SEKOLAH NYARI RIBUT BANGET SUMPAH.

Seminggu Sketchy nggak update. GRAAAA.

Oke, lanjut aja deh:

Warning: sama kayak chapter kemaren. Camkan itu.

Rated: T

Disclaimers: HPH~


Wasn't Mean To

Chapter 10Unlocking the Locked

"Setetes saja...?"

North Korea memandang Russia. Matanya memunculkan keluguan... Russia hampir tidak bisa menolak permintaannya. North Korea meminta izin Russia melukai jarinya untuk mengeluarkan setetes darah. Tetapi Russia adalah Russia. Itu tak akan berpengaruh.

"Ayolah North Korea, masa' kamu cuma pengen nyakitin diri sendiri gara-gara salah satu," Russia menekankan suaranya, "SALAH SATU pendudukmu memakai baju berwarna lain?"

North Korea mengigil sedikit. Ia menundukkan kepalanya, sedikit kesal. Ia menghela napas. "Yaudah, kali ini saja. Kalau saja lagi nggak perang..."

"Iya, aku tahu, da."

North Korea memandang Russia dengan mata maroon-nya, mengikuti gerak-gerik negara tersebut yang mulai keluar dari ruangan tersebut. Ia menyender di meja, menopang kepalanya dengan tangannya. North Korea tertawa kecil. Kasihan sekali mereka... Sayang sekali ya mereka bukan komunis.

Setelah bermain-main dengan jarum di tangannya, North Korea berdiri dari kursinya, mengikuti Russia.

"Sumpah, Russia itu enak banget diajak main. Bahkan Sealand pun diambil. Cih, kalau aku gak boleh main sama diri sendiri..."

Kalau aku tidak boleh main dengan diri sendiri... Sama yang lain boleh kan?


Hah? Aku dimana?

Mana kutahu, bodoh, aku kan dirimu sendiri.

Di... diriku sendiri...?

Yah, perasaan gue nggak tuli deh. Atau mungkin dia sudah menulikanmu dengan teriakan-teriakan gaje-nya itu?

Dia? Dia siapa?

Ah, lu banyak tanya, sumpah. Itu tuh... di luar sana... Mereka lagi perang.

Perang? Perang apa?

Tuh kan, tanya lagi. Males jelasinnya.

Oke, oke. Gue gak bakal tanya lagi, kecuali lo jelasin semuanya. Gue bingung.

Nggak, ceritanya terlalu panjang. Lagipula, kalau gue ceritain, nanti lo sebel sama dia...

Dia sia—

Ets, katanya nggak tanya lagi.

Cih, terserah. Tapi at least lo ngasih tau siapa lo.

Gue udah bilang.

Lebih spesifik kenapa?

Ish... Gue itu nyawa lo... lo itu badan gue.

Watdepak?

Jangan bilang ini pertama kali kita meninggal?

K-kita? Aku... kita meninggal? Bagaimana nanti tanah kita? Siapa yang bakal ngurusin penduduk kita? Apa sih yang terjadi sama kita sebenernya?

Ternyata gue orangnya panik juga ya modelnya... Gue gak pernah nyadar...

Terserah lo. Gue pengen balik lagi ke sana.

Gimana cara?

...

Tenang aja, suatu hari ada yang bisa bantuin kita kok... Gue juga nungguin hal itu terjadi...

... Baiklah.


Australia menepuk bahu Malaysia. Sejak pagi, ia terlihat murung, sangat murung—lebih murung daripada kemarin. Australia tidak mengerti, begitu pula New Zealand. Ia memperhatikan Malaysia. Sebenarnya ia tidak mau bertanya... tetapi...

"Malaysia, ada apa sih, mate?"

Malaysia terlalu sedih untuk menjawab. Ia mengibas tangannya, OZ menjauh darinya sementara. Ia berdiri di sebelah adiknya, yang memainkan bulu dombanya, terlihat gelisah. Mau sampai kapan ia begini?

New Zealand tidak suka melihat temannya seperti ini. Ia duduk di sebelah Malaysia, mengelus kepalanya. "Malaysia," Panggilnya dengan lembut. "Cerita, please."

Malaysia menatap mata biru New Zealand, biru cerah. Kontras dengannya yang berwarna cokelat-oranye dan gelap. Ia menunduk, memejamkan matanya.

"A-aku..."

"A-apa ini?"

Aku berteriak panik, melihat tanganku bersimbah darah. Pekat sekali. Apa-apaan ini? Apa yang terjadi?

Kulihat sekitar ruanganku. Tidak ada yang aneh. Tetapi... apa maksud darah di tanganku?

Aku berjalan—lebih tepatnya berlari—menuju kamar mandi. Anehnya... darah tersebut tidak bisa hilang...

Mataku menangkap sesuatu yang tidak biasa di dalam kamar mandi.

Sebuah bunga kembang sepatu yang layu. Tidak lain dengan tanganku, bunga tersebut ternoda merah.

Aku membelalakkan mataku.

Tes!

"NZ..." Malaysia berbisik. New Zealand memperhatikannya. Malaysia... New Zealand berpikir, Ia... menangis. New Zealand memeluknya, Malaysia balas memeluknya, pegangannya kencang.

"Tidak apa-apa, Malaysia," NZ mengelus kepalanya. "Kamu tidak bersalah."

"T-tapi kenapa aku harus sendiri?" Isak Malaysia. "Aku... aku telah menyatakan perang dengan saudara sendiri; bahkan aku telah kehilangan Singapore! Hell, aku sendiri udah lupa kenapa kita bisa sampai perang begini!"

"Kamu nggak sendiri."

"A... aku... aku kangen Indonesia."

Secara refleks New Zealand membelalak, walaupun mukanya masih menunjukkan kelembutan layaknya seorang ibu. OZ terbatuk kecil.

"Aku kangen Singapore. Aku kangen keduanya."

New Zealand bisa merasakan ada yang menahan Malaysia dari menceritakan seluruhnya yang ingin ia ceritakan.

"Keluarkanlah." New Zealand berbisik.

Pemerintahannya hancur.

Hilang. Habis.

Bukan ia penyebabnya, ia tahu.

Melainkan orangnya sendiri.

Dan ia sangat menyesal, sangat kesal, kecewa terhadap perilaku orangnya.

Dan ia sangat ingin pergi menyusul saudaranya, hanya saja... Ia tidak berani.

"NZ... a-aku..."

TBC~


Okay, to make it clear: I DON'T HATE MALAYSIA.

PUAS?

Basically Malaysia nggak ada niat bunuh Indonesia, sumpah, JANGAN MARAH KE DIA, tapi ada lah rakyatnya yang ngebom pemerintahannya Indonesia, itu aja sih.

Oke banyak yang tanya OZ dan NZ kemaren. OZ itu Australia dan NZ itu New Zealand.

Dan oh ya, menurut Sketchy, bleeding itu berarti kehilangan beberapa rakyat seorang negara. Jadi itu North Korea pengen bunuh citizennya yang kagak seragam gitu. (ada aturannya lho, beneran.)

Tempe Goreng, (sumpah this is the best name ever) Iya Indonesia masih lama hidupnya. At least dia muncul di sini. Dalam bentuk nyawa-dan-tubuh. Lol. Makasih banyaaaaak.

Chiarii-chan, Iya kasian America. Padahal bukan dia. Gimana kalau Brunei tahu ya? Lol Brunei. Pukul aja sana. XD (aslinya gak rela sih...) Oh ya, Sketchy gak bikin state-tans ataupun province-tans. Kecuali Hawaii dan Texas, mereka punya history sendiri sih.

Haefalent-san, IYA DONG AWESOME. (walaupun gak seawesome Prussia.) And makasih banyaaaak.

MP, Lol review juga. Haha. Oke langsung aja, nama2 OC-nya udah dapet, sori banget. Hehe. Suka Chapter 4? LOL Sketchy juga. Chapter 5 mengerikan ya...? Harus baca lagi, lupa. Dan oh, tentang swear words di sambutan, suatu hari Sketchy pissed off banget gara2 ada flaming. HEHE. Faroe cowo? Boleh juga deh~

Dan terakhirnya, Thankyoueversomuch guys~!