Main Cast

• Park Chanyeol

• Byun Baekhyun

Other Cast

• Find it yourself

Gendre : Romance, Hurt/Fluff

Rating : T menjurus M

DISCLAIMER : STORY BELONG TO AUTHOR, CAST SEUTUHNYA MILIK SM !

DON'T BE SIDERS !

WARNING : TYPO MENGHANTUI ANDA XD !

IT'S YAOI FICTION

- CHANBAEK STORY -

DON'T LIKE DON'T READ

STORY BELONG TO AUTHOR !

- HAPPY READING -

BAEKCHANNIE PRESENT

"ONE MISTAKE ONE REGRET"

Author POV

Baekhyun pulang bersama Kai. Kondisinya saat ini sangat berantakan dengan mata yang tampak sembab, dari wajahnya tersirat kekecewaan akan sikap Chanyeol yang tak mau jujur padanya.

Kai benar-benar merasa tak tega meninggalkan Baekhyun dengan kondisi seperti saat ini. Maka ia sempat menawarkan diri untuk menemani Baekhyun dirumah sambil menunggu Chanyeol pulang, tapi lagi-lagi lelaki imut itu menolak tawaran Kai dan menyuruhnya untuk segera pulang.

"Sungguh kau baik-baik saja jika kutinggal sekarang?" tanya Kai dengan wajah khawatirnya.

Baekhyun mengangguk sambil tersenyum. "Tenang saja Kai, aku baik-baik saja. Mungkin sedikit lagi Chanyeol pulang jadi kau tak perlu menemaniku."

Kai sempat menatap Baekhyun selama beberapa detik lalu akhirnya menghela nafasnya.

"Haahh.. baiklah, jaga dirimu. Aku pulang dulu."

"Ne, gomawo kau sudah mau menemaniku tadi. Mianhe gara-gara aku menangis bajumu sampai basah begitu.."

Kai terkekeh kecil lalu mengacak rambut Baekhyun. "Gwenchana.. yasudah aku pergi dulu. Kalau ada apa-apa kau bisa langsung menghubungiku."

Baekhyun tersenyum lalu mengantar Kai keluar. Setelah lelaki berkulit tan itu pergi, tanpa sadar Baekhyun menghela nafasnya seolah sedari tadi ia tak bernafas, hatinya masih saja terasa sakit dan sesak jika ia mengingat apa yang dilihatnya tadi siang.

.

.

.

"Baekkie, aku pulang.." Chanyeol menutup pintu rumahnya lalu segera menemui Baekhyun yang saat ini tengah menunggunya di ruang tengah.

Tak ada sahutan yang seperti biasanya, Baekhyun hanya menolehkan sedikit kepalanya lalu kembali fokus -atau mungkin sebenarnya tidak- membaca novel kesayangannya.

Merasa tak ditanggapi Chanyeol langsung mengecutkan bibirnya dan berniat untuk menjahili Baekhyun.

"Baekkie.." Chanyeol langsung memeluk Baekhyun dari belakang sambil mengecup pipi kirinya, dan masih saja tak mendapat respon dari lelaki imut tersebut.

"Baekkie chagiya.." Chanyeol mencubit pipi Baekhyun gemas.

"Chan lepaskan.. sakit!" keluh Baekhyun sambil melepaskan tangan Chanyeol.

"Kau tidak menjawab sambutanku baby.."

"Memangnya aku harus menjawab semua sambutan darimu?" tukas Baekhyun cuek sambil tetap bergelut dengan aktifitasnya.

"Tentu saja Baekkie, masa kau tak menjawab sambutan dari suamimu saat pulang.." Chanyeol mempoutkan bibirnya sambil tetap memeluk Baekhyun dari belakang.

"Kau masih ingat dengan statusmu sebagai suamiku? Kupikir kau sudah lupa." tukas Baekhyun sambil melepaskan pelukan Chanyeol.

Chanyeol yang menyadari sikap Baekhyun saat ini langsung memutuskan untuk berpindah posisi dan duduk di samping Baekhyun.

"Apa maksudmu Baekkie?" tanya Chanyeol sambil mengerutkan keningnya.

"Bukan apa-apa.. lupakan saja."

Baekhyun menghentikan aktifitas membacanya lalu menatap Chanyeol.
"Kau mandilah dulu, lalu habiskan makan malammu." sehabis berkata begitu Baekhyun memutuskan untuk berdiri, namun tangannya ditahan oleh Chanyeol.

"Kau mau kemana Baekkie? Temani aku disini, aku masih merindukanmu."

"Aku lelah Chanyeol.. aku ingin istirahat."

"Kau bisa istirahat di pangkuanku. Aku masih sangat merindukanmu baby.."

"Kumohon Chanyeol, kau jangan memaksaku.." tukas Baekhyun sambil melepaskan genggaman Chanyeol lalu segera meninggalkannya.

Author POV end

Chanyeol POV

"Kumohon Chanyeol, kau jangan memaksaku.." Baekhyun melepaskan genggamanku lalu segera meninggalkanku, aku menatap punggungnya dengan tatapan bingung dan heran.

Aneh perasaan tadi pagi ia baik-baik saja. Secuek-cueknya Baekhyun, sikapnya tak mungkin seperti barusan.. kecuali kalau ia sedang marah, tapi karena apa? Ah sebaiknya nanti kutanyakan langsung padanya.

Dengan perlahan aku masuk ke kamar kami, mengecek apakah Baekhyun sudah tertidur atau belum. Mengetahui bahwa saat ini ia tengah bergelut dengan ponselnya, aku segera masuk dan menghampirinya lalu duduk di sampingnya.

"Baekkie.." tukasku sehalus mungkin, dan ternyata reaksinya masih sama seperti tadi. Ia hanya melirikku lalu kembali fokus memainkan ponselnya.

"Kau kenapa baby? Kau ada masalah?" tukasku mulai memainkan rambutnya.

"Ani.." tukasnya tanpa memalingkan wajahnya kearahku.

"Bohong.. Baekkie kau kenapa? Apa kau marah padaku?"

"Menurutmu?"

"Yak Baekkie, aku serius.. kau kenapa?"

Ia menghela nafasnya sebelum akhirnya memandangku.

"Kau pikir aku tak serius? Kau pikir aku bersikap seperti ini padamu hanya pura-pura?" tukasnya dengan nada dingin.

"Makanya aku bertanya kau kenapa? Aku bertanya baik-baik tapi kau malah menanggapinya seperti itu.." tukasku sambil menatapnya heran.

"Yasudah kalau begitu lupakan saja.." jawabnya lalu kembali memainkan ponselnya.

Aku menghela nafasku lalu mengelus kepalanya. "Mana bisa begitu Baekkie, aku peduli padamu dan mana mungkin aku bersikap seolah-olah tak terjadi apapun denganmu."

"Kau masih peduli denganku? Syukurlah, kupikir kau sudah tak menganggapku lagi.." jawabnya lalu kembali menatapku sambil tersenyum miring sebelum akhirnya ia kembali memalingkan wajahnya.

Aku menghela nafasku berusaha bersabar. "Apa maksudmu? Baekhyun katakan padaku apa yang terjadi denganmu?"

Ia hanya mengangkat kedua bahunya sambil tetap memainkan ponselnya, aku merasa semakin frustasi lalu mengacak rambutku.

"Kupikir kita telah saling berjanji untuk saling terbuka satu sama lain dan jika ada masalah kita akan menyelesaikannya secara baik-baik. Tapi kenapa kau tak mau terbuka denganku? Kenapa kau tak mau jujur padaku tentang masalahmu?"

Ia kembali menoleh padaku dengan tatapan yang tak dapat kumengerti. "Kau sendiri apakah kau sudah cukup terbuka denganku? Apakah kau sudah cukup jujur padaku?"

"Apa yang kau bicarakan Baekhyun? Aku tak mengerti apa maksudmu.." tanyaku dengan suara yang sedikit meninggi.

Apa mungkin Baekhyun telah mengetahui tentang Kyungsoo? Tapi bukankah selama ini aku telah berusaha menyembunyikannya dengan baik.

"Mungkin sebaiknya aku tak perlu menjawab pertanyaanmu karena kupikir tanpa kujawab pun kau sudah tau apa yang kumaksud." tukasnya sambil menaruh ponselnya di atas meja kecil lalu kembali menatapku.

"Aku lelah, aku butuh istirahat. Dan kau juga. Jadi kita tak perlu membahasnya lagi." lanjutnya sebelum berbalik membelakangiku.

Chanyeol POV end

Author POV

Pagi harinya, Chanyeol tak menyerah. Ia tetap berusaha untuk membujuk Baekhyun dan menanyakan perihal semalam, dan lagi-lagi namja imut itu tetap menjawab seadanya tanpa berniat untuk mengatakan hal yang sebenarnya. Bahkan sikap Baekhyun pagi ini tak jauh berbeda dengan semalam, ia tak banyak bicara seperti biasa. Ia juga hanya berpesan pada Chanyeol untuk berhati-hati ketika Chanyeol akan berangkat ke kantor, bagaimanapun juga Baekhyun kecewa akan sikap Chanyeol yang tak mau terbuka dengannya dan justru malah membohonginya.

.

.

.

"Yak, kenapa dengan wajahmu? Kau terlihat sedang banyak pikiran. Wae?" tanya seorang namja tinggi yang kini tengah duduk berhadapan dengan Chanyeol.

"Kurasa Baekhyun sedang marah padaku.." mendengar perkataan Chanyeol sontak membuat Sehun menghentikan aktifitasnya yang sedang meminum juice miliknya.

"Marah kenapa? Bukankah selama ini hubungan kalian baik-baik saja?" tanya Sehun dengan tatapan tak mengerti.

"Aku tak tahu, kemarin malam saat aku baru pulang sikapnya sudah berubah dingin. Aku sudah bertanya padanya tapi ia sama sekali tak menjawabnya."

"Kau sudah membujuknya?" tanya Sehun sambil mengaduk-aduk gelas miliknya.

"Sudah kucoba, bahkan sampai tadi pagi sikapnya masih sama seperti semalam."

Nampak Sehun berpikir sesaat. "Cobalah untuk mendiamkannya selama beberapa hari, kurasa moodnya sedang tidak baik."

Chanyeol menghela nafasnya. "Haah..tapi kau tahu sendiri aku sangat tak tahan untuk mendiamkannya, nanti yang ada malah aku yang uring-uringan."

Mendengar perkataan Chanyeol sontak membuat Sehun langsung memutar bola matanya malas.

"Kalau begitu terserahmu, aku hanya memberikan saran. Kalau kau punya saran yang lebih baik kenapa kau tak mencobanya. Lagipula kau seperti tak mengenal Baekhyun saja, bukannya kau sendiri yang mengatakan padaku moodnya Baekhyun itu gampang berubah-ubah, seharusnya kau sudah terbiasa menghadapi sikapnya yang seperti itu."

"Tapi menurutku sikapnya saat ini lain dari yang biasanya, semarah-marahnya Baekhyun ia sangat jarang bersikap sedingin ini padaku kecuali kalau aku melakukan suatu kesalahan yang membuatnya sampai kecewa."

Sehun menghela nafasnya lalu menepuk pundak Chanyeol. "Kalau begitu sebaiknya kau mendiamkannya dulu selama beberapa hari, usahakan kau jangan menyinggung penyebab kenapa ia bisa semarah ini padamu. Setelah sikapnya mulai membaik sebaiknya kau minta maaf padanya, tanyakan secara baik-baik tentang masalahnya dan jika ia masih tak ingin menceritakannya kau jangan memaksanya."

Chanyeol menatap Sehun sejenak lalu kembali menghela nafasnya. "Baiklah, akan kucoba."

- One Mistake One Regret -

"Baekkie.. akhirnya kau datang." Nyonya Byun langsung memeluk Baekhyun begitu anak tersayangnya datang berkunjung ke rumahnya.

Memang hari ini Baekhyun memilih untuk seharian berada di rumah orang tuanya, ia berusaha sebisa mungkin untuk tak mengingat tentang apa yang terjadi kemarin sore.

"Eomma.." Baekhyun membalas pelukan ibunya, sebuah pelukan yang sangat ia rindukan. Ia menyembunyikan wajahnya di pundak ibunya dan tanpa sadar ia menangis.

Menyadari tubuh Baekhyun yang bergetar sontak membuat wanita yang tetap terlihat cantik itu menyadari adanya sesuatu yang tidak beres dengan anaknya, ia berusaha melepas pelukannya untuk menatap Baekhyun tapi sayangnya lelaki berwajah imut itu bersikeras untuk tetap memeluknya.

"Ada apa sayang? Kau kenapa, hmm?" tukas Nyonya Byun lembut sambil mengelus surai cokelat Baekhyun.

"Hiks.." Baekhyun semakin mengeratkan pelukannya dan semakin membenamkan wajahnya di pundak ibunya.

"Kalau kau punya masalah sebaiknya kau ceritakan pada eomma. Eomma akan mendengarkannya, sayang.."

Baekhyun tak menjawab perkataan eommanya namun beberapa detik kemudian ia menggeleng dalam pelukan eommanya.

"Aniyo eomma, aku baik-baik saja. Aku hanya merindukan pelukanmu.." tukas Baekhyun dan tak lama kemudian ia melonggarkan pelukannya lalu melepasnya, menatap wajah orang yang paling berharga baginya.

Nyonya Byun tersenyum lalu menghapus air mata Baekhyun dengan jemari tangannya. Namun ia tahu sorot mata Baekhyun bukan hanya karena Baekhyun merindukan dirinya, tetapi ada sebuah perasaan lain, seperti sebuah rasa kekecewaan dan juga sakit hati.

"Sungguh? Katakan pada eomma sayang.. kau ada masalah apa dengan Chanyeol?"

Mendengar pertanyaan eommanya barusan sontak membuat Baekhyun terkejut -dan tanpa sadar- wajahnya semakin muram lalu semakin menunduk.

Ia sempat terdiam beberapa saat berpikir apakah ia akan mengatakan yang sebenarnya atau tidak sambil memainkan jari-jarinya.

Tak lama kemudian ia mengangkat wajahnya dengan senyuman palsu miliknya.

"Gwenchana eomma, hanya masalah ringan. Yah hanya masalah hubungan rumah tangga kami. Kau tak usah khawatir, ini cuma masalah sepele.." tukas Baekhyun sambil mengelus punggung ibunya.

Nyonya Byun sempat menatap wajah Baekhyun selama beberapa detik sebelum akhirnya ia berdehem lalu mengelus kepala Baekhyun.

"Jangan terlalu dipikirkan chagiya, sebaiknya kalian berdua selesaikan masalah kalian dengan baik-baik."

"Ne eomma, arraseo.." tukas Baekhyun masih dengan senyuman palsunya.

Author POV end

Chanyeol POV

"Kyungie.." tukasku begitu Kyungsoo mengangkat telepon dariku.

"Yeol, wae?"

"Apa kau sibuk?" tanyaku sambil memainkan bolpoin milikku.

"Lumayan, hari ini aku ada rapat dengan klien dari Jepang. Wae?"

"Kira-kira sampai jam berapa?"

Ia terdiam sejenak dan sepertinya sedang berpikir.

"Mungkin selesai jam 7 malam. Wae?"

"Kalau begitu aku masih bisa mengajakmu makan malam, apa kau mau?"

"Eh.. memangnya kau tak sibuk?"

"Aku masih bisa mengaturnya, lagipula sudah lama kita tak makan malam berdua. Bagaimana? Kau mau?"

"Hmmm..baiklah aku mau."

Aku tersenyum kecil lalu mengangguk. "Baiklah, kalau begitu nanti aku akan menjemputmu."

"Ne, umm Chanyeol aku harus kembali bekerja. Nanti akan kuhubungi lagi."

"Ah.. ne, selamat bekerja Kyungie."

"Ne, kau juga Yeol."

Aku memutus sambungan telponku, yah setidaknya bersama Kyungsoo bisa mengembalikan semangatku.

.

.

.

Tepat jam 06.30 petang aku mendapat pesan dari Kyungsoo, dan setengah jam kemudian aku segera bersiap-siap untuk menjemputnya.

Dari kejauhan terlihat dirinya yang kini tengah menungguku di depan mobil miliknya.

"Yeol.." tukasnya sambil tersenyum kearahku.

"Sudah lama menunggu?"

Ia menggeleng kecil sambil tersenyum. "Ani, kebetulan aku baru selesai rapat."

"Hmm.. baiklah, ayo berangkat!" tukasku lalu menarik tangannya dan mengajaknya masuk.

- One Mistake One Regret -

"Hmm.. Yeol?" tukas Kyungsoo memecah keheningan begitu aku tengah mengantarnya pulang.

"Ne?"

"Hari Minggu nanti kau ada waktu?"

"Memangnya kenapa?" tanyaku sambil tetap menyetir.

"Aku ingin mengajakmu jalan-jalan, kau mau?" tanyanya sambil menatapku.

Aku menolehkan wajahku sejenak. "Emm.. memangnya kau berencana mengajakku kemana?"

Ia tersenyum kecil. "Yang jelas sebuah tempat yang sangat menyenangkan. Bagaimana, kau mau?"

"Hmm.. bagaimana yaa.."

"Ayolah, Yeol! Kumohon.. please.. kali ini saja.." tukasnya sambil memasang puppy eyes kearahku dan menempelkan kedua lengannya layaknya orang yang memohon.

Aku terkekeh kecil melihat tingkahnya, lalu mencubit pipinya gemas.

"Haha.. baiklah baiklah, nanti akan kuusahakan."

"Yes! Gomawo Yeol, kau memang yang terbaik.."

Aku menatapnya sekali lagi lalu mengacak rambutnya.

Chanyeol POV end

Kyungsoo POV

"Haha.. baiklah baiklah, nanti akan kuusahakan." tukasnya sambil terkekeh kecil.

Mendengar jawabannya barusan jelas saja membuatku senang.

""Yes! Gomawo Yeol, kau memang yang terbaik.."

Dan memang hanya Chanyeol seorang yang dapat membuatku sebahagia ini. Ia dapat membuatku melupakan semua keluh kesah yang kurasakan, ia mampu membuatku kembali tersenyum dan mengembalikan semangatku. Aku selalu bahagia ketika bersamanya, menikmati setiap detik bersamanya bagiku sangat berarti. Semua masa-masa kebersamaanku dengannya sulit kulupakan. Aku benar-benar mencintaimu Chanyeol.. sangat mencintaimu..

"Yaa Kyungie!" tukasnya sambil menepuk pundakku sehingga membuyarkan lamunanku.

"Ah, ne?" tukasku sambil menatapnya, terlihat raut wajahnya sedikit bingung.

"Kau kenapa?"

"Ani, bukan apa-apa.. hehe."

Ia menggelengkan kepalanya. "Yasudah, kita sudah sampai."

"Eh.. sungguh?" tanyaku sedikit terkejut lalu mengedarkan pandanganku.

"Dasar kau ini.. Ayo, kuantar kau masuk!"

Ia turun lalu aku mengikutinya, ia mengantarku sampai di ruangan tamu rumahku.

"Kau tidak mampir dulu?" tanyaku sambil menatapnya.

Ia menggeleng lalu tersenyum kecil. "Tidak usah, lagipula ini sudah malam. Kau pasti lelah karena hari ini jadwalmu banyak. Nanti kapan-kapan aku akan mampir kesini.."

"Hmm.. baiklah, gomawo Yeol untuk hari ini." tukasku sambil tersenyum kearahnya.

"Ne.. aku juga harus berterima kasih padamu."

Aku terkekeh kecil lalu mengantarnya sampai di depan pintu.

"Aku pergi dulu, cepatlah beristirahat. Ara?" perintahnya sambil mengelus rambutku lembut.

Aku mengangguk kearahnya. "Ne, kau berhati-hatilah.."

Aku menatap kepergiannya, menunggu hingga mobilnya hilang dari pandanganku sebelum akhirnya aku masuk ke dalam rumah, aku tersenyum kecil mengingat kejadian tadi siang. Gomawo Chanyeol kau telah mewarnai hari-hariku.

Kyungsoo POV end

Author POV

Chanyeol memasuki rumahnya, hari ini ia pulang sedikit lebih cepat dibanding hari yang biasanya. Dan lagi-lagi Baekhyun hanya mendiamkannya, walaupun saat ini sikapnya tak sedingin dan secuek kemarin tapi tetap saja ia hanya menanggapi perkataan Chanyeol dengan sebuah perkataan singkat atau bahkan hanya sebuah anggukan.

Chanyeol yang melihat sikap Baekhyun hanya bisa menghela nafas dan juga tak bisa melakukan apapun. Ia tak mungkin memaksa Baekhyun untuk menceritakan masalahnya, dan pada akhirnya ia memilih untuk menuruti perkataan Sehun.

Dan setelah beberapa hari ia mendiamkan Baekhyun, tepatnya hari Sabtu ia dikejutkan dengan tingkah Baekhyun yang sangat jauh berbeda. Saat itu pada pagi hari sebelum ia ke kantor, ia merasakan sesuatu sedang menusuk-nusuk pipinya dengan pelan. Karena merasa tidurnya terganggu, mau tidak mau ia terbangun dan matanya menangkap sebuah senyuman yang paling ia rindukan selama beberapa hari ini.

"Pagi, Channie! Akhirnya kau bangun juga.." tukas Baekhyun dengan senyuman khas miliknya sambil tetap menusuk-nusuk pipi Chanyeol.

Chanyeol yang merasa apa yang saat ini ada di hadapannya adalah sebuah mimpi, hanya bisa mengerutkan keningnya sambil mengucek-ngucek matanya.

"Yak, kenapa kau diam saja dan tak menjawab ucapanku?!" tukas Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya kesal.

"Baekkie kau sudah tak marah lagi padaku?" tanya Chanyeol masih setengah tak percaya.

"Untuk apa aku marah-marah padamu?" tukas namja imut itu sambil memiringkan kepalanya.
"Lagipula kau tahu sendiri aku tak tahan berlama-lama mendiamkanmu.."

"Tapi yang waktu itu.. kau bahkan sampai bersikap seperti itu padaku, maksudnya apa?"

Kini gantian Baekhyun yang mengernyitkan dahinya, namun sedetik kemudian ia menyadari maksud ucapan Chanyeol.

"Oh tentang itu.. sudahlah kau lupakan saja. Lagipula waktu itu moodku sedang buruk jadi secara tak sengaja aku sampai berkata dan bersikap seperti itu padamu."

Chanyeol terdiam sesaat sambil menatap Baekhyun dengan tatapan tajamnya.

"Kau jangan berbohong padaku, Baekkie.. Aku tahu sikapmu tak mungkin sampai seperti itu kalau hanya karena moodmu sedang jelek, kau jangan menutupinya Baekkie.."

Baekhyun tersenyum berusaha meyakinkan. "Aku tak berbohong Channie, lagipula yang terpenting saat ini sikapku sudah seperti biasa jadi tak perlu dibahas lagi.."

Lalu Baekhyun mendekat kearah Chanyeol dan memeluk tubuh tinggi tersebut, dan sedetik kemudian Baekhyun merasakan lengan kokoh Chanyeol membalas pelukannya.

"Aku merindukanmu, Baekkie.." tukas Chanyeol semakin mengeratkan pelukannya.

"Aku juga Channie.." balas Baekhyun sambil tersenyum kecil dalam pelukan Chanyeol.

Dan hari itu dihabiskan mereka berdua dengan saling menikmati kebersamaan dan kehangatan satu sama lain.

- One Mistake One Regret -

Esok harinya...

"Channie, hari ini temani aku jalan-jalan ya.." tukas Baekhyun setengah merengek kepada Chanyeol.

"Hmm.. mianhe Baekkie, hari ini aku ada janji dengan temanku." tukas Chanyeol sambil mengelus pipi Baekhyun yang kini tengah menatapnya.

Baekhyun langsung mempoutkan bibirnya. "Apa kau tak bisa membatalkannya? Ayolah Channie! Kali ini saja.."

"Kapan-kapan saja ya chagi.. Aku benar-benar tak bisa menundanya, aku sudah terlanjur membuat janji."

Baekhyun semakin mempoutkan bibirnya dan menatap Chanyeol dengan tatapan kesal.

"Kapan-kapan saja ya baby.. Bagaimana kalau minggu depan?" tukas Chanyeol sambil membujuk Baekhyun.

Dengan malas Baekhyun akhirnya mengangguk kecil sambil tetap mengecutkan bibirnya. Chanyeol langsung tersenyum kecil lalu mengelus kepala Baekhyun.

"Jangan memasang wajah seperti itu, kau terlihat jelek!" goda Chanyeol sambil tersenyum jahil.

Baekhyun sempat menatap lelaki dihadapannya sebelum akhirnya memaksakan bibirnya untuk tersenyum kecil.

DRTT.. DRTT..

Chanyeol membuka ponselnya dan membaca isi pesan yang baru saja masuk.

From : Kyungie

Sedikit lagi aku siap, kau dimana?

To : Kyungie

Tunggu sebentar, sedikit lagi aku kesana. Nanti aku akan menghubungimu..

Selesai membalas pesan dari Kyungsoo, Chanyeol segera bersiap-siap untuk menjemput lelaki bertubuh mungil tersebut dan meletakkan ponselnya di atas tempat tidur.

.

.

.

DRTT.. DRTT.. DRTT..

Ponsel Chanyeol yang tergeletak di tempat tidur kembali bergetar yang entah sudah ke berapa kalinya. Kebetulan saat itu Baekhyun sedang berada dikamar, karena merasa penasaran ia berniat mengecek siapa yang sedari tadi menelpon. Akhirnya ia meraih ponsel tersebut dan sedikit mengernyitkan dahinya begitu melihat nama yang tertera di layar ponsel..

- Kyungie -

TBC

a/n : Yuhuu udah ketahuan tuh penyebab Chanyeol berubah sama Baekhyun.. muehehe hayoo yang Chanbaek shipper siap-siap gigit bantal (?) konfliknya udah mulai serius nih wkwkwk..

Saya sudah membaca review kalian dan saya puas baca reaksi kalian xD banyak yang minta Baek jangan terlalu dinistain, hohoho pada ga tega rupanya.. Ada juga yang nanya kenapa Chanyeol jadi nyebelin gitu hahaha saya sengaja bikin sikapnya Chanyeol jadi kayak gitu..

Chanbaek sama Kaisoo tetap jalan, tapi disini hubungannya ga ada romatis sama sekali.. karena untuk sekarang saya bakalan fokus ke bagian konflik, kan adegan lovey doveynya udah banyak tuh di chapter sebelumnya jadi sekarang giliran bagian troublenya, kritik dan saran selalu saya terima jadi kalo ada yang mau kasih saran ataupun kritikan bisa langsung review ^^

Yang udah ngereview saya ga bosan-bosan ngucapin makasih.. review kalian benar-benar membangun semangat saya.. dan semakin menambah motivasi saya untuk ngelanjutin ceritanya ^^

Terima kasih udah mau baca OM-OR yang semakin hari semakin gaje dan aneh.. semoga kalian tetap menikmati cerita ini sampai tamat

Jangan lupa reviewnya Chingu, semakin banyak yang review semakin cepat update ^^

Oh Iya, kalian kepengen sequelnya kayak gimana nih ? Soalnya saya rencana bakalan bikin sequel untuk one mistake one regret.. dijawab ya chingu ^^

With love

-BAEKCHANNIE-