I Want to be Maou: Rise a Saint Templar baru punya Saya
Author:Tessar Wahyudi
Rating: T
Banyak Typo dan kadang ngawur tapi semoga bisa menghibur.
Chapter 11 penyergapan di tengah liburan!
Sekarang tinggal mengambil barang penting untuk persiapan menuju dunia bawah.
"Onichan! Apa kau sudah siap mereka sudah menunggu."
Suara Lis terdengar dengan keras membuat aku sedikit terkejut, setelah kejadian dua hari yang lalu sifatnya mulai berubah jauh lebih baik dia tidak seperti dulu.
Aku bersyukur setelah kejadian itu meski ada yang sedikit berubah namun, tidak mengubah kehangatan di rumah ini hubunganku dengan Lis juga baik.
Brak
Pintu terbuka keras dan Lis langsung berteriak.
"Onichan cepatlah! Kenapa lama sekali!"
Buru buru aku membereskan hal yang diperlukan dan langsung menuju lantai bawah, bersama dengan Lis untuk pergi ke dunia bawah. Saat sampai disana semua sudah berkumpul.
"Mattaku! Ikki kenapa kau lama sekali."
"Eh~ Gosujin sama memang perlu persiapan penuh tapi tenang saja, aku sebagai maid sudah menyediakan hal yang diperlukan olehmu."
Aku sedikit mengencangkan wajah dengan perkataan Bennia dan langsung menjawab gagu.
"Ah tenang saja aku akan berusaha tidak merepotkan!"
"Hm! menjauhlah dari onichan Bennia"
Tapi sona Kaichou tersenyum lembut melihat mereka berkelahi, biasanya dia akan marah atau sebagainya. Saji tiba tiba menghampiriku.
"Heh~ akhirnya pertandingan kita akan dimulai."
"Saji aku akan memberikan perlawan sengit, kuharap kau tidak lengah."
"Ah terima kasih atas peringatannya tapi jangan khawatir, aku sudah mendapat metode pelatihan yang cocok dari sensei."
Oh jadi Sensei juga secara diam diam membantu Saji berkembang pantas saja waktu di indonesia, dia bisa masuk dalam mode semi balance breaker sensei engkau memang orang baik.
"Kita akan langsung berangkat ke stasiun dunia bawah."
Itu adalah ucapan kaichou. Stasiun dunia bawah ya, sepertinya menarik aku belum pernah ke sana.
Sebuah Rune teleportasi muncul dibawah kaki kami dan cahaya menyilaukan mata muncul, membuat aku menutupnya dengan lengan dan ketika cahaya meredup yang terlihat adalah sebuah stasiun mewah dengan lambang Sitri di atas gedungnya.
"Ini adalah stasiun kereta khusus milik clan sitri, jadi kita akan menunggu kereta yang akan mengantar kita sebentar lagi."
Tsubaki senpai menjelaskan kepada kami kenapa ada di tempat ini, dan yang lain mengangguk paham atas penjelasaannya.
Jadi begitu tiap-tiap klan Akuma memiliki tempat untuk menunggu penjemputan.
Sambil menunggu itu aku sebenarnya cukup gugup masalahnya aku akan bertemu dengan keluarga dari kaichou, sedangkan aku dan yang lain tidak tahu adat dan kebiasaan bangsawan Akuma.
Saji juga sesekali menggerak-gerakan tangannya untuk menghilangkan kegugupan, sepertinya bukan aku seorang saja yang merasakan gugup tapi yang lain juga mengalami hal yang sama.
Setelah agak lama menunggu sebuah kereta dengan warna hitam dan garis merah di bawahnya, bergerak dengan cepat cahaya lampunya memancarkan warna putih.
"Itu adalah kereta yang akan mengantar kita!"
Ucap kaichou sambil dengan wajah puas, kupikir itu wajar saja momen dia pulang ke rumah adalah saat musim panas. Pemilihan jadwal yang bagus kebetulan di dunia manusia sekolah juga sedang libur.
Kereta berhenti dengan tanpa suara karena tidak ada rel, dan anehnya lagi kereta ini tidak menghasilkan asap. Ketika pintu dibuka kami masuk satu persatu.
"Are Sensei! Issei! Kiba!"
Aku tidak menyangka bisa bertemu mereka disini demikian juga seluruh kelompok Gremory juga ada, dan tentunya dengan Rias buchou sebagai ketuanya ternyata ucapan kaichou waktu itu benar. Kalau Rias buchou akan membawa kelompoknya juga ke dunia bawah.
"Yo Ikki!"
Sapa sensei dengan melambaikan tangan dan wajah cerah, sinar matanya jauh lebih baik daripada terakhir kali aku bertemu dengannya. Apa dia berhasil mengatasi beban pikirannya entahlah.
"Ha'i Sensei, bagaimana bisa kau ada disini dengan kelompok Gremory."
Saat aku selesai memberi pertanyaan kepada sensei tiba-tiba. Rias buchou kemudian berbicara.
"Yah malaikat jatuh satu ini ikut dengan kami karena suatu hal, dan lagi Sona aku tidak percaya kau membawa semua anggotamu apa kau memiliki rencana kali ini."
Kupikir penjelasan singkat tentang sensei seperti setengah dijawab, tapi dia langsung memprovokasi Sona kaichou tentu hal itu dijawab oleh Sona kaichou.
"Eh~ aku memang memiliki rencana agar kelompokku jauh lebih baik lagi."
Jawabnya dengan senyum percaya diri, sedangkan Rias buchou juga tak kalah semangat.
"Kalau begitu bagus! Mari kita lihat siapa yang akan berkembang duluan, kelompokmu atau kelompokku."
Huh sebuah pertarungan adu kecepatan berkembang bukankah ini sama sepertiku dan Saji, mataku pun melirik ke Saji dan dia hanya menaikan bahu dengan mata terpejam.
"Kalau Buchou sudah memutuskan hal itu, maka aku tidak boleh kalah!"
"Itu juga berlaku untukku sebagai Knight, aku tidak akan membuat buchou malu."
Saji lalu mengemukakan tekadnya.
"Yang benar saja! Hyoudou aku tidak akan kalah!"
"Itu benar, aku tidak akan membiarkan semua berjalan, sesuai dengan keinginan kalian kelompok gremory."
Benar Saji kita adalah laki laki dari kelompok Sitri jadi kita harus membuat yang lain juga semangat. Saat itu aku melihat yang lainnya mengencangkan wajah dengan tangan terkepal penuh semangat.
"Ha'i Ha'i sudahi pertaruhan kalian! Oh ya Ikki aku ada urusan penting denganmu nanti."
"Huh denganku."
Kaichou menyipitkan matanya padaku dengan ekspresi kesal.
"Ternyata benar kau menyembunyikan sesuatu dariku Ikki!"
Shimatta apa dia masih mencurigaiku, padahal aku sudah menyimpan baik-baik hal ini tapi saat itu Sensei berkata cepat.
"Oi Sona dia kupinjam soalnya atas perintah dari Maou Lucifer."
Aku dan semuanya melebarkan mata Maou Lucifer berarti Sirzech Lucifer kan, tapi ada urusan apa sampai sampai dia mau menemui aku merasa tidak pernah berbuat kesalahan.
"Ano Sensei apa yang diharapkan Maou Lucifer dariku yang bodoh ini."
Azazel menggaruk kepalanya sambil mendesah berat, wajahnya kembali suram dan kemudian dia menatapku dan membuka suara.
"Aku tidak tahu tapi yang jelas setelah ini, dia ingin bertemu denganmu dan Issei."
"Eh~ Aku juga!"
Kali ini semua mata memandangnya. Dan tentu Rias buchou langsung angkat bicara.
"Tunggu ada apa Maou Lucifer dengan Isseiku."
"Yang jelas kalian dipanggil dan untuk kalian berdua Sona dan Rias aku ada perlu..."
Dia menjeda suaranya sambil menatap lekat keduanya, aku juga penasaran dengan apa yang akan diucapkannya.
"Sekarang!"
Eh hanya itu dia menjeda kalimatnya hanya untuk mengatakan itu, semuanya langsung jawdrop kupikir dia akan mengatakan suatu hal penting. Lalu Rias buchou menangggapi dengan mulut di manyunkan.
"Mou kupikir kau akan mengatakan sesuatu."
"Eh~ Gubernur malaikat jatuh memang seperti itu."
Keduanya mendekat ke arah sensei sedangkan sensei sendiri menggaruk kepala karena respon dari kami, setelah itu mereka melangkah ke belakang kereta.
Kereta melanjutkan perjalanannya dan aku duduk sambil memperhatikan sekitar wilayah dunia bawah. Semuanya serba berwarna merah menurut Kaichou itu karena dunia bawah tak punya matahari, bahkan langit ini pun aslinya gelap tak berwana.
Dengan keahlian milik Maou Belzebub dia mengatur agar terjadi perubahan suasana, seperti pagi dan malam layaknya dunia manusia. Yang membedakan adalah secerah apapun disini tetap tak terasa panas.
Aku terhentak karena kereta tiba-tiba berhenti tanpa sebab yang jelas, beberapa saat berlalu kemudian Saji berkata.
"Apa yang terjadi!"
"Kenapa keretanya berhenti!"
"Apa kita sudah sampai!"
Aku juga penasaran dengan semua itu Lalu kereta menghilang secara tiba tiba, dan membuat kami jatuh melayang.
"Waaaah onichan tolong pegang aku!"
"Eeeehh!"
Lis tiba-tiba mendekatiku entah dengan cara apa, yang lain juga sama saling berpegangan satu sama lain.
Bugh
"Ittai! Sebenarnya apa yang terjadi."
Apa maksud semua kejadian ini, lalu Saji mengepalkan tangannya dan berteriak.
"Woi Sensei! Ini tidak lucu tahu."
Bum Bum Bum Bum Bum
Bukan jawaban yang diterima oleh Saji melainkan terdengar sebuah suara langkah kaki yang besar, dan mampu menggetarkan sekelilingi kami. Semua menatap ke arah sumber suara dengan menahan nafas.
"Asalnya dari arah bukit sana!"
Asia dengan wajah tegang menunjuk ke arah bukit yang berada di sebelah kanan kami, lalu Xenovia dengan semangat mengeluarkan Durandalnya.
"Apa pun itu kita harus menghadapinya, karena dia sudah berani mengganggu perjalanan kita."
"Ya itu benar!"
Ternyata keluarga Gremory adalah tipe tidak sabaran rupanya, aku melihat ke arah yang ditunjuk Asia juga. Sambil tetap menunggu dan memberi aba aba.
"Semuanya persiapkan senjata kalian Saji dan aku akan ada di depan, Yura dan Lis dibelakang kami. Bennia dan Tomoe menyusul di belakang, Reya dan Hanakai Suport belakang dengan sihir kalian terakhir Fuku Kaichou dan Nimura fokus beri aba aba kepada kami selama kami menyerang dan tolong lindungi kami!"
"Hei Ikki! Kenapa kau yang memerintah!"
Saji yang mendengar aku memberi perintah, mengerutkan wajahnya tak puas lalu aku menimpali.
"Apa kau punya rencana lebih baik!"
Saji tak menanggapi ucapanku malah kemudian, Saji menarik sudut bibirnya dan membuka suara.
"Heh~ dilihat darimana pun rencanamu sempurna, aku tidak tahu bagaimana kau mengaturnya."
Bennia juga menimpali.
"Kau benar strategy yang diucapkan Ikki memang bagus, menjadikan seluruh Pawn di depan diikuti Rook, di belakanganya ada knight, lalu bishop yang bisa menyerang jarak jauh. Dan terakhir Queen dan Pawn yang mengawasi situasi."
"Ya aku tidak menyangka saja, Ikki mengatur rencana untuk kita."
"Ikki-san aku akan menurut."
"Onichan aku tidak akan mengecewakanmu."
Kenapa mereka malah mengomentari rencanaku segala sih, sebenarnya aku belajar strategy sedikit dari Kaichou, dan terakhir giliran Tsubaki Fuku Kaichou yang membuka suara.
"Hm aku malu mengatakannya tapi kali ini, aku akan ikuti rencanamu Kurogane-kun."
Mereka mau menerima usulanku padahal itu kubuat dengan tiba tiba. Lalu aku melihat mereka bersiap di posisi yang telah kutentukan, dan menyiapkan senjata masing-masing sedangkan kelompok gremory di perintah oleh Fuku Buchou Akeno san.
Normal view
"Aku tidak menyangka dia bisa mengatur strategi secepat itu dalam situasi menegangkan seperti ini, terlebih apa yang direncanakannya sesuai dengan kekuatan masing-masing apa ini kebetulan," batin Akeno.
Akeno tidak menyangka Ikki langsung menyiapkan posisi bertarung meskipun belum mengetahui apa yang akan terjadi. Tapi instingnya juga berkata bahwa yang datang itu adalah sesuatu yang berbahaya.
"Semuanya! Karena Buchou tidak ada disini jadi aku akan memimpin, anggota laki laki berada di depan, Xenovia, koneko, dan Gasper akan berada di belakang mereka. Dan Asia support dengan penyembuhanmu dibelakang, sedangkan aku akan mengawasi dari atas."
Melihat Akeno memberi perintah Ikki melirik ke arah kelompok Gremory, yang bersiap di posisi yang dikatakan oleh Akeno.
"Mereka unggul dari segi kekuatan pilihan menempatkan Issei dan Kiba di depan memang tepat Akeno san memang luar biasa biasa." Batin Ikki
Setelah formasi dibuat lalu keluarlah sosok yang ditunggu yaitu dua ekor naga raksasa, berukuran 6 sampai 8 meter masing masing dari mereka berwarna ungu dan merah.
"Na naga itu naga raksasa."
Lis menyebutkannya dengan terbata bata dan mata melebar karena terkejut, yang lain juga merasakan hal yang sama lalu Ikki menyapu pandang ke arah Saji.
"Saji! Ingat Gandasura di Indonesia."
Mendengar Ikki menyebutkan nama Gandasura membuatnya menatap balik Ikki, dan Saji menarik sudut bibir di wajahnya karena Saji jelas ingat nama tersebut.
"Heh tentu saja nama itu selalu membuat hatiku bergetar, karena menyadari betapa lemahnya aku saat itu."
"Kalau begitu jangan tunjukkan kelemahan kita dihadapan naga raksasa ini."
Keduanya meluncur tanpa di perintah ke arah naga berwarna merah, sambil berlari Ikki menengok ke arah kelompok Gremory dan berteriak.
"Kami akan tangani yang merah, kalian yang ungu besar itu apa itu cukup adil."
Akeno dan Tsubaki menggertakan gigi dan berteriak bersamaan di tempat berbeda.
"Woi jangan seenaknya memutuskan!"
Issei dan Kiba juga menerjang ke kedepan mendekati Naga raksasa itu. Kali ini Issei yang berkata.
"Akeno san kami akan memancing yang ungu, Xenovia! Gasper! dan Koneko! bersiap menyerang."
"Baiklah!"
Jawab mereka serempak.
Dilain pihak di atas bukit tiga orang menyaksikan pertarungan antara Akuma muda dengan 2 naga raksasa itu mereka adalah Rias Gremory, Sona Sitri, dan Azazel.
"Keh Ikki mengatur rencana, ternyata tidak buruk rencana yang dia atur."
Azazel memberikan penilaian atas keputusan yang diambil Ikki. Saat ini Ikki dan Saji berusaha mengalihkan perhatian dari naga raksasa itu dengan berlari ke dua arah, dan berhasil naga itu seperti sulit memutuskan ingin menyerang siapa dan kesempatan ini digunakan Yura dan Lis. Dengan tinju yang terkepal dan dialiri tenaga masing masing mereka meninju naga itu dengan keras.
Buuum
Meskipun hantaman itu menghasilkan suara yang keras tapi itu tak menghasilkan efek berarti, karena naga itu bahkan tidak bergerak seinchi pun. Keduanya melebarkan mata dan mengumpat masing masing.
"Uso!"
"Cikuso!"
"Woarrgh!"
Naga itu mengaum keras dan tangan kanannya diayunkan untuk menyerang Lis dan Yura, tapi sebuah sulur ungu melilit lengan tersebut membuat tangan naga itu tertahan sebentar. Memberi jeda waktu bagi Lis dan Yura untuk mundur dan naga merah itu menengok ke arah saji.
"Tidak akan kubiarkan kau memukul mereka, Ikki!"
Ikki yang ada ada disebelah kiri melompat ke arah naga tersebut, karena Ikki masuk ke dalam mode sage kekuatannya meningkat dan lompatannya juga lumayan tinggi.
Ikki menaiki tubuhnya dengan cara melompati bagian tertentu dari tubuh naga itu. Ketika sampai di arah wajah naga itu Ikki langsung melayangkan kepalan tangan yang sudah di beri kekuatan [Sage Mode].
Dum
Tapi itu masih membutnya tak bergeming juga, Ikki lalu mengayunkan tinjuannya lebih cepat dan hantamannya diperkuat.
Dum dum dum
"Masaka! seranganku tak berefek!"
Ditengah kegundahannya itu dan kefokusannya mennyerang, Dia mengabaikan tangan naga itu yang terayun kepadanya dan berhasil menghempaskan dirinya. Ikki meluncur jatuh dan membentur tanah dengan cepat dan keras.
"Ikki!"
Semua panik ketika Ikki terkena pukulan dan terhempas oleh serangan naga itu, Bennia dan Tomoe mengeratkan gagang pedangnya serta menggertakan gigi saat Melihat kejadian itu.
"Gaha!"
Meskipun dia sudah masuk ke dalam sage mode, dan walau itu membuat tubuhnya 4 kali lehih kuat dari normal tetap saja itu masih menyakitkan. Mulutnya juga mengeluarkan darah segar, Ikki menggertakan giginya karena serangannya tidak berefek sedikitpun pada naga merah tersebut, tapi ternyata serangan naga itu belum berakhir.
Kakinya terangkat dan hendak di jejakkan ke arah Ikki, semua mata kembali melebar dan wajah mengencang.
"Ikki menghindar!," teriak Saji.
"Onichan!," teriak Lis
Kurogane kun, suara Tsubaki
Saat kaki naga merah itu hendak mengenai Ikki, yang membuat semuanya khawatir Bennia dan Tomoe mulai beraksi.
"Heeyaah! Samurai techniques: Crescentmoon Slash!"
"Yaaahhh! Ninja techniques: Assasinate!"
Keduanya menyarang kaki naga tersebut dengan teknik masing masing, gelombang ungu berjumlah 3 berkas cahaya membentuk bulan sabit. meluncur dan mengenai kaki naga itu hasil dari serangan Bennia. Lalu sebuah gelombang kejut garis horizontal berwarna merah juga, mengarah ke kaki tersebut hasil dari teknik Tomoe.
slash slash slash
Bes bes bes
"Wooarrgghh!"
Naga itu mengaum keras dan sedikit sempoyongan karena serangan mereka, kesempatan itu diambil dengan baik oleh Ikki untuk pergi dari tempat itu.
"Kami juga akan menyerang!."
"[Doton: Smack big stone ]"
Dari depan Reya muncullah rune sihir berwarna coklat, dan sebuah batu raksasa muncul dan menyerang raksasa itu.
"[Fuuton: Repushoo ]"
Disisi Hanakai saat selesai mengucapkan nama sihirnya sebuah rune sihir, berwarna hijau muncul dan mengeluarkan peluru angin berjumlah banyak.
Kedua serangan itu menghempaskan naga tersebut sehingga membuatnya jatuh, kombinasi serangan beruntun dari mereka berempat mampu menumbangkan naga itu.
"Yatta!"
"Yosh pertahankan kalian semua!"
Ikki dan Saji memberi dukungan ketika melihat serangan mereka berhasil tapi itu sepertinya hanya sesaat, karena setelah terkena serangan gabungan dari mereka berempat. Naga itu masih bisa bangkit kembali.
"Uso!"
"Masaka!"
Yura dan Nimura mengungkapkan ketakutan mereka sementara yang lainnya menggertkan gigi melihatnya, naga itu kemudian meraung keras yang dapat memekakan telinga. Dari mulut Naga tersebut keluar sebuah aura merah jingga dan makin bertambah besar.
"Semuanya berkumpul pada satu titik!"
Mereka melebarkan mata saat menerima perintah Ikki maklum biasanya, saat ada serangan besar harusnya pilihan terbaik adalah berpencar dan berlindung.
"Nani tandayou! Kenapa harus berkumpul."
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan, hayakou!"
Ikki berteriak dengan lantang memerintahkan mereka berkumpul kembali, bagi Saji ini adalah pertama kalinya dia dibentak oleh teman dan rivalnya.
Disudut lain Sona memandang dengan mata melebar saat naga itu mengeluarkan aura di mulutnya seperti hendak menyemburkan api panas. Tapi yang membuat dirinya tambah terkejut adalah seluruh anggota keluarganya malah mengumpul di satu titik bukannya berpencar.
"Apa yang mereka lakukan, kenapa tidak menghindar."
Saat Sona berkutat pada kondisi yang dihadapi oleh keluarganya, Rias kini sedang mematung menyaksikan keluarganya dengan susah payah bertahan dari serangan naga berwarna ungu tersebut.
"Wuuooh terlambat sedikit saja maka aku akan mati," ucap Issei.
Issei berusaha mempertahankan dirinya sampai batas Booster gear max, dan untuk itu mereka harus mengulur waktu baginya. Kiba lalu mengaktifkan Sacred gearnya ketika melihat Issei sudah menjauh dari naga tersebut.
[Sword of Birth!]
Jing jing jing crash
Tumpukan pedang keluar dari tanah secara beruntun saat Kiba melancarkan serangan, dengan teknik [Sword of Birth] miliknya dan mengarah ke naga tersebut. Kemudian saat tepat di mana naga merah itu berdiri, pedang tersebut membesar layaknya gunung mengelilingi naga itu.
"Berhasil! kau hebat kiba"
"Heh Ini belum seberapa Issei-kun."
"Wooaarrgghhh!"
Prang
Disaat mereka bergembira dengan serangan Kiba yang berhasil mengenai naga itu, tiba tiba naga itu meraung keras dan menghancurkan serangan pedang milik Kiba dengan mudah.
"Masaka! Semuanya berpencar!"
Akeno san memberi perintah untuk menghindarkan diri dari naga itu tapi Koneko menggertakan gigi keras, dan langsung menerjang naga itu tanpa menghiraukan perintah Akeno.
"Koneko-chan," seru Asia.
"Koneko jangan gegabah," teriak Xenovia yang gagal menghentikan laju Koneko
Kemudian Koneko menyerang dengan tangan mungilnya namun jangan salah, dibalik mungil dan lembutnya tangan tersebut tersimpan kekuatan besar yang bisa membuat siapa saja pingsan dengan sekali pukul.
"Heyyaah terima ini!"
Doooon!
Suara keras terdengar saat tangan koneko beradu dengan dada dari naga itu namun sepertinya tak berefek, malah naga itu meraung dan menghempaskan koneko dengan menendangnya.
Duum!
Koneko terhempas oleh serangan naga itu dan terhentak di sebuah batu besar, saking besarnya hempasan itu sampai-sampai sebuah lubang berbentuk tubuh mungil koneko tercipta. Dan lelehan darah mengucur dari pucuk kepala Koneko membanjiri wajah imutnya.
"Koneko," seru semuanya.
"Koneko-chan," teriak Issei dan Asia.
Issei menggertakan giginya sedangkan yang lain mulai mengeratkan pegangan pada senjata masing-masing, dan sorot mata tajam diarahkan ke Naga raksasa ungu tersebut.
[Booster Max!]
Ketika suara mekanik itu terdengar Kiba dan Xenovia melaju ke depan, untuk melindungi Issei yang sedang menyiapkan Dragoon shot. Kiba melaju sambil melayangkan tebasan dengan pedang Sword Betrayal miliknya ke sisi kiri naga itu, dan Xenovia dengan pedang durandal miliknya menyerang dari sisi kanan.
"Terima ini!"
"Ini untuk Konekochan!"
Keduanya menjerit untuk rekan mereka, melihat itu Koneko yang sedang dipulihkan oleh Asia tersentak dan melebarkan mata karena terkejut. Saat tebasan mereka hampir mengenai leher dari naga itu, dua tangan besar dan kekar dari naga itu menghalangi serangan mereka.
Dan langsung menghempaskan Kiba dan Xenovia dengan keras, sehingga membentur tanah membuat keduanya batuk berdarah.
"Kiba! Xenovia! Cikusso!"
Issei geram dan ditangannya sinar hijau menguar dari berlian hijau di booster gear miliknya. Di depan telapak tangan itu terdapat bola seukuran bola kasti berwarna jingga.
Sebelum Issei melancarkan serangan Akeno memberi perintah.
"Issei-kun mari bersama-sama menyerangnya!"
"Ha'i, Terima ini draggon shot!" sambil mengangguk dna menyembutkan nama setangannya.
Krizeet Duum Duuuaaarrr
Serangan halilintar milik Akeno dan dragoon shot milik Issei menyatu dan menghajar naga raksasa ungu tersebut, lalu menghasilkan suara keras disertai debu beterbangan.
Di pihak lain seluruh kelompok Sona sedang frustasi karena menuruti perintah Ikki untuk berkumpul. Dan Ikki sedang berkonsentrasi untuk melakukan sesuatu.
"Ikki ini buruk!"
"S-senpai!"
"Onichan!"
"Ikki kuharap kau tidak mencoba membunuh kami!"
Kalimat itulah yang dikeluarkan oleh mereka dengan raut wajah frustasi sambil berdiri di belakang Ikki, naga merah itu pun melepaskan serangannya dan mereka semua serentak berteriak.
"Ikkiiiii!"
Ikki membuka matanya dan serangan itu tepat berada beberapa meter dari dirinya.
Matanya kian melebar dengan pupil hitamnya tergambar api semburan dari naga itu.
And Cut~
Fiuuh perjalanan menuju liburan justru menjadi momok bagi mereka, apa yang akan dilakukan oleh Ikki dan lainnya tunggu chapter depan ya.
Dengan dimulainya chapter ini secara resmi Arc Loki sudah berjalan, gomen potion pemberian ki semar belum aku gunakan karena ada sesuatu.
Raja naga dan Naga merah mau apa sebenarnya mereka, tapi kalian sepertinya tahu tujuan mereka jika kalian jeli tentunya.
Nah lo upragenya mereka bakal latihan masing masing, kalo Ikki tentu dengan gamaken dan Taiga dong karena dia akan diajari teknik baru. Sepertinya hanya segini dulu mengingat ini memasuki Arc baru, jadi belum ketemu apa yang mau dibahas.
Terima kasih banyak atas kesabaran kalian yang menunggu Fanfic ini update dan selalu mendukungku.
Terakhir aminkan doa ini di hati aja ya.
Ya Tuhan! Berikanlah kepada Author ini kemampuan untuk terus berkarya dengan baik dan lancar. Serta diberi kebahagian di dunia ini maupun di dunia selanjutnya.
Oke Itu aja dulu seperti biasa bacalah terus I Want to be Maou: Rise a Saint Templar, dan ikutilah perjuangan Akuma reinkarnasi menempuh jalan berliku demi menjadi seorang Maou di masa depan.
Jaa nee
