Final.
Taehyung menghela nafas .
"Ini adalah lagu terahkir, huwaaa!" Teriakkan frustasi Jimin terdengar kembali.
"Lalu kita pake konsep apaan?" Teriak Hoseok ikut frustasi dengan Seokjin.
Namjoon terdiam sambil berguman hal hal yang aneh.
Yoongi masih nyenyak dalam tidur siangnya.
Dan, Jungkook sibuk dengan laptopnya.
"Aku dengar mereka sudah menyiapkan lagu yang akan mereka nyanyikan untuk final!" Teriak Hoseok frustasi guling guling gaje di atas lantai.
"Aku tidak yakin bisa mengalahkan Btob, dan Got7." Ujar Seokjin meremas surainya kalut.
"Kita bisa buat lagu apa dengan 2 minggu hah ? Yang benar saja." Teriak Jimin kesal.
"Kalau kita kalah maka…" Jeda Seokjin terputus. "Bangtan Boys dan sekolah ini akan dibubarkan! TIDAAAK!" Teriak Jimin dan Hoseok sukses membangunkan Yoongi dari tidurnya.
Pletak Pletak
"Aduh/Aduh!" Ringis mereka sambil mengusap kepala yang di pukul Yoongi.
"Kalian kenapa sih berisik sekali ? Dasar bocah besar." Keluh Yoongi sedangkan Hoseok dan Jimin hanya meminta maaf berkali kali.
"Bagaimana kita memakai konsep musim panas kemarin. Sexy." Celetuk Taehyung membuat pergerakkan seruangan itu berhenti.
"KENAPA TIDAK BILANG DARI TADI ?" Pekik mereka berlima minus Yoongi yang manggut manggut saja.
"Kalian tidak menanyakan padaku. Jadi salah siapa ?"
"Oh ya. Aku mengambar baju tema kita kalau berkonsep sexy!" Seru Seokjin mengeluarkan buku sketsa. "Soalnya aku berpikir kalian akan memakai konsep ini." Lanjutnya lalu membuka buku sketsanya.
"Kalau begini aku suka." Puji Yoongi. Sedangkan Seokjin memerah karena Yoongi jarang sekali memuji.
"Biar tampak kaki mulusku yang ku latih dengan basket sejak kelas satu." Sambungnya membuat Namjoon, Jimin, Hoseok, dan Jungkook menatap horror Hyung tertua kedua mereka.
'Apakah ini benar benar Yoongi Hyung ?' Batin mereka serempak.
Sedangkan Seokjin tersenyum mahklum karena mereka sudah sekelas sejak kelas 1.
"Apakah ada masalah dengan pakaian ini ?" Tanya Yoongi menatap tajam dan menakutkan. Jangan lupa senyuman devilnya membuat Namjoon, Jungkook, Jimin, dan Hoseok menciut.
Mereka serentak mengangguk.
"Aku tak sabar melihat Ketua memakai celana pendek." Seru Yuta yang tiba tiba muncul.
"Betul!" Teriak Jungkook lalu bertos ria dengan Yuta.
"Kalian mau menghinaku ?" Ujar Taehyung kesal lalu cemberut.
"Jadi ide lagunya ?" Tanya Jimin menatap Yoongi dan Namjoon sang ide dari lagu mereka.
"Tema cinta ." Ujar Namjoon membuat Jimin dan Jungkook sweatdrop.
'Jin Hyung tak akan peka dengan kode begituan.' Ujar Jimin dan Jungkook dalam hati.
"Hayo, kalian lagi ngomongi aku yang ganteng kan ?" Ujar Namjoon membuat Seokjin pura pura muntah.
"Idih GR." Sindir Yoongi.
"Hyung kau hamil ?" Teriak Namjoon memeluk meluk Seokjin modus.
"Aku NAMJA, Babo!" Amuk Seokjin langsung mencubit cubit pinggang Namjoon yang tidak berefek sakit sedikitpun.
"Aku ingin anak yeoja, Hyung." Celutuk Jimin mengangkat tangan.
"Apa- apaan kau ini, Bantet." Ujar Seokjin cemberut membuat mereka tertawa karena berhasil membully Hyung tertua mereka.
"Aku ingin anak mirip Taehyung." Seru Jungkook semangat.
"Kau kira Seokjin Hyung bisa mencetak sesuka suka dia ?" Potong Taehyung membuat Jungkook cemberut.
"Kenapa minta mirip denganku ? fans ya ?" Tanya menggoda Jungkook membuat Jungkook memerah.
"Sudah. Sudah. Jadi, lagunya namanya apaan ?" Tanya Yoongi datar membuat Namjoon kembali serius.
"I Need You!" Teriak Hoseok dan Namjoon berbarengan.
"Ngenes sekali lagunya." Komentar Taehyung datar menuai deahtglare dari Hoseok.
"Konsep dance juga sulit membuat kita harus berlatih lebih giat, dan tentu saja lari menurun-naik tangga kuil tidak akan ketinggalan." Ujar Hoseok tersenyum devil.
"APAA ?" Teriak Seokjin dan Yoongi berbarengan.
"Kaki mulusku, huhu." Kelus Yoongi sambil memeluk kedua kakinya seakan kaki akan lecet.
"Kulit ku, hueee!" Teriak Seokjin gaje membuat semua ber sweatdrop ria.
"Hyung aku punya po*s, Wa*dah, dan kosmetik perawatan wajah dan kulit lainnya. Jadi Hyung berdua tak perlu khawatir tentang kulit kulit kalian yang akan kusam, lecet, atau jelek." Ujar Jungkook sambil berjongkok menepuk nepuk pundak Seokjin dan Yoongi.
'Jadi ini dinamakan uke ?' Batin para seme.
'untuk rotiku tidak separah uke mereka.' Batin Hoseok tersenyum senang.
"Ekhm." Deheman Namjoon membuat mereka kembali serius.
"Maka dari itu, kita akan latihan mulai besok." Ujar Namjoon membuat mereka mengangguk lemah.
'Disitu kadang saya ingin walkout.' Batin Seokjin dan Yoongi meniru kata kata mutiara Indonesia.
.
Ahkirnya mereka berhasil berlatih giat selama 2 minggu penuh. Berbeda dengan Jungkook, Jungkook lebih giat bahkan ia berlatih 2 kali. Waktu mereka latihan dan sekita jam 8 malam. Bahkan derasnya hujan tidak membuat Jungkook lemah.
Besoknya,
"Uhuk." Batuk Jungkook. "Kenapa dunia terasa berputar ?" Ujar Jungkook bingung menyenderkan badan lemahnya ke dinding kamarnya.
"Eomma!" Teriak Jungkook lemah.
Ceklek
"Ada- Ya Tuhan, Kook!" Teriak Mrs Jeon terkejut bukan main menemukan anak bungsunya terduduk lemah, bahkan keringat mulai mengalir dari dahi Jungkook.
"Sudah makan obat nak ?" Tanya Mrs Jeon mengiring anak ke tempat tidur.
"Belum. Hiks tapi nanti malam konser hiks bagaimana nasib sekolahku dan klub aku ma ?" Isakkan Jungkook mulai kencang.
"Aku belum mau menyerah." Isaknya pelan.
"Ya udah kita makan obat dulu ya ? lalu istirahat untuk konsermu nanti malam." Tawar Mrs jeon sambil mengelus tangan anaknya.
"Tapi ma, aku harus latihan dance uhuk dan vocal." Ujar Jungkook lemah masih di sertai isak tangis.
"Terpenting sekarang adalah makan obat dan istirahat!" Tukas Mrs Jeon tegas lalu bangki dari tempat tidur anaknya.
"Maaf Hyungie." Isak Jungkook pelan.
.
"Hai semua ! Kalian siap untuk final ?" Seru Mc.
"Sekarang adalah pertarungan paling sengit antara school idol. Siapakah pemenang malam ini ? Nonton konser dan voted mereka!" Seru Mc di balas seruan mereka.
[Di ruang para school idol]
"Jungkook kemana ya ?" Ujar Jimin panik melihat teman sepopoknya tidak menampakkan batang hidung sedari tadi.
"Telpon dulu, Jim." Seru Taehyung juga panic.
"Ya, ampun Kook." Ujar Seokjin yang tak hentinya berbolak balik di depan Namjoon.
"Hyung ! Tidak bisakah kau berhenti berbolak balik di hadapanku ? itu membuatku tambah pusing Hyung!" Protes Namjoon karena tindakkan Seokjin benar benar membuat dia tambah pusing.
"Aku tidak bisa, Namjoon." Ujar Seokjin lemah. "Ini adalah kebiasaanku jika dalam keadaan panik."
"Semua tenang." Ujar Yoongi membuat mereka berhenti berbuat aneh aneh. "Kita ada no urut terahkir yaitu 4. Jadi kita bisa mengulur waktu." Ujar Yoongi tegas.
"Ayolah, Kook. Angkat!" Ujar Jimin berulang ulang kali menelpon Jungkook.
"Bagaimana kau menjemput, Jungkook ?" Ujar Namjoon mengusulkan membuat jari Jimin terhenti.
"Aku tidak mempunyai motor. Aku kesini bersama tetanggaku." Tutur Jimin lemas.
"Aku bawa motor bagaimana kau membawa motorku ?" Tawar yoongi membuat Namjoon dan Seokjin terkejut karena tumben Min Yoongi yang pelit level dewa jadi baik hati begini.
"Jangan memikirkan hal yang aneh aneh. Aku hanya ingin cepat saja." Ujar Yoongi membuang muka malu malu. Dasar Tsundere.
"Pergilah Jim, nanti juga bisa ngerampok." Ujar Hoseok melihat Jimin malah membuka aplikasi coc.
"Bukan Hyung, aku mau minta naga dulu." Jawab Jimin polos lalu memencet send to.
"Eh, Upil badak. Tidak mau pergi hah ?" Ancam Yoongi ingin menonjok Jimin yang polosnya menjawab begitu.
"Woke Woke , Hyung." Ujar Jimin berlari cepat melihat ekpresi Yoongi ingin mencekik dirinya.
.
Taehyung Pov
Aku langsung ke parkiran tanpa berpikir panjang. Berbekal data angket Jungkook yang ku hafal, aku pun nekat pergi menjemput Jungkook.
Bukan aku kepoin dia ya, karena aku adalah seorang ketua osis yang menghafal ratusan data angket pada siswa. Dan jangan mengataiku Tsundere !
Beberapa menit aku sudah berhenti ke sebuah rumah sederhan namun bertingkat dua dan bercat hijau. Aku segera memakirkan motorku dan bergegas turun.
Tulisan Jeon's Family membuatku semakin yakin itu adalah rumah Jungkook.
Aku memencet tombol bel.
Tak lama suara pintu terbuka menampilkan seorang wanita paru baya cantik menghampiri gerbang tersebut.
"Iya ? Ada perlu apa ?" Balasnya lembut membuatku canggung.
"Perkenalkan tante, aku Kim Taehyung-"
"HAH ? Kim Taehyung si Ketua Osis itu ya ?" Teriak wanita itu heboh. Aku jadi semakin yakin asal sifat Jungkook itu dari mana.
"Iya, tan-"
"Asdfghjkl! Aku tidak menyangka kau setampan ini nak Tae! Aku jadi merestui kalian berdua!" Seru Ibu Jungkook membuatku terbengong. Merestui ?
"Eomma, siapa ya-" Perhatianku teralihkan ke sosok pucat yang baru datang.
"Kau tak apa Kook ?" Tanyaku khawatir.
"Tante masuk dulu ya. Mampir dulu Taehyung." Ujar Ibu Jungkook. Dengan pelan aku menggeleng menolak tawarannya.
"Sorry Tan, ada urusan dengan Jungkook soalnya." Ujarku membuat Ibu Jungkook beroh.
"Oke. Kapan kapan main kesini ya ?" Ujarnya lalu tersenyum dan pergi.
"Kook, soal konser-"
"Waduh iya!" Serunya langsung menaikki motor sportku membuatku speechless dari tadi omonganku di potong mulu.
"Cepat Tae!" Teriaknya membuatku berdecak kesal lalu menaikki motorku. "Pegangan nanti jatuh." Pesanku yang langsung direspon dengan pelukkan.
Entah mengapa wajahku memerah seketika. Tanpa banyak bicara aku langsung menyalakan motorku dan pergi dari sana.
.
"Sorry telat." Ujarku terengah engah dengan Jungkook disebelahku.
"Kalian dari mana ?" Tanya Hoseok bego membuatku memutar bola mata malas.
"Tadi Tae menjemputku." Jawab Jungkook ahkirnya karena aku tak merespon.
"Oooh." Ohnya panjang di tambah senyuman aneh terpampang di wajah kudanya.
"Kalian tidak ketemu dengan Jimin ?" Tanya Yoongis-sunbae membuatku mengerutkan alisku.
"Jimin ? Dia pergi menjemputku ?" Tanya Jungkook yang sama bingung denganku.
"Kook, Line Jimin untuk pulang ke sini cepat!" Perintah Seokjin Sunbae yang dibalas anggukkan Jungkook.
Selang beberapa menit Jimin muncul membuat para member lain bernafas lega.
"Ayo kita bersiap siap lagi." Komando Namjoon membuatku mengangguk.
Taehyung pov end
.
"Aku jadi gugup." Cicit Jimin membuat yang lain menoleh.
Mereka bertujuh tinggal menunggu tirai merah itu terbuka.
"Bangtan Boys!" Teriak fans terdengar dari luar sana padahal mereka belum tampil.
Tirai merahmu pun terbuka menampilkan beribu ribu penonton bahkan rata rata adalah para remaja.
"Hallo semua." Sapa Jimin membuat fans memekik girang.
"Lagu ini akan kami nyanyikan adalah sebuah lagu khusus untuk hari ini." Sambung Taehyung.
"Kami akan menyanyikannya dengan rasa penuh terima kasih." Sambung Yoongi tersenyum manis.
"Berkat kalian," Jeda Hoseok.
"Yang telah mendukung kami, dan tanpa kalian kami tidak akan bisa sejauh ini." Lanjut Namjoon.
"Kami bisa berdiri di panggung ini. Dengarkanlah." Tutup Jungkook tersenyum bahagia.
.
Karena aku menyukai sekolahan kami – Taehyung menutupkan matanya.
Karena aku menyukai idol – Seokjin menutupkan matanya.
Karena aku menyukai musik – Namjoon menutupkan matanya.
Karena aku menyukai dance – Hoseok menutupkan matanya.
Karena aku menyukai keseharian kami yang kadang menyebalkan – Yoongi menutupkan mata.
Karena aku menyukai nyanyian – Jimin menutupkan matanya.
Dan karena aku menyukai Bangtan Boys dan Army – Jungkook terahkir menutupkan matanya.
Alunan lagu I need You mulai terdengar mereka mulai melakukan dance.
"Fall Fall Fall heuteojine
Fall Fall Fall tteoreojine
neo ttaeme na ireohge manggajyeo
geumanhallae ije neo an gajyeo
motagesseo mwot gataseo
jebal pinggye gateun geon samgajwo
niga nahante ireom an dwae
niga han modeun mareun andae
jinsireul garigo nal jjijeo
nal jjigeo na michyeo da silheo
jeonbu gajyeoga nan niga geunyang miwo
but you're my everything You're my
Everything You're my
Everything You're my
jebal jom kkeojyeo huh
mianhae I hate u
saranghae I hate u
yongseohae
I need you girl
wae honja saranghago honjaseoman ibyeolhae
I need you girl
wae dachil geol almyeonseo jakku niga piryohae
I need you girl neon areumdawo
I need you girl neomu chagawo
I need you girl I need you girl
I need you girl I need you girl."
I Need You - BTS
Mereka bertujuh fokus menari sampai selesai lagu tersebut. Pekikan dan tepuk tangan meriah membuat mereka tersenyum walau terlihat letih.
Bruk
"JUNGKOOK!" Teriak mereka serentak ketika tubuh Jungkook oleng dan jatuh.
.
Jungkook pov
"Ugh.." Aku segera membuka mataku. Ku lihat Taehyung dan Jimin segera menghampiriku.
Aku tersentak langsung bangkit dari tempat tidur.
"Ini dimana ? Konser kita bagaimana? Maaf Tae, Jim aku merusak semuanya. Maaf." Ujarku cepatlalu menangis. Jimin memelukku erat.
"Tidak apa Kook."
Ceklek
"Ada buah-buahan dari Army." Ujar Seokjin Hyung yang memasukki ruangan yang baru kusadari rumah sakit, bersama Yoongi Hyung.
"Jimin." Panggil Yoongi Hyung menakutkan. Membuatku mendorong badan Jimin menjauh dariku.
"Kook apakah keadaan mu sudah baikkan ?" Tanya Seokjin lembut seperti seorang ibu membuatku tersenyum.
"Sehat, Seokjin-Hyung." Ujarku.
"Apa namanya untuk seseorang yang menghabiskan 2 hari untuk tidur kalau tidak sehat ?" Ujar Taehyung datar membuatku menoleh ke arah Taehyung.
"2 HARI ?" Teriakku terkejut. Taehyung membuang muka cuek.
"Yo! Kami datang!" Seru Hoseok menyeret Namjoon yang ber-cemberut.
"Kenapa bisa begitu 'orang itu' ?" Tanya Seokjin Hyung enggan menyebut nama Namjoon.
"'Orang itu' maunya bersama kamu, Hyung. Makanya 'orang itu' begitu." Jelas Hoseok.
"Liat muka 'Orang itu' Makin jelek hyung." Ujar Jimin ikut ikut membully Namjoon dengan nama 'orang itu'.
"YAK! Namaku Kim Namjoon bukan orang itu!" Teriak kesal di bully sedari tadi.
"Hahahahaha" Tawa mereka pecah.
"Oh, Ya Kook." Panggil Jimin membuat mereka berhenti tertawa dan berjalan mendekat Jungkook.
"Aku ada berita." Beritahu Jimin semangat. Jungkook menatap kea rah Jimin berbinar binar.
"Clan kita kalah gara gara kau tidak ikut war." Ujarnya membuat Yoongi dan Taehyung speechless.
Pletak
"Itu tidak kabar yang harus diberitahu terlebih dahulu, Pabo." Ujar Namjoon kesal. Pikir Namjoon Jimin mau memberitahu tentang bangtan boys eh malah coc.
"Maaf ya Jim, entar kita war lagi." Hibur Jungkook di balas anggukkan Jimin.
"Ekhm, Soal School idol kita mendapatkan juara ke 2." Ujar Seokjin membuka pembicaraan tentang school idol.
"Eto, Sekolah kita bagaimana hyung?" Tanya Jungkook takut takut.
"Soal sekolah. Tidak jadi, karena pendaftaran siswa meningkat, dan banyak yang telah mengambil fomulir." Ujar Taehyung yang menjawab pertanyaan Jungkook.
Jungkook tersenyum senang.
"Ahkirnya." Ujar mengusap ujung matanya berair.
"PELUKKAN !" teriak Hoseok memeluk Taehyung dan Jungkook.
"Pelukkan!" Ujar Yoongi memeluk Seokjin dan jimin.
"Yak kenapa kalian tidak memelukku!" Protes Namjoon.
"Hyung, lihat 'orang itu' protes." Bisik Taehyung datar.
"Yak! Aku bukan 'orang itu'." Kesalnya sedari tadi di bully 'Orang Itu'.
"Bantan Boys bagaimana kita singkat BTS aja. Panjang sekali jika menyebutnya." Usul Seokjin di anggukki semua anggota.
"BTS!"
You Never Walk Alone
END
Author Note's : Hiks udah tamat yeay :v yeay. Ya udah dari pada ff bertele tele nyampah lebih lama mari kita meheningkan cipta eh Tau ah ijo.
Thanks for :
Yoongiena, Sweetkookiee97, Sugaring21, redliht-jk, pororoyoongi, pnovianti69, noumnae, niandaya, minyoonlovers, kimiyukifernand, Ichikameyora, Hirokisasano1, Grayesoul, Dindatasya00, , ayuya24, Yuni487, Yuljeon, Vookie, Vkookpoison, VellyPiki27, Tiffjy, RizkyRmdhnTeamVkook, Rini606, Redflo, Phin yeojArmy, Ly379, Lizzy Rei, Kumiko29, Kookienoona, Jiminbabbo, J Jongkok, , HappyYehet, Gipetpet, FrauMpih' Bangtan, Flowerkyuu, Diana032, ChintyaRosita, CaratARMYmonbebe, BangBangTut, Irenne668, TiasPrahastiwi, qwertyxing.
Maaf Jika namanya salah tulis ya *bow* itu semua gara gara anak kucingku yang mau naik atas Keyboard laptop *bow sekali lagi*
Balas review :
Zizisvt : Iya sama sama :D Yuta mah emang gitu orang nya wkwkw :v
Ichikawa haru : Udah lanjut ini.
Kijeongpoopie : Iya sih :"v Maaf ya~ ini semua pasangan kok bukan terfokus ke VKook aja.
Dan, maaf yak karena Lenka udah janji sebelum Unbk udah clear eh belum update update juga sampe sekarang. soalnya Lenka enggak ada paket :'v (Ngenes). Udah See You semuanya :*
.
[Auditorium]
"Kami pernah melakukan konser disini…" Jeda Jungkook dan Taehyung tersenyum mengingat dirinya dulu.
"Di sini aku pernah berjanji 'Aku tidak- Bangtan boys akan memenuhkan ruangan ini dengan fans kami suatu hari nanti.' (di chapter 3) " Lanjut Jungkook menatap sekeliling ruangan ruang Auditorium yang terasa kecil sekali dari pada panggung panggung yang sudah mereka lewati.
"Dan, berkat perkataan kejam dari Ketua Osis kita yang membuat kami makin giat berkerja keras. Dan hari ini, mimpi itu menjadi kenyataan."Lanjut Jungkook tersenyum.
"Ini adalah lagu kami persembahkan untuk sekolah kami! Dengarkanlah!" Ujar mereka serempak.
"Eoseo wa bangtaneun cheoeumiji?
A-Yo ladies & gentleman
junbiga dwaessdamyeon bureulge yeah!
ttan nyeoseokdeulgwaneun dareuge
nae seutaillo nae nae nae nae seutaillo eo!
bamsae ilhaessji everyday
niga keulleobeseo nol ttae yeah
ja nollaji malgo deureo maeil
I got a feel, I got a feel
nan jom jjeoreo!
a jjeoreo jjeoreo jjeoreo uri yeonseupsil ttamnae
bwa jjeoreong jjeoreong jjeoreonghan nae chumi daphae
modu bisiri jjijiri jjingjjingi ttilttirideul
narangeun sanggwani eopseo cuz nan huimangi jjeoreo haha
Ok urin meoributeo balkkeutkkaji jeonbu da jjeo jjeoreo
haruui jeolbaneul jageobe jjeo jjeoreo
jageopsire jjeoreo sareo cheongchuneun sseogeogado
deokbune moro gado dallineun seonggonggado
sonyeodeura deo keuge sorijilleo jjeo jjeoreong
bamsae ilhaessji everyday
niga keulleobeseo nol ttae yeah
ttan nyeoseokdeulgwaneun dareuge
I don't wanna say yes
I don't wanna say yes
sorichyeobwa all right
momi tabeoridorok all night (all night)
Cause we got fire (fire!)
Higher (higher!)
I gotta make it, I gotta make it
jjeoreo!
geobuneun geobuhae
nan wonrae neomuhae
modu da ttara hae
jjeoreo
geobuneun geobuhae
jeonbu naui noye
modu da ttara hae
jjeoreo."
Sick / Dope - BTS
