Disclaimer: Seperti biasa aku tidak memiliki apa-apa kecuali fanfic ini
Genre: Friendship/Romance
Rating: M, tidak terlalu sebenarnya.
Warning: Typo dan OOC yang aku yakini pasti ada, juga umur yang dirubah. Waspada Daddy kink. Setelah boyband kesukaan sekarang aku akan pakai girlband kesukaan. Dengan 6 OC.
Note: Aku sebenarnya tidak suka dengan fanfic yang panjang dan berat, tapi rasanya aku juga ingin berlama-lama menulis fanfic ini. Makanya aku mengusahakan update kilat supaya fanfic ini tidak jadi menyebalkan dan ditinggalkan karena update yang lama sekali. Itulah yang ada dipikiranku.
+Gula Gula+
Sebenarnya itu pagi hari yang indah untuk ukuran Senin dan Joonmyun yang kemarin mendengarkan lagu sekarang sedang dengan riang berkaraoke lagu Little Mix, dia kemudian menghela napas bahagia, suara perempuan itu memang sangat nikmat.
Tapi tentu saja suara Sehun lebih nikmat untuk didengar. Mengerang, mendesah, memanggilnya Daddy. Itu nikmat.
Tiba-tiba ponselnya berdering, itu menghentikan lagu yang sedang diputar.
"Aku salah, Joonmyun!"
"Hah?" Joonmyun tahu siapa yang bicara di telepon, itu Byeollie, tapi dia salah apa coba?
"Aku salah member info!"
"Info apa?"
"Nanti kujelaskan!"
"Ya, sekarang kau dimana?"
"Aku ada di depan pintumu, Joonmyun!"
Oh, Joonmyun juga ada di depan pintu.
"Kenapa, Byeollie?"
Moon Byeollie menyodorkan undangan ke muka Joonmyun, "Mereka menikah di Korea dan ingin kita datang! Yang ini punyamu, ini dititipkan padaku."
Joonmyun membuka undangan itu dengan emosi, undangan itu memang ditujukan untuk Kim Joonmyun, itu namanya. Dari Jang Yihan dan Kim Jinnie.
KIM JINNIE!?
Joonmyun mencari muka perempuan di undangan itu, tolonglah! Beri satu saja foto! Oh! Ada!
Dan fuck.
Joonmyun melempar g undangan itu ke lantai, kalau di depan Moon Byeollie dia bisa gila-gilaan.
Mempelai wanitanya adalah mantannya waktu SMA.
"Kenapa, Joonmyun?" Tanya Byeollie.
"Aku tidak akan datang." Katanya datar, tapi kesal.
Jadi! Mantannya akan menikah dengan mantannya yang lain lagi! Mereka pasti sedang membicarakannya, seorang mantan yang pendek, memalukan, dan masih melajang sampai sekarang.
"Kau tahu, Byeol. Jinnie itu mantanku jaman SMA."
"Oh," Moon Byeolli terkejut. Dia tidak tahu masa SMA Joonmyun seperti apa, mereka kenal saat kuliah.
"Maaf…" Kata Byeollie, tapi dia tertawa, "Maaf sudah merusak pagi Seninmu yang indah, tapi aku harus pergi ke bandara secepatnya."
Dan Moon Byeollie saat itu pergi, dia kabur.
Joonmyun cemberut untuk itu, tapi yang terlihat di mukanya adalah raut serius yang menusuk, kata Yongseon. Untungnya Kim Jongdae yang baik hati menahan Yongseon dari menganggunya.
Siangnya Sehun juga menerima undangan yang sama, bagian depan dicoreti dengan tulisan 'Yijung's Gang' dengan spidol hitam.
"Please, dude." Katanya, "Ini pernikahan kakakku yang payah, aku pasti akan mati kutu disana."
Sehun melirik teman-temannya, Kai dan Dio, mencari persetujuan.
"Makan gratis?" Tanya Kai. Hal pertama yang dia pikirkan selalu saja makanan.
"Tentu! Tapi kumohon datang, ajak siapa saja yang kukenal, aku bisa mati disana."
"Ada batasan kuota?" Tanya Dio.
"Tidak, asal kalian datang bersama-sama dan membawa undangan khusus ini, kalian boleh masuk."
"Boleh bawa pacar?" Tanya Kai. Setelah makanan, pikirannya ke ranjang –ke Chanyeol maksudnya.
"Bawa saja, siapapun, Kai! Chanyeol Sunbae juga tidak apa."
"Aku boleh ikut?" Tanya Hyejin. Anak-anak ini ribut di depan mejanya, jadi tidak salahkan kalau dia ikut.
"Tentu." Kata Yijung.
"Kalau begitu aku boleh ajak Daeun?" Tanya Sehun, Daeun itu satu-satunya perempuan yang bisa dia sebut sahabat.
"Ajak saja." Kata Yijung. Dia ini anak malang yang butuh teman untuk menonton upacara pernikahan kakaknya.
"Ajak Jieun juga." Kata Hyejin.
"Cuma nanti kita akan naik mobil siapa?" Tanya Dio.
"Pacar?" Usul Kai. Tapi A5 Sportback-pun cuma cukup empat orang.
Setelahnya di toilet Chanyeol juga ikut berpikir, yang akan ikut itu dia, Pacar, Sehun, Dio, Hyejin, Daeun, Jieun dan Jaeho temannya Yijung.
"Bagaimana kalau aku ajak Hyung, dia pasti bawa mobil?"
"Dia itu kerja, Pacar." Kata Kai.
"Tapi Minggu itu hari libur." Kata Chanyeol.
"Sekaligus kita jodohkan saja Dio dengan Baekhyun Hyung." Kata Sehun.
"Hei, Oh Sehun!" Kai dan Chanyeol memanggilnya dengan nada kesal, Sehun cuma tertawa. Memangnya dia salah? Bukannya Dio sendiri yang minta dikenalkan pada orang yang bisa membelikannya barang-barang Lacoste.
Disitu Dio sendirian yang bingung, siapa itu Baekhyun coba? Ya… Sayang waktu itu Dio tidak ikut event pamer hartanya Chanyeol.
"Jadi kita berempat semobil, Hyejin, Daeun, Jieun, dan Jaeho di mobil Baekhyun Hyung." Kata Chanyeol. Itu usulan darinya saja, dia belum tanya Baekhyun Hyung-nya tersayang.
Jadi hari itu Chanyeol menemui Baekhyun. Yang walaupun sedang ada pekerjaan, tapi masih mau mendengarkan ocehan Chanyeol.
"Bisa, bisa." Kata Baekhyun, "Tapi hari Minggu ini aku harus pergi ke pernikahan teman kakakku, mewakilinya."
"Memang Baekbeom Hyung kenapa?"
"Urusan bisnis ke Jepang katanya, istrinya saja ditinggal." Kata Baekhyun. Apa urusannya dengan istri coba? Apa Baekhyun ingin menikah?
"Memang siapa yang mau menikah?"
"Teman kerjanya, Kim Jinnie dan Jang Yihan katanya."
"Nah!" Chanyeol berseru, "Jang Yihan itu kakaknya Jang Yijung adik kelasku!"
"Adik-kakak? Kalau begitu umur mereka pasti jauh sekali." Kata Baekhyun.
"Kata Kai mereka beda duabelas tahun." Jelas Chanyeol.
"Hm… OK, kalau begitu teman-temanmu bisa numpang di mobilku." Kata Baekhyun, "Aku juga harus ke acara itu."
Chanyeol sangat senang mendengarnya. Dia bisa segera memberitahu rombongannya. Dia mengirim pesan singkat pada semua anggota rombongan itu.
Tapi Joonmyun tidak. Sama sekali dan sangat amat tidak senang.
Dia tidak ingin bertemu mantan. Terutama Yihan, Joonmyun masih kesal dengannya.
Jadi jam enam sore dia menelepon Sehun.
"Hallo, Daddy."
"Kau sibuk?" Belum apa-apa Joonmyun sudah bertanya.
"Tidak, Daddy."
"Maksudku hari Minggu."
Wah, sayang, hari itu ada pernikahan kakaknya Yijung, "Aku sudah buat janji dengan teman-temanku, bagaimana ini?"
Joonmyun menghela napas, dari telepon dia terdengar tidak senang. Dia tidak ingin pergi ke pernikahan mantan dengan mantan yang lain, dia pikir dia bisa bawa Sehun untuk hiburan.
"Aku tidak akan sampai malam, mau bertemu?" Tanya Sehun.
"Bukan begitu, Baby."
"Lalu bagaimana?"
Kakaknya benar, Joonmyun memang masih anak kecil, masih tidak sepenuhnya orang dewasa, sikap kekanakannya seperti penyakit yang mudah kambuh.
Sehun bingung, Joonmyun belum bicara lagi, "Aku kosong hari Rabu."
"Rabu?" Tanya Joonmyun, dia butuh bertemu denngan 'mainan' favoritnya sebelum 'berperang'.
"Daddy tidak bisa, ya?"
"Tidak! Tidak! Aku bisa hari Rabu." Kata Joonmyun, "Sekarang kau dimana, Baby?"
"Di rumah Kyungsoo."
"Menginap?"
"Iya."
"OK, kalau begitu."
Sehun bingung, "Ada apa, Daddy?"
"Rabu, Baby, tunggu hari Rabu."
Dan sehun tidak bisa apa-apa lagi selain menunggu hari itu.
"Daddy." Panggil Sehun.
"Iya, Baby?"
"Aku merindukanmu."
Untuk pertama kalinya dalam hari ini Joonmyun merasa bahagia, bahagia yang sangat bahagia, mungkin dia harus membayar Sehun lebih dari kesepakatan uang sakunya.
"Aku juga merindukanmu, Baby." Katanya, "Jadi hari Rabu, jam empat, di sekolah."
"Ok, aku tunggu, Daddy."
Joonmyun tersenyum, "Baby."
"Iya, Daddy."
Dan Joonmyun memberinya kecupan.
Sehun tersenyum, "Akan aku bayar dengan yang nyata, ya, Daddy."
Ya, sesuai dengan apa yang Joonmyun inginkan.
+TBC+
