What Is The Feeling?
.
.
.
"Can I be your girlfriend? Can I?"
.
.
.
"Aku pulang.." Ucap Baekhyun.
"Eoh kau sudah pulang .. dimana Haeun sayang?" Tanya Nyonya Byun.
"Aku tadi tidak pulang bersama Haeun Eomma.."
"Tumben sekali?"
"Karena tadi temanku mengajak pulang bersama jadi aku pulang bersamanya."
"Ngomong-ngomong apakah dia seorang namja?" Selidik Nyonya Byun.
"Ne dia namja .. memangnya ada yang salah ya Eomma?"
"Ani .. Eomma tak menyangka putri Eomma sudah mempunyai seorang namja chingu."
"Ishh .. dia hanya temanku Eomma.."
"Benarkah?"
"Ne Eomma untuk apa aku berbohong."
"Baiklah kau harus janji jika kau sudah mempunyai namja chingu kau harus mengenalkannya pada Eomma arraseo."
"Ne Eommaku.."
"Yasudah cepat ganti baju lalu istirahat karena Eomma tak ingin melihat putri Eomma sakit karena kelelahan."
"Siap kapten.." Baekhyun pun bergegas pergi ke kamarnya.
Didalam kamar ia pun segera membaringkan tubuhnya ke atas ranjang miliknya.
"Tapi aku tak yakin jika aku akan mempunyai seorang namja chingu Eomma.." Gumam Baekhyun.
Baekhyun sejenak berfikir tentang perasaan cinta nya pada Chanyeol yang kian hari semakin membesar.
"Haeun-ah jika seadainya kau mengetahui isi hatiku apa kau akan marah padaku?" Batin Baekhyun.
Dilain tempat Chanyeol juga sedang merenung memikirkan perasaannya pada Baekhyun.
"Apa aku harus menyatakannya?" Gumam Chanyeol.
Chanyeol pun mengambil ponselnya lalu mencari kontak seseorang.
"Hubungi tidak .." Chanyeol ragu untuk memencet ikon hijau itu.
"Apa aku hubungi saja .. tapi mengapa tiba-tiba jantungku berdebar seperti ini."
Akhirnya Chanyeol pun memutuskan untuk menelpon seseorang itu.
"Yeoboseyo?" Ucap seorang wanita diseberang sana.
"Ne .. Yeoboseyo."
"Nuguseyo?" Tanya wanita itu.
"A-ku .. a-ku .."
"Kau siapa? Jika kau hanya orang iseng yang ingin mengerjaiku aku akan memutuskan sambungan telepon ini." Ancam sang wanita.
"Eh .. tunggu .. aku Chanyeol .. ya aku Chanyeol."
"Chanyeol?"
"Ne aku Chanyeol .. tolong jangan matikan sambungan teleponnya Baek. Karena ada yang ingin aku bicarakan padamu."
Ternyata seseorang yang Chanyeol telepon itu adalah Baekhyun.
"Ayo cepatlah apa yang ingin kau bicarakan."
"Aku ingin kita bicara langsung bukan di telepon."
"Aishh .. menyusahkan saja, kenapa tidak di telepon." Dengus Baekhyun.
"Karena ini sangat penting." Jelas Chanyeol.
"Baiklah kau ingin bicara dimana?"
"Cafe Universe dekat sekolah pukul 5 sore nanti."
"Baiklah jika kau tidak tepat waktu aku akan pulang saja." Baekhyun menyetujui ucapan Chanyeol.
"Arraseo .. sampai jumpa nanti Baek." Chanyeol pun memutuskan sambungan teleponnya.
"Akhirnya .." Teriak Chanyeol girang.
Chanyeol pun bergegas mandi untuk bersiap-siap pergi menemui Baekhyun nanti.
"Tumben sekali .. apa ya yang akan dia bicarakan." Pikir Baekhyun.
"Ah sudahlah .. lebih baik aku bersiap-siap saja."
Sama halnya dengan Chanyeol , Baekhyun juga bergegas mandi untuk bersiap-siap menemui Chanyeol nanti sore.
South Korea ( Café Universe 5PM )
"Sudah kuduga, Si Park bodoh itu akan telat." Gerutu Baekhyun.
Sementara Baekhyun tengah kesal menunggu kedatangan Chanyeol, ternyata Chanyeol tengah mampir ke toko bunga.
"Annyeonghaseyo .. ada yang bisa kami bantu tuan." Tanya salah satu pegawai disana.
"Aku ingin membeli sebuket bunga mawar untuk wanita cantik." Ucap Chanyeol.
"Umm .. tunggu sebentar tuan." Pegawai itu pun pergi mencari pesanan Chanyeol.
"Tinggal satu langkah lagi.." Batin Chanyeol.
Tak lama pegawai itu pun datang menghampiri Chanyeol.
"Ini bunga mawar untuk seorang wanita cantik tuan." Pegawai itu pun menyerahkan mawar pesanan Chanyeol.
"Kamsahamnida." Chanyeol pun membayar bunga itu lalu pergi.
Sudah 20 menit Baekhyun menunggu seseorang yang tak kunjung datang.
"Ishh .. aku sudah lumutan seperti ini dan si park babo belum datang juga." Emosi Baekhyun.
"Nona .. apa kau ingin memesan sesuatu?" Tanya salah satu pegawai.
"Umm .. nanti saja aku sedang menunggu seseorang." Tolak Baekhyun.
"Baiklah Nona .. permisi." Pegawai itu pun pergi meninggalkan Baekhyun.
"Aishhh .. lebih baik aku pergi saja."
Belum sempat Baekhyun melangkah pergi seseorang menahan lengannya.
"Chanyeol?" Baekhyun mendapati Chanyeol tengah membawa sebuket bunga mawar merah.
"Baekhyun-ah Would you be my love." Chanyeol memberikan bunga itu pada Baekhyun.
Baekhyun yang mendengar perkataan manis Chanyeol hanya diam mematung sembari merasa bahagia.
"Would you Baekhyun-ah?" Tanya Chanyeol sekali lagi.
"Yes of course.." Baekhyun pun mengambil mawar itu.
"Thank You." Chanyeol pun kemudian membawa Baekhyun kedalam pelukannya.
"Saranghae.." Bisik Chanyeol.
"Nado Saranghae.." Ucap Baekhyun.
Dan hari ini pun menjadi hari yang paling membahagiakan bagi Baekhyun.
Baekhyun POV.
Bahagia? Ini yang sedang ku rasakan saat ini. Ya, aku bahagia karena aku dapat memilikinya. Memiliki seseorang yang aku cintai, aku sangat merasa bahagia dan beruntung untuk itu.
Aku tak menyangka bahwa pria menyebalkan yang sangat kubenci itu akan menjadi kekasihku kini. Pria menyebalkan itu bernama Park Chanyeol, dia yang telah berhasil membuatku kesal karena tingkahnya. Dia juga yang berhasil membuatku jatuh cinta karena tingkahnya.
Ternyata setelah aku piki-pikir dia tak semenyebalkan yang ku kira, dibalik sikap menyebalkan nya itu ternyata dia pria baik hati yang cukup romantis. Ya .. Cukup romantis menurutku, Tapi aku bahagia memilikinya. Bahkan kini aku dapat melihat ketampananya secara lebih dekat karena ia tengah berbaring di pahaku.
Baekhyun POV End.
Baekhyun dan Chanyeol kini tengah menikmati suasana sore hari dipinggir sungai han dengan Chanyoel yang tengah berbaring di paha Baekhyun.
"Baek.." Ucap Chanyeol.
"Wae?"
"Mengapa kau menerima cintaku?" Chanyeol masih tak menyangka jika kini ia telah resmi menjalin hubungan bersama Baekhyun.
"Lalu kenapa kau menyatakan perasaan cinta padaku." Baekhyun bertanya balik.
"Karena aku mencintaimu."
"Jika kau mencintaiku kenapa kau selalu membuatku kesal?"
"Karena aku ingin mencari perhatianmu."
"Apa semua pria sepertimu? Maksudku jika mereka menyukai seorang wanita mereka akan mengusili wanita itu?"
"Ne .. kurasa itu adalah cara pria mengungkapan perasaan nya. Kau tahu kan pria itu tak seperti wanita mereka punya cara berbeda untuk mengungkapkan perasaannya."
"Oh begitu .. aku baru tahu." Cengir Baekhyun.
Sesudah menghabiskan waktu bersama Chanyeol pun mengantarkan Baekhyun pulang kerumahnya.
"Terima kasih untuk hari ini." Ucap Chanyeol.
"Ne .."
"Umm .. bolehkah aku menciummu?"
Tiba-tiba saja Chanyeol ingin mencium Baekhyun.
"Ne? Mencium?" Baekhyun sedikit terkejut.
"Bolehkah?" Tanya Chanyeol lagi.
Chuppppp~
Baekhyun mencium kilat bibir Chanyeol.
"Gomawo.." Chanyeol tersenyum atas perlakuan Baekhyun.
Baekhyun yang malu pun menganggukan kepalanya lalu segera berlari ke dalam rumahnya.
"Annyeong Chagi.." Teriak Chanyeol.
Baekhyun sebenarnya mendengar teriakan Chanyeol namun ia tak menggubrisnya.
"Manis.." Chanyeol menyentuh bibirnya.
.
.
.
.
.
.
.
TBC!!!
Lah udah main cium aja hehe, btw gimana Haeun entar ya? Kalo banyak review aku perpanjang Chapternya yakk.
