Disclaimer : Semua charakter disini milik Tuhan YME, author cuma pinjem nama

Rate : T

Genre : Romance, drama, family

Warning : BL, YAOI, Typos, cerita pasaran, OOC (mungkin ), mohon dengan sangat sebelum membaca dibaca dulu bagian warning ini, tidak menerima bash kecuali kritik membangun, so please

DON'T LIKE DON'T READ

Note : Fanfiction ini murni hasil karya saya selaku author, saya tidak rela dan tidak ikhlas jika hasil karya saya ini di plagiatkan oleh orang - orang yang tak bertanggung jawab, dalam bentuk apapun!

.

.

Pairing

Yunjae

Yoosu

SiChul

Other Cast

Baby Changmin

Go Ahra

.

.

Anneyong Saengideul & Chingudeul,

Kemarin saya berencana akan hiatus dulu ne? namun takdir berkata lain, atau mungkin juga saya berdosa kepada chingu semua, sepertinya keberangkatan saya terancam batal, pasalnya sudah seminggu ini nae aegya mendekam dirumah sakit, hiks...jadi kemungkinan saya tidak diajak menghadiri pernikahan saudara saya. T.T

Chap ini saya buat disela - sela waktu saya mengurus aegya dirumah sakit, hehehe...sempet - sempetnya, sampai saat inipun anak saya belum keluar juga dari rumah sakit. Minta bantuan doanya ne, dan juga bantuan reviewnya, otte?

Happy Reading

Dozo...

.

note : mianhe kalau cerita chap ini kurang memuaskan dan banyak typo karena tidak diedit.
.

.

CHAPTER 10

.

.

End Of Previous Chap

.

Jaejoong menyuruh Yunho yang tengah asyik menonton televisi disaat mendengar suara bel apartemen mereka, Yunho yang tengah bersantai karena hari itu hari minggu, menyeret langkahnya dengan malas menuju pintu utama apartemennya itu, kemudian dibukanya pintu tersebut. Namun seketika mata sipitnya mendadak menjadi besar ketika melihat siapa yang sedang berdiri didepannya saat ini.

" Yah, kau lama sekali membukakan pintu untuk kami!"

" U-Umma..."

" Ne, mana cucuku? aku sudah sangat merindukannya.."

" D-Dikamar u-umma...s-sedang menyusu.."

" Oh dikamar, kajja Ahra chagi, kau pasti sudah tidak sabar melihat calon anakmu, eoh?"

" Ne umma.."

Yunho membatu saat kedua sosok wanita itu melewatinya masuk tanpa permisi menuju kamar tempat Jaejoong dan Changmin berada. Keningnya berkerut disaat mencerna kalimat terakhir ummanya barusan.

' Calon anak? hmm...ANDWAE!'

.

.

.

FOREVER LOVE

.

.

.

.

" Hhhh..." Yunho hanya dapat mendesah panjang, melihat tingkah ummanya yang sok sayang kepada anak semata wayangnya itu, padahal dalam waktu satu setengah tahun, terhitung semenjak Changmin lahir, mungkin ummanya itu hanya beberapa kali saja menelponnya dan secara tidak sengaja menanyakan keadaan Changmin, asal mulanya ummanya hanya menanyakan soal perusahaan Jung yang dipimpinnya saat ini. Ketidak sukaan umma terhadap Hyun Jin mendiang umma Changmin, menyebabkan ketidak pedulian nyonya Jung tersebut.

Selain itu pula, Yunho sedikit curiga melihat ummanya datang bersama gadis yang tak dikenalnya sama sekali, dan mengatakan Changmin adalah calon anaknya, Andwae! firasat buruknya sepertinya akan jadi kenyataan, ummanya pasti akan menjodohkannya dengan gadis yang menurutnya ' sok manis' tersebut.

" Yah! kau siapa? mengapa kau mirip wanita penyakitan itu? jangan bilang kau hidup lagi!"

Mendadak lamunan Yunho terbuyar saat mendengar suara bentakan ummanya saat ia berada dibelakang dua wanita tersebut yang sudah berdiri diambang pintu kamar Changmin dan Jaejoong.

" Eh? mianhe, anda siapa?" tampak Jaejoong yang tengah bersenda gurau bersama Changmin yang saat ini tengah memanjat kedada Jaejoong, hal yang selalu dilakukan Changmin setelah menghabiskan sebotol susu bila Jaejoong berada disampingnya, mata bulat Jaejoong tampak membesar melihat orang yang mengiranya hantu itu. Jaejoong sampai saat inipun belum pernah sekalipun bertemu umma Jung.

" Kau tidak tahu rupanya ya? aku ini istri dari pemilik perusahaan Jung, dan ibu dari Presiden Direktur, Jung Yunho. Jelas?"

" Mwo? eh..kajja Minnie, Haelmonimu datang, Anneyong Haseyo, Nyonya Jung, perkenalkan, saya Kim Jaejoong, dan saya bertugas merawat Minnie."

Mendengar nama tersebut, membuat Jaejoong tersentak dan langsung turun dari ranjang kemudian menggendong Changmin, membawanya kehadapan umma Jung yang masih berdiri mematung.

" Kim Jaejoong? jangan katakan kalau kau itu namja?"

" Ne, aku namja nyonya.." jawab Jaejoong dengan kepala yang tertunduk.

" Mwoya?"

Kali ini jerit tertahan dilakukan bersamaan oleh nyonya Jung dan gadis asing yang dibawa olehnya, sepertinya umurnya tidak terlalu jauh dengan umur Yunho. Mata keduanya terbelalak dan meneliti setiap jengkal tubuh Jaejoong yang saat itu hanya memakai celana pendek hitam dan kaos tipis V neck, dengan rambut halus yang berwarna hitam pekat dibiarkannya sedikit panjang hingga sebatas leher, mata doe hitam yang bulat dan besar, hidung yang runcing, bibir penuh berwarna merah cherry, dan jangan lupakan kulit yang putih mulus tanpa cacat, bahkan kulit wanita yang berada disebelah umma Jung sekarang kalah mulusnya.

" Hhh..ternyata benar kau namja, lain kali cobalah berpakaian yang sopan sedikit! anakku itu adalah seorang duda, walaupun normal, kalau melihatmu seperti ini, dan wajahmu itu, aishh...mengapa kau memiliki wajah yang sangat mirip dengan wanita penyakitan itu, bisa - bisa anakku lepas kontrol melihatmu, huh!"

" M-Mian, nyonya.."

" Umma, jangan berlaku seakan ia adalah Jinnie, tanpa Jongie, aku tak akan melihat senyum Minnie umma, selama ini Minnie menganggapnya sebagai Jinnie, aku benar - benar sangat tertolong."

" Sudah tidak usah menyebut wanita itu lagi! arra, aku mengerti, jadi dia hanya baby sitter kan? kau gaji untuk mengurus Minnie cucuku."

Jaejoong sedari tadi hanya tertunduk dihadapan umma Jung sedangkan Changmin masih didalam gendongannya, sama sekali tidak menghiraukan kehadiran haelmoninya, kedua tangannya erat memeluk leher Jaejoong.

" Changmina, kemari, kau tidak merindukan haelmonimu, eoh?"

" AAAAA...emmaa...!"

Nyonya Jung mendekati cucunya yang berada dalam gendongan Jaejoong dan berniat hendak mengambilnya dari gendongan Jaejoong, namun lengkingan keras Changmin mengurungkan niatnya.

" Arra, arra, rupanya kau benar - benar tidak mengenalku, hhh..."

" Jelas saja umma, seumur hidup Minnie, hanya satu kali kau melihatnya yaitu pada saat ia baru lahir." ucap Yunho membuat wajah ummanya sedikit mengeras karena malu akan perkataan putranya yang terdengar seperti menyindir.

" Ehm, Jung Yunho, ada yang ingin umma bicarakan, sebaiknya kita bicara diruang tengah saja, lebih santai, kajja Ahra, dan kau umm, nugu? Jongjong.."

" Jaejoong umma..." Yunho segera meperbaiki sebutan ummanya yang seenaknya merubah nama orang yang dicintainya itu.

" Ne, Jaejoong, buatkan kami minuman, ppali..."

" Umma, dia bukan pembantu, tugasnya hanya merawat Minnie saja..."

" Aku tak peduli, dia tetap dibayarkan? apa bedanya?" nyonya Jung bersikeras.

" Gwaenchana Yun, akan kubuatkan minuman, lagian nyonya Jung baru tiba, seharusnya kau memperlakukannya dengan baik, bisakah kau gendong Minnie sebentar, aku akan mebuatkan minuman."

" Boo..."

" Minnie, ikut appa sebentar, eoh?" Jaejoong memberikan Changmin kepada Yunho.

Yunho sangat tidak rela melihat ummanya memperlakukan Jaejoong sedemikian rupa, ia menangkap sinar kesedihan saat menatap doe eyes milik Jaejoong ketika mendengar semua perkataan ummanya. Namun terlihat jelas Jaejoong sangat tegar, terbukti, bibir cherrynya masih menyunggingkan senyum manisnya.

" Yunnie, kemarilah.." panggilan ummanya membuat Yunho tersentak saat matanya terus menatap Jaejoong yang telah berlalu ke dapur. Dibawanya Changmin menuju sofa yang berada diruang tengah tersebut tempat ummanya bersama wanita yang sepertinya malu - malu, karena sejak tadi belum mengeluarkan suaranya.

" Silakan diminum nyonya, permisi saya akan membereskan kamar Minnie.."

" Eh, kau duduk saja disini, agar kau mendengarkan apa yang kami bicarakan, sebab ini menyangkut majikanmu yang sebentar lagi akan bertambah, bukan hanya Yunho, arra? duduklah."

" E-Eh, n-ne nyonya."

" Umma? apa maksudmu?"

Jaejoong dan Yunho bersamaan menampakkan wajah heran mereka saat mendengar perkataan nyonya Jung tersebut, berbeda dengan wajah Yunho yang tampak menegang setelahnya, Jaejoong hanya menunduk, ia duduk dilantai seperti seorang pembantu, melihat itu Yunho cepat - cepat menempatkan dirinya bersama Changmin disebelah Jaejoong, tentu saja Changmin langsung berjalan kearah Jaejoong dan duduk dipangkuannya. Melihat adegan tersebut nyonya Jung sempat heran, namun dilihatnya Changmin sangat akrab dengan Jaejoong, mau tidak mau dibiarkannya saja adegan Yunjaemin tersebut, sedang wanita malu - malu kucing yang tadinya bersorak dalam hati karena duduk berdekatan dengan namja tampan idaman hatinya, hanya menggigit bibirnya saat Yunho berpindah duduk dilantai. Ia heran, sedikitpun Yunho tak pernah meliriknya sama sekali, dan itu membuatnya sangat kesal.

" Maksudku, tidak lama lagi Yunho majikanmu akan menikah, jadi otomatis kau memiliki dua majikan kan?"

" MWO?" Yunho dan Jaejoong bersamaan membulatkan mulut mereka, sedangkan Jaejoong saat itu rasanya seperti tersambar petir disiang bolong mendengar berita yang keluar dari mulut wanita yang melahirkan Yunho, namja yang sudah resmi melamarnya enam bulan yang lalu.

" Ne, kenalkan, Go Ahra, calon istirmu Jung Yunho, anak dari pemilik Go Corp, satu grup dengan Choi corp perusahaan yang selalu menjadi saingan perusahaan kita, Jung Corp.

" M-Mianhe umma, umma jangan seenaknya menjodohkanku, seharusnya sebelum menjodohkanku, umma sebaiknya meminta pendapatku dulu, apakah aku setuju atau tidak." Yunho menjawab ucapan ummanya dengan frustasi, yang ia pikirkan sekarang ini hanyalah perasaan Jaejoong, dilihatnya namja cantik disampingnya itu sibuk bersama Changmin, seolah ia tidak mendengar perkataan ummanya tadi. Padahal Jaejoong hanya menyembunyikan perasaan sakitnya ketika mendengar ucapan nyonya Jung tadi, ternyata wanita yang bersamanya itu adalah calon istri pilihannya untuk putranya.

" UMMA! tidak bisakah umma sekali saja mengerti perasaanku, hah? aku hanya akan menikah dengan orang yang kucintai, dengan pilihanku sendiri!" tolak Yunho keras.

" Tapi umma telah memilihkan yang cocok untukmu Yun! dia cantik, berpendidikan, dan yang paling penting, perusahaan kita dapat menjalin kerja sama, atau bahkan kita dapat menyatukan perusahaan kita hingga menjadi perusahaan yang lebih besar lagi." jawab umma Jung tak kalah keras dengan putranya.

" Sampai kapanpun, aku tak mau dijodohkan, titik!"

BRAKKK!

Bantingan keras pintu kamar Yunho terdengar begitu menggelegar setelah ia menyelesaikan kata - katanya, membuat tiga orang dewasa yang berada diruang tengah itu kaget setengah mati, sepertinya Yunho begitu murka kepada Ummanya, sementara umma Jung dengan cepat berusaha menyusul putranya, yang tentu saja terlambat karena pintu tersebut telah terkunci.

Kini diruang tengah tersebut hanya tinggal Jaejoong dan wanita yang diperkenalkan sebagai calon istri Yunho yang rupanya bernama Ahra dan bermarga Go. Jaejoong yang sedari tadi hanya tertunduk, sementara kedua tangannya erat memeluk Changmin yang berada dipangkuannya. Perlahan Jaejoong mengangkat kepalanya, karena sadar saat ini hanya tinggal ia dan Ahra yang berada disofa yang letaknya berseberangan hanya dipisahkan meja saja darinya. Namun begitu terkejutnya ia, saat mendapati tatapan tajam wanita yang dikiranya pemalu tersebut, saat datang tadi. perlahan namun jelas wanita itu mengatakan sesuatu kepada Jaejoong yang berada tak jauh darinya.

" Jangan merasa menang dulu, pelacur murahan! kau pikir aku bodoh seperti Jung tua itu, hmm? akan kubuat Jung muda tersebut bertekuk lutut dihadapanku!"

Jaejoong hanya mengerjap - ngerjapkan mata indahnya seakan tak percaya kata - kata yang keluar dari mulut wanita yang dikiranya wanita yang sangat sopan tersebut. Dan Jaejoong dengan cepat mengambil kesimpulan bahwa wanita tersebut adalah wanita yang membahayakan, karena ia berlaku sangat manis ketika didepan Yunho dan ummanya, namun jika berhadapan dengan Jaejoong, wanita itu akan berubah menjadi monster berbahaya. Sedangkan nyonya Jung masih sibuk menggedor - gedor pintu kamar Yunho tanpa putus asa.

" Yah! Yunho! perbincangan kita belum berakhir! bagaimanapun kau harus menyetujuinya! dan umma akan terus tinggal disini bersama Ahra, sampai Mansion kita selesai direnovasi!"

Perkataan ynonya Jung tersebut sama sekali tak mendapat respon dari dalam kamar tersebut, tampaknya Yunho sangat tidak peduli dengan rencana ummanya itu.

sementara didalam kamar Yunho...

Yunho tampak tak sedikitpun terganggu dengan gedoran - gedoran keras yang berasal dari pintu kamarnya, malah dengan santai ia memencet nomor diponselnya, menghubungi orang yang dipercaya dapat membantu memecahkan masalah rumitnya tersebut.

" Yoboseyo oppa, mengganggu saja, aku sedang menyiapkan perlengkapanku tahu!"

" Jihye ah, bogoshippo nae saeng..."

" Nado oppa, waeyo? kau seperti tidak sabaran saja, bukankah besok kita akan bertemu?"

" Eh? besok? bertemu? tampak keterkejutan diwajah Yunho.

" Ne oppa, kau kira aku akan diam saja melihat oppa kesayanganku akan dijodohkan dengan wanita berduri itu? aku yakin, wajah Jaejoong oppa lebih cantik sepuluh kali lipat dari wajahnya, dan tentu saja aku punya rencana untuk memberi pelajaran kepada wanita itu, hehehe..."

" Ne oppa, aku berencana mengajaknya sedikit bermain - main, karena kulihat dia telah banyak mempengaruhi umma, lihat saja, umma bahkan tak pernah mengurusiku, huh!"

" Arraso saengie, istirahatlah, aku menunggumu ne?"

" Ne, sampaikan salamku kepada Jaejoong oppa yang cantik itu, eoh?"

" Ne, eh? omo! Jaejoong! bisa - bisanya aku meninggalkannya!"

Klik!

" Oppa? yah! tidak bisa mendengar nama Jaejoong oppa, hhh..."

Begitu Jihye adik semata wayangnya menyebut nama Jaejoong, ia jadi teringat kalau dia telah meninggalkan namja cantik tersebut bersama Changmin, ia takut ummanya akan kembali mengatakan hal - hal yang dapat menyakiti hati Jaejoong. Segera dibukanya pintu kamarnya.

Cklek...

" Yunho ah, mari kita bicara baik - baik nak, mungkin memang umma bersalah, namun ada baiknya kau melakukan pendekatan dulu kepada Ahra, jebbal, demi umma, kau tidak inginkan penyakit Jantung umma kumat?"

" Mollayo umma, aku belum dapat memberikan Jawabannya, beristirahatlah dulu, akan kuminta Jaejoong menyiapkan makan malam kita, kalian beristirahatlah dikamarku."

.

Saat ini Jaejoong tengah sibuk di dapur, ia tengah menyiapkan makan malam untuk menjamu kedua tamu mereka itu, diliriknya diruang tengah tampak Yunho yang tengah memangku Changmin, dan berada tak jauh darinya duduk Ahra calon istri pilihan ummanya tampak tengah mencoba menarik perhatian Yunho dan Changmin. Melihat pemandangan itu Jaejoong hanya dapat mendesah berat, sejenak ditatapnya cincin yang melingkar dijari manisnya, cincin pengikat yang diberikan Yunho kepadanya, melihat benda berkilau tersebut, sedikit dapat mengobati kegundahan hatinya atas perlakuan dari nyonya Jung terhadap dirinya tadi.

Setelah makan malam, Jaejoong tengah sibuk menidurkan Changmin yang merengek minta 'dikeloni' ummanya, sedangkan Yunho menyuruh ummanya dan Ahra untuk beristirahat dikamarnya, namun hal tersebut kembali menjadi masalah bagi nyonya Jung.

" Yunnie, sebaiknya kau tidurlah di kamarmu saja, biar umma tidur bersama baby sittermu dikamar Minnie, arra?"

" Eh? lalu Ahra umma suruh dimana? di sofa?" heran Yunho.

" Tentu tidur dikamarmu Yunnie, kaliankan sebentar lagi akan menikah juga, lebih baik kalau mendekat diri dulu." umma Jung menjawab keheranan Yunho dengan seenak hatinya.

" Mwo? shireo umma, aniya! umma saja yang tidur bersama Ahra, dan aku lebih baik tidur bersama Changmin!"

BRAKKK!

" YAH! Yunho! kau benar - benar anak pembangkang ya, aigo, kau tidak boleh tidur dengan baby sitter itu! dia itu mirip istrimu, nanti kau gelap mata, Hey! JUNG YUNHO! kau pura - pura tak mendengar ya?"

" Selamat malam umma, aku sangat mengantuk, tidur yang nyenyak,eoh.."

Sahutan Yunho yang terkesan seenaknya menjawab teriakan histeris nyonya Jung membuat wanita setengah baya itu menghentak - hentakkan kakinya saat berjalan menjauhi kamar yang kini dihuni oleh Yunjaemin itu. Sedangkan Ahra yang tadinya telah mengkhayal yang tidak - tidak, apalagi saat melihat kamar mandi transparan yang berada dikamar Yunho tersebut, didalam pikirannya ia telah merencanakan untuk membuat pertunjukkan striptease dari dalam ruang kaca bening tersebut, namun khayalan tinggalah khayalan saja, kini ia malah sekamar dengan Jung tua yang cerewet.

Sementara dikamar Yunjaemin, Changmin tengah menyusu sambil memegang botol susunya, sedangkan Jaejoong berbaring disebelahnya dengan posisi menyamping sebelah tangannya menumpu kepalanya menghadap Changmin, terkadang tangannya menepuk pelan sebelah paha Changmin agar balita tersebut merasa nyaman dan cepat merasa ngantuk.

" Yun, kau terlalu keras terhadap ummamu, jangan begitu Yun, aku takut nanti ia malah semakin membenciku, karena wajahku ini." Jaejoong berkata sembari tangannya terus menepuk paha Changmin yang masih sibuk menyedot susu dalam botolnya.

" Aniya boo, sekali - kali ummaku itu mesti diberi pelajaran, seenaknya saja menjodohkan anaknya, tidak tahu apa kalu anaknya sudah memiliki pilihan hatinya.." sungut Yunho.

" Kau beruntung Yun, kupikir kau akan senang dijodohkan dengan wanita cantik tersebut." goda Jaejoong.

" Yah! Jongie ah, kau ingin aku menerima perjodohan ini, eoh? hmmm?" kesal Yunho sembari memanjat ranjang tempat Changmin dan Jaejoong berada dan mendekati namja cantik yang tengah mengeloni putranya itu.

" Biasanya kucing garong tak akan menolak jika diberi ikan asin, ne?" Jaejoong memberi alasan yang sangat masuk akal.

" Sayangnya aku bukan kucing garong, boo..'

" Lalu ?"

" Aku beruang boo, tepatnya beruang lapar, yang sudah lama ingin menyantap makanan didepannya saat ini, hmm.."

" Yah, Jung Yunho! jangan menakutiku, apa yang kau lakukan, berhenti, ahh..ahh..mmphh, eughh...hmpffhh..Yunhh.."

Jaejoong menjerit tertahan saat melihat Yunho yang semakin mendekat kearahnya dan dengan seenaknya kini menindih tubuh kurusnya dan membungkam bibir merahnya. Namun tak lama Jaejoong tentu saja dapat menyesuaikan permainan bibir Yunho tersebut, hanya dalam beberapa bulan Jaejoong telah mahir membalas ciuman panas Yunho, yah, Yunho dengan segala kepervertannya telah menjadi guru yang baik bagi Jaejoong, dan mengubah Jaejoong yang sama sekali belum pernah berciuman sebelumnya menjadi pencium yang mahir.

" Eungh..Yunhh, ahh..mmpph.." desahan nikmat dari bibir merah Jaejoong terus terdengar seiring bertambah intensnya ciuman mereka yang kini telah merambat menjadi permainan lidah. Hohoho, sepertinya mereka melupakan bahwa ada sepasang mata evil yang mengamati permainan mereka sedari tadi.

PLETAKK!

" AWW!"

PLETAKK!

" AWW!"

PLETAKK! PLETAKK!

" AISHH, AWW! Minnie ya! berhenti baby, appoyo.."

Yunho kini tengah sibuk melindungi kepalanya dari hantaman botol susu yang berada ditangan Changmin, bocah gembul satu setengah tahun yang tidak rela melihat bibir cherry ummanya 'digigiti' oleh appanya. Bocah tersebut langsung berdiri setelah menghabiskan susu didalam botolnya, sesuai dengan ritualnya sehabis menyusu, biasanya ia langsung memanjat tubuh Jaejoong yang berbaring disampingnya, kemudian menempel didada ummanya sampai ia tertidur. Namun apa yang didapatinya sungguh membuatnya naik darah, appanya yang kini tengah memanjat keatas tubuh ummanya dan menggigiti bibir ummanya, sehingga membuat umma mengeluh kesakitan ( ini versi Changmin loh.. XD ).

" Appaa...paaa...hiks..hikss..." akhirnya tumpah juga airmata Changmin, melihat bibir ummanya yang tampak membengkak.

" Uljima minnie ah, umma tidak apa - apa, ne, appa nakal eoh? nanti umma jewer ne? Yunh, menyingkirlah dari atasku, kau telah mengambil daerah kekuasaannya, ppali.."

Mau tak mau Yunho harus menggeserkan tubuhnya dari atas Jaejoong saat ini, dan hal itu membuat Jung muda tersebut mempoutkan bibirnya kesal, merasa tak rela kedudukannya dikuasai makhluk yang baru berusia satu setengah tahun saja.

Melihat appanya telah menjauhkan tubuhnya dari tubuh ummanya yang kurus dan sangat - sangat mulus tanpa ada cacat sedikitpun itu, Bayi tersebut langsung memposisikan tubuh gempalnya diatas dada 'rata' ummanya, akhirnya setelah beberapa menit lamanya, mata evil cilik itu dapat tertutup juga. Jaejoong yang masih betah dengan Changmin yang tengah tertidur didadanya, kini baru menyadari bahwa sedari tadi dirinya sedang ditatapi oleh sepasang mata musang yang berada didepannya.

" Sinilah biar kutidurkan uri Minnie boo.." Ucap Yunho akhirnya setelah lama memandangi wajah cantik Jaejoong yang kini wajahnya memerah sempurna.

" Yah! jangan memandangiku seperti itu terus! kau benar - benar seperti beruang!" setelah membaringkan Changmin yang posisinya sekarang ditengah - tengah YunJae ( Minnie, dari bayi sudah jadi cockblock nih ) Jaejoong kembali sadar bahwa mata musang si Jung tampan itu masih saja menatapnya dengan pandangannya yang sukar sekali dijelaskan, yang cukup dapat membuat wajahnya merona.

" Boo, kau tahu, aku akan menerima perjodohan ini, bila saja..."

" Bila apa Yun, katakan..." tampak kecemasan diwajah cantik itu.

" Ne, bila ia memiliki mata yang sepuluh kali lebih indah dari milikmu, bibir yang sepuluh kali lebih merah dari cherry ini, dan tentu harus lebih manis dari milikmu, wajah yang sepuluh kali lebih cantik darimu, kulit yang sepuluh kali lebih mulus dan terawat dari kulitmu, dan mempunyai hati sepuluh kali lebih baik dari hatimu."

'...'

" Boo, aku akan terus menunggumu, sampai kau benar - benar siap untuk menikah denganku, hmm.."

" Gomawo Yunh, saranghae, Jeongmal saranghae, aku hanya ingin meyakinkan hatiku dulu Yun, mengerti ne?"

" Apapun yang menjadi keinginanmu aku mengerti boo..."

Akhirnya malam itu YunJaeMin untuk pertama kalinya tidur satu ranjang bersama, Yunho yang berjanji tidak akan 'menyentuh' Jaejoong hingga Jaejoong sendiri yang memintanya, mengambil posisi tidur dengan memeluk Jaejoong dari belakang, sedangkan Jaejoong, ia telah terbiasa tidur dengan mendekap Changmin didadanya, menjadikan malam itu penuh dengan kehangatan YunJaeMin. Sementara keadaan yang sangat berbeda dikamar yang dihuni Ahra dan nyonya Jung, masing - masing wanita itu meringkuk saling membelakangi, dengkuran nyonya Jung yang terdengan keras membahana diseluruh ruangan tersebut membuat Ahra wanita yang hampir berumur 30 tahun itu menyumpahi calon mertuanya mati tersedak oleh dengkurannya. Benar - benar wanita tak tahu malu.

.

.

.

.

.

.

Teetttt...teetttt...teeeetttttttttt

" Ne chakkaman, aku segera datang..."

Cklek...

" Omo..! kau pasti Jaejoong oppa, eoh? kau benar - benar mirip dengan Jinnie unnie, ani...bahkan lebih cantik!"

" Eh, nuguya? apa aku mengenalmu?"

Wajah cantik Jaejoong begitu bengongnya saat ia tergopoh - gopoh meninggalkan masakannya didapur dipagi buta itu untuk membukakan pintu apartemen karena bunyi bel berkali - kali terdengar seantero apartemen tersebut. Namun saat ini hanya Jaejoong saja yang sudah terbangun. Jaejoong tak dapat menyembunyikan keheranannya saat menemukan sosok wanita cantik bertubuh tinggi dan langsing, yang sepertinya lebih tua beberapa tahun darinya berdiri didepan pintu, dan langsung menyapanya dengan akrab.

" Jung Jihye imnida, senang bertemu Jaejoong oppa, eh, sepertinya oppa kelihatan lebih muda dariku, berapa umur oppa?" Jihye yang tak lain adalah adik kandung Yunho, dengan santai melangkahkan kakinya memasuki apartemen milik kakaknya, sementara mulutnya masih sibuk berceloteh.

" Jadi kau adalah Jihye noona yang sering diceritakan Yunnie? Kim Jaejoong imnida, umurku 22 tahun, berbeda 4 tahun dengan noona, jadi aku harus memanggil noona kan?" Jaejoong memperkenalkan diri dengan membungkukkan badannya.

" Mwo? 22 tahun, aigo..tak kusangka Yunho oppa mendapat daun muda, heehehe..." berarti aku tidak boleh lagi ya memanggil oppa, kupikir Yunho oppa mendapat yang seumuran, ternyata..." Jihye membulatkan matanya saat mengetahui umur Jaejoong.

" Ehm, mian Jihye noona, aku harus melanjutkan masakanku, kalau sampai Minnie terbangun, aku tidak bisa melakukan apa - apa lagi, semenjak ia bisa berjalan, ia terkadang tidak mau digendong saat aku sedang memasak."

" Kau memasak? berarti Yunho oppa tidak berbohong, menurutnya kau pintar memasak, Minnie tidak mau makan kalau bukan masakanmu, arra?"

" e-eh, ne noona." Jaejoong menunduk malu ketika Jihye memuji dirinya, wajahnya memerah.

" Kau tahu, hampir setiap hari Yunho oppa menelponku hanya untuk menceritakanmu, katanya, ia jatuh cinta pada saat pertama kali bertemu denganmu di supermarket, umm, oppa bilang hatinya seperti tersedot ketika melihat matamu, hahahah..."

" Yah noona, hentikan memujiku, aku bisa tak jadi memasak.." Jaejoong mempoutkan bibirnya saat mendengar cerita Jihye.

" Oh ya, oppa juga bilang, dia seringkali tidak tahan untuk menerkammu ketika melihat bibirmu yang tengah mengerucut seperti itu, hehehe..."

" Noona..."

Ehmm...

" Eh, yun/oppa..." Jihye dan Jaejoong bersamaan menyebut nama orang yang mendehem yang tiba - tiba muncul dibelakang mereka saat ini.

" Sepertinya dongsaengku yang baru tiba ini sedang membuka aibku ya?" Yunho berujar sembari melipat kedua tangan didadanya.

" Aniya oppa, aku bukan membuka aib, tapi memberikan fakta, ternyata oppa tidak bohong yah, Jaejoong benar - benar cantik, aku iri melihat kulitnya, kulitku tidak seputih kulit Jaejoong, huh.." Jihye kelihatan cemburu dengan kulit putih Jaejoong.

" Panggil dia Jongie saeng, ne, cantiknya alami kan?" Yunho merasa sangat bangga, ia tidak salah memilih calon istri.

" Ne, Jongie ah, kau sudah tahu kalau oppa dijodohkan dengan Ahra sinenek sihir itu? huh, melihat mukanya saja, aku bisa menebak, dia wanita yang jahat, pasti memiliki maksud terselubung."

" Kau sudah punya rencana Jihye ah?"

" Ne, serahkan padaku oppa, kau mandilah, biar aku membantu Jongie memasak sarapan, akan kuberi pelajaran wanita berduri itu, serahkan padaku, dan kau Jongie, aku berjanji akan melindungimu dari kejahatan wanita itu dan juga ummaku yang sudah terpengaruh."

" Ne noona, gomawo.." Jaejoong tertunduk ketika mengucapkan terimakasih kepada adik semata wayang Yunho itu, dalam hatinya ia sangat bersyukur masih ada anggota keluarga Yunho yang berpihak kepadanya.

.

.

Jaejoong tengah menyiapkan meja makan untuk sarapan keluarga Jung setelah selesai memasak dengan dibantu Jihye noona tadi, sebentar saja ia sudah akrab dengan adik calon suaminya tersebut. Jaejoong kini telah rapi, ia memakai kaos berlengan panjang berwarna putih dengan kerah lebar sehingga tali singlet hitam yang dipakainya menyembul disela - sela kerahnya, seksi.

Nyonya Jung yang saja selesai mandi langsung menuju meja tersebut, Jaejoong dengan sopan menuangkan teh hangat kedalam cangkir nyonya Jung, kemudian Yunho dan Jihye yang tengah menggendong Changmin muncul dan ikut bergabung dimeja yang sudah tertata rapi tersebut.

" Mmaaaaa..." Changmin begitu melihat Jaejoong segera turun dari pangkuan Jihye dan berlari menuju Jaejoong yang kini sedang merapikan ruang tengah apartemen itu.

" Yah Minnie, kalau sudah melihat Jongie, ahjumma cantikmu ini langsung dilupakan,huh.." Jihye menggelengkan kepalanya ketika melihat tingkah Laku Changmin yang tidak bisa melihat ummanya itu. " Eh, kemana Ahra? bukankah umma datang bersamanya kemarin?" Jihye mengedarkan pandangannya mencari sosok Ahra.

" Molla, sepertinya masih tidur, kajja kita duluan saja aku sudah lapar." Nyonya Jung menjawab sedikit kesal.

" Yah umma, serius umma mau menjadikannya menantu? jam segini saja belum bangun, bisa - bisa oppa tidak diurus, huh!" gerutu Jihye, umma Jung hanya membisu, ia sedikit kesal dengan Ahra yang tidak menunjukkan etika yang baik untuk menarik perhatian anak lelakinya.

" Hooaaammmmm...eungghhhh...pagih semuaaahhh..."

Tiba - tiba muncul pemandangan yang membuat iritasi mata dipagi itu. Ahra dengan gaun tidurnya yang sangat minim, keluar kamar dengan tidak sopannya menguap didepan keluarga Jung dan Jaejoong yang kini tengah memangku Minnie membulatkan mata indahnya melihat penampilan Ahra yang sangat tidak sopan, buru - buru ditolehnya Yunho yang saat ini tengah berdiri dari duduknya menyambar taplak meja sofa tempat Jaejoong berada bersama Changmin, kemudian ia mendekati Ahra dan melemparkan taplak meja tersebut ketubuh wanita tak tahun malu tersebut.

" YAH! Keluarlah dengan pakaian yang sopan! tempat ini bukan bar atau klub malam, arraseo?"

Wajah Yunho mengeras saat mengatkan kalimat tersebut, kemudian dengan santai ia kembali kekursinya dengan santai, meneruskan sarapannya, sementara Ahra, ia berjalan menuju kamar mandi dengan menghentak - hentakkan kaki dan mengerucutkan bibirnya, sangat tidak imut.

Saat ini Ahra yang sudah mandi dan berpakaian rapi telah bergabung dimeja makan bersama nyonya Jung, Yunho dan Jihye, sedangkan Jaejoong ia masih setia memangku dan menyuapi Changmin sarapannya.

" Hoekk..uhuk..uhukk!" tiba - tiba Ahra seperti akan memuntahkan nasi goreng yang baru saja akan masuk kemulutnya. tentu saja hal ini mamancing pandangan heran semua yang berada disana.

" Waeyo Ahra ah?" tanya nyonya Jung kepada calon menantunya itu.

" Ehm..nasi gorengnya tidak enak umma..hoekk...terlalu asin dan terlalu banyak merica.."

" Mwo?" kini seluruh mulut yang berada diruangan tersebut membentuk huruf 'O' kecuali Minnie yang kini sedang asyik melahap ayam goreng yang berada digenggamannya.

" Kau jangan mengada - ada Ahra ssi, kami semua telah menyelesaikan sarapan kami, dan tidak ada yang mengeluh keasinan atau terlalu banyak merica." seru Yunho bernada dingin.

" B-Bisa saja d-dia ingin meracuniku."

" Mwo?" Kembali seruan bersamaan dari mulut Yunho, Jung umma, Jihye dan Jaejoong saat melihat Ahra yang menunjuk Jaejoong saat mengatakan kalimatnya yang bernada menuduh.

" HEY! KAU TAHU? YANG MEMBUAT NASI GORENG, DAN MENYAJIKANNYA ITU AKU! DASAR NENEK SIHIR!KALAU TIDAK MAU MAKAN, TIDAK USAH MAKAN, COBA KAU MASAK SENDIRI SARAPANMU, SEENAKNYA SAJA MENUDUH, HUH!" Jihye berkata dengan keras, membuat Ahra calon kakak ipar pilihan ummanya itu menunduk ketakutan seperti anak anjing yang dimarahi majikannya, andai ia tahu Jihye saat ini tengah menahan tawanya, karena memang ia yang memberi garam dan merica yang melebihi batas kedalam nasi gorengnya.

" JIHYE! bisakah kau berlaku sopan sedikit? dia calon kakak iparmu!" Kali ini wajah Ahra sangat sumringah, dengan senyum kemenangan, ia bersyukur telah dibela oleh calon mertuanya yang bego sedunia itu.

" Yah! sudah! cukup! kalian membuatku pusing saja, ehm..dan kau Ahra ssi.." semua mata kini tertuju kepada si duda tampan yang tiba - tiba merubah nada suaranya saat memangggil nama calon istri pilihan ummanya itu, dan ini adalah kali pertamanya ia berlaku kepada wanita tersebut.

" Ne oppa..." kini suara wanita tersebut kembali dibuat - buat seimut dan semanja mungkin mendengar nada lembut ketika Yunho memanggilnya.

" Apakah kau benar - benar ingin menjadi istriku, hmm..." kali ini nada bicara Yunho semakin melembut, dan hal ini menyebabkan bibir cherry yang tengah berada di sofa mengerucut kesal.

" Ne oppa, tentu saja, oppa kan memang jodohku, kita serasi, oppa tampan dan aku sangat cantik."

BYYEEKK!

Kali ini Jihye tak tahan dan memuncratkan air teh yang berada dimulutnya dan membasahi seluruh muka Ahra dengan tidak elitnya, membuat wanita tersebut hanya melototkan matanya saja, nyalinya ciut mengingat bentakan yang diberikan Jihye kepadanya tadi.

" Arraso, kalau kau ingin menjadi istriku, mulai saat ini kau harus mengurus Changmin, ottoke? aku hanya mau memperistri orang yang mau mengurus dang memelihara anakku." kali ini Yunho berkata dengan menaik turunkan alisnya, ia sungguh senang saat Jihye mengutarakan rencananya ini.

Glek~ no respon

" Arraseo, aku mengerti, ternyata memang susah mendapatkan istri yang mencintai anakku sepenuh hatinya, umma kau bisa lihat sendiri, Ahra tidak bersedia menjadi istriku." wajah Yunho dibuatnya dengan ekspresi sesedih mungkin. Dan ini membuat umma Jung gelagapan.

" Ahra ah, kau harus mencobanya, hanya mengurus Changmin, lihatlah, Jaejoong yang seorang namja saja bisa melakukannya, masak kau tidak bisa, jangan kecewakan calon suamimu Ahra, jebbal..." nada nyonya Jung penuh pengharapan kepada calon menantunya itu.

Hening...

" N-Ne..aku b-bersedia..."

" BINGGO!"

Jihye berseru riang saat mendengar kesediaan Ahra yang diutarakannya dengan nada lesu. Wanita iblis itu merasakan akan adanya awan kelam selama ia berada bersama keluarga Jung ini. Namun tekadnya untuk menjadi nyonya Jung Junior lebih besar dari apapun. Saat ini ia menatap penuh kemenangan kearah namja cantik yang tengah terduduk lemas diatas sofa saat mendengar keputusannya, dipeluknya erat tubuh montok Changmin yang berada dipangkuannya seakan tak rela menyerahkan bocah tak berdosa itu kepada wanita jelmaan nenek sihir tersebut.

" Arraso, Ahra telah menyanggupi syaratku, dan syaratku ini tak ada batas waktunya. Ahra ah, tugasmu dimulai dari hari ini eoh? aku akan berbelanja seharian, tidak masuk kantor, jadi kau uruslah Changmin yang benar ne? buatkan buburnya, kasih makan yang benar."

" Bagaimana dengan Jaejoong Yun? dia tetap membantu Ahra eoh?" ujar nyonya Jung cemas.

" Aniya umma, Jaejoong akan menemaniku seharian ini, mulai saat ini ia kuangkat menjadi asistenku, karena calon istri idamanku yang mengambil alih seluruh tugasnya mengurus Changmin, kecuali saat Changmin akan tidur, tidak ada yang bisa menggantikan Jaejoong, Jaejoong hanya bertugas menemani Changmin tidur dimalam hari." Tegas Yunho. Membuat Ahra seketika melemas, dan Jihye yang setengah mati menahan tawanya.

" Jongie ah, bersiaplah, temani aku ne?" *winks

" T-Tapi Yun, Minnie..." Jaejoong sangat tidak rela menyerahkan Changmin kepada wanita tersebut.

" Jangan khawatir boo, Jihye kutugaskan untuk mengawasinya, kajja.."

" BOO?" heran nyonya Jung dan Ahra bersamaan.

.

.

.

.

.

tebece ne?

need reviews!

.

.

.

Next Chap full of YunJae moments!