Ayu :Aku makin sebal dengan keadaan ini Sumpah (-A-")

Ega :Kenapa =_="

Ayu : orang yang baca Fic loh Komen ke Fb gua banyak, urusin tuh.."

Ega : Tapi kan gak apa-apa-_-

Ayu :*Siapin Kayu* Tapi dia salah ngira Bahwa kita adalah penulis yang sama, Padahal yang nulis ini kan Kau KAKAK EGA!.

Shun :ada apa ini kok ruangan, Berantakan?.*Nongol sama Haru*

Ega : Siratu Preman Sedang mengamuk.."Nunjuk Ayu Hancurin barang-barang. Shun tolong hentikan dia ya.

Haru : oke maaf atas pembicaraan kakak beradik ini oke mari lanjut ceritanya Lanjutkan…..Happy reading!


memories she of the world's deserts

Masa lalu Shun

Aku tak bisa mengerti dengan jalan hidup ini
kenapa alur yang kuterima sangat berliku-liku begini
apa karna para dewa menginginkan aku menebusnya
semua kesalahanku padanya
karna aku memilikinya dan mempunyai dirinya secara paksa
hanya sebuah ke egoisanku semata

Aku menyiksa dan menyiksanya, menyakiti dia
Karna aku mencintainya

Sebuah tatapan sedari tadi diarahkan pada Yami untuk Shun. yang memandangnya dalam diam. Entah apa yang mereka pikirkan dihati masing-masing. Terjebak dalam posisi sama seperti masa lalu secara berhadapan seperti ini, dan jaraknya kurang lebih sama seperti yang Yami ingat dalam memory yang baru didapatnya Saat ini.

Bau Tubuh yang Khas, aura membunuh yang dingin dan menusuk yang keluar dari kedua Iris Hijau itu Juga sama, bahkan sosok fisik hampir sama perbedaannya hanya Usia yang lebih tua dari Yami.
Tapi apa bisa ia meyakini bahwa Shun adalah orang yang ada pada masalalunya? Bisa saja mereka orang yang sama namun Jiwa yang berbeda? Perumpamaan seperti kemiripan Patnernya Yugi Muto yang mirip denganya namun berbeda, jadi wajar bagi Sang Pharaho bimbang dengan hal itu.

"Ada apa, apa ada sesuatu diwajahku?.."Tanya Shun pada Yami dan membuat pemuda berdua kepribadian itu terserentak.

"Nande monaiiii Shun-Aniki.."Seru Yami dengan nada berat.

"Hei kau baik-baik saja?.."Tanya Haru pada Yami membuat pemuda itu tersenyum tipis.

"Aku baik-baik saja, Haru."

"Aku akan menunggu kalian dirumah, Haru ,Varon kalian cepat pulang Amelda pasti marah besar pada kalian lama pulang..."ucap Shun melangkah pergi.

"MATTEE ANIKI ADA YANG HARUS KITA BICARAKAN!.."

Sebuah senyuman sinis dengan wajah terhalihkan pada Yami, Shun memandang Yami dengan Intens dan terdiam di tempatnya.

"Banyak yang kita harus bicarakan, dan aku ingin memenuhi janjiku waktu itu.."

Kilas balik

Sebuah cahaya terlihat menerangi tempat itu dan keluar dari tangan Shun, cahaya pun meredup perlahan – lahan Shadi yang semula ada disana telah menghilang tampa jejak.

"Huuuuuh Pergi juga dia"Ucap Shun tampa expresi."dan melangkah menjauh"

"Mat-te.."Panggil Yami"

"Bawa adiku pulang ,ketika ia sadar dan aku akan bicara empat mata padamu saat kita bertemu lagi "ucap Shun Lalu melompati Pagar pembatas ,lantai Musium dan menghilang bersama angin.

Kilas balik end

"Tentu saja bagai mana kalian ngobrol dirumah saja, sekalian membantu kami membawa ini…"ucap Varon yang sepertinya ingin meminta bantuan.

"Aku mau bantu.."Seru Anzu.

"Miho Juga"seru Miho lalu mengambil beberapa bungkusan yang Ringan di tangan Varon.

Jounochi, Honda, pun terpaksa ikut membantu namun tatapan Yami tak lepas dari Haru. Entah kenapa Wajah Haru memucat tiba-tiba dan darahnya berdesir hebat rasa takut dan bahaya terasa mencekam ia terlihat tertekan dengan mata kosong.

Lest Memory Haru:

Seorang gadis bersurai hitam panjang memandang beberapa lelaki dihadapan sambil membawa cambuk, bersama seorang wanita gaun kebesaran yang digunakannya dengan sebuah pedang yang belum disarungkanya terlihat banyak tetesan darah pada sebilah pedang itu darah milik gadis yang dirantai.

"Zhash-Zhash-Zhash-Zhash."bunyi suara sabetan cambuk bergemuru dengan cepat.

Terlihat seorang gadis dalam rantai dengan tali kekang mirip tali binatang, beberapa penjaga lalu menyabetnya dengan cambuk tampa ampun.

"Cepat beritahu kami,Mengapa Budak Seperti dirimu Harus dipilih oleh Pharaho."ucap Seorang Gadis bersurai Apleta dan mengenakan jubah Khas bangsawan, tengah berdiri bersama 3 pengawal yang dengan tiada henti memukulnya dengan cambuk.

"Aku sama sekali tidak pernah sekalipun, mengambil Hati Pharaho Tuan putri Hakazari Teana."Ucap Gadis itu tegas. Menahan Rintihan memar yang berselimut darah yang kian menetes pada Tubuhnya.

"Tidak mungkin Budak Sialan, Rendah seperti dirimu dapat perlakuan sangat baik dari pada aku calon permansuri Pharaho. Kau pasti sudah meracuni pikirannya dengan sihir kan.."Ucap Teana dengan kemarahan meluap-luap."

"Kau bohong, aku tak percaya pada pendusta seperti dirimu berani-beraninya kau mengambil kesempatanku untuk menduduki Tahta menjadi Ratu negri ini.."

Sejujurnya sang Gadis bingung harus bagaimana menghadapi wanita di hadapnya itu. Fakta yang memang tidak dia sangkal bahwa dalam hati. dia memang mencintai Pharaho diam-diam meskipun Negara mesir telah menghancurkan Negaranya ia juga harus menjadi budak dari Anak Raja Dari Raja sebelumnya Raja Yang pernah meluluh-lantakan negrinya. Ia sang Istar Nubia sekaligus dari 7 Pendekar padang pasir yang menghilang setelah Nubia Sang Kaisar Katsuya mursalin wafat dan tak ada yang tau bahkan Pharaho pun tak tau. Ternyata harus menjadi budak dan di anggap Semua orang Rendah hanya sebagai pemuas napsu Pharaho Atem belaka.

"Hajar Dia Terus, jangan beri Ampun"

"AHGGGG.."

"Zhash-Zhash-Zhash-Zhash."

Memory End

"Haru-Haru..kau baik-baik saja…?"Panggil Yami.

"GHAAAAAAAAAAAH!"ucap Haru saat kedua Tangan Yami memegang pudaknya

"Kau baik-baik saja?.."Tanya Yami berwajah Khawatir dan sedikit memerah.

"Ia aku baik baik sa-"ucapnya dengan nada suara baritone sedikit berat dan menghela napas yang dalam.

"KYAAAAAAAAAAAAA!" Sebuah suara lantang terdengar dari Miho ada 5 Preman yang sepertinya ingin mengambil tasnya namun ia masih hendak menahan tas berisi belanjaan tersebut.

"Oi serahkan Tasmu, apa kau Mau mati heeh.?"ucap seorang preman tinggi dan bertubuh berotot besar sambil menodongkan pisau di leher Miho tampa Ragu.

"MIHOOOO!.."Teriak Anzu panik.

"BERHENTI KALIAN BANGSAT!.."Teriak Honda dan Jounochi yang hendak siap menghajar Para Preman.

"…Akan Tetapi…"

DUARKKK!.."Sebuah tendang super keras melayang ke muka Pria preman bertubuh tinggi itu.

Yami melongo ,Yugi,Honda,Anzu serta Jou hanya terpenganga bukan main terkecuali Varon dan Shun yang sedari tadi kalem-kalem saja melihat apa yang barusan terjadi.

Yak melihat Haru menendang Pria Tinggi berotot besar itu tampa ragu dihadapanya. Seorang gadis pendiam dan juga cuek seprti ini memiliki tenaga sebesar itu untuk menghajar Preman dan membuat Pria besar itu pingsan seketika. Sepertinya dia 11 12 dengan jounochi yang pintar berkelahi.

"DUARAK!"sebuah Tinjuan dari Jounochi yang ikut mengambil bagian menghajar salah satu lelaki kurus dan 3 lainya mengepung mereka berdua.

"Ayo Tolong mereka.."Ucap Honda yang melihat selisih lawan Haru dan Jou sementara lawan mereka 5 orang dengan tubuh besar- besar (Minus untuk dua orang yang sudah dihajar oleh Katsuya dan Haru sebelumnya).

"Ia bisa-bisa Haru dan Jou Bis-"Ucapan Yami terpotong saat itu juga oleh Shun.

"Kalian tidak usah terlibat, biarkan saja mereka berdua.."Ucap Shun.

"Hei Tap-"

"Meskipun Haru wanita jangan salah menilai gadis itu adalah lemah, justru sebaliknya dia lebih tangguh dari perkiraanmu."Ucap Shun sambil melipat tangan di depan dada.*dengan nada sedatar mungkin*

"Aku bantu, sekaligus pemanasan Aku sudah lama tidak olaraga."Ucap Varon dengan melempar cengiran sinis pada Shun lalu pergi kearah medan pertempuran(?) sekaligus nada datar lalu menghajar musuh yang hampir menendang tubuh Jounochi dari belakang.

"Miho sekarang Selisih sekarang 3 lawan 5 iakan.."seru Anzu pada Miho.

"Hiyaaaaaaaah….Haru-san kerennnnn…."Ucap Miho terbinar-binar.

"Bisahkah kalian tidak Heboh pada suasana yang salah.."Ucap Honda dan Yami dengan wajah aneh.

DUARKKK! Haru lalu menangkap lengan kiri preman dan lalu memelintir kebelakang sedetik kemudian ia membanting tubuh lawanya tampa ragu.

BRAAAAAAAK!

Haru mengarakan kaki kirinya keatas lalu menendang kepala musuh lawanya hingga jatuh terplanting jauh darinya.

"Wahh…Haru luar biasa aku tak menyangka kau bisa bela diri juga."Ucap Jounochi mendekati Haru yang selesai membereskan lawannya lalu lari plotang-planting.

"Aku dan Kak Shun adalah Anak Yatim Piatu sejak kami kecil makanya Kakak mengajariku beladiri." Ucap Haru nada dingin.

"Aniki-Shun adalah lelaki pertama yang juga mengajariku bela diri sebelum mengajari Haru."Ucap Varon lalu mengalihkan pandangan pada bungkusan plastic yang tergeletak di tanah.

"Varon bagaimana kau bisa bertemu dengan Shun serta Haru?."Tanya Jounochi.

"Aku pertama kali bertemu Aniki saat peperangan terjadi di tempat asalku, Aniki yang saat itu 3 tahun diatasku membantuku dan menyelamatkanku serta memberi semangat padaku untuk bertahan hidup."ucap Varon dengan senyuman tulus, membuat Jounochi berpikir dua kali untuk mencurigainya sebagai mata-mata Dazt untuk mencelakakan mereka.(itu adalah salah satu kemungkinan).

"Karna perang itu Macky meinggal Yeah lalu..karna incident itu juga Yuan.."

yuan

OIIIIIIIII KALIAN AYOOOO KALIAN MAU KUTINGGAL.."Seru Honda.

"Ah Baiklah, Ayo.."Ucap Varon lalu menghentikan obrolanya lalu ketempat lain

"Yuan? Siapa Yuan?.."Pikir Jounchi dalam hatinya.

Shun Home

Amelda lalu memasang expresi kaget bukan main melihat para segerombolan orang yang pernah ia lawan dulu sekarang tengah berjalan di belakang Anikinya dan Varon sambil membawa barang-barang belanjaan yang ada di tangan masing – masing. Dengan wajah kalem-kalem aja(?).

"Aniki Mere-"

"Tidak apa – apa."

"Tapi.."

"Mereka temanku.."ucapan Shun hanya dan di tangapi Varon yang mengangguk sepertinya sudah mulai akrab dengan Jounochi dan mendapat senyuman tulus dari para pemandu sorak sekalian.

"B-baiklah Aniki Aku mengerti Arimasen"

"Tidak apa-apa."

Melihat 2 pemuda yang pernah kaki tangan Dazt tinggal disini, sepertinya ia harus menanyakan alasan mereka menagapa mereka jadi kaki tangan Dazt waktu itu.

10 menit kemudian diruang Tengah

"Heh…Apa Yuan kenapa kau tiba-tiba menanyakan soal Yuan?"Tanya Varon pada Jou yang kebetulan sedang bersamanya sementara, Anzu,Miho,Haru sedang ada di dapur ,Honda dan amelda sedang membersikan Ruangan tidur untuk Pengisi rumah baru, sementara Shun dan Yami menghilang begitu saja.

"Arimasen-jujur saja aku penasaran dengan kelajutanya.."Seru Jounochi merasa agak tidak enak apalagi dia berpikir bahwa sepertinya masalah Yuan adalah masalah Pribadi bagi Varon dan Shun kakak Haru.

"Apa kau sudah tau kalau Shun adalah kakak Angkat Haru.?"Tanya Varon.

"Aku sudah dengar itu dari Haru."Ucap Jounochi.

"Sebenarnya dulu ketika kami masih kecil Amelda-kun dan Aniki adalah Anak yatim piatu karna Orang tua kami mati disaat perang di Vietnam dan Yuan adalah adik Aniki. Yuan sangat sayang Pada Aniki dan begitu pula Keduanya sangat kompak, namun setelah itu sebuah kejadian Yuan.

Stories Open.

"Nii-san."

"Ya?"

"Apa Tou-san akan pulang?"

" Tou-san akan kembali setelah perang ini usai"

"Kaa-san sudah tiada Nii-san, berjanjilah tidak akan meninggalkanku sendirian."Ucap anak itu mulai memeluk erat Shun didepan makam ibu mereka yang belum kering, hanya sebilah bamboo yang dibentuk salib sebagai Nisan ibunya.

"Cuma Nii-san yang aku miliki ,Cuma Nii-san Aku takut akan kehilangan Nii-san aku tidak Ma-"Ucapan anak itu terhenti saat Shun langsum memeluk adiknya dan mendekap sang adik didadanya sambil merasa gemetar hebat suara isakan kecil terdengar dari sang kakak yang kini memeluknya, di temani suara tembakan jatuhnya roket, bergemangnya rudal dimana-mana yang melulu lantahkan desa kelahiranya.

"Aku tak akan kemana-mana Yuan, Aku disini untukmu."ucap Shun dengan wajah yang telah berair, apa salahnya seorang Lelaki menagis terkadang hal itu bagi segelintir orang akan terlihat konyol dan memalukan, jika lelaki menangis tersedu-sedu seperti yang Shun lakukan, karna seorang lelaki tak ada bedanya dengan seorang wanita yang punya sisi lemah yang mereka tak bisa ungkapkan kepada orang lain termasuk dalam masalah kesedihan.

Saat itulah kami bertemu Aniki saat para orang dewasa berperang aku yang saat itu hampir kena rerutuhan gereja diselamatkan oleh Aniki dari insiden itu aku dan akhirnya bertemu mereka sebelum akhirnya bertemu dengan Amelda.

Setelah itulah sebuah incident mengerikan terjadi Saat kami melarikan diri dari Rudal para tentara malam hari saat Aniki akan di tembak oleh para tentara. Yuan malah menyelamatkan kakaknya dan Yuan meniggal karana tertembak ribuan peluru di tubuhnya pada malam itu kami disangka seorang tentara musuh yang menyelinap dimalam Hari.

"Yuaaaaaan."

"Nii-san Syukurlan Nii-san tidak apa apa?."Ucap Yuan yang tertatih-tatih karna nyawa dan nafas sudah di ujung tanduk dan merasakan sebagian tubuhnya sudah lumpuh bersuara saja sudah susah baginya.

Yuaaaan tenanglah kita akan mencari dokter kau akan sembuh kita akan menunggu Tou-san kembali."Ucap Shun terbata-bata dengan cepat membuat air matanya berderai keras Varon yang ada disana juga hanya bisa menangis.

"Maaf Nii-san sepertinya, aku akan pergi bersama Kaa-san karna itu tetaplah disini bersamaku jangan tinggalkan aku hingga Kaa-san datang."Ucap Yuan dengan napas yang lebih lambat, Shun tau maksutnya dan kenyataan itu sangat menyakitkan dia tak bisa merelakan hal ini.

"Tidak Yuan – TIDAK YUAN! KAU HARUS HIDUP, HARUSSS!"Teriakan Shun membuat Yuan Tersenyum lembut lalu mengecup pipi Shun hal itu membuat Shun terdiam.

"Arimasen Nii-san Selamat tinggal Nii-san Aku mencintaimu."Ucap Yuan tersenyum lembut dan akhirnya memutuskan urat lembut dan kata-kata Yuan terahir sama seperti perkataan Kaa-san sebelum beliau meninggal dunia.

"YUAAAAAAAAAAAAAAAAAAN!"

(Mother : Aku mencintai kalian.)

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

Tatapan Jounochi pun mengusut setelah mengetahui semua ini, sebagai seorang kakak ia sangat memahami masalah itu dan sejujurnya memdengarkan semua ini ia jadi sangat berasalah pada Shun.

"Akhirnya saat itu kami bertemu Amelda-kun dan setelah itu Kami memutuskan untuk bergantung pada aniki, setelah kami ber2 mandiri kami pergi dan hidup secara normal seperti pemuda lainya. Aniki pun di angkat sebagai cucu seorang lelaki bermarga Haruzawa yaitu Shensiro Haruzawa dan akhirnya kami dapat bertemu Haru dan Shun sangat menyayanginya.

"Lalu soal Kalian mendapat segel Nebulus itu dan menjadi kaki tangan Dazt."

"Aku hanya ingin bertambah Kuat itu saja makanya ambisiku makin kuat saat mengunakan kekuatan kartu itu, dan mencapaikan keinginanku ingin dunia yang damai terhindar dari perang."Ucap Varon.

"Apa Shun tau tentang hal ini?"

"Tidak dia tidak tahu kelakuan kami saat itu"

"Hah?"

" Saat itu dia menghilang bersama Haru dari dunia Game."

"Dunia game maksutmu?"

"loh kau belum tahu ya?"

Bersambung…."


Ayu :Uhk sebel angsat begini bikin aku gak bisa intimidasi narasinya.

Ega : Kejem amat.

Haru : Skenario ini membuat aku rasanya Menghajar Teana dan Atemu sekaligus

Ayu : Tenang disini Baik Teana ataupun Anzu jauh tak ada hubungan, disini mereka berbeda satu sama lain*Masang tanda Piss V 2 jari.

Anzu : Semoga aku bukan Teana

All: BUKAN WOI?

Atemu/Yami : Kenapa tiba-tiba menimpakan semua kesalahan padaku.

Shun :akhirnya datang juga Hari pembalasan ini.

Pegasus :Sempurna-*tepuk tangan layaknya orang eliet*

Haru : kali ini kayaknya aku akan jadi bulan-bulanan Teana di masa laluku*Masang wajah cuek*

Ega :*pasang wajah Coll Face* jaman dulu banyak fiksi yang mengatakan diMesir Kurang dari 23 abad sebelum setelah islam masuk kesetiap benua, keristen masuk serta agama masrakat lainya ada sebuah Hukum dimesir seorang Pharaho(Raja) Harus menikahi Adik sendiri atau wanita dari kerajaan lain untuk memberikan kemakmuran pada negri itu. Konon katanya siapa-pun dari wanita yang menjadi Istri Pharaho akan mendapatkan kemewahan berlimpahan kekayaan dan juga layanan serta keagungan semasa hidupnya, meski-pun kelak Pharaho pension tidak kah semua wanita zaman itu tergiur.

Anzu : kalau begitu semua juga mao..(jadi kaya)

Yugi : memangnya pada masa itu tak ada system cerai?

Ega :Pada masa itu tak ada sistim cerai…"
Berbeda dari zaman modern pada zaman itu Pharaho hanya boleh memiliki 1 istri sampai mati dan di perbolehkan memiliki banyak selir itu Hukum negrinya. Berbeda dengan Nubia memiliki Hukum yang diambil dari dewa Arest(air) sedangkan mesir memiliki dewa Raa(cahaya).

Yugi :lalu soal Istar kenapa Ack namun di Panggil istar.

Ega :Istar adalah Miteologi Dewi yang terkenal seperti dewi Atena yang terkenal dan kecerdasan dewa Venus dengan kecantikanya Berbeda dengan Istar, Istar adalah dewi Miteologi yang memang diambil dari Negri Nubia Dewi ini konon adalah dewi tercantik sekaligus seorang kestria gagah perkasa ia juga disebut dewi perang yang menurunkan Pelangi untuk memberikan kabar baik pada manusia.

Honda : Sepertinya ini anak cukup gila sejarah *Lirik ega sambil baca buku SEJARA DUNIA*

Haru : cukup saatnya kita membalas Koment-koment sekarang!.


Varon :untuk GiaXY

Pegasus : Yes sifat saya memang jenteman My lady Gia, Saya ini normal kok.

Ega :Tapi cara bicara anda ini selalu dikira banci Pegasus-san oleh banyak penulis dirandom YUGIOH-_-

Ayu :tapi saya pikir dia lumayan Uke atau Seme gitu…"

Cecilia :Pegasusku memang tampan Forever*nongol dari alam baka*

Haru:lalu kok dia bisa jadi normal apa alasanya?

Varon :hahahahah….karna alur cerita ini tidak terlalu lebay jadi Pegasus dibuat senormal mungkin(?)

Pegasus : OF Sure saya lelaki yang cukup lembut tapi saya bukan seorang lelaki banci.

Haru : Oke Aku ngerti dah.

Shun :Oke selanjutnya Pembaca Surat Hiroto Honda


Honda : Akhirnya aku muncul juga oke untuk yami kisara Yami Kisara

Ega:Kemunculan Shun awalnya dia perannya Cuma penegah gitu dan juga Cuma sebagai kepingan Puzz doang tapi ternyata setelah alurnya di sesuaikan ternyata peranya melebih perkiraan Author sendiri

All Chara :WoW! A

Honda: kok gitu…?

Ega: saya juga tidak nyangka juga…hahahahahaha

Shun : Mungkin Takdir

Ega :untuk mahluk tuhan paling Unyu Yugi kalau selanjutnya.


Yugi :Eh Aku juga!(kebirit baca) U-untuk Ruega-san.

Yami :Kenapa Ruega bisa tinggi biasanya di bilang Ce*** di Fic Aslinya?

Ega : Jujur saja aku mengambil Versi lain dari Dari Ruega kaiba karna kupikir tak mungkin dia jadi Ce*** selamanya makanya dia mulai tinggi maklum wanita cepat pertumbuhan dari Priakan usia 15-16 tahun termasuk tinggi loh.

Yugi :soal kemunculan nama Aig* itu gimana? Tuh di perotes noh?

Ega : sebenarnya Kemunculan Ai** itu Ya. karna Anzu baca layaknya undangan hahah dia tidak termasuk sama sekali dalam cerita kok nama di muncul pun hanya sebagai panggilan doing.

Bakura : Arisato-kun jangan biarkan Mokuba mau ama Ruega entar Bahaya _

Ega : Tapi kurasa mereka cocok kalau boleh aku ingin bikin kisah cinta terlarang sekaliguas pembunuhan antar Bakura dan Rue-(mau gak Yura dan Runa, Gua nanya pendapat loe.?Hahahah')

DUAAAARK

Ayu dan Seto : JANGAN BUAT PERMINTAAN YANG ANEH ANEH!

Ega : Ha-Haru Se-lanjutnya kamu(Tepar)


Haru:Oke Untuk Ru-Runa-San

Ega : Saya sudah berupaya untuk meningkatkan kemampuan penulisan, saya memang penulis yang pemula dan banyak kecacatan namun semangat untuk banyak belajar dan Niat saya jadi lebih kuat setelah ada di random ini. Saya berterima kasi mendapat masukan dari kalian semua :)

Haru : Soal Ruega yang pelit Informasi tentang dia -_-"

Ega : Ia dia ngasi klise doang Runa san

Haru : makanya agak berbeda dengan Ruega Versi Penulis aslinya.

All chara: YA EALAH!

Ayu