Balas Review! :D

I'mYaoiChan: Yah, fic ini lama update karena ide-nya terlalu 'terdistorsi' sama GSS... -w-/

Tartagus: "Ehehe... Kalau mau janjian sih oke aja..."

Ayata: "Endasmu arang..." =w=

Makasih Review-nya! :D

RosyMiranto18: Kau tidak perlu tau itu, lagipula itu hanya kebetulan... -w-/

Mira: "Aku masih normal, yang tadi itu karena kebanyakan makan kembang gula kapas..."

Yoon Ji: "Aku perempuan... Tapi tidak, terima kasih... Tidak butuh..."

Thanks for Review! :D

Happy Reading! :D


Malam Minggu Shyo: Hukuman Absurd


Tanoshimuppe~ Moriagappe~ Ore no uta, kiite kuncho~

Seorang pria berambut pirang jabrik yang sedang berada di depan pintu gerbang asrama langsung mengambil handphone-nya dan melihat siapa yang SMS dia.


Thias, gue 'pinjem' dua anak di kelas Special dulu ya! Entar jam tujuh malam bakalan balik dan kalau nggak balik, mungkin mereka lagi 'nganu'!


Pria itu menaikkan alisnya dan melihat ke bagian nama pengirim.


Lance


Pria itu langsung tertawa lebar.


Di taman sekolah, terlihatlah sepasang cowok yang sedang menyapu lapangan sekolah karena sebuah insiden gaje.


-Flashback-

Setelah ulangan gaje di kelas Special, beberapa anak sudah berkumpul untuk ngobrol bersama.

"Hmm..." Miuto terlihat sedang berpikir keras.

"Kenapa senpai?" tanya Shyo yang duduk di belakangnya.

"Kayaknya aku pernah liat orang yang mirip Tartagus di suatu tempat deh..." jawab Miuto sambil memasang pose berpikir.

"Kalau dipikir-pikir iya juga sih... Kayak orang yang di majalah-" Shyo mulai memelankan suaranya.

"Yang ini?" Miuto memperlihatkan sebuah majalah binaragawan dengan gambar pria yang mirip Tartagus sebagai cover-nya.

"Nah! Yang i-"

Tanpa Shyo dan Miuto sadari, Lance sedang men-death glare kedua anak itu.

"Shyo, Miuto! Ikut saya ke ruang guru! Bawa tas kalian juga!" tegur Lance keras.

Miuto dan Shyo dengan pasrah membawa tas mereka keluar sambil mengikuti Lance.

Alasan mereka tidak melawan karena mereka sudah pernah dihukum dengan aura sang guru yang sangat mengerikan. Daripada dibantai, mereka lebih memilih untuk segera mengaku.

-Flashback End-


"Aaah, pake ketauan lagi..." kata Shyo lemes.

"Ya, salahmu juga pake terlalu nunduk!" balas Miuto kesal.

"Senpai kan tau sendiri mataku tuh rabun!" balas Shyo nggak mau kalah. (Kalau rabun pake aja Eye Bright! *plak!*)

"Lagian, senpai ngapain sih pake bawa-bawa begituan ke sekolah? Sama Monika-senpai aja udah takut, gimana sama Lance-sensei?" tanya Shyo heran.

"Nggak tau, tadi tiba-tiba bisa ada di dalam tas!" jawab Miuto watados dan sukses membuat Shyo langsung garuk-garuk tanah.

"Senpai kalau mau 'kunjungan' ke ruang guru sendirian aja dong! Jangan ngajak-ngajak!" seru Shyo sambil menyiapkan sapu untuk duel.

"Ooooh, kamu mau ngajakin duel ceritanya?" tanya Miuto sambil menyiapkan sapu sebagai pedang kayu dadakan.

Dancing Samurai, HEAAA! (?)

BRAK! BRUK! DAK! DOK! PLUOK! TOWEWEWEW!

Kita abaikan saja kedua makhluk itu!


Di asrama...

"Kemana Miuto-senpai dan Shyo-kun?" tanya Mira. (Cieee, Mira nyariin Shyo! *ditabok.*)

"Selamat malam!" sapa seseorang.

Siapakah yang datang?

"Malam, Mathias-sensei!" koor yang lain.

"Oh iya, Miuto-senpai dan Shyo-kun kemana, sensei?" tanya Mira.

"Oh, mereka berdua? Sebentar, sekarang jam-" Mathias celingukan nyari jam dinding.

"Jam tujuh malam sensei!" balas Miu sambil menunjuk jam di dinding asrama.

"Jam tujuh ya? Katanya mereka lagi dihukum sama Lance dan dia bilang kalau jam tujuh mereka belum balik, berarti mereka lagi 'nganu'!" jawab Mathias watados.

Mira dan Miu langsung menyiapkan senjata masing-masing.


Lima menit kemudian...

"Tadaima!" koor Miuto dan Shyo yang udah babak belur.

Tapi yang ada di hadapan mereka sekarang adalah Miu dan Mira yang sudah mengeluarkan aura super mengerikan plus senjata yang tergenggam erat di tangan mereka.

"Miuto-nii/Shyo-kun..." kata kedua gadis itu sambil mendekati Miuto dan Shyo yang udah babak belur.

BRAK! BRUK! DAK! DOK! PLUOK! TOWEWEWEW!


Setelah itu...

"Tidak kusangka! Ternyata Shyo-kun yang polos ternodai oleh Miuto-senpai!" kata Mira mendramatisir.

Miuto dan Shyo yang sudah double babak belur hanya saling berpandangan karena nggak ngerti, kemudian mereka mengingat apa yang terjadi di ruang guru.


-Flashback-

"Tinggal lapangan doang nih!" ujat Shyo sambil berjalan keluar ruang guru.

Miuto mengikuti Shyo, tapi berhenti saat melihat handphone Lance yang tergeletak begitu saja di atas meja. Dia melihat isi handphone Lance tanpa izin dan setelah beberapa lama, Miuto menemukan SMS tanda bahaya dari handphone Lance, kemudian memanggil Shyo untuk membaca isi SMS itu.

"Ya udah, ayo cepat!" Shyo ngajak Miuto keluar.

"Semoga nggak nyebar kemana-mana..." gumam Miuto ngarep dan segera ke lapangan.

-Flashback End-


"Sialan! Kemana tuh Lance-sensei?!" tanya Miuto dan Shyo bersamaan.

Mira dan Miu langsung menunjuk Lance yang (entah sejak kapan) sedang bersandar di pojok tembok dengan tubuh yang sudah dipenuhi aura mengerikan plus Gunblade di tangannya.

"Kenapa? Problem?" tanya Lance watados.

Miuto dan Shyo hanya merinding.


Special Omake:

1. Bawa Terompet (Referensi: Ghosty Comic)

Pada malam tahun baru di asrama Heroes Gakuen...

"Wiiih, pada bawa terompet! Bakalan rame nih!"

"Wah, bawa terompet juga ya? Bagus bagus!"

"Lu bawa apa?" tanya Luthfi bingung ketika melihat Giro membawa sebuah saxophone.

"Saxophone..."

Kemudian Giro memainkan saxophone-nya dan entah kenapa background berubah menjadi abu-abu dengan tulisan 'Jazz for New Year'.


2. Watercolor Problem (Referensi: Fancomic Persona 5)

"Saat itu aku baru pertama kali mencoba watercolor dan mulai menggunakannya setelah itu. Kemudian saat aku mulai merasa haus, ternyata air yang kuminum sudah dipakai untuk watercolor sebelumnya, tidak heran kenapa rasanya aneh."

Meiva langsung menyemburkan minumannya dari hidung setelah mendengar cerita Ayata barusan.


3. Phonecase (Referensi: Rouzille Art)

"Lihat nih! Phonecase-ku bentuknya kucing dari 'Adventure Time', imut kan?"

"Phonecase gue paling mahal, terbuat dari kulit buaya dan dilapisi emas!"

"Wah, phonecase-nya keren-keren semua!" ujar Eka kagum. "Tapi punyaku nggak kalah keren lho!"

"Oh iya? Kasih liat dong, Eka!" pinta Loren dan Fira.

"Nah, ini dia! Phonecase dari film kolosal cita rasa lokal!"

"Wanjir, kayak prasasti!"

"Barang artefak ini mah!"


4. Debat (Referensi: Pandaclip)

"Itu martabak manis!"

"Nggak, itu mah terang bulan!"

"Kak, beli pancake bulan manisnya jadi nggak? Aku lapar..."

Oberia dan Yorei langsung terdiam seketika setelah mendengar perkataan Adelia barusan.


5. Perbedaan (Referensi: Si Bedil)

Suatu hari, ada dua orang cowok yang sedang berdebat tentang sesuatu, sampai akhirnya Irina datang untuk melerai mereka.

"STOOOOOOOOOP!"

"Kenapa sih, Irina?"

"Iya nih!"

"Kalian nggak nyadar ya? Saat kalian nggak bisa menghargai perbedaan dan merasa paling benar..." Irina menunjuk kerumunan orang yang sedang makan popcorn. "Ada banyak orang kayak mereka yang senang dengan pertikaian kalian!"

Omake End!


OC of the Day:

Shyo Ashland

Umur: 15

Tanggal lahir: 7 November

Zodiak: Scorpio

Warna rambut/mata: Hitam/ungu

Hero: Puppeteer

Kelas: Special

Fakta unik:

-Adiknya Frida.

-Pacarnya Mira.

-Temenan sama Flamy dan Nirlion.

-Udah, itu aja! *plak!*

Aku tau ini terlalu lama update, tapi biarlah... -w-/

Review! :D