Where Is It?

By : Natsu D. Luffy

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Rate : T

Genre : Fantasy, Romance

Main Pair : NaruHina

Warning : (miss) Typo, OOC, GaJe, Abal-abal, SKS (Sistem Kebut Sejam)

.

.

Chapter 10 : The Last Meeting Before The Last War

.

.

A/N : Yo, Minna~! Saya Kembali~! OK, saya tahu gk ada yang kangen sama saya. Hah… sebenernya saya balum mau publish ni chapter, tapi ya… saya gk tega, jadi ya publush aja deh. Walau hasilnya seperti biasa, GaJe. Oh ya, Gomen juga karena belum selese sama fict ini udah bikin fict multichapter lagi, hehehe *Authur Laknat!* sekali lagi gomen. Oh ya, sebenernya kemarin saya mau langsung publish lagi, tapi karena ada beberapa faktor yang tidak mendukung, so, gk jadi deh saya ngetik. Aduh, please dnk senpai-senpai ataupun para readers senior, ajarin saya event-event di NaruHina. Kayak missal ultah Naru, ultah Hina, NHDD, NHFD, NHTD, dll. Saya gk tahu sama sekali tanggalnya! ToT
Saya juga gk ikut forum apapun, jadi gk bisa Tanya ke forum deh. Males ikut forum, gk bebas rasanya, kayak punya istri. OK, karena sepertinya saya ini adalah author yang paling sering curcol, mending langsung aja deh ke cerita. Let's begin the story,

.

.

.

"Hey Hinata-chan, lebih baik kau rubah dulu model pakaianmu itu. Nanti kau malah dikira orang aneh" ujar Naruto pada Hinata yang kini tengah duduk di bangku panjang yang berada di taman belakang TSHS. "Eh? B-Benarkah? Dirubah jadi model seperti apa N-Naruto-kun?" Tanya Hinata pada Naruto. Hey, tunggu dulu! Hinata tidak gagup –gagap karena gugup- seperti biasanya? Tentu saja, mereka kan sudah tunangan! Tapi ya, yang namanya Hinata ya tetap Hinata. Kalau berhadapan dengan Naruto pasti akan gugup, walau tidak lagi segugup dulu.

"Um… kalau menurut yang aku lihat sih, gadis-gadis disini lebih suka memakai pakaian yang 'agak' terbuka, Hinata-chan." Jawab Naruto sambil mengusap-usap dagunya sendiri, berpose ala detektif yang sedang berpikir keras. Setelah itu, Hinata pun berdiri dari posisi duduknya dan membentuk beberapa segel dengan telapak tangannya hingga akhirnya… *Poff* tubuh Hinata pun langsung tertutup oleh kepulan asap yang cukup tebal. Naruto yang melihatnya hanya menunggu dengan sabar, hingga akhirnya saat kepulan asap itu menghilang… *Croottt* darah segar langsung keluar dengan derasnya dari hidung Naruto. Kenapa? Karena di hadapannya saat ini, terlihat sosok Hinata yang hanya menggunakan pakaian bikini, menampakkan kulit tubuhnya yang begitu putih, mulus tanpa cacat, dan dada yang lumayan –ehm-.

"Eh? N-Naruto-kun! Naruto-kun!" jerit Hinata kaget saat tiba-tiba melihat Naruto terkapar dengan darah mengucur dari lubang hidungnya dan senyuman mesum yang terpampang dengan jelas di wajahnya. "N-Naruto-kun, a-apa kau tidak apa-apa?" Tanya Hinata panik sambil mengguncang-guncangkan tubuh Naruto, berharap tunangannya itu bisa segera sadar. "Hey, kau yang disana! Apa yang kau lakukan pada temanku!" seru sebuah suara dingin yang sepertinya tidak asing lagi di telinga Hinata. Dan saat Hinata menoleh ke arah sumber suara, benar saja, disana ia lihat Sasuke yang tengah menatap tajam ke arahnya dan Sakura yang menatap panik ke arah Naruto.

Melihat sosok wanita yang sedari tadi mengguncangkan tubuh Naruto tiba-tiba berbalik arah ke arahnya, Sasuke langsung terpaku di tempat. *Croottt* dan akhirnya, Sasuke pun menyusul Naruto dengan mimisan tingkat akut dan senyum mesum yang terpampang di wajahnya. "Eh? Hinata-chan?" seru Sakura tidak percaya saat melihat wanita yang sedang bersama Naruto ternyata adalah Hinata, Hinata Hyuuga dari zaman para Shinobi. "Sakura-chan!" balas Hinata sambil menyunggingkan senyuman manisnya, seperti biasa. Setelah itu, Sakura pun langsung berlari dan memeluk Hinata, dan begitu juga sebaliknya, Hinata juga memeluk Sakura –Not Yuri-.

"Hey, bagaimana kau bisa kemari, Hinata-chan? Bukankah Hiashi-sama dan Tsunade-shishou tidak mengizinkanmu kemari?" Tanya Sakura pada Hinata saat mereka telah melepas pelukan mereka. "Akh, tidak, Tou-san dan Godaime-sama sudah mengizinkan aku datang kesini." Jawab Hinata sambil tersenyum manis. Dan akhirnya bla bla bla… terjadilah pembicaraan wanita yang sangat membosankan jika saya tulis di fict ini. Ya, keduanya terus berbincang-bincang ria tanpa mempedulikan pasangan mereka masing-masing yang terkapar mulai kehabisan darah.

.

.

"Eh? K-kau orang yang akan di tunangan denganku?" ujar Hinata tidak percaya saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Namikaze muda itu barusan. "Ya, tentu saja. Kita sudah di jodohkan sejak kita kecil. Jadi sebaiknya kau lupakan si Uzumaki itu dan belajarlah untuk mencintaiku, karena aku juga akan memberikan seluruh cinta yang aku punya untukmu." Jawab Namikaze Naruto sambil curi-curi kesempatan untuk menggombal.

Mendengar jawaban dari Namikaze muda itu, Hinata pun menundukkan kepalanya. Ya, mungkin inilah saatnya untuk berusaha melupakan Uzumaki Naruto yang jelas-jelas berbeda dunia darinya dan… sudah memiliki tunangan. "Ya, akan kucoba." ujar Hinata sambil menahan air matanya yang sepertinya sebentar lagi akan jatuh membasahi pipinya. "Haha! Sudah kuduga kau akan berkata seperti itu! OK, kalau begitu, bagaimana kalau sekarang kita ke kantin? Ayo, Hinata-chan!" seru Namikaze Naruto girang sambil menarik lembut lengan Hinata agar mengikutinya ke kantin TSHS.

.

.

"A-ah… dimana aku? Apa tadi aku tertidur? Rasanya pusing sekali…" ujar Naruto entah kepada siapa sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing, seolah terkena penyakit kurang darah. Tak lama setelah itu, Naruto kembali di kejutkan dengan sosok Sasuke yang tiba-tiba saja bangun di sampingnya. "Eh? Teme? Kenapa kau disini?" Tanya Naruto bingung saat melihat Sasuke yang baru bangun sambil memegangi kepalanya, sama seperti Naruto. Mendengar pertanyaan Naruto, Sasuke pun berusaha mengingat kejadian apa yang barusan ia alami, dan… *Blush* wajah Sasuke tiba-tiba saja berubah menjadi merah padam.

"Eh? Kenapa wajahmu malah memerah, Teme?" Tanya Naruto bingung saat tiba-tiba saja melihat wajah Sasuke berubah warna menjadi merah. "A-Aku hanya sedikit pusing, Dobe. Tadi aku menjagamu disini sampai ketiduran." Dusta Sasuke pada Naruto yang hanya dibalas dengan kata-kata 'oh' oleh Naruto. "Eh? Omong-omong, kita dimana yah, Teme?" Tanya Naruto sambil melihat sekeliling yang sepetinya terlihat tidak asing lagi dimatanya. "Kita ada di atap sekolah, Dobe." Jawab Sasuke singkat yang lagi-lagi hanya dib alas gumaman 'oh' oleh Naruto.

"Wah, kalian sudah sadar rupanya!" seru seorang wanita yang tak lain adalah Sakura yang tiba-tiba saja muncul bersama Hinata disampingnya yang kini model pakaiannya sudah diperbaiki oleh Sakura. "N-Naruto-kun baik-baik saja?" Tanya Hinata dengan nada khawatir pada Naruto. "Aku baik-baik saja, Hinata-chan!" jawab Naruto sembari memamerkan cengiran khasnya untuk memperkuat jawabannya barusan. Melihat cengiran lebar khas Naruto, Hinata pun tersenyum lembut. Ya, sepertinya Naruto-nya tidak apa-apa.

"Omomg-omong, kenapa kami ada disini?" Tanya Naruto pada kedua orang gadis yang ada di depannya. "Oh, tadi kalian pingsan di taman belakang, kemudian aku dan Hinata-chan membawa kalian kesini. Ya, karena hanya disini tempat yang jarang di datangi murid-murid." Jawab Sakura sambil melirik Sasuke kesal. Ia tidak menyangka bahwa ternyata Sasuke juga memiliki sifat mesum di balik sifat dinginnya. Ditatap tajam oleh Sakura, Sasuke pun hanya memalingkan wajahnya seolah tak peduli pada arti tatapan tajam Sakura.

.

.

.

Natsu D. Luffy

.

.

.

Sekolah telah bubar beberapa puluh menit yang lalu, tetapi seperti biasa, tokoh utama kita, Uzumaki Naruto, masih tetap berada di sekolah, atau tepatnya di taman belakang TSHS. Bedanya, kali ini ia tidak bersama dengan 'Hinata', ia kesini –taman belakang- hanya sendirian. Sejak pelajaran dimulai tadi hingga pulang sekolah ini, 'Hinata' terkesan menghindarinya, bahkan, saat pulang sekolah tadi, ia langsung pulang bersama dengan Namikaze muda itu. Tapi dengan ini Naruto malah merasa lega. Ya, setidaknya 'Hinata' tidak lagi harus berurusan dengan masalah yang diluar kemampuannya ini.

Sekarang, Sakura, Sasuke, Hinata dan Naruto tengah berkumpul di taman belakang TSHS sambil duduk melingkar di atas rerumputan hijau yang ada di taman ini. Jika dilihat dari ekspresi mereka yang tampak serius, bahkan Naruto yang juga tampak serius, sepertinya akan ada hal besar yang akan mereka bicarakan.

"Baiklah, aku rasa kalian sudah tahu untuk apa kita berkumpul disini." Ujar Sakura memulai pembicaraan, yang langsung dib alas anggukan dari seluruh teman-temannya –minus Sasuke-. "Sejak kejadian yang menimpa aku dan Sasuke-kun tempo hari, kami terus mengawasi gerak-gerik seluruh warga skolah ini." Jelas Sakura pada semua temannya, termasuk Hinata. Tentu saja, tadi saat Naruto dan Sasuke tengah pingsan, Sakura menceritakan semua yang ia dan Sasuke alami di dunia ini.

"Kami mengawasi semua guru, murid, maupun warga sekolah lain. Dan kami menemukan 2 fakta yang mengejutkan." Lanjut Sakura, membuat Naruto dan Hinata semakin penasaran. "Pertama, Uchiha Madara, guru di sekolah ini, memiliki kekuatan ninja dan ia juga tengah mengajarkan semua tekhnik ninja yang ia ketahui kepada cucunya, Uchiha Sasuke, maksudku, bukan Sasuke-kun yang ini." Ucap Sakura yang membuat Naruto langsung membulatkan matanya. "Sudah kuduga, ada yang tidak beres dengan guru sialan dan si Teme itu. Maksudku, Teme yang satunya lagi." Gumam Naruto entah pada siapa.

"Dan yang kedua, menurut Sasuke-kun, Madara di masa ini memiliki kekuatan mata dan tekhnik ninja yang jauh lebih kuat daripada Madara yang dulu pernah Naruto bunuh di perang dunia Shinobi ke-4." Lanjut Sakura yang langsung membuat Naruto dan Hinata terlonjak kaget. "K-Kau pasti bercanda kan, Sakura-chan?" Tanya Naruto dengan nada tidak percaya. "Mataku tidak mungkin salah, Dobe." Balas Sasuke pada Naruto yang tidak percaya kepada kata-kata Sakura. Mendengar Sasuke yang menjawab dengan nada serius, mau tidak mau Naruto pun harus percaya. Kalau ia tidak percaya kepada pemilik Doujutsu terkuat di Konoha selain dirinya, kepada lagi ia harus percaya?

"Dan menurut yang kami lihat, Uchiha Sasuke yang berasal dari masa ini sepertinya akan menguasai seluruh ninjutsu dan akan mencapai Mangekyo Sharingan pada malam ini." Jelas Sakura yang lagi-lagi membuat Naruto terlonjak kaget. "Mereka merencanakan akan membunuh kita." Tambah Sasuke selanjutnya, yang membuat Naruto semakin terlonjak kaget. "S-Sasuke juga akan ikut membunuh kita?" Tanya Naruto tidak percaya. "Ya, sepertinya malam ini Madara akan menghasut Sasuke untuk membunuh kita setelah Sasuke menyempurnakan ninjutsu dan doujutsunya." Jawab Sasuke sambil memejamkan matanya.

"Kita harus melawan jika kita tidak ingin mati. Atau lebih buruknya lagi, jika kita kembali ke era ninja saat ini juga, Madara dan Sasuke pasti akan segera menghancurkan dunia ini." Jelas Sakura yang hanya ditanggapi dengan anggukkan lemah dari seluruh temannya. "T-Tapi Sakura-chan, j-jika kita melawannya di d-daerah ini, apa itu ti-tidak membahayakan warga sipil?" Tanya Hinata pada Sakura. "Ya, Kau memang kritis, Hinata-chan. Aku dan Sasuke-kun telah membicarakan ini sebelumnya. Dan begini rencananya, malam ini juga, Sasuke-kun, aku, dan Hinata-chan akan pergi menuju laut lepas yang di kenal dengan Segitiga Bermuda dengan membawa kunai Hiraishin milik Naruto, sedangkan Naruto, kau tetap disini dan menunggu Madara dan Sasuke beraksi. Setelah mereka beraksi, segera pancing mereka dank au, segeralah berteleportasi menggunakan Hiraishin no Jutsu ke Segitiga Bermuda. Madara dan 'Sasuke' pasti juga akan sampai disana dengan cepat menggunakan Tsukiyomi mereka. Dan saat itulah kita lawan mereka disana." Jelas Sakura panjang lebar kepada Naruto dan Hinata.

"Eh? Bukankah mereka akan beraksi besok? Kenapa kalian berangkat mala mini juga?" Tanya Naruto pada Sakura. "Kau kira jarak dari sini ke Segitiga Bermuda itu seberapa jauh hah, Baka! Itu akan memakan waktu 2 hari perjalanan untuk para Chunnin dan 1 hari perjalanan untuk para Elite Joonin!" omel Sakura pada Naruto. "Ohh…" gumam Naruto sok mengerti. "Baiklah, sekarang serahkan kunai Hiraishin milikmu! Kami akan berangkat malam ini juga. Dan kau, sebaiknya kau tidur di sekolahan saja. Jika kau pulang ke apartemen 'Hinata', kau hanya akan membuatnya khawatir." Instruksi Sakura pada Naruto yang hanya dibalas dengan anggukan dari Naruto.

Setelah menyerahkan kunai berujung tiga miliknya kepada Sakura, mereka pun segera berpencar, menikmati saat-saat terakhir sebelum berperang dengan pasangan masing-masing. Sakura dan Sasuke entah menghilang kemana, sedangkan Naruto dan Hinata tetap berada di atap sekolah. Selepas kepergian SasuSaku, Naruto segera berjalan dan berdiri di tepi atap sekolah, diikuti Hinata di sampingnya. Kebetulan, cuaca sore itu cukup cerah sehingga mereka –NaruHina- dapat dengan jelas melihat matahari yang terbenam dari atap TSHS

"Indah ya, Hinata-chan." Gumam Naruto kepada Hinata. "I-Iya, Naruto-kun." Balas Hinata kepada Naruto. Kini, keduanya tengah menatap lurus ke arah matahari yang yang mulai beranjak dari singgahsananya. "N-Naruto-kun." Panggil Hinata. "Ya, Hinata-chan?" balas Naruto sambil tetap menatap lurus ke arah matahari tenggelam. "A-Apa N-Naruto-kun mau berjanji s-sesuatu padaku?" Tanya Hinata pada Naruto. "Ya, tentu saja, Hinata-chan." Jawab Naruto dengan nada yakin. "B-Berjanjilah kalau s-setelah mengalahkan Madara dan 'S-Sasuke', Kita akan m-melihat matahari terbenam lagi, s-seperti saat ini." Ujar Hinata meminta Naruto untuk berjanji padanya. "Ya, Hinata-chan. Aku berjanji!" seru Naruto sambil menolehkan kepalanya ke arah Hinata dan memberikan senyum cerahnya untuk menenangkan kekasihnya yang sepertinya tengah mengkhawatirkan dirinya itu.

.

.

.

Natsu D. Luffy

.

.

.

Ruang bawah tanah Mansion Uchiha, 11.11 p.m…

"Bagus, kau telah menguasai semua tekhnik dari klan Uchiha. Sekarang, tinggal selangkah lagi untuk menyempurnakan tekhnik Sharinganmu." Ujar Madara pada Sasuke yang saat ini tengah menggunakan Mangekyo Sharingan miliknya. "Apa lagi memangnya?" Tanya Sasuke pada Madara. "Kau bisa buta jika menggunakan mata Mangekyo Sharingan dengan mata milikmu itu. Dan untuk itu, aku telah mempersiapkan semuanya." Jawab Madara sembari membentuk beberapa segel dengan tangannya dan… *DAR* tiba-tiba saja, dari bawah tanah, muncul sebuah peti katu yang berukuran cukup besar.

"Apa itu?" Tanya Sasuke pada Madara. "Calon matamu." Jawab Madara sambil menyeringai puas setelahnya. Setelah itu, Madara pun segera membuka peti itu, menampakkan sosok seorang lelaki berpakaian seperti rompi berwarna merah dan memiliki wajah yang sungguh mirip dengan Madara. Ya, itu adalah jasad Madara Uchiha yang dulu dibunuh oleh Naruto saat perang dunia Shinobi berakhir. "I-Itu… Siapa dia?" ujar Sasuke agak kaget saat melihat mayat yang berada di depannya ini. Pasalnya, mayat ini masih seperti kondisi baru meninggal dan rupanya… sangat mirip dengan kakeknya.

"Dia adalah pahlawan keluarga Uchiha, sekaligus inspirasi bagi seluruh keluarga Uchiha." Jawab Madara sambil menatap jasad di depannya itu. "Dia dikenal sebagai pemilik doujutsu terkuat sepanjang sejarah Uchiha, tapi tentu saja setelah aku." Lanjut Madara sambil menyeringai kejam di baliknya. "Apa yang akan kau lakukan dengan mayat itu?" Tanya Sasuke pada Madara dengan nada sinis. "Kau akan mengganti matamu dengan mata miliknya. Dengan begitu, kau akan mempunyai kekuatan yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya." Jawab Madara.

"Baiklah, buat ini cepat selesai." Ujar Sasuke sambil melangkah mendekat ke arah Madara. "Tidak semudah itu, Sasuke. Kau harus berjanji terlebih dahulu kepadaku." Ucap Madara sambil menatap Sasuke. "Apa?" balas Sasuke singkat. "Kau harus membunuh temanmu yang bernama Uzumaki Naruto itu." Jelas Madara singkat. Sejenak raut wajah Sasuke menampakkan kebimbangan, tapi sejenak kemudian, wajahnya kembali berubah menjadi penuh dendam dan keyakinan. "Baiklah, demi membalas dendam orang tuaku." Ujar Sasuke yang langsung mendapat respon berupa seringai jahat dari Madara.

.

.

.

To Be Continued

.

.

.

A/N : Yosh! Chapter ini pendek lagi! Shishishi… gomen, gomen. Ahoi! Chapter depan udah mulai klimaks! Tapi jangan berpikir cerita ini akan segera selesai. Akan ada banyak kejutan nantinya. Ah, sebenernya saya belum mau publish chapter ini karena –ehm- reviewnya belum nyampe. Tapi saya gk mau egois, so, saya publish aja deh fict ini. Dan seperti biasa, SKS. Saya gk mau basa basi lagi, kita langsung aja. Keep Read and Review! SEE YA!

Author,

Natsu D. Luffy