Tonari
Disclaimer @ Masashi Kishimoto
Genre: Romance, Humor
Pair: Sasusaku
Warning: OOC, banyak typo!!!
.
.
.
Don't like don't read
.
.
.
Chapter 11
.
.
"Kyaa!!! Sasuke-kun!!!!"
Teriakan itu terus terdengar disepanjang koridor sekolah. Dimana pemuda raven yang tengah berlari menjadi incaran para siswa perempuan yang berteriak itu. Sasuke terus berlari, ia sudah tidak peduli dengan imejnya yang terkesan tenang dan dingin.
Srekk!!
Brukk!!
Sasuke memasuki kelasnya dengan terburu-buru, membuat semua murid yang ada disana memandang ke arah Sasuke dan kembali kepada kegiatan masing-masing setelah mengetahui bahwa itu adalah Sasuke yang sudah biasa dikejar-kejar oleh fansnya.
"Permen kapas, kenapa kau tidak menungguku tadi?" Sasuke mendekati bangku Sakura setelah lelahnya hilang.
"Jika aku menunggumu, maka kau pasti akan menangka_"
Cup!
Ucapan Sakura terpotong karena tiba-tiba saja Sasuke mengecup bibirnya untuk sesaat dan melepaskannya lagi. Wajah Sakura langsung memerah padam. Ia melihat ke belakang dan benar saja semua teman sekelasnya terlihat kaget karena melihat Sasuke yang mencium Sakura.
"I-ini tidak seperti yang kalian pikirkan. Ka-kami tidak berpacaran" jelas Sakura yang cengengesan.
"Ciuman tadi itu adalah buktinya, Sakura" ucap pemuda bermata lavender _Neji_ yang selaku ketua kelas.
"Kyaaa!!! Ini semua gara-gara dirimu, baka!!" Sakura langsung mengguncang tubuh Sasuke dengan kencang.
"Sakura, kepalaku pusing..." ucap Sasuke yang terkapar di meja Sakura. Namun, gadis itu sudah berlari meninggalkan kelas.
"Teme, kau sangat menyukainya ya" Naruto membantu Sasuke duduk yang kepalanya terasa pusing.
"Ya, begitulah. Tapi, dia belum menjawabku"
"Dia pasti mengira semua perempuan disini menyukaimu dan akan membencinya karena kau menciumnya tadi. Padahal, semua perempuan dikelas ini tidak menyukaimu karena kau selalu dikejar-kejar fans dari kelas yang lain" Naruto tertawa dengan lancarnya.
Tak!!
Sasuke berhasil menjitak kepala durian itu.
"Kau ini bodoh atau apa, dia tidak mungkin berpikir seperti itu"
"Itte... Itu tidak penting, yang penting sekarang adalah kau harus mengejarnya" Naruto mendorong Sasuke keluar dari kelas.
.
.
.
Sasuke mencari Sakura setiap ruangan meskipun harus dikejar-kejar oleh para fansnya. Ia memilih terus mencari Sakura yang belum ia temukan dan juga kadang bersembunyi dari fansnya. Satu tempat yang belum ia datangi yaitu atap sekolah. Saat Sasuke kesana benar saja, Sakura tengah berdiri didekat pagar pembatas dan memandang kota yang terlihat dari sana.
"Sakura?" Sasuke mendekati gadis merah muda itu.
"Ada apa, Sasuke?" Tanya Sakura tanpa memalingkan pandangannya dari pemandangan kota.
"Menurut si dobe kau berlari karena kau mengira semua perempuan di kelas menyukaiku dan akan membencimu karena aku menciummu tadi, apa kau berpikir begitu?" Sasuke berdiri disamping Sakura.
"Ya, aku takut jika semuanya membenciku"
"Sakura, dengar. Semua yang ada di kelas adalah temanmu, mana mungkin mereka membencimu. Lagipula, para perempuan di kelas jarang ada atau tidak ada sama sekali yang menyukaiku karena mereka sudah tahu aku orang yang seperti apa dan aku juga selalu dikejar oleh perempuan dari kelas lain" jelas Sasuke yang sekarang sudah menepuk-nepuk kepala Sakura.
"Aku baru dengar kau berbicara sepanjang itu" ucap Sakura dan memunculkan perempatan di dahi Sasuke.
Sasuke mulai menyeringai. Ia sudah tidak menepuk kepala Sakura lagi dan tangannya itu mulai memeluk pinggang Sakura. Ia menaruh dagunya di bahu kanan Sakura.
"Eh, memang kau belum pernah mendengarku berbicara panjang seperti itu?" Tanya Sasuke yang mulai mengeratkan pelukannya.
"Sa-sasuke, apa yang kau lakukan? Lepaskan aku" wajah Sakura mulai memerah, ia mencoba melepaskan tangan Sasuke dari pinggangnya.
"Aku hanya memelukmu. Hime, apa kau juga menyukaiku? Aku ingin mendengar jawabanmu" ucap Sasuke dengan nada berbisik di telinga Sakura.
"Ck, sudah kubilang aku tidak akan menjawabnya sekarang" Sakura menghentakkan kakinya dan berhasil menginjak kaki Sasuke.
Pemuda itu meringis kesakitan dan membuat Sakura lepas dari pelukannya. Sakura melihat kesempatan itu, iapun langsung berlari.
"Gomenne, pantat ayam. Aku akan menjawabnya nanti" ucap Sakura yang kembali berlari.
"Akh, Sakura. Awas kau" geram Sasuke.
.
.
.
"Tadaima" ucap Sasuke setelah memasuki rumah dan melepaskan sepatunya.
"Okaeri. Kau pulang bersama Sakura-chan?" Sambut Itachi saat Sasuke memasuki dapur karena mencium aroma masakan.
"Tidak, dia pulang lebih dulu dariku" Sasuke berjalan tertatih menuju meja makan dan duduk didekat meja itu.
"Kenapa dengan kakimu itu?" Tanya Itachi saat melihat cara berjalan Sasuke yang berbeda. Sasuke hanya terdiam.
"Biar kutebak, kakimu diinjak oleh Sakura?"
"Yah, begitulah" Sasuke menatap sebal kakaknya itu.
"Jangan menatapku seperti itu. Ini, kau pasti sangat lapar" Itachi terkekeh geli saat menaruh sebuah onigiri didepan Sasuke. Tanpa pikir panjang Sasuke langsung mengambil dan memakan onigiri itu.
.
.
.
Sakura memandang langit malam itu lewat jendelanya. Ia berharap Sasuke membuka jendela kamarnya juga. Tapi, si pantat ayam itu tidak juga muncul. Hingga...
Sreek!!
"Sasu_..."
Ucapan Sakura terhenti karena yang ada di jendela itu bukanlah Sasuke.
"Itachi-san?" Sakura menatap heran pada Itachi yang membuka jendela kamar Sasuke.
"Oh, Sakura-chan. Kau belum tidur?"
"Belum. Aku ingin menunggu Sasuke, tapi yang muncul adalah kakaknya" Sakura memasang senyumannya.
"Eh, gomen Sakura-chan. Dia sudah tertidur duluan"
"Iya, tidak apa-apa. Lalu, apa yang sedang Itachi-san lakukan di kamar Sasuke?"
"Aku hanya ingin merapikan kamarnya. Kau tidak perlu memanggilku dengan tambahan 'san' begitu"
"Tapi, nanti akan terlihat tidak sopan"
"Tambahan saja 'nii', kalau kau mau" Itachi memasang cengirannya.
Buk!!
Sebuah bantal mengenai kepala Itachi dan itu membuat Sakura terkejut.
"Apa yang kau lakukan di kamarku, baka aniki?" Ucap Sasuke dengan suara yang terdengar serak. Tapi, ia belum terlihat di jendela.
"Aku hanya ingin merapikan kamarmu" Itachi menatap Sasuke.
"Kenapa kau membuka jendela kamarku?" Sasuke akhirnya berdiri di depan jendela yang terbuka.
"Kya_" jeritan Sakura tertahan oleh tangannya sendiri yang menutup mulutnya.
Ada sedikit semburat merah di pipinya karena melihat pemandangan di depannya. Pasalnya Sasuke berdiri didepan jendela kamarnya dengan keadaan tidak memakai pakaian dan itu memperlihatkan dada bidangnya. Sasuke mengalihkan pandangannya pada Sakura yang ternyata juga membuka jendela kamarnya.
"Permen kapas, sejak kapan kau ada disana?"
"S-sejak tadi, aku tadi juga berbicara dengan Itachi-nii saat kau masih tertidur" ucap Sakura yang membalikkan badannya.
"Pandang aku saat berbicara, Sakura"
Sakura membalik lagi badannya tapi dengan keadaan ia menutupi matanya. Itachi melemparkan kaos kepada adiknya itu.
"Pakai kaosmu, baka otouto. Dia tidak ingin melihatmu dengan keadaan dadamu terekspos begitu" bisik Itachi yang terkekeh. Sasuke menyikut lengan Itachi dan dia tetap memakai kaos itu.
"Sakura-chan, kau menyukai dada bidang Sasuke?" Goda Itachi.
"Ti-tidak, aku tidak menyukai dada bidang Sasuke" wajah Sakura sangat terlihat merah meskipun ia sedang menutupi kedua matanya.
"Eh, lalu kenapa kau menutupi matamu?"
"A-aku hanya tidak ingin melihatnya"
"Bukan kah berarti kau menyukainya"
"Tidak, Itachi-nii"
"Berhenti menggodanya, aniki" ucap Sasuke yang sudah selesai memakai kaosnya.
"Kau cemburu?" Sekarang Itachi berganti menggoda adiknya.
"Bukan begitu, baka aniki" Sasuke terlihat geram.
"Jangan bohong. Lebih baik aku keluar" Itachi beranjak pergi dari kamar Sasuke.
"Oya, jangan sakiti Sakura-chan" lanjutnya saat di ambang pintu.
"Aku tidak mungkin menyakitinya, baka aniki!" Seru Sasuke yang membuat Itachi langsung keluar dari sana.
"Karena kau menyukainya, kan?" Goda Itachi lagi yang melihat dari sisi pintu tanpa memasuki kamar Sasuke.
"Pergi dari sini!" Seru Sasuke dengan emosi.
"Menakutkan" ucap Itachi lagi dan langsung pergi entah kemana.
"Aniki!!"
Setelah Itachi pergi entah kemana, Sasuke memandang Sakura. Ia menghela napasnya terlebih dahulu karena kelelahan akibat seruan tadi. Sakura terkikik geli mendengar pertengkaran kakak adik itu.
"Kau bisa membuka matamu. Aku sudah memakai kaos" ucap Sasuke yang sekarang memandang Sakura.
Gadis merah muda itu membuka kedua matanya dan menatap Sasuke. Ia masih sedikit terkikik geli.
"Apa ada yang lucu?" Tanya Sasuke dengan datar.
"Iya, lucu sekali mendengarmu bertengkar dengan Itachi-nii" senyuman terpatri di wajah Sakura dan membuat Sasuke tersipu malu. Tapi, ia tetap menjaga kesan dinginnya.
.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.
Hallo, minna-san. Gomen, sudah membuat kalian menunggu untuk chap ini
Sebenarnya aku sedang tidak ada ide buat chap ini, tapi ternyata aku masih bisa melanjutkannya. Yokatta... *terharu
Sekarang sudah aku upload dan selamat membaca...
Review ya apapun itu...
Sampai jumpa di chap selanjutnya
