Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun
Other Cast : Bang Yong Guk, Himchan, Zelo (B.A.P)
Choi Siwon, Kim Ryeowook, Kim Jong Woon, Kim Kibum, Park Yoochun, Kim Junsu
Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...
.
.
.
Previous Chapter
Namun tatapan dan senyuman hangat Kyuhyun begitu menguatkannya. Wajah yang semula mengernyit takut, perlahan berubah menenang. Ia memejamkan mata kemudian meletakkan kedua tangannya di sisi kepalanya, bermaksud memberikan akses pada namja tampan itu untuk membuka kemeja dan menjamah tubuhnya.
"Saranghae Cho Sungmin..."
"Eumphh...ah!"
Chapter 11
Sick Of Hope
.
.
Sungmin meremas kuat surai coklat Kyuhyun kala lidah itu bergerak lihai melumuri perut bawahnya. Berkali-kali ia mengangkat perutnya ke atas, meminta hisapan bahkan gigitan kuat dari namja tampan itu.
"Menegang eum?" Ujar Kyuhyun sembari menyeringai melihat namja cantiknya telah terangsang hebat, ia membawa tangan kanannnya untuk meremas genital yang masih terbungkus sehelai kain tipis, bahkan Kyuhyun dapat merasakan dengan jelas kain itu terasa lembab dan panas. Ia beralih menanggalkan seluruh pakaiannya dan kembali berkutat pada organ sensitif di hadapannya.
Pelan tapi pasti kedua tangan besar itu mulai menarik turun celana dalam tersebut, dan sedikit mengeram berat saat organ vital itu mulai terpampang di depan matanya. Kyuhyun begitu kesulitan meneguk ludahnya, benar-benar menyulut birahinya, ia ingat betul terakhir menghisap junior itu, seluruh desiran darahnya berkumpul menjadi satu jalinan kuat di dalam kepala dan jantungnya. Dengan mata terpejam ia menjulurkan lidah dan melilit liar genital Sungmin.
"Mmhhh~..."
Sungmin sempat terbelalak lebar kala rasa hangat dan gerak menggelitik melingkupi ujung juniornya, namun setelahnya ia memejamkan mata sembari meremas kuat rambutnya sendiri, mencoba melampiaskan seluruh fraksi nikmat yang mendera sekujur tubuhnya, hisapan Kyuhyun yang kian menguat seolah menarik darahnya dari ubun-ubun hingga terpusat pada ujung junior itu, begitu panas namun Sungmin tak mengingkari, ia membutuhkan yang lebih dari sekedar hisapan.
Tanpa mengindahkan rasa sungkannya, Sungmin menghentakkan juniornya masuk, hingga seluruhnya terbenam sempurna dalam mulut Kyuhyun. namja tampan itu semakin menyeringai puas di tengah kulumannya. Ia mengarahkan kedua tangannya untuk meremas butt kenyal Sungmin lalu sedikit mengangkatnya ke atas. Berulang kali ia meremas, menariknya dalam arah berlawanan kemudian mengatupkannya kembali, mencoba memancing aliran darah hangat ke dua bongkahan daging itu.
"Mhhaahh~ Kyunnieh! AH!". Pekik Sungmin seketika, kedua tangan yang semula meremas surai hitamnya kini terulur ke depan untuk menggapai-gapai Kyuhyun. sungguh... namja tampannya terlalu hebat membuat tubuhnya terbuai dan melemas.
.
.
"Ahhsshh...mmm~ ah!",
Sungmin semakin menggigil nikmat, ketika bibir Kyuhyun telah beralih mengecupi bahkan melumat lapisan tipis twinsballsnya, dan terus turun hingga menyentuh rektum hangatnya. Namun Sungmin begitu frustasi dengan kondisi junior yang menegang hebat, tak terjamah sedikitpun... benar-benar terasa ngilu, karena menahan orgasmenya sedangkan Kyuhyun hanya memainkan bibir dan ujung lidahnya untuk memberi sentuhan lembut tanpa berniat menghisapnya. Ia tau namja tampan itu tengah menggodanya, Sungmin kembali menghentakkan pinggul berharap Kyuhyun mengerti, dan memenuhi hasratnya tersebut, dan hanya berbuah helaan nafas berat darinya. Karena Kyuhyun tetap memberinya kecupan-kecupan kecil
"Kyuuu~...".
"Eum Chaggi?" gumam Kyuhyun tanpa menghentikan gerakan bibirnya yang mencium single hole tersebut, ia menyeringai kemudian menjulurkan sedikit lidahnya untuk membelai lubang sensitif Sungmin.
"Hi-saphh...ah! mmhh~sakit". Rengek Sungmin seraya menyentuh juniornya, namja cantik itu semakin meringis sakit ketika Kyuhyun tak sekalipun menghiraukan keinginannya. Dan lebih tertarik pada kegiatannya mencumbu rektum itu dengan lumuran saliva hangat. Apapun itu...milikknya terasa nyeri karena letupan sperma yang tertahan di dalamnya.
Sungmin menjerit frustasi dengan air mata yang mulai merembas turun, namun tiba-tiba tubuhnya berjengit saat Kyuhyun melesat cepat ke atas untuk mencium bibirnya.
"Kyummhhh~"
Kyuhyun terus melumat belahan manis itu, berusaha mengalihkan konsentrasi namja cantiknya pada apa yang tengah dilakukannya saat ini. kedua tangannya bergerak cekatan menarik kedua kaki Sungmin, menekuknya kemudian membentangkannya. Namja tampan itu begitu berhati-hati memposisikan tubuhnnya di tengah kaki tersebut. sesekali ia menghisap kuat lidah Sungmin demi mengelabuinya, karena saat ini Kyuhyun menggunakan tangan kanannya untuk merengkuh tengkuk Sungmin sementara tangan kirinya mengarahkan kejantanannya tepat di bibir rektum namja cantik itu.
"Mhhhmmm...". Lenguh Sungmin,ia masih lekat memejamkan kedua matanya untuk menikmati pergerakan basah yang mencumbu bibirnya, berkali-kali Sungmin meremas bahu Kyuhyun kala rasa nikmat itu semakin merayap habat dari belaian lidah Kyuhyun di langit-langit mulutnya, namun tak lama kemudian kedua matanya terbelalak lebar dan menjerit tertahan saat sebuah benda keras dan tumpul membelah rektumnya dalam sekali hentak.
"URGHHMMMH!". Sungmin menggeleng kasar untuk melepas ciuman Kyuhyun, namun rengkuhan di tengkuknya begitu kuat menahan pergerakannya hingga ia pasrah menangis di bawah kuasa namja tampan itu.
Untuk beberapa menit Kyuhyun diam tanpa menggerakkan pinggulnya, hanya bibirnya yang yang aktif memberi lumatan-lumatan lembut untuk menenangkan Sungmin. berulang kali ia memijiat pinggul Sungmin berusaha melemaskan tubuh mungil yang menegang karena penetrasinya.
"A-apoo...hhh...hhh". Engah Sungmin setelah ciuman mereka terlepas, bagian bawahnya masih terasa terbakar, meski ia akui itu tak sesakit saat pertama kali Kyuhyun merasukkinya. Tapi tetap saja air matanya mengalir karena rasa perih dan panas itu.
"Aku tak akan bergerak, sampai kau siap". Ucap Kyuhyun , ia mengusap pelan peluh yang mengalir dari pelipis Sungmin dan menatapnya lekat demi mengamati wajah cantik yang masih mengernyit menahan ngilu.
Tak ada sepatah katapun yang terucap, Sungmin masih begitu kuat menggigit bibir bawahnya, rasa perih itu tak kunjung lenyap dari tubuh bagian bawahnya bahkan kini pinggulnya terasa begitu pegal. Dengan perlahan ia membuka mata dan menatap sayu sosok tampan di bawahnya, beberapa kali ia menggeleng...berusaha menunjukkan bahwa ia benar-benar masih merasa kesakitan.
Kyuhyun hanya terkekeh pelan melihatnya, ia beralih mengalungkan kaki Sungmin untuk memeluk pinggangnya, kemudian dengan penuh perasaan ia mencium lama kening namja cantik itu.
"Kau tak ingin memelukku?". Bisiknya lembut
Sungmin mengerjap polos, tapi setelahnya ia mengangguk dan mulai merangkulkan kedua lengan putihnya di bahu kokoh Kyuhyun.
"B-bergeraklah...Arggtt~! Pe-lanhh!...Ukhh hiks".
Dengan perlahan Kyuhyun menarik keluar penisnya kemudian menghujam kuat lubang anal itu dalam sekali hentak, begitu sempit dan terasa ngilu saat rektum itu makin mengecil karena tegang, ia benar-benar heran salivanya tak cukup mampu melumasi lubang tersebut. Bahkan Kyuhyun dapat merasakan dengan jelas panas yang merambat cepat dari rongga tubuh namja cantiknya.
"Arghh!..A-apoo! Hiks... hhh..hh!". Sungmin masih menjerit, ketika Kyuhyun menggerakkan genitalnya keluar masuk secara pelan , tapi Kyuhyun pun mengeram tertahan karena Sungmin begitu kuat mencakar punggungnya terlebih himpitan lubang anal Sungmin yang menegang begitu membatasi pergerakannya.
"Lemaskan tu-buhmu Mingghh..". Kyuhyun mati-matian menahan desahannya saat rektum itu semakin menyempit, begitu hangat dan nikmat. Sungguh...ia benar-benar tak sabar untuk bergerak kasar mendorong penisnya, namun isakkan lemah yang terus mengalun dari bibir Sungmin mengurungkan niat tersebut.
Dengan menumpukan seluruh konsentrasi pada pergerakan organ vitalnya, Kyuhyun berusaha keras menemukan letak prostat Sungmin, ia beralih menyusupkan kedua lengannya ke bawah punggung namja cantik itu demi memantapkan tusukkannya.
.
.
"ANNHH~!". Jerit Sungmin seketika ,saat ujung kejantanan besar itu menumbuk telak prostatnya, kepalanya mendongak hebat hingga Kyuhyun dapat melihat dengan jelas garis jenjang leher namja cantik itu. ia menyeringai puas kemudian menjulurkan lidahnya untuk menjilat bulir keringat yang mengalir di leher Sungmin.
.
.
"Kyuuh!...mmhhaahh! Ah...AHH!".
pekikkan Sungmin makin mengeras seiring menguatnya hujaman Kyuhyun. Sungmin menggelinjang liar dengan tubuh yang terhentak-hentak ke atas, berkali-kali ia menggeleng bahkan meremas kuat dadanya saat tegangan nikmat itu semakin mengaduk isi perutnya.
"Tu-buhmu nik-mathh..kkhh~ Minghh".
.
.
.
"Mmh...".
Siwon begitu terhenyak mendengar gumaman halus itu, ia menegakkan tubuh kemudian menatap lekat namja cantik di hadapannya. senyum tampannya kian terkembang kala menyadari jemari lentik dalam genggamannya mulai bergerak kecil.
"Bummie". bisiknya lembut, ia membelai surai hitam Kibum ketika namja cantik itu secara perlahan membuka kedua matanya. Tetap sama...kibumnya masih begitu cantik dan mempesona meski dalam kondisi sakit sekalipun.
Namun sorot matanya berubah redup saat Kibum lebih memilih memalingkan wajah tak berniat menatapnya. Ia sepenuhnya memahami perasaan namja cantik itu...tentunya semua karena kebodohannya yang bertindak kalap hingga melukai hati Kibum.
"Kau kembali". Ucap Siwon pelan.
Hening...
"Mengapa kau tak mengatakannya padaku?...tentang penyakit itu... Kau membuatku menjadi namja yang jahat Bummie". Ucapnya lagi masih dengan mengulas sebuah senyum hangat, meski demikian hatinya meraung pilu mendapat kenyataan Kibum memang kembali namun suatu penyakit ganas bersemayam dalam tubuhnya.
"...".
"Mianhae, a-aku tak benar-benar menciumnya, aku hanya...ku mohon percayalah Bummie, kau~
"Pergi..". Lirih Kibum, ia menepis tangan Siwon dan memalingkan tubuhnya membelakangi namja kekar itu, tapi detik itu juga air matanya mengalir. Rasa sesak...sakit dan kesal mambaur menjadi satu dan ia benar-benar enggan manatap wajah Siwon.
Reaksi itu sangat melukai batin Siwon, ia mengenal Kibum, dan sungguh tak pernah sekalipun melihat namja yang masih berstatus sebagai kekasihnya itu bersikap sedingin itu padanya.
"Aku tidak akan meninggalkanmu". Tukasnya sembari memeluk tubuh ringkih Kibum dari belakang, berkali-kali ia mencium tengkuk namja cantik itu berusaha mengatakan kata maaf itu melalui sentuhan hangatnya.
"Aku bukan kekasihmu...".
"Tidak! Kau tetap kekasihku...aku mencintaimu Bummie~ah".
Namja cantik itu memejamkan mata, membiarkan bulir kristal itu mengalir cepat di kedua pipinya. betapa merindunya ia pada sosok kekar yang memeluknya saat ini. namun bayangan menyakitkan ketika Siwon melumat kasar bibir namja mungil itu...membuat segala pandangannya buram. Kecewa...ya hanya itu yang memenuhi rongga dadanya.
"Haruskah aku mempercayaimu, setelah melihatmu menciumnya?". Kibum makin tergugu, kalimat itu benar-benar membuatnya tersedak.
Dengan seluruh rasa sesak yang membelenggunya, Siwon memalingkan paksa tubuh ringkih itu untuk menghadapnya. Ia manatap lekat mata Kibum, mencoba menemukan pancaran cinta yang tersirat dalam manik indah itu. karena ia tau...Kibum mencintainya, begitupula dengannya.
"Bummie kau memahamiku...ku mohon percayalah padaku".
"Biarkan aku sendiri...".
"Bummie~
"pergi!".
Siwon tercekat, kedua matanya menatap nanar pada sosok lemah di hadapannya. ia tetap bersi keras memegang bahu Kibum namun, sekali lagi...Kibum menepis sentuhannya. Siwon sepenuhnya menyadari, ia tak memiliki daya apapun untuk merengkuh hati Kibum, terlebih luka yang ditorehkannya tentu membuat namja cantik itu muak terhadapnya.
Dengan gontai ia membawa langkahya keluar, sedikit terhuyung karena sesak dalam dadanya. Siwon tak menginginkan Kibum melepas semua dan cintanya berakhir detik ini juga. Tidak...ia bersumpah tak sekalipun membiarkan itu terjadi.
Namja kekar itu tersenyum getir saat mengintip Kibum dari celah sempit pintu itu, mungkin pilihan yang baik memberi waktu bagi namja cantik itu menenangkan diri. Begitu pula dengannya...ia perlu sedikit waktu untuk merangkai kata yang tak terucap demi meyakinkan Kibum.
.
.
Satu alis terangkat heran ketika melihat Ryeowook bergerak gusar memilah-milah beberapa potong pakaian hangatnya. Ia mendekat dan mengamati lekat kegiatan yang dilakukan dongsaeng manisnya.
"H-hyung!" pekik Ryeowook tiba-tiba, ketika menoleh dan siap membentur wajah ulzzang itu. ia baru menyadari sedari tadi Hyungnya mengekori setiap pergerakannya.
"Mau kemana?" tanya Himchan tegas
"Tsk...kau mengetahuinya Hyung". jawab Ryeowook tanpa menglihkan pandangan pada sweater baby blue di tangannya.
Himchan memajukan bibirnya, ia memang tau.. Ryeowook akan selalu kalut memilih pakaian jika hendak pergi makan malam bersama Yesung. Dan paras ulzzangnya semakin merengut kesal...ketika membayangkan wajah Yong Guk.
'Mengapa kau tak seromantis Yesung! Aisshh pabbo'. Batinnya mengumpat lirih.
Namja ulzzang itu memutuskan melenggang pergi menuju kamarnya, sebelum ia benar-benar tersulut rasa iri karena Dongsaeng kecilnya.
.
.
"Hyuuung aku berangkat". Seru Ryeowook dari dasar anak tangga, ia berlari riang menghampiri namja tampan yang kini menunggunya di mobil.
.
.
Sementara itu, Himchan makin mencibir mendengarnya, dengan kasar ia tengkurap lalu memukul-mukul bantal di bawahnya. Mencoba melampiaskan rasa irinya pada gundukkan empuk itu. Himchan bisa saja menghubungi Yong Guk lalu melakukan hal yang sama seperti Dongsaengnya...makan malam di tempat seelit dan seromantis mungkin. Tapi jika ia yang meminta...rasanya terlalu menekan harga dirinya, seharusnya Yong Guk bersikap lebih gentle seperti yang Yesung lakukan.
"Aku juga menginginkanyyaa!".
.
BRAKKK
.
Himchan menegakkan badan lalu cepat-cepat beringsut ke sudut ranjang ketika jendela kamarnya terbuka kasar. Namja ulzzang itu menautkan alis karena melihat pemandangan di luar begitu gelap dan pekat, karena memang ia lupa menyalakan lampu tamannya. Namun sedetik kemudian Himchan menjerit histeris dengan meremas kuat bantal miliknya ketika suatu object hitam samar-samar menyembul dari bawah jendela.
"A- AAAAHHHH~
"Chaggiyaaahh".
Jeritannya seketika terhenti ketika mendengar nada yang begitu familiar di telinganya, terlebih deretan putih yang terpampang dari object hitam itu membuatnya yakin bahwa itu gigi Yong Guk.
"Hyung...apa itu kau?"
Sosok itu terkikik geli kemudian melompat masuk ke dalam kamar, tapi seketika itu pula sebuah bantal mendarat sempurna di wajahnya hingga terdengar suara debam yang cukup keras.
"YAH! Apa kau gila!". Teriak Yong Guk seraya menghempas kasar bantal tersebut.
"Katakan itu pada dirimu sendiri Hyung! apa kau lupa fungsi pintu?!"
"Aisshh Waeee? Aku hanya melompati jendelamu, tak memakannya, sudahlah lupakan kau hanya terkejut".
"Aku tak memiliki asuransi untuk jantungku Hyung! pikirkan itu!"
Yong Guk membulatkan mata mendengar ocehan tersebut, sejak kapan kekasihnya berubah menjadi menyebalkan seperti itu. ia melangkah mendekat dengan tatapan tajamnya, berusaha melucuti pikiran namja ulzzang itu, karena ia tau...ada yang berbeda dari kekasihnya.
"Yya! Ada apa denganmu, kau sentimen sekali". Gumam Yong Guk, mata elangnya makin menyipit.
"Bukan urusanmu!". Jawabnya ketus lalu secepat kilat membaringkan tubuhnya membelakangi namja garang itu.
Yong guk berdecak kesal melihatnya, namun sedetik kemudian ia menyeringai tajam
'posisi yang menarik' batinnya.
Tanpa peringatan, Yong Guk menarik Himchan hingga telentang kemudian memerangkap tubuh kurus Himchan di atas ranjang, sontak membuat sosok ulzzang itu meronta dan berseru keras.
"Apa yang kau lakukan Hyung!".
"Membuatmu bicara pengakuan". Bisiknya seraya menjilati leher jenjang di bawahnya. Himchan meremang...bibirnya pun tak berhenti mendesah, dan ia benar-benar mengutuknya.
"Akh...hen-ti...eunghh hentikannh Hyungghh".
"Tidak sebelum kau mengatakan apa yang kau sembunyikan dariku". Yong Guk menyeringai puas, kedua tangannya bergerak cekatan melepas satu demi satu kancing kemeja Himchan.
"Uhmphh...akh Hyungghh...mmmhh!", Desah Himchan frustasi, ia semakin menggeliat saat Yong Guk menyesap niplenya setelah berhasil menyingkap kemeja miliknya.
"Ahmmph..a-aku inginhh ah~
"Kau ingin apa Himchannie?" Yong Guk memutuskan untuk menghentikan cumbuannya demi mendengarkan ucapan Himchan, ia membawa wajahnya ke atas dan mengecup sekilas bibir tipis yang terbuka.
"Makan malam...". Cicitnya ragu, ia mengerucutkan bibir ketika melihat ekspresi menyebalkan namja chingunya.
"Mwoo?!".
"Kau jarang mengajakku makan malam di luar Hyung! aku juga ingin seperti Wookie"
"Aisshh jinjja...yya! apa kau mengingatnya? Terakhir kali aku mengajakmu makan malam...kau menghilang begitu saja dan aku berubah menjadi katak! Apa kau ingat itu?!"
Himchan mengerjapkan mata, mencoba mencerna ucapan Yong Guk. Tapi setelahnya ia mendengus kesal. Himchan ingat betul malam ketika Sungmin keracunan lobster dan ia pergi begitu saja membawa dompet Yong Guk karena panik.
"Tsk!". Decihnya kesal, ia kembali memalingkan wajah tak berniat menatap namja garang itu.
"kau marah?".
Himchan tak bergeming, ia menarik kasar selimutnya ke atas hingga menutupi seluruh wajahnya.
"Pulanglah...aku tak ingin melihatmu!".
"W-waee? Yah! tidak bisa begitu...aku merindukamnu Chaggiyah".
Namja ulzzang itu tetap mendelik kesal, ia beralih menyibak kasar selimut lalu meraih ponsel miliknya, bermaksud menghubungi seseorang.
"Siapa yang kau hubungi".
"Zelo!". Serunyaa masih dengan menunggu nada sambung dalam line telfonnya.
"MWOOOO! CK!".
Yong Guk merampas gadget putih tersebut, membukanya paksa dan mengeluarkan batrynya. Kekasihnya benar-benar membuatnya geram, Yong Guk bersusuah payah mengecoh Zelo agar tak mengikutinya kemanapun ia pergi, terlebih ia tau betul Zelo akan menempel erat pada Himchan jika bertemu dengan namja ulzzang itu.
"HYUNG! kembalikan ponselku!".
"..."
"HYUU~"
'BRUGH'
Himchan kembali terhempas ke atas ranjang dengan tubuh yang dihimpit begitu kuat, sama sekali tak bisa berkutik saat lengan kekar itu mengangkat pinggangnya naik hingga tubuhnya melengkung sempurna dalam dekapan Yong Guk.
"Mhmmphh...le..pas! eumhh...Hyuunghh!". racau Himchan ketika namja garang itu kembali menyerang bibirnya tanpa jeda.
"Bisakah kau tidak berisik...Zelo bisa mendengarmu".
"Mau apa kau hyung! akh~
"Memperkosamu...diamlah".
"Mwooo~hmpfthh...aku".
Yong Guk makin dalam memagut bibir tipis yang terasa manis di lidahnya, kedua tangan besarnya mencengkeram kuat pergelangan Himchan yang berusaha berontak. nafsunya tak mungkin bisa di tahan walau hanya satu ataupun dua detik. Ia beralih menanggalkan kemejanya dengan tetap menduduki paha namja ulzzangnya.
.
.
.
"Kau manis sekali jika pasrah seperti ini...ah! bahkan sangat cantik dan SEXY". Ucap Yong Guk seraya membuka pengait celana Himchan, ia menyeringai puas melihat underwear itu tampak basah karena percum.
"Ku pukul kau! jika mengatakannya sekali lagi! aku namja ingat itu!" Gertak Himchan sembari memalingkan wajah, tak menginginkan kekasih garangnya melihat semburat merah di kedua pipinya. ia menutup mata dan berjengit ketika menyadari lapisan terakhir miliknya semakin tertarik turun.
'Fuhhh'
"Mhhh..". Lenguhnya ketika sebuah tiupan nafas hangat menerpa ujung juniornya yang basah. Himchan semakin menengadahkan kepala dan mendesah nikmat saat sesuatu yang hangat dan basah bergerak liar di ujung juniornya.
"Ah! H-hyunghh...mmm~". Himchan meraba-raba bed covernya lalu meremasnya kuat saat lidah Yong Guk menusuk-nusul lubang lecil di ujung juniornya. Kepalanya terasa pening namun ia tak menyangkal, oral kekasihnya benar-benar memabukkan.
Namja garang itu begitu melambung mendengar desahan menggoda Himchan, ia semakin mempercepat jilatannya kemudian memasukkan penuh genital mungil itu ke dalam mulutnya. Menghisap dan menggeratnya begitu kuat, hingga hanya lengkingan dan racauan nyaring yang memenuhi gendang telinganya. Dan apapun itu...Yong Guk sangatlah menikmatinya.
"Ah! Ahhh..Hyunggiehh...A-aku mmmm~ AHH!".
Gulp...gulp
"Manis...". Ucapnya seraya menyeka lelehan sperma di sudut bibirnya. Yong Guk bergerak ke atas mengamati wajah ulzzang yang begitu kepayahan mengais oksigen paska orgasmenya.
"Kau ingin makan malam bukan?". Bisiknya seduktif.
Himchan membuka perlahan mata sayunya, dan mengernyit tak mengerti dengan ucapan Yong Guk. Dirinya telah telanjang bulat, apa namja garang itu berniat mangajaknya makan malam? 'Idiot' umpatnya dalam hati.
Belum sempat ia menstabilkan nafas, namja garang itu menariknya hingga wajah ulzzangnya beradu tepat di depan genital Yong Guk. Ia begitu kepayahan meneguk ludah kala menatap benda besar itu telah menegang sempurna.
"Aku akan mempersiapkanmu". Tukas Yong Guk sembari membaringkan tubuh kekarnya di ranjang, tapi namja ulzzang di sisinya hanya mengerjap tak mengerti, dan itu membuatnya menahan gemas.
"Ck! Kau mengerti apa yang harus kau lakukan Chaggi...kita sudah sering melakukannya". Ujarnya seraya menarik lengan Himchan agar merangkak ke atas tubuhnya.
Himchan hanya menunduk malu, dengan wajah merah padam ia bergerak pelan memposisikan wajahnya menghadap selangkangan Yong Guk dan mengecup pelan ujung kejantananya.
"Pin-tar hhmmm~". Gumam Yong Guk, sesekali ia mengeram tertahan saat lidah mungil Himchan membelit lembut pangkal genitalnya. dengan tetap mendesis nikmat, Yong Guk sedikit membuka kaki Himchan untuk memudahkannya meraup rektum hangat kekasihnya.
"Urmmhhh.." pekik Himchan di sela-sela kulumannya, ia bergerak resah ketika lubang analnya dikerjai begitu basah oleh namja di bawahnya.
.
.
"Urghh...pe-lanhh Hyunghh!" Rintihnya seraya meremas kuat sprai di bawahnya, namja ulzzang itu hanya pasrah ketika Yong Guk mengangkat pinggulnya hingaa setengah menungging.
"Kau akan menikmatinya".
'BLES'
"ARGHT~...ja-ngan memasukkannya se-kaligus pa-bbo...arhh!"
"Ssshh...sem-pithh". Yong Guk tak sekalipun mengindahkan gerutu kesal kekasihnyaa, ia begitu berkonsentrasi menggerakkan alat vitalnya keluar masuk...berusaha meraup pijatan nikmat dari rektum hangat itu.
"Ah!...mmh! Hyungieh!...hhngg~ ANH!". Tubuh kurusnya melengkung naik, ketika mendapat sengatan hebat dari prostat yang dihantam kuat, membuat nafsu namja garang di atasnya semakin meradang . Dengan brutal Yong Guk memacu gerakan pinggulnya hingga namja ulzzang itu tersedak dengan lengkingannya.
.
.
.
"Hmmph! Akk~! C-CUMHH! AHH!"
"HIMCHANNIEHH! Sssshhh~"
Tubuh kurus Himchan mengejang berkali-kali saat sarinya menyeruak keluar membasahi ranjangnya, terlebih semburan benih panas yang memenuhi rongga perutnya semakin membuatnya melayang di ambang kesadaran.
.
"Hyunghh!" pekiknya seketika, saat tubuh lemahnya kembali terhentak-hentak, ini benar-benar jauh dari titik kesanggupannya untuk menerima hujaman bertubi-tubi Yong Guk. dan tak lama kemudian Himchan jatuh terpejam meski namja di atasnya masih begitu beringas mengerjai tubuhnya.
"ki-ta lakukan sampai pa-gi...kkhh...Chaggiyahh sshh".
"M-MWOO?! Ah! A-ANDWAEEEEHHHHH! AHH!"
.
.
.
"KKYUNNIEHHH! AHHH! Ngghhh~".
Tubuh mungil itu kembali menggelinjang hebat kemudian terhempas keras di atas ranjang, Sungmin tak kuasa lagi menahan kepala yang terasa berat dan pening akibat orgasme yang ke sekian kalinya. Sementara tubuh yang mendominasi di atasnya tampak beberapa kali menegang saat mengisi penuh rongga tubuh namja cantiknya, dan tak lama setelahnya Kyuhyun jatuh menimpa Sungmin dengan nafas yang tersendat sendat.
"Hhh...hhh...K-kyu". Engah Sungmin di ambang batas kesadarannya, kedua matanya terpejam erat namun bibirnya tetap terbuka mencoba meraup oksigen sebanyak mungkin.
Kyuhyun tersenyum simpul mendengar panggilan lemah itu, ia sedikit menegakkan kepalanya kemudian menyapukan bibirnya di belahan Cherry Sungmin. merasa nafas namja cantiknya begitu berat Kyuhyun mencoba meniupkan nafas hangatnya untuk membantu pernafasan Sungmin dan terus berulang hingga namja cantik itu sedikit menenang.
"Tidurlah Ming..". Bisiknya lembut.
Sungmin mengangguk pelan, ia beringsut semakin masuk ke dalam pelukan Kyuhyun dan menyamankan posisinya di dada bidang itu.
"K-kyu..itu~
Sebelum kalimat itu terucap sempurna, Kyuhyun telah lebih dulu memajukan wajah untuk mengecup bibirnya.
"Biarkan seperti ini, aku ingin merasakan tubuh hangat kekasihku lebih lama". Ucap Kyuhyun seraya memejamkan mata, ia paham betul apa yang ada dalam pikiran namja cantiknya.
'Blush'
Sungmin hanya tersenyum tersipu mendengarnya, ia cepat-cepat memejamkan mata sebelum ia terlihat memalukan di depan calon suaminya karena wajah yang memerah itu.
"Aku harap kita bisa memenuhi keinginan Eomma".
"Huh?".
Sungmin kembali menegakkan kepala, dan menatap penuh tanya pada sosok tampan di depannya.
Keinginan?...Sungmin tak mengetahui keinginan macam apa dari calon mertuanya, jangankan bicara, bertemu dengan yeojja cantik itu saja Sungmin belum pernah, dan ia mendengus kesal karena Kyuhyun yang mengurungnya di kamar besar itu hingga pagi hampir menjelang.
"Baby...". Jawabnya pasti, kemudian kembali memejamkan mata, berusaha mengulum senyum karena wajah polos kekasih mungilnya.
"B-baby?..maksudmu~
"Di dalam sini ada buah hati kita". Ujarnnya sembari mengusap perut Sungmin dengan mata terpejam. Meski demikian senyum menawan masih lekat menghias bibir merahnya.
Sungmin mematung dalam dekapan Kyuhyun, kembali tersipu dan berdebar kencang. Pikirannya seketika itu terpusat pada bayangan siluet makhluk mungil yang kelak menggeliat kecil dalam rengkuhannya. Apapun itu...jantungnya berdetak hangat, karena ia menginginkan bayi mungilnya...darah dagingnya bersama Kyuhyun.
"A-aku juga menginginkannya Kyuu".
"Ne..kita menginginkannya". Bisik Kyuhyun lembut seraya mengecup sayang puncak kepala Sungmin. ia menarik selimut ke atas menutupi tubuh keduanya, lalu mengeratkan dekapannya semakin hangat. Demi membawa Sungmin pada bunga tidurnya.
.
.
"Kau dengar itu Hannie...mereka menginginkannya, ah ini sangat bagus sekali. Kita akan cepat-cepat menimang Kyuhyun kecil, tidakkah itu sangat menggemaskan uumm?". Bisik Heechul riang, berkali-kali ia melompat kecil dari celah sempit pintu kamar Kyuhyun.
"Yeobbo...biskah kita tidur sekarang? Kau keterlaluan sekali mengintip mereka seperti itu huh".
Pria tampan itu semakin tertekuk kusut, sudah lebih dari 2 jam ia berdiri di belakang istrinya untuk menemani Heechul memantau kegiatan putra tunggalnya. Salahkan lengkingan Sungmin yang membangunkan dan menarik perhatian yeojja cantik itu hingga berbuat nekat. Tapi sungguh...Hangeng begitu heran dengan Kyuhyun, sekuat itukah anaknya menggagahi Sungmin. Hangeng ingat benar Kyuhyun melakukan kegiatan itu dari pukul 9 malam, sekarang...matahari bahkan hampir mencuat dan kegiatan mereka baru berakhir.
"Kyuhyun kuat sekali". Gumamnya lirih
"Ck! Itu menurun darimu Hannie".
"Mwo? setidaknya aku tidak mesum sepertimu".
"Ya! Kau yang mesum Hannie!".
"Aniyoo...lihat dirimu, berdiri berjam-jam hanya untuk mengintip mereka. Sangat mesum sekali".
"Aku tidak mau tau! kau yang mesum Hannie!" pekik Heechul kesal.
Hangeng menautkan alis lalu melotot tak terima pada istri cantiknya, 'kekanakan sekali' pikirnya. dengan gemas ia mencubit hidung mancung Heechul dan menggeleng, tetap memantapkan argumentnya.
"Kau Yeobbo!".
"Hannie!".
"Kalian berdua mesum!".
"TIDAK KYU!".
Teriak keduanya setelah menoleh pada sosok tinggi yang menyandarkan tubuh di bibir pintu dengan kedua tangan yang menyilang. Tapi setelahnya pasangan suami istri itu membulatkan mata lebar, dan menatap ragu pada namja muda di sisinya.
"K-kyunnie...kau bangun?".
"Uhm...". Gumam Kyuhyun sembari mengangguk beberapa kali, namun sorot obsidiannya begitu dingin dan tajam. membuat Tuan besar Cho dan istrinya meneguk ludah payah, dengan perlahan Hangeng merengkuh pinggang istrinya dan mencoba sebijak mungkin menghadapi putra tunggalnya itu.
"Appa dan Eomma hanya bermaksud memperbaiki knop pintu kamarmu, kami pikir masih rusak. A- selebihnya tidak melakukan apapun".
"Haruskah sepagi ini?". Ucap Kyuhyun datar dengan menunjukk jam di dinding seberang mereka. Hangeng menggaruk kikuk belakang kepalanya kala melihat jarum jam menunjuk manis angka 4.
"Ah Kyunnie chaggi, kami hanya ingin melihat proses pembuatan cucu~mhmphhh! Mmmm!".
Hangeng membekap cepat bibir istrinya, dan berjalan sepelan mungkin menjauhi putra tampannya.
"Lanjutkan tidurmu Kyu..j-jumusseyoo". Ucap Hangeng setelahnya
.
.
"Jumusseyo?..tsk! menggelikan...kalian pikir ini masih malam huh". Gerutu Kyuhyun setelah bayangan kedua orang tuanya menghilang dari balik pintu kamar mereka. Ia berjalan pelan mendekati ranjang seraya membenarkan selimut yang melilit di pinggangnya.
"Hhh...melegakan, kau tak melihat hal memalukan ini Ming". Bisik Kyuhyun di sela-sela ceruk leher Sungmin. berulang kali ia menghirup dalam-dalam aroma tubuh namja cantiknya. Kemudian memejamkan mata, kembali melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu.
.
.
.
Beberapa jam kemudian.
Zelo bergerak tergesa-gesa, menyambar tas dan sepatunya. Pagi ini adalah hari pertama ia menempuh ujian di kelasnya. Ia benar-benar merutukki Hyung garangnya yang tidak membangunkannya lebih awal. Dengan gusar ia menendang pintu kamar Yong Guk dan berteriak keras.
"HYUNG! ANTARKAN AKU! KAU~ eh...". Zelo memajukan bibir dengan kedua mata yang membuka lebar. Kamar itu kosong...tak ada sosok tinggi bringas yang menghuninya.
"Hyung...Yong Guk Hyuuung". Panggilnya seraya menengok kolong ranjang, memastikan Hyungnya jatuh terguling ke tempat itu. namun nihil...sosok kekar itu tak ada di manapun.
"Aisshhh! Aku tau! kau membodohiku Hyuunggg!". Pekik Zelo kesal ketika menyangka, Yong Guk pasti bermalam di rumah Himchan. tanpa pikir panjang, ia melesat cepat melompati pagar pembatas dan berakhir tepat di depan pintu kediaman Kim.
Kedua alisnya bertaut heran, saat menyadari rumah itu begitu hening. Terlebih pintu rumah itupun tak terkunci. Zelo tak ambil pusing, ia mendobrak kasar pintu kamar Himchan tanpa pertimbangan apapun.
'DUAGHH'
"HYUU~
"Ah!...ber-hentihhh...mhh! a-ku ti-dak kuat lagiihh...ahhh!".
1 detik ia mengerjapkan mata
2 detik menggigit bibir
3 detik ...
"UWAGHHHHHH! KALIAN! APA! ITU MASUK! KE DALAM ITU!" Racaunya kacau, seraya menunjuk-nunjuk dua tubuh yang bertumpang tindih di ranjang. Namja manis itu begitu menggila dengan terapi mental di hadapannya.
"MATAKU! ARGGHH! MATAKU HANCUR!". Teriaknya lagi seraya berlari kalang kabut meninggalkan kamar Himchan, berkali-kali Zelo menampar keras kedua matanya yang terasa panas. Sungguh bayangan dua hyungnya yang telanjang bulat terlalu hebat mengacaukan kerja otaknya.
Sementara itu Himchan tampak terlonjak kaget mendengar teriakan histeris dongsaeng kecilnya, ia ingin bangkit namun tenaganya telah terkuras habis.
"K-kau ti-dak mengunci pintunyahh...hh..hh...PABBOHHH!". Jerit Himchan dengan sisa tenaga yang terakhir, dan setelahnya ia jatuh pingsan.
"Ck! Apa kau lupa? semalam aku kemari melalui jendela... Mana aku tau pintunya tidak terkunci. Yya! Himchannie...kau tidur? Ini belum selesai...Himchannie! YAH! Irreonaa!".
.
.
.
"Apa yang harus ku lakukan, kenapa itu bisa masuk di sana?" racau Zelo masih terus berlari tak tentu arah, ia tak menyadari dirinya berada di tengah jalanan. Hingga sebuah motor sport yang melaju kencang dari arah depan hampir menghantam tubuhnya. jika saja pengendaranya tidak mengerem gesit.
Zelo jatuh terduduk dengan kedua tangan yang masih membekap erat matanya.
"Y-ya... g-gwaenchana?...apa kau terluka?". Ujar pengendara itu panik, ia menatap lekat wajah namja di depannya. 'manis' meski kedua matanya tertutup erat.
"Mataku hancur". Cicit Zelo
"MWOO?! Cepat ke rumah sakit!". Seru pengendara tampan itu, ia berfikir telah melakukan suatu kesalahan bahkan menurutnya dosa besar karena menghancurkan mata namja manis itu. Tanpa peringatan ia mengangkat tubuh Zelo dan mendudukkanya di motor besarnya. Kemudian memacu mesin berat itu dengan kecepatan angin.
"Mianhae...aku tidak sengaja hampir menabrakmu, apa matamu masih sakit?" tanyanya panik, tangan kirinya menarik lengan Zelo agar berpegang erat dengan memeluk perutnya.
"Mataku di penuhi benda 'itu' yang memasuki 'itu'...mataku hancur". Ucap Zelo masih dengan pandangan kosong. Bayangan dua tubuh Hyungnya semakin melekat erat di benaknya ketika pengendara tampan itu menggerakkan tangannya untuk memeluk perutnya. Namun samar-samar ia mengernyit kala menyadari seragam keduanya sama.
"Itu? apa maksud 'itu'?" tanya pengendara itu tak mengerti, tapi setelahnya mengendikkan bahu. Ia menduga Zelo mengalami shock berat karena nyaris tertabrak hingga berbicara sekacau itu.
.
.
.
"Bagaimana keadaannya Uissangnim, apa matanya baik-baik saja".
"Apa kau walinya?" Dokter itu sedikit mengerutkan dahi.
"Ah aku Moon Jong Up, Bukan walinya... tapi aku bertanggung jawab pada anak itu".
"Ikutlah denganku". Ucap Dokter
Jong Up mengernyit heran tapi setelahnya ia mengikuti langkah dokter ke sebuah ruangan, di mana Zelo tengah di tangani kerena sakit matanya.
.
"Apa kau sudah merasa lebih baik?" Jong Up menepuk-nepuk kepala Zelo, seraya mengulas senyuman hangat.
Zelo hanya mematung dan menatap lekat senyuman namja tampan itu. 'senyuman malaikat' ucapnya dalam hati.
"berdasarkan hasil pemriksaan, mata anak ini tidak mengalami gangguan apapun".
"Ahjjushi...periksa lebih teliti lagi! Mataku benar-benar rusak! 'itu' dan 'itu' mereka tersangkut di mataku! Bagaimana mungkin bisa masuk seperti itu! Cepat hilangkan Ahjjushi! Aishh kenapa mereka harus melepas semua pakaian?". Titah Zelo sembari membuka lebar matanya. Bayangan genital Yong guk yang terbenam di dalam tubuh Himchan benar-benar tak bisa hilang dari benaknya.
"M-mwo apa yang kau katakan?" tanya Jong Up bingung.
Sementara sang Dokter tampak menautkan alis mendengarnya, ia tau apa yang sebenarnya telah di lihat Zelo. kata 'itu' yang di ucapkannya cukup memberinya petunjuk untuk menerka pikiran pelajar manis itu.
"Aku rasa temanmu melihat suatu kegiatan intim, jadi tidak ada yang perlu di cemaskan dengan matanya".
"Ah benarkah?..baiklah kamshamnida uissangnim".
Jong Up membantu Zelo berdiri dan membawanya keluar dari ruangan itu, berkali-kali ia terkekeh pelan menyadari namja manis itu ternyata begitu polos.
"Ahjjushi! Kau belum menyembuhkan mataku!" teriak Zelo tak terima, ia meronta dari genggaman tangan Jong Up berniat kembali memasuki ruangan Dokter.
"Yya... tenanglah, kedua mata indahmu baik-baik saja. Siapa namamu?"
'Blush'
"Jangan berbicara seolah aku Yeojja Pabbo!".
Sesungguhnya ucapan pria itu membungkam telak racauan protesnya, ia sedikit mendelik ke arah Jong Up dengan semburat merah di kedua pipinya. tapi setelahnya ia memajukan dada kirinya berniat menunjukkan name tage seragamnya pada namja yang memiliki senyum malaikat itu.
"Zelo...panggil aku Jong Up hyung, karena kau Hoobaeku". Ujar Jong Up seraya mengacak surai Zelo.
"Bagaimana kau tau?".
"Name tagemu". Jawabnya santai kemudian menarik tangan namja manis itu agar mengikuti langkahnya.
.
.
"Katakan di mana rumahmu..aku akan mengantarmu pulang"
"A-AH! Andwae! Aku tak ingin mataku berubah katarak karena mereka! Bawa aku bersamamu...H-hyung".
Jong Up terkekeh mendengarnya, ia menghela nafas sesaat kemudian menarik gas secara perlahan.
"Baiklah biar aku yang menyembuhkan matamu...Zelo~ah".
.
.
.
.
"Chaggi makanlah yang banyak, kau pasti lelah karena melayani Kyuhyun...aishh neomu kyeoptaaa". Ujar Heechul seraya mengelus kepala calon menantunya, yeojja cantik itu begitu antusias mengamati wajah menggemaskan Sungmin yang tengah menikmati makan paginya. Sementara itu Kyuhyun dan Hangeng hanya menggeleng pelan kemudian melanjutkan sarapan mereka dengan tenang.
"Ah lihat matamu indah sekali Chaggi...pipimu menggemaskan ummm~". Pekik Heechul seraya mencubit pipi Chubby namja cantik itu, ia tak pernah bisa berhenti untuk menatap lekat calon menantunya. Sementara Sungmin hanya tersenyum kikuk menerima perlakuan tersebut. jujur...ia sedikit risih
"Yeobbo...kau membuat Sungmin tidak nyaman jika berisik seperti itu, biarkan Sungmin menghabiiskan sarapannya terlebih dahulu".
Heechul mendengus kesal, dan setelahnya ia kembali berkutat pada makanannya. Tapi tangannya tak tinggal diam, ia menyumpit berbagai makanan lezat dan bergizi dari piringnya lalu ia letakkan di piring Sungmin.
"Makanan bergizi ini, baik untukmu dan kehamilanmu nanti".
'Blush'
Semburat merah terukir jelas di kedua pipi babyskinnya karena ucapan tersebut, terlebih tatapan hangat penuh cinta dari Kyuhyun semakin membuatnya merona di hadapan keluara Cho itu.
"Semalam, aku dan Kangin telah sepakat mempercepat tanggal pernikahan kalian~
"Ahhh itu keputusan yang sangaaaat tepat, benar begitu kan Chaggi?...kalian akan menikah 1 minggu lagi". Sela Heechul kemudian menatap lembut namja cantik di sisinya dengan mengerjap beberapa kali.
Sungmin nyaris tersedak mendengar penuturan Heechul
1 minggu? Tidakkah itu terlalu cepat? Bagaimana dengan segala persiapan pernikahan? Tidak mungkin hanya direncanakan dalam waktu 1 minggu saja.
"Kami sudah mempersiapkan segalanya jauh-jauh hari, semua berjalan dengan matang, kau tak perlu mencemaskannya Chaggi". Ucap Heechul pasti seakan dapat membaca isi pikiran Sungmin.
"n-ne Eomma".
Kyuhyun tersenyum simpul melihat Sungmin mengangguk sungkan pada ibunya, ia berjalan perlahan mendekati Sungmin kemudian menggenggam jemari lentiknya untuk di bawanya keluar.
"Kyunnie...kau belum menghabiskan sarapanmu".
"Aku memiliki sarapan yang lain Eomma". Ujarnya santai sembari terus melangkah menarik namja cantiknya. Tanpa menghiraukan panggilan-panggilan Heechul.
.
.
"Kyu...apa yang kita lakukan di sini?". Sungmin begitu heran melihat Kyuhyun membawanya ke dalam mobil dan hanya duduk berdiam diri dengan jemari yang di genggam begitu hangat.
"Menghabiskan waktu hanya denganmu". Ujarnya seraya melajukan mobilnya secara perlahan, sesekali ia mencium lembut jemari itu. dan hanya di tanggapi kikikan kecil namja cantiknya.
Tak membutuhkan waktu lama, Kyuhyun mencapai tempat yang diinginkannya. Ia menarik perlahan tangan Sungmin agar melangkah keluar dari mobil, namja tampan itu begitu yakin Sungmin akan memekik senang dengan tempatnya berpijak saat ini.
"Ah! Arreumdawoo! Kyu...bagaimana bisa kau menemukan tempat ini?"
Tepat dugaannya, Sungmin memekik dan melompat girang melihat ulasan pemandangan indah di hadapannya, tak salah ia membawa Sungmin ke sisi paling tepi kota Gyeongju. Tak ada siapapun selain mereka, hanya gemricik air sungai dan berbagai tanaman penuh aroma dan warna yang mendominasinya. Terlebih bias mentari yang menerobos dari celah dedaunan dari pohon yang menjulang tinggi semakin memberikan efek dramatis di sekelilingnya.
"Apapun bisa kutemukan jika itu untukmu Ming". Kyuhyun merengkuh pinggang Sungmin mendekat, kemudian mendaratkan sebuah sapuan lembut di bibir pouty itu.
"Kau menyukainya?" bisiknya lembut.
"Ne...sangat".
Kyuhyun beralih membawa tubuh mungil itu mendekati Sungai, dan mendudukkan diri mereka di tepiannya. Senyum menawannya semakin terkembang melihat namja cantik itu begitu antusias memainkan kakinya di dalam air.
"Jangan terlalu dalam memasukkan kakimu ke dalam air, kau bisa terjatuh Chaggi". Ucap Kyuhyun sembari menyandarkan kepala Sungmin di dadanya, kemudian merengkuh tubuh mungil itu dengan perlindungan penuh.
Sungmin tersenyum manis, ia tertawa kecil ketika memainkan jemari panjang Kyuhyun. lalu setelahnya ia menatap dua obsidian namja tampan itu begitu dalam.
"Kyu..".
"Eum?"
"Apa yang kau harapkan nanti, setelah kita menikah?"
Kyuhyun sedikit mengangkat kepala untuk menerawang langit biru di atasnya, kemudian menggenggam erat jemari Sungmin.
"Bersamamu, melindungimu dan terus memilikimu akan menjadi harapanku setiap harinya, hanya itu saja".
Sungmin begitu terkesima, ia menatap paras tampan itu begitu lekat. Dan setelahnya ia memeluk erat tubuh tinggi itu, membuat Kyuhyun sedikit tersentak kebelakang.
"Aku mencintaimu Kyuu!"
Kyuhyun tersentak mendengar pekikkan tersebut, tapi setelahnya ia terkekeh dan membelai lembut punggung sempit Sungmin. ya cukup dengan cinta Sungmin, segalanya akan terasa indah untuknya.
"Dan aku lebih mencintaimu Cho Sungmin".
.
.
.
TBC
ChaaSick Of Hope Hadiirrr...
Chap ke depannya g ada NC Chinguu...hihi kan buln puasa.
Dan untuk:
Cho Na Na, RithaGaemGyu, Tiasicho, MatoShishiTats, Nha KyuMin, cho hyo woon, Ria, pumpkinsparkyumin, Zahra Amelia, paprikapumpkin, nova137, dhian930715ELF, Nerz Cici, Iam E.L.F and JOYer, mariels25, AreynaSyndrome,bebek, dessykyumin, evilbunny, riesty137, Kikkurone, kimteechul, Phia89, colywinejoy, KyuMin Child Clouds, kyuminsaranghae, epildedo, KYUMINTS, chikakyumin, Adekyumin joyer, reaRelf, vey900128, Kim Yong Neul, lee sunri hyun,ChoKyunnie, Ardilla KyuMin, JOYersElFeu, 137Real Aiyu, sitara1083, Kim Min Ah, EvilBunny Cho, is0live89, Laura Rose ,kyuminjoy, Yujacha, alshakyungsoo3012, zelming, sudokyu, Sparkyu, Maximumelf, namnam15, sitapumpkinelf, Kanaya, gorjazsimba, deviyanti137, minnie kyumin, winecouple, hae-yha, ammyikmubmik, QQ KyuminShipper, punyuk monkey, dJOYers, Jrchokyu137, dianyelf11, lemonade, SPREAD JOY137, yeminmine, neganugu, Diamond, fymuthia, PARK rinrin, sary nayolla, adette, Mingielove, snowming, joyervara137, Choi Yuan, ayyu Annisa 1. wax, Nilamevilee, kyuminblossom, dan para Guest.
gomawoooo udah me-review di chap 10 kemarin ^^
berhubng author udh mendekati libur kuliah, klo revwnya bnyk updatenya makin cpt ...
author mengharap readers revw d chp ini, pleaseeee...
annyeongg
Saranghaeeeee
