Liberty Walk

By Lee Lolina

Genre: Romance/ Crime

Rate T

Sumarry: Arti dibalik angka 15 itu sendiri yang bahkan membuat mereka berperang konyol di atas teater yang dibernama keegoisan manusia. Pertanyaan, apakah dengan kekacauan yang dilakukannya, dia merasa bisa membuat arti dari 15 yang aslinya menghilang? Heh, kurasa tidak.

Warning: jangan membaca jika sedang banyak pikiran. Alur cerita ini bahkan lebih berat atau terberat dari biasanya, membuat anda bisa lebih sakit kepala.

Chapter 10 (A) : Future make now turn into a hell disaster

.

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

Sstt... this is a secret okay? Don't tell anyone untill the time come.

What? You said it's already the time? Wow, i'm to exicting about it untill i forget about the date.

Okay, let's make he pays what he already does in the pass.

I want to kill him

Because of him i lost it

/He will pay by lose his lover like he makes me lost my lover/

/The 15th lover/

.

.

.

Day 6 after the e-mail sent

Butuh waktu yang lama sekali untuk Sungmin untuk menemukan laboratorium ilegal milik Shindong, salah satu inang AI yang bersifat netral dari semua yang ada. Dia sudah berangkat dengan menggunakan helikopter curiannya saat berada di rumah sakit pribadi milik namja gila itu 3 hari yang lalu, tapi masih belum ada tanda dimana Shindong berada.

Wilayah ini tidak terlalu besar, Sungmin juga memiliki kemampuan untuk mencari seseorang dengan mudah melalui sinyal-sinyal elektronik yang dibawa oleh orang tersebut, tapi sepertinya Shindong sudah menyadari keberadaan Sungmin dan memblokir semua sinyal. Orang itu tidak ingin terlibat lebih jauh pada masalah dua kubu ini.

Sungmin sekali lagi menghelah napas. Kali ini dia sedikit beristirahat dengan menikmati secangkir kopi dan sepotong chesse cake, tapi dia tetap mengamati sekelilingnya untuk berjaga dari berbagai hal tidak bisa diprediksi.

Sungmin membulatkan matanya. Tidak salah dia memilih restaurant terkenal dengan cakenya ini sebagai tempat istirahatnya dan dia lupa kalau Shindong itu memang penggemar makanan manis. Walah, lihatlah sekarang. Kini Sungmin menemukan Shindong yang sedang memilih-milih beberapa kue dan segera membayarnya di kasir.

Sungmin masih belum beranjak dari meja miliknya. Dia malah memilih untuk memakai tudung jaket miliknya untuk menyembunyikan wajahnya sambil menikmati secangkir kopi dan juga cake yang masih ada. Ketika melihat Shindong sudah selesai dan beranjak pergi. Sungmin berdiri dan mengikuti Shindong dari belakang.

Rupanya Shindong yang sedari tadi diikuti Sungmin sama sekali tidak merasakan dirinya dikuntit. Sungmin berhenti melangkah ketika dia tahu bahwa bangunan di depannya ini adalah laboratorium rahasia milik Shindong. Shindong memasukkan serangkaian kode pada pagar bangunan itu dan langsung masuk ke dalam, sedangkan Sungmin masih saja diluar menatap segala apa yang dilakukan Shindong tadi.

Tidak masalah bagi Sungmin. Dia bisa menyusup dengan mudah nantinya dengan kemampuan AI miliknya. Lagipula dia ingin memberikan sedikit kejutan pada temannya yang satu ini.

Di dalam Shindong masuk ke area laboratoriumnyya dan meletakkan kantong plastik berisi cake miliknya di salah satu meja. Dirinya merinding ketika mendengarkan suara orang yang paling tidak ingin ditemuinya, yaitu Sungmin.

"Halo Shindong. Lama tidak bertemu. Begitukah sambutanmu terhadap kedatanganku ini?"

.

.

.

Di sebuah ruangan penuh dengan mesin-mesin rumit, berdiri 3 orang dengan tatapan saling bersiaga satu sama lain. Seorang dengan badan yang lebih berisi memakai sebuah sarung tangan dengan komponen yang mengalirkan arus listrik bertegangan tinggi. Seorang dengan perawakan manis memegang dua buah pistol pada kedua tangannya dan orang terakhir dengan kulit seputih salju tidak bersenjata apapun.

"Hei, tenanglah kalian semua. Aku ke sini tidak untuk melukai dan membuat kekacauan bagi kalian." Namja tanpa senjata itu menyeringai.

Tadinya namja itu memandang kedua namja lainnya yang tepat berdiri di depannya, tapi kali ini dia menggerakkan sedikit persendian lehernya untuk fokus menatap namja dengan kedua pistol di tangannya "Halo, sainganku dari dulu. Apa kabarmu? Baik-baik saja,kan?"

"I.G, " ucap si namja manis atau kita kenal dengan nama sandi ALICE dan nama Lee Sungmin tidak mempedulikan pertanyaan yang dilontarkan padanya.

"Kim Kibum," ucap namja yang satunya lagi dengan kode P.U atau Shindong.

"Oh, ayolah. Kenapa kalian tegang sekali? Aku datang ke sini baik-baik dan tidak mengacau. Hanya ingin sedikit bercakap ria," Kibum berucapan sambil tersenyum manis.

Kibum tersentak saat merasakan sebuah ujung pistol sudah menempel di kepala kanannya. Dengan gerakan cepat ternyata Sungminlah yang melakukan hal itu. Kibum sama sekali tidak menunjukkan raut wajah takut pada pistol yang bisa saja mengeluarkan timah panas yang akan menembus kepalanya.

Seringai itu pudar dari wajah Kim kibum. Wajah datar kini ditunjukkannya. "Kau tidak tertarik aku ke sini untuk berbicara dengan mesin waktu itu sendiri dan kenapa Cho Kyuhyun melakukan gencatan senjata?"

"Shindong," ucap Sungmin dengan tegas.

Mendengar namanya disebut, Shindong langsung mengerti akan pikiran Sungmin. Namja itu meletakkan tangannya yang bersarung tangan tegangan tinggi ke lantai. Sontak saja muatan listrik bertegangan tinggi keluar dari sana.

Lantai-lantai cor itu berubah memiliki corak-corak seperti rangkaian elektronik yang berwarna putih menyala. Sementara itu Sungmin menjauh dari Kibum saat lantai-lantai itu seperti mencair disekitar sana lalu bergumpalan naik membentuk sebuah penjara kecil untuk Kibum dengan bahan yang sama dengan lantai itu sendiri.

"Hmm... pengembangan layar OLED(1), hah?" Kibum tersenyum tipis seraya meletakkan tangan kirinya menggengam trali penjara mini itu. Badannya langsung terkejang karena trali itu ternyata teraliri oleh listrik.

Lantai-lantai itu tidak hanya berhenti bertranformasi sampai sana, muncul tabung berukuran cukup besar dengan diameter 60 cm dengan tinggi 85 cm pada bagian tengah penjara mini milik Kibum, samping Sungmin dan juga Shindong.

"Kita akan berbicara dengan mudah jika seperti ini," ucap Sungmin. Dia merilekskan badannya, meletakkan senjatanya kembali ke dalam saku dan duduk di atas tabung yang ada di sampingnya. Beda dengan penjara mini itu, tabung itu tidak dialiri listrik dan berfungsi seperti tempat duduk.

Kini Shindong dan Kibum juga duduk di atas tabung tersebut. Ketika mereka duduk, dipinggir ujung belakang tabung itu, muncul papan tipis yang sepertinya berguna untuk sandaran ketiga namja itu.

"Katakan alasanmu datang ke sini," ucap Sungmin seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.

Kibum mengambil posisi duduk yang disukainya."Baik. Hmm.. bagaimana menjelaskannya,ya? Pokoknya intinya jika tidak mengacaukan rencana dari C.O, maka kita semua akan mati mungkin dunia ini juga akan mendapatkan dampaknya."

"Apa maksudmu? Bukannya kau yang merencanakan gencatan senjata ini?" ucap Shindong.

"Aku? Yang benar saja. Aku baru saja hibernasi dan mengalami fase comeback yang paling lama dari kalian semua dan Lee Sooman baru saja memancing ingatanku beberapa hari yang lalu." namja seputih salju itu terkekeh.

"Lee Sooman. Dia yang mengirimkannya?" kini Sungmin ikut bertanya. Kibum menggelengkan kepalanya tidak setuju.

"Lalu siapa yang mengirimkan e-mail itu?" Sungmin kembali bertanya.

"Kau bodoh,ya? Tentu saja berhubungan dengan dugaanmu yang ingin kau pastikan kebenarannya dengan mengunjungi Shindong," balas Kibum.

"Dunia kita ini hampir hancur karena pengaruh dunia lainnya."

Kata-kata ambigu milik Kibum membuat mereka berdua yang mendengarkan mengerutkan kening mereka.

"Sebenarnya yang sedang kita hadapi sekarang bukanlah kubu-kubu inang AI yang saling membenci satu sama lain seperti kita, tapi yang kita hadapi adalah seseorang yang berasal dari mesin waktu yang diciptakan Shindong," ucap Kibum sedikit menjelaskan apa yang dimaksudnya.

"Kalau begitu dari masa depan, tapi kenapa kau mengatakan dunia lain? itu terdengar sangat ambigu di telingaku," ucap Sungmin.

"Mesin waktu tidak selamanya berhubungan dengan masa depan. Kadang kala berhubungan dengan dimensi. Kau pernah mendengar seseorang pergi dengan mesin waktu melewati ruang dan waktu,kan? Sebetulnya kata-kata itu agak ganjil. Ruang dan juga waktu merupakan satu kesatuan yang berbeda. Ruang disimbolkan sebagai dimensi dan waktu disimbolkan dengan masa depan. Bisa dibilang tempat yang berbeda, bagaimana mereka semua bisa mengatakan bahwa mereka pergi melewati dua tempat itu dalam satu kali perjalanan?" Ada bentuk pertanyaan dan ada bentuk pernyataan yang terselip dalam kalimat panjang milik Kibum.

"Hah?" Sontak saja ekspresi bingung itu keluar dari mulut Shindong. Penjelasan milik Kibum betul-betul membuat kepalanya seperti masuk ke dalam mesin cuci.

Kibum terkekeh dan memberikan wajah minta maaf. "Aku menjelaskannya terlalu rumit,ya?"

Sungmin tidak peduli dengan Kibum yang seperti ingin memberikan lelucon. Wajahnya terlalu kaku dan otaknya ingin sebuah penjelasan. "Kalau begitu kita berbicara tentang teori waktu paradoks?"

"Kita menggunakan teori waktu yang lebih rumit. Bukan teori waktu paradoks yang sangat simpel. Jika kita menggunakan teori waktu paradoks maka kita akan berbicara tentang kemungkinan masa depan dan bukan dimensi. Contohnya kau hari ini sedang berada di kamar membaca buku, lalu kemudian kau sadar bahwa ada yang mengintipmu , lalu kemudian di masa yang memungkinkan adanya mesin waktu kau akan menggunakannya untuk kembali ke masa lampau untuk mengetahui siapa yang mengintipmu. Tapi kemudian kau sadar bahwa dirimulah yang berada di masa depan yang sedang mengintip dirimu yang berada di masa lampu." Kibum sedikit memberi jeda.

"Teori itu bersifat mutlak, aksi yang tidak bisa diubah dan saling berhubungan dari satu masa ke masa yang lainnya. Teori itu benar-benar merupakan dugaan dari masa depan. Sedangkan sekarang kita berbicara tentang kemungkinan bahwa tempat yang kita tinggali sekarang adalah dimensi dari berbagai dimensi yang ada atau dunia dari kebanyakan dunia yang ada. Anggap saja kita sekarang sedang berada di dunia pertama dan bahaya yang akan kita hadapi nantinya adalah seseorang yang berasal dari dunia kedua dan bukan dunia pertama kita yang berasal dari masa depan." Kibum berhenti mengakhiri penjelasannya.

"Kalau begitu kau mengaitkan semua ini dengan teori waktu Many Worlds Interpretation." Sungmin mengeluarkan dugaannya.

"Kau benar. Teori dimana mengatakan setiap aksi yang kita lakukan akan membuat milyaran dimensi barunya lagi. Misalnya besok kau ada tes masuk universitas. Pukul 8 malam, kau berpikir apakah kau akan belajar atau tidak dan kau memilih untuk tidak belajar dan besoknya kau tidak dinyatakan tidak lulus. Tapi tidak sadarkan bahwa saat kau berpikir, kau telah membuat milyaran dimensi untuk aksimu yang selanjutnya dimana kau akan belajar atau tidak. Bisa saja di dimensi yang satunya kau akan memilih belajar dan lulus. Atau bisa saja kau belajar mati-matian sampai kekurangan tidur, lalu saat tes kau tidak konsen karena seluruh organ dan syarafmu capek, kau akan berhalusinasi dan mungkin kau akan terjun melalui jendela dan mati."

"Lalu bisa saja aku bertemu dengan diriku yang berada di dimensi lain dan berniat untuk membunuhku." Sungmin memasang pose serius.

Kibum menganggkuk setuju dengan perkataan Sungmin. "Pelakunya berasal dari dimensi lain dengan alur waktu yang sama dengan kita. Jika di sini tahun 2012 maka disitu juga tahun 2012."

"Tapi ada yang aneh. Kita memang berada pada dimensi yang berbeda, tetapi memiliki alur waktu yang sama yaitu sekarang dan bukan masa depan. Walaupun di dimensi kita sekarang ada mesin waktu, tapi kita sama sekali tidak bisa mengoperasikannya karena berbagai bahaya bagi yang melewati mesin waktu," Sungmin berucap. Tidak hanya sampai disitu. Kini gilirannya yang berucap panjang lebar sama seperti Kibum.

"Contohnya saja pada 1995 tahun seorang ilmuan dari Missouri, Amerika Serikat dengan nama Mike Marcum membuat sebuah mesin waktu dengan menggunakan tangga yakub. Dia mati karena mesin waktunya sendiri. Dia tidak memprediksikan bahwa ketika melewati mesin waktu, kau akan menghantam gaya gravitasi yang berefek membuat seluruh badannmu menjadi terlunak atau terbakar, lalu saat kau melewati mesin waktu, akan ada ruang hampa. Semua waktu tidak akan berfungsi di sana, lalu bagian tubuh badanmu yang sudah hancur akan terendapkan lalu menjadi lendir hijau. Sama seperti jika kau umpakan tubuhmu sebagai spon dan dagingmu sebagai air yang diserap spon. Ketika ada tekanan dari tanganmu untuk menguras si spon, isi nya yang berupa air akan keluar. Tekanan di sini sama saja dengan daging yang ada dalam tubuh kita. Kau mati dan mesinmu gagal sama halnya dengan bangkai kucing yang terlempar ke tahun 2001 hasil eksperimen Shindong. Dimensi itu tentunya tidak mempunyai perbedaan yang signifikan dengan dimensi ini."

Shindong hanya bisa melongo melihat kedua orang ini yang sama sekali tidak terlihat capai padahal sudah berucap kalimat , penjelasan super panjang lebar. Terutama pada Sungmin.

"Kau salah. Aku sudah mengatakan bahwa setiap tindakan kita akan menciptakan dimensi lainnya lagi. Akan ada sebuah dimensi yang terbentuk hampir sempurna. Beberbagai kelemahan yang terjadi pada dimensi lainnya tidak akan terjadi pada dimensi ini dan hal baiknya semua akan bertumpuk pada dimensi itu membuatnya hampir sama seperti masa depan pada dimensi kita." Kedua jenius itu kembali beradu pendapat. Berdebat singkatnya.

Kibum menarik napas sebentar dan memikirkan kondisi dimana dia bisa membuat pernyataannyalah yang benar. "Bagaimana jika saat itu Shindong memilih komponen yang benar yang membuat mesin waktu di dunianya betul-betul sempurna? Atau bagaimana jika di masa lalu Marcum saat itu dalam benak Marcum terbesitkan tentang gaya gravitasi dan membuatnya berhasil membuat mesin waktu yang melawan gaya gravitasi yang membuatnya tidak mati meleleh menjadi gel menjijikan yang terlempar di tahun 1920? Mesin waktu akan betul-betul ada dengan sempurna, apalagi jika teori yang diungkapkan oleh John Titor yang berasal dari 2036, Andreaw Carlssin dari 2256 dan betul-betul digunakan dalam dimensi itu dan tidak dicemohkan seperti di sini. Atau mesin waktu yang dikatakan Andreaw berhasil ditemukan."

"Atau ada beberapa kemungkinan lagi dimana mungkin saja di dunia kedua AI yang diciptakan dan ditanamkan dalam tubuh kita lebih hebat dan lebih memacu kejeniusan dan Shindong atau inang lainnya bisa membuat mesin waktu yang sempurna. Banyak faktor Lee Sungmin dan semuanya bisa menuju pada hal yang sama bahwa manusia pada akhirnya bisa membuat mesin waktu yang sempurna. Bukan hanya mesin waktu, tapi mesin perpindahan ruang juga," lanjut Kibum.

"Tunggu. Dari tadi aku diam dan mendengarkan percakapan super jenius milik kalian. Aku memang tidak terlalu pandai dan mengerti apa yang kalian katakan, tapi satu hal yang kutahu antara teori paradoks dan Many Worlds Interpretation yang saling bertolak belakang satu sama lain." Shindong berhenti menarik napas sebentar.

"Teori paradoks mengatakan jika kau membunuh seseorang pada masa lalu, maka kau akan langsung menghilang saat itu juga karena telah mengacaukan jalur waktu. Sedang teori Many Worlds Interpretation berbicara ketika kau kembali ke masa lalu dan membunuh seseorang, kau akan tetap hidup dan kau akan tetap menemukan orang itu pada masamu yang berada di masa depan, bahkan ketika kau membunuh dirimu, kau akan tetap berbicara mengenai waktu walaupun Many Worlds Interpretation sedikit menyinggung mengenai dimensi. Tapi dalam kasus ini kenapa kau sangat ngotot tentang ruang dan bukan waktu. Teknik Many Worlds Interpretation juga bisa diterapkan dalam waktu seperti teori paradoks." Shindong mengakhir kalimat panjangnya.

"Jika menggunakan Many Worlds Interpretation dalam konsep waktu memang jika kita membunuh diri kita di masa lalu maka tidak akan berdampak pada diri kita, begitu juga dalam konsep ruang. Tapi aku ngotot dengan konsep kedua karena aku sudah pernah melihat pelaku yang kumaksud. Dia tidak tua dan seumuran dengan kita. Jika dalam konsep waktu maka kita akan bertemu dengan diri kita yang lebih tua, dan dewasa secara fisik tapi dalam ruang, kita akan memelihat kondisi fisik yang sama persis dengan psikis yang mungkin berbeda."

"Kalau begitu siapa pelakunya," ucap Sungmin dengan nada sedikit kasar. Percakapan yang tadi seperti tidak ada guna untuknya. Kibum seperti terus mengundur waktu akan apa yang sebetulnya terjadi.

"Arti sebenarnya dari 15 adalah future, tapi yang dimaksudkan di sini sebetulnya adalah dimensi yang lain. lalu dalam e-mail yang dikrimkan kau menemukan bahwa nama Kyuhyun jika dikurang dengan sesuatu akan menghasilkan sesuatu yang sama yaitu 15. Sebuah 15 yang double. Kau tidak berpikir bahwa pelakunya lebih dari dua orang dan memiliki angka 15 yang imbang pada nama mereka?" lagi-lagi Kibum mengatakan sesuatu yang bertele-tele, tapi sedikit mulai keintinya.

"Kau berbicara jika mereka adalah sepasangan kekasih dengan jumlah 15 yang sama satu sama lain," ucap Sungmin tidak mengurangi nada kasarnya.

"Mereka sama dengan kita. Inang dari percobaan AI. Salah satu dari mereka hampir mati karena ulah salah satu inang. Yang satunya marah dan berniat membalas dendam dengan membunuhmu," ucap Kibum dengan raut wajah serius.

Diam. Tidak ada yang berani untuk berbicara.

"Kim Jongwoon dan juga Kim Ryeowook. Yang berniat membunuhku adalah Kim Jongwoon."

"Lalu kenapa yakin sekali bahwa Kim Jongwoonlah pelakunya dan dari dimensi lainlah yang akan membunuhku? Kenapa tidak membunuhku di dimensi lainnya atau di dimensinya pada masa depan atau masa lalu?"

"Karena aku sudah pernah bertemu dengannya. Di dimensinya, Ryeowook hampir mati karena kontrol akan AI-nya lepas. AI itu menjadi ganas karena bahasa komputer dengan bahasa tubuhnya tidak saling match dan hampir membunuhnya. Kau sebagai orang yang mematchkan kedua bahasa itu dianggap Yesung bertanggung jawab akan kematian Ryeowook."

"Kenapa tidak membunuh Sungmin yang berada di sana saja, atau memaksanya untuk membuat antivirus akan ketidakmatchnya bahasa itu. Dimensi mereka adalah yang paling sempurna. Itu bukan hal yang sulit." Sungmin berdiri dari tempat duduknya. Namja itu berjalan mendekati sel milik Kibum.

"Paling bukan berarti semuanya sempurna. Kadang yang paling sempurna di sini tidak sempurna di sana dan sebaliknya. Ketidak mampuan Sungmin di sana untuk mengatur kedua bahasa itu sudah membuktikan bahwa Sungmin di sana tidak sepandai, sekuat, sehebat mengendalikan AI seperti dirimu."

Kini keduanya saling bertatapan dengan sinis. Sungmin meletakkan tangannya di salah satu trali beraliri listrik itu, tapi hebatnya tidak ada sama sekali trali yang mengentarkan listrik ke tangannya. lalu perlahan sel itu meghilang, betul-betul membuat tidak ada jarak pemisah bagi kedua namja itu.

Kibum menyeringai. Apa orang ini bodoh? Pikirnya. Dari balik lengan ujung jeketnya, disembunyikan sbeilah pisau yang cukup kecil dan juga tipis.

Kibum menyeringai dan secepat kilat dia berdiri, mengeluarkan pisau itu dan hendak melukai Sungmin. Tapi sayangnya Sungmin lebih cepat menyadari hal itu. namja itu menjentikan jari kanannya dan sedetik kemudian muncul rantai yang tadinya merupakan lantai dan mengikat kedua kaki, tangan dan bahkan hampir seluruh badan Kibum.

"Katakan yang lebih jelas," ucap Sungmin dengan wajah datar. Dia mengambil pisau yang tadi dipegang Kibum dan mengarahkannya ke dagu namja berkulit salju itu.

Kibum mendecak kesal dan menjawab, "Bukan hanya kemampuanmu dalam memacthkan saja yang diperlukannya. Dari keganasan virus yang dikeluarkan AI, ada beberapa bagian tubuh Ryeowook yang rusak. Kau yang memiliki kemampuan AI terbaik, bisa membuat Ai itu sendiri menjadi obat dan bukannya menghasilkan virus untuk merusak tubuhmu. Lihat saja, AI itu menyembuhkan penyakit anemiamu dan pastinya AI itu juga bekerja secara tidak langsung memperkuat daya kerja seluruh organmu." Kibum berhenti sebentar.

"Singkatnya, dia membutuhkanmu sebagai pendonor organ bagi Rye0owook di dimensi itu. dia menganggpmu yang paling memenuhi kriterianya dari dimensi yang lainnya dengan mesin pelacak penyeleksi yang ada di dunianya. Lalu memang ada kemungkinan bahwa organmu tidak akan cocok dengan Ryeowook, tapi dilihat lagi Aimu itu sangat mudah dikendalikan, maka Yesung akan berusaha merubah sistemnya agar AI itu menghasilkan sel-sel yang mirip dengan milik Ryeowook," jelasnya.

"Kapan kau bertemu dengannya?"

"Kalian tidak sadar,ya? Dia adalah teman tahanan Cho Kyuhyun di sel tahanan khusus yang ada di korea. Dia adalah kriminal yang diburu-buru," ucap Kibum.

"Jangan bercanda. Dia bahkan sangat berbeda dengan Kim Jongwoon yang ada. Bagaimana kau tahu jika dia pelakunya? Lagipula orang itu sudah ada di data negara sebagai penduduk asli dunia ini sejak dia lahir," ucap Sungmin sarkastik.

"Bisa saja dia membunuh penjahat yang aslinya lalu menyamar menjadi orang itu dan berpura-pura menjadi inang kawan Cho Kyuhyun. Itu bukan hal yang sulit. Dengan teknologi benda operasi plastik instant miliknya, Yesung bisa melakukannya dengan mudah, kawan," ucap Kibum.

Sungmin menatap tajam Kibum. "Itu belum membuktikan apapun. Kau bicara sesuatu yang omong kosong."

"Aku menguji beberapa sempel sidik jari yang masih ada di sel khusus itu, beserta teknologi yang kuciptakan yang bisa mengetahui identitas seseorang hanya melalui gambar yang ada. Walaupun Yesung telah melakukan perubahan pada wajahnya, ada ciri khas khusus khas dirinya yang tidak bisa hilang dan itu langsung membuatku mengenalinya," ucap Kibum.

Sungmin masih tidak setuju dengan perkataan Kibum dan malah membuat sejumlah pertanyaan lagi di dalam pikirannya seperti, kenapa anak ini tahu segalanya padahal dia baru saja mengalami fase comeback? Kenapa dia bisa mengetahui semua masa lalunya langsung dengan jelas padahal dia yang terakhir? Jika dia baru saja melakukan fase comeback, darimana semua data uji coba yang dilakukan? Tidak mungkin dia baru melakukannya kemarin. Semua itu memerlukan kedetailan yang tinggi dalam waktu yang lama atau kenapa anak ini bahkan tahu teknologi di dunia kedua. Jangan-jangan anak ini...

"Semuanya menjadi berantakan begini karena Cho Kyuhyun ingin menghancurkan jalur waktu yang ada. Dia ingin membuat berbagai kekacauan yang akan berpengaruh terhadap sistem perpindahan waktu dan mengelabui Kim Jongwoon untuk nyasar ke dimensi lainnya. Semakin banyak kekacauan yang terbuat, jalur waktu yang berhubungan dengan dimensi kita akan hancur dengan sendirinya dan membuat orang yang berniat membunuhmu tidak akan pernah sampai ke dimensi ini," Kibum berucap sendiri tanpa disuruh.

"Kenapa kau mengatakan semua ini?" Sungmin berusaha untuk mengontrol rasa tidak sukanya terhadap orang ini.

"Karena aku juga masih ingin hidup dan tidak ingin melihat dimensi tempat kita tinggal menjadi hancur-" belum selesai Kibum berucap, suara keras membuatnya kaget dan berhenti.

Brakk

Dobrakan pintu membuat ketiganya langsung terkaget. Apalagi dengan suara berat itu. "Sudah selesai dengan ber-chat rianya?"

"Kau akan mati karena sudah membocorkan semuanya Kim Kibum," ucap suara berat itu. Suara khas sang namja gila.

.

.

.

TBC

.

.

.

Keterangan:

Layar OLED (Organic Light Emitting Diode): bisa membuat dinding pintar dengan merubah warna dan pola pada dinding seperti menampilkan tv dan memungkinkan untuk menggerakkan jendela di rumah Anda ke tempat yang berbeda dinding.

Balasan review:

Guest: makasih chingu! *hug* err.. ide crt,ya? hmm... sbtlnya seperti yang sdh katakan pada reader yang lainx.. ini berasal dari otk stress dr blj dgn bc artikel-artikel aneh ttg teknologi, tp sprt kata chingu mungkin agak mirip dengan naruma eon ama thena eon, soalnya sy fans sm crt hebat mereka hehe...

Andi-sartika-5: ini sdh dijelasin, tp maaf jika membingungkan dan mungkin chingu msh bingun dgn inti ceritanya. Maafkanlah author pabbo dengan kemampuan yang sangat payah dalam pendeskripsian TToTT terima kasih sdh msh mau terus membaca!

Shywona498: huwaaa... maafkan saya telah membuat chingi bingung TToTT sy minta maaf lagi karena fic ini pasti lebih membuat sakit kepala dengan tema teori waktunya. Sy benar2 minta maaf.

KimPumkin: huweee... knp sy slalu membuat para chingu bingung?! Maafkan sy smoga chingu msh memaafkan sy karena tema fic ini bahkan lebih berat dari yang lainnya...

A/N: masihkah anda bersedia memberikan review bagi karya author yang sangat berantakan dan memusingkan kepala ini? TTwTT