Disclaimer : YuGiOh!! Milik Om Kazuki Takahashi.

Warning : awas ada LIME Puzzleshipping di awal kalimat!!! Jika tak ingin melihat limenya, lebih baik dilewati saja. Chapter garing, Beberapa kata kotor yang tidak tersensor karena suatu alasan, minor humor, beberapa character yang agak OOC, Gaje dan Language

-------Chapter 11-------

Lust Behind Reflection

"Yami......"

"uhh....Yu...Yugi....." sentuhan panas mulai membuat seluruh tubuh Yami gemetar. Dengan lihainya, jari-jari tangan kecil itu mulai membuat seluruh tubuhnya seakan berteriak. Sebuah dekapan panas dari sesosok malaikat yang mirip dengannya itu membuatnya seakan terbuai dalam singasana surga. Sang malaikat bermata violet yang sangat indah itu membuat Yami seakan terpaku. Terpaku akan keindahan yang ada didekatnya saat ini.

"Yami....."

"nghh...." Yami merasakan indahnya sebuah kesenangan saat pria yang ia kejar-kejar itu saat ini sedang memberikannya sebuah kepuasan tersendiri. Dengan perlahan-lahan, Yugi mulai mencium leher dan dagu Yami dengan penuh nafsu. Yami seakan menggila dengan kontak itu. jari-jari tangan Yugi yang seputih susu kini terlihat berayun menelusuri bibir merah Yami dan perlahan-lahan turun ke bawah untuk membuka kancing kemejanya satu persatu. Hal itu membuat Yami mendesah. Mendesah karena nikmatnya sentuhan itu.

"Yami...." Yugi kini mulai berbisik lembut di telinga Yami. Suara indah Yugi bagaikan sebuah harmoni sanctuary yang dalam sekejap membuat Yami tak dapat berfikir jernih. Malaikatnya itu mulai menggigit telinganya sembari terus menyentuh dada Yami dengan tangannya yang lembut itu.

"Ah....Yugi....mmhh....." Yami mulai merintih. Merintih dalam gilanya sebuah nafsu. Suara nafas yang mulai terengah-engah semakin membuat suasana bertambah panas. Setelah kemejanya telah terbuka, Yugi mulai bersandar dan mulai mencium dadanya perlahan-lahan. Yami semakin panas dan gila. Ia mencoba untuk tidak mencengkram Yugi dan segera menciumi tubuh mungil kembarannya itu dengan kasar. Ia memejamkan matanya. Menahan segala pleasure yang diberikan Yugi secara berlimpah ruah.

"Ahh....Yu...Yugi...hh...uhh...ngghh!!" Yami menekan kepalanya di atas bantal. Ia mulai menggigit bibirnya. Gejolak hormon di dalam dirinya semakin menggila. Ia tak pernah kesulitan untuk mengendalikan gejolak nafsu yang ada dihatinya sampai seperti ini. hanya ada satu orang yang bisa membuatnya gila. Gila akan keabadian kepuasan. Orang yang bisa membuat Yami seperti itu hanyalah Yugi. Ya, hanya satu orang. Mutou Yugi.

"Yami...." Yugi mulai menghentikan aksinya. Ia mulai menatap Yami dengan tatapan penuh nafsu. Yami saat ini semakin terengah-engah. Wajahnya mulai memerah. Ia mulai menutup setengah dari kelopak matanya. Ia ingin lebih dari ini. ia ingin memiliki Yugi. Segalanya. Segala yang ada dalam diri Yugi. Ia ingin memilikinya. Ia sangat menginginkan Yugi dan hanya Yugi seorang.

"Yugi....ku...kumohon...." Yami mulai menyentuh pipi Yugi dengan tangannya. Yugi mulai menyentuh tangan Yami yang ada dipipinya dan mulai mencium tangannya itu dengan lembut. Yami mulai kembali mendesah dan memejamkan matanya. Tak puas melihat hal itu, Yugi mulai memasukkan jari tangan Yami ke dalam mulutnya dan mulai menghisapnya perlahan-lahan.

"Ah....Yu...Yugi!!! uhh..." Yami bisa merasakan lembutnya lidah Yugi diujung jari-jarinya. Ia ingin merasakan lidah lembut itu menari di dalam mulutnya. Ia mulai menjilat bibir merahnya yang kering. Yugi yang melihat itu langsung mendekat dan ikut menjilat bibir Yami. Yami mulai terbelalak melihat itu. wajahnya semakin merah. Yugi mulai tersenyum melihat itu.

"Yami....." Yugi mulai menyentuh bibir Yami dengan jari-jari tangannya. Bibir yang telah basah itu menunggu untuk tenggelam dalam panasnya sebuah ciuman. Yami tak bisa menahannya lagi. Ia sudah hampir kehilangan kendali.

"ku...kumohon Yugi....." Yami terlihat semakin tersiksa. Ia sungguh menginginkan Yugi. Hanya Yugi. Ia menginginkan Yugi saat ini juga hingga selamanya. Yugi sepertinya bisa membaca pikiran itu. ia mulai mengabulkan permintaan sang sex god dengan cara menempelkan bibir merahnya pada bibir Yami.

"mmhhh....." lembutnya bibir Yugi seakan akan membuat Yami mabuk. Ia semakin tergiur dan tergiur dengan kontak itu. desahan dan rintihan semakin terdengar dibalut nafsu. Yami dengan cepat langsung menjilat bibir Yugi, memohon sebuah akses untuk menjelajahi mulut malaikat kecilnya itu. secara perlahan-lahan Yugi mulai membuka mulutnya untuk menyambut lidah lembut milik sang sex god. dan tak membutuhkan waktu lama, kedua lidah mereka bertemu dan saling berduel satu sama lain memperebutkan sebuah hak dominasi. Keadaan semakin panas. pada akhirnya Yugi mulai mengalah dan membiarkan kendali dipegang oleh Yami.

"mmmhhh...Ah...nnhh.....hhh...mmhh" Yami semakin tenggelam dalam lembutnya bibir Yugi. Ia mulai menghisap lidah malaikatnya itu dan terus mengexplore mulut Yugi sedalam yang ia bisa. Semakin lama Ia semakin terbuai jauh. Dengan cepat ia mulai mendekap Yugi dan mulai menukar posisi mereka yang pada awalnya Yugi berada diatas Yami sekarang Yami berada diatas Yugi. Ia terus mencium Yugi dan tak memutus kontak sedikitpun dengan malaikat kecilnya itu. Ia hanya ingin masa-masa ini berlangsung selamanya. Tapi sepertinya keinginan Yami tak akan pernah bisa terkabul karena malaikat kecilnya itu mulai kesulitan bernafas. Melihat itu, ia mulai menghentikan aksinya dan mulai mencium leher Yugi.

"Yugi...." wajah sang malaikat yang tadinya seputih susu kini mulai berubah menjadi merah. Bibirnya masih terbuka sedikit untuk mengatur nafasnya yang mulai terengah-engah. Kelopak matanya mulai tertutup setengah. Di mata Yami, Yugi terlihat semakin menawan jika dalam keadaan tak berdaya seperti ini. ia lalu mulai meraba dada malaikatnya dan berbisik di telinganya.

"aku ingin kau Yugi.....aku ingin memilikimu" Yami kembali mencium leher Yugi dan lalu mulai menatap Yugi dalam-dalam. Tak lama kemudian Yugi mulai tersenyum dan kembali menyentuh wajah tampan sang sex god.

"aku milikmu Yami....." dengan itu sang sex god perlahan-lahan mulai mendekat ke arah Yugi untuk kembali merasakan bibir lembut malaikatnya itu. dengan perlahan-lahan tapi pasti, jarak mereka semakin menyempit hingga menyisahkan beberapa inci saja yang sampai pada akhirnya.....

BBBBYYYOOOOOOOOOORRRRRRR!!!!!!!!!

"HOI!!!! CEPAT BANGUN KEPARAT!!!

Satu ember air dengan kasar langsung dilemparkan oleh Bakura ke arah kawan punknya yang masih terbuai dalam mimpinya. Hal itu langsung membuat Yami terkejut dan terjatuh dari ranjangnya. Yami mulai terbatuk-batuk karena hidungnya yang kemasukkan air. Bakura hanya bisa melipat tangannya dan memicingkan matanya pada Yami.

"akhirnya kau bangun juga tukang tidur" Yami langsung menatap tajam kearah Bakura. Saat ini ia benar-benar ingin membunuh kawannya itu karena telah berani menghancurkan mimpi indahnya.

"apa yang baru saja kau lakukan?? Kau membuat mimpi indahku dengan Yugi jadi berantakan!!! Sialan kau!!!" Bakura mulai tersenyum sinis mendengar hal itu.

"hah!! tak kusangka setelah kau dipermainkan dan dipermalukan oleh si culun itu, ternyata kau masih menginginkannya" Yami lalu mulai berdiri dan mulai merapikan pakaiannya.

"aku tak akan pernah berhenti sebelum aku mendapatkannya Bakura...."

"oh....aku tak menyangka seorang sex god sepertimu bisa seobsesi ini dengan mangsanya. Padahal dari dulu hingga sekarang, kau tak pernah serius dalam mengejar para mangsamu lalu kenapa kau bisa seserius ini jika menyangkut kembaranmu itu?" Yami hanya bisa menghela nafas saat mendengarkan pertanyaan kawannya itu.

"aku juga tidak mengerti tapi yang pasti, semakin lama aku semakin menginginkan dirinya. Aku benar-benar menginginkannya Bakura. Aku sangat menginginkannya" Bakura mulai tersenyum sinis mendengar hal itu. ia tak pernah melihat Yami jadi bergantung pada seseorang sampai seperti ini.

"kau pasti sangat menyukai si culun itu sampai-sampai kau tak bisa mengendalikan hormon gilamu itu eh, sex god?" seketika itu Yami langsung menatap Bakura dengan tajam.

"tentu saja aku sangat menyukainya Bakura....buat apa aku sampai menginginkannya seperti ini jika aku tidak menyukainya? Aku pikir kau bisa mengerti akan hal itu" Yami mulai mengambil handuknya dan mulai berjalan menuju toilet. Bakura mulai melipat kedua tangannya sambil manatap tajam kearah kawannya itu.

"ingatlah Yami, jangan sampai kau kehilangan kendali hanya karena kembaranmu itu. jika sampai kau tak berdaya dihadapannya, maka penyakitmu itu lama-lama bisa membuatmu menjadi gila. Jika saat itu terjadi, Aku tak ingin menjadi seorang perawat penunggu orang gila. Mengerti kau??" Yami mulai tertawa mendengar hal itu.

"heh...tentu saja aku akan berusaha mengendalikan diriku lagipula, aku tak ingin mendapat lemparan sepatu darimu lagi" Bakura kembali tersenyum sinis mengingat hal itu.

"hah!! jika saja waktu itu aku punya pilihan lain, akan kulempar kau dengan tong sampah Yami"

"ya, aku percaya itu Bakura. Aku sangat percaya....bahkan mungkin jika ada Pegasus, kau pasti akan melemparku dengan dirinya, iya kan?"

"hah!! itu sudah pasti"

-------Lorong Wisma Sennen-------

Siang itu Yugi mulai berjalan perlahan-lahan menuju kamar urutan empat. Ia tahu bahwa hari ini taruhan Yami sudah berakhir. Ia harus bersiap-siap untuk kembali berperang dengan tetangga punknya itu apalagi Yugi sudah menerima tantangan Yami untuk menjadi anak punk. Mau tidak mau ia harus tetap mempertahankan penampilannya sebagai anak punk.

"ugh!! Aku benar-benar tak nyaman dengan sepatu boots ini. benar kata Jou waktu itu. sepatu boots ini lama-lama terasa semakin lancip dan menjepit jari kakiku. Aku heran kenapa bajingan-bajingan itu bisa tahan berpenampilan serba ribet seperti ini? aarrgghh!!!" Yugi hanya bisa mengeluh sambil mengacak-acak rambutnya. Mau tidak mau ia juga harus berpenampilan metal seperti itu saat masuk kuliah nanti.

"semoga saja dosen di kampusku tidak mencabut gelarku sebagai mahasiswa teladan. Mungkin sebaiknya aku memakai jaket formal untuk menutupi tank top hitamku yang bernuansa gothic ini..." gumam Yugi. Tak lama kemudian ia sampai tepat di depan kamar tetangganya. Hanya ada satu orang yang bisa membantu Yugi untuk mengatasi masalahnya ini. satu-satunya housemate yang paling normal dalam wisma sennen.

Tok!! Tok!! Tok!!

Tak membutuhkan waktu lama untuk Yugi mengetuk pintu, sesosok pria berambut putih mulai membuka pintu kamarnya dengan perlahan-lahan.

"Yugi kun?"

"aku butuh bantuanmu Ryou kun...."

-------Kamar Ryou-------

"hmm....jadi kau menerima tantangan ini dengan maksud membuktikan pada mereka bahwa semua perbuatan mereka selama ini sangat amat menganggu, begitu?" Yugi mulai mengangguk kepalanya.

"ya. Aku ingin menjadi sebuah refleksi bagi mereka agar mereka sadar dan mau merubah gaya hidup mereka berdua. Aku butuh bantuanmu Ryou kun. Aku tak akan bisa melakukan hal ini sendiri...." Ryou mulai tersenyum dan mulai menyentuh bahu Yugi.

"tentu saja aku akan membantumu Yugi kun. Tak perlu kau memohon padaku pun, aku sudah pasti akan membantumu" mendengar jawaban lembut dari Ryou sungguh membuat Yugi senang. Ia merasa beruntung memiliki housemate seperti Ryou. Karena selain ia ramah, ia juga sangat baik terhadap Yugi. Ia merasa aman jika didekat sahabat berambut putihnya itu.

"terima kasih Ryou kun. Aku tahu kalau aku bisa mengandalkanmu" Ryou mulai menganggukkan kepalanya.

"jadi sekarang kita adalah refleksi dari mereka. Kau adalah Yami dan aku adalah Bakura. Itu artinya aku juga harus berpenampilan seperti Bakura" mendengar hal itu Yugi langsung membayangkan style berpakaian Bakura. Style Bakura memang sama-sama bernuansa gothic tapi ia tidak semetal Yami. Ia sama-sama memakai celana kulit berwarna hitam, sebuah T-Shirt bermotif hitam putih seperti penjahat dan lalu memakai jaket semacam jas lengan panjang berwarna hitam serta tak lupa juga dengan sepatu boots yang pastinya warnanya juga hitam. Ia lalu menatap Ryou yang saat ini terlihat membongkar-bongkar lemari pakaiannya.

'Ryou kun yang terlihat polos dan sederhana berpenampilan seperti Bakura? Kira-kira akan jadi seperti apa ya?' Yugi juga mulai penasaran dengan hal itu. tak lama kemudian Ryou terlihat mengeluarkan sebuah jaket jas berwarna hitam seperti milik Bakura dan juga celana jeans berwarna hitam.

"ah....aku memang tidak punya celana kulit berwarna hitam, tapi aku yakin dengan memakai pakaian ini, sudah cukup menjadikanku gothic. Tunggu sebentar ya Yugi kun, aku akan ganti pakaian dulu" Yugi mulai mengangguk dan hanya diam melihat housematenya itu masuk ke dalam toilet untuk berganti pakaian. Tak lama kemudian setelah berganti pakaian Ryou mulai keluar dari toilet dan berjalan menuju ke arah Yugi.

"bagaimana menurutmu Yugi kun?" Yugi hanya terbelalak melihat penampilan baru Ryou. Housemate akrabnya yang biasanya berpenampilan sederhana dan biasa saja saat ini berubah drastis menjadi punk gothic.

"ka...kau benar-benar seperti Bakura Ryou kun...." Ryou hanya tersenyum.

"jadi penampilan sudah beres dan sekarang kita harus menirukan semua kebiasaan dan hal yang selalu mereka lakukan" mendengar perkataan Ryou, Yugi mulai berfikir sejenak.

"kebiasaan mereka ya? Selain mereka berdua selalu bersama, mereka juga berpesta sound system dan tidur di satu kamar...." Yugi mulai menghentikan kalimatnya. Wajahnya mulai memerah memikirkan hal itu. jika mereka ingin menjadi refleksi dari Yami dan Bakura itu artinya mereka harus benar-benar mengcopy seluruh aktifitas yang dilakukan oleh duo housemate punk mereka termasuk tidur dalam satu kamar.

"uhh....a..aku tidak keberatan jika kau tidur sekamar denganku Ryou kun. Kita harus benar-benar menjadi refleksi yang sempurna jadi ma...mau tidak mau kita harus melakukan hal ini. tapi kalau kau tidak mau juga tidak apa-apa" ujar Yugi gugup. Wajahnya benar-benar semerah tomat. Ryou juga terlihat menunjukkan sebuah respon yang sama dengan Yugi.

"uhh....te...tenang saja Yugi kun, aku akan membantumu. Aku setuju untuk tidur dikamarmu. Lebih baik nanti aku tidur di bawah saja. Sebaiknya aku membawa selimutku" sahut Ryou dengan wajah merah. Yugi hanya bisa mengangguk. Wajah mereka benar-benar semakin memerah. Walaupun mereka tidak tidur satu ranjang, tapi tetap saja mereka tidur dalam satu kamar yang sama. Hal itu pasti akan terasa berbeda dan sangat asing untuk mereka. Tapi mau tidak mau, mereka harus melakukan hal ini. tak lama kemudian, Ryou sudah mempersiapkan barang-barang yang akan dipindahkan ke kamar Yugi. Saat Yugi akan keluar dari kamar Ryou, Ryou tiba-tiba menghentikan langkahnya.

"tunggu Yugi kun. Ada satu hal yang tak boleh kita lupakan" Yugi mulai mengernyutkan dahinya tanda bingung.

"apa itu?" Ryou mulai tersenyum. Yugi terlihat sangat imut dengan ekspresi bingung seperti itu. hal itu membuat Ryou semakin menganggumi Yugi.

"sebuah.....sound system"

-------Kamar Yami-------

Malam itu Bakura dan Yami terlihat bosan. Mereka tak dapat melakukan ritual sound system seperti biasanya karena Yami belum membeli sound system baru. Yang bisa mereka berdua lakukan saat ini adalah melihat acara TV yang membosankan. Bakura semakin lama bertambah emosi melihat acara TV di hadapannya itu.

//jadi kesimpulannya adalah satu ditambah satu sama dengan dua.....//

"AAARRGGHHHH!!!! ACARA APA INI?!!! AKU BUKAN ANAK TK BRENGSEK!!! TENTU SAJA AKU TAHU KALAU SATU TAMBAH SATU SAMA DENGAN DUA!!! *BEEP!!!!* SHIT!!! ACARA TV SAMPAH!!! BENAR-BENAR MEMBOSANKAN!!! HEI YAMI, KENAPA KAU TIDAK MINTA SEPUPUMU ITU UNTUK MEMBELIKAN SOUND SYSTEM BARU HAH!!! AKU BENAR-BENAR BOSAN BRENGSEK!!!" Yami hanya bisa menghela nafas mendengar ocehan kemarahan kawannya itu.

"tadi aku sudah pergi ke kamar Kaiba tapi...."

"tapi kenapa?" Bakura mulai menautkan alisnya. Yami mulai menggaruk-garuk kepalanya.

"uh..."

Flashback

Sore itu Yami memutuskan untuk meminta Kaiba membelikannya sound system baru. Sebenarnya ia tak ingin meminta bantuan pada sepupunya itu. tapi Kaiba memaksa jika ada kebutuhan yang sangat diperlukan oleh Yami, ia harus memintanya pada Kaiba. Akhirnya mau tidak mau, terpaksa Yami harus memintanya pada Kaiba. Selain ia tidak bekerja, semua kebutuhannya selalu dibiayai oleh sepupunya itu. secara tidak langsung, biaya hidup Yami bergantung pada Kaiba mengingat saat ia kabur dari rumah, ia tak membawa uang sepeser pun. Ia sebenarnya merasa senang karena sepupunya itu masih mau peduli dengan keadaannya.

"andai saja waktu itu Kaiba datang lebih cepat, pasti aku tak harus tidur dengan Pegasus agar biaya kosku menjadi gratis. Shit!! Sungguh nasib...." keluh Yami. tak lama kemudian Yami tiba di depan pintu kamar Kaiba. Ia mulai mengetuk pintu kamar sepupunya itu.

Tok!! Tok!! Tok!!

"Seto!!" keheningan terjadi beberapa saat. Yami mencoba untuk mengetuk pintu kamar sepupunya sekali lagi.

Tok!! Tok!! Tok!!

"Seto!!!" masihlah tak ada respon. Yami mulai mengernyutkan dahinya.

"kemana dia? Apa dia pergi? Seto!!!" Yami mencoba mengetuk lagi sampai pada akhirnya terdengar sebuah suara jeritan dari kamar Kaiba.

"Aahh!!!"

"huh?" Yami semakin menautkan alisnya tanda bingung.

"Set?"

"AAHHH!!!! NNGGHH!! SE...SETO!!!! AAAHAHHH!!!! AHH!!"

"SEBUT NAMAKU LEBIH KERAS!!!! AAHH!!! SEBUT YANG KERAS!!!! AKU INI TUANMU!!! A...AYO AHH!!! SEBUT NAMAKU MUTT!!! NNNGGHHH!!!! AAHH!!"

"AAHHH!!!! SETOOOOOO!!!!!!!!"

"LEBIH KERAS LAGI!!!!"

"SETTTTOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!!"

"LEBIH KERAS!!!!"

"!!!!!!!!!!"

Mendengar itu Yami hanya mematung dan perlahan-lahan mulai berjalan pergi meninggalkan kamar sepupunya itu dengan wajah pucat.

End Of Flashback

"hahahaha!! aku tak menyangka sepupumu bisa seganas itu!! aku yakin ia tak pernah berhubungan seks. Sekali mendapat peliharaan, ia langsung menyerbu seperti itu hahaha!! Kau dan sepupumu itu sama saja *BEEP!!*" ejek Bakura seraya tersenyum sinis. Yami hanya bisa memutar bola matanya keatas dan menghela nafas.

"besok pasti aku akan membeli sound system. Untuk sementara ini kau harus tahan dengan acara TV itu Bakura...."

"F*CK!!!" Bakura hanya bisa mendengus kesal dan mencoba mengganti channel tapi ditengah-tengah moment itu ada sebuah kejutan menghampiri mereka.

//I TOOK ALL POSSIBILITY FROM YOU!!! ALMOST LAUGHED MYSELF TO TEARS!!! CONJURING HER DEEPEST FEARS!!! MUST HAVE STABBED HER FIFTY FUCKING TIMES!!! I CAN'T BELIEVE IT!!! RIPPED HER HEART OUT RIGHT BEFORE HER EYES!!! EYES OVER EASY!!! EAT IT!!! EAT IT!!! EAT IT!!//

Alunan musik Avenged Sevenfold yang berjudul A little piece of heaven mulai menggema dengan sangat nyaringnya dari sebelah kamar Yami. Hal itu membuat Yami shock. Bahkan sangking kagetnya, Bakura langsung melemparkan remote TV hingga melayang menuju kearah toilet dan langsung mendarat di kloset. Bakura hanya bisa sweatdrop dengan apa yang baru saja ia lakukan.

"*BEEP!!!* Sejak kapan si culun itu punya sound system?? Shit!!! Be...berisik sekali!!! DAMMIT!!!" Bakura mulai menutup kedua telinganya. Tak lama kemudian Yami mulai berjalan keluar menuju ke kamar Yugi yang berada di sebelahnya.

//SHE WAS NEVER THIS GOOD IN BED!!! EVEN WHEN SHE WAS SLEEPIN'!!! NOW SHE'S JUST SO PERFECT I'VE NEVER BEEN QUITE SO FUCKING DEEP IN!!!//

Yami mulai sweatdrop saat alunan lyric lagu itu terus menyertai perjalanannya menuju ke kamar Yugi. Ia tak pernah menyangka bahwa Yugi memiliki selera musik seperti itu.

"mungkin dia tidak seinnocent yang aku kira" gumam Yami. Tak lama kemudian ia sudah tiba di depan kamar Yugi. Ia langsung terbelalak saat di depan pintu sudah terdapat sebuah tulisan yang menyambutnya.

"F*CK YOU CAT MAID??!! A..APA-APAAN INI!!!" Yami benar-benar merasa tersinggung dengan tulisan itu. Yugi sengaja menulisi pintu kamarnya dengan kata-kata itu untuk menyindir Yami. Dengan tidak sabaran ia mulai mengetuk pintu kamar Yugi.

Tok!! Tok!! Tok!!

Tak ada respon.

Tok!! Tok!! Tok!!

"Yugi!!!"

//WE'RE COMING BACK!!! COMING BACK!!! WE WILL LIVE FOREVER!!! LIVE FOREVER!!! LET'S HAVE WEDDING!!! HAVE A WEDDING!!! LET'S START THE KILLING!!! START THE KILLING!!!!//

Yami semakin geram. Semakin ia mengetuk pintu maka semakin keras suara sound system milik Yugi. Dengan sekuat tenaga ia mulai memukuli pintu kamar Yugi.

BRAK!!! BRAK!!! BRAK!!!

"YUGI!!! BUKA PINTUNYA!!!"

BRAK!!! BRAK!!!

"YUGI!!!!" dalam sekejap pintu Yugi mulai terbuka. Yami langsung terkejut saat bukan Yugi yang membukanya melainkan orang lain.

"ada apa?" Yami hanya terbelalak saat seorang pria berambut putih yang kini sedang menyambutnya dengan ekspresi terganggu yang tergambar di wajahnya.

'Ba...Bakura?? ta...tapi tunggu dulu!! Dia berbeda!!'

"Ryou?" Yami mulai mengernyutkan dahinya pada Ryou. Kini pikirannya berkecamuk. Mengapa bisa ada Ryou dikamar Yugi? Dan kenapa ia berpenampilan seperti Bakura? Yami benar-benar tak mengerti. Tak lama kemudian Ryou mulai melipat kedua tangannya dan mulai bersandar di depan pintu.

"apa keperluanmu kemari?" tanya Ryou dengan tegas. Yami mulai menjawab.

"uhh....aku ingin bertemu Yugi" keheningan mulai terjadi sebelum akhirnya Ryou memanggil orang yang dicari Yami.

"YUGI!!! ADA ORANG YANG MENCARIMU!!??" tak lama kemudian terdengar suara dari belakang.

"siapa?"

"YAMI MANTAN CAT MAIDMU!!!!" Yami langsung melotot mendengar hal itu. ia benar-benar tersinggung dengan perkataan Ryou. Tapi ia memutuskan untuk diam. Tak lama kemudian Yugi mulai berjalan kearah mereka. Yami sangat senang saat ia kembali melihat wajah manis Yugi karena dari pagi ia tidak bertemu Yugi sama sekali. Amarah dalam hatinya langsung mereda seketika.

"ada apa Yami?" Yugi mulai melipat kedua tangannya seraya menunggu jawaban Yami. Wajah Yugi terlihat semakin imut dengan pose seperti itu. Yami mencoba menahan dirinya agar wajahnya tidak memerah.

"uhh....aku hanya ingin menyampaikan bahwa volume sound systemmu terlalu keras. Umm...bisakah kau mengecilkan volumenya Yugi?" mendengar hal itu, Yugi dan Ryou langsung tertawa terbahak-bahak. Hal itu membuat Yami menautkan alisnya tanda bingung.

"apa tadi katanya? Mengecilkan volume sound system? Hahahahaha!!!" Yugi semakin tertawa. Bahkan Ryou juga terus-terusan tertawa. Yami mulai tidak senang dengan situasi ini.

"apanya yang lucu?" Yugi mencoba untuk menghentikan tawanya saat mendengar pertanyaan Yami.

"memang apa salahnya jika kami berdua menyalakan musik sekeras ini?" Yami hanya bisa memasang ekspresi aneh mendengar pertanyaan Yugi.

"tentu saja aku merasa terganggu" Yugi dan Ryou kembali tertawa mendengar hal itu.

"hahaha!! terganggu? Bukankah sebelumnya kau sama sekali tidak ada masalah dengan sound system?" Yami mulai menatap tajam kearah Yugi.

"apa maksudnya ini Yugi?" Yugi mulai berjalan keluar kamar perlahan-lahan. Yami mulai mengarahkan pandangannya ke arah Yugi.

"apa kau lupa Yami? Hal ini kan yang selalu kau lakukan sehari-hari"

"Apa?" Yami semakin tidak mengerti maksud perkataan Yugi. Yugi mulai berbalik kearah Yami.

"bukankah ini aktivitas yang selalu dilakukan oleh anak punk sepertimu? Aku hanya menirukannya saja" Yami mulai menatap tajam kearah Yugi.

"apa maksudmu dengan menirukan aktivitasku Yugi?" Yugi mulai tersenyum sinis mendengar itu.

"Yami.....Yami....apa kau lupa pada tantangan yang kau berikan padaku? Sekarang aku sudah menjadi punk seperti yang kau mau. Tentu saja selain penampilan, aku juga akan menirukan hal-hal yang kau lakukan. Salah satunya adalah pesta sound system" Yami mulai terkejut mendengar hal itu. ia tak menyangka Yugi akan meladeni tantangannya sampai seperti ini.

"kenapa kau menyanggupi tantangan ini Yugi? Apa tujuanmu dibalik ini semua?"

"tujuanku?" Yugi mulai tersenyum dan mulai berjalan mendekati Yami hingga jarak mereka hanya tinggal beberapa inci saja. Yami mulai terbelalak dengan hal itu. Yugi lalu mulai berbisik di telinga Yami.

"tujuanku adalah menjadi refleksi dari dirimu agar kau bisa melihat betapa buruknya semua hal yang kau lakukan padaku Yami..."

"re...refleksi?" Yugi mulai tertawa kecil mendengar itu. ia lalu mulai menyentuh pipi Yami dan mendekatkan jarak wajahnya dengan tetangganya itu.

"aku harap kau bisa segera menyadari semua perbuatanmu padaku Yami. Sampai saat itu tiba, silahkan menikmati neraka yang akan kuberikan padamu...." jarak wajah Yugi dan Yami sangat amat dekat. Kedua hidung mereka hampir bersentuhan. Yami mencoba mengendalikan dirinya. Ia sungguh sangat menginginkan Yugi. Dengan keadaan jarak dekat seperti ini Yami mulai berbisik dengan perlahan-lahan.

"akan kutunggu neraka itu Yugi.....dan aku yakin setelah aku berhasil melewatinya, kau akan menjadi milikku....." Yugi mulai tersenyum sinis dan mulai melepas cengkraman tangannya di wajah Yami.

"kita lihat saja nanti...." dengan itu Yugi dan Ryou mulai berjalan masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya meninggalkan Yami sendiri di luar. Tak lama kemudian sebuah lagu baru mulai terdengar dari kamar Yugi.

//I'M GONNA GET YOU AND RIP YOU APART!!! YOU WILL DIE!!! I JUST NEVER KNOW WHERE TO START!!! YOU WILL DIE!!! BUT I ALWAYS SAVE THE HEART FOR LAST!!! YOU WILL DIE!! YOU WILL DIE!!! YOU WILL DIE PAINFULLY!!! I'LL MAKE SURE OF IT!!! JUST YOU WAIT AND SEE!!! YOU CAN RUN BUT YOU CAN'T HIDE FROM ME!!! YOU WILL DIE!!!//

Alunan lagu You will die painfully oleh Dead by 28, membuat Yami tersenyum sinis. Lagu ini sengaja diputar oleh Yugi sebagai tanda untuknya agar ia siap menerima neraka yang akan diberikan Yugi. Yami mulai memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya dan mulai berjalan meninggalkan kamar Yugi. Yami tak takut sedikitpun dengan ancaman Yugi karena ia yakin akan satu hal bahwa ia pasti mendapat apa yang ia inginkan.

"akan kutembus panasnya api neraka yang akan kau berikan padaku Yugi. setelah itu aku pasti akan menggapaimu. Jika saat itu tiba, Tak akan pernah kulepaskan dirimu Yugi......aku yakin mimpiku suatu saat nanti akan menjadi kenyataan. Kau milikku Yugi.....sampai kapanpun kau adalah milikku......" dengan tenang Yami mulai berjalan menuju ke dalam kamarnya. Di sana sudah terdapat seorang teman yang menanti kedatangannya.

//jadi sudah dapat di pastikan bahwa 2x2=4 dan 1+1=2 demikianlah program pendidikan kami. Sampai jumpa lagi di program pendidikan berikutnya. Untuk yang terakhir kalinya selalu ingat bahwa satu ditambah satu sama dengan.....//

"BEEEEEEEPPPPP!!!!!!" Yami hanya bisa sweatdrop melihat Bakura yang menjawab acara TV seperti itu. Walaupun Bakura adalah bajingan brengsek yang menjengkelkan tapi dia adalah satu-satunya seorang sahabat yang selalu setia menemani Yami di setiap fase-fase perjalanan hidupnya. Ia mulai tersenyum menatap sahabat berambut putihnya itu dan mulai duduk di sebelah Bakura.

"apa kau mendapat sebuah pelajaran yang berharga Bakura?"

"FUCK!!!" Yami hanya bisa tertawa mendengar itu.

To Be Continue.......

Yugi akan segera membuktikan pada Yami bahwa jalan hidup yang dipilih oleh Yami itu salah sedangkan Yami sudah memiliki tekad yang kuat untuk segera mendapatkan Yugi. Ditengah konflik itu, apa yang akan terjadi selanjutnya? Kejutan apalagi yang akan terjadi di wisma sennen? saksikan di chapter berikutnya.

Author : terima kasih untuk semua yang telah mereview fic gaje ini. saya sangat senang sekali. Semoga chapter garing ini masih bisa memuaskan anda!! ^__^

To coolkid4869 : makasih banyak atas reviewnya coolkid san!! Haha!! Kaiba emang cinta pada pandangan pertama tuh sama piaraannya, habis jadian malah langsung diajak berated M tuh di chapter ini. hehehehe....di chapter kemarin, kepiting suci juga udah masuk. Oh ya, untuk linknya pasti saya carikan kalau saya sempat ke warnet. Hehe!! Sekali lagi arigato coolkid san!! Ganbatte untuk anda ^_^

To Sora Tsubameki : terima kasih atas reviewnya Sora san!! ^_^ saya harap lime puzzleshipping di chapter ini bisa memuaskan anda dan juga adegan rated M antara Kaiba dan Jou yang hanya berupa teriakan saja. Hehe, maaf jika adegan limenya kurang panas. semoga semua itu masih bisa memuaskan anda. Sekali lagi terima kasih banyak untuk review dan dukungannya Sora san!! ^___^

To Aihara Zala : terima kasih atas reviewnya!! Untung anda suka dengan puppyshipping di chapter sebelumnya. Semoga lime puzzleshipping di chapter ini bisa memuaskan anda. Arigato!! ^__^

To Dika The Winged Kuriboh : makasih banyak atas dukungan dan reviewnya!! Semoga chapter ini bisa memuaskan anda Kurii chan!! Ganbatte juga untuk anda ya!! ^__^

To Kuchiki Uchiha : selamat datang di fic saya yang serba nggak jelas ini. hehehe...untuk lemon, Saya nggak bisa janji. mungkin di chapter kedepan nanti ada tapi tidak terlalu grapic. Hehe...Semoga lime puzzleshipping di chapter ini bisa memuaskan anda!! Arigato!! ^__^

To esti is mello : selamat datang di fic saya dan juga terima kasih banyak buat reviewnya. Hehe....saya memang agak kejam dengan mereka berdua. Bahkan saya terancam untuk dibunuh T.T

Yami : setelah fic ini selesai, enaknya kita apakan Author terlaknat itu Bakura?!!

Bakura : sayat saja tubuhnya, bakar hidup-hidup, paksa dia menonton acara pendidikan di TV sampai matanya katarak dan kurung dia di dalam kamar bersama pegasus selama seminggu!!!

Yami : (sweatdrop)

Author : (langsung pucat) mereka lebih kejam daripada saya. Btw, arigato ya buat reviewnya!! ^__^

To Shigeru chan : terima kasih atas reviewnya shigeru chan!! Semoga anda terhibur dengan puppyshipping di chapter sebelumnya. Untuk heartshipping akan segera menyusul. Tunggu saja. Sekali lagi arigato!! ^__^

To ArcXora : terima kasih atas reviewnya!! Semoga chapter ini masih bisa memuaskan anda!! ^__^ ganbatte untuk anda ^__^

To my bestfriend Bm,Lisa,Yamino kamichama666 dan semua pereview lain : ARIGATO!!!! YOU ARE THE BEST!! Hehehehe!! ^__^

Yugi : terima kasih banyak untuk semua yang masih mau mereview fic ini. harap kembali review. Saran,kritik membangun dan pertanyaan akan dengan senang hati diterima kecuali flame

Yami : slogan lebih cepat lebih baik masih tetap berlaku di fic ini. jadi jika ingin cepat updatenya maka please review

Author : oke, sampai jumpa di chapter berikutnya!! ^^