"Ah aku baru ingat!" Ucapan Kyuhyun terpotong saat Jaejoong tersenyum tiba-tiba yang langsung menarik perhatian nya. "Kemarin ia baru saja membeli roti lapis disini."

"Be-benarkah?"

"Ya, sekitar jam 10 pagi kemarin ia datang. Mau mengikuti nya?" Jaejoong menopang dagu nya lagi dan memberikan senyum licik nya yang tak dapat Siwon dan Kyuhyun mengerti.

SparWonKyu present...

.

.

.

Parasyte

Inspired by manga Tokyo Ghoul:re

.

.

.

Rate T+ / Romance, Adventure & Mystery

Boys x Boys

Typo(s)

Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Shim Changmin, Choi Minho, Kim Junmyeon, Kim Sunggyu, Victoria Song, Tan Hangeng, Jung Yunho, Kim Jaejoong, etc.

Pair: WonKyu, YunJae dan masih ada lagi seiring cerita berjalan.

Don't like don't read!

ENJOY

.

.

.

CHAPTER 10

TIK

Jarum jam itu berpindah tempat, menunjukkan pukul 9.55 pagi. Keadaan kafe itu masih terlihat ramai karena banyak nya pelanggan yang membeli kopi atau sekedar menghangatkan diri dari cuaca bersalju ini.

Dua orang namja nampak bersembunyi dibalik meja kasir. Namja berwajah manis terus fokus memperhatikan jam sambil terus berbisik mengucapkan 'lima menit lagi' sedangkan namja kekar disamping nya sedang bertarung melawan kantuk nya.

TRING

Bunyi bel itu terdengar saat seseorang masuk ke dalam. Degup jantung Siwon dan Kyuhyun seperti berhenti saat suara berat yang tengah meminta pesanan nya terdengar.

"Hey Jae mana pesanan ku?" Tanya Seunghyun yang ternyata memakain penutup hoodie nya agar tak terlihat.

"Seperti biasa bukan? Dan ini dia dua pesanan mu." Jaejoong tersenyum misterius lalu memberikan dua kantung makanan kepada itu kepada Seunghyun yang ikut tersenyum.

"Terima kasih banyak."

Siwon dan Kyuhyun segera mengenakan topi sebagai penyamaran mereka, lalu mengikuti Seunghyun dari belakang setelah keluar dari kedai. Sebelum mereka keluar Kyuhyun tak sengaja beradu pandang dengan Jaejoong yang memainkan bibir nya seperti mengucapkan 'semoga berhasil'.

Mereka berdua terus mengikuti Seunghyun dari belakang. Mereka sangat hati-hati dan juga waspada agar tidak ketahuan. Dan entah memang Seunghyun tak merasakan keberadaan mereka atau hanya memang dia yang bodoh.

Tapi saat mereka melewati perempatan tiba-tiba saja terlihat Minho yang tengah terdiam di tengah-tengah jalan yang sepi itu.

"Kemari."

Siwon segera menarik Kyuhyun menuju balik tembok karena ia merasa kalau penyamaran mereka sebentar lagi akan terbongkar. Siwon melirik punggung Seunghyun dari balik tembok, ia dapat merasakan hawa yang mencekam hanya dari melihat itu.

"Choi Seunghyun..."

Minho menatap nyalang Seunghyun. Kyuhyun ingin segera menarik pergi Minho menjauh dari sana tapi ia takut untuk melakukan nya. Bisa saja kalau ia melakukan tindakan itu ia malah akan membuat Minho semakin dalam keadaan yang tidak menguntungkan. Kenapa? Karena sekarang mereka semua tidak membawa senjata apapun. Ia tak tau darimana keberanian Minho itu berasal atau mungkin ia memang sudah gila karena berniat melawan dengan tangan kosong.

"Dimana Sunggyu?" Bisik Siwon tepat di samping telinga Kyuhyun sehingga membuat Kyuhyun terlonjak karena kegelian. Ia sedikit sensitif di bagian sana.

Tapi apa yang Siwon tanyakan ada benar nya juga, ia tak melihat ada nya keberadaan Sunggyu. Apa mungkin dia tidak lagi bersama Minho? Atau mungkin dia hanya sedang bersembunyi? Mata nya menatap ke sekitar mencari keberadaan Sunggyu tapi memang nihil, ia tak dapat menekukan nya.

"KEMBALIKAN SUHO!"

Minho berteriak cukup kencang namun untung nya orang-orang sedang tak berniat untuk keluar dari rumah mereka yang hangat sehingga membuat teriakan Minho hanya bisa didengar oleh Seunghyun, Siwon dan juga Kyuhyun.

"Suho? Siapa dia?"

Seunghyun memberikan pertanyaan yang terucap dengan santai dari bibir nya. Minho yang mendengar itu entah mengapa merasa telinga nya memanas juga mata nya.

"BERANI NYA KAU MELUPAKAN NYA?! KAU YANG TELAH MEMBUNUH NYA!"

Jari telunjuk Minho menunjuk-nunjuk dengan tidak sabaran pada arah Seunghyun. Seunghyun nampak bingung kemudian memegangi dagu nya seperti memasang pose berpikir untuk beberapa saat ia terdiam cukup lama.

"Maksud mu bocah lemah itu?"

DEG

"APA KATA MU?!" Minho bergegas mengambil pisau lipat dari dalam saku nya kemudian berlari dengan cepat menuju arah Seunghyun. "KU BUNUH KAU!"

SRETTTT

Dengan cepat juga Seunghyun meloncat ke belakang, menghindari serangan Minho yang terlihat lemah itu. Seunghyun tertawa pelan kemudian menampilkan smirk yang mengerikan itu.

"Hanya dengan itu kau mencoba membunuh ku? Jangan bercanda bocah." Ucap Seunghyun kemudian membalikan tubuh nya membelakangk Minho. "Aku tak punya waktu untuk bocah lemah seperti mu."

"Ahh..." Mata Minho terbelalak kaget saat bayangan Seunghyun tak dapat ia lihat lagi. Dia menghilang dengan tiba-tiba. "TIDAK TIDAK TIDAK! DIMANA KAU CHOI SEUNGHYUN?! KELUARLAH!"

"Minho!"

Kyuhyun yang sudah tak tahan untuk bersembunyi akhir nya keluar dan berlari mendekatk Minho yang terkejut melihat kedatangan nya.

"Ka-kapten?"

"Min-"

PLAK

Panas. Pipi kanan Kyuhyun yang pucat langsung berubah menjadi kemerahan akibat tamparan Minho yang cukup keras barusan.

"CHOI MINHO! APA YANG KAU LAKUKAN?!"

Siwon yang melihat tamparan itu segera menarik kerah jaket Minho-atau lebih tepat jaket yang ia pinjamkan-dan mengangkat Minho ke atas hingga kaki nya sedikit terangkat dari tanah.

"Siwon sudahlah aku tak apa-apa."

Siwon mengalihkan pandangan nya pada Kyuhyun yang tengah memegangi pipi kanan nya yang masih berdenyut sakit. Emosi Siwon seakan luntur saat pandangan Kyuhyun yang teduh itu menatap nya. Siwon menghela nafas nya kemudian menurunkan Minho kembali sehingga dapat berpijak ke atas tanah.

"Kapten..."

Suara yang kecil seperti berbisik itu berasal dari balik pohon besar yang ternyata Sunggyu. Sunggyu berjalan dengan lemas menuju ke arah mereka semua.

"S-sunggyu kau tak apa-apa?" Tanya Kyuhyun khawatir dan memeriksa semua tubuh Sunggyu dengan seksama. Ia takut akan menemukan luka pada tubuh Sunggyu.

"A-aku tidak apa-apa. Maaf karena tak membantu Minho tapi kurasa keadaan akan semakin memburuk jika aku muncul." Kyuhyun menganggukan kepala nya. Menandakan ia setuju dengan apa yang Sunggyu katakan.

"Kau melakukan tindakan yang tepat Sunggyu tenanglah." Ucap Kyuhyun sambil tersenyum, ia bahkan tak menyadari sosok Siwon yang sedaritadi mencuri pandang pada pipi kanan Kyuhyun yang sudah tidak terlalu memerah.

Kyuhyun mengalihkan pandangan nya pada Minho yang masih terlihat kesal bahkan sesekali kaki Minho menghentak dengan kasar pada tanah yang di pijak.

PUK

"Kau tenang saja. Besok kita akan pergi menyusul nya." Bisik Kyuhyun tepat di samping telinga Minho setelah menepuk pelan puncak kepala Minho.

"Ma-maksud kapten?" Tanya Minho yang kentara dengan wajah bingung yang sangat terlihat.

"Kau kira aku tidak punya rencana hm?" Kyuhyun pun kemudian memberikan smirk andalan nya. Membuat Minho bergidik ngeri.

.

.

.

.

Keesokan hari nya di pagi hari dengan matahari yang akan segera muncul, nampak dua orang namja tengah bergelung di dalam kehangatan satu sama lain juga ditambah dengan hangat nya selimut. Mereka berdua sudah terbangun sejak satu jam yang lalu, hari ini akan menjadi hari yang panjang untuk mereka semua.

"Kau yakin tak mau memberitahu Victoria?" Tanya Siwon sambil mengelus-elus lembut pundak Kyuhyun yang terlihat sangat nyaman dalam dekapan nya.

"Tidak."

"Bagaimana dengan memanggil bantuan?"

"Tidak hahhh... bagaimana ya... aku terlalu bersemangat sendiri melihat Minho kemarin." Kyuhyun memijit kening nya yang mendadak pusing itu.

Flashback

"Ma-maksud kapten?" Tanya Minho yang kentara dengan wajah bingung yang sangat terlihat.

"Kau kira aku tidak punya rencana hm?" Kyuhyun pun kemudian memberikan smirk andalan nya. Membuat Minho bergidik ngeri.

Kyuhyun mendekatkan wajah nya dan menyenderkan kepala nya pada pundak Minho.

"Kau tau kan dia suka sekali membeli makanan di kedai Talia itu?" Minho pun menganggukan kepala nya. "Aku menyuruh Jaejoong untuk menyimpan alat pelacak pada pesanan Seunghyun itu." Minho cukup terkejut mendengar perkataan kapten nya itu tapi sedetik kemudian wajah nya langsung berubah senang.

"Kau memang pintar kapten! Ma-maaf aku menampar mu tadi." Sesal Minho sembari menundukan kepala nya. Kyuhyun terkekeh pelan kemudian mengelus pipi kanan nya pelan.

"Tak apa-apa, Minho."

"Kalau begitu ayo kita segera menyusul nya!" Ucap Minho bersemangat dan hendak berlari namun lengan nya segera di tahan oleh sang kapten.

"Woah woah.. tenanglah, alat itu tak akan aktif jika belum sampai lambung jadi kurasa kita tidak bisa pergi sampai besok. Lagipula kita harus membawa senjata kita untuk melawan nya bukan?"

Minho terdiam dan nampak berpikir. Apa yang kapten nya katakan benar, ia sangat bodoh karena melakukan hal seperti tadi. Hendak melawan Seunghyun tanpa ada nya senjata mungkin sama saja dengan yang nama nya bunuh diri.

"Hahhh.. baiklah, kapten."

PUK PUK

Tangan Kyuhyun mendarat dengan lembut ke atas kepala Kyuhyun dan memberinya tepukan pelan.

"Sekarang lebih baik kita beristirahat untuk besok oke?"

"Oke, kapten."

Flashback End

Siwon memperhatikan Kyuhyun kemudian mengelus pipi pucat itu dengan perlahan kemudian mengecup bibir sintal itu dengan cepat. Sang pemilik bibir sintal itu cukup terkejut akan perbuatan Siwon hingga pipi nya merona malu.

"Kau yakin kita bisa mengalahkan nya tanpa bantuan? Waktu itu saja kita cukup kesulitan menghadapi nya." Ucap Siwon kembali mengusap pipi Kyuhyun.

"Aku juga tidak tau. Tapi kita tidak boleh pesimis dulu." Kyuhyun tersenyum kemudian berdiri dari ranjang. "Ayo kita siap-siap."

Siwon menganggukan kepala nya kemudian mengganti pakaian menjadi pakaian khas para pembasmi parasit. Kyuhyun berjalan diikuti Siwon menuju ruang tengah dan mendapati Sunggyu juga Minho sudah menunggu mereka.

"Kapten..." Kyuhyun menganggukan kepala nya mengerti apa yang Minho inginkan. Kyuhyun mengambil ponsel nya kemudian mengaktifkan alat pelacak.

'Semoga ia sudah memakan nya.' Harap Kyuhyun dan Kyuhyun ingin bersorak senang saat melihat bulatan merah kecil di layar ponsel nya menandakan kalau alat pelacak nya sudah sampai di lambung Seunghyun.

"Baiklah yang ingin kusampaikan sebelum kita pergi adalah..." Kyuhyun mengambil jeda beberapa saat sambil mengamati raut-raut wajah anak buah nya. "Jangan sampai terbunuh."

Semua nya mengangguk dengan senyum yang terpasang pada wajah mereka masing-masing. Semua nya mengambil koper perak mereka kemudian berdiri.

"AYO KITA BUNUH SEUNGHYUN!"

"YA!"

Semua nya berlari mengikuti Kyuhyun yang pandangan nya terfokus pada layar ponsel nya. Seunghyun berada tak jauh dari tempat mereka. Dan betapa terkejut nya mereka saat sampai di tujuan mereka.

"I-inikan..." Mata Kyuhyun terbelalak menatap bangunan di depan nya. Ini adalah tempat latihan mereka semua. Bukan hanya Kyuhyun yang terkejut namun semua nya juga.

"Cih sekarang dia malah tinggal di sini." Minho berdecih kesal kemudian menatap sang kapten yang masih terkejut. "Kapten! Ayo kita rebut kembali tempat latihan kita!"

Kyuhyun menganggukan kepala nya dan memutar knop pintu dengan mudah. Ternyata tak terkunci, Seunghyun pasti berada di dalam sana.

CKLEK

Mereka semua semakin terkejut saat melihat tempat latihan mereka yang di penuhi warna merah darah dimana-mana, potongan tubuh dimana-mana dan bau anyir yang tak ingin mereka hirup.

"CHOI SEUNGHYUN KELUARLAH!" Ucap Minho sambil berteriak setelah mengambil selangkah maju dari tim divisi nya. Lama tak ada jawaban hingga akhirnya dari balik tumpukan potongan tangan itu keluarlah Seunghyun yang mengerjap-ngerjapkan mata nya.

"Huh? Ada tamu rupanya." Ucap Seunghyun sambil menatap tak suka pada mereka semua karena telah membangunkan nya dari tidur. "Ada urusan apa kalian datang kesini?" Tanya Seunghyun dengan polos nya.

"Kami akan membunuh mu sekarang!" Jawab Minho dengan garak dan mengibaskan jas yang ia pakai, memperlihatkan pisau-pisau yang ia selalu simpan. Bukan hanya Minho yang mengeluarkan senjata nya namun semua mengikuti Minho mengeluarkan senjata nya.

"Heh... seperti yang kalian bisa saja." Seunghyun tertawa pelan sambil memegangi perut nya. Baru pertama kali ia melihat para pembasi seperti mereka yang tak pantang menyerah walau mereka tau kalau mereka akan dikalahkan.

"Kali ini kami pasti berhasil." Minho mengambil salah satu pisau nya dan melamparkan nya dengan cepat ke arah Seunghyun namun dengan cepat Seunghyun hindari.

Saat ia berhasil meloloskan diri tiba-tiba saja di belakang nya muncul Sunggyu dengan sabit nya namun lagi-lagi serangan mereka berhasil di hindari.

"HYAAAAAAA!" Siwon menghancurkan lantai yang baru saja dipijak oleh Seunghyun. "Hah.. maaf kapten tapi rasa nya kita harus mengganti ini nanti."

"Itu urusan mudah! Sekarang fokuslah dulu!" Kyuhyun berusaha mengunuskan pedang samurak nya namun ujung nya di tangkap dengan mudah oleh Seunghyun.

"Mana sisi gelapmu? Keluarkan dia! Aku ingin melawan sisi parasit mu!" Seunghyun mengeratkan genggaman nya pada pedang itu hingga lendir putih mengalir dari telapak tangan nya.

"AKU TAK AKAN MENGELUARKAN NYA!" Balas Kyuhyun sembari menghindar dari tendangan Seunghyun.

"Heh." Seunghyun memberikan smirk nya kemudian bertepuk tangan pelan membuat semua nya menatap bingung pada arah Seunghyun.

"Sayang sekali padahal aku ingin melihat nya." Ucap Seunghyun sambil berpura-pura memasang wajah sedih nya. "Tapi kurasa aku tau bagaimana cara mengeluarkan sisi gelap mu."

Seunghyun bersiul pelan dan tiba-tiba ada bunyi debuman pintu dari lantai dua. Seseorang berjubah hitam keluar dari dalam ruangan dengan membawa potongan lengan kanan yang beberapa bagian kulit nya sudah terbuka. Mulut nya mengunyah-ngunyah kulit tangan manusia itu.

"Perkenalkan dia..." Orang berjubah hitam itu kemudian menurunkan tudung yang ia pakai membuat semua orang menatap nya terkejut. "Peliharaan baru ku."

"Tuan kau berisik sekali, aku kan sedang menikmati waktu makan siang ku." Namja bertubuh mungil dengan rambut berwarna putih, kulit pucat juga mata merah nya menatap tak suka pada 'sang tuan'. Ia memasukan potongan lengan manusia itu utuh-utuh ke dalam tenggorokan nya dan mengusap bibir nya yang penuh darah. Tubuh Minho bergetar dengan cukup kuat saat pandangan nya bertemu dengan mata orang berjubah itu.

"Suho..."

.

.

.

.

TBC

Hai kalian semua tolong maafkan keterlambatan saya dalam update ff saya:( saya benar-benar sibuk dan inspirasi pun susah di dapatkan, jadi bisa maklumi ne kalau chap ini pendek?

Oh iya saya juga mau minta maaf kalau ff ini tidak di tunggu kelanjutan nya karena penempatan TBC yang tidak tepat. saya tidak tau penempatan TBC yang benar seharus nya dimana karena saya masih lah author pemula jd saya minta maaf karena itu:) untuk ke depan nya saya usahakan untuk menempatkan TBC yang bisa membuat kalian para readers tak sabar menunggu kelanjutan nya:) terima kasih atas saran kalian semua.

Saya harap readers mau berbaik hati memberikan review nya dan tolong jangan hanya di fav/follow. Terima kasih, silahkan di tunggu kelanjutan nya:) grazie!