak nya.
" Anda kesal pada tuan Cho?" Tanya Ryeowook hati-hati.
" Tidak." Sahut Sungmin spontan.
" Sepertinya iya." Gumam Ryeowook tapi masih bisa Sungmin dengar dengan jelas.
" Kau sok tahu sekali." Ketus Sungmin
Ryeowook tersenyum maklum," Saat akan menikah dengan anda, tuan Cho pasti ingin mendapatkan waktu cuti yang panjang sehingga tuan Cho berencana menyelesaikan pekerjaan nya dengan cepat."
Sungmin diam mendengarkan penjelasan Ryeowook yang sedikit banyak ada benarnya juga. Tapi tunggu dulu, kenapa sekarang ia malah terlihat seperti seorang kekasih yang tengah merajuk pada Kyuhyun karena lelaki itu lebih mementingkan pekerjaan nya daripada pernikahan ini.
" TIDAK." Sungmin berteriak mengejutkan Ryeowook
" Apa yang barusan aku fikirkan." Seru Sungmin lagi sambil memukul rusuh kepalanya sendiri. Namja manis itu sudah terlihat seperti orang yang tengah depresi berat.
" Tuan Lee—anda baik-aik saja." Ryeowook mendekati Sungmin karena cemas. Karena dengan tiba-tiba saja namja manis itu berteriak sangat kencang.
" Ini tidak mungkin terjadi. Ryeowook sepertinya kepala ku kemasukan sesuatu."
" Kemasukan sesuatu seperti apa tuan Lee?" Lihat lah sekarang, Ryeowook pun sudah terlihat sama cemasnya seperti Sungmin.
" Oh Dewi Fortuna, setan apa yang sudah merasuki ku." Tambah Sungmin semakin ngelantur.
" Anda kenapa tuan Lee?"
.
.
Dikamar nya Victoria tengah tertawa bahagia. Foto pre wedding yang gagal mungkin ini pertanda kalau pernikahan Kyuhyun dan Sungmin cepat atau lambat pada akhirnya pasti akan batal juga. Hari ini foto pre wedding yang gagal, besok-besok mungkin Kyuhyun akan mengumumkan batalnya pernikahan itu.
" Baru foto pre wedding yang gagal. Tapi sebentar lagi aku sendiri yang akan memastikan pernikahan itu tidak akan pernah terjadi."
Betapa senang nya hati Victoria. Tanpa bersusah payah ia turun tangan menggagalkan pernikahan itu karena dengan sendiri nya persiapan pernikahan mereka gagal sendiri.
" Ah—gaunku."
Victoria membuka paperbag besar yang isinya sebuah gaun panjang cantik berwarna hitam. Kyuhyun sendiri yang memberikan gaun itu padanya. Suami tampan nya itu berkata malam ini mereka akan makan malam diluar, khusus hanya mereka berdua.
" Setelah Kyuhyun melihat aku mengenakan gaun ini, ia pasti tidak akan bisa berpaling mata dariku." Victoria berucap dengan penuh percaya diri. Malam ini ia akan berdandan dengan sangat cantik khusus untuk Kyuhyun, suami nya tercinta.
.
" Bagaimana dengan proyek Cho group di Roma?"
" Setengah pembangunan sudah di lakukan Presdir."
Kyuhyun mengamati grafik yang ditampilkan dilayar proyektor. Saat ini pria tampan itu tengah mengadakan rapat dadakan untuk seluruh devisi di perusahaan nya terkait dengan perkembangan proyek dan anggaran dana dalam setengah tahun yang akan datang.
" Bagaimana dengan perusahaan cabang dan penandatanganan kontrak kerja sama dengan perusahaan Amerika."
Pertanyaan Kyuhyun dijawab oleh salah satu pria paruh baya yang mulai menjabarkan setiap jawaban dari pertanyaan pria tampan itu.
" Kita masih dalam negosiasi tanah untuk menambah anak cabang perusahaan Cho group di jeju, presdir."
" Dan untuk penandatanganan kontrak akan di lakukan besok pagi, Mr. Jonh sendiri yang langsung datang ke korea bertemu dengan anda Presdir." Sambung sekertaris pribadi Kyuhyun.
Kyuhyun mengangguk puas. Hampir sebagian pekerjaannya akan segera selesai. Tidak mudah bagi Kyuhyun memborong pekerjaan langsung dalam waktu dua hari.
" Oke, semua sudah deal. Rapat hari ini selesai."
.
Drtt...drtt
Ponsel yang ada di saku jas Kyuhyun berbunyi. Lelaki tampan itu sedang berjalan di lorong kantor menuju ruangan nya.
Terlihat nama Victoria memenuhi layar ponsel Kyuhyun. Istri pertama nya itu menelepon nya.
" Yeoboseo."
" Kyu, apa aku mengganggu mu."
" Tidak, aku kebetulan sudah selesai meeting. Ada apa?"
" Hari ini kau akan pulang cepatkan. Kau sudah berjanji akan mengajakku makan malam—kau tidak lupa kan."
" Ya—aku akan pulang lebih cepat." Diseberang sana suara Victoria terdengar bahagia sekali.
" Jika tidak ada lagi. Aku tutup teleponnya."
Plip—
Sambungan telepon terputus begitu saja.
.
.
Sungmin tengah mencari-cari sesuatu di dalam kotak obat. Gresak grusuk karena bunyi obat-obatan di dalam kotak P3K mengundang rasa penasaran pelayan Park dalam keadaan dapur yang sepi. Tidak mungkin ada pencuri di kediaman Cho—lalu siapa yang tengah berada di dapur.
Begitu menyalakan lampu dapur, siluet tubuh Sungmin terlihat jelas—sedikit membuat pelayan Park terkejut.
" Tuan Lee anda mencari apa, anda sakit?" Pelayan Park mendekati Sungmin yang masih sibuk mengobrak abrik kotak obat.
" Aku mencari obat."
" Obat apa. Tuan Lee biar saya bantu."
" Obat penenang." Tangan pelayan Park menggantung begitu saja di udara ketika telinga nya mendengar obat penenang yang ingin di cari oleh Sungmin.
" Anda tidak boleh memakan obat seperti itu tuan Lee." Pelayan Park melarikan kotak obat yang berada di tangan Sungmin.
" Tidak boleh bagaimana. Aku merasa sakit—tidak ada orang yang melarang orang sakit makan obat." Sungmin kembali berniat hendak merebut kotak obat di tangan pelayan Park tetapi gagal.
Sungmin menggeram marah," Kembalikan pelayan Park."
Pelayan Park semakin menjauhkan kotak obat itu dari jangkauan tangan Sungmin.
" Tuan Cho akan marah kalau tahu anda memakan obat seperti itu tuan Lee."
Sungmin semakin meradang ketika nama Kyuhyun disebut. Ingatan satu hari penuh, bagaimana Kyuhyun telah berani mengacuhkan dirinya terngiang kembali.
" Aku tidak perduli. Cepat kembalikan." Sungmin merangsak tubuh pelayan Park yang terbilang kurus itu hingga menyebabkan wanita paruh baya itu terjatuh ke lantai dengan beberapa jenis obat berhambur dari tempatnya.
" Aw." Pelayan Park mengusap siku nya yang terasa perih karena gesekan keramik dibawah nya.
Sungmin membulatkan matanya shock," Pelayan Park anda tidak apa-apa. Maafkan aku, biar ku bantu berdiri." Sungmin berjongkok hendak membantu pelayan Park berdiri.
Gurat penyesalan terbingkai jelas di wajah manis itu. Pelayan Park tersenyum menenangkan.
" Tidak apa-apa. Ini hanya luka kecil."
Sungmin menggeleng tidak setuju," Tapi tetap saja luka itu harus di obati pelayan Park."
Sungmin beralih memunguti obat-obatan yang masih tercecer diatas lantai dan memasukkan nya kembali pada tempat nya.
" Duduk lah pelayan Park. Aku akan mengobati luka mu."
" Tidak tuan Lee. Aku akan mengobatinya sendiri di kamar."
" Kau marah padaku sampai tidak mau menerima niat baik ku ini." Sungmin menunduk sedih. Ia begitu merasa bersalah, dan Sungmin berniat untuk memperbaiki semuanya dan bertanggung jawab.
" Sekarang lekas obati lukanya tuan Lee. Rasanya begitu perih."
Sungmin mendongak kan kepalanya dan tersenyum senang. Dengan cekatan namja manis itu mengambil plaster, perban, air bersih dan obat merah. Sungmin mulai kegiatannya mengobati siku pelayan Park yang tergores karena ulahnya.
" Maafkan aku pelayan Park, aku tidak sengaja." Pelayan Park tersenyum sambil tangan nya yang lain mengusap bahu Sungmin menenangkan.
" Gwanchana tuan Lee. Jangan merasa bersalah seperti itu. Sebagian tadi pun juga salah saya."
Sungmin begitu bersyukur setidaknya wanita dihadapan nya ini tidak marah apalagi sampai membencinya karena perbuatan kasarnya tadi.
" Tuan Lee mencari obat penenang untuk apa. Anda baik-baik saja kan."
Air wajah Sungmin kembali mengeruh. Namja manis itu menghembuskan nafasnya kasar.
" Badanku tidak panas, selama ini aku tidak memiliki riwayat penyakit apapun. Akhir-akhir ini pun aku sulit sekali tidur. Aku selalu marah tanpa sebab. Kurasa aku menderita suatu penyakit. Sampai aku berfikir untuk memakan obat penenang agar jantungku ini tidak selalu berdetak sangat kencang sampai rasanya mau copot."
Sungmin menyentuh dadanya dengan perasaan sedih. Apakah ia menderita penyakit parah. Apakah penyakit yang ia derita ini adalah jenis penyakit langka dan apakah obat untuk penyakit nya ini mudah ditemukan. Bahkan beberapa hari ini Sungmin belum menemukan jawaban dari mengapa jantungnya selalu berdetak kencang itu.
Pelayan Park mengulum senyum kecil. Sepertinya ia tahu kemana arah pembicaraan Sungmin.
" Kalau berdekatan dengan tuan Cho maka jantung anda akan berdetak sangat kencang seperti ingin melompat dari tempat nya. Apa seperti itu rasanya." Tebak pelayan Park menunggu reaksi Sungmin.
Sungmin nampak berfikir sebelum mengangguk kecil. Sepertinya pelayan Park tahu apa yang tengah terjadi pada Sungmin.
" Itu mungkin penyakit hati yang sangat sulit ditemukan obatnya." Pelayan Park mulai mengarang cerita untuk menakut-nakuti Sungmin.
Sungmin sudah selesai mengobati luka wanita paruh baya itu," Benarkah. Lalu aku sakit apa pelayan Park."
Sungmin memegang tangan pelayan Park dengan perasaan campur aduk. Pelayan Park hampir terbahak melihat ekspresi ketakutan yang terbingkai jelas di wajah manis Sungmin. Tidak tega juga melihat Sungmin begitu ketakutan seperti ini.
Pelayan Park menangkup tangan Sungmin," Aku tidak ada hak untuk mengatakan apa sebab nya itu, tapi tuan Cho pasti lebih tahu dari saya tuan Lee. Dan mungkin saja tuan Cho memiliki obat mujarab untuk penyakit anda." Usai berkata wanita paruh baya itu meninggal kan Sungmin yang tambah bermuram durja karena penyakit langka yang mungkin saja tengah di deritanya saat ini.
Lee Sungmin, namja yang Kyuhyun sebut sebagai lelaki bermulut tajam, keras kepala dan susah di atur itu tetap lah Lee Sungmin yang memiliki sejuta kepolosan di dalam dirinya. Mungkin ia tengah jatuh cinta pun namja manis itu tidak menyadarinya.
" Kenapa si Cho itu tahu penyakit ku? Apa penyakit ini dia yang membuat."
Dan Lee Sungmin pun tetap lah Lee Sungmin dengan sejuta pemikiran buruk tentang Cho Kyuhyun.
.
.
Kyuhyun benar-benar menepati janji nya pada Victoria untuk pulang lebih awal. Lelaki itu sudah tiba di mansion tepat pukul 6:00 sore. Begitu masuk, Kyuhyun sudah di sambut oleh Sungmin yang tengah berdiri di tengah-tengah ruang tamu sambil menatap nya.
" Apa yang kau lakukan disana?"
Kyuhyun melangkah mendekati Sungmin. kedua nya berdiri dengan saling berhadapan. Sesaat Sungmin hanya mengamati Kyuhyun dari ujung kaki sampai ujung rambut pria tampan itu.
Batin Sungmin meringis sedih 'Bagaimana bisa lelaki seperti dia bisa menyembuh kan penyakit nya. Mungkin Sungmin akan lebih percaya kalau Kyuhyun lebih ahli untuk membunuh nya'.
Jengah melihat keterdiaman Sungmin, Kyuhyun angkat bicara dengan suara datar, " Apa hatimu sudah puas mengolok ku." Ucap Kyuhyun.
Sungmin mencibir dengan suara pelan. Sesaat namja manis itu berdehem singkat.
" Aku ingin menanyakan sesuatu padamu."
Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya curiga," Tentang?"
" Aku ingin—"
" Kyuhyun kau sudah pulang." Victoria muncul dengan tiba-tiba memotong ucapan Sungmin. Wanita itu datang menghampiri Kyuhyun.
" Kenapa masih disini. Kau tidak bersiap-siap Kyu?"
" Bersiap-siap untuk apa?" Sela Sungmin melupakan niat awalnya untuk bertanya pada Kyuhyun.
Victoria dan Kyuhyun menoleh bersamaan pada namja manis itu.
" Kami berdua akan pergi keluar." Sahut Victoria cepat dengan senyum bahagia di wajah nya.
Sungmin sempat terkejut mendengar nya. Namja manis itu menatap Victoria dan Kyuhyun bergantian.
" Ah, begitu." Sungmin kehabisan kata-kata. Namja manis itu beralih menunduk menatap lantai.
" Lekas ganti pakaian mu Kyu." Ucap Victoria mengingatkan. Kyuhyun menatap Sungmin lama.
Pria tampan itu beralih mendekati Sungmin yang masih berdiri kaku.
" Kau istirahat lah. Kita akan berbicara nanti." Sebelum pergi Kyuhyun menyempat kan diri mengelus pucuk kepala Sungmin.
Victoria ikut menatap Sungmin lalu setelah nya pergi menuju kamar nya sendiri. Sungmin memutar tubuhnya untuk melihat punggung Victoria yang sudah menghilang masuk ke dalam kamar nya. Sungmin mendesis. Lagi-lagi ia gagal untuk berbicara pada Kyuhyun karena wanita ular itu.
.
.
Sudah sejak kepergiaan Kyuhyun beberapa jam yang lalu, Sungmin lebih memilih untuk mabuk-mabukan di kamarnya daripada pergi tidur seperti pesan Kyuhyun sebelum lelaki itu pergi bersama istrinya.
Dan sudah menjadi fakta umum pun kalau namja mungil itu tidak bisa meminum minuman yang mengandung alkohol, tapi nyatanya Sungmin sudah berhasil meminum satu botol wine sampai habis dan lihatlah sekarang –namja manis itu sudah terkapar tidak berdaya di atas sofa di dalam kamarnya sendiri.
Sungmin tidak tidur, namja mungil itu masih terjaga. Sungmin hanya menatap langit-langit kamarnya dengan wajah kosong. Pun kadang kala Sungmin mengumpat dengan sumpah serapah yang sama sekali tidak enak di dengar. Dan kadang pun Sungmin tertawa kencang lalu setelah nya menangis sesegukan.
" Pria brengsek."
Sungmin membanting gelas kaca yang masih tergenggam di tangannya hingga pecah berkeping-keping karena membentur keras nya dinding kamar mewah itu. Kembali—Sungmin menangis sesegukan seorang diri.
Kamar mewah itu terlihat tamaram. Karena Sungmin memang sengaja hanya menyalakan lampu tidur di samping ranjang nya dan membuat kamar itu menjadi remang-remang.
Pintu kamar Sungmin terkuak menampilkan sosok Kyuhyun yang hanya mengenakan kemeja hitam dengan lengan di gulung sebatas siku. Pria tampan itu masuk mendekati Sungmin yang tengah memejam kan matanya.
" Sungmin— kau sudah tidur."
Kyuhyun mendudukan tubuh nya di samping Sungmin yang masih setia berbaring di sofa. Namja manis itu tidak bereaksi dengan keberadaan Kyuhyun di kamar nya.
Tidak ada sahutan, Kyuhyun memberanikan diri menyentuh bahu Sungmin," Sungmin, kenapa kau tidur di sofa." Sambung Kyuhyun lagi.
Kyuhyun mengedarkan pandangan nya keseluruhan kamar Sungmin yang begitu sangat berantakan sebelum mata tajam itu berakhir menatap satu botol wine tergeletak manis di atas meja.
" Kyu." Gumaman Sungmin mengalihkan perhatian Kyuhyun.
Kyuhyun mencoba mengangkat tubuh Sungmin dan menyandarkan nya di dada nya.
" Kau mabuk." Seru Kyuhyun menyentak Sungmin yang mulai kembali meracau.
Merasa di bentak dengan suara keras, Sungmin berusaha membuka matanya.
" Kenapa kau membentak ku." Ucap Sungmin mencoba memfokus kan matanya menatap Kyuhyun.
Kyuhyun menghela nafas berat," Ayo kembali keranjang mu." Kyuhyun berniat untuk menggendong tubuh Sungmin.
" Tidak. Aku ingin tidur di sini." Sungmin menjauhkan tangan Kyuhyun dari tubuhnya dan mencoba lagi kembali membaringkan tubuh nya di sofa.
" Kau akan sakit kalau tidur disini. Kajja, aku bantu kau tidur di ranjang."
" Tidak mau. Apa kau tuli." Bentak Sungmin marah.
" Tapi nanti kau akan sakit." Kekeh Kyuhyun kembali mencoba mengangkat tubuh Sungmin hendak memindahkan nya ke ranjang.
" Apa peduli mu kalau aku sakit." Cicit Sungmin dengan suara parau.
Suara Sungmin yang terdengar sedih itu membuat Kyuhyun mengurungkan niat nya untuk memindahkan namja manis itu ke ranjang. Kyuhyun memilih untuk kembali duduk di sofa memperhatikan Sungmin yang sekarang tengah bersandar di dada nya.
" Tentu saja aku perduli padamu, karena aku mencintaimu."
" Cinta kau bilang. Kau hanya seorang pembohong."
" Lee Sungmin." Sentak Kyuhyun lagi tidak suka dengan perkataan Sungmin.
Bukan nya takut dengan sentakan Kyuhyun, Sungmin malah tertawa kencang. Namja manis itu menegak kan tubuhnya walaupun masih sedikit sempoyongkan yang membuat Kyuhyun harus memegangi bahu Sungmin agar kepala namja manis itu tidak terantuk ke kepala sofa.
" Dengarkan aku Cho Kyuhyun yang terhormat."
Kyuhyun pun diam mendengar kan Sungmin. Sungmin mengambil tangan Kyuhyun dan meletakkan nya di dada nya.
" Kau merasakan nya kan. Jantung ku akan selalu seperti ini setiap kali aku berdekatan dengan mu. Pelayan Park mengatakan ini adalah penyakit hati yang obat nya sangat sulit di dapatkan." Sungmin menangis sesegukan di dada Kyuhyun.
Kyuhyun menatap pucuk kepala Sungmin. Lelaki itu tersenyum ketika otak nya berhasil menangkap masuk perkataan Sungmin.
" Kyuhyun—penyakit ini semakin tumbuh di dalam diriku. Aku belum siap untuk mati." Sambung Sungmin lagi.
Kyuhyun mengulurkan tangan nya menepuk-nepuk pucuk kepala Sungmin menenangkat— ketika namja manis itu semakin mengencang kan tangisan nya.
" Aku yang akan mengobati penyakit mu itu."
Sungmin menghentikan tangisan nya," Benarkah?" Ucap Sungmin mendongak kan kepala nya menatap Kyuhyun.
Kyuhyun mengangguk yakin," Aku memiliki obat paling ampuh untuk penyakit mu."
" Apa?"
CUP
Sungmin membulatkan mata shock begitu tanpa peringatan Kyuhyun mempertemukan bibir mereka. Ada perasaan asing yang menelusup ketika Sungmin menatap kelopak mata Kyuhyun yang tengah terpejam, di tambah dengan degup jantung nya yang semakin gila berdetak kencang.
Kyuhyun masih menunggu Sungmin untuk menyambut nya. Ia hanya membiarkan bibir kedua nya menempel tanpa pergerakan apapun. Kyuhyun mengelus wajah Sungmin merasakan kelembutan disana.
Menuruti nalurinya—Sungmin ikut memejamkan mata nya sama seperti apa yang tengah Kyuhyun lakukan. Tangan lentiknya merambat naik mengerat lembut kemeja depan Kyuhyun.
Merasa Sungmin mulai rileks, bibir tebal itu sedikit bergerak mengecup bibir atas Sungmin dengan lembut. Kyuhyun berusaha untuk tidak membuat Sungmin gelisah dalam ciuman mereka yang bisa di katakan untuk kedua kali nya ini tanpa paksaan seperti ciuman pertama mereka waktu lalu.
Dengan sekali hentakan Kyuhyun mengangkat tubuh Sungmin bridal style. Kaki jenjang nya melangkah pasti menuju ranjang besar disana tanpa sedikit pun melepaskan ciuman mereka.
Sungmin mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun. Bibir nya ikut bergerak mengikuti irama cumbuan Kyuhyun di bibir nya.
BRUK—
Kyuhyun menjatuh kan lembut tubuh Sungmin di atas kasur dengan ia yang berada di atas namja manis itu. Sungmin yang lebih dulu memutus kan tautan bibir mereka. Di tatapnya Kyuhyun yang berada di atasnya dengan sayu.
" Kyuhyun." Bisik Sungmin parau.
Kyuhyun mengusap lembut sudut bibir Sungmin," Aku menginginkan mu."
kyuhyun menyatukan dahi mereka. Di tatap nya Sungmin dengan penuh kasih sayang dan juga hasrat disana.
Sungmin tidak menjawab. Tangan nya justru terulur menarik tengkuk Kyuhyun dan kembali mempertemukan bibir kedua nya. Tanpa jawaban pun Kyuhyun sudahpaham, Sungmin telah menerima nya.
.
.
.
TBC
Annyeong. Reader tercinta, aku kembali lagi. Kangen banget sama kalian. Aku bawa chapter baru nhy.
Udah nggak sabar lagi ya pengen liat Kyumin nikah, sama aku juga nhy. Tapi aku nggak di kasih undangan pernikahan mereka*huwee#okeAbaikan. Bagi yang udah kebelet banget pengen kyumin nikah, sabar ya.
Kenapa saya terkesan buat pernikahan kyumin lama baget, karena nggak etis dong nikah tanpa bulan madu. Kalau kyumin nya bertengkar mulu, mana bisa mereka bulan madu kan. Jadi saya harap Reader tercinta ikuti saja perkembangan ceritanya. Kyumin pasti nikah kok.
Oke, setelah baca jangan lupa REVIEW. Kita saling menghargai disini. Saya memberikan cerita terbaik yang saya bisa, dan kalian pun harus sedikit menghargai karya saya.
Mian, kalau ceritanya tambah membosankan, typo bertebaran. Mohon di maafkan. Saya menerima setiap saran, gomawo.
Jumpat chapter depan. Bye... bye.
