...
~Between Us~
..An Alternate Universe Fanfiction..
Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Kim Junsu, Park Yoochun, Shim Changmin
Warn : Typo's, YAOI, OOC, Don't Like? Don't Read! NC for this Chapter! And No bash Caracter!
Pair : Check out yourself!
Chapter 11 of ?
...
..
.
.
.
Jaejoong memandang sendu ke laut lepas di hadapannya di balik jendela besar kamar cottage-nya. Untuk apa ia ke pulau Jeju ini jika hanya untuk merenung seorang diri. Dan ia merutuki kebodohannya ketika ia malah meminta Micky menemani liburannya.
"Joongie.."
Jaejoong tersentak kaget saat mendengar suara orang yang baru saja melintas di pikirannya. Dan lagi-lagi ia merutuki kebodohannya saat lupa mengunci pintu kamarnya.
"Untuk apa kau ke sini?" Jaejoong membalikkan tubuhnya menghadap Micky dengan tatapan sinis.
"Kau tahu kan kalau Su-ie sudah bertunangan dengan Changmin? Untuk apa kau mengencaninya?! Kalian mau menyakiti perasaan Changmin?! Bagaimana kalau Changmin tahu tentang ini?!"
Jaejoong sebisa mungkin meredam amarahnya melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa adiknya berselingkuh dari Changmin.
Dan Micky hanya bisa menatap lembut Jaejoong sambil tersenyum tulus ke arahnya.
"Joongie... ada hal yang ingin aku jelaskan padamu.."
"Pergi! Aku muak melihat wajahmu!"
"Joongie... dengarkan aku dulu..."
"Kalau kau tak mau pergi, biar aku yang pergi!"
Jaejoong sudah akan melangkahkan kakinya melewati bahu Micky ketika Micky melanjutkan ucapannya.
"Terima kasih karena telah menjaga Changmin untukku.."
Sontak Jaejoong menghentikan langkahnya tepat di samping Micky. Ia menolehkan wajah cantiknya ke arah Micky dengan tatapan bingung.
"Kau ingat, 10 tahun yang lalu... Ketika sebuah keluarga tak sempurna menempati rumah di samping rumahmu.."
Micky menghadapkan tubuhnya berhadapan dengan Jaejoong yang menatapnya semakin bingung.
"Dalam keluarga itu, ada anak sulung yang selalu memperhatikanmu sejak hari pertama kepindahannya di rumah itu. Dan itu bukan suatu kebetulan.. Karena sang anak bungsu dalam keluarga itulah yang membuat sang anak sulung memperhatikanmu.."
"Apa maksudmu?..." lirih Jaejoong yang mulai menangkap arah pembicaraan Micky.
"Anak bungsu itu.. adalah Changmin.. Dan anak sulung yang kumaksud—"
"Tidak mungkin!.." lirih Jaejoong menatap Micky tak percaya.
"—adalah aku.. Park Yoochun.."
Jaejoong memundurkan langkah kakinya hingga akhirnya terduduk lemas di sisi tempat tidurnya.
"Aku hanya ingin menjelaskan semuanya padamu.. Karena aku—"
Yoochun berlutut di hadapan Jaejoong sambil menggenggam tangan Jaejoong dengan lembut.
"Mencintaimu.."
"!"
Jaejoong sontak menghadapkan wajah terkejutnya menatap Yoochun.
"Tidak ada yang kebetulan di dunia ini Joongie... Yang ada hanyalah takdir.. Takdir yang telah mempertemukan kita..."
Yoochun mendudukkan dirinya di samping Jaejoong sambil tetap menggenggam tangan Jaejoong.
"Sepuluh tahun yang lalu.. Appa-mu menghubungi Eomma-ku untuk memintanya merawat Changmin.. Dan 2 tahun berlalu, namun Changmin masih belum mau berbicara padaku... Hingga akhirnya ketika Appa-ku pulang dari Amerika, Eomma mencari tempat tinggal baru untukku dan Changmin.. Karena Eomma tahu, bahwa Appa membenci Changmin.. Dan saat itulah, Appa-mu menyarankan untuk pindah di samping rumahmu yang baru saja kosong.."
Jaejoong berusaha mencerna semua yang diceritakan Yoochun.
Hingga sampai pada satu kesimpulan, kenapa Appa-nya terlalu banyak andil dalam kehidupan keluarga Yoochun?
"Di hari pertama kepindahan keluargaku di samping rumahmu.. Tepatnya, saat keluargaku berkunjung ke rumahmu untuk berkenalan.. Untuk pertama kalinya aku melihat Changmin menatap seseorang dengan penuh minat.. Dan orang itu adalah kau.. "
Yoochun menatap Jaejoong dengan intens.
"Itulah yang membuatku selalu memperhatikanmu.. Dan jujur, aku merasa senang saat mengetahui bahwa kau begitu menyayangi Changmin dengan tulus.. Aku juga merasa bahagia saat kau dengan mudahnya membuka diri dan membuatku serta Changmin memiliki teman baru.. Tapi yang tidak aku dan Changmin ketahui, ternyata kehadiran kami telah merubah takdir... Merubah kehidupanmu lebih tepatnya.."
Yoochun memejamkan matanya untuk menyelami masa lalunya yang rumit.
"Hingga perpisahan itu terjadi.."
Yoochun kembali membuka matanya dan menatap Jaejoong penuh luka.
"Appa-ku ternyata mencari keluargaku dengan gencar.. Bahkan ia menyewa detektif untuk mengetahui dimana aku dan Eomma tinggal.. Tapi ternyata... Appa-mu lah yang memberitahu dimana kami tinggal..."
Jaejoong kembali dilanda keterkejutan saat lagi-lagi Appa-nya terpaut dalam masalah keluarga Park.
Yoochun memang tak suka akan kenyataan ini. Tapi seberapa tak sukanya ia pada tuan Kim, tetap saja tak bisa membuat Yoochun membenci Jaejoong.
"Aku berterima kasih padamu... Karena di hari aku meninggalkan Changmin, kau bertahan untuk tetap di sisinya.."
Yoochun mengangkat tangan Jaejoong untuk dikecupnya dengan lembut.
"Aku meminta maaf... Sungguh... Maafkan aku dan Changmin..."
Yoochun menatap tulus pada Jaejoong.
"Kenapa kau meminta maaf?" tanya Jaejoong bingung.
"Karena sejak kehadiranku dan Changmin di kehidupanmu... Semuanya menjadi berubah... Kau tidak lagi memperhatikan Junsu... Kau tidak lagi menghabiskan waktu bersama Yunho.. Dan Kau lebih memperhatikan Changmin dengan sepenuh hati..."
Jaejoong tertegun akan ucapan Yoochun.
Merasa benar, sekaligus salah.
Merasa benar karena memang itulah kenyataannya. Tapi juga merasa salah, karena memang itulah jalannya takdir, bukan karena Yoochun dan Changmin.
"Kau tahu, Junsu begitu cemburu padamu.. Tapi sebenarnya, ia sangat menyayangimu.. Ia tak perduli ketika orang tuamu begitu perhatian padamu... Karena ia hanya ingin diperhatikan olehmu... Ia begitu cemburu saat kau memperhatikan Yunho dan Changmin hingga terkesan melupakannya.. Membuatnya dengan sengaja menurunkan kelasnya untuk selalu berada dekat dengan Changmin dan mendapat sedikit perhatianmu.. Bahkan ia sengaja mengikuti klub sekolah yang sama dengan Yunho hanya untuk berada dekat dalam jangkauan matamu..."
DEG!
Jantung Jaejoong serasa berhenti berdetak.
Separah itukah ia melupakan eksistensi Junsu selama ini?
"Hingga akhirnya, ia memiliki rencana untuk menyakiti hatimu untuk membalas sakit hatinya.."
Jaejoong menatap Yoochun dengan mata yang berkaca-kaca. Sekali kedip saja, bisa dipastikan air mata akan turun ke pipi putih pucatnya.
"Ya.. ini semua hanyalah rencana kekanakan Junsu... Aku tidak benar-benar ingin menyakitimu... Dan mengenai Yunho dan Changmin, aku yakin kau pasti sudah mengetahui hal ini sejak lama.. Sejak pertama kali mereka bertemu, sudah jelas terlihat kekaguman di masing-masing mata mereka.."
Jaejoong menangkupkan kedua tangannya di wajah cantiknya yang kini berurai air mata.
Tanpa Yoochun beri tahu pun, sebenarnya Jaejoong sudah tahu bahwa Yunho begitu tenggelam pada pesona Changmin sejak pertama kali ia mengenalkan Changmin padanya.
Hanya saja... ia tak ingin mengakuinya.
Karena ia ingin menyimpan Yunho hanya untuknya. Dan menyimpan Changmin untuk dirinya sendiri. Ia tak sadar jika perbuatannya itu hanya akan membatasi perasaan Yunho dan Changmin selama ini.
Dan menyakiti keduanya..
"hiks... hikss... apa aku sebegitu bodohnya?.. hingga tidak menyadari sudah menyakiti orang-orang yang kusayang.. hiks... hikss..."
Yoochun yang tak tahan melihat orang yang dicintainya menangis, segera memerangkap tubuh ringkih itu ke dalam pelukannya.
Dan tak disangkanya jika kini Jaejoong membalas pelukan hangat Yoochun untuk menangis dalam dekapannya.
.
..
...
...
Junsu menunggu Yoochun di kamarnya dengan gelisah.
Sudah lebih dari 3 jam ketika Yoochun keluar dari kamarnya, dan Yoochun tak juga kembali.
Ia memang memiliki rencana untuk membuat Jaejoong jatuh hati pada Micky. Dan setelahnya, Junsu ingin Micky meninggalkan Jaejoong untuk tetap menjadi kekasih Junsu.
Tapi yang tidak Junsu ketahui adalah, Micky ternyata adalah Park Yoochun... Yang sudah sejak lama memendam rasa cintanya untuk Jaejoong..
Akhirnya, dengan tidak sabar Junsu segera bergegas ke kamar Jaejoong yang berada di lantai dua cottage mereka. Karena ia memiliki firasat yang tidak menyenangkan kali ini.
"Mmhh... Aahhhngg..."
"!"
Junsu membelalakkan matanya lebar-lebar sambil membekap mulutnya untuk menahan tangisnya yang pecah saat itu juga.
Ia menatap tak percaya pada apa yang dilihatnya saat ini di dalam kamar Jaejoong.
Dimana Jaejoong kini tengah bercumbu mesra dengan Yoochun di atas ranjangnya. Dengan posisi Yoochun menindih tubuh Jaejoong di bawahnya.
"hiks.. hikss..."
Junsu segera melarikan dirinya menuruni tangga terburu-buru. Hingga membuatnya beberapa kali harus terjatuh dan terluka. Ia tak lagi memperdulikannya. Karena hatinya saat ini lebih terluka dibanding dengan fisiknya.
Ia terus menangis sambil berlari menuju pantai. Menembus ombak yang menyapu kaki-kaki lincahnya.
Dan berniat untuk..
Menenggelamkan dirinya ke laut lepas..
.
..
...
...
"Uhm…. Ahhnn.. nghhhh.." Changmin mendesah pelan ketika lidah nakal nan handal milik Yunho mulai menari di dalam mulutnya. Membuat Yunho mulai semakin menggila mendengar desahan sexy sang pria manis yang terus mengeluarkan nada polosnya.
Ciuman mereka masih berlangsung panas ketika Yunho mulai membuka satu persatu kancing piyama Changmin yang sudah terbuai hingga ia tak sadar bahwa Yunho tengah menelanjanginya.
Dan Yunho melepaskan ciuman mereka sejenak untuk menatapi tubuh mulus di bawahnya. Mengkilap dengan sedikit berkeringat akibat ciuman keduanya, tubuh ramping berisi dengan otot sedang, dada yang agak bidang, dan Oh jangan lupakan nipple yang merekah merah muda. Membuat Yunho tak sabar untuk menyentuhnya dan membuat tubuh Changmin menggelinjang karena nikmat.
Yunho memelintir, memutar, menekan, dan mencubiti nipple milik Changmin dengan gemas sambil mulai menurunkan bibirnya menuju leher jenjang Changmin yang masih mulus. Yunho menjilatnya dengan lembut, penuh perasaan dan sensual.
"Aaahhh… oohh.. ngghh… mnnhh.. Y-yu… Yuno hyunghh…~ aahh" desahan Changmin mengalun indah karena Yunho mengigiti, mengulum dan menjilati leher Changmin. Satu kissmark, dua kissmark, dan Yunho mulai menggila untuk semakin banyak memberi tanda cinta pada leher Changmin.
Yunho kembali menurunkan kepalanya untuk mengecup juga membuat kissmark pada dada Changmin. Menjilati nipple Changmin secara bergantian, menghisapnya dengan kuat, serta menggigitnya dengan gemas.
"AAAAHH! Oohh! Nggghh….mmmhhh" Changmin mendesah penuh nikmat. Rasanya, sekujur tubuh Changmin disengat listrik jutaan volt hingga membuatnya melayang tinggi.
Dan Yunho hanya tersenyum mesum di balik bibirnya yang sedang menghisap nipple Changmin, saat mendengar desahan Changmin yang begitu sexy.
Hingga akhirnya dengan tak sabar Yunho melucuti seluruh pakaiannya dan menarik celana piyama Changmin beserta underwearnya dalam sekali tarik.
Yunho mulai mengambil posisi duduk dengan membuka kedua kaki jenjang Changmin mengangkang lebar. Hingga membuat junior mungil yang hanya setengah dari milik Yunho itu terlihat sekali sedang menegang, dan hole pink kemerahan milik Changmin jadi terlihat.
Yunho masih memilin nipple Changmin yang kini dikelilingi oleh banyak kissmark. Dan Changmin terlihat memejamkan matanya dengan desahan yang tak henti keluar dari bibir plumpnya.
"Kau begitu indah Chami.. Saranghae.." ucap Yunho dengan suara rendahnya yang sexy sebelum mengecup tiap inchi paha bagian dalam Changmin.
"Asshhhhh... ooohhh… hyunghhh~.." Changmin semakin mendesah menggoda saat Yunho dengan perlahan menaikkan bibirnya menuju selangkangan Changmin.
Yunho memanjakan tubuh Changmin dengan lembut. Karena ia ingin pengalaman pertama mereka menjadi pengalaman yang indah dan tak terlupakan.
"SSShhhh! Aaaahhh…! Hyuungghh..." Changmin mendesah frustasi saat kini Yunho mengecup puncak penis Changmin. Kepalanya menengadah ke atas dengan kedua tangannya yang kini menggenggam erat seprai ranjangnya.
Yunho memijat penis tanpa bulu milik Changmin dengan lembut. Hingga akhirnya ia genggam, pijat, kemudian menaik turunkan, memencet sedikit dan mengocok penis pink kecoklatan milik Changmin secara teratur.
Changmin menggelengkan kepalanya dengan liar. Kenikmatan yang dirasakannya naik hingga ke ubun-ubun.
Ia hanya bisa pasrah dengan kenikmatan yang ditawarkan oleh Yunho. Karena ini pengalaman pertamanya. Dan ia tak pernah mempelajari hal ini dari Adult Video yang sering ditonton oleh Yunho.
Changmin menggelengkan kepalanya semakin liar saat merasakan ribuan kupu-kupu berputar cepat di perutnya dan ia serasa melayang hingga langit ke tujuh.
"YUNO HYUUUNGGG…..~!"
CROOOTT..~!
Cairan bening baru saja dimuntahkan oleh junior Changmin. Dan Yunho tersenyum puas akan hasil karyanya yang berhasil membuat Changmin meneriakkan namanya saat mencapai klimaks serta menjadi saksi akan pengalaman pertama masturbasi Changmin.
Belum sempat Changmin turun dari langit ke tujuhnya, Yunho kini sudah kembali menggenggam penis Changmin. Mengocoknya perlahan serta memijatnya lembut untuk kembali membuat penis itu kembali menegang.
Dan Changmin kembali menggelinjangkan tubuhnya saat Yunho menurunkan kepalanya berhadapan pada junior Changmin dan menjilatinya dengan sensual.
Yunho menyukai rasanya. Ia semakin intens menjilati, melingkari penis Changmin yang mulai menegang kembali dengan lidahnya.
"Sssssshhh…. Hyuungh.. ohhh.. Aahhh~.."
Changmin semakin mendesah keras saat Yunho mulai melingkupi miliknya dengan mulut hangat Yunho.
Yunho mulai bergerak perlahan. Menaik-turunkan kepalanya agar bisa memberikan kenikmatan pada Changmin.
"Sssshhh…ohhhhh… hyuunghh.. cuk-kuphh... asshhh..." desah Changmin yang tak sanggup menerima kenikmatan yang diberikan oleh Yunho. Membuat Yunho tersenyum menyeringai dibalik kulumannya dan menaik turunkan kepalanya dengan begitu cepat.
Dan tak butuh waktu lama, Yunho merasakan milik Changmin berkedut di dalam mulutnya dan mulai memanas.
"AAAAAAAAA….! HYUUUNG~!"
CROOTT….~! CROOOTTT…..~!
Cairan sperma Changmin kali ini tumpah begitu banyak di dalam mulut Yunho. Dan Yunho pun tanpa rasa jijik meminumnya dengan sukarela. Bahkan ia masih menjilati serta menghisap penis Changmin untuk menguras sisa-sisa sperma Changmin yang terasa manis di lidahnya.
Ia menyisakan sedikit cairan itu di dalam mulutnya untuk kemudian ia tumpahkan pada hole Changmin yang mengedut.
Yunho tentu tak menyiapkan lube untuk kegiatan panasnya malam ini. Dan ia tak ingin Changmin-nya kesakitan di pengalaman pertamanya.
Oleh sebab itu, ia meludahi sperma Changmin untuk menjadi lube dadakannya. Dan ia mengulum ketiga jarinya untuk kemudian dimasukkan ke dalam lubang Changmin satu persatu.
"Aakh~! Jangan!"
Changmin memekik tertahan saat Yunho mulai memasukkan satu ruas jarinya ke dalam hole Changmin. Membuat Yunho mengernyitkan dahinya saat Changmin memegang tangannya dan menghentikan niatnya untuk melebarkan lubang Changmin.
"Kau ingin menghentikannya?" tanya Yunho dengan lembut.
"Ani.." Changmin menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis.
"Aku hanya ingin milikmu yang pertama kali memasukinya.. bukan jarimu atau yang lain.." bisik Changmin pelan dengan rona merah yang jelas tergambar di wajah manisnya.
Tak tahukah dirinya bahwa kalimat itu terdengar menggoda Yunho yang kini miliknya semakin menegang di bawah sana?
"Tapi itu akan terasa sakit sekali nantinya.." bisik Yunho lembut sambil mengecup dahi Changmin dengan lembut.
"Aku percaya padamu.. Kau pasti memperlakukanku dengan lembut.." jawab Changmin balas berbisik hingga membuat Yunho tak tahan untuk mencium bibir plump itu yang kini membengkak karena terlalu sering ia lumat.
"Relax... Dan regangkan ototmu.." bisik Yunho sambil memasukkan perlahan penisnya pada lubang Changmin.
"AAAAAAAAAAAARRRRRRGGGGHHHHHH!" Changmin memekik berteriak menahan pedih pada lubangnya yang serasa terbelah dua. Bahkan air matanya berhasil lolos dari mata bulatnya yang terpejam.
"Relax Chami... Gigit bahuku jika perlu.."
Yunho berusaha menenangkan Changmin yang kini menggigit keras bahu Yunho untuk meredam teriakan kesakitannya. Dan Yunho tak mempermasalahkan bahunya yang ia yakini pasti akan berdarah dan bertanda bekas gigitan nantinya. Karena ia yakin, Changmin-nya pasti merasakan lebih sakit dari ini.
"Sssss… Pelan-pelan hyung.. Sakitt.. hiks.. hikss.." bisik Changmin lirih saat Yunho berhasil memasukkan seluruh miliknya dalam lubang Changmin.
Yunho mengangguk perlahan sebelum mengunci bibir Changmin dengan lembut.
Yunho mulai menarik kembali miliknya. Dan Changmin memekik tertahan karena bibirnya telah terkunci rapat oleh bibir Yunho. Changmin merasakan lubangnya perih sekali ketika Yunho mulai bergerak di dalamnya.
Yunho mulai bergerak maju mundur. Awalnya perlahan-lahan namun lama kelamaan nafsu mulai menguasai Yunho yang kini merasakan kenikmatan saat miliknya terjepit oleh lubang sempit Changmin. Membuat Yunho mulai bergerak maju mundur dengan brutal dan berhasil menabrakkan miliknya pada daging kecil nan kenyal yang ia yakini adalah prostat Changmin.
Dan Yunho melepaskan tautan bibirnya dengan bibir Changmin untuk mendengar desahan Changmin.
"Ohhh! Yuno hyuuuunghhh..aaaahhhh! ngghhhh…oh..oh..aaahh…aaahh…" Changmin mendesah seiring dengan tubrukan Yunho pada prostatnya. Matanya terpejam dengan mulutnya yang terbuka lebar untuk mendesah nikmat.
"Nngghhh… Chamiiih… so tight… ssssshhhh…" desis Yunho sambil menggerakkan pinggulnya lebih brutal. Libidonya meningkat naik hanya karena mendengar desahan sexy milik Changmin yang kini memegang erat bahu Yunho.
"Hyyuuunghh... Ohhh... Aaaaahhh~!... Lebhiih dalaamhhh..."
Yunho semakin menusukkan penisnya lebih dalam sesuai permintaan Changmin. Ia memejamkan matanya dan menyurukkan wajahnya di leher Changmin untuk menahan desahannya dengan mengulum leher jenjang penuh kissmark itu.
"Hyung... Akuuhh... Ohhhh!... Mauuu..."
"Bersama Chami... Nngggghhh..."
Yunho menusuk prostat Changmin dengan akurat dan keras ketika merasakan miliknya berkedut cepat di dalam lubang Changmin.
"CHAMIIIIIIIIII…!"
"HYUUUNGHHH…..!"
CROOOOTTT…!
Keduanya terdiam sejenak sambil menikmati detik-detik kenikmatan yang mereka peroleh. Sebelum akhirnya Yunho mengeluarkan miliknya dari lubang Changmin yang penuh akan spermanya.
Ia membaringkan tubuhnya di samping Changmin untuk menarik tubuh Changmin dalam dekapan hangatnya. Keduanya masih menetralkan deru nafas masing-masing dengan tubuh lengket penuh keringat yang menyatu dalam sebuah pelukan.
"Setelah lulus sekolah, Appa memintaku untuk kuliah di Jepang.. Tapi aku pasti kembali... Untukmu.. Hanya untukmu.."
Yunho mengecup lembut bibir Changmin yang merah membengkak. Namun itu tak mengurangi kadar kemanisan di wajah Changmin yang selalu menjadi idamannya.
"Tidurlah... Aku berjanji.. saat kau membuka matamu, aku akan masih disini memelukmu.."
Changmin hanya tersenyum miris mendengar kalimat yang dilontarkan Yunho.
Seharusnya ia bahagia mendengarnya. Seharusnya ia senang keinginannya sejak dulu, kini terkabulkan.
Karena sejak Yunho tidur bersamanya, Changmin hanya akan menemukan sisi ranjangnya yang kosong saat ia terbangun. Karena Yunho selalu pulang kembali ke rumahnya sebelum Changmin membuka matanya. Karena Yunho tak ingin ada yang mengetahui bahwa ia selama ini tidur bersama Changmin.
Karena Yunho... Tak ingin mengakui perasaannya pada Changmin...
Changmin menangis dalam diam di pelukan Yunho. Ia mengeratkan pelukannya pada Yunho sebelum akhirnya berbisik lirih dalam dada bidang Yunho.
"Aku akan mengembalikan semuanya seperti dulu lagi..."
Dan Yunho tak mendengarnya.
Karena Yunho sudah terlelap dalam mimpi indahnya.
Bahkan ketika Changmin merapikan diri dan pergi dari kamar itu, Yunho juga tidak mengetahuinya...
.
..
...
...
Jaejoong terbangun karena suara dering handphonenya yang tak mau berhenti berdering. Namun ketika ia membuka matanya, Yoochun sudah tidak ada di sampingnya. Padahal, baru beberapa waktu yang lalu mereka melakukan kegiatan 'panas' di atas ranjangnya. Bahkan Jaejoong masih tidak mengenakan sehelai benang pun saat ini.
Ia mengedarkan pandangannya untuk mencari dimana ia meletakkan handphonenya.
Dan meja nakas menjadi sasaran matanya ketika ia melihat sebuah kertas tergeletak di balik handphonenya yang masih berdering. Dimana di caller ID sambungan telepon itu terpampang nama ibunya.
Namun alih-alih menjawab telepon, Jaejoong justru mengambil secarik kertas memo di bawah handphonenya.
.
.
To : My Love, Joongie
Aku sudah membawa Junsu ke rumah sakit terdekat.. Kau bisa menanyakannya pada orang tuamu..
Maaf... Aku pergi...
Karena dengan begini, aku bisa mengembalikan hidupmu seperti dahulu kala..
Lupakan aku.. Lupakan Changmin..
Kami berjanji akan menghilang dari kehidupan kalian..
Sayangilah Junsu seperti dulu saat kau belum mengenalku dan Changmin..
Dan..
Berbahagialah bersama Yunho..
.
.
"hiks... hikss... andwae.." ucap Jaejoong dengan lirih sambil menggenggam kertas memo itu hingga membuatnya kusut tak beraturan.
"Aku... hiks... mencintaimu... hikss... Pabbo!"
.
..
...
...
Yunho mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya pagi yang menusuk indera penglihatannya.
Dengan refleks tangannya mencoba meraih sesosok tubuh yang biasa didekapnya. Namun alangkah terkejutnya ia saat tak mendapati Changmin di sisinya.
Yunho mendudukkan dirinya sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Dan sudut matanya berhenti pada sebuah kotak kado dengan cupcake manis berada di atasnya.
Sambil tersenyum senang, Yunho meletakkan cupcake buatan tangan Changmin untuk ia makan nanti, dan mengambil kotak kado ke atas pangkuannya.
Namun senyum bahagia itu luntur seketika saat Yunho melihat apa isi kado itu.
Sekuntum mawar putih yang sudah layu (yang Yunho yakini sebagai bunga pemberiannya pertama kali untuk Changmin), sebuah baling-baling berwarna merah, dan sebuah diary yang selama ini menemani malamnya bersama Changmin.
Yunho tentu ingat semua benda-benda itu.
Karena memang semua benda itu adalah pemberiannya yang kini dikembalikan oleh Changmin.
Dengan tangan yang bergetar, Yunho meraih diary milik Changmin dan membukanya di halaman terakhir yang Changmin tulis.
.
.
Besok aku akan pergi bersama Eomma dan Uchun hyung..
Meninggalkan Yuno hyung, Jae hyung, dan Junsu.. Selamanya..
Ini keputusanku bersama Uchun hyung..
Karena kami sadar, kehadiran kami hanya akan menyakiti perasaan Yuno hyung, Jae hyung, dan terutama Junsu..
Aku juga membuatkan Yuno hyung cupcake kesukaannya sebagai hadiah sekaligus permintaan maafku..
Semoga ia mau memaafkanku.. Semoga..
Aku berharap, dengan kepergian kami sekeluarga bisa merubah segalanya menjadi seperti dulu di saat kami tidak ada..
Dimana Yuno hyung dan Jae hyung saling mencintai..
Dimana Yuno hyung dan Jae hyung selalu memperhatikan Junsu..
Walaupun sebenarnya berat untuk kami meninggalkan mereka..
Karena aku dan Uchun hyung sudah menganggap Junsu sebagai sahabat sekaligus kerabat..
Karena aku tahu Uchun hyung sangat mencintai Jae hyung..
Dan aku..
Sangat mencintai Yuno hyung..
.
.
Tes
"Chami..."
Tes
Air mata tak berhenti mengalir di rahang tegas Yunho setelah membaca buku harian milik Changmin.
Setelah Yunho berfikir bahwa ia telah mendapatkan Changmin seutuhnya semalam, ia tak menyangka bahwa Changmin akan pergi meninggalkannya.
.
..
...
...
"Kau sudah selesai, Changminnie?"
Yoochun menghampiri Changmin yang baru saja selesai melakukan boarding pass pada barang-barang bawaan mereka.
Dan Changmin hanya mengangguk sambil tersenyum manis.
Walaupun begitu, Yoochun dan Eomma-nya tahu, bahwa itu adalah senyum yang mengandung luka. Membuat Yoochun tak tahan untuk memeluk Changmin dengan lembut.
"Semuanya akan baik-baik saja.. Percaya pada hyung.." bisik Yoochun dalam pelukannya.
"Ayo!"
Yoochun melepas pelukannya pada Changmin untuk mengacak surai cokelat madu milik Changmin dengan lembut.
"Eomma yakin kita akan bahagia bersama, sayang.." ucap Ny. Park sambil menggenggam tangan Changmin dan mengelusnya lembut.
"Ne, Eomma.." ucap Changmin lembut sebelum Ny. Park akhirnya berjalan berdampingan dengan Yoochun di depannya.
Selangkah Changmin berjalan, ia kembali menghentikan langkahnya untuk berbalik menghadap pintu masuk bandara.
Berharap Yunho, Jaejoong, atau bahkan Junsu menyusulnya dan menghentikan niatannya untuk meninggakan negeri ginseng itu.
Tapi kenyataan membuat hatinya penuh sesak...
Karena tak satupun di antara mereka yang datang menghentikan kepergian Changmin...
Changmin memejamkan matanya yang terasa panas sambil menghirup banyak-banyak oksigen ke paru-parunya.
Kemudian menghembuskannya perlahan sambil membuka mata dan membalikkan badannya menyusul langkah Yoochun dan Ny. Park.
Selamat Tinggal
'Kumohon... Jangan tinggalkan aku..'
.
.
.
.
.
END
...
..
.
Daan berakhir dengan YooMin..?
.
.
.
Just Kidding! Kekeke~
Today, HAPPY BIRTHDAY JUNG YUNHO, MY LEADAAA, MY LOVER, MY IMAGINATION! Semoga makin imut, makin gendut, makin chubby, makin buncit. LOL *doanya aneh*
Tak lupa, nanachan ucapkan terima kasih untuk reviewer di chapter 10 kemarin:
afifah. kulkasnyachangmin, Taeripark, jaejae, R, danactebh, Si Silent Reader, s4kur4h4n4, imdying, Zarah, mun, changdolliechangminnie, Lovy, homin lover, R4, shin min hyo, upiek, ajib4ff, kame chan, hoshinoAya, You know who, Guest, banzaianime80, hominoid, ia tania, aoi ao, yunlicha, meybi, PedoYun, dhian930715ELF, GaemGyu92, Rie, zarah
Seneng deh kalo byk yg review. hihii
Setelah di akumulasikan hasil voting dari chapter 1-10, hasilnya adalah sebagai berikut:
1. [HoMin] 2. [YooMin, ChunJae] 3. [YunJae]
Dan yang voting itu pastinya pembaca ff ini, jadi bukan maunya nanachan buat ini jadinya pair siapa. Oleh karena itu, harap dimaklumi dan dimengerti jika pada akhirnya, voting terbanyaklah yang akan dipertemukan pairingnya. Bukan karena nanachan YunJae hater atau Jae hater Zzzzzz -.-" Malah sebaliknya, aku ngefans bgt sama Jaejoongie ^.^
Oh ya untuk yunochami, ff requestnya udah aku publish dgn judul Amethyst.
Last, masih ada kesempatan terakhir nih buat yang mau merubah ending!
Keep reading! Keep voting!
And..
.
.
.
.
.
TBC to the Last Chapter!
