Author : Hunhun

Title : Just another fault and it all about us

Genre : Hurt, Comfort, Sad, Romance

Length : Chapter

Main Cast : VGaHope (VSuga / VHope), JiKook, little bit NamJin moment

Support Cast : All member BTS / Bangtan

Hai, author publish lagi nih :3 Thanks banget yang waktu itu ada ninggallin jejak dan baca di part sepuluh. Semoga kalian suka di part yang kesebelas ini, happy reading :D

NB : this story is mine and all cast belongs

to their parents & the company

.

Part eleven

.

Author POV

"Terima kasih, silahkan datang kembali."

Jimin membalas ucapan sang penjaga toko dengan menundukan kepalanya. Lalu ia pun berjalan keluar dari tempat tersebut sembari membawa kantong plastik putih. Jimin mengambil dan membuka bungkusan ice cream tersebut, lalu membuangnya ke tong sampah.

"Eum.. enak!" Girangnya sesaat setelah ice cream itu masuk kadalam mulutnya. Rasa dingin dari ice cream itu menjalar didalam mulutnya, dan itu membuatnya semakin suka. Di tengah perjalanan, Jimin seperti melihat seseorang yang sangat di kenalnya. Ia pun berlari kecil untuk mengejar orang tersebut yang berada tak jauh di depannya.

"Suga hyung.." Teriaknya memanggil nama Suga, orang yang dimaksud Jimin. Sang empu sama sekali tak mengidahkan teriakkan Jimin padanya. Jimin mempercepat larinya, "Hyung." Panggilnya lagi lebih keras. Suga pun akhirnya membalikkan tubuhnya menghadap belakang, dirinya terkejut saat melihat Jimin yang berlari kecil kearahnya.

"Jimin-ah.." Panggil Suga.

Saat Jimin sudah berada di dekat Suga, ia berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal. "Wah, hosh.. hosh.. Sedari tadi aku memanggilmu, Apa kamu tak mendengarnya?" Tanya Jimin yang kembali meneggakkan tubuhnya.

"Eoh, mianhae. Aku tidak mendengarnya, soalnya aku tengah menggunakan headset." Balas Suga sembari menunjukkan salah satu kabel headset tersebut. Jimin berdecak sebal, "Ck.. pantas saja, untung yang kedua kali kau mendengarnya. Jika tidak, aku akan terlihat seperti orang gila yang berteriak-teriak di jalanan." Serunya. Suga tertawa kecil mendengar perkataan Jimin yang menurutnya sangat aneh. "Hehehe.. mian Jimin-ah." Ucapnya sembari mengacak pelan surai rambut Jimin.

"Hyung, kau merusak tatanan rambutku." Ucapnya. Jimin membenarkan rambutnya agar terlihat lebih rapi dari sebelumnya. "Ah, hyung habis darimana?" Tanya Jimin yang penasaran.

"Oh tadi aku ke tempatku membuat lagu."

Jimin menggelengkan kepalanya, "Aiigoo... apa kau tidak bosan-bosannya kesana? Ck, lihat tubuhmu semakin kurus daripada sebelumnya." Ucapnya sembari mengenggam pergelangan tangan Suga. Dirinya sedikit kesal dengan kebiasaan Suga akhir-akhir ini. Suga sangat sering ketempatnya membuat lagu hingga lupa waktu untuk makan.

Sebuah cengirang terlihat tipis di bibir Suga. "Aku sama sekali tidak bosan. Apa tubuhku semakin kurus? Kurasa sama saja." Ucapnya.

"Aish... hyung memang tidak menyadarinya, tapi aku melihatnya. Kau jadi lebih kurus, sungguh. Apa hyung ada makan tadi? Ku tebak pasti hyung lupa." Ucapnya yang kembali dengan argumentnya. Suga mengarukkan tekuk lehernya, "Hemm.. sepertinya tidak." Ucapnya.

"Astaga, benar dugaanku. Ck, tunggu sebentar." Pintanya sembari mencari barang di dalam kantong plastik bawaannya. Jimin mengeluarkan sebungkus roti keju, dan ice cream yang ada di genggamannya dimasukkan kedalam mulutnya. Ia membukakan pembungkusnya yang lalu kemudian di berikan roti itu kepada Suga. Sang empu menatap roti itu sejenak, lalu menerimannya dengan senang hati.

"Makanlah hyung, setidak mengenyangkan perutmu untuk beberapa saat." Ucap Jimin.

"Thanks, atas perhatianmu padaku." Ucap Suga yang setelah itu menggigit ujung roti tersebut.

"Hemm..."

"Oh ya, kau juga sehabis darimana?" Tanya Suga sembari memakan roti keju itu. "Tadi aku sengaja keluar untuk membeli beberapa cemilan. Kebetulan aku juga bosan di dorm, jadi sekalian aja." Balasnya.

"Oh I see."

Jimin menepuk kepala Suga lembut, hingga sang empu mengerjapkan matanya. "Kajja, kita balik ke dorm." Ajak Jimin sembari menggenggam jemari tangan Suga.

Suga tersenyum tipis, lalu juga membalas genggaman tersebut. Setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanan kembali ke dorm dengan tangan saling bertautan.

.

.

YoonMin telah kembali ke dorm, Jin yang kebetulan melewati keduanya langsung berhenti sejenak. "Kalian sudah pulang rupanya. Aku sudah menyiapkan makan malam, cepat kesana." Ucap Jin.

"Ne, arraseo." Balas mereka bersamaan, Jin menganggukkan kepalanya. Sebelum ia berjalan kembali, matanya melirik kearah genggaman tangan mereka yang ternyata masih belum dilepaskan. Senyuman tipis terulas di wajahnya. Suga dan Jimin mengikuti Jin dari belakang dengan tangan yang tetap bertautan.

Jin memposisikan duduk di antara Namjoon dan Jungkook saat telah berada disana, begitu juga dengan YoonMin yang ada dihadapan mereka bertiga. Sepasang mata tajam memandang mereka berdua dengan tidak suka. Ia bukan menatap wajah keduanya, melainkan genggaman tersebut. Dirinya berdecak kesal lalu memalingkan arah pandangnya ke tempat lain. Acara makan malam mereka terasa begitu tenang, tak ada satu pun yang berbicara. Berbeda dari biasanya yang sudah pasti ribut ini-itu.

Taehyung sebenarnya tidak menikmati makanannya sama sekali. Ia terus saja memperhatikan YoonMin yang tengah 'bermesraan', menurutnya. Sesuatu yang ingin diungkapnya tertahan sedari tadi, bahkan umpatannya pun juga. Taehyung menarik nafasnya dalam, lalu menghembuskannya.

"Jimin-ah.." Panggil Taehyung. Jimin pun memelingkan wajahnya ke arah orang yang memanggilnya, "Ne." Balasnya.

"Apa kau dan Suga hyung berpacaran?" Tanyanya to the point.

"Eh?"

Jimin yang mendengarnya merasa terkejut, tidak hanya dia tapi semua yang ada disana juga kaget. Suga langsung terbatuk-batuk setelah penuturan Taehyung barusan. Jimin mengelus punggung Suga yang kemudian memberikannya segelas air mineral. "Park Ji Min, jawab pertanyaanku. Apa kau dan Suga hyung berpacaran?" Tanya Taehyung sekali lagi.

Ia tidak menjawabnya dengan segera, matanya melirik kearah Jungkook yang ada di pojok kiri meja. Sedangkan yang di tatap olehnya terlihat tidak memperdulikannya sedikit pun. Jimin menghembuskan nafasnya, "Iya."

Balasan yang begitu singkat dari Jimin membuat dada Taehyung tertekan oleh sesuatu. "Kau pasti berbohong denganku. Suga hyung, ini tidak benarkan? Iya kan?" Tanya Taehyung yang masih belum percaya. Dirinya sama sekali tidak bisa menerima kenyataan yang ada. Suga melirikkan matanya kearah Jimin dengan ragu, sampai sebuah senyuman terulas di wajah Jimin. "Tak apa, katakan saja." Balas Jimin yang mengerti akan tatapan Suga padanya sembari menggenggam jemari tangan Suga.

"Iya, kami berpacaran." Balas Suga.

"Bohong! Kau pasti berbohong padaku." Ucap Taehyung yang sedikit meninggikan suaranya.

J-hope memutar matanya dengan rasa kesal, "Hei, bisakah tidak disaat sekarang bertengkarnya? Sekarang sedang makan, kalian bisa menghancurkan moodku." Ucapnya. Ajaib, Taehyung kembali tenang dan tidak mengatakan apapun namun tidak dengan hatinya yang terasa sakit. Suasana kembali hening seperti semula.

"Jungkook-ah, bisa minta tolong ambilkan kecap asin yang ada disampingmu?" Pinta Namjoon sembari menunjuk botol yang dimaksudnya. Jungkook mengangkat wajahnya yang sedari tadi tertunduk, ia pun segera melihat arah tangan Namjoon menunjuk botol tersebut. Saat Jungkook akan menggerakkan tangan kirinya, ia menghentikannya. Dirinya teringat akan luka tadi, Jungkook pun memutuskan menggunakan tangan kanannya. Namun sayang , jaraknya sedikit jauh untuk di gapai dengan tangan kanan. Ia terus menggampainya, sampai..

Trang..

Botol tersebut pun jatuh dan isinya keluar mengotori lantai tersebut. Jungkook terpaku diam sembari menatap lantai. Semua yang ada disana melihat Jungkook dengan heran, terutama Namjoon.

"Jungkook-ah, kau ada apa?" Tanya Namjoon. Jungkook yang telah kembali dari lamunannya, segera melihat kearah Namjoon. "Ah-hh.. ani-yo, tidak ada apa-apa." Ucapnya yang tanpa sadar mengibaskan kedua tangannya.

"Kookie-ah, tanganmu.." Ucap Jin yang terkejut saat melihat perban di telapak tangan kiri Jungkook. Dengan cepat Jungkook menyembunyikan tangannya ke belakang punggung. "Sejak kapan tanganmu terluka?" Tanya Jin dengan nada panik.

"Tii-idak itu bukan apa-apa, haa-anya luka kecil." Ucap Jungkook gelagapan.

"Tidak mungkin, coba hyung lihat." Ucap Jin sembari tanganya menarik tangan Jungkook. Akan tetapi, sang empu menarik tanganya kembali dengan kasar. "Hyung, kubilang ini hanya luka kecil." Bentak Jungkook. Mereka semua sangat terkejut mendengar bentakan Jungkook, terutama Jin yang ada disebelahnya. Jungkook membangkitkan tubuhnya, "Ah-hh.. mian, a-aku tidak bermaksud untuk membentak hyung. A-aku tidak selera makan, bye." Ucapnya terbata-bata yang kemudian pergi begitu saja, dan meninggalkan mereka berenam dengan sejuta pertanyaan.

"Kookie-ah.." Panggil Jin. Saat ia ingin mengejar Jungkook, sebuah tangannya mencegatnya untuk berdiri. "Biarkan dia tenang, hyung." Ucap Namjoon, Jin pun menuruti perkataannya. "Aku juga sama dengannya." Ucap Taehyung yang tanpa pamit meninggalkan mereka di meja makan. Kelima member saling beradu pandang dengan berbagai macam raut wajah. "Sudah, lanjutkan makannya." Ucap Namjoon yang di turuti oleh mereka.

Jimin POV

Diriku merasa tidak tenang sedari tadi. Aku penasaran ada apa dengan tangannya? Sejak kapan ia terluka? Setahuku tadi pagi tidak ada sama sekali. Eoh, apa jangan-jangan Jungkook mencoba bunuh diri karena di tolak olehnya?

Pertanyaan yang aneh mulai muncul di otakku, dan kupastikan ini tidak mungkin. Aku menggelangkan kepalaku dengan kasar. "Ck, aku ini berpikir apa sih? Jungkook bukanlah anak yang seperti itu." Ucapku kepada pantulan diriku yang ada dikaca kamar mandi. Kubasuhkan wajahku berkali-kali dengan air keran. Aku mengibaskan sekilas rambutku yang basah, lalu mengambil handuk kecil untuk mengelap wajahku.

Saat kubuka pintu ini, Aku terkejut saat melihat Jungkook yang berada tak jauh dari tempatku berdiri. Begitu pula denganya, ia juga sama terkejutnya. Kami saling beradu pandang sejenak, namun aku segera menghindarinya. Kulakukan hal ini karena diriku sudah berjanji kepadanya untuk tidak mendekati dirinya. Sebenarnya aku sangat ingin menanyakan luka tersebut, namun kurungkan niatku.

"Hyung." Panggilnya padaku. Aku menghentikan langkahku tanpa menghadapnya. "Apa benar kalian berpacaran?" Tanyanya. Kuanggukan kepalaku walau ia juga tidak dapat melihatnya, "Hemmm.. begitulah." Balasku.

"Congrats, hyung. Selamat telah menemukan pengganti diriku, semoga kalian bahagia."

Ucapannya barusan seperti sebilah pedang yang menghunus hatiku sampai dalam. "Gomawo." Balasku yang kata itu keluar begitu saja, aku pun melanjutkan langkahku dengan luka di hatiku.

.

.

Suga POV

Ck, apa dia sama sekali tidak bosan mengikuti diriku kemana saja hah? Diriku terus mengumpatkan berbagai macam pertanyaan padanya. Setiap aku bertanya padanya, jawabannya adalah ia ingin kau kembali dengannya. What the hell, dia kira aku akan masuk kelubang yang sama apa? Keledai saja tak mau, apa lagi denganku yang manusia.

Buk..

Kududukkan pantatku diatas pahanya tanpa seijin darinya. "Aww.. hyung, sakit." Pekiknya tepat di telingaku, namun tak kuperdulikan sama sekali. Kuputarkan wajahku menghadapnya, "Huh.. sebal." Umpatku sembari mempautkan bibirku beberapa centi. Kulihat dirinya terkekeh sambil ia mencubit kedua pipiku. "Yahh Jimhin-ie, lephaskhan." Pintaku dengan kata-kata yang kuucapkan tak jelas.

Ia bukannya melepaskannya, namun sebaliknya dia semakin gencar mencubit kedua pipiku. "Lephaskhan.." Pintaku sambil menjauhkan tangannya. Ia pun menghentikan aksinya, lalu melepaskan tangannya dari wajahku. "Park Ji Min, ini sakit." Seruku sembari mengusapkan pipiku berkali-kali.

Kudengar ia terkekeh pelan, "Siapa suruh kau bertingkah imut di depanku? Aku kan jadi ingin mencubit kedua pipimu. Ahh.. I want to eat you right now." Goda Jimin padaku yang tangannya mulai menusuk-nusuk kedua pipiku. Aku memutarkan kedua bola mataku dengan malas serta bibirku yang kukerucutkan. "Berhenti menggodaku, tuan Park." Seruku.

"Kekeke... iya deh, Park Yoon Gi hyung." Ucapnya tanpa beban. Aku menyipitkan mataku, "Margaku Min bukan Park, jangan sembarangan menggantikannya." Ucapku datar.

"Ck, palingan sebentar lagi."

"Jimin."

"Ne ne ne... Ish, gitu saja sudah marah. Lagi pula, kenapa hyung tiba-tiba saja duduk dipangkuanku? Ahh.. aku tahu, hyung merindukanku kan?" Godanya padaku.

"Ck, kepedean. Aku ini sedang tidak mood, jadi tanpa sadar langsung duduk di pangkuanmu. Ingat ya, ini tanpa sadar."

"Ckckck... ne, arraseo. Biar kutebak, ini pasti kerena Taehyung yang mengganggumu terus iyakan?"

"Hemm.." Aku berdehem sebagai balasan dari pertanyaannya. "Dasar alien, tidak sadar apa jika hyung tidak meninginkannya kembali. Benarkan ucapanku hyung?" Tanyanya padaku. "Atau, jangan dikatakan bila hyung.." Ucapanya sengaja digantungkan olehnya. Aku menatap wajahnya dengan kesal, "Tidak! Diriku telah melupakannya, jadi tolong jangan pernah membahas ini lagi." Ucapku.

Puk..

Puk..

Ia menepuk dua kali pucuk kepalaku. "All right, aku tidak akan membahas ini lagi saat kita bersama." Ucapnya lembut dengan senyuman manis miliknya, Aku tersenyum tipis sebagai balasannya. Diriku menatapnya sejenak sebelum akhirnya memeluk tubuhnya dan menaruh daguku di atas bahu hangat miliknya. Kudengar tawa kecil dari bibirnya yang ia juga membalas pelukanku. 'Jimin-ie, mian.' Ucapku dalam hati. Sebenarnya, bukan aku tidak ingin membahas masalah itu padamu. Hanya saja hatiku masih sakit bila mengingat kejadian tersebut. Aku menyamankan posisi kepalaku agar dapat merasakan kehangatan tubuh yang dimilikinya. Kurasakan usapan lembut di sekitar rambutku.

Author POV

Taehyung yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua, merasakan hatinya panas. Dirinya tak tahan melihat YoonMin moment berlama-lama, ia pun segera menghampiri mereka. Entah siapa dirinya yang telah seenaknya menarik lengan Suga dengan kasar, hingga tubuh sang empu menjauh dari dekapan Jimin.

"Yak neo." Bentak Jimin yang merasa kesal dengan sikap Taehyung tersebut. Begitu pun dengan Suga, ia merasa sangat marah pada Taehyung. "Lepaskan tanganmu dari Suga hyung." Bentak Jimin.

Taehyung menyeringai, "Cih. I don't want it, ikut aku." Ucapnya lalu dengan paksa menarik tangan Suga pergi. Jimin tidak suka dengan sikapnya yang semena-mena terhadap hyung tersayangannya. Ia menarik tangan Suga yang satunya lagi hingga langkah Taehyung maupun Suga terhenti. "Kim Tae Hyung jauhkan tanganmu darinya, kau sama sekali tidak berhak membawanya tanpa seijin dariku." Ucap Jimin setengah membentak.

"Oh really? Ku pikir ini tidak perlu ijin darimu, toh dia siapa bagimu KAN?"

"Cih.. he's mine, not yours."

"What are you saying? He's yours? No, until now he's still mine."

Jimin menggempalkan talapak tangannya yang merasa emosi setelah mendengar perkataan Taehyung. Ia baru saja akan melayangkan tinjuannya kearah lawan bicaranya, namun Suga telah lebih dulu menahan gempalan tangannya. "Hentikan, Jimin." Ucap Suga.

"Hyung, jangan menghalangiku untuk menghajar wajahnya."

"Sudahlah, tidak ada gunanya kau melakukan hal ini dengannya."

"Tapi, di-"

"Aku tahu, kau tenang saja." Ucap Suga. "Jimin-ah, bisa kamu tinggalkan kami bedua disini?" Pintanya. Jimin berdesis tidak suka, sedangkan Taehyung tersenyum kemenangan. "Baiklah.. dan kau Taehyung, kuhajar kau bila kamu melukainya. Ingat itu baik-baik." Ucap Jimin dengan kesal, lalu pergi meninggalkan mereka berdua di ruang tengah.

Suga memandang Taehyung dengan sangat datar, namun ia tak ada niatan untuk mengeluarkan suaranya.

"Hyung..." Panggil Taehyung.

"..."

"Suga hyung..."

"..."

"Yoongi hyung."

"Bisa kau lepaskan tanganmu?"

Akhirnya Suga pun membuka mulutnya yang sudah tak tahan mendengar Taehyung memanggil namanya berkali-kali. Genggaman tersebut di lepaskan oleh Taehyung, "Ahh.. mian." Sesalnya. Suga sedikit mengerinyitkan keningnya, ia terlihat bingung saat kata 'maaf' di ucapkannya. Tak biasanya Taehyung melakukan hal tersebut, akan tetapi Suga mengabaikan rasa kebingunggannya. "Suga hyung.." Panggil Taehyung.

"Ada apa lagi?" Tanya Suga. Namun Taehyung tidak membalas pertanyaan Suga, dirinya hanya diam tanpa kata. Suga menghembuskan napasnya dengan kesal. "Kenapa diam? Bukankah kau memanggilku?" Tanyanya lagi yang ia terima sama saja seperti tadi. "Ok, jika kau diam saja aku pergi." Ucap Suga.

"Tunggu, jangan pergi." Ucap Taehyung saat ia menahan pergelangan tangan Suga agar tidak pergi. Suga sama sekali tidak membalikkan badanya menghadap lawan bicaranya. Taehyung memandang punggung Suga dengan sayu. "Taehyung, sebenarnya apa mau kamu? Kau itu sangat mengganggu hidupku asal kamu tahu, dan juga sebagai perusak hubunganku dengan Jimin." Ucap Suga.

"Sudah pernah kukatakan sebelumnya, aku mau dirimu kembali bersamaku. Lagi pula, aku yakin jika kau dan Jimin tak ada hubungan 'special' apapun. Ini pasti sebuah kebohongan yang hyung buat untuk menghindari dariku, bukan?"

"Ck, kenapa aku harus berbohong demi menghidarimu?"

"Karena, aku tahu jika hyung masih mencintaiku. Begitu pula denganku, aku mencintaimu hyung. Dan sampai detik ini, cintaku ke kamu masih sama bahkan semakin besar." Ucap Taehyung sembari memutarkan tubuh Suga menghadapnya. "Please, don't leave me." Pintanya.

Suga melihat manik mata Taehyung dengan tatapan datar. "Bulshit." Ucapnya sembari menjauhkan tangan Taehyung dengan kasar. "Mencintaiku? Aku tidak merasakannya sama sekali, jangan mempermainkanku."

"Aku tidak sedang main-main, sungguh."

"Jika iya, apa buktinya?" Tantang Suga. Taehyung mendekatkan dirinya, lalu membawa tubuh mungil Suga kedalam dekapannya. Suga mengerjapkan kelopak matanya yang kaget dengan tindakkan Taehyung terhadap dirinya. Entah mengapa dirinya tak membrontak sama sekali. Rasa hangat tubuh pria yang ada didepannya, membuat otaknya menjadi rusak. "Aku tidak pandai membuktikannya dengan kata-kata. Dan juga tidak tahu tindakkan seperti apa yang harus kubuktikan kepadamu." Ucap Taehyung. "Aku hanya bisa melakukan hal ini, membawamu kedalam dekapanku. Apa hyung mendengar suara detak jantungku? Kamu tahu, ini hal yang pernah kurasakan dulu saat bersamamu. Sekarang pun juga begitu, aku mencintaimu." Ucapnya lagi sembari mengeratkan pelukannya.

Suga merasa sesak di dadanya, ia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang harus diperbuatnya. "Hyung tahu, melihat dirimu tersenyum adalah hal yang paling membahagiakan. Dan.. ketika aku mendengar suara tangisan dari bibirmu adalah hal yang paling menyakitkan, terlebih itu dikarenakan perbuatanku."

"Stop." Bentakkan Suga tidak membuat Taehyung berhenti berbicara, Ia terus mengucapkan rentetan kalimat lewat mulutnya. Suga tak sanggup lagi, sesak di dadanya semakin membuatnya sulit untuk bernafas. Ia mencoba melepaskan dekapan Taehyung padanya. "Lepaskan, Taehyung." Ucapnya. Akhirnya Suga pun terbebas dari dekapan tersebut. "Hentikan omong kosongmu, aku sudah tidak mempercayai setiap ucapanmu. Jadi kumohon dengan sangat, jangan mengganggu hubunganku dengan Jimin." Ucap Suga. Ia pun meninggalkan Taehyung yang terdiam disana. Taehyung menatap kepergian Suga dari tempatnya berdiri. "Aku akan membuat dirimu kembali percaya kepadaku." Gumamnya.

.

.

To be continued

Don't forget to comment and review ~^^

Reply comment from part ten

XVlove : hehehe, seneng deh ffku di bilang keren / moment jikooknya ada kok. Thanks ya dah dibaca and comment also, semoga kamu suka :*

CookingCookies : /sodorin j-hope/ wkwkwk.. pacaran gak ya? Hemm aku tidak tahu deh, cari jawabannya di chap berikutnya. #pukpukkookie.. Thanks ya dah dibaca and comment also, semoga kamu suka :*

Kamong Jjong : bohong? Ahh.. kamu temukan jawabannya di cap berikutnya, nanti kamu juga tahu apa itu benar hehehhe. Thanks ya dah dibaca and comment also, semoga kamu suka :*

Izz sweetcity : semoga saja, doakan ya hehehe.. di chap selanjutnya, kamu tahu apa jawaban dari pertanyaanmu. Thanks ya dah dibaca and comment also, semoga kamu suka :*

Elsa Mandira : wah kamu yakin sekali, tak apa deh.. semoga keyakinanmu menjadi benar, hehehhe. Thanks ya dah dibaca and comment also, semoga kamu suka :*

tifagyeomi97 : hahaha, iya nih :D tapi di chap-chap sebelumnya juga banyak kok #eaaa seyakin itu deh kamu soal news tersebut.. j-hope baik-baik saja kok, ada aku yang menemani /dihajar army/ ~~" tenang, jimin bakal take care suga with chuu seperti yang kamu mau thanks ya dah dibaca and comment also, semoga kamu suka :*

olincarolyn : aigooo, daku di bilang kejam /nangis dipojokkan/ wkwkwkwk... seneng ada yang suka sama ff ku thank ya dah dibaca and comment also, semoga kamu suka :*

RLDR : wah, kamu milih ffku yang pertama kalinya kamu baca. Aduh, aku sampai terharu dikatakan berani ambil alur beginian /loncat-loncat/ hahahaha... seneng bisa buat kamu demen bacanya :D thanks ya dah dibaca and comment also, semoga kamu suka :*

WT : cemburu? Hemmm entahlah, temukan jawabannya di chap berikutnya :p thanks ya dah dibaca and comment also, semoga kamu suka :*

Taehyung'swife : sebentar lagi kok, kamu tunggu aja yang sabar :D thanks ya dah dibaca and comment also, semoga kamu suka :*