Chapter 11 update. Happy reaading. And

HOPE YOU LIKE IT


Story of Konoha High School

Chapter 11

(Nyasar Moment)


Jam sudah menunjukka pukul 12 malam. Siswa-siswi KHS sudah tidur di tenda yang dipersiapkan oleh team pembuat tenda tadi. Mereka semua sudah terlelap oleh mimpi seram masing-masing. Kenapa? Karena itulah efek jadi budaknya Anko. Kalo gak insomnia pasti mimpi buruk seburuk-buruknya mimpi buruk, yow dawg.

Sekedar informasi, setiap tenda berisi maksimal 4 orang. Dan tiap tenda itu tidur bareng siapanya diacak pakek undian. Dan inilah daftar pembagian tendanya team Akatsuki:

1. Pein, Nowan, Kakuro, Kakuzu

2. Konan, Nanami, Harumi, Temari

3. Kisame, Lee, Gaara, Rei

4. Itachi, Juugo, Sai, Neji

5. Deidara, Sasori, Kiba, Naruto

6. Tobi, Sasuke, Hidan, Zetsu

Malam ini Deidara kena insomnia, alias gak bisa tidur. Tapi bukan karena efek jadi budaknya Anko, tapi karena pensi tadi. Ia hanya menatap langit malam yang penuh dengan bintang itu (Asek asek joss!). Rasanya shock dan kecewa melihat Rei nembak Honoka. Saking galaunya, Deidara nyanyi pakek nada sumbang. Sampai-sampai Sasori terganggu acara tidur cantiknya.

"Kenapa ter~jadi, un, kepada di~riku, un, aku tak percaya kau menduakanku~ un!" nyanyi solo Deidara.

"Woi! Ngapain lu malem-malem gini nyanyi pakek nada sumbang lo?" tanya Sasori dengan mata setengah melek.

"Galau, un!" jawab Deidara seadanya sambil menghela nafas.

"Cieilah, pakek galau segala! Emangnya elu udah jadi pacarnya sampek elu ngerasa diduain?" tanya Sasori sambil ngegoda dikit.

"Dafuq! Ngejleb!"

Sasori nyamperin Deidara yang duduk di depan tenda. "Gue temenin,"

"Makasih, un." Deidara mewek karena betapa perhatiannya Sasori padanya.

"Gak usah nangis nyet!"

"Anjis! Gue cabut ucapan terima kasih gue, un!"

"KAREPMU!"

Dua sohib itupun akhirnya saling berbagi cerita. Mereka berdua tertawa tapi gak keras-keras, takut kena anteman Tsunade. Dua sohib itu juga melihat langit malam berbintang bersama-sama sambil rangkulan. Lalu tanpa mereka sadari, wajah mereka semakin mendekat, lebih dekat, lebih dekat, dan mereka melakukan sesuatu yang FANAS!

STOP!

Ini bukan FF DeiSas!

Abaikan paragraf di atas!

Yang bener yang ini! *tunjuk bawah*

Deidarapun curhat tentang masalahnya gak bisa tidur ke Sasori. Sasori sebagai teman seperjuangan memberi saran walaupun agak mencleng. Mereka kalau ngomong ditambahin kata-kata kasar kayak nama hewan sekebun binatang dsb.

"Eh, nyet, un! Jadi gue harus gimana, un?" tanya Deidara sambil ngupil pakek jari kelingking.

"Tembak aja keless! Dasr beruk, lo!" jawab Sasori rada nge-alay.

"Tembak-tembak, gue, kan, jadi nggak enak sama Rei, un! Apalagi gue baru aja deket sama dia seminggu yang lalu, un!" protes Deidara.

Sasori kicep sebentar. "Lu pilih cewek atau sahabat lu, itu tergantung pilihan lu!"

"Tumben lo bisa berkata bijak, un!"

"DAFUQ!" Sasori udah kesel menghadapi Deidara. "Jadi lu pilih mana?"

Deidara mikir sebentar. Tumben dia bisa mikir. Biasanya langsung to the point alias gak pakek mikir. "Daripada persahabatan gue hancur, mending gue gak usah ngecengin si Honoka, deh, un!"

"Gue salut sama lo, bro!" teriak Sasori gaje sambil meluk Deidara kenceng banget sampai kehabisan nafas. "Dei, woi! Dei! Sadar!"

Di samping tenda Deidara terdapat tenda tempat tidur Kisame, Lee, Gaara, Rei. Dan saat itu juga Rei belum tidur, masih merem melek. Rei merenungkan apa yang dikatakan Deidara tadi.

"Lu bener-bener sohib yang baik!" Rei mewek. Niatnya dia pengen memejamkan mata beberapa saat, eh, malah kebablasan sampai pagi.

.

.


.

.

Balenggang pata pata~ Ngana pegoyang pica pica~ Ngana pebody poco poco~

"YO! SEMUANYA AYO BANGUN! KITA SENAM BERSAMA!" teriak Anko pakek megaphone sambil nyetel lagu poco-poco, lagu kesukaan author.

"Masih ngantuk, un!" guman Deidara pelan sambil meluk teddy bear-nya Sasori. Maklum tadi dia tidur jam 2 pagi dan sekarang masih jam 5.

"GAK SENAM SAYA SIAPKAN PEMAKAMAN KALIAN!" ancem Anko pakek megaphone sambil terus senam. "IKUTI SAYA!"

Detik itu juga semua murid udah ada di belakang Anko dengan wajah pucat pasi sambil niruin gaya gerakannya Anko. Wajah Sasori kusut, matanya Deidara gak bisa dibuka karena ngantuk, keriput Itachi makin tambah banyak, Pein, Kisame, Nowan senam sambil pelukan, Hidan, Tobi, Kakuzu, Zetsu menguap terus, Konan yang satu-satunya seger bugar.

Selesai senam warga KHS yang ikut camping mulai jogging di tempat yang terbilang sangat ekstrim. Emang gila memang jogging dipegunungan lewat jalan yang ekstrim, yang mandu juga Anko, setan yang baru keluar dari neraka *dibogem*. Apalagi joggingnya sampai 10 km, itu belum baliknya. Ini, sih, lebih tepatnya disebut marathon daripada jogging. Cuma Lee yang bisa seimbang larinya sama Anko. Banyak juga murid yang nyasar di tengah hutan karena larinya Anko 100km/jam. Salah satunya Sasori dan Harumi.

"Sas, kita dimana?" tanya Harumi takut.

"Gu.. gue gak yakin, tapi kayaknya kita kesasar, deh," jawab Sasori sambil celingak-celinguk.

"APA?!" kaget Harumi, terus langsung peluk lengan Sasori. "Aku takut!"

BLUGH!

"Sas, lu, kok, pingsan! Sas!" panik Harumi melihat Sasori pingsan tanpa sebab sambil mimisan lagi.

Ternyata oh ternyata, Sasori pingsan karena lengannya dipeluk Harumi. Pertahanan Sasori runtuh seketika meninggalkan Harumi yang teriak-teriak untuk bangunin Sasori.

.

Di lain tempat Deidara juga kesasar. Ia dengan begonya teriak-teriak minta tolong sama Sasori dan Harumi.

"Sas, Harumi, bantuin gue, dong, un! Kalian berdua dimane, un? Gue kesasar, nih!" panggil Deidara.

SRAK!

"EMAK!" kaget Deidara saat ada sesuatu muncul dari balik semak-semak. Ternyata itu adalah Honoka yang lagi kesasar juga. Sesaat kedua mata mereka bertemu.

"Eh, elo yang kemarin kena sambit Tsunade-sama, kan?" tanya Honoka. "Kalau gak salah nama lo, Deidara!"

"I.. iya, emang kenapa, un?" tanya Deidara balik.

"Btw, lu juga kesasar, nih?" tanya Honoka.

"He'em, un" jawab Deidara rada cuek dan degdegan.

Honoka tersenyum manis. "Cari jalan keluarnya bareng, yuk!" ajaknya.

Deidara berpikir lagi. 'Dei, lu gak boleh, khianatin Rei, mending lu cari alasan buat melarikan diri darinya, unn!' batin Deidara mulai gelisah.

"Gimana?" tawar gadis berambut biru cerah tersebut sambil tersenyum manis.

"Un, kok, lu gak bareng sama si Rei, un?" tanya Deidara basa-basi.

"Kenapa gue harus bareng sama si Rei, emang dia siapaku?" tanya Honoka balik.

"Bukannya kalian pacaran?" tanya Deidara lagi. Dari tadi dua sejoli ini tanya-tanyaan mulu.

"Itu, kan, dulu!" jawab Honoka.

"Bukannya kemaren dia nembak elu, trus kalian jadian lagi, un?" tanya Deidara.

"Ah, kebanyakan tanya lu! Ayo!" paksa Honoka sambil nyeret lengan Deidara. Jantung Deidara langsung dagdigdugser.

Spontan Deidara megang tangan Honoka yang lagi nyeret tangan kirinya itu. "Maaf, Ka, gue, un, gue, unn, lagi ada urusan, maap ya, bye!" Secepat kilat Deidara lari dari sana meninggalkan Honoka dengan raut wajah kecewa.

"Bo'ong, lu, Dei," gumannya.

.

SRAK! BRAK! BRAK! SRAK! BUGH!

Saking cepetnya dia lari pakek gak merhatiin jalan, akhirnya Deidara jatuh nggelundung dari tebing-tebing yang terjal. Berhubung Deidara gak bisa mati, ia baik-baik saja. Gak ada satu lukapun di tubuhnya. Ajaib!

"Asem, kesandung batu, un!" umpat Deidara sambil pegangin kepalanya yang kebentur.

.

"Sas, hutannya serem!" ucap Harumi pelan sambil rangkul tangan Sasori.

"Tenang, ada gue di sini," balas Sasori yang udah sadar dari pingsannya dan hidungnya disumpel pakek dedaunan. Sekarang ini mereka berdua sedang berjalan menyusuri hutan untuk mencari jalan keluar.

SRAK!

"GYAA!"

"KYAA!"

Saking degdegan plus ketakutan tiba-tiba ada bunyi aneh dari balik semak-semak, reflek Sasori dan Harumi pelukan sampai jatuh di tanah. Posisinya Harumi ada di bawah Sasori. Dan makhluk yang menimbulkan bunyi aneh tadi adalah makhluk astral akatsuki, Pein dan Itachi.

"Lho, kenapa posisi kalian gak enak kayak gitu, sih?" tanya Pein yang baru keluar dari semak-semak.

"Hayo, mau hentaian, ya?" goda Itachi dengan raut wajah kakek-kakek mesum.

"Kampret! Kagak, kok!" sahut SasHaru langsung bangkit dari posisi tidak enaknya.

"Minggat dari sini, yuk!" ajak Pein ke Itachi.

"Iya, daripada jadi obat nyamuk nanti," goda Itachi melenggang pergi bareng Pein.

Sasori blushing. "Euhm, jalan lagi, yuk! Abaikan dua makhluk titisan raja setan itu!"

"E'em,"

.

"AAUOUO! AAUOUO!" teriak Hidan, Kisame, Zetsu, Nowan, dan Tobi kayak tarzan kesasar. Eh, mereka berlima emang kayak tarzan kesasar, sih *dibantai*.

"BERISIK!" teriak Sasuke gak kalah. Sekarang ini Sasuke harus terima kesasar bareng team edan-edan semua itu. Apalagi team edan itu teriak-teriak gak jelas dari tadi.

"Sabar, sob. Gue juga ngenes ngehadepin mereka, kok!" hibur Neji yang kebetulan mengerikan juga kesasar bareng team gak waras tersebut.

"TUTUPEN BOTOLMU! TUTUPEN OPLOSANMU! EMANEN NYAWAMU! OJO MBOK TERUSKE! MERGANE, ORA ONO GUNANE!" Hidan, Kisame, Zetsu, Nowan, dan Tobi entah kenapa bisa bertambah Rei nyanyi lagu oplosan sambil joget ala Soimah.

"Orang gilanya tambah satu lagi, deh," ucap Sasuke pasrah.

"Semoga aja gak tambah lagi!" doa Neji yang langsung diamini Sasuke.

"SUKANYA ABANG INI LIHAT-LIHAT BODYKU YANG SEXY! SENANGNYA ABANG INI INTIP-INTIP KU PAKEK ROK MINI!"

GUBRAK!

Neji sama Sasuke njungkel di tanah karena orang gak warasnya tambah dua lagi, yaitu Lee sama Kakuzu yang entah muncul dari mana, padahal tadi Lee masih sama Anko dan Kakuzu ngitungin duit entah dimana. Apalagi team gak waras itu jogetnya sexy dance (bayangkan!) bikin Neji sama Sasuke serasa nyawa diujung tanduk plus muntah-muntah.

"Jangan nyanyi!" teriak Neji udah kelewat stress. Sementara Sasuke masih tepar.

"Oke," jawab team gak waras itu kompak.

"JUST GIVE ME A REASON, JUST A LITTLE BIT'S ENOUGH, JUST A SECOND WE-RE NOT BROKEN JUST BENT, AND WE CAN LEARN TO LOVE AGAIN!" Neji pasrah, team edan itu malah paduan suara sambil berpose gak jelas dan tambah lagi anggotanya, Naruto dan Kiba.

"Sas, di sana ada jurang. Kita nyemplung ke saa, yuk!" ajak Neji sambil nyeret badannya yang lemes.

"Ayo, daripada dengerin makhluk astral ini menyanyi!" setuju Sasuke.

"BABY COME BACK TO ME! I'LL BE EVERYTHING YOU NEED! BABY COME BACK TO ME! BOY, YOU'RE ONE IN A MILLION!" Mereka nyanyi sambil meluk-meluk Neji dan Sasuke.

'Anjays! Jangan sampek mereka mendadak gay! Bisa-bisa gue diyaoiin, nih! Apelagi si Author rada-rada fujoshi!' batin Sasuke dan Neji sudah menjerit ria.

Dan suasana di hutan itu begitu ramai karena ada konser mendadak. Banyak murid yang kesasar liat pertunjukan musik team edan itu. Neji dan Sasuke udah tepar dari tadi saat dipeluk-peluk sama team edan.

.

"Eh, Nam!" panggil Itachi, Nanami menoleh kebelakang. "Lo liat si Pein gak?" tanya Itachi sambil nyamperin Nanami.

"Enggak," jawab gadis berambut coklat caramel itu. "Bukannya tadi sebelum kesasar elu nempel terus sama si Pein, ya? Dan ngapain elu tanya gue?"

"Tadinya, sih, tadi sebelum belokan tempat dia ilang. Mungkin aja dia sliweran di sekitar sini," jawab Itachi kalem di depan kecengannya.

"Emangnya ini di perumahan, pakek ada belokan segala?" tanya Nanami ketus.

"Oh, iya, kita cari jalan keluar bareng, yuk!" ajak Itachi. Nanami mikir sebentar. "Kagak gue apa-apain, kok!"

"Okelah kalau begitu,"

.

Beralih ke tempat di sebuah air terjun. Di bawah sana terdapatlah dua anak muda yang lagi asik pacaran, eh, nggak ding, maksudnya lagi PDKT.

"Airnya seger, ya!" seru Harumi girang sambil bermain air di sungai yang letaknya tak jauh dari air terjun tersebut.

"He'eh!" sahut Sasori yang main air di pinggiran sungai.

"Sini, Sas! Sungainya cuma sampai lutut, kok, tingginya!" ajak Harumi sambil tersenyum manis membuat Sasori meleleh.

"Euhm, Mi. Besok sore mau gak, gue ajak jalan-jalan ke sebuah tempat? Kemaren malem gue nemuin tempat yang bagus banget!" tawar Sasori dengan raut wajah serius.

Wajah Harumi mendadak memerah. "Baiklah,"

'YES! GUE BERHASIL NGAJAK HARUMI KENCAN!' batin Sasori kegirangan.

Beberapa saat kemudian mereka mulai bermain air, ciprat-cipratan gitu. Main kejar-kejaran, sampai Harumi mau jatuh langsung di tolongi Sasori. Sayang, moment indah kayak gitu hanya bisa sementara aja. Karena...

SWIING! JEBYUR!

Sebuah makhluk tak dikenal jatuh dari atas air terjun mengenai Sasori dan Harumi yang ada di bawahnya. Saking senengnya mereka berdua sampai gak sadar ada makhluk astral jatuh hingga menimpa dua sejoli itu. Makhluk astral itu adalah Deidara yang baru jatuh dari air terjun.

"Puha! Asem gue jatoh dari ketingga berapa meter, ya, un?" tanya Deidara pada diri sendiri tidak sadar ada orang lain di bawah badannya.

"Deidara, hati-hati, dong!" ceramah harumi yang udah naik ke permukaan.

"E.. eto, maaf, maaf, un. Lho, kok ada di sini, un? Sasori mana, un?" tanya Deidara bertubi-tubi.

Harumi hanya menatap seseorang di yang diduduki Deidara dengan hawa menyeramkan. Melihat reaksi Harumi yang menatap ke bawahnya membuat ia juga melirik sesuatu yang dia duduki.

"Eh, Sasori, un!"

"WANJER! Sialan lu, Dei!" umpat Sasori sambil gebukin Deidara, ngekugutsu Deidara, sampai ngebom Deidara dengan kertas peledak.

"Woles, bray! Gue udah gosong, nih, un!" tenang Deidara tapi tak dihiraukan.

"Maaf, Deidara, aku gak bisa bantu," ucap Harumi sambil duduk-duduk di pinggir sungai liat aksi Sasori nonjok-nonjok Deidara.

.

.


.

.

Hari sudah menjelang malam. Dengan semangat 45, mereka semua berhasil menemukan jalan keluar. Anko dengan watadosnya leyeh-leyeh di balkon villa ditemani oleh beberapa makanan lezat. Inginnya, sih, mereka semua gebukin si Anko sampai lecet. Apa daya mereka, mau nyerang dipelototin Anko udah ngompol duluan.

"Punggung gue menjerit, nih!" seru Pein gak jelas.

"Emangnya punggung busa ngeluarin suara?" tanya Konan sweatdrop.

"Bisa, dong, Konan caiyank!" Pein langsung diterbangin Konan begitu tangannya mau grepe-grepe anggota wanita team Akatsuki ini.

..

.

"Jadi, SELAMAT TIDUR SEMUANYA! PERSIAPAN DIRI KALIAN UNTUK TANTANGAN DARI NERAKA BESOK!" seru Tsunade pakek toa colongan.

"TIDAK!"

"Khehehehe!" tawa Tsunade begitu melihat muridnya seperti nyawa mereka sedang berada di ujung tanduk.

TBC, yo?


POTJOK Santai Bersama Saya (SBS)

Yo, ketemu lagi bersama saya, si author yang gak pernah waras! Maaf untuk chapter cerita ane yang kali ini sedikit. Takut kelupaan publishnya, soalnya mumpung inget. Maap sodara-sodara karena chapter kali ini agak absurd.

Chapter selanjutnya adalah chapter spesial. Yaitu, mereka semua nanti akan maen pesbuk. Di tunggu yo!

Oh, iya, met ultah *PLAK* maksud saya. Met Tahun Baru, yeah!

Review's Answer

akbar123 : Kalo gak di jadiin, bisa-bisa ane kena kugutsunya. Tapi ane ngerencanain jadiin Sasori di chapter 20-an dengan cara nembak yang memalukan. Makasih review-nya :*

Fujimoto Miyako : Hehehe, saya telat update karena saya tukang lupa dan tukag males. Makasih karena sudah mau mendukung fiction saya

Hikari Kengo : Iya, gpp. Makasih, qaqa! Lowongan buat OC? Uhm, masih belum ada, saya masih bingung.

[τ̲̅н̲̅a̲̅и̲̅κ̲̅ ч̲̅o̲̅u̲̅] for Read and please Review

.

HAPPY NEW YEAR!