Twink Chap. 11 -END-

Title : Twink

Author : Putri ChanBaek26

Casts :

- Byun Baekhyun – Park Chanyeol

- Luhan – Kyungsoo – Xiumin – Tao

- Sehun – Kai – Chen – Kris – Suho – Lay

Pairing : ChanBaek, and All EXO Couples.

Genre : M untuk bahasa kasar, 18+ (Tentuin sendiri)

Warning! : YAOI! SHOUNEN-AI! BOY X BOY, BOYS LOVE, & TYPO(s)

Note : FF ini murni dari otak gaje saya, kalau ada persamaan dengan FF lain mungkin hanya suatu kebetulan belaka. Tapi jangan pernah coba – coba untuk meniru/Plagiat FF saya! Sekian :D

Summary : Baekhyun murid pindahan Amerika yang angkuh dipaksa bergabung kedalam Gang Luhan yang terdiri dari namja – namja binal. Sanggupkah Baekhyun menghadapi kebinalan teman – teman barunya itu? Atau ia malah berubah menjadi seperti mereka? BOYXBOY! YAOI! CHANBAEK! EXO OFFICIAL COUPLES!

PERHATIAN!

Yang masih dibawah umur mending kembali..

FF ini tidak baik untuk dikonsumsi(?) anak dibawah umur..

Yang gak suka baca kata – kata kasar mending kembali..

Masih mau lanjut?

Seriussss?

Yakin masih mau lanjut?

I TOLD YOU BEFORE!

Yaudah deh.. No BASH ya! Saya butuh kritik dan saran.. Bukan BASH! Thanks..

Happy Reading^^

Saat Chanyeol hendak membuka pintu rumah barunya tiba – tiba pintu itu terbuka sendiri.

Wajah seorang namja yang tidak asing terpampang sempurna dihadapan mereka. Cengiran menjengkelkan muncul diwajah tampannya.

"Hello Baekby dan namja sialan! Aku akan tinggal dengan kalian, sebagai bodyguard Baekby-KU."

"MWO?! KAU! BRENGSEK!"

"Min Kyu!"

Chap. 11

Min Kyu tersenyum penuh kemenangan, tangannya ia lipat didada.

"Aku tau aku sangat tampan. Tapi reaksi kalian jangan terlalu berlebihan seperti itu." Ucap Min Kyu percaya diri.

Chanyeol tampak mendengus kesal, sedangkan Baekhyun menggaruk kepalanya yang gatal.

"Kenapa kau bisa disini? Yang memegang kunci satu lagi kan Eomma?" Tanya Baekhyun bingung.

Min Kyu tertawa mengejek, lalu ia melangkah masuk kedalam.

"Tentu saja bisa. Cukup ku beri aegyo sedikit Eomma luluh begitu saja, katanya ia seperti melihat namja sialan ini." Jawab Min Kyu membelakangi kedua pengantin baru itu.

"Jangan panggil Eomma-ku dengan Eomma juga!" Teriak Chanyeol kesal.

"Lalu apa? Darling? Oh, so sweet!"

"Arrggh!"

"Tenanglah! Aku tidak akan lama disini. Nanti juga aku akan pergi dan membiarkan kalian bahagia disini."

-oOo-

Baekhyun mengelus - elus punggung 'suami'nya dengan lembut, senyum menenangkan tampak mengembang dibibirnya. Ia tau 'suami'nya itu sedang cemburu, makanya ia berusaha menenangkan.

"Kau cemburu?"

Chanyeol memutar bola matanya malas, ia peluk pinggang ramping milik 'istri'nya itu.

"Itu pertanyaan konyol. Tentu saja jawabannya sangat cemburu!"

Baekhyun semakin mengeratkan pelukannya, wajahnya ia dongakkan agar dapat melihat wajah tampan 'suami'nya itu.

"Apa yang membuatmu cemburu?"

Namja tampan itu menunduk, ia kecup bibir mungil itu lembut. Kemudian ia berbicara dengan jarak yang sangat dekat, hembusan nafasnya bahkan menerpa wajah 'istri'nya itu.

"Aku takut kalau ia tinggal bersama kita, kau jadi akan menyukainya. Apalagi kami SEDIKIT, hanya sedikit. Secuil mungkin, secuil mirip. Aku juga takut kau akan salah 'suami'. Tsk, aku tidak dapat membayangkan itu."

Namja mungil itu tertawa mendengar kekhawatiran 'suami'nya, apalagi mengkhawatirkan soal salah 'suami'. Itu benar - benar terdengar sangat lucu.

"Ayolah Chanyeol, jangan berlebihan seperti itu. Aku sangat - sangat mencintaimu. Jadi aku tidak mungkin mencintainya. Dan soal salah suami, kurasa aku tidak berani jamin itu tidak akan terjadi." Kata Baekhyun sedikit menggoda.

Kontan Chanyeol memanas, ia baringkan tubuh mungil itu diranjang. Dengan gerakan cepat ia langsung menindih 'istri'nya itu.

"Oh Baek, kau sangat tau membuat aku cemburu." Gerutu Chanyeol, tangan kirinya sibuk memilin nipple namja mungil itu. Sementara tangan kanannya menopang tubuhnya.

"Oh ya? Kalau kau cemburu, aku diberi hukuman tidak?" Tanya Baekhyun berharap, bibir bawahnya ia gigit dengan pose se-sexy mungkin.

"Kau mau hukuman? Hukuman apa? Ah, aku tau! Kau akan ku tusuk hingga menjerit kesakitan?" Jawab Chanyeol dengan seringai penuh, ia sudah meremas bokong 'istri'nya dengan penuh nafsu.

"Boleh, keras - keras ya?"

Namja tampan itu mengangguk cepat, segera ia sambar bibir sexy yang terpampang sempurna dihadapannya. Ia hisap bibir bawah dan bibir atas secara bergantian, lidahnya ikut menjilat bibir itu. Menyesap rasa manis dari bibir yang mampu membuatnya ketagihan itu, sesekali ia gigit kecil hingga Baekhyun mendesah pelan. Dan kesempatan itu tidak ia sia - siakan, langsung saja ia menelusupkan lidahnya kedalam bibir istrinya. Saling mengaitkan lidah satu sama lain, bertempur untuk menentukan siapa pemenang dari ciuman panas itu.

Namun Chanyeol menyerah kalah, pura - pura kalah sebenarnya. Karena ia malah menurunkan ciumannya dileher jenjang namja mungil itu, meninggalkan jejak kemerahan disana.

Baekhyun mendesah hebat, ia buka kancing piyama namja tampan itu. Begitu pun sebaliknya, Chanyeol juga sibuk membuka piyama namja mungil itu. Hingga tubuh mulus Baekhyun terpampang sempurna dihadapannya.

Hampir saja liurnya menetes saat celana dalam namja mungil itu terbuka, menampilkan junior kecil yang tampak kemerahan. Bulu - bulu halus terlihat disekitar junior itu, tidak banyak. Tapi cukup membuat Chanyeol gemas.

"Kau sangat sexy, Baekkie." Ucap Chanyeol disertai senyum mesum. Matanya tak lepas memandang tubuh mulus yang berada dihadapannya.

"Baekkie? Terdengar sangat manis." Baekhyun memerah. Ia palingkan wajahnya kesamping, sedikit malu karena dipandangi seperti itu.

"Ya, lebih manis dari Baekby."

Chanyeol pun mengecup bibir mungil itu dengan lembut, menyesap hingga rasa manis dari bibir tersebut masuk kedalam indera perasanya.

Sesekali ia gigit kecil, hingga lenguh kenikmatan mendominasi kamar baru mereka.

Namja tampan itu turun kebagian bawah milik Baekhyun, meraih junior mungil dan kemerahan itu. Setelah ia kocok sebentar, lalu langsung ia masukkan ke dalam mulutnya.

Walaupun junior tersebut cukup mungil, namun terasa penuh dimulutnya. Ia jilat pelan - pelan, sesekali ia hisap dengan kuat hingga Baekhyun mendesah kenikmatan.

Baekhyun menjambak rambut namja tampan itu sedikit keras, kepalanya mendongak menahan kenikmatan. Bokong mulusnya ia gerakkan sedemikian rupa.

Sesekali Chanyeol ikut mendongak, menatap wajah menahan kenikmatan yang ditunjukkan namja mungil itu. Ia sangat suka melihat ekspresi tersebut, karena mampu membuat kejantanannya mengeras sekeras - kerasnya.

"Chanyeol~ah, aku tidak tahan. Langsung masukkan ke lubangku saja." Paksa Baekhyun. Matanya menatap sayu kearah Chanyeol.

Chanyeol tersenyum, segera ia laksanakan perintah 'istri'nya tersebut. Sebelumnya sempat ia kecup bibir mungil itu berkali - kali.

"Aku masukkan ya Baekkie?"

Baekhyun mengangguk antusias, saat dirasa kejantanan Chanyeol telah berada didepan lubangnya ia langsung memenjamkan mata.

Dengan sedikit susah payah, junior milik namja tampan itu pun masuk. Ia langsung merasakan betapa ketatnya lubang namja mungil itu.

Baekhyun sempat mencakar punggung Chanyeol karena tidak tahan saat junior besar tersebut memasuki lubangnya, tapi sebisa mungkin ia berusaha menahan.

"Sakit?"

Namja mungil itu mengangguk lemah, bibirnya ia jilat menahan rasa sakit.

Chanyeol mencium bibir Baekhyun lembut, ia tau itu sangat menyakitkan. Karena mereka baru beberapa kali melakukan itu.

"Aku gerakkan ya?"

"Ya, tapi dengan cepat. Aku sudah tidak tahan."

Namja tampan itu tersenyum, lalu ia menarik juniornya hingga hanya tersisa kepala saja. Dengan kecepatan penuh ia kembali menghujamkan kejantanannya ke dalam. Kontan saja Baekhyun menggelinjang tak karuan.

"Oh gosh! Sakit sekali!"

"Ah! Ya disitu! Disitu Chanyeol~ah! Ah..Ah!" Racau namja mungil itu sambil mencengkram seprai dengan erat. Badannya tersentak - sentak karena genjotan Chanyeol yang sangat keras dan cepat itu.

"B-Baekkie~ah, kau sangat ketat—" Ucap Chanyeol disertai desahannya sendiri. Tempo genjotannya semakin ia percepat.

"Oh astaga! Fuck me! Yes! Fuck my asshole! Ohhh~"

Keduanya pun larut dalam kegiatan tidak lulus sensor tersebut, keringat dingin mengucur dari dahi masing - masing. Baekhyun merasakan sesuatu hendak keluar dari juniornya, Chanyeol yang menyadari itu pun meraih junior mungil itu. Mengocok dengan cepat hingga cairan putih keluar dari lubang kecilnya.

"Ah! Ah! Aku keluar—" Ujar Baekhyun sambil merem melek.

Chanyeol menghisap junior itu, menghisap sisa - sisa cairan cinta tersebut hingga masuk ke dalam mulutnya.

"Belum sampai 5 menit Baekkie sayang."

Baekhyun memerah, ia jadi mengingat Kris si satu ronde.

"Biar saja! Ayo lanjutkan lagi."

Chanyeol tersenyum mengejek, seolah - olah ialah pemenang dari permainan ini. Kembali ia hujamkan kejantanan miliknya, namun kali tempo genjotannya pelan. Ia masih mau menikmati lubang itu berlama - lama.

Baekhyun merasakan libido nya kembali naik, terbukti dari juniornya yang kembali menegang.

"Ah.. Chanyeol~ah—"

Keduanya kembali mendesah, kali ini cukup keras. Hingga seseorang sepertinya merasa terganggu.

Tok! Tok! Tok!

"Kalian sedang apa? Ribut sekali!" Teriak seseorang itu, suaranya sedikit serak.

Chanyeol yang sedikit terkejut menghentikan genjotannya, ia menatap ke arah pintu dengan kesal.

"Si brengsek itu mengganggu saja!" Ucap Chanyeol geram.

"Temui saja, mungkin ia terganggu dengan desahan kita."

"Sudah wajar kan? Kita pengantin baru, lagipula ini rumah kita!" Kata Chanyeol masih kesal. Segera ia tarik juniornya keluar, lalu ia selimuti tubuh mungil itu.

Sedangkan ia sendiri langsung menggunakan celana dalam.

"Akan kuberi pelajaran!"

Namja tampan itu langsung menuju pintu, memutar kunci dengan gerakan cepat. Hingga~

Cup~

Blam!

Namja yang didepan pintu hanya mampu memelototkan matanya dengan kejadian super cepat itu, ia langsung memegang pipinya yang cukup basah bekas ciuman Chanyeol.

"Sialan!" Umpatnya sembari berlari kekamar mandi dengan raut jijik.

Baekhyun tertawa melihat kejadian itu, apalagi saat Chanyeol menuju kearahnya dengan ekspresi datar. Seolah - olah kejadian tadi tidak pernah terjadi.

"Kau mencium Min Kyu?" Tanya Baekhyun dengan masih tertawa.

"Ya, biar dia tau rasa! Siapa suruh mengganggu pengantin baru! Ah, brengsek!"

Chanyeol langsung membuka selimut yang menutupi tubuh mungil itu, bermaksud agar kegiatan mereka tadi dilanjutkan. Namun Baekhyun malah menarik selimut itu, membalikkan tubuhnya membelakangi namja tampan tersebut.

"Baekkie, ayo kita lanjutkan lagi." Ajak Chanyeol dengan raut khawatir.

"Aku sudah mengantuk, besok pagi saja ya? Good night Yeol!"

"Apa? Baekkie, aku belum keluar!"

"Handjob saja!"

"Tidak Baekkie, aku mau lubangmu!" Rengek Chanyeol sambil memeluk Baekhyun manja.

"Kalau begitu bangunkan aku jam 5 pagi, kita bercinta pagi - pagi. Bagaimana?"

"Mana mungkin! Aku saja bangun jam 8 pagi Baekkie!"

Baekhyun mendesah malas.

"Sex pagi - pagi bagus Chanyeol~ah."

"Tapi aku tidak bisa."

"Ya sudah!"

Chanyeol terlihat frustasi, apalagi kejantanannya masih menegang sempurna. Segera ia raih tangan kiri namja mungil itu, menggerakkan jemari itu di juniornya agar ia dapat segera keluar.

Baekhyun hanya tersenyum penuh kemenangan, matanya yang menutup mengintip acara handjob Chanyeol menggunakan tangan kiri nya.

"Jari - jari porno." Komentar Chanyeol sambil mendesah, matanya menatap tangan Baekhyun dengan kagum. Sesekali ia menatap wajah 'istri'nya yang tampak tertidur pulas, namun lidah namja mungil terjulur keluar. Menjilat - jilat bibirnya menggoda.

"Belum tidur ternyata! Ah! Kau jahat Baekkie!"

-oOo-

"Morning Baekkie." Sapa Chanyeol sembari memeluk Baekhyun dari belakang. Baekhyun yang sedang menyiapkan sarapan pun membalikkan tubuhnya.

Cup~

"Morning Kiss." Ucap namja mungil itu malu - malu ketika ciuman mereka terlepas.

"Ternyata kau mulai berani sayang" Goda Chanyeol karena namja mungil itu yang duluan menciumnya.

"Tentu saja! Mmm.. Hati - hati kalau sifat asliku keluar."

Chanyeol tertawa keras, kaki jenjangnya melangkah menuju keluar pintu dapur.

"Aku mandi dulu sayang." Serunya.

Namja mungil itu hanya mengangguk, tangannya sibuk mengatur tataan piring dan garpu dimeja.

"Gosh! Aku hanya bisa menyajikan roti bakar ini pada suamiku! Astaga! Aku sangat memalukan!" Gerutu Baekhyun sambil memukul kepalanya pelan.

Ia berbalik hendak keluar, namun seorang namja berdiri tepat dihadapannya.

"Morning Baekby!"

Cup~

Baekhyun membelalakkan matanya kaget, apalagi saat namja itu— Min Kyu mengecup sudut bibirnya. Ia benar - benar terkejut.

"Apa kau gila? Bagaimana kalau Chanyeol melihat? You idiot!" Rutuk Baekhyun kesal. Min Kyu hanya tertawa menyebalkan.

"God! Aku merasa seperti memiliki 2 orang suami!"

"Aku suami pertama Baekby!"

Namja mungil itu memutar bola matanya malas.

"Terserahlah."

-oOo-

Chanyeol dan Min Kyu saling bertatapan satu sama lain saat mereka duduk berhadapan dimeja makan, dari tatapan mereka mengalir rasa kebencian yang mendalam.

Baekhyun yang duduk disamping Chanyeol hanya menggigit roti selai stoberinya tanpa minat.

"Kalian. Hentikan itu!" Ucapnya lemah.

Chanyeol yang menyadari itu langsung mengalihkan pandangannya, ia tangkup wajah imut itu ditangan besarnya.

"Ada apa Baekkie? Namja brengsek ini mengganggumu? Baik! Akan ku hajar dia!"

Cepat - cepat namja mungil itu menahan 'suami'nya, bibirnya melengkung kebawah.

"Aku malu Chanyeol~ah! Aku tidak bisa memasak." Ucapnya disertai tetesan air mata yang mengalir dipipi lembutnya.

Namja tampan itu hendak tertawa saat mendengar itu, namun disisi lain ia turut sedih melihat orang yang ia cintai menangis.

"Tidak apa - apa. Aku tidak menuntutmu bisa memasak. Ada kau disisiku saja aku sudah merasa sangat bahagia."

Min Kyu memasang ekspresi muntah saat melihat adegan itu, menurutnya itu terlihat sangat menjijikkan.

"Hiks! Terima kasih suamiku! Aku sebenarnya ingin belajar memasak, tapi aku takut terkena percikan minyak. Kalau percikan itu terkena kulitku bagaimana? Kulitku yang mulus bisa rusak. Lalu kalau jemari lentikku kena pisau bagaimana? Ah! Aku tidak bisa membayangkan! Sangat mengerikan!"

Chanyeol hanya memasang wajah datar saat mendengar penjelasan panjang lebar itu, Drama Queen 'istri'nya ternyata mulai kambuh.

Ekspresi berbeda ditunjukkan oleh Min Kyu, ia terlihat berbinar melihat sifat asli namja mungil itu.

"Hiks! Aku sedih! Hiks, mataku bisa membengkak."

"Tenanglah Baekby, aku juga tidak mengijinkan kau memasak kok." Kata Min Kyu dengan senyum lebar. Seketika deathglare dari Chanyeol langsung terarah padanya.

"Kau tidak perlu bicara! Suaminya kan aku! Kau cuma pembantu." Sentak Chanyeol dengan wajah mengerikan. Sepertinya ia cemburu dengan perhatian yang diberikan oleh Min Kyu pada 'istri'nya.

"Oh! C'mon guys! Kenapa kalian selalu bertengkar? Aku tau aku pantas diperebutkan, karena aku tampan, imut, menarik, dan sexy. Tapi tidak perlu ribut - ribut seperti itu. Shut your mouth! Okay?"

Chanyeol dan Min Kyu hanya terdiam, sesekali keduanya tampak saling melemparkan deathglare masing - masing.

"Oh! Mataku! Hiks."

-oOo-

Baekhyun menempelkan smartphone nya ditelinga, waktu itu masih pagi, dan sangat kebetulan hari itu adalah hari minggu. Jadi niat nya hari itu adalah belajar memasak dengan Kyungsoo, namun sayang. Namja itu ternyata sedang berlibur ke jepang dengan Kai. Dengan berat hati pun ia terpaksa menelepon Luhan, kali saja namja itu bisa memasak. Walapun rasanya amat mustahil.

"Hallo Lu!" Sapanya ceria.

"Hallo babe, ada apa? Kalian bercinta sampai pagi? Oh astaga! Sepupuku itu memang kuat dan tahan lama." Cerocos Luhan.

Baekhyun hanya mampu memutar bola matanya malas, kalau namja nakal itu berada dihadapannya sudah pasti ia tendang bokong melarnya itu.

"Bitch, please! Bukan itu! Dengarkan aku dulu."

"Hahaha.. Mian, aku terlalu bersemangat!"

"Terserah! Oh ya, sebenarnya aku ingin belajar memasak. Tapi Kyungsoo sedang berlibur dengan Kai di Jepang. Apa kau bisa memasak Lu? Aku tidak tau mau minta bantuan kepada siapa."

Terdengar helaan napas dari sebrang sana.

"Aku memasak? Jangan harap! Haha.. Aku Cuma tau bercinta, urusan masak memasak kuserahkan pada Sehun." Jelas Luhan dengan gaya angkuh, meskipun sebenarnya Baekhyun tidak dapat melihat itu.

"Benarkah? Jadi aku harus bagaimana? Apa Tao atau Xiumin bisa memasak?"

Luhan tertawa dengan keras, sanking kerasnya sampai membuat namja mungil itu menutup telinganya.

"Gosh! Tao hanya bisa merusak makanan, sedangkan Xiumin hanya pintar memakan. Mereka tidak bisa diandalkan, jadi tenang saja, aku yang akan membantumu."

"Kau yakin?" Tanya namja mungil itu terlihat tidak yakin.

"Percaya padaku babe!"

-oOo-

"Hello semua rakyatku!" Sapa Luhan siang itu, ia menggunakan baju santai namun terlihat sangat modis.

"Eww.. Kau menjijikkan." Kesal Baekhyun, ia tampak merengut saat Luhan masuk begitu saja kedalam rumahnya. Tatapan namja nakal itu meneliti setiap sudut rumah Baekhyun.

"Lumayan, aku suka dekorasi rumah kalian." Komentar Luhan dengan gaya menyebalkan.

Chanyeol yang sedari tadi tampak memegang handphone-nya pun hanya mendengus kesal.

"Oh hey! Kembaran Chanyeol!" Sapa Luhan ramah, matanya mengerling menggoda kearah Min Kyu. Min Kyu yang semula ingin naik ke lantai atas pun berjalan kearah Luhan.

"Hai cantik! Siapa namamu? Aku Min Kyu."

"Luhan! Xi Luhan. Apa kau ada waktu malam ini?"

Baekhyun hanya menatap jengah kearah keduanya, dengan sadis ia menarik tangan Luhan ke dapur.

"Baekhyun sialan! Aku mau berkenalan dengan Min Kyu yang tampan!"

"Kau mau ku beri tahu Sehun hah?" Ancam namja mungil itu dengan aura menyeramkan.

"Okay, aku menyerah! Oh, I like him, gawd! Hawt."

-oOo-

Luhan tampak meneliti segala bahan – bahan masakan yang telah tersusun rapi didalam kulkas, wajahnya tampak sangat serius. Jarang – jarang ia menunjukkan wajah seserius itu.

Baekhyun yang melihat keseriusan di wajah Luhan pun menjadi senang, ia pikir Luhan benar – benar akan membantunya untuk membuat makan siang mereka.

"Jadi Lu, apa yang akan kita masak?" Tanya Baekhyun tersenyum manis.

Namja nakal itu tampak berpikir, matanya terpejam sambil mengetuk – ngetukkan telunjuknya didagu.

"Ah! Kita masak— telur mata sapi saja. Bagaimana?"

Luntur sudah senyum diwajah namja mungil itu, ia pun mendengus dengan kesal.

"Ku kira kau memikirkan makanan yang lain! Ternyata Cuma telur! Huhhh." Rutuk Baekhyun sebal.

"Memangnya kau bisa memasak telur mata sapi?" Tantang Luhan mengejek.

"T-tidak sih."

"Ya sudah, aku juga tidak bisa." Kata Luhan dengan wajah tanpa dosa.

"What? Holly shit!"

"Sudah – sudah! Sekarang panaskan minyak." Perintah Luhan dengan gaya Hitler.

Baekhyun hanya menurut, ia panaskan minyak goreng yang berada dihadapannya. Lalu ia menatap wajah Luhan yang masih terlihat serius.

"Lihat, perhatikan baik – baik! Cara memecahkan telur itu begi—"

Krak!

Luhan memasang senyum terbaiknya ketika telur yang hendak ia pecahkan hancur dilantai.

"Oh shit! Kau membuat dapurku kotor!"

"Hehe.. Mian! Sekali lagi."

Krak!

Lagi – lagi sama, telur itu langsung hancur begitu saja. Membuat dapur itu semakin kotor.

Baekhyun berusaha menahan emosinya, padahal ia ingin sekali menjambak – jambak rambut blonde itu.

"O-okay! Sekali lagi!"

Lagi dan lagi, sudah 20 butir telur yang Luhan hancurkan dengan tidak berperiketeluran. Dan itu semakin membuat Baekhyun jengkel.

"Ayolah Lu, minyaknya sudah panas. Aku matikan ya?"

"Ya.. Matikan saja. Aku akan berusaha semaksimal mungkin."

5 minutes later~

"Oh yes! Akhirnya berhasil!" Luhan pun memasukkan telur itu, lalu keduanya menanti hingga matang. Raut bahagia terpatri di wajah cantik keduanya.

-oOo-

Chanyeol menoleh kearah Min Kyu, ternyata namja itu hendak masuk kedalam dapur. Padahal Baekhyun sudah melarang mereka masuk kedapur sebelum masakan selesai.

Ia pun berjalan dengan cepat, tangannya yang panjang menarik lengan Min Kyu dengan sedikit kasar.

"Lepaskan! Apa yang lakukan?" Min Kyu berusaha melepaskan diri, matanya menatap tajam kearah Chanyeol.

Chanyeol juga ikut memberikan tatapan tajam, ia lepaskan lengan itu dengan sekali hentakan.

"Jangan masuk sebelum mereka selesai! Apa kau tidak dengar perkataan Baekhyun tadi?"

Min Kyu menggeleng, lalu ia menatap Chanyeol aneh.

"Tidak. Lagi pula mereka sudah selesai." Ujar Min Kyu sambil menunjuk kedua namja mungil yang menuju kearah mereka.

Kedua namja mungil itu tampak menyembunyikan sesuatu dibelakang tubuh mereka.

"Sudah selesai Baekkie?" Tanya Chanyeol sambil tersenyum manis.

Baekhyun mengangguk lemah, bibirnya terpout sempurna.

"Ya, tapi—"

Baekhyun dan Luhan bersamaan mengeluarkan sesuatu dari belakang tubuh mereka.

Kontan saja Chanyeol dan Min Kyu membulatkan mata mereka.

"Telurnya gosong.. Hiks.. Terus aku terkena percikan minyak." Ucap Baekhyun manja, ia menunjuk setitik bekas merah ditangannya.

"Hmppphttt." Min Kyu tidak tahan, ia menutup mulutnya menahan tawa. Bagaimana pun kedua namja mungil itu terlihat idiot dengan beberapa telur gosong dipiring yang berada ditangan mereka.

Chanyeol meraih Baekhyun dalam pelukannya, matanya melemparkan tatapan mematikan kearah Min Kyu.

"Tidak apa – apa. Kita bisa makan diluar kan? Lagi pula aku tidak memaksamu agar bisa memasak Baekkie. Jadi mulai sekarang jangan memasak lagi ya? Aku tidak mau kau kenapa – kenapa."

Namja mungil itu mengangguk imut, dekapannya semakin ia eratkan.

Luhan dan Min Kyu hanya memutar bola mata mereka malas, mereka seperti sedang melihat adegan didrama murahan.

"Tapi Chanyeol~ah, tanganku masih panas? Bagaimana kalau kulitku rusak? Hiks.. Kita ke dokter kulit saja ya?"

Chanyeol tertawa karena gemas dengan tingkah namja mungil itu.

Cup~

Namja tampan itu mengecup tangan Baekhyun yang memerah.

Baekhyun tampak memerah, ia tidak menyangka Chanyeol akan melakukan hal yang menurutnya romantis itu.

"Sudah sembuh?"

"Ya.. Chanyeol~ah."

"Baekkie~ah."

Cup~

"Oh please! Go get a room, and fuck him!" Teriak Luhan dan Min Kyu bersamaan.

-oOo-

Pagi itu Baekhyun tampak duduk dipangkuan Chanyeol, keduanya sedang berada dibalkon. Menghirup udara pagi yang masih sangat segar.

Baekhyun menyandarkan kepalanya didada 'suami'nya, sedangkan Chanyeol hanya tersenyum sambil mengacak rambut namja mungil itu.

"Chanyeol~ah?"

"Hmm..?"

Namja mungil itu terdiam sebentar, helaan napas pendek terdengar dari bibir mungilnya.

"Aku sangat bahagia bisa menikah denganmu."

Terdengar tawa kecil dari Chanyeol, hingga Baekhyun mendongak untuk melihat kenapa 'suami'nya itu tertawa.

"Kenapa?"

"Aku juga bahagia Baekkie, kalau sampai kita tidak jadi menikah mungkin aku sudah bunuh diri." Ucap Chanyeol sambil menerawang jauh saat pernikahan mereka hampir gagal.

"Berlebihan.. Haha."

Chanyeol ikut tertawa, ia cubit hidung namja mungil itu dengan sedikit keras. Hidung itu pun tampak sedikit memerah.

"Chanyeol~ah, kenapa kita tidak bulan madu saja?"

Namja tampan itu berpikir sebentar, namun sedetik kemudian ia menggeleng.

"Nanti saja Baekkie, kalau orang tua kita ada waktu buat berlibur. Aku sangat ingin berlibur sekalian dengan keluarga kita masing – masing."

"Baiklah!"

Keduanya pun terdiam, memandang pemandangan dari atas balkon kamar mereka dengan damai.

3 orang yang ternyata sedari tadi bersembunyi di samping tempat tidur pun mulai berjalan mendekat kearah keduanya, lalu dengan amat keji seorang namja mungil mengejutkan pengantin baru tersebut.

"Kejutaaaaaaaaaaaaaannnn!"

"Hyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!"

"Hahaha!"

"Brengsek kau Xi Luhan!" Pekik Baekhyun kesal, ia langsung memukuli badan namja itu.

"Mau apa kau kemari?" Tanya Baekhyun kali ini dengan ketus.

"Santai babe! Aku dan Sehun hanya minta tolong pada kalian untuk menjaga anakku." Jawab Luhan sambil menunjuk anaknya yang berada digendongan Sehun.

"What? Are you crazy? Kau pikir aku mau menjaga benda berlendir itu?"

Tok!

Luhan memukul kepala Baekhyun dengan kejamnya, wajahnya memerah menahan amarah.

"Sakit! Aish!"

"Pokoknya tidak ada penolakan! Aku dan Sehun mau berlibur ke Berlin, jadi tidak ada yang menjaga Lulu kecil. Maka kuperintahkan agar kalian yang menjaganya." Ucap Luhan tegas dan tampak bermartabat.

"Tapi Lu, kami sama sekali—"

"Baik! Kami terima perintahmu. Kemarikan bayinya." Kata Min Kyu memotong perkataan Chanyeol.

"What the fuck? Kau siapa menerima itu?!" Teriak Chanyeol marah, ia sudah menarik kerah baju Min Kyu.

Min Kyu tampak tak gentar, malah senyum mengejek muncul diwajah tampannya.

"Sebagai suami pertama aku berhak menerima itu! Kau punya masalah? Huh?" Min Kyu masih tersenyum, namun tiba - tiba wajahnya ia majukan hingga bibirnya menempel tepat dipipi Chanyeol.

Bruk!

"Argggh! Sialan kau!" Teriak Chanyeol kesal, pipinya ia elap menggunakan ujung lengan bajunya.

Min Kyu hanya tertawa puas dilantai, acara balas dendamnya akhirnya berhasil.

"Okay! Kami pergi dulu! Dag~"

"Xi Luhan! Tunggu! Bitch! Slut! Fucking idiot!"

-oOo-

Baekhyun tampak menangis ketika bayi mungil Luhan menangis dengan keras, ia bingung harus berbuat apa. Seumur - umur baru kali inilah ia menjaga bayi.

"Hiks.. Chanyeol~ah, ia menangis!"

"Mungkin ia haus Baekkie~ah, dia harus minum susu." Ucap Chanyeol sambil berusaha mendiamkan keduanya.

"Apa? Tapi, susu ku kan tidak ada." Kata namja mungil itu polos.

Chanyeol terbelalak kaget mendengar ucapan 'istri'nya, tatapan matanya beralih menatap dada rata yang tertutup piyama itu.

Glek!

Pikiran pun mesum mulai menguasai pikirannya.

"Umm.. Aku buatkan susu dulu." Ucap Chanyeol sembari segera melangkah keluar, sengaja agar otak mesumnya tidak kambuh. Ia tidak mau menyerang 'istri'nya saat ada bayi Luhan.

"Eh? Kau mau minta susu Min Kyu?"

-oOo-

Namja mungil yang kita kenal bernama Baekhyun tampak berteriak heboh dikamar, sedari tadi ia memanggil Chanyeol dan Min Kyu bergantian.

"Ada apa?" Tanya kedua namja tiang listrik itu bersamaan, wajah mereka tampak khawatir.

"Lihat! Lulu junior poop! Bau sekali! Ewww.. Aku takut terkena polusi udara!"

Chanyeol pun bernapas lega, padahal ia sudah takut terjadi apa - apa pada namja mungil itu. Namun untunglah tidak apa - apa.

"Tenang Baekkie~ah, akan ku ganti popoknya." Ucap Chanyeol sembari menuju kearah Lulu junior.

"Baekby sayang, aku sempat khawatir padamu. Tapi syukurlah kau tidak apa - apa. Kecup sekali."

"Jangan merayu istriku Yoo Min Kyu!"

"Ooopss! Haha."

-oOo-

Chanyeol mendekap Baekhyun erat sekali malam ini, sesekali ia mengecup kepala namja mungil itu.

Baekhyun yang berada didekapan Chanyeol hanya tersenyum bahagia, matanya tak lepas dari Lulu junior yang sedang terlelap tidur.

"Baekkie, jadi kau tidak mau kalau kita punya anak?" Tanya Chanyeol memecah keheningan.

Namja mungil itu berpikir sejenak, lalu ia mendongak menatap Chanyeol.

"Aku mau saja, tapi jangan aku yang merawat. Kau liat sendiri aku sangat sensitif dengan yang begitu."

"Baiklah, kalau begitu kita tidak punya anak saja." Kata Chanyeol. Ia kecup bibir namja mungil itu dengan lembut.

Sambil berciuman Baekhyun mengangguk pelan, pelukan mereka semakin ia eratkan.

Tiba - tiba ia seperti teringat dengan sesuatu, dengan perlahan ia pun melepaskan ciuman mereka dan mendudukkan tubuh mungilnya. Mata sipitnya yang seperti bulan sabit menatap Chanyeol cemas.

"Tapi Chanyeol~ah, sepertinya aku hamil. Akhir - akhir ini aku sering mual - mual. Dan sepertinya juga, aku sedang mengidam punya baby. Bagaimana ini?"

"APA?! Kau kan namja Baekkie! Mungkin kau hanya masuk angin saja." Chanyeol melotot kaget mendengar kepolosan 'Istri'nya itu.

"Ah benar. Tapi aku mengidam punya baby! Jadi kita harus punya bayi secepatnya!"

"Baiklah ayo kita buat baby sekarang Baekkie!"

"Apa?! Tidak mau!"

End—

Thank's buat yang udah setia ngikutin FF ini.. Maaf kalau NC nya mengecewakan, aku gak bisa buat NC sih.. XD

Jangan lupa RCL ya? :D

TOLONG PERHATIANNYA YA..

Terima kasih atas review kalian semua, walaupun gak bisa balas tapi aku baca kok.

Tapi ada satu review yang bilang kalau dia pernah baca cerita yang hampir sama kayak cerita di twink ini, tapi di ff itu Baekhyun sifatnya kalem dan perantara mendekatkan Baekhyun dan Chanyeol itu adalah Luhan, terus ada email2 juga sama kayak cerita ku ini. Udah gitu minkyu disitu namanya Richard, dan Richard waktu hampir menikah sama Baekhyun akhirnya mengalah dan nyuruh Chanyeol yang mengantikannya di altar, yang mana hampir sama juga dengan cerita di twink. Cuma disini Minkyu dan Baekhyun cuma ngerjain Chanyeol aja, udah gitu pas ChanBaek nikah si Richardnya tetap tinggal dirumah mereka, dan gangguin ChanBaek. Dan itu bener – bener kayak cerita ini.

Aku gak nuduh ff itu plagiat, hanya aja aku pengen baca ceritanya, apakah sama kayak punya aku atau malah cuma mirip atau bahkan terinspirasi. Karena untuk informasi aja, FF Twink ini udah pernah aku post di 2 fanpage EXO di facebook pada tahun 2013, jadi ini cerita repost yang murni buatan aku sendiri. Kalau kalian gak percaya silahkan cek ke Google pake kata kunci ChanBaek Twink Putri Chanbaek26, pasti mengarah ke fanpage yang dua itu. Dan disitu nanti keliatan tahun berapa cerita ini di post.

Jadi intinya cerita ini udah lama, dan aku gak pernah plagiat cerita manapun. So, kalau kalian tau cerita yang aku maksud please kasih tau dikotak review, soalnya aku penasaran banget sama FF itu. Kalau memang beda kan syukur, jadi para author ChanBaek emang kreatif dan semua itu hanya kebetulan semata aja. J