Chapter 11
Naruto milik Masashi Kisihimoto
Warning : GAJE OOC TYPO di mana-mana dan ide terlalu pasaran
FEMNARU bukan Naruko
Genre Family
Rate masih T
Keterangan (Male)Naruto untuk Male Naru versi dewasa, Naruto untuk Femnaru
"Percakapan". 'Dalam hati'. "Bijuu yang bicara", 'Biju dalam hati'. /telepati/
Sebuah lubang besar menganga di tengah-tengah kota, mayat-mayat Shinobi dan penduduk bergelimpangan dimana-mana seorang pria berambut orange dengan tindikkan di wajahnya, dan memakai jubah dengan motif awan merah sedang berhadapan satu lawan satu dengan Yondaime Hokage, walaupun terkenal kuat Yondaime Hokage tidak sanggup menghadapinya padahal semua kekuatan dan kelemahan pain sudah di ketahui
"Dimana Jincuriki Kyuubi?". Ucap pria itu yang bisa dipanggil pain tendou sambil memegang kerah Yondaime Hokage, Yondaime menolak untuk tidak memberi tahu dimana keberadaan Naruko yang sekarang berada di Myobokuzan,
"Aku tidak akan memberi tahumu". Ucap Minato pain Tendou benar-benar murka, kemudian menusukkan besi hitam ke perut Minato, lalu menghempaskannya begitu saja, begitupun dengan semua pain dan hewan mereka menyerang siapapun yang di duga menyembunyikan Jinchuriki Kyuubi
"Aku ada disini". Ucap seorang gadis bersurai pirang bermata ruby Namikaze Naruko. Naruko kemudian meninju salah satu pain dan saat itu dia meninggal seketika, Naruko membuat seperti Shuriken raksasa ditangannya dan di bantu oleh 2 kage bunshinnya. "Rasen shuriken". Rapal Naruko kemudian Naruko melempar rasen shuriken kearah pain tendou namun berhasil di hindari oleh pain Tendou,
Di tempat lain Gamabunta gamatora dan gamaken menghadapi monster-monster summon milik Pain dari badak sampai bunglon
Sedang di tempat Naruko dia berhasil mengalahkan pain Jigokudo pain yang mampu menyembuhkan semua tubuh pain seperti semula, Naruko tersenyum dengan kematian pain Jigokudo maka pain tidak bisa menyembuhkannya lagi selanjutnya Shurado dan Nigendo berhasil dikalahkan dengan Rasen shuriken, Naruko kelelahan apalagi kagebunshin Naruko yang di gunakan menyerap chakra alam tersisa hanya tinggal 2 lagi, tanpa di duga pain Gakido yang sebelumnya dikalahkan oleh Naruko namun di bangkitkan oleh pain Jigokudo berhasil menangkap Naruko, dia menyerap chakra Naruko, melihat itu Naruto kemudian langsung mengumpulkan energi alam dan membuat Pain Gakido menjadi kodok karena tidak mampu mengendalikan energy alam lalu mati seketika, Naruko melirik tubuh pain Chikusudo dan menyerangnya dengan Oodama Rasengan, Chikusudo mati di tempat, dan semua summon yang di panggil pain menghilang semua
"Sekarang giliranmu". Ucap Naruko kepada pain Tendou
"Shinra tensei". Naruko terlempar jauh karena sebuah gaya gravitasi yang mendorongnya, Naruko berlari kearah pain tendou dia harus cepat sebelum interval 5 detik agar dia bisa menggunakan jutsu yang sama
Sementara di tempat lain
"kita sampai juga di Konoha". Ucap seorang Gadis berambut pirang dengan mata saffire Uzumaki Naruto
"Ayo kita masuk". Ajak seorang gadis berambut merah Uzumaki Yui, mereka memasuki gerbang konoha namun mereka menemukan banyak sekali kejanggalan seperti tidak ada Kotetsu dan Izumo yang biasanya menjaga pintu gerbang. "Kemana penjaga gerbang?". Tanya Yui melirik bangunan yang biasa di tempati Kotetsu dan Izumo, kemudian Yui menghampiri Naruto yang memperhatikan desa dengan ekspresi terkejut. "Ah ada apa?". Tanya Yui kemudian dia mengikuti pandangan Naruto yang melihat kondisi desa yang sudah porak-poranda. "Apakah ekspansi Pain sudah dimulai". Gumam Yui namun bisa di dengar oleh Naruto
"Entahlah". Ucap Naruto sambil merasakan chakra Naruko yang mulai melemah, naruto segera berlari untuk menyelamatkan Naruko dan mengabaikan protes Yui yang tertinggal di belakang
"Itta". Rintih Yui ketika tidak sengaja menubruk Naruto yang berhenti mendadak. "Kenapa mendadak berhenti?". Tanya Yui Naruto kembali berjalan namun kali ini berjalan menjauhi pertempuran antara Naruko dan Pain Tendou. "Naru chan pertempurannya bukan di sana". Ungkap Yui karena Naruto mengambil jalan yang salah
Naruto berjalan terus mengabaikan Yui yang terus meminta agar Naruto ikut dalam pertempuran ini
"Naru chan kamu salah jalan". Pinta Yui yang berhasil mengejar Naruto
"Buat apa aku kesana?". Tanya Naruto. "Aku bukan lagi Shinobi Konoha jadi aku tidak memiliki kewajiban untuk menolong maupun membantu Konoha". Kata Naruto dia menatap tajam kearah Yui, Yui terkejut karena kali ini tidak ada kebohongan dimata Naruto
"Sekarang kamu mau kemana?". Tanya Yui dia tidak suka akan ketidak pedulian Naruto, namun Yui tidak suka memaksakan kehendak orang lain
"Aku mau pulang lalu mengambil semua barang-barangku setelah itu meninggalkan desa berharap dengan kepergianku membuat desa bisa melupakanku secara perlahan-lahan". Jawab Naruto dia berjalan kembali dan meninggalkan Yui
"Tunggu aku". Ucap yui dia berjalan menyusul Naruto. "Jika tidak mau menyelamatkan Konoha maka tolonglah Naruko". Pinta Yui
Naruto berhenti berjalan kemudian naruto menatap yui. "Beri satu alasan kenapa aku harus menyelamatkannya?". Tanya Naruto
Yui terkejut dengan pertanyaan Naruto, namun dia harus mencari cara agar Naruto mau menyelamatkan Naruko. "Karena dia adikmu". Jawab Yui namun beberapa detik kemudian Yui merutuki jawabannya itu
"Adik?". Ucap Naruto dia hanya tertawa hambar. "Bagiku dia hanyalah seseorang yang telah menghancurkan hidupku". Ucap Naruto. "Yui nee tatap aku cari kebohongan dimataku". Pinta Naruto namun Yui tidak berani menatap Naruto karena Yui tahu kalau hari ini Naruto sedang tidak berbohong. "Aku sempat berpikir untuk memaafkannya namun aku pikir itu hanyalah sia-sia". Jawab Naruto dia berjalan kembali meninggalkan Yui yang mematung di jalan
Time skip
Naruto berada di rumahnya dia menyegel semua barang milik pribadinya kedalam sebuah gulungan kemudian menaruhnya ke dalam tas, Naruto memandang desa dalam kondisi porak-poranda akibat serangan Pain, Naruto ingin melihat desa yang dia cintai untuk yang terakhir, sebelum dia meninggalkan desa
Naruto sempat merasakan Chakra Naruko yang mulai melemah, dia memang tidak peduli apapun kondisi Naruko namun hati kecilnya ingin kesana dan segera menolong adiknya itu. 'Apakah aku harus menyelamatkan Naruko'. Ucap Naruto dalam hati kemudian Naruto menyimpan tasnya dan melompat keluar melalui jendela. "Tidak aku tidak perlu menyelamatkannya". Ucap Naruto dia kemudian balik arah kembali ke apartemennya, dan segera mengambil tasnya. "Sepertinya ini adalah perpisahan". Ucap Naruto dia kembali menggendong tas dan keluar melalui pintu dan tidak lupa menguncinya
Di tempat pertarungan Pain, Naruko sudah sekarat, sekujur tubuhnya sudah di penuhi oleh besi hitam, di depan seorang pria berambut pendek dengan mata Byakguan berusaha menghalau Pain untuk tidak mendekati Naruko
"Kamu tidak akan bisa mengalahkanku". Ucap pain Tendou kepada pria itu yang bernama Hinata. "Baiklah kalau begitu." Ucap Pain tendou kemudian dia merapal sebuah segel. "Shinra Tensei". Sebuah dorongan keras yang menyebabkan ledakan di sekitar Hinata, asap menutupi sehingga tidak ada yang mengetahui kondisi Hinata
"Hinata sama". Teriak Koi salah satu pengasuh Hinata yang menyayanginya Hinata seperti putera kandungnya sendiri
Hinata POV
Aku merasa terengah-engah, tubuhku telah banyak luka aku memperhatikan gadis yang kucintai, aku harus melindunginya, walaupun itu akan membunuhku
"Kamu tidak akan bisa mengalahkanku". Ucap Pain Tendou, aku hanya bisa melakukan kuda-kuda bersiap menghadapi kondisi yang terburuk sekalipun, tubuhku terlalu lemah untuk mendengar apa yang dia katakan namun aku yakin dia sedang merapal sebuah Jutsu. "Shinra tensei". Rapal pria itu aku hanya bisa menutupi mataku, oh kami sama apa ini akhir dalam hidupku, aku meraba tubuhku memastikan apakah aku masih hidup, kemudian aku membuka mataku aku melihat di seklilingku sesuatu berwarna kuning, sepertinya chakra kuning itu melindungiku dari serangan pain
Aku menatap seseorang gadis yang di selimuti chakra kuning dia memperhatikanku. "Apa kamu baik-baik saja Hinata kun?". Gadis itu bertanya kepadaku,
"Aku baik-baik saja?". Jawab ku, dia hanya tersenyum kearahku, kemudian melenyapkan chakra kuning di sekitarnya menyisakan seorang gadis berambut pirang mata berwarna saffire dan memakai dress orange polos dengan celana hitam pendek di atas lutut, yang aku kenal bernama Naruto, dia gadis yang mengenalkanku pada Uzumaki Yui dan memintanya untuk menjadi guruku
"Syukurlah". Jawab Naruto singkat
"Oh jadi kamu Jinchuriki kyuubi?". Tanya pria itu
Hinata POV END
"Oh jadi kamu Jinchuriki Kyuubi?". Tanya Pain Tendou
Naruto menatap Pain Tendou. "Helo Yahiko maksudku Nagato". Sapa Naruto kepada Pain Tendou Pain Tendou terkejut dengan sapaan Naruto
"Bagaimana kau tahu?". Tanya Pain Tendou
"Apa itu penting?". Tanya Naruto Pain Tendou hanya menyeringai
"Hmmm tidak". Jawab Pain Tendou
"Nee chan apa yang kau lakukan di sini dia bukanlah lawanmu". Teriak Naruko yang tidak berdaya di tanah karena tubuhnya di tusuk besi hitam
"Tenanglah dia tidak akan menyakitiku". Jawab Naruto. /Kuu Nee kumohon berilah chakramu/. Pinta Naruto kepada Kurama
/Jangan bodoh bocah, dengan senang hati aku akan menyerahkan Chakraku/. Jawab Kurama
"Bersiaplah". Tubuh Naruto di selimuti chakra kuning dan dengan secepat kilat di memukul Pain sampai terpental jauh
"Cepat sekali". Gumam Pain,
"Seharusnya kamu jangan lengah". Ucap Naruto yang sudah berada di belakang pain, kemudian Naruto meninju kembali Pain sampai jatuh ke tanah menyebabkan lubang yang sangat besar,
Pain berusaha berdiri serangan tadi benar-benar membuat Pain sekarat, sebuah Tinju raksasa melesat kearah Pain namun kali ini Pain berhasil menghindarinya, pain menatap seekor Rubah raksasa dengan Sembilan ekor menyikut pain sampai mental, Rubah itu mengejar kembali dan melesatkan sebuah tinju kearah Nagato
Di tempat lain Team yang bertugas mencari keberadaan Pain yang asli terkejut dengan Chakra yang menurut mereka tidak asing. "Apakah kamu merasakannya?". Tanya pria berambut panjang dengan Byakugan
"Iya ini Chakra Kyuubi". Gumam Shikamaru. "Apakah Naruko mengamuk lagi?". Tanya Shikamaru,
Neji mengecek sumber chakra tersebut. "Aku melihat Kyuubi dengan jumlah ekor sempurna". Jawab Neji
"Ini gawat". Gumam Shikamaru. "Kemana Yamato dan Naruto di saat mereka di butuhkan". Ucap Shikamaru karena tidak melihat tanda-tanda Yamato dan Naruto
Kembali di pertarungan Naruto vs Pain,
Naruto bertahan berusaha agar tidak terhisap ke dalam jutsu Chibaku tensei milik Pain, Naruto menembak Bijuudama kearah pusat Chibaku tensei, karena menurut Yui itu dapat mengacaukan cara kerja Chibaku Tensei, entah kenapa Naruto merasa semua penjelasan Yui sangatlah berguna untuk menghadapi masa depan,
Kembali kepertarungan Chibaku tensei yang di buat Pain hancur berkeping-keping sekarang pertarungan antara Rubah ekor 9 dan Pain tendou, Naruto mendekat kearah Pain tendou, namun anehnya Pain hanya terdiam lalu secara mengejutkan tubuh Pain langsung ambruk, Naruto tidak mengerti apa yang terjadi, Naruto mendekati Pain yang telah mati, dia tidak merasakan Chakra yang menyelimuti Pain, Naruto kembali ke Konoha kemudian dia menggendong Naruko dan membawa tubuh Naruko ke ketempat persembunyian Nagato
Time skip
Naruto berada di dalam pohon dari kertas buatan konan sahabat Nagato dia menatap seorang pria berambut merah yang tubuhnya kurus kering didalam sebuah mesin, seorang wanita dengan bunga kertas di kepalanya dan seorang wanita berambut merah dan tidak perlu dikenalkan yaitu Yui Uzumaki
"Dia akan membawa perdamaian untuk Konoha Ame dan seluruh dunia". Ucap Yui kepada Nagato, pria yang bernama Nagato menatap Naruto menyelidiki
"Aku percaya kepadamu gadis hentai". Ucap Nagato kepada yui sedangkan Yui mendeathglare kearah Nagato. "Baiklah Geddou Rinne Tensei No jutsu".
"Jutsu itu jangan-jangan". Ucap Naruto ketika mendengar Jutsu yang di rapalkan oleh Nagato. "Apakah itu jutsu penghidupan?". Tanya Naruto kepada Konan
"Iya kau benar sebagai Pain ke tujuh Pain dapat mengatur kematian dan kehidupan". Jawab Konan, Konan menatap Naruto. "Namun harga untuk melakukan untuk jutsu ini sangatlah besar". Konan menambahkan
Naruto menatap Nagato dengan cemas. "Maksudmu matikan?". Tanya Naruto
"Sepertinya kamu peduli dengan Nagato?". Tanya Konan
"Aku merasa sebuah kedeketan antara aku dan dia namun aku tidak tahu apa itu?". Jawab Naruto
"Begitu ya". Reaksi Konan mendengar jawaban Naruto
"Aku sudah membangkitkan semua warga Konoha yang kubunuh, aku percaya kepadamu ". Jawab Nagato kemudian Meninggal dunia
"Tidak Nagato". Ucap Konan tidak percaya akan kematian temannya itu
(Rizuki1993)
Naruto menggendong Naruko di punggungnya, sampai sebuah tempat dengan penduduk yang berkumpul di desa Konoha
"Cepat ke sana". Perintah Naruto sambil menurunkan Naruko
"Nee chan tidak ke sana?". Tanya Naruko
"Pahlawan yang menyelamatkan Konoha adalah kamu jadi lebih baik kamu saja yang ke sana". Jawab Naruto
"Tapi bukannya Nee chan yang mengalahkan Pain?". Tanya Naruko bagaimanapun juga Naruto juga berjasa mengalahkan Pain
Naruto membuka buku bersampul hijau dengan gambar maito guy. "Aku hanya mengalahkan satu sedangkan kamu mengalahkan 5 Pain sekaligus". Jawab Naruto
"Maafkan aku". Ucap Naruko dia menunduk tidak berani menatap wajah kakaknya
"Untuk apa?". Tanya Naruto sambil membaca buku cover hijaunya, sesekali dia melirik kearah Naruko
"Semuanya". Jawab Naruko. "maaf telah mengambil kasih sayang orang tua dari nee chan maafkan aku yang telah membuat Nee chan menderita dan maafkan aku. ". Naruto menutup mulut Naruto dengan jarinya
"Aku memaafkanmu". Jawab Naruto. "Sekarang pergi kesana dan terima sambutan dari warga". Pinta Naruto, Naruko tersenyum kemudian memeluk tubuh Naruto
"Terima kasih". Ucap Naruko. "aku pikir Nee chan membenciku". Jawab Naruko, kemudian Naruko menarik tangan Naruto
"Mau kemana kita?". Tanya Naruto bingung
"Kita temui mereka". Jawab Naruko, sambil menarik Naruto sampai di sebuah tempat dimana semua orang berkumpul,
Mereka yang melihat Naruko dan Naruto bersorak gembira karena berhasil menyelamatkan Konoha, "Naruto". Ucap Kushina kemudian Kushina langsung memeluk Naruto, Naruko hanya tersenyum karena melihat ibunya senang bertemu kakaknya
"Naruto". Panggil Yui. "Kamu tidak melupakan sesuatu?". Tanya Yui sambil memperlihatkan tasnya milik Naruto yang akan memuat seluruh pakaian Naruto,
Saat di depan pintu gerbang Naruto memutuskan untuk menolong adiknya dan meninggalkan tasnya di depan pintu gerbang, Yui yang melihatnya segera memungut tas itu
"Terima kasih Yui nee". Ucap Naruto sambil mengambil tasnya. "Oke ini saatnya". Naruto menggendongkan tas itu ke punggungnya
"Apa maksudmu?". Tanya Naruko, dalam hati dia merasakan sesuatu yang tidak enak namun dia berusaha menampiknya
"Aku akan meninggalkan desa mencari tempat yang mau menerimaku". Jawab Naruto
"Tunggu aku pikir kamu sudah memaafkanku". Ucap Naruko
Naruto menggelengkan kepalanya. "Aku memang sudah memaafkanmu tapi bukan berarti aku akan tinggal disini". Jawab Naruto
Naruko menatap kakaknya itu. "Bagaimana kalau kita duel kalau aku menang kamu harus pulang dan jika nee chan menang dengan berat hati aku akan melepasmu". Ucap Naruko
Naruto menggelengkan kepalanya, dia tahu bagaimana keras kepala Naruko, jikapun dia menolak pasti dia akan memaksanya
"Kage bunshin no jutsu". Naruko berubah menjadi jumlah yang banyak kemudian menyuruh kage bunshinnya untuk bertapa mengumpulkan energy alam
Trangg
Dua kunai saling beradu Naruko terus mengayun kunainya namun dapat di tangkis oleh Naruto
Pofff
Satu dari 3 Bunshin Naruko menghilang, pengalaman yang di alami oleh kagebunshin akan di alami tubuh aslinya, sekarang Naruko dalam mode sannin. "Kagebunshin no jutsu". Dua kagebunshin di kiri dan kanan Naruko membantu membuat piringan besar. "Fuuton Rasen shuriken". Rasenshuriken Naruko mengarah pada Naruto, tak ada reaksi apapun dari Naruto ketika rasenhuriken mendekatinya.
Tangan chakra berwarna kuning menghempaskan rasenshuriken milik Naruko
"Kamu tidak berubah masih saja lambat". Ucap Naruto yang entah sejak kapan sudah di belakang Naruko
Bugghhh
Naruto menendang Naruko sampai terpental jauh
Poofff
Kage bunshin kedua dari tiga menghilang dan Naruko kembali ke mode sannin. "Fuuton oodama Rasengan". Kali ini serangan Naruko kena telak Naruto terlempar jauh
"Wow tadi benar-benar hebat". Ucap Naruto, sekarang dia berada dalam mode kyuubi ekor 4
Teriakan monster ekor 4 menggetarkan arena pertarungan, Kushina yang melihat pertarungan kedua anaknya hanya memeluk Minato, mereka berdua tidak berani mencampuri pertarungan itu, namun mereka berharap Naruko dapat memenangkannya
Naruko kembali membuat Fuuton oodama rasengan, namun Naruto dapat menghindarinya dengan cepat
"Aku harus mengakui jika perkembanganmu lumayan juga". Ucap Naruto lalu dia menyiapkan bulatan besar berwarna hitam. "Bijuu dama".
Duaarrrr
Bom meledak tepat 100 meter di belakang Naruko. "Benar-benar mengerikan". Ucap Naruko ketika melihat hasil bom bijuu yang menyebabkan lubang yang sangat lebar
Mata Naruko terbelalak, tanpa dia sadari Naruto sudah berada di belakangnya, dan dengan mode kyuubi Naruto mencekik leher Naruko. "Aku cabut kata-kataku tadi kamu benar-benar lemah".
Naruko memilih mengabaikan hinaan Naruto, Jiraiya pernah mengatakan taktik jitu mengalahkan lawannya adalah dengan menyulut emosinya, karena dengan begitu lawan tidak dapat berpikir positife
"Kage nui". Bayangan hitam menjerat Naruto, tangan yang mencekik leher Naruko terlepas dan dengan susah payah Naruto menengok ke belakang. "Kumohon hentikan pertarungan gila ini". Ucap SHikamaru, Naruto mulai memberontak dan Shikamaru tidak dapat menahan lebih lama lagi. "Naruko cepatlah".
"Baiklah Shikamaru Fuuton Oodama rasengan".
Bruggghhh
Oodama rasengan mengenai telak kearah Naruto, perlahan mode kyuubi Naruto mulai menghilang. 'Akhirnya selesai juga". Ucap Naruko dalam hati dia bahagia karena kakaknya tidak perlu pergi meninggalkan desa
Pofff
Tubuh Naruto menghilang, wajah gembira Naruko berubah menjadi kekecewaan. "Kagebunshin". Naruto mengaktifkan mode sannin yang tersisa dia mencari keberadaan kakakknya, namun tubuhnya yang lemah membuat mode sannin menghilang begitu cepat
Bugghhh
Naruto memukulku dengan telak, Naruko yang terlalu lemah langsung tidak sadarkan diri
Naruko Pov
Aku terbangun, lagi-lagi berada di rumah sakit, aku langsung memeluk kedua kakiku, aku kalah dan itu artinya kakakku akan pergi meninggalkan desa
"kamu sudah bangun?". Tanya seseorang di sampingku
"Iya aku". Tubuhku menjadi kaku, kakakku yang akan meninggalkan desa berada di sampingku, aku segera memeluknya. "Aku pikir Nee chan akan meninggalkanku". Ucap Naruko
"Tti tidak bisa bernafas". Aku yang baru sadar segera melonggarkan pelukanku, nafas kakakku memburu pelukan tadi membuatnya sesak nafas
Aku tersadar sesuatu. "Aku kalah". Ucap aku sambil menundukan wajahku karena tidak berani menatap wajahnya
Kakakku tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Tidak aku yang kalah". Ucap kakakku, aku tidak mengerti maksud kakakku, jelas-jelas aku pingsan gara-gara melawannya. "Kamu memang kalah dalam pertarungan ini tapi kamu mengalahkan ku disini". Ucap kakakku menunjuk kearah dadanya
Aku mengangguk sepertinya alasan kakakku dapat di terima walaupun sebenarnya aku sama sekali tidak mengerti maksud kakakku
.
.
.
TBC
Omake
"Jadi hasilnya begitu ya". Ucap pria berambut jabrik (U)Naruto kepada Yui yang melaporkan hubungan (N)Naruto dengan keluarganya
"Jadi selanjutnya apa yang harus kita lakukan?". Tanya Yui, (U)Naruto berpikir sejenak
"Baiklah serahkan gulungan antar dimensi". Pinta (U)Naruto
Yui meyerahkan gulungan tersebut. "Untuk apa?". Tanya Yui
Tanpa pikir panjang (U)Naruto melempar gulungan itu ke tempat perapian, sampai gulungan itu hancur terbakar. "Apa yang kamu lakukan paman". Ucap Yui yang kesal melihat (U)Naruto membakar gulungan penting itu
"Aku hanya memastikan agar kamu tidak kembali lagi dan mengacaukan di dimensi lainnya". Jawab (U)Naruto sambil meninggalkan Yui di ruang Hokage
"Dasar paman baka". Umpat Yui
"Aku mendengarnya". Ucap (U)Naruto
Glek, wajah Yui menjadi pucat. "Paman tunggu aku". Lalu Yui mengejar (U)Naruto
Benar-benar TBC
Baiklah aku akan menjawab satu demi satu review dari kalian
riski56 terima kasih atas pujiannya aku sedang galau apakah fict ini akan aku teruskan atau tidak
InmasGination : Oke akan aku lanjutka Insya Allah
Naru : Ya insya Allah aku lanjutkan
Vivinetaria : Semua orang bisa berpendapat bukan? Dan maaf karena tidak memikirkan sejauh itu
Guest : Apakah chap kemarin sampai 4000 masih kurang? Baiklah akan aku usahakan
Ryuuki Namikaze Lucifer : Aku rasa masih ada satu atau dua mungkin lebih
AlfhaKiller – Leon : One punchman aku pernah mendengar tapi belum pernah menonton sepertinya aku harus menyalahkan KPI karena gara-gara mereka semua anime yang di anggap tidak mendidik (Padahal mendidik) tidak berani tayang di Indonesia, jangan suruh aku lihat youtube karena hapeku jadul, Untuk Fandom lain selain Naruto kayaknya tidak bisa, aku pernah memikirkan fandom lain seperti Inuyasha dan One piece, tapi pengetahuanku tentang dua anime ini sangatlah kurang
Yuanthecutegirl : Ralat bukan waktu tapi dimensi
Aiko Vallery :Terima kasih insya Allah akan aku lanjutkan
Riski56 : Aku tidak bisa janji
Sas'ke : terima kasih aku sedang tidak bersemangat nulis
Guest : Yang benar Yui, tetap yang mengembara adalah Sasuke sedangkan Naruto hanya seorang ibu rumah tangga sekaligus jounin pendamping karena para tetua tidak mengijinkan Naruto untuk berhenti sebagai ninja
Aoi sora : Terima kasih atas dukungannya aku menjadi semangat lagi
Guest : Sepertinya aku harus membacanya cerita yang anda maksud, well aku anggap ucapan anda itu adalah pujian
Azuramode : Terima kasih
Dewi15 : Insya Allah akan aku akan lanjutkan
Terima kasih kasih atas reviewnya aku tidak akan bertanya apa kekurangan chapter ini Karena aku yakin banyak banget, maaf menunggu lama
