Tak bisakah kau.. sekali saja

Selidiki senyumku yang selalu kuberikan untumu

Mungkin kau tak peduli, tapi

Kau harus tahu

Dibalik senyum ini, tidak selamanya tergambar 'kebahagiaan'...

Kim Ryeosa Wardhani

Present

"Famous Internet Girl"

Rated-T

Comedy, romance, drama, school life

Please enjoy ^_^

Chapter 11

Kyuhyun's pov

Sebenarnya... akhir-akhir ini aku merasa sedikit aneh. Bahkan bisa dikatakan sangat aneh. Ada yang salah dengan diriku.
kemarin, aku banyak menghabiskan waktu untuk persiapan olimpiade. Dan waktu bermainku jadi terforsir. Tapi bukan itu yang menjadi masalahnya. Hanya saja... entah mengapa, saat berada di china kemarin, aku tidak 'memikirkannya'.

Kalian tentu tahulah siapa 'dia' itu. Heechul. Yeoja yang sangat kucinta. Entahlah. Sekarang sedikit demi sedikit, perasaanku kepadanya seakan meluntur. Tak segila saat dulu.
sejak kecil, aku sudah sangat terbiasa dengan kehadiran sosok heechul. Sebentar saja aku berada dalam jarak yang jauh dengannya, rasanya seperti ingin mati saja. Rasa rindu selalu bergejolak didalam dadaku jika sudah mengingatnya. Pada dasarnya, setiap hari, fikiranku selalu saja penuh dengan dirinya. Tapi untuk pertama kalinya, saat di china kemarin aku sama sekali tidak memikirkan sosok yeoja ganas itu!

Ralat. Aku tetap merasakan gejolak rindu yang membara. Tapi... 'objek' yang kurindukan itu... adalah orang yang berbeda.

"kyuhyun-ahh? Kenapa melamun?" seorang yeoja manis dengan rambut dikuncir kuda tiba-tiba muncul dihadapanku. Aku sedikit tersontak kaget dengan kehadirannya. Baru saja aku memikirkan dia, sudah muncul saja. Anak ini akan panjang umur.

"aku tidak melamun. Kau baru datang? Sungmin-ahh..." tanya agak datar.

"ne. Kufikir aku akan terlambat. Ternyata masih belum banyak yang datang. Agak menyesal pergi lebih awal." Keluhnya.

"kau sendiri? Tumben cepat datang? Ah, salah. Tumben 'datang kesekolah' ?" tanya sungmin dengan kalimat... 'sangat menyindir'.

"aisshhh... sekarang aku sudah tobat. Absenku sudah bersih tanpa noda. Dan aku ingin debut menjadi anak yang teladan." Jawabku sedikit kesal. Anak semanis ini tapi mulutnya tajam!

"hehehehe... hanya bercanda boss! Haha pasti itu termasuk kedalam salah satu usahamu untuk mengubah kesan pada 'seseorang' itu kan?" kata sungmin dengan menyeringai menggodaku. Aku hanya tersenyum menatapnya. Malas untuk merespon gurauannya.

Yah, anak inilah yang menguras perhatianku selama aku berada di china. Padahal aku tidak begitu akrab dengannya. Tapi entah mengapa saat di china aku malah merindukannya. Ckck.

"oh ya! Salep yang kau berikan kemarin... aku bingung cara pakainya..." tanya sungmin kemudian. Aku menghentikan langkahku dan menatap lekat wajah sungmin dengan bingung.

"k-kau... tidak mengerti cara pakai salep? Itu hanya tinggal dioleskan langsung ke pipimu yang bengkak. Kau ini... agak bodoh juga ya..."

"YA! Kalau itu juga aku tahu! Masalahnya tutup botolnya itu kenapa rumit sekali? Aku tidak bisa membukanya." Kata sungmin dengan sedikit keras. Dan jangan lupakan wajahnya yang kesal itu. Aku hampir tertawa.

"ah, itu memang rumit. Biar aku tunjukkan caranya nanti. Apa kau bawa?"

"tentu saja tidak." Jawabnya setengah berteriak tanpa menatapku. Masih kesal sepertinya.

"bawalah besok."

"arraseo..." sungmin masih tetap memasang ekspresi kesalnya yang menurutku bukannya seram... malah terlihat lucu. Sebenarnya aku sudah cukup tahu tentang kebiasaannya yang suka mempoutkan bibirnya saat ia merasa kesal. Hanya saja... baru sekarang aku menyadari kalau dia sangat... err... manis! Sial, wajahku rasanya agak memanas. ADA APA DENGANKU?!

"oh?" sungmin tiba-tiba saja menghentikan langkahnya, dan ia seperti kaget akan sesuatu.

"ada apa?" aku pun mengikuti arah pandang sungmin yang sedang melihat 3 anak manusia didepan kelas kami. Ini perasaanku saja atau bagaimana... tapi sepertinya auranya agak mencekam.

Sungmin's pov

GA-WAT!

Aku spontan langsung menghentikan langkahku saat kulihat eunhyuk dan donghae tengah bertatapan... maksudku saling melotot dengan aura yang tidak menyenangkan didepan kelas kami. Dan lagi, ada jessica disebelah donghae! Kulirik kearah sebelahku, kyuhyun juga menghentikan langkahnya, dan kami diam ditempat saat melihat jessica seperti hendak berbicara.

"se-selamat pagi... eunhyuk-ahh..." jessica membuka suara dan menyapa eunhyuk dengan nada gugup sembari memandang eunhyuk dengan takut-takut. Yeoja cantik yang kini telah menjadi kekasih donghae itu tampak mengulas senyum simpul kearah eunhyuk. Dapat kulihat eunhyuk mendecih dan tersenyum meremehkan memandang jessica.

"jangan menyapaku... wanita jalang!"

Jlebb! jessica langsung membeku saat bukan sapaan ramah yang dia dapatkan, melainkan 'celaan' yang sangat keterlaluan dari eunhyuk yang diterimanya. Aku bahkan sangat kaget sampai meringis memegang dadaku.

Donghae yang mendengar itu refleks langsung melangkah mendekati eunhyuk dan menarik kerah seragam yeoja tomboy itu dengan keras.

"jaga ucapanmu itu, lee hyukjae!" kata donghae dengan gemeratuk gigi menggeram kesal. Eunhyuk hanya menatap datar pada 'sahabatnya' itu.

"maaf lee donghae. Tapi dia memang 'jalang'. Bahkan lebih dari itu!" balas eunhyuk dengan penekanan pada kalimat 'jalang'. Donghae makin naik pitam dan semakin kencang menarik kerah eunhyuk. Membuat eunhyuk sulit bernafas. Melihat itu, kyuhyun langsung bergerak menengahi.

"lee donghae! Jangan kekanakan! Lepaskan tanganmu!" kyuhyun langsung menghentak tangan donghae dengan kasar sehingga genggaman kencangnya tadi terlepas dari kerah eunhyuk yang sudah nampak kusut. Eunhyuk langsung menghirup udara dengan rakus.

"kau tidak dengar kalimatnya barusan? Kufikir sedikit 'pelajaran' sangat pantas untuknya!" donghae berkata dengan sangat emosi. Aku yang mendengar itu malah jadi terikut emosi dan langsung mendekati kyuhyun, donghae, dan eunhyuk.

"se-keterlaluan apapun eunhyuk, cara kekerasan bukanlah cara yang pantas untuk dilakukan. Terlebih kepada seorang yeoja!" ucapku dengan emosi. Donghae tampak memandangku kaget. Aku sadar kalimat eunhyuk ke jessica tadi sangat keterlaluan. Aku sangat mengerti perasaan donghae yang kesal karna itu. Tapi entah mengapa... aku juga tidak bisa menyalahkan eunhyuk. Aku merasa... eunhyuk juga 'terluka' disini.

"sungmin-ahh..." lirih donghae.

"sungmin benar hae-ahh. Dan lagi, kau pastinya tahu. Ini pertengahan bulan. Eunhyuk sedang dalam masa 'menjelang hari berdarahnya'. Mana pernah ada kalimatnya yang benar dimasa seperti ini." Kata kyuhyun mengingatkan. Donghae tampak menundukkan wajahnya sedikit. Tapi raut wajahnya masih mengeras. Masih tetap tak terima dengan perkataan eunhyuk tentang jessica.

"kau salah cho kyuhyun. Aku serius dengan kalimatku barusan! Yeoja itu jalang! Aku sangat membencinya!" teriak eunhyuk tak setuju dengan pernyataan kyuhyun. Kyuhyun dan aku kaget tak percaya mendengar kalimatnya barusan. Bagaimana bisa anak itu bicara seperti itu saat kyuhyun berusaha mendamaikan dan membuat donghae tidak kesal?!
Donghae pun tentu semakin tersulut emosinya. Dan saat ia hendak membentak eunhyuk, tapi terlambat. Eunhyuk telah pergi meniggalkan kami.

"brengsek!" umpat donghae menendang pot bunga di depan kelas. Tak lama terdengar sebuah isakan pilu dari yeoja yang sejak tadi hanya bisa melihat kami. Jessica menangis.

"mianhe. Maafkan eunhyuk. Dia tidak serius dengan kalimatnya. Komohon jangan menangis chagi..." Donghae langsung memeluk jessica yang terisak dan menenangkannya. Bukannya mereda, jessica semakin kuat menangis sampai bahunya terlihat bergetar. Beberapa murid kelas kami dan murid yang sejak tadi berlalu lalang dikoridor menyaksikan kami tampak memandang penuh pilu pada sosok jessica. Anak itu baik. Aku juga tidak mengerti dengan eunhyuk yang entah mengapa sangat membencinya. Terlebih emailnya yang kuterima kemarin sangat menampakkan dengan jelas seberapa benci eunhyuk pada yeoja cantik itu. Bahkan kalimatnya yang keterlaluan barusan tadi. Eunhyuk... jessica... apa sebenarnya masalah kalian!

"sebaiknya kau bawa dia ke kelas, hae-ahh." Saran kyuhyun. Donghae mengangguk kemudian merangkul bahu jessica, membawanya ke kelas.

"eunhyuk memang orangnya sangat susah ditebak. Sejak jessica datang ke sekolah ini, dia selalu mengibarkan bendera perang pada jessica. Aku fikir mungkin jessica itu jahat sehingga eunhyuk sangat membencinya. Tapi dilihat dari manapun, jessica terlalu baik. Tidak ada celah sedikitpun. Saat kutanya kenapa dia sangat membenci jessica, dia selalu diam tak menjawab. Eunhyuk memang tidak suka terbuka dengan masalahnya. " Kata kyuhyun menceritakan tentang eunhyuk. Aku mengangguk setuju. Eunhyuk sangat tidak bisa ditebak!

"bahkan junsu pun tak mau memberi tahu saat kutanya masalah apa yang sebenarnya pernah terjadi antara 'mantan sahabat' itu. Eunhyuk dan junsu, mereka benar-benar kompak sekali. Cih. " Kata kyuhyun lagi. Aku kembali hanya menganggukkan kepala. Junsu. Junsu... MWO?!

"junsu? Nugu?" tanyaku pada kyuhyun. Kyuhyun tampak diam memandangku sebentar. Kemudian tiba-tiba dia tertawa. Eh? Apa yang lucu?

"junsu itu sahabat eunhyuk sejak kecil. Dan dia satu smp dengan eunhyuk dan jessica. Hanya dia yang tahu tentang masalah mereka." Jawab kyuhyun. Sedikit demi sedikit, senyumku agak terkembang. Ini berarti ada kesempatan bagiku untuk mendapat info tentang masalah mereka kan?

"junsu itu kelas berapa?" tanyaku lagi dengan senyum yang tak bisa kusembunyikan. Tiba-tiba saja aku jadi bersemangat.

"hee... jangan bilang kau ingin bertanya dengannya. Percuma. Dia pasti akan diam dan memandangmu dengan sinis, kemudian mengusirmu. Dia itu sangat dingin. Terutama dengan yeoja." Kata kyuhyun dengan nada menakuti.

"huh? Namja macam apa itu?"

"tapi kalau kau memang penasaran, dicoba saja. Dia kelas 2-1. Kalau beruntung, kau bisa tahu ceritanya seperti apa. Tapi sejauh ini belum ada yang bisa membuat junsu buka mulut. Bahkan heechul yang sampai mengamuk bertanya pada anak itu tetap tak mendapat hasil."

"... setidaknya kau beri aku semangat gitu..." ucapku dengan kesal. Sungguh tidak membantu teman sama sekali. Kyuhyun kembali tertawa. Kali ini lebih keras. Apa sih anak ini? Dari tadi bersikap aneh.

"hahahaha! Well, selamat mencoba. Semoga beruntung... pipi lebam~" kyuhyun pun pergi melenggang meninggalkanku setelah sebelumnya menoel pelan pipiku yag masih belum sembuh sepenuhnya akibat tamparan maha dasyat heechul. Aku meringis mengusap pipiku sayang.

"ughh... pipi lebam? Julukan jelek macam itu? Ck!"

Oke, sekarang apa yang harus aku lakukan? Pergi mencari eunhyuk yang pergi entah kemana? Masuk kelas dan menyimak pelajaran dengan baik? Atau pergi ke kelas junsu? Tuhan... aku butuh pencerahan!

Eunhyuk's pov

Aku duduk melamun menghadap sebuah ruangan kelas yang cukup jauh dari hadapanku. Itu adalah kelas jessica. Ya, musuhku. Aku sadar kalimatku tentang 'jalang' beberapa menit yang lalu sangat keterlaluan padanya. Dapat kupastikan dia menangis saat ini. Hey, dulu kami bersahabat sangat dekat. Hal seperti ini aku pasti sangat tahu. Dia sangat sensitif.

Air mataku tiba-tiba saja mengalir dengan lancangnya membasahi pipiku yang pagi tadi sedikit kuberikan polesan bedak. Sebenarnya aku bukan tipe yeoja yang suka berdandan. Tapi ketahuilah. Akhir-akhir ini aku cukup sering menggunakannya. Bukan karna aku berangsur mulai tertarik dengan make-up. Hanya saja... Aku hanya ingin... sedikit menarik perhatian'nya'. Tapi, 'dia' sama sekali tak pernah menyadari... humm, mungkin tak peduli? Entahlah.

Aku menghapus air mataku kasar saat aku melihat donghae yang sedang merangkul jessica kedalam kelas. Lihat? Jessica tampak terisak. Aku sudah menduga itu. Ahh lagi-lagi air mataku jatuh. Aku... selalu kesal melihat jessica yang menangis karnaku. Sudah setahun lebih, aku selalu membuatnya seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi... aku terlanjur kecewa padanya. Dia sendiri yang membuatku sebenci ini padanya. Aku... sesungguhnya sangat menyayanginya. tapi aku... juga sangat membencinya...

Sungmin's pov

Setelah cukup lama bersemedi(?), akhirnya disinilah aku. Didepan sebuah kelas bertuliskan 2-1. Yah, aku memutuskan untuk mendatangi junsu karna rasa penasaranku yang sudah sangat amat tinggi!

Dengan sedikit gugup dan takut, aku akhirnya memberanikan diri untuk membuka pintu kelas yang kalau tidak salah adalah kelas sarangnya 'jenius'. Saat pintu terbuka aku langsung disuguhkan dengan keriuhan anak kelas itu. Err... syukurlah gurunya belum masuk.

"permisi... bisa tolong panggilkan junsu?" tanyaku pada seorang namja berkacamata tebal yang duduk tak jauh dari pintu kelas. Namja itu kemudian memanggil seorang namja yang sepertinya adalah junsu. Hungg... tampan juga ya. Tapi seperti pernah lihat... Ah! Bukannya dia yang bersama changmin, eunhyuk, dan donghae saat di lapangan basket kemarin ya? Saat kejadian 'aksi kejam eunhyuk' itu!

"...kau siapa? Apa aku mengenalmu?" aku yang sedang asik berfikir sedikit terlonjak saat tiba-tiba namja bernama junsu itu sudah berada didepanku. Wahh... rautnya tampak kesal -_-

"tidak. Ahh maksudku belum. Perkenalkan, sungmin imnida..." kataku dengan ramah dan mengulas senyum. Namja didepanku ini tampak hanya diam dengan ekspresi datarnya. Aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal karna di diamkan seperti itu. Sepertinya benar apa yang dikatakan kyuhyun. Namja ini dingin.

"ada urusan apa mencariku?" tanyanya lagi. Sial. Bahkan salam perkenalanku tadi tak di indahkannya. Well, ini agak miris.

"sebenarnya ada sesuatu yang ingin kubicarakan dan kutanyakan padamu junsu-sshi. Tapi ada baiknya kita tidak bicara disini." Kataku lagi. Junsu tampak memandangku dengan tatapan selidik.

"kau... teman sekelas eunhyuk kan?"

"ya benar. Aku teman sekelasnya. Dan yang ingin kubicarakan ini menyangkut tentang dia. Kumohon agar kau mau meluangkan waktumu sebentar..."

"sudahlah. Aku tahu apa yang ingin kau tanyakan. Dan harus kau tahu, aku sama sekali tak akan memberitahumu. Urusan kita sudah selesai kan?"

Aku terdiam. Membatu. Aku melongo menatapnya. Namja ini... benar-benar menjengkelkan!

"kumohon! Ceritakanlah padaku. Ini demi eunhyuk."

"mwo? Jangan sok membawa nama eunhyuk. Aku tahu kau, dan yang lainnya juga sangat penasaran dengan masalah eunhyuk dan jessica. Tapi biar kuberi nasehat. Ini urusannya, ada baiknya kau tidak ikut campur. Urusilah urusanmu sendiri, nona lee sungmin." Kata junsu dengan dingin. Sial. Sial. Sial. Apa harus aku tunjukkan padanya agar dia mau cerita? Oke, mengingat sifatnya yang terlihat keras, ada baiknya kuperlihatkan saja.

Dengan sedikit tergesa-gesa aku memasukkan tanganku kedalam saku jasku, dan mengambil ponselku. Junsu memandangku dengan bingung dan aku dengan cepat membuka email yang kemarin dikirim oleh eunhyuk.

"kemarin eunhyuk mengirim email ini kepadaku. Awalnya aku tak peduli dan tidak terlalu menanggapi permintaannya yang sangat konyol sekaligus mengerikan. Tapi setelahnya, dia kembali mengirim email padaku. Dan aku ingin membantunya."

Junsu tampak diam mendengar penuturanku. Kemudian aku sodorkan ponselku ketangannya, membiarkan namja dingin itu membaca email dari eunhyuk. Dari wajahnya ia terlihat kaget membaca setiap kalimat dari email tersebut. Beberapa kali ia memandangku dan ponselku secara bergantian. Memastikan apakah ini hanyalah kekonyolan belaka atau benar adanya. Kemudian dia tampak menghela nafas.

"...sebaiknya kita bicara di taman belakang."

Normal pov

Keheningan yang sejak tadi bergelayut didalam kelas 2-3, tiba-tiba terpecah saat sosok eunhyuk membuka pintu kelas. Seluruh murid tampak memandangi eunhyuk dengan intens. Eunhyuk yang tak begitu peduli dengan pandangan mematikan itu dengan santai berjalan menuju tempat duduknya.

"hyuk-ahh... kau dari mana saja? Sadar tidak satu jam ini kau sudah membolos?" tanya heechul sembari menatap lekat eunhyuk yang sedang membenahi barangnya kedalam tas.

"guru tidak masuk kan? Jadi tidak masalah." Jawab eunhyuk santai. Membuat heechul tidak puas.

"aku dengar keributan tadi pagi dari kyuhyun... apa kau... baik-baik saja?" tanya ryeowook kemudian. Eunhyuk langsung menghentikan kegiatannya mendapat pertanyaan tersebut.

"aku malah lebih mengkhawatirkan keadaan jessica yang sudah dikatai dengan sangat keterlaluan itu~" sela heechul dengan sinis. Eunhyuk menatap tajam kearah heechul dan tentunya dibalas dengan tatapan sama oleh heechul.

Krieettt..

Semua kembali memandang objek yang baru saja membuka pintu kelas. Dia adalah donghae. Donghae masuk kedalam kelas dan melangkah menuju tempat duduknya. Pandangannya bertemu dengan eunhyuk, dan seketika ia langsung membalik arah.

"kim nam gil tidak masuk kan? Sementara aku duduk disini dulu ya." Donghae langsung meletakkan tasnya dimeja disebelah kyuhyun tanpa ingin mendengar persetujuan dari namja stoic itu. Kyuhyun yang sejak tadi tenggelam dalam dunia 'game'nye memandang dengan heran kearah donghae. Donghae terlihat menekuk wajahnya kesal. Kyuhyun tersenyum maklum setelah mengingat pertengkaran antara donghae dan eunhyuk. Terlebih kejadian tadi pagi. Sangat tidak memungkinkan mereka bisa duduk berdua kembali. Setidaknya untuk saat ini.

"ya lee donghae! Apa-apaan kau duduk ditempat orang?! Tempatmu disini hey!" teriak heechul kearah donghae. Donghae hanya mendengus tak suka karna diteriaki seperti itu. Terlebih disaat moodnya sedang buruk seperti ini.

"aku tidak mau duduk dengan orang yang pendendam yang hatinya selalu dilingkupi kebencian!" teriak donghae dengan kalimat yang diketahui semua orang, untuk menyindir eunhyuk. Kyuhyun langsung menyikut lengan donghae sambil berbisik 'apa yang kau lakukan?!' dengan kesal. Donghae hanya mengendikkan bahu tak peduli. Kemudian merogoh komik dari dalam tasnya.

"aku juga tidak mau duduk dengan seorang penghianat!" teriak eunhyuk juga. Yang sudah pasti sangat jelas ditujukan untuk 'siapa' sindiran itu. Donghae hanya diam berusaha menahan amarahnya. Seluruh anak kelas hanya diam saja melihat pertengkaran dua orang yang biasanya sangat lengket bak prangko itu. Tak tahu harus berbuat apa.

Brakkkk!

"huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa"

Tiba-tiba suasana hening nan mencekam segera hilang saat sunny tiba-tiba masuk ke kelas dengan mendobrak pintu cukup keras. Heechul yang paling kaget, langsung melempar bulpen kearah kepala yeoja pendek itu dan... kena~

"jahat! Itu sakit sekali bodooohhh!" teriak sunny sambil mengusap kepalanya.

"kau itu tiba-tiba datang dan bikin kaget. Biasakah masuk ke kelas dengan tidak mendobrak pintu dan tidak heboh begitu?! Mau buat aku jantungan dan mati muda ya?!" geram heechul dengan tangan yang mengepal kuat.

"huweeee... wookie-ahhhhh!" sunny tak mempedulikan amukan heechul dan langsung memeluk ryeowook sambil terisak. Ryeowook mengusap punggung sunny pelan berusaha menenangkan.

"wae? Apa ada masalah?" tanya ryeowook agak khawatir. Sunny melepas pelukannya.

"bagaimana ini wookie-ahh! Acara yang sudah susah payah kurencanakan dan sangat kunantikan... terancam gagal!" kata sunny dengan tangis lagi.

"acara apa sunny-ahh?"

"kencan buta..." jawab sunny masih dengan sedih. Ryeowook, heechul, langsung terdiam mendengar alasan yang mereka fikir... tidak penting.

"sial. Kukira apa." Kata heechul dengan sinis.

"ya! Jangan meremehkan kencan buta yang satu ini! Kau tahu? Anggota namjanya adalah geng 4 raja langit dari SMA khusus namja SHINHWA!" teriak sunny dengan kesal. Heechul tak peduli dan malah asik berkaca memperbaiki poninya.

"tenang sunny. Bukankah seharusnya kau senang bisa melakukan kencan buta dengan geng 4 raja langit itu? Kudengar mereka sangat tampan kan? Kenapa malah sedih begini?"

"hikss... salah satu anggotaku... dia tidak bisa hadir. Dan kemungkinan kencan buta ini akan batal jika aku tidak menemuka yeoja yang bisa menggantikan temanku itu... kau tahu? Aku dengan susah payah membujuk sepupuku yang bersekolah disana supaya dia mau membantuku membawa geng 4 raja langit. Tapi kalau akhirnya begini... huwaaaaa... " sunny masih bicara dengan terisak. Heechul semakin jengah melihat pemandangan dihadapannya itu.

"di kelas kita ada banyak yeoja. Minta saja salah satu dari mereka untuk menggantikan temanmu itu." Saran ryeowook. Sunny langsung menghentikan tangisnya dan menatap ryeowook datar.

"kalau begitu apa kau mau? Menggantikan temanku itu?" tanya sunny pada ryeowook yang langsung melotot kaget.

"y-ya! Aku sama sekali tidak biasa dengan yang namanya kencan buta. Lagipula... aku kan... umm... sudah punya yesung..." kata ryeowook dengan malu-malu. Bahkan pipinya memerah.

"ya, aku tahu itu. Lalu siapa lagi yang bisa ku ajak? Semua yeoja dikelas ini sudah punya pacar! Memang sial mereka ini!" kesal sunny. Yeoja berbadan pendek itu sangat kesal mengingat kenyataan menyebalkan tentang yeoja dikelasnya yang rata-rata sudah mempunyai pacar, dan menyisakan dirinya yang terus menjomblo hingga kini.

"kau melupakan dua makhluk itu." ryeowook menunjuk heechul dan eunhyuk.

"kim heechul yang garang itu? Mana mungkin dia mau! Singa sok cakep yang selalu menolak pria. Cih. Tidak normal." kata sunny yang langsung di deathglare heechul.

"lalu eunhyuk? Sebaiknya lupakan anak yang kelihatan tidak tertarik dengan namja itu." Tambah sunny kembali masih dengan raut kesal.

"masih ada sungmin." Kata ryeowook kembali. Mendengar nama sungmin, kyuhyun langsung menatap kearah kerumunan yeoja yang saat ini sedang berisik itu.

"tidak akan! Bakal repot kalau sungmin ikut. Bisa kalah saing aku nanti." Tolak sunny sembari mengibaskan rambutnya sok anggun(?)

"huwaaaaaa... susah deh kalau sekelas dengan makhluk tidak jelas semuanya seperti ini!" raung sunny kembali. Semuanya kembali memandang sunny dengan malas.

"... aku mau."

Seorang yeoja tiba-tiba buka suara dan... dia bilang dia mau? Mau apa? Ikut kencan buta? Sunny, heechul, ryeowook, kyuhyun, bahkan donghae langsung menatap kaget yeoja yang barusan bilang 'mau' itu.

"...apasih. Kalau tidak mau membawaku ya sudah." Kata yeoja itu jengkel karna didiamkan. Sunny yang sudah kembali dari lamunan dan keterkejutannya langsung menyambar lengan yeoja itu.

"serius kau ingin ikut kencan buta ini... hyuk-ahh? TUMBEN?" tanya sunny. Eunhyuk menatap bosan kearah yeoja pendek itu.

"ya, aku hanya ingin." Jawab eunhyuk. Wajah sunny langsung cerah seketika.

"wuahhh! Akhirnya eunhyuk tertarik juga dengan namja. Bagus bagus. Aku sangat menyayangimu hyuk-ahh~~~~" teriak sunny kegirangan berusaha memeluk yeoja penggemar makanan itu. Tapi tentu saja eunhyuk menghindar dan mendorong sunny agar menjauhinya.

"sangat jarang sekali kau mau di ajak untuk ikut kencan buta. Ada apa? Apa kau sedang demam? Apa kepalamu ada terbentur sebelumnya?" tanya heechul keheranan. Semua juga sudah tahu. Eunhyuk bukan tipe yang terlalu memikirkan tentang pacaran. Anak itu sangat cuek, dan seperti tidak tertarik dengan hubungan semacam itu. Yah, walaupun memang pada dasarnya eunhyuk lebih banyak bergaul dengan lelaki. Tapi anak itu murni berteman.

Eunhyuk tersenyum kecil mendapat pertanyaan itu.

"tidak papa. Bagus juga kan kalau aku melangkah sedikit dari keadaanku yang sekarang ini." Jawab eunhyuk. Ryeowook dan heechul hanya terdiam membatu. 'kalimat langka' yang keluar dari bibir yeoja tak terduga. Mereka berdua bertatapan sambil bergumam 'apa dia benar eunhyuk?' saking tak percayanya.

"ne ne. Itu adalah pemikiran bagus. Kujamin kita akan bersenang-senang . anggota geng 4 raja langit itu sangat tampan. Kau pasti suka!" kata sunny dengan antusiasme terlalu tinggi. Eunhyuk hanya tersenyum.

Trakkkkk!

Donghae tiba-tiba berdiri dari kursinya, mengakibatkan kursi itu terpental kebelakang dan menimbulkan bunyi yang cukup kuat. Semua langsung hening menatap donghae dengan bingung. Donghae berjalan menuju keluar kelas dengan raut kesal. Dan sebelum namja yang dicap playboy itu keluar dari kelas, donghae tampak memandang eunhyuk dengan pendangan yang sulit di artikan.

"a-anak itu kenapa tiba-tiba... mengagetkanku saja." Kata sunny yang keheranan dengan sikap donghae. Padahal tadi dia tampak biasa saja.

Eunhyuk memegang dadanya yang berdetak keras. Pandangan donghae yang seakan menusuk tadi bertemu dengan pandangannya.

"jadi... kapan kencan buta itu?" tanya eunhyuk mencoba untuk tak peduli dengan sikap donghae yang sangat tiba-tiba barusan.

"besok malam pukul 7. Akan aku email tempat berkumpulnya." Jawab sunny.

Eunhyuk tersenyum dan bergumam 'oke'. Walau hatinya sedikit merasa sesak, tapi ia cukup yakin dengan yang akan dia lakukan.

"mungkin inilah waktunya aku untuk menyerah..."

~TBC~

Alohaaaaaa! Author is back \^0^/

Masih adakah yang ingat dengan fanfic ini? ._.

Author sangat sangat minta maaf sekali atas keterlambatan nih fanfic T.T kondisi kesehatan author akhir-akhir ini benar-benar gak bagus banget! Maklum author kan kemarin habis operasi, dan author kurang bisa ngejaga kondisi author pasca operasi, jadinya suka banyak penyakit yang datang mengusik kehidupan author yang biasanya selama ini selalu aman damai sentosa~~ TvT

disamping itu juga author suka moody pas mau ngetik lanjutan ff. Udah buka laptop, rencananya mau ngetik, eh tiba-tiba mood ilang. Dan malah asik nonton pilem T,T apalagi otak author juga lagi rada buntu buat ngelanjutin cerita *ini dampak kelamaan libur sekolah ckck*

Well, inilah hasilnya chapter 11. Semoga masih bisa diterima dengan baik ya u,u maaf kalau bahasanya berasa aneh dan gak kayak chapter-chapter sebelumnya. Author kelamaan gak nulis jadinya kaku banget^^'

Author tiap kali buka review bawaanya suka lonjak kegirangan dan tersentuh juga :D terima kasih readers tercintahhh 3 bahkan ada yang sampe review dua kali karna gak sabar nungguin nih ff. Sampai ada yang PM juga :') ohhh... kalian sungguh membuat author merasa sangat spesial dengan segala review yang kalian berikan :'D 3

Oh ya, author pernah bilang di chap 10 kalau selanjutnya author bakal mulai balas review. Tapi maaf. Kayaknya sekarang gak bisa dulu deh author gak sempat. Ini aja ngetiknya dadakan. Tapi semua review kalian selalu author baca kok! satupun tak terlewatkan!^^
Mohon dimaklumi ya. Jangan benci author :'(

Untuk chap 12... deng deng! Pada banyak yang nge-vote taemin -,- *padahal author ngebetnya ke zelo...* maka jadilah taemin yang akan author munculin di next chap^^ stay tune yak! Doain aja semoga author bisa update kilat. Soalnya gak lama lagi author jadi mahasiswi, dan mungkin bakal sedikit sibuk ^_^' hehe.. tapi saya USAHAKAN update gak sekaret ini!

BIG THANKS FOR

Miss key, BunnyEvilKim, haehyukmin, SsungMine
Ai Rin Lee, Kyumin48, kyutmin, kyuminalway89
jiy, yewook island, olive1315, nova137, guest
hwa rinhwa, N. , chinderella cindy
Park Young Min-chan, Anik0405, YeHyuk EunHae
abilhikmah, punyuk monkey, dewi.
HyukBunnyMing, riesty137, Heldamagnae

ChubbyKyuMinHae, Canara Nadia, findinghaemo
Hyeri song, cicikicik, risaawaw, Cho Rai Sa
lalakms, azieunhae, kyubil, elfishy09

Akhir kata, LANJUT or NOT? Tell me everything in REVIEW ^_^

Bagi yang ingin berteman dengan author, silakan add FB saya : Earl Diesha Phantomhive ^_^