"Mi, Sungmin bisa mati kalau kau terus memeluknya seperti itu," Kyuhyun berdecak melihat kelakukan Zhoumi yang sedari tadi tidak mau melepaskan pelukannya terhadap Sungmin. Sementara Sungmin, hanya bisa tersenyum bahagia menerima pelukan dari pemuda jangkung di depannya. Ya, dia bahagia. Pada akhirnya, Zhoumi tidak lagi merasa kesal terhadapnya. Pada akhirnya, Zhoumi tidak lagi melihat dirinya sebagai musuh. Dan tentu, pada akhirnya…ia bisa menganggap Zhoumi sebagai temannya lagi.
Zhoumi melepaskan pelukannya, kemudian menatap datar kearah Kyuhyun setelah itu.
"Kau cemburu, Kui Xian?" tanya pemuda berambut merah itu tanpa pikir panjang. Dan hal itu berhasil membuat wajah Kyuhyun menghangat tiba-tiba.
"Tidak sama sekali," bela Kyuhyun, sebisa mungkin menutupi perasaan gugupnya di hadapan Sungmin. Dia tidak merasa cemburu memang. Hanya saja, Kyuhyun tidak dapat membohongi dirinya kalau ucapan Zhoumi tadi, agaknya berhasil membawa rasa canggungnya muncul kembali.
"Benarkah?" tanya Sungmin tiba-tiba. Tatapan yang ia berikan pada Kyuhyun, sama sekali tidak menyiratkan kalau ia terkejut dengan jawaban Kyuhyun tadi. Sungmin menyeringai kecil. Kedua tangannya menangkup wajah Zhoumi yang masih berdiri di hadapannya dengan tiba-tiba, lalu mendekatkan wajahnya sendiri dengan wajah pemuda jangkung itu. "Kalau begitu…"
"Kau tidak ingin Henry membunuhmu, bukan?" Kyuhyun menjauhkan wajah Zhoumi dari wajah Sungmin seketika, ia sudah tidak bisa bersikap santai seperti tadi tentu saja. Pandangan Kyuhyun menatap lurus pemuda berambut orange di depannya. Sementara Zhoumi, menyandarkan tubuhnya pada kusen pintu di belakangnya—setelah berhasil menjauhkan tangan Kyuhyun dari wajahnya sendiri.
Sungmin berdecak pelan, kemudian menghindar dari tatapan yang diberikan Kyuhyun kepadanya. Ia kembali menatap Zhoumi setelah itu. "Apa kau yakin tidak mau ikut?"
Zhoumi menggeleng, kedua tangannya menyilang di depan dada. "Aku ada janji dengan Henry," jawabnya.
Sungmin hanya ber-hmm kecil merespon jawaban Zhoumi sembari mengangguk-anggukkan kepalanya secara perlahan. "Baiklah," ucapnya tiba-tiba. Ia pun tersenyum pada pemuda berambut merah di depannya. "Aku senang kita berteman kembali, Mi."
Zhoumi membalas senyuman Sungmin sembari berkata, "Sama hal-nya denganku, Sungmin."
.
.
.
"Jadi…kau tidak cemburu ketika Zhoumi terus memelukku, tapi kau cemburu ketika aku mencoba untuk menciumnya, eh?" Sungmin menyeringai kecil ketika pemuda di sampingnya berusaha menghindar dari tatapan matanya.
Kyuhyun memilih untuk memfokuskan pandangannya pada penunjuk lantai lift—berharap kalau mereka cepat sampai di basement dan bertemu Yesung juga Kibum yang tengah menunggu mereka sehingga Sungmin bisa berhenti menggodanya dengan kata-katanya yang seperti itu karena hell, yeah, Kyuhyun memang sedang berusaha meredam rasa cemburunya yang muncul tiba-tiba ketika ingatan tentang Sungmin-yang-mencoba-mencium-Zhoumi kembali hadir di dalam otaknya.
"Cute."
"Eh?" Kyuhyun mengalihkan pandangannya seketika, menatap kearah pemuda disampingnya kini dengan heran. "Apa maksudmu?"
Sungmin mendengus geli, satu tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya sendiri kali ini. Sementara tubuhnya masih sama seperti tadi, bersandar pada sisi lift di belakangnya.
"Siapa yang menyangka kalau kau terlihat cute ketika kau menatap penunjuk lantai seperti itu, Kyuhyun," Sungmin membalas tatapan pemuda disampingnya itu. Sebuah senyuman kecil terukir di sudut bibirnya. "Kau menatapnya dalam diam, namun kau tetap tidak bisa menyembunyikan perasaan gelisahmu. Apa kau secanggung itu ketika kau berhadapan denganku?"
Kyuhyun berdecak kecil. "Aku tidak secanggung itu," balasnya. Ia mengalihkan pandangannya kearah pintu lift kali ini. "Dan satu-satunya yang pantas dengan sebutan 'cute' itu…kau, Min," gumamnya pelan.
Sungmin tersenyum sekali lagi mendengar ucapan Kyuhyun.
"Aku suka saat kau memanggilku Min," Sungmin pun mengalihkan pandangannya kearah pintu lift. Sama seperti Kyuhyun. Ia menghela nafas panjang setelah itu. "Meskipun aku tahu kalau kau pernah memanggil Minsung dengan sebutan yang sama, tapi aku tidak masalah dengan hal itu," lanjutnya lagi.
"A-aku tidak akan memanggilmu seperti itu kalau kau tidak menyukainya," Kyuhyun menatap pemuda disampingnya sekali lagi. Rasa bersalah muncul dibenak Kyuhyun tiba-tiba. Dan Sungmin pun kembali menatap Kyuhyun.
"Aku bilang aku menyukainya," ucap Sungmin tiba-tiba, pandangannya tertuju pada kancing kemeja Kyuhyun sekarang. Sementara satu tangan di dalam saku celananya itu, kini terkepal erat—mencoba meredakan rasa gugupnya yang muncul tiba-tiba. "Aku…aku suka suaramu saat kau…memanggilku seperti itu."
Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya ketika Sungmin bersikap seperti itu padanya. Ia tidak pernah menyangka kalau Sungmin…ternyata juga bisa menunjukkan sikap canggung di hadapannya. Namun hal yang paling mengejutkan dirinya adalah apa yang ia tangkap dari ucapan Sungmin tadi.
Bunyi 'ting' dari pintu lift yang terbuka, menyadarkan keduanya dari keheningan yang sempat menyerang mereka. Kyuhyun mengalihkan pandangannya seketika kearah pintu itu, sebelum akhirnya memutuskan untuk melangkahkan kakinya keluar—meninggalkan Sungmin yang masih terpaku diam di dalam lift tersebut.
Sebuah senyuman tipis terukir di bibir Kyuhyun.
.
.
.
"Sudah ku bilang ini akan menyenangkan!" Sungmin berseru senang dengan dua tangannya yang terangkat di atas udara. Foxy eyesnya mulai mengitari, menatap ke setiap sudut tempat festival yang berada di depan matanya.
"Kita bahkan baru sampai," Yesung mengekor, mendekat kearah Sungmin yang telah berjalan lebih dulu. "Hey, Sungmin! Jangan sampai tersesat!" lanjutnya kemudian dan berhasil membuat beberapa orang di sekeliling mereka menoleh seketika.
Sungmin menatap tajam kearah Yesung. Sementara pemuda yang menerima tatapan itu hanya menyengir dan memberi tanda 'peace' dengan dua jarinya.
"Apa kau pernah ke festival seperti ini, Kyuhyun-sshi?" Kibum membuka suara, bertanya pada pemuda yang kini berjalan di sampingnya.
"Hm?" Kyuhyun menolehkan pandangannya pada sang penanya, cukup terkejut ketika Kibum memanggil namanya. Setelah itu ia pun ganti menatap ke sekelilingnya. Ikut mengamati tempat festival, sama seperti Sungmin. Lalu ia menggelang pelan. "Tidak, Kibum-sshi."
Kibum terdiam sejenak sebelum kembali berkata, "Sungmin sangat suka festival seperti ini"
Kyuhyun tersenyum sekilas, "Benarkah?" pandangannya tertuju pada Sungmin yang kini tengah berusaha menghiraukan Yesung. Sementara Kibum hanya menggumam kata 'hmm' sebagai respon.
Mereka sama-sama terdiam setelah itu. Kedua mata Kyuhyun masih memandang Sungmin yang berjalan cukup jauh di depannya. Kyuhyun tahu kalau ia tidak cukup pintar dalam mencari topik pembicaraan. Terlebih dengan Kibum—seseorang yang baru saja dikenalnya.
Perkenalannya dengan Kibum tidak cukup buruk, Kyuhyun mengakui. Meskipun ia sendiri telah mengetahui siapa Kibum. Dan meskipun ia tahu kalau Kibum sangat mencintai Sungmin. Kyuhyun sama sekali tidak pernah berkeinginan untuk menganggap Kibum sebagai rivalnya. Namun, hal itu juga bukan berarti ia bisa dengan mudah menanggap KIbum sebagai temannya. Karena hubungan pertemanan itu sendiri tidak bisa terlahir dalam waktu yang singkat, tidak juga terlahir hanya karena mereka telah berkenalan satu sama lain. Ada beberapa tahapan tersendiri, ada waktu yang mesti terbuang, sampai kau bisa mengakui kalau kau memang berteman dengan seseorang yang telah kau kenal.
Kyuhyun menatap heran Sungmin yang tiba-tiba saja berbalik dan berjalan kearahnya. Matanya sedikit melebar, menangkap sosok pemuda di belakang Sungmin yang kini tengah menghampiri dan nampak tengah memanggil-manggil Sungmin.
"Jungmo?" Kibum menggumam pelan. Dan itu cukup membuktikan kalau bukan hanya Kyuhyun yang sejak tadi memperhatikan Sungmin.
.
.
.
"Aku tidak menyangka akan bertemu dengan kalian disini," Jungmo memutuskan untuk mendudukkan dirinya setelah menarik sebuah kursi di dekatnya. "Oh, dan Kibum, sejak kapan kau tiba di Korea?"
Kibum menyudahi kegiatan minumnya dan menoleh kearah Jungmo seketika. "Beberapa hari yang lalu," jawabnya singkat.
"Ah, Aku mengerti…" Jungmo mengangguk pelan dan menggumamkan nihongo yang ia sendiri yakin kalau Kibum pun mengetahui artinya.
Mereka berada di sebuah kedai takoyaki kini. Yesung yang memutuskan bahwa mereka harus mencari tempat untuk beristirahat dan mengobrol. Beruntung karena terdapat kedai takoyaki yang sepertinya cukup mempunyai banyak tempat bagi mereka yang menginginkan untuk beristirahat. Well, acara puncak Japanese Festival yang tengah mereka datangi memang tidak akan dimulai sampai malam tiba. Jadi, mereka masih mempunyai beberapa jam ke depan sampai acara puncak itu dimulai.
"Jadi, apa kalian sering datang ke festival seperti ini di Korea sebelumnya?" Jungmo mengalihkan pandangannya pada Sungmin yang tengah duduk di samping Kibum.
"Sejujurnya, tidak," Sungmin menatap Kyuhyun yang berada di samping Jungmo. Sedikit tersenyum tipis ketika Kyuhyun membalas tatapannya. "Aku tidak tahu kalau di Korea terdapat festival seperti ini sampai Kibum mengajakku."
Jungmo berdecak pelan, "Seharusnya kau menatapku, Sungminnie," ujarnya pada pemuda berambut orange di depannya. Cukup sadar kalau Sungmin tidak sedang menatap kearahnya ketika menjawab pertanyaannya tadi.
"Apa?" Sungmin pun mengalihkan pandangannya seketika, menatap kearah Jungmo. Dan ia pun berdecak kecil. "Cosplayer di sebelah sana lebih menarik perhatian dari pada kau, Jungmo," elaknya dengan nihongo lagi. Sama seperti yang dilakukan Jungmo tadi.
"Kau membuatku cemburu," ucap Kibum tiba-tiba pada Sungmin. Tentu ia mengerti betul apa yang tengah diucapkan oleh Jungmo dan Sungmin.
Sementara Jungmo hanya mendengus geli, dan kembali menatap Sungmin dengan tatapan Aku-tahu-siapa-yang-kau-tatap-sebenarnya, bodoh.
"Aku rasa aku akan mencari sesuatu untuk dimakan," Yesung bangkit dari duduknya seketika—lebih memilih untuk mengurus rasa laparnya ketimbang mendengarkan pembicaraan yang sama sekali tidak ia mengerti.
"Yesung-san, boleh aku ikut denganmu?" ucap Kibum tanpa sadar dengan nihongo-nya. Sementara Yesung hanya menoleh kearah Kibum dengan tatapan bingung.
"Kau berbicara padaku, Kibum-sshi?" Yesung kembali bertanya. Meskipun ia sama sekali tidak mengerti nihongo, namun ia tahu kalau Kibum sempat memanggil namanya tadi.
"Maaf, aku tidak sengaja menggunakan bahasa jepang tadi," balas Kibum sembari bangkit dari duduknya juga. "Boleh aku ikut denganmu? Karena aku juga sangat lapar," tambahnya.
"Tentu," sahut Yesung. Kemudian ia pun mengalihkan pandangannya kearah Kyuhyun. "Apa kau ingin ikut dengan kami, Kyuhyun?"
Kyuhyun menoleh kearah Yesung seketika, sementara Sungmin kini kembali menatap Kyuhyun dalam diam.
"Aku rasa tidak," Kyuhyun membuka suaranya, merespon pertanyaan Yesung. "Tapi, mungkin aku akan ke toilet sebentar," lanjutnya lagi.
"Ah…panggilan alam…" gumam Yesung. Dan Kyuhyun hanya bisa berdecak pelan sebelum akhirnya memutuskan untuk melangkahkan kakinya menuju toilet.
.
.
.
"Lima belas menit berada di toilet, kau benar-benar ingin aku menjemputmu, bukan?"
Kyuhyun terlonjak kaget saat menyadari seorang pemuda yang entah sejak kapan sudah berada di sampingnya itu. "S-sungmin? sejak kapan kau berada disini?" tanyanya pada pemuda yang sempat mengejutkannya tersebut.
Sungmin berdecak kecil, "Mungkin kalau tatapanmu tidak terfokus pada benda bodoh itu…" Sungmin sedikit mengambil jeda dan menunjuk westafel di depannya. "…kau akan sadar kalau sejak lima menit tadi aku mengamatimu."
Kyuhyun terdiam. Apa dia se-autis itu pada westafel di depannya sehingga tidak menyadari kehadiran Sungmin lima menit tadi?
Kyuhyun menggeleng pelan, mengusir pertanyaan bodoh yang entah kenapa muncul tiba-tiba di pikirannya.
"Apa kau sangat menyukai toilet sampai kau menghabiskan lima belas menitmu disini?" Sungmin kembali membuka suara, sementara Kyuhyun hanya bisa berdecak mendengarnya.
Kyuhyun berjalan kearah mesin pengering tangan dan mengeringkan tangannya sendiri yang kenyataannya masih dalam keadaan basah itu. "Aku tidak tahu kalau banyak orang yang berpikiran sama denganku tentang pergi ke toilet," ucapnya.
Sungmin menatap ke sekelilingnya, kenyataannya toilet itu tengah sepi sekarang. Ia berdecak kecil setelah itu.
"Aku tahu sekarang memang sepi. Tapi aku tidak berbohong padamu, kau tahu?" Kyuhyun membuka suaranya lagi, takut kalau Sungmin mungkin tidak mempercayai kata-katanya.
Sungmin menatap pemuda di depannya dalam diam dan memutuskan untuk berjalan mendekat kearahnya. "Kau tahu, Kyuhyun-ah…"
Kyuhyun berjalan mundur tiba-tiba, yang kemudian ia sesali karena tubuhnya justru tersudut pada dinding di belakangnya.
"Mungkin…mungkin sebaiknya kita segera kembali bersama yang lain," ujar Kyuhyun pelan—merasa kurang nyaman dengan tatapan Sungmin yang diberikan kepadanya. Namun, Sungmin nampaknya memilih untuk mengabaikan perkataan tersebut dan tetap melangkahkan kakinya mendekat kearah Kyuhyun.
Sungmin menghentikan langkahnya ketika ia rasa jaraknya dengan Kyuhyun telah menipis—setidaknya jika hal itu dilihat dari jarak mereka berdiri sekarang. Foxy eyesnya mengamati wajah pemuda di depannya dengan perlahan. Seperti tidak membiarkan satu inci pun terlewati begitu saja.
Sungmin tersenyum tipis kemudian, "Mungkin kau benar…" gumamnya.
"A-apa?" tanya Kyuhyun tidak mengerti.
"Mungkin memang sebaiknya kita segera kembali," jawab Sungmin, singkat. Ia memutuskan untuk menjauhkan diri dari Kyuhyun setelah itu. "Walaupun aku sangat ingin menghabiskan waktuku lebih lama denganmu, tapi akan lebih baik kalau kita segera kembali sebelum mereka berpikir kalau kita tersesat," lanjutnya sembari tertawa pelan.
Kyuhyun menatap diam pemuda berambut orange di depannya. Ucapan Sungmin yang baru saja di dengarnya itu, membuat dirinya nampak seperti orang bodoh yang seketika kehilangan kata-katanya. Dan nyaris membuat pikirannya blank untuk sepersekian detik sebelum akhirnya tersadar kembali.
"Bisakah seperti itu…" ucap Kyuhyun tiba-tiba, tersadar penuh dengan apa yang tengah diucapkannya. "Bisakah kau menghabiskan waktumu lebih lama hanya denganku?"
Sungmin terdiam sejenak sebelum kembali tersenyum pada pemuda di depannya dan berkata, "Kita lihat apa aku punya kesempatan itu hari ini, Kyuhyun-ah," Sungmin mengamit satu tangan Kyuhyun kemudian. "Tapi, mungkin lebih baik kalau kita segera kembali sekarang."
.
.
.
Sungmin menarik satu kursi lagi, lalu menaruhnya tepat disamping kiri Kyuhyun. Ia mendudukkan dirinya disana setelah itu dan tersenyum pada Kibum yang kini tengah menatapnya.
Kibum membalas dengan senyuman tipisnya—dan berusaha melenyapkan pertanyaan yang muncul tiba-tiba di dalam pikirannya. Tangannya bergerak mendorong satu piring sushi yang baru saja dibelinya tadi kearah Sungmin.
"Kau membelikannya untukku?" Sungmin bertanya, menerima sushi yang diberikan Kibum untuknya. Dan Kibum pun menggumamkan 'yeah' sebagai jawabannya.
"Thanks," Sungmin tersenyum sekali lagi pada pemuda di depannya.
"Kau juga harus berterima kasih pada Yesung-sshi," ucap Kibum kemudian. Ia terdiam sejenak sebelum kembali berkata dengan nihongo, "Karena dia yang menggantikanku mengantri untuk mendapatkan sushi itu."
"Ah…begitukah…" Sungmin menggumam. Lalu menatap Yesung yang berada di samping kirinya tersebut. Sementara pemuda yang ditatap justru lebih memilih menyibukkan diri pada takoyaki di depannya.
Jungmo berdehem pelan tiba-tiba sebelum Sungmin sempat mengucapkan terima kasih pada Yesung.
"Kalian pasti sedang double date," Jungmo membuka suara. Tentu hal tersebut membuat ke-empat pasang mata disekitarnya menatap kearahnya seketika. Termasuk Kyuhyun sendiri yang entah kenapa sejak tadi juga lebih memilih menyibukkan diri pada takoyaki di depannya—sama seperti Yesung.
"Apa?" tanya Yesung dengan bodohnya.
Jungmo menepuk tangan satu kali. "Ah! Jadi benar!" ucapnya riang.
"Jungmo hyung…"
"Tch, kau tidak perlu menutupinya, Kibum," Jungmo menyela kembali. "Kau sangat serasi dengan Yesung, kau tahu?"
"A-apa?" Tanya Kibum membelalakkan matanya. Sementara Kyuhyun dan Sungmin saling berpandangan kini, tidak pernah menduga sama sekali kalau Jungmo bisa mempunyai pikiran seperti itu.
"Apa kenapa?" Jungmo menyilangkan kedua tangannya. "Menurutku, kau dan Yesung sangat serasi. Itu saja," ucapnya sembari tersenyum lebar.
"Jungmo," Yesung membuka suara, pada akhirnya mengakhiri kebisuannya setelah mendengar ucapan Jungmo tersebut. "Kami tidak sedang double date," jelasnya singkat.
"Dia benar," tambah Kibum. "Lagipula…kalaupun kami sedang double date. Tentu aku akan berkencan dengan Sungmin," ucapnya lagi.
Kyuhyun berdecak kecil, "Dan mungkin aku akan berkencan dengan Yesung."
"What the hell," Sungmin dan Yesung merespon bersamaan—membuat Kibum juga Jungmo menatap heran keduanya.
Di satu sisi, Kyuhyun pun lebih memilih untuk menyibukkan diri pada takoyaki di depannya kembali. Ada perasaan kesal tersendiri yang tiba-tiba menyelimuti dirinya saat mendengar perkataan Kibum tadi. Dan Kyuhyun harus mengakui kalau ia tidak begitu menyukainya.
"Hoi, Jungmo!"
Seorang pemuda berseru dari kejauhan—dan hal tersebut membuat Jungmo serta ke-empat temannya itu menoleh seketika kearah si pemilik suara.
"Jay?" Kibum membulatkan matanya, lalu kembali menatap Jungmo. Dan Jungmo pun menyengir membalas tatapan Kibum.
"Aku sudah menduganya sejak tadi," ucap Sungmin tiba-tiba, sementara Kyuhyun dan Yesung saling berpandangan kini—tidak mengerti dengan arti kedatangan pemuda bersetelan rock yang tertangkap oleh pandangan mereka.
"Well, aku membutuhkan bantuan Kibum kali ini," ujar Jungmo.
"Aku tidak mau," Kibum menyilangkan kedua tangannya.
"Oh, ayolah," Jungmo meninju pelan lengan Kibum sebelum kembali berkata, "Aku mempunyai sedikit masalah dengan kostum visual kei milikku..."
"Dan juga make-up," sambung Jay tiba-tiba. "Kau tahu Jungmo sangat payah dalam bermake-up, bukan? Bahkan hanya untuk urusan bedak sekalipun."
"Kau tidak harus membongkar semuanya, hyung," Jungmo menepuk dahinya sendiri, cukup keras.
Sungmin mendengus geli, ia tahu betul bagaimana Jungmo yang selalu berusaha membujuk Kibum untuk memberinya make-up setiap kali mereka datang bersama ke festival-festival cosplay dan band di Jepang dulu. Well, sejujurnya, Sungmin pun sudah menduga dari awal sejak pertemuannya dengan Jungmo tadi. Bahwa temannya itu, pasti akan ikut ambil bagian untuk memeriahkan festival seperti ini. Dan kemunculan Jay—yang juga merupakan teman lamanya—membuat Sungmin semakin yakin dengan dugaannya.
"Mereka akan ikut ambil bagian di festival ini," bisik Sungmin di telinga Kyuhyun. Dan Kyuhyun hanya menggumam kata 'oh' kecil sebagai respon—setidaknya kini ia mengerti kenapa pemuda bernama Jay tersebut bersetelan seperti itu.
"Jay itu mantanku," canda Sungmin pada Kyuhyun yang detik itu juga disesalinya, karena sepertinya Kyuhyun cukup terkejut dan mengakibatkan kepala mereka saling beradu satu sama lain. Salahkan jarak mereka yang terlalu dekat.
"Kau ingin ikut ke backstage bersama kami, Sungmin?" Jay kembali membuka suara, menoleh kearah pemuda berambut orange yang baru saja merasakan insiden benturan kepala tadi.
Sungmin sedikit mengusap-usap kepalanya pelan—sama seperti Kyuhyun—sebelum akhirnya berkata, "Mungkin aku akan menunggu disini sampai kalian tampil nanti."
Kibum menatap Sungmin dalam diam. Lalu ganti menatap Kyuhyun yang juga masih sibuk mengusap kepalanya itu. "Kalau begitu aku juga akan menunggu disini," ujarnya tiba-tiba.
"Tidak, Kibum. Kau benar-benar harus membantuku sekarang," Jungmo bangkit dari duduknya seketika dan menarik Kibum tiba-tiba—sehingga Kibum pun ikut bangkit dari kursinya kini.
"Tapi, aku tidak ingin pergi kalau Sungmin tidak pergi denganku."
"Baiklah," Sungmin membuka suaranya kembali, lalu bangkit dari duduknya. "Kalau begitu aku akan—" dan kata-katanya terpotong seketika saat Kyuhyun menarik tangannya dari bawah dan membuatnya terduduk kembali di kursinya.
Sungmin bisa merasakan Kyuhyun yang kini justru mengenggam tangannya dengan erat dari bawah meja. Ia bisa menangkap pesan itu. Pesan yang ingin disampaikan oleh pemuda disampingnya kalau ia tidak boleh pergi.
"Aku…aku akan menyusulmu nanti, Kibum," ucap Sungmin pada pemuda di depannya. Dan ia bisa menangkap raut kekecewaan pada wajah Kibum setelah itu.
"Aku akan menemanimu kalau kau mau," Yesung membuka suara tiba-tiba. Lalu ia pun memutuskan untuk bangkit dari duduknya dan mendekat kearah Kibum. "Sungmin bisa menyusul nanti setelah ia menghabiskan sushi-nya, bukan?" tambahnya lagi dengan tangan yang kini menepuk-nepuk pelan pundak Kibum.
Kibum terdiam, tatapannya sempat tertuju pada aspal di bawahnya sebelum akhirnya kembali bertemu pandang dengan foxy eyes di depannya.
"Aku akan menunggumu," ucap Kibum. Dan ia pun memberikan seulas senyuman pada Sungmin sebelum melangkahkan kakinya—pergi bersama Yesung dan kedua temannya tersebut.
Sungmin menatap punggung Kibum yang semakin menjauh dalam diam, kemudian terkejut seketika saat Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya dan menariknya pergi dari tempat itu.
.
.
.
"Kyuhyun."
Kyuhyun memilih untuk mengabaikan panggilan Sungmin dan meneruskan langkah kakinya, menjauh dari tempat dimana mereka sempat beristirahat tadi.
"Kyuhyun, berhenti disini," ucap Sungmin sekali lagi. Namun, nampaknya Kyuhyun masih tidak mau mendengarkan dan justru terus menariknya pergi entah kemana.
"Kyuhyun!"
Kyuhyun menghentikan langkah kakinya seketika, lalu membalikkan tubuhnya setelah itu. Kedua orbs hitamnya menatap lurus foxy eyes di depannya.
"Aku ingin bersikap egois untuk kali ini saja, Sungmin," ucap Kyuhyun tiba-tiba. "Aku ingin kau menghabiskan waktumu lebih lama denganku. Hanya denganku."
.
.
.
To be Continued
.
.
.
