Chapter 11 : Confession
"Ah! Ini dia!" Chanyeol mengeluarkan sebuah pigora ukuran 4R dari sebuah laci di ruang kerjanya. Sudah sekitar 15 menit ia sibuk mencari-cari benda itu di antara deretan rak dan laci di sana. Ia menempatkan sebuah foto dengan ukuran yang pas dengan pigora itu, kemudian tersenyum puas.
"Terpujilah siapapun yang mengambil foto ini." Ucapnya. Ia lalu meletakkan foto itu di atas meja kerjanya, bersebelahan dengan foto keluarga Park. Chanyeol duduk di kursi kerja dan menumpukan kepala di atas meja sambil mengagumi foto baru itu. Fotonya mengenakan training suit merah dan fokus menatap ring basket dengan Taehyung duduk di pundaknya bersiap melempar bola. Baekhyun di sampingnya berdiri memberikan semangat sambil membawa dua bola di tangan kiri dan satu di tangan kanan ia julurkan pada Taehyung. Sungguh manis dan natural.
Ya, itu adalah foto mereka di pekan olahraga. Baekhyun memberikan foto yang ia dapat dari panitia dokumentasi kepada Chanyeol dengan wajah merona. Dia bilang itu sebagai ucapan terimakasih karena sudah ikut serta di pekan olahraga keluarga bersamanya dan Taehyung.
Chanyeol baru pulang setelah makan malam di rumah Baekhyun. Bahkan saat ini ia masih mengenakan training suit merah itu. Baekhyun memintanya membersihkan diri dulu lalu ganti baju tapi Chanyeol menolaknya dengan alasan biar sekalian kotor. Mereka sepakat tidak jadi ke rumah Kyungsoo karena ketiganya sudah merasa sangat lelah sepulang dari pekan olahraga. Terbukti karena Taehyung langsung tertidur di sofa seusai makan malam dan Chanyeol dengan baik hati menggendong anak itu ke kamarnya.
Ia sudah menjelaskan semua pada Kyungsoo tentang penundaan kunjungan calon kakak iparnya dan wanita itu hanya tertawa sambil sesekali menggoda Chanyeol. Kyungsoo bilang tidak apa, asal dalam waktu dekat Baekhyun dan Taehyung harus tetap berkunjung dan Chanyeol menyanggupinya. Chanyeol masih senyum-senyum sendiri, apalagi saat ia mengingat kata-kata yang Baekhyun ucapkan saat ia sudah duduk manis di dalam mobilnya dan bersiap pulang.
"Terimakasih Chanyeol, kamu sudah memberi Taehyung pengalaman baru yang ngga bisa ia dapat dariku."
.
.
.
Hubungan Chanyeol dan Baekhyun sudah semakin dekat. Tidak hanya berkirim pesan dan bertelepon saja, bahkan intensitas pertemuan mereka semakin banyak. Mereka sering makan siang bersama, kadang juga Chanyeol mengantarkan Baekhyun pulang kerja. Oh, lelaki itu juga jadi sangat dekat dengan Taehyung. Anak itu sering menahan Chanyeol berlama-lama untuk membantunya mengerjakan pekerjaan rumah atau hanya sekedar menemaninya menonton televisi.
Baekhyun bukan seorang pemula dalam hal seperti itu. Ia tahu bahwa Chanyeol tertarik padanya, karena iapun begitu. Wanita itu merasa cocok dan nyaman bersama Chanyeol, ditambah lagi dengan perasaan excited yang muncul saat Chanyeol mengirimi pesan atau saat pria itu menunggunya di depan gerbang Eldorado. Sesuatu yang tidak lagi ia rasakan sejak lima tahun lalu.
Chanyeol memang tidak pernah mengungkapkan ketertarikannya lewat kata, tapi dari tindakan. Ia memperlakukan Baekhyun seperti seorang gentleman dan berubah kebapakan jika bersama Taehyung. Sesuatu dalam hati Baekhyun menghangat melihat bagaimana Taehyung bisa terbuka dengan pria asing selain kakek dan mendiang papanya. Namun ia tidak ingin terlalu berharap, tapi juga tidak ingin menolak. Ya, karena Baekhyun menikmatinya, begitupun dengan Chanyeol.
Telepon di atas meja kerjanya berdering, Baekhyun yang tadinya disibukkan dengan evaluasi materi siaran segera mengangkatnya ketika mengetahui si penelpon ternyata dari saluran nomor satu. Itu Min Yoongi, bosnya.
"Ya, Byun Baekhyun di sini."
"Baekhyun, tolong ke ruanganku sekarang ya?" Ucap Yoongi dari seberang telepon.
"Siap, saya ke sana." Setelah menutup telepon, Baekhyun menekan tombol ctrl+s di keyboard untuk menyimpan data evaluasinya, kemudian beranjak ke lantai tiga tempat Kepala Stasiun Radio Eldorado berada. Ia abaikan Youngjae dan Hoseok yang memandangnya penasaran.
"Selamat siang." Sapanya ketika sampai di depan pintu ruangan kerja sang kepala yang tidak ditutup.
"Selamat siang, masuklah." Ucap lelaki berkulit putih pucat dengan rambut pirang yang duduk di depan komputernya.
Min Yoongi dinobatkan menjadi Kepala Stasiun Radio Eldorado baru sekitar enam bulan lalu menggantikan ayahnya sang pendiri stasiun radio itu sendiri. Usianya hampir sama dengan Baekhyun tapi ia seorang pimpinan yang serius, iya, serius bermalas-malasan. Selain itu juga Min Yoongi sangat sibuk, tentu saja, sibuk bersantai. Oleh karena itu, karyawan Eldorado memberinya julukan 'Tuan Muda' saking malasnya lelaki satu itu. Yoongi tertawa lebar saat mengetahui julukannya, ia tidak marah bahkan membiarkan mereka tetap menjulukinya Tuan Muda. Padahal si Master, pelaku bocornya julukan itu, sudah ketakutan saat bosnya tahu. Namun dibalik segala kemalasannya, Min Yoongi memiliki potensi sebagai pemimpin yang luar biasa.
Baekhyun duduk di kursi tepat di depan atasannya itu. Yoongi menunjukkan sebuah surat yang diketahui Baekhyun adalah undangan anniversary OBM dari Chanyeol sebulan lalu.
"Langsung saja ya. Aku mau mengajakmu hadir di acara itu." Ucap Yoongi dengan santai.
"Saya?" Tanya Baekhyun sambil menunjuk dirinya sendiri.
Yoongi mengangguk dengan wajah super santainya. "Kalau mau tanya alasannya, itu karena di undangan tertera tiket untuk dua orang. Aku tidak mau datang sendirian ke sana, jadi aku mengajakmu."
"Tapi bukankah ada Kak Ryeowook? Beliau kan penyiar yang lebih senior." Sahut Baekhyun.
Yoongi menggeleng. "Dia bilang ada acara keluarga di hari itu. Sudahlah, lagipula Sharry ratingnya juga tinggi." Melihat Baekhyun yang tidak menjawab, Yoongi berkata lagi. "Aku jemput satu jam sebelum acara di rumahmu, oke?" Pemuda manis itu tersenyum padanya.
Baekhyun mengangguk lalu ikut tersenyum. "Siap, Tuan Muda!" Yoongi tertawa lebar kemudian mempersilahkan Baekhyun kembali ke ruangannya.
Baekhyun berjalan riang menuju ruangannya sambil bersenandung. Yongjae memandangnya heran lalu menoleh pada Hoseok yang sepertinya sama-sama herannya.
"Kak, habis diapain sama tuan muda?" Tanya Youngjae frontal.
"Hush! Diapain, diapain, memangnya aku wanita apaan?" Sahut Baekhyun yang sudah duduk kembali di kursinya.
"Habisnya tanggal tua begini masih seceria itu." Imbuh Youngjae dibalas dengusan Baekhyun.
"Dapat kenaikan gaji kah?" Tanya Hoseok penuh harap.
Baekhyun menggeleng, Hoseok menghela napas kecewa. "Engga teman-teman, tuan muda cuma mengajakku menemaninya hadir di acara ulang tahun OBM hari Sabtu. Itu kan stasiun televisi paling keren saat ini, gimana aku ngga seneng?" Jelas Baekhyun. Sebenarnya disamping alasan itu, ia memiliki alasan lain yang membuatnya senang diajak hadir ke anniversary OBM.
"Beneran?!" Seru Youngjae dan Hoseok bersamaan.
"Iiih mau jugaaa! Mereka ngundang Katy Perry kan ke acara itu? Aaaa! Beruntungnya kamu Kak!" Imbuh Youngjae sambil jingkrak-jingkrak heboh.
"Mantab! Sudah gratis, dapat tempat duduk pula!" Hoseok pun tak kalah hebohnya dengan Youngjae.
"Kalau bukan karena Kak Ryeowook berhalangan hadir, aku juga ngga bakal dapat kesempatan ini tau. Hihi!" Baekhyun terkekeh lalu kembali melanjutkan pekerjaannya. Ia masih bisa mendengar Youngjae merutuk betapa beruntungnya ia. Baekhyun senantiasa tersenyum, ia harus mengabari seseorang tentang hal ini.
.
.
.
"Halo?" Baekhyun mengangkat telponnya. Ini sudah satu hari sejak Tuan Muda Yoongi mengajaknya hadir ke anniversary OBM. Kemarin Chanyeol menjemputnya seperti biasa, tapi Baekhyun lupa menyampaikan hal itu pada Chanyeol.
"Baekhyun, aku minta maaf. Aku ngga bisa jemput kamu hari ini." Ucap pria dari seberang telepon dengan nada menyesal.
"Ngga apa-apa Chanyeol, aku kan sudah bilang ngga perlu jemput terus-terusan. Bus kota masih banyak kok yang beroperasi." Jawab Baekhyun sambil tersenyum.
"Kalau ada om om iseng godain kamu di bus gimana?" Ucap Chanyeol dengan asal.
"Hahaha! Mana ada om om yang mau godain ibu-ibu sepertiku?" Baekhyun tertawa keras. Untung Youngjae sedang siaran bersama Hoseok, jadi ia terselamatkan dari interogasi kedua rekan kerjanya yang selalu ingin tahu itu.
"Ada! Omnya Jimin contohnya." Balas Chanyeol dengan jahil.
"Akan kupukul dia kalau berani menggodaku." Sahut Baekhyun yang dibalas tawa renyah Chanyeol. "Sedang sibuk?" Tanya Baekhyun.
"Begitulah, anniversary OBM tinggal tiga hari, semua harus sempurna." Jawab Chanyeol.
"Semangat ya!" Seru Baekhyun sambil berpose fighting walaupun Chanyeol tidak bisa melihatnya. "Ngomong-ngomong, kemarin aku lupa menyampaikan ini. Aku datang ke anniversary OBM bersama atasanku." Kata Baekhyun.
"Benarkah?!" Ucap Chanyeol cukup terkejut. "Atasanmu, laki-laki apa perempuan?"
Baekhyun heran dengan pertanyaan Chanyeol. Bukannya menanyakan yang lain, ia malah mempertanyakan jenis kelamin Min Yoongi.
"Ehm, laki-laki." Jawab Baekhyun dengan sedikit tidak yakin. Setelahnya ia bisa mendengar Chanyeol sedikit berdecak sebelum lelaki itu berkata lagi.
"Lalu Taehyung kamu tinggal sendirian? Acaranya sampai malam, Baekhyun!" Baekhyun bisa merasakan nada keberatan dari lelaki itu.
"Ngga kok, aku sudah bicara dengan Yixing, dia setuju menjaga Taehyung di rumah selama aku pergi. Yixing bilang dia sedang off hari Sabtu besok." Jelas Baekhyun.
"Kamu yakin? Tapi aku ngga bisa jemput nanti." Kata Chanyeol.
"Ehh, Chanyeol sudahlah ngga apa-apa! Aku berangkat sama atasanku kok." Ucap Baekhyun jujur.
"Apa?!" Baekhyun terlonjak mendengar seruan Chanyeol. "Baekhyun, naik taksi saja! Nanti aku yang pesankan untukmu. Atau aku suruh sopirku menjemputmu saja?" Tanya lelaki tinggi itu.
Baekhyun tersenyum geli. Satu lagi yang ia ketahui dari seorang Park Chanyeol, lelaki itu cukup protektif terhadapnya. Ah, tidak hanya padanya saja, tapi Taehyung juga. Baekhyun tidak merasa terganggu, justru itu sisi manis dari Chanyeol menurutnya. "Chanyeol, ngga sopan dong kalau aku menolak kebaikan atasanku?"
"Tapi Baek-"
"Bosku bukan om-om yang suka menggoda ibu-ibu kok, tenang saja." Baekhyun menjawab sambil terkekeh.
"Bukan begitu Baekhyun,-" suara Chanyeol terhenti. Sayup-sayup Baekhyun mendengar pria itu berbicara dengan seseorang di seberang sana. Setelah Chanyeol berkata sebentar lagi akan menyusul orang itu, ia kembali berbicara dengan Baekhyun. "Aku harus pergi dulu. Tapi kita belum selesai, oke?" Katanya.
Baekhyun terkekeh, "iya iya, sudah sana."
"Hati-hati di jalan. Kirimi aku foto aegyo kalau sudah sampai di rumah." Godanya.
"Park Chanyeol!" Seru Baekhyun yang mulai merona.
"Iya Byun Baekhyun?" Sahutnya iseng.
"Astagaa! Sudah kerja sana! Aku tutup ya telponnya?" Ucap Baekhyun sambil tersenyum salah tingkah. Setelah pria di seberang sana berkata ya, Baekhyun menutup telpon lalu memegang kedua pipinya yang rasanya memanas.
"Something's wrong?" Tanya Youngjae yang tiba-tiba nongol di ruangan itu.
Baekhyun menggeleng, masih dengan wajah memerah dan senyuman salah tingkahnya.
.
.
.
Tiga hari ini, Park Chanyeol jarang menghubunginya. Mereka tidak makan siang bersama, ataupun pulang bersama. Tapi Baekhyun tidak marah, karena lelaki itu di sela waktu senggangnya selalu menyempatkan diri menghubungi Baekhyun dan meminta maaf atas kesibukannya. Chanyeol akhirnya menyetujui Baekhyun datang bersama atasannya setelah wanita itu menjelaskan secara rinci seperti apa seorang Min Yoongi.
Sudah pukul enam sore, itu artinya satu jam lagi Tuan Muda Yoongi akan datang menjemputnya. Yixing sudah ada di rumahnya sejak tadi sore, membantunya memilihkan gaun yang cocok juga menata rambutnya. Diluar dugaan, gadis itu berbakat menjadi seorang penata rambut! Baekhyun berulang kali memujinya, karena telah merubah rambut Baekhyun yang sedikit bergelombang, menjadi kepangan cantik yang jatuh ke satu sisi bahunya.
Baekhyun sudah memutuskan akan memakai dress abu-abu press body sepanjang lutut dipadukan cape blazer putih. Yixing memprotesnya karena terlalu resmi, tapi Baekhyun tidak mendengarkan karena memang ia tidak punya dan tidak sempat membeli pakaian-pakaian seperti itu lagi.
Saat Baekhyun tengah disibukkan dengan make up wajah, suara bel pintu menginterupsinya. Yixing yang baru saja selesai mengepang rambut Baekhyun, segera beranjak untuk melihat siapa tamu yang datang. Namun baru saja ia akan membuka pintu, Taehyung sudah mendahuluinya. Bocah itu datang dari luar lalu masuk ke kamar ibunya sambil membawa dua buah kotak berukuran persegi dan persegi panjang dengan pita biru muda di atasnya.
"Apa itu, Sayang?" Tanya Baekhyun pada putranya.
"Ngga tau, kata paman tadi paket buat mama." Taehyung menyerahkan kotak itu pada Baekhyun dengan wajah inosen.
Sambil menebak-nebak dalam hati, Baekhyun menerima kotak dari Taehyung lalu membukanya. Yixing yang pertama berteriak heboh saat melihat isi kotak itu.
"Oh My God! Ini baru gaun pesta!" Gadis itu mengangkat gaun warna biru navy dari kotaknya setelah melihat Baekhyun hanya diam ternganga dengan mata membelalak. Baekhyun terpana. Gaun itu sangat cantik, tanpa lengan berbentuk seperti lilitan selendang dengan korset sempit pada bagian perut sehingga akan menunjukkan lekuk pinggang si pemakai. Di bagian punggungnya disatukan dengan tali-tali rumit yang sangat cantik. Bagian bawahnya sedikit longgar, kainnya lembut jatuh hingga mata kaki serta dihiasi kain tile melingkar abstrak berwarna sama.
"Kak! Ini dari siapa? Atasanmu?" Pertanyaan Yixing yang over excited kembali menyadarkan Baekhyun. Taehyung di samping Yixing ikut excited sambil memegang-megang gaun itu.
Baekhyun menoleh ke arah kotak kardus persegi panjang tempat gaun tadi berada lalu mengambil secarik surat yang tergeletak di dalamnya.
Untuk Byun Baekhyun,
Bentuk permintaan maaf karena terlalu sibuk dan tidak bisa menjemput yang mulia ratu. Pakai ini nanti dan aku akan menemukanmu. Semoga kamu menyukainya.
-PCY-
Baekhyun menutup mulutnya tidak percaya. Pipinya yang belum diberi blush on sudah memerah seenaknya sendiri. Yixing dan Taehyung memandangnya penasaran. Baekhyun melirik jam dinding yang seperempat jam lagi sudah menginjak pukul tujuh. Ia bergegas kembali ke meja rias dan melanjutkan acara dandannya, meninggalkan Yixing yang masih penasaran kemudian kembali memekik ketika Taehyung membuka kardus satunya dan mengeluarkan sepasang higheels berwarna silver yang tak kalah cantik dengan gaun tadi.
Tepat lima belas menit, Baekhyun keluar kamar setelah meminta Yixing dan Taehyung menunggunya di luar. Tebak apa ekspresi kedua orang itu? Yixing membuka mulutnya lebar dan memandang Baekhyun tanpa berkedip, sama halnya dengan Taehyung.
"Apa, aneh?" Tanya Baekhyun malu-malu. Ia sendiri cukup heran dengan gaun yang ternyata sangat pas di tubuhnya itu.
"Mama seperti tuan putri!" Seru Taehyung lalu berlari mendekati Baekhyun, mengagumi ibunya dari dekat.
"Astaga, Kak Baekhyun kamu luar biasa cantik malam ini! Seandainya aku laki-laki, sudah aku cium kamu sekarang!" Yixing berkata ngawur sambil berjalan mendekatinya. Baekhyun memukul lengan Yixing pelan sambil tertawa malu-malu. Suara bel terdengar, Taehyung langsung melesat menuju pintu tanpa perintah sang ibu.
"Aku ngga pernah lihat Kakak pakai ini sebelumnya." Tanya Yixing sambil menunjuk kalung emas putih yang menjuntai indah di leher Baekhyun.
Ibu satu anak itu tersenyum. "Ini dari mendiang suamiku, selama ini aku selalu menyimpannya karena terlalu takut ini akan mengingatkanku akan kenangan kami." Ucap Baekhyun lirih sambil menyentuh kalungnya.
Yixing merangkulnya dari samping. "Kalungnya cantik, sayang jika kecantikannya hanya disimpan sendiri. Keputusan yang bagus kalau Kakak mau memakainya." Gadis itu tersenyum lembut pada Baekhyun dibalas anggukan wanita yang lebih tua.
"Ngomong-ngomong, siapa sih identitas si pemberi kado? Romantis sekali! Apa itu bosmu? Atau itu orang yang sama dengan yang mengantar Kakak pulang dari mall?" Tanya Yixing yang sudah kepentok penasaran dari kemarin-kemarin.
Baekhyun tersenyum malu-malu. "Namanya Park Chanyeol." Bisiknya.
"Ha? Park-" Belum sempat Yixing melanjutkan, Taehyung sudah muncul di depan mereka.
"Tuan Putri, paman kusir sudah datang!" Teriak Taehyung. Anak itu memang sudah cukup dekat dengan Yoongi, karena sebelum menjabat sebagai Kepala Eldorado, pria itu sempat menjadi guru olahraganya. Tidak nyambung juga sih sebenarnya, tapi terserahlah semerdeka dia.
"Taehyung! Yang sopan sama Paman." Tegur Baekhyun saat putranya sudah ada di depannya. Si Taehyung lalu mengeluarkan cengiran khasnya.
"Whoaaa! Ini benar rumah Byun Baekhyun? Aku rasa aku salah alamat!" Kata Yoongi yang terkagum saat melihat Baekhyun di hadapannya. Mereka saat ini sedang berada di halaman rumah Baekhyun.
"Tidak, Tuan Muda. Yang dihadapanmu adalah benar Byun Baekhyun." Ucapnya dengan nada sopan yang dibuat-buat. Beginilah Baekhyun dan Yoongi, jika di luar kantor mereka akan bersikap lebih santai seperti teman, bukan lagi atasan dan karyawannya.
Yoongi memberikan lengannya untuk digandeng Baekhyun, lalu pria itu menoleh pada lelaki kecil di samping ibunya. "Tae, gimana? Cocok ngga Paman sama mamamu?" Canda Yoongi.
Si kecil menggeleng kuat-kuat lalu melotot pada Yoongi. "Ngga! Mama jangan mau sama Paman Yoongi! Dia pemalas!" Serunya. Mereka tertawa bersama, kecuali Yixing yang masih penasaran dengan Park Chanyeol yang dimaksud tetangganya itu.
.
.
.
Perayaan ulang tahun keempat OBM diadakan di gedung megah Seoul Convention Center. Baekhyun diperbolehkan memasuki area acara yang sudah sangat ramai setelah menunjukkan tiket undangan. Masih dengan menggandeng lengan Yoongi, mereka berjalan ke tempat duduk yang sudah disediakan khusus untuk tamu undangan dari media massa.
Dalam perjalanan tadi Baekhyun sudah mengirim pesan pada Chanyeol yang berisi ucapan terimakasih atas gaun cantik yang sedang ia kenakan, walaupun diimbuhi dengan sedikit omelan karena pria itu seenaknya sendiri membelikan gaun. Ia kembali mengecek ponsel, namun tidak ada tanda-tanda pesan balasan dari Chanyeol. Mungkin pria itu sangat sibuk, batin Baekhyun. Tiba-tiba Baekhyun bertanya-tanya sebenarnya Chanyeol bekerja sebagai apa di OBM. Ia merutuki dirinya sendiri yang bahkan tidak mengetahui hal itu setelah dua bulan lebih mengenal Chanyeol.
Baekhyun mengedarkan pandangannya ke sekitar area panggung. Ia berkali-kali dibuat takjub dengan pemandangan di sekitarnya. Mulai dari panggung yang lebih mirip dengan settingan konser tunggal dibandingkan acara ulang tahun. Lalu penataan tempat duduk penonton yang membentuk setengah lingkaran dengan panggung sebagai pusatnya. Di bagian bawah tanpa tempat duduk adalah untuk penonton yang bukan undangan, alias membeli tiket. Area itu mayoritas diisi pemuda pemudi yang sengaja hadir untuk menyaksikan secara langsung acara spektakuler ini.
Di bagian tribun atas tepat menghadap panggung, adalah area untuk tamu-tamu undangan khusus artis-artis ibukota. Baekhyun bisa melihat beberapa aktor dan aktris bebalut pakaian indah yang sebelumnya hanya pernah ia lihat di layar televisi. Di tribun kiri, untuk tamu-tamu undangan dari mitra kerja, sepertinya. Baekhyun sendiri juga tidak yakin. Sedangkan dirinya ada di tribun kanan, dimana berbagai awak media dikumpulkan. Ia bahkan beberapa kali disapa oleh teman-teman kuliahnya dulu yang sekarang sudah berpencar ke berbagai macam media.
Hebat! Seseorang yang merencanakan ini semua benar-benar luar biasa, batin Baekhyun. Ia menyatukan konsep yang anak muda banget tapi bisa dinikmati segala usia. Dikemas eksklusif seperti yang ada di luar negeri namun berisi acara penghargaan karya-karya anak negeri, tanpa meninggalkan identitasnya sebagai sebuah media massa. Gila!
Pukul delapan tepat, tiba-tiba semua lampu meredup dan penonton yang sebelumnya berisik pun terdiam. Lampu di panggung satu per satu menyala perlahan, dengan warna biru navy yang redup, mereka berputar-putar menghipnotis penonton seolah mereka sedang berada di dalam luar angkasa. Terus seperti itu sampai sekitar 30 detik, sebuah suara muncul entah darimana dengan menggunakan handie talkie.
"Selamat malam!"
Baekhyun terkejut, bukan karena suara yang tiba-tiba muncul tapi lebih ke pemilik suara itu. Walaupun suara dari handie talkie mampu menyamarkan suara seseorang, tapi ia hapal betul dengan suara baritone itu. Baekhyun masih fokus menatap panggung sambil menajamkan pendengarannya.
"Saya Park Chanyeol."
Kedua mata berhias eyeliner itu melotot kaget.
"Saya, yang akan memandu langsung acara ini. Jadi duduklah yang nyaman.."
Baekhyun menoleh ke segala arah entah mencari apa. Dalam kegelapan pun ia bisa melihat wajah-wajah penonton yang begitu terfokus pada lampu biru yang berputar-putar di panggung.
"..dan nikmati pertunjukan kami!"
Di saat yang sama Chanyeol mengakhiri pembukaannya, lampu biru di panggung tergantikan dengan lampu emas dan putih yang menyala terang dan bergerak acak. Berputar-putar dan menyorot sana sini, menghujani panggung dengan cahaya. Musik pengiring menghiasi atraksi lampu-lampu cantik di atas panggung. Penonton sontak bersorak terkagum-kagum, tak terkecuali Yoongi di sampingnya.
Tersadar dari keterkejutannya, Baekhyun dengan ragu berteriak pada Yoongi karena suasa riuh jelas mengalahkan suaranya.
"Yoongi, dia..dia bilang siapa tadi namanya?"
"Hah? Siapa?" Tanya Yoongi balik dengan berteriak.
Baekhyun mendekatkan mulutnya pada telinga Yoongi. "Itu tadi laki-laki yang suaranya membuka acara ini!"
Yoongi menoleh pada Baekhyun. "Park Chanyeol maksudmu?" Baekhyun mengangguk mantab. "Dia CEO OBM Baek!" Serunya sebelum kembali fokus ke panggung
"Ailee, standby!" Suara Chanyeol kembali muncul di sela-sela musik yang terdengar.
Baekhyun menarik lengan Yoongi agar pria itu menatapnya lagi. "Darimana kamu tahu?" Teriaknya lagi.
"Bahkan dia menandatangani undangannya! Sudah jangan ganggu aku, nikmati saja pertunjukan ini!" Yoongi kembali fokus ke panggung dan bersorak ketika suara Chanyeol terdengar, memberi aba-aba untuk Ailee agar memasuki panggung. Penonton bersorak semakin keras saat wanita seksi itu mengeluarkan suara emasnya.
Berbeda dengan Baekhyun, wanita itu bahkan sudah tidak sanggup berkata apa-apa saat mengetahui fakta bahwa Park Chanyeol yang ia kenal ternyata adalah seorang CEO dari stasiun televisi besar ini. Ia merasa syok, di satu sisi tidak percaya, sisi lain entah kenapa merasa kecewa.
Tapi toh itu tidak berlangsung lama, karena OBM memang luar biasa. Hanya dalam waktu 30 menit, Baekhyun yang tadi sempat syok karena Chanyeol, sekarang berubah ikut-ikutan heboh saat Katy Perry muncul dan menggebrak panggung dengan Dark Horsenya. Wanita cantik itu bahkan dengan antusias ikut bernyanyi seperti penonton-penonton lain. Tidak menyadari jika wajahnya muncul di layar besar di sisi kiri kanan panggung dan televisi di rumahnya selama 5 detik.
.
.
.
Chanyeol berdiri tegap dengan memakai seragam OBM, sama persis dengan semua kru yang bertugas hari itu. Ia memantau langsung jalannya acara dari master control room. Sebuah headphone sudah terpasang rapi di kepala, dengan michropone yang siap di depan bibirnya. Satu tangannya memegang handie talkie yang ia gunakan untuk memandu acara, matanya bergerak kesana kesini memperhatikan puluhan layar dengan beragam gambar di hadapannya.
Pandangannya terhenti pada salah satu layar yang menunjukkan close up ekspresi Baekhyun yang tampak sangat bersemangat. Pria itu tersenyum lebar lalu menepuk bahu sang switcherman.
"Tampilkan camera 12 ke layar!" Perintahnya.
Dalam sedetik, wajah ceria Baekhyun menghiasi layar televisi channel OBM di seluruh Korea Selatan karena acara ini disiarkan live. Yoongi tertawa menyadari wajah Baekhyun yang muncul di layar, lalu menoleh pada makhluk aslinya. Yang disorot sepertinya tidak sadar karena terlalu fokus pada bintang utama acara ini. Lima detik kemudian, layar kembali dengan wajah Katy Perry di atas panggung. Penyanyi internasional itu sudah mengganti lagunya dengan lagu hitsnya yang lain berjudul Roar.
Acara berjalan lancar, dengan suara Chanyeol yang terus bermunculan di sepanjang pertunjukan. Berbagai nominasi sudah diumumkan pemenangnya. Beberapa kali pula wajah Baekhyun muncul di layar, tapi wanita itu hanya sadar sekitar dua kali jika sedang disorot. Ia hanya tersenyum malu-malu sambil menutup bibirnya. Ia tahu itu ulah Chanyeol di balik panggung. Oh, jangan pikir Baekhyun sudah lupa perkara Chanyeol yang tidak pernah mengakui jika dirinya seorang CEO ya, Baekhyun masih kesal dengan hal itu.
Sudah tiga jam acara berlangsung, acara ulang tahun paling menakjubkan yang Baekhyun tahu itu pun berakhir. Saat semua pengunjung berebut keluar dari area, Baekhyun dan Yoongi memilih duduk dulu sampai suasana lebih lengang. Tiba-tiba dua orang wanita memakai seragam berlogo OBM menghampiri Baekhyun.
"Selamat malam, anda Nona Byun Baekhyun?" Sapa salah satunya ramah.
Baekhyun dan Yoongi kompak menoleh pada kru OBM itu. "Ya, saya Byun Baekhyun." Jawabnya.
"Saya Kim Minseok, kru OBM. Bisa ikut saya? Ada yang ingin bertemu anda." Wanita itu tersenyum pada Baekhyun.
Baekhyun menoleh pada Yoongi yang memandangnya bertanya-tanya. Ia tahu kalau yang memanggilnya adalah Chanyeol, tapi ia bingung harus berkata apa pada Yoongi.
"Oh iya, untuk Tuan Min Yoongi, kepala divisi produksi ingin berbincang dengan anda. Silahkan ikuti teman saya." Minseok menunjuk pada temannya yang bernametag Huang Zitao lalu tersenyum pada Yoongi.
"Oh? Begitukah? Baiklah, kemana saya harus pergi?" Yoongi beranjak dari duduknya. "Baekhyun nanti hubungi aku saja kalau sudah mau pulang. Itupun kalau kamu belum diantar duluan." Goda Yoongi pada Baekhyun yang membuat wanita itu terbelalak. Yoongi mentertawakannya kemudian berjalan mengikuti gadis bernama Huang Zitao tadi.
"Nona Byun, mari ikuti saya." Pinta Minseok ramah. Baekhyun mengangguk lalu berdiri sambil meremas gaunnya.
Minseok membawanya ke sebuah ruangan besar dan memintanya duduk di sofa di tengah ruangan. Baekhyun mematuhi wanita itu. Minseok memintanya menikmati hidangan di meja sambil menunggu sebentar lagi, sebelum ia meninggalkan Baekhyun sendiri di ruangan itu.
Baekhyun menatap hidangan di depannya, tapi tak satupun ia sentuh. Sekitar lima menit menunggu, pintu kembali terbuka. Park Chanyeol muncul dari sana dengan kemeja hitam berbalut jas biru navy dan celana senada dengan jasnya. Dasi berwarna silver sangat mencolok di antara pakaiannya yang gelap.
"Hai." Sapanya dengan senyuman tampan. Pipi Baekhyun merona, tapi wanita itu hanya menatap Chanyeol datar. "Menikmati acaranya?" Tanya pria itu sambil berjalan mendekati Baekhyun.
"Kenapa masih bertanya kalau kamu sudah melihatnya sendiri?" Jawab Baekhyun sewot.
Chanyeol duduk di samping Baekhyun sambil menatap keheranan sang pujaan hati yang tampak super cantik malam ini. Bagaimana tidak? Baekhyun merias wajahnya yang sudah dasarnya cantik jadi semakin cantik. Mata sipitnya dihias eyeliner yang memberi kesan lebar, bibirnya dihiasi lipstick membuatnya semakin berkilau dan lagi Chanyeol tidak bisa membedakan rona merah di pipi Baekhyun itu efek make up atau bukan. Lalu rambut dikepang abstrak itu menambah kesan anggun dari Baekhyun. Belum lagi warna gaun yang ia belikan sangat kontras dengan kulit Baekhyun yang sangat putih. Oh, Chanyeol rasanya seperti melihat bidadari. Namun sangat disayangkan bidadari itu tidak tersenyum padanya.
"Apa kamu marah karena aku ngga balas pesanmu?" Tanya Chanyeol. Baekhyun menggelengkan kepalanya.
"Hmm, apa kamu marah karena wajahmu berulang kali aku tampilkan di layar?" Baekhyun kembali menggeleng.
"Eh? Apa? Jadi ngga cuma dua kali saja?" Tanya Baekhyun kaget.
Chanyeol menggeleng sambil tersenyum iseng. "Delapan, sembilan kali mungkin." Ucapnya tanpa dosa. Baekhyun merengut sambil mencebikkan bibir.
"Oh ayolah Baekhyun, katakan apa salahku. Jangan seperti ini!" Rengek Chanyeol.
"Kenapa ngga pernah bilang kalau CEO OBM itu kamu huh?" Baekhyun bersedekap sambil menatap Chanyeol.
"Karena kamu ngga pernah tanya." Jawab Chanyeol jujur.
"Kenapa kamu ngga pernah cerita?" Tanya Baekhyun lagi.
"Karena aku ngga mau menyombongkan diri Baekhyun." Jawabnya lembut.
"Tapi kita sudah kenal dua bulan, kenapa aku bisa baru tahu sekarang?" Baekhyun masih ngeyel mengomeli Chanyeol.
"Aku mau kamu mengenalku sebagai Park Chanyeol saja, tanpa embel-embel CEO." Mata Baekhyun bergerak-gerak gelisah, ia tidak sanggup bertatapan dengan Chanyeol lama-lama, akhirnya wanita itu mengalihkan pandangannya ke manapun selain Chanyeol.
Melihat Baekhyun tidak bersuara, Chanyeol kembali berkata. "Apa itu menganggumu?" Ucapnya sedih.
Baekhyun dengan cepat menoleh pada Chanyeol lalu menggeleng-geleng heboh. "Ngga, bukan begitu. Aku.. a.. aku cuma syok saja sih. Maaf." Baekhyun mengusap pipi kanannya, sesuatu yang diketahui Chanyeol selalu dilakukan Baekhyun saat sedang gugup.
Pria itu tersenyum lagi. Tangannya terangkat lalu merapikan beberapa helai poni Baekhyun yang berantakan lalu menyampirkannya ke belakang telinga wanita cantik itu. Baekhyun menoleh kaget dengan perlakuan Chanyeol, wajahnya memerah saat mata mereka bertemu. Chanyeol tersenyum lebar melihat ekspresi Baekhyun. Ia akhirnya bisa membedakan warna merah di pipi Baekhyun itu dari make up atau bukan. Jawabannya bukan.
"Aku antar kamu pulang." Chanyeol berdiri lalu mengulurkan tangannya pada Baekhyun. Dengan ragu-ragu wanita itu menyambut uluran tangannya lalu berdiri berhadapan dengan Chanyeol. "Sudah tengah malam, aku ngga mungkin ngajakin kamu makan kan? Aku takut Taehyung kesepian di rumah tanpa mamanya."
Baekhyun tersenyum mendengar Chanyeol khawatir pada Taehyung. Melihat bahu dan lengan Baekhyun yang terkespos, pria itu melepaskan jasnya lalu dengan lembut memakaikannya pada Baekhyun. Wanita itu menunduk menyembunyikan senyum malu-malunya sambil menggigit bibir bawah, merutuki detak jantungnya yang tidak karuan. Chanyeol menautkan tangan Baekhyun di lengan kirinya sebelum membawa mereka keluar ruangan itu.
Jika Baekhyun pikir, jalan keluar dari Seoul Convention Center akan semudah ketika ia masuk, maka ia salah. Kesalahannya adalah karena kali ini ia berjalan di samping Park Chanyeol sang CEO OBM yang acaranya sukses besar malam ini. Min Yoongi? Laki-laki itu sudah ia telpon untuk pulang lebih dulu saat Chanyeol sibuk berbincang tadi. Ya, mereka berkali-kali dihentikan oleh banyak pengunjung yang belum pulang dan bergantian mengajak sang CEO berbincang serta foto bersama. Bahkan beberapa kali Baekhyun harus ikut difoto, karena Chanyeol tidak mau melepaskan genggaman tangannya.
"Chanyeol?" Panggil Baekhyun saat akhirnya mereka terbebas dari seorang pria yang dipanggil Chanyeol dengan sebutan Mr. Lee tadi.
"Hm?" Chanyeol menoleh pada Baekhyun namun tetap melangkah keluar gedung.
"Apa aku mengganggu? Kasihan tamu-tamumu."
"Kamu kan juga tamuku." Jawabnya.
"Tapi kan-"
"Chanyeol!" Baekhyun menoleh pada seorang pria yang memanggil Chanyeol. Ia membungkuk sopan walaupun tidak tahu itu siapa. "Wah, ini Byun Baekhyun kan? Benar?" Tebak pria itu.
"Aa.. Iya?" Baekhyun memandang pria di depannya bertanya-tanya lalu menoleh pada Chanyeol yang entah kenapa tiba-tiba merona.
"Astaga! Cantik sekali!" Puji pria itu.
"Papa!" Satu lagi orang muncul di belakang pria itu. Dia adalah Kim Jongin, suami Kyungsoo. "Eh, ada pak bos!" Jongin menoleh pada Baekhyun dengan ekspresi terkejut campur senang. "Eh! Ada calon- AW!" Jongin mengaduh karena Chanyeol tiba-tiba menginjak kakinya kuat-kuat.
"Baekhyun, ehm.. kenalkan ini ayahku." Ucap Chanyeol.
Baekhyun yang tadi fokus pada Jongin langsung mengalihkan pandangannya pada pria yang dikenalkan Chanyeol sebagai ayahnya. "Ah, selamat malam Tuan Park. Saya Byun Baekhyun." Baekhyun berusaha menarik tangannya dari genggaman Chanyeol tapi lelaki itu tak juga melepaskannya. Baekhyun menatapnya meminta segera melepaskan, tapi lelaki itu balas menatapnya sambil semakin mengeratkan genggamannya.
"Maaf Pa, aku mengantar Baekhyun pulang dulu karena ini sudah sangat malam." Jelas Chanyeol terburu-buru. Baekhyun memandang dua orang bermarga Park itu bergantian, sebelum Chanyeol menariknya meninggalkan Tuan Park dan Jongin. Baekhyun yang merasa sikap Chanyeol kurang sopan, membungkuk sambil mengucap maaf pada Tuan Park sebelum Chanyeol membawanya keluar gedung. Tuan Park tersenyum ramah sambil mengangguk-angguk paham, sedangkan Jongin melambai-lambaikan tangannya.
"Dasar anak itu, protektif sekali." Gumam Tuan Park sambil menggeleng-gelengkan kepalanya diikuti Jongin.
.
.
.
Chanyeol dan Baekhyun kini sudah berada di dalam mobil Chanyeol. Pria itu mengemudi pelan menuju rumah Baekhyun.
"Chanyeol, itu tadi ngga sopan meninggalkan orangtua seperti itu." Tutur Baekhyun yang masih tidak terima dengan tingkah Chanyeol.
"Kamu belum tau seperti apa papa. Kalau aku biarkan, mungkin besok pagi aku baru bisa mengantarmu pulang." Jawab Chanyeol.
Baekhyun tidak menyahut, wanita itu kembali bersedekap lalu memandang jendela.
"Marah lagi?" Tanya Chanyeol hati-hati.
Baekhyun terkekeh. "Orang cuma bersedekap terus diam masa dibilang marah, rumus darimana?"
Chanyeol ikutan terkekeh. "Yaa, siapa tahu."
Perjalanan dari Seoul Convention Center ke rumah Baekhyun menghabiskan waktu 45 menit, tapi karena sudah tengah malam mungkin mereka bisa lebih cepat sampai. Chanyeol menghentikan mobilnya saat lampu lalulintas menunjukkan warna merah. Merasa tidak ada pergerakan dari Baekhyun, pria itu menoleh. Ternyata benar dugaannya, wanita itu tertidur.
Chanyeol tidak bisa tidak tersenyum melihatnya. Jantungnya masih berdegup kencang seperti saat pertama kali bertemu dengan Baekhyun. Chanyeol mengangkat tangannya mendekati Baekhyun lalu melambai-lambai di depan wajah wanita itu. Baekhyun tidak bergeming. Chanyeol tertawa sendiri. Wajah tidur Baekhyun sangat manis, apalagi dengan jas Chanyeol yang kebesaran di tubuhnya. Ia kembali fokus ke depan dan melanjutkan perjalanan dengan pelan agar tidak mengganggu tidur Baekhyun.
Baekhyun membuka matanya perlahan. Ia langsung terlonjak begitu mendapati mobil Chanyeol sudah ada di depan rumahnya. Wanita itu menoleh dengan cepat pada lelaki di sampingnya, kemudian merona sendiri karena Chanyeol juga sedang menatapnya.
"Sudah sampai, Yang Mulia Ratu Baekqueen." Godanya.
Baekhyun terkekeh dengan suara serak. "Maaf aku ketiduran. Harusnya kamu bangunin aku. Sudah lama kah kita sampai?" Tanyanya.
"Baru saja." Bohong. Mereka sudah sampai sejak 10 menit yang lalu, tapi Chanyeol tidak membangunkan Baekhyun agar bisa memandangi wajah tidur wanita itu.
"Terimakasih ya, Chanyeol." Ucap Baekhyun sambil membuka seatbeltnya. Chanyeol dengan sigap keluar mobil terlebih dahulu kemudian berjalan ke arah berlawanan dan membukakan pintu untuk Baekhyun dengan dramatis seperti membukakan pintu untuk tuan putri. Baekhyun tertawa geli lagi. Pria itu ada-ada saja, batinnya.
"Salam buat Taehyung ya." Kata Chanyeol, dibalas anggukan Baekhyun.
"Salam buat ayahmu." Gantian Baekhyun yang mengirim salam. Duh kenapa jadi kirim-kirim salam begini?
"Sudah masuk sana." Kata Chanyeol masih dengan senyuman tampannya.
"Sudah pulang dulu sana." Balas Baekhyun iseng. Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu membalikkan badan dan membuka pintu mobilnya. Baekhyun masih di sana menunggunya sampai hilang di belokan seperti biasa. Namun Chanyeol tidak bergerak, pria itu membalik badan lalu menatap Baekhyun lagi.
"Baekhyun."
"Ya?"
"Kamu cantik sekali hari ini." Pujinya.
Baekhyun yang matanya masih mengantuk tiba-tiba membuka lebar-lebar. Pipinya yang tadi sempat normal kini kembali merona. Uh, ia sudah seperti gadis remaja yang jatuh cinta saja.
Baekhyun menundukkan wajahnya sekali lagi karena malu. Chanyeol terkekeh lalu kembali berjalan mendekati Baekhyun. Pria itu menangkup kedua pipi Baekhyun dengan telapak tangannya yang lebar lalu berkata. "Ngga muji aku tampan juga?" Tanyanya jahil, membalas keisengan Baekhyun. Seketika wanita itu memukuli lengannya sambil menahan senyum dengan menggigit bibir bawah. Uh, manis sekali!
"Sudah cepat pulang! Sudah jam berapa ini?" Omel Baekhyun yang sudah terlanjur salah tingkah.
"Ahahaha! Ahahahahaa!" Pria itu masih saja tertawa keras.
"Sshht! Chanyeol berhenti!" Baekhyun menutup bibir lelaki itu dengan kedua tangannya agar berhenti tertawa keras-keras. Bisa-bisa tetangganya pada keluar karena terganggu. Chanyeol langsung diam, walaupun masih tertawa tanpa suara dibalik tangan Baekhyun. Lelaki itu kemudian meraih kedua tangan Baekhyun dan menggenggamnya.
"Baekhyun aku menyukaimu." ucapnya sambil memandang Baekhyun lembut. Yang ditatap langsung terdiam. "Demi semua istilah yang bisa digunakan untuk menyampaikan rasa inginku untuk terus bersamamu, aku benar-benar menyukaimu." Imbuhnya ngawur dengan pipi yang sama meronanya dengan Baekhyun.
"Chan.." Baekhyun tidak mampu berkata-kata lagi. Ia memang tahu jika Chanyeol menyukainya, tapi bukan berarti ia siap jika pria itu mengungkapkan perasaannya.
Chanyeol kembali tersenyum lebar, lalu mencium tangan Baekhyun di genggamannya. "Hamba pulang dulu Yang Mulia. Semoga harimu menyenangkan!" Ucapnya lalu segera berbalik dan masuk ke dalam mobilnya. Pria itu melambai sejenak pada Baekhyun sebelum melesatkan mobilnya dan menghilang di belokan, meninggalkan Baekhyun yang masih mematung di tempatnya.
Yixing yang ternyata belum tidur, melihat mereka sedari tadi namun tidak bisa mendengar apapun. Ia segera keluar dari rumah Baekhyun setelah tahu bosnya sudah pergi dan menghampiri tetangganya yang masih berdiri tak bergerak di depan pagar.
"Kak Baekhyun! Jadi kamu selama ini pacaran sama Park Chanyeol atasanku?" Serunya heboh sambil mengguncang kedua bahu Baekhyun.
Baekhyun memandang Yixing seperti orang ling lung, kemudian jatuh ke pelukan gadis tetangganya itu. "Astaga! Kak! Kak Baekhyun jangan pingsan di sini!" Hebohnya.
"Yixiiiiing aku harus gimanaaaaa?!" Tanya Baekhyun sambil bersembunyi di pelukan Yixing.
.
To be continued..
.
.
Siapa yang bulan kemarin nonton anniversarynya NET. 2.0? Kalau ada, bakal lebih mudah bayangin adegan anniversary OBM karena aku terinspirasi dari situ. Hehehee!
Gimana chapter ini? Ya ampun aku begadang di hari libur buat nyelesainnya ahhaha sampe ga inget waktu. Tapi ngga apa-apa, aku jadi orang gila di tengah malam karena senyum-senyum sendiri bayangin adegan Chanbaek. XD
Buat Kim Se Byul ini dia salah satu alesan aku bikin fanfic ini, karena mau bikin karakter-karakter ChanBaekTae itu yang manis-manis nyenengin. Baekhyun ngga melulu nyabe, Chanyeol ngga melulu jadi bapak tiri yang jahat, dan Taetae ngga melulu jadi anak yang terlupakan. Hihihi :D
Oiya mungkin ini agak telat sih, tapi karena banyak yang nanya boleh ya cerita sedikit? Untuk semua yang baru nemu fanfic ini, namaku Neoppuniya. Karena sebenarnya akun Absolute Dwarf ini buat dua orang, yaitu Neobabbo dan Neoppuniya, yang artinya kamu bodoh, cuma kamu. Entahlah ini pen name paling ngga masuk akal sebenernya, jangan dipikirin ya. Aku 93 line, tahun ini umurnya 22. Jadi sekali lagi terserah mau panggil apa, enaknya gimana. Domisili Surabaya.
Untuk Yu flameshine, mohon maaf bangeeeet karena beberapa alasan yang ngga bisa disebutkan aku ngga bisa bagi id line atau bbm ya sayang, maaf banget :( Tapi kalau mau ngrobrol atau ngapain, hehe, aku aktifnya di ig kok di gs_exo (underscore dua). ^^
Udah gitu aja sih, maaf ya kalau nyampah. Ehehee! Salam Chanbaek Shipper! Makasih semuaa~~
memomy | flameshine | parklili | Rnine21 | CussonsBaekby | vivikim406 | Lara | hyunie young | Choco Cheonsa | rikamaulina94 | mayaaaaaa | jdcchan | Kim Se Byul | mpiwkim3022 | byunyeolliexo | Shun Akira | greenteacreamventi | hatakehanahungry | xxoohsehunxx | younlaycious88 | Ricini Kim | AuliaPutri14 | ByunBparkC | joohyvn | Ginnyeh | Im Wura Akira | sleepypark61 | VampireDPS | flamebaek | BLUEFIRE0805 | nur991fah | anoncikiciw | parkeunrinn27
Maaf kalau ada yang kelewatan dan typo. ^^a
