Meant To Be
.
.
By phoenixmaiden
.
.
Translate by Uchiha Kazusha
.
.
Chapter 11
Minggu berlalu dengan cepat setelah kelahiran Wynter. Ron dan Hermione kembali bekerja dan Harry mempersiapkan diri tentang menjadi ibu. Hari-hari pertama sangat berat, tapi Harry punya teman-temannya untuk membantunya. Mengganti popok, memberi makan tengah malam, dan tangisan rewelnya. Oh Tuhan! Tangisannya! Wynter mungkin kecil dengan 5 pon, 8 ons, tapi dia punya sepasang paru-paru di dirinya.
Akhirnya liburan Ron dan Hermione berakhir dan mereka harus kembali bekerja.
"Kau akan baik-baik saja?" tanya Hermione.
"Ya. Aku akan bertahan." Kata Harry tersenyum ke putrinya di tangannya, yang sedang melihat mereka dengan mata yang ingin tau.
"Okay kalau begitu." Kata Hermione dan menunduk sehingga dia sejajar dengan Wynter. "Bye, bye sayang. Aku akan merindukanmu tapi aku akan datang lagi dan menemuimu okay?" Hermione mencium keningnya. "Oh Harry, dia sangat lucu!"
Harry tertawa "Terima kasih." Dia melihat ke Wynter dalam baju merah jambu miliknya dengan ikat kepala yang berwarna sama yang ada kupu-kupunya., Wynter tentu saja terlihat menggemaskan.
"Ya dia lucu dan sebagainya tapi aku hanya ingin mendapatkan sedikit tidur," kata Ron membawa kopernya ke ruang keluarga.
"Ya, aku tidak akan meninggalkan itu juga," kata Hermione.
"Terima kasih banyak," kata Harry dengan datar.
Ron tersenyum dan menyentuh tengan kecil milik Wynter yang menggulung membuat genggaman. "Aku yakin aku akan merindukannya."
"Aku akan terus memberitau mu." Kata Harry.
"Kau lebih baik melakukannya," kata Hermione memberikannya pelukan.
"Aku akan melakukannya."
Mereka mengatakan kata selamat tinggal mereka yang terakhir dan kemudian mereka pergi.
"Well Wynter, hanya kau dan aku," kata Harry padanya. Wynter hanya mengedipkan matanya padanya dengan mata hijau besarnya. Harry tertawa dan mencium keningnya, lalu menyesuaikannya agar dia bersandar di dadanya. "Ayo kita mengambil sesuatu untukmu untuk di makan, ayo?" dia meletakkan Wynter di tempat duduknya yang berada dekat sofa dimana dia dapat melihatnya dari dapur. Ketika dia sudah siap Harry pergi ke dapur dan membuat susu.
Dia menjadi sangat baik melakukan itu. Harry hanya melakukannya selama beberapa minggu dan dia sangat yakin bahwa dia sudah mempelajari segalanya untuk menjadi seorang ibu. Ketika susunya sudah dingin dia kembali ke ruang keluarga dan menghidupkan TV, mengangkat Wynter dan duduk di sofa untuk memberi makan putrinya.
Harry melihat ke Wynter dengan sayang, hatinya membesar dengan cinta dan juga bangga. Apakah ini yang orang tua rasakan ketika anak mereka lahir? Apakah ini bagaimana mereka melihat anak mereka, tidak melakukan apapun, tapi mereka adalah hal yang sangat menakjubkan? Apakah ini bagian yang selalu hilang dari hidupmu tapi kau tidak tau itu sampai itu ada disana? Itu mungkin karena sekarang Harry sedang melayang. Dia dapat mengatakan bahwa dia akan melakukan apapun, apapun untuk melindungi anaknya. Dan jika itu berarti keluar dari perang, maka dia akan melakukannya.
Dia telah membicarakan itu dengan Ron dan Hermione dan mereka selalu bisa mengerti. Dia tidak yakin dengan yang lain, mereka menginginkannya untuk bertarung, tapi mereka tidak tau tentang Wynter.
Mendengar tentang kehancuran yang terjadi di dunia menghancurkan hatinya, itu sangat menghancurkannya. Di waktu lain, sebelum semua ini Harry akan langsung berada di sana di garis depan untuk bertarung. Tapi sekarang dia memiliki putri kecilnya untuk dipikirkan. Wynter adalah hidupnya sekarang, dia tidak akan meninggalkannya sendiri, dia tau bagaimana rasanya dan Harry tidak mau itu terjadi pada putrinya. Ironisnya, dia melakukan hal yang sama yang dilakukan orang tuanya, bersembunyi. Dia bukanlah jenis orang yang bersembunyi selagi orang-orang bertarung, itu bukanlah kebiasaanya, seperti yang dia pikir orang tuanya pasti merasakan itu juga, seperti yang Harry lakukan untuk keselamatan anaknya yang belum lahir. Harry juga sedang mengalami hal yang sama tapi sangat berbeda ancaman- Voldemort. Di dua kasus, Voldemort ingin Harry mati, tapi dengan itu juga Harry punya masalah jika Voldemort mengetahui tentang Wynter. Bukan hanya karena Voldemort akan menggunakan putrinya untuk melawannya, tapi fakta yang sebenarnya adalah Voldemort adalah ayah dari Wynter.
Tidak ada yang tau kebenarannya, dia bahkan tidak memberitaukan orang tua Ron atau The Order dan Ron dan Hermione tidak pernah mendorongnya untuk memberitaukan mereka. Harry bahkan tidak mau berpikir tentang apa yang akan mereka katakan. Walaupun di sertifikat lahir Wynter, di area dibawah "Ayah" kosong. Menulisnya tidak hanya akan mengungkapkan rahasia terbesarnya tapi itu akan membuatnya menjadi lebih nyata. Harry akan sering kali berpikir tentang malam itu, malam yang telah merubah segalanya. Memikirkan tentang itu selalu membawa mimpi dan dengan mimpi membawa kerinduan dan keinginan luar biasa untuk sekali lagi berbaring di bawahnya,untuk merasakan tangan kuatnya di sekelilingnya. Untuk merasakan-
Tidak. Pikiran itu tidak baik dan berbahaya. Mereka membuatnya sakit di sekujur tubuhnya dan tidak dapat untuk berpikir dengan baik. Itu bahkan lebih buruk ketika dia sedang hamil dia tidak bisa untuk, uh, melepaskan dirinya. Tidak, hapus itu. Itu tidak lebih buruk sekarang karena dia bisa.
Harry menarik botolnya ketika Wynter telah selesai meminumnya dan meletakkannya di meja. Dan kemudian meletakkan sebuah handuk di pundaknya, memusingkan Wynter ke bahunya dan dengan lembut mengusap punggungnya untuk bersendawa. Dia tersenyum saat tangan kecilnya menggenggam bajunya dan Wynter bersender di bahunya, sangat mempercayainya. Terlepas dari kengerian yang terjadi pada malam itu, Wynter adalah hasilnya, keajaiban kecilnya, sebuah cahaya di ujung terowongan yang gelap. Setelah beberapa saat, Wynter mengeluarkan sendawa kecil.
"Wow, itu adalah yang besar." Jawab Harry dan dengan lembut menggendongnya di tangannya. Wynter mengedipkan matanya pada Harry dan menguap. "Mengantuk?" Wynter hanya bersandar di dadanya dan menutup matanya. Harry tersenyum dan menggoyangkannya sampai Wynter tertidur, kemudian dia meletakkan Wynter di boxs bayinya.
Harry telah membuat ruangan itu sebelum Wynter lahir dan dia tidak tau apa jenis kelaminnya jadi dia memilih warna yang netral. Ruangan itu berwarna hijau muda dan krem. Disana ada sebuah tema tentang beruang yang berlari, itu terlihat seperti Winnie The Pooh, tapi itu kelihatan lebih lembut. Harry telah jatuh cinta padanya saat pertama kali melihatnya.
Harry dengan hati-hati keluar dari ruangan itu dan menghidupkan monitor bayi yang ada di meja, kemudian dia duduk dan istirahat.
Itu adalah bagaimana kehidupannya. Itu dimulai dengan memberi makan jam 3 pagi, dan kembali tidur. Lalu mengganti popok, lalu tidur. Waktu bangun yang sebenarnya, membuat dirinya sarapan, Wynter bangun untuk mengganti popok dan makan. Wynter akan bangun selama beberapa jam jadi dia akan bermain dengan Wynter dan berbicara padanya dan kemudian Wynter akan kembali tidur untuk tidur siang. Bangun untuk mengganti popok, kembali tidur. Memberi makan, kembali tidur di malam hari. Harry akan makan malam, mandi dan kembali ke tempat tidur dan bangun di tengah malam untuk mengganti popok. Dan itu berulang lagi.
Itu adalah aktifitas mereka sejak bulan berlalu. Dia hanya bisa beristirahat ketika Wynter sedang tidur, tapi itu juga adalah waktu baginya untuk menyelesaikan tugas rumah nya, jadi dia harus menyulap antara keduanya. Ron dan Hermione akan datang berkunjung, mereka akan kadang-kadang membiarkannya tidur selagi mereka menghibur Wynter. Harry juga membawa Wynter keluar ketika dia melihat salju telah mencair, hanya sedikit berjalan untuk mendapat udara segar.
Tapi dengan berlalunya bulan, mimpi buruk akan membangunkannya. Salah satu mimpinya adalah ketika dia terbangun dan Wynter menghilang. Saat kehidupan telah membaik dan dia baru bisa untuk tenang. Mereka selamat. Itu hanyalah mimpi buruk. Tapi walaupun begitu, Harry akan sial jika dia membiarkan orang lain mengambil anaknya dari dirinya.
MMMMM
Tom berjalan di kota Muggle menuju ke pinggiran, mengabaikan pandangan sembunyi-sembunyi yang dia dapat dari pejalan kaki. Dia berhenti di rumah terakhir di jalan yang mempunyai cahaya dari televisi di jendela. Dia melangkah dan berjalan mengelilingi rumah itu. Lagipula itu hanyalah sebuah ilusi. Yang diinginkannya jauh di dalam.
Ketika dia merasakan lonjakan sihir di dekatnya dia berhenti dan dengan lembut menghancurkan lembar demi lembar sihir pelindung itu sampai akhirnya sebuah pondok tersendiri berada di depannya.
Bibir Tom melengkung ke atas dengan senyum kejam.
"Aku menemukanmu."
End Of Chapter
