Setelah Tiga Kali, Berarti Jodoh

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Taemin

Hi, lo semua. Ini chap barunya!

Abaikan typo dan swlamat membaca!

That because perhatian adalah wujud dari cinta

Sekeluarga Kim baru selesai sarapan. Kangin, Kibum dan Taemin siap berangkat. Kangin telah berpamitan kemudian dia pergi lebih dulu dari Kibum dan Taemin. Taemin menunggu dipanggil ahjussi baik hati untuk diantarkannya sekolah. Sementara itu dia akan berpamitan juga pada Mommy-nya.

"Mom, aku ke sekolah sekarang!", pamitnya sambil menempel pada Kyuhyun. Menggelendot sebentar, meniru Daddy-nya. Biasanya kan Daddy-nya begitu sebelum berangkat ke kantor. Kyuhyun akan antarkan Kibum ke depan, dipeluk sebentar lalu minta dicium keningnya. Walaupun dalam beberapa hari ini sudah tak ada adegan seperti itu lagi, tapi Taemin juga ingin dimanja Mommy-nya. "Mom, aku berangkat sekarang!", pamitnya lagi sambil menyandarkan tubuhnya pada Kyuhyun.

"Ya sudah, berangkat sana!", usir Kyuhyun tanpa perasaan. "Jangan menempel nempel padaku. Sana pergi!"

"Mom!"

"Apa?"

"Kau tak pernah mengantarku ke sekolah lagi?" Akhir-akhir ini Onew dan Minho sering diantar orang tuanya ke sekolah, Taemin iri. Taemin juga ingin pamer saat diantar orang tuanya ke sekolah. Masa ahjussi baik hati terus yang mengantarnya sekolah? Kan tidak asyik. "Minho hyung dan Onew sekarang suka diantar Eommanya ke sekolah, masa aku tidak?"

"Kau mau kuantar?", Taemin langsung sumringah. Dia mengangguk bahagia. "Aku berangkat jam sembilan nanti, kalau mau kuantar tunggu sampai jam sembilan", kata Kyuhyun seenaknya.

Yah, sama juga bohong. Jam sembilan sekolahnya sudah masuk. Taemin terlambat dong kalau berangkat jam sembilan. Teman-temannya juga tak akan ada yang tahu dia diantar Mommy-nya kalau begitu. Maunya Taemin, dia pamer saat diantar Mommy.

"Mommmm", rengek Taemin.

"Berangkat sana. Kalau kau tertinggal pelajaran dan tak bertambah pintar, kau tak akan kuakui anak!" Taemin langsung mengkerut. Dia tak diakui anak? Tak punya Mommy lagi? Taemin tak mau. "Cepat berangkat!"

"Kau tak mengantarku ke depan?"

"Aku sibuk", dalih Kyuhyun. Padahal Kyuhyun cuma duduk tak melakukan apapun. "Jangan biasakan ahjussi memanggilmu dulu baru kau bergerak. Sana, lihat ahjussi. Kalau sudah siap cepat berangkat!", perintah Kyuhyun sambil mendorong Taemin dari tubuhnya.

Taemin mau dipeluk Kyuhyun dulu lalu diberi kecupan dikeningnya. Tapi jangankan diberi kecupan, menempel sebentar saja dienyahkan oleh Kyuhyun. Taemin menurut saja, dia lebih baik segera berangkat sekolah. Belajar yang rajin, biar pintar dan tetap diakui anak oleh Kyuhyun.

"Mom, aku berangkat ya!", pamitnya untuk yang kesekian.

"Kau sudah berpamitan berkali-kali! Kalau kau tak segera berangkat tak usah jadi anakku!", ancamnya lagi.

"Aku berangkat, Mom!", pamitnya lagi kali ini sambil berlari keluar rumah. Takutkan kalau sampai Kyuhyun tak mengakuinya anak.

Seperginya Taemin, Kyuhyun beranjak dari sofa. Dia mau mengambil sesuatu yang nanti akan dibawanya ke cafe. Kyuhyun masuk ke kamarnya, dan Kibum masih ada disitu. Kibum sedang mencari-cari sesuatu, sepertinya barangnya penting sampai Kibum rela mengulur waktu kerjanya.

"Kyu, kau lihat kunciku?", tanya Kibum yang menyadari kedatangan Kyuhyun.

"Kunci mobil? Bukankah tadi sudah kau bawa kedepan"

"Bukan. Kunci laci lemari. Kutaruh gantungan warna coklat di kuncinya"

Kunci laci lemari? Kunci pengaman laci yang isinya barang barang berharga milik Kibum. Tepatnya barang-barang yang diberikan Eunhyuk tempo hari. Kibum akan berusaha melarang Taemin tak tidur bersamanya dan Kyuhyun lagi. Nah setelah Kyuhyun terbiasa tidur tanpa Taemin, waktu itulah tepatnya Kibum akan menjalankan misinya. Pertama-tama dia akan minta langsung, tapi kalau Kyuhyun tak mau, obat dari Eunhyuk itu solusinya.

"Biasanya kau taruh dimana?"

"Kunci itu sering kubawa kemana-mana". Kibum membongkar lemarinya, mengeluarkan barang-barang didalamnya tapi tak menemukan kuncinya. Dia kemudian menuju ke tumpukan kaosnya, membali-balik setiap kaos disitu, siapa tahu kuncinya terselip ditumpukan kaos. Tapi tak ketemu. "Kunci itu penting sekali", katanya lagi sambil berpindah ke lain sisi.

"Kau mau membuka lacinya?", Kibum berdehem saja. "Memangnya barang penting apa yang kau sembunyikan didalam?"

Kebetulan Kyuhyun tak pernah fokus pada laci itu. Setahunya semua yang ada di kamar ini tak pernah dikunci. Kyuhyun juga tahu barang-barang berharga Kibum cuma berbentuk surat-surat saham dan akta perusahaan. Masa iya Kibum mengoleksi berlian dalam lacinya?

"Apa yang kau taruh dalam laci?"

"Tidak ada yang penting", sangkal Kibum. Tidak penting bagi Kyuhyun, tapi penting bagi Kibum. "Kuncinya yang penting". Maksud Kibum apa coba? Kuncinya lebih penting dari isi lacinya? Mustahil Kyuhyun mau bercaya, kecuali kuncinya terbuat dari emas murni 24 karat.

"Jadi kau mau membuka lacinya atau cuma mau kuncinya?"

"Sebenarnya dua-duanya. Harus menemukan kuncinya dulu baru bisa membuka laci"

"Intinya kau mau membuka laci kan?", Kibum mengangguk. "Ada yang penting didalam situ?", Kibum menggeleng. "Nanti biar ahjumma yang cari kuncinya. Atau kalau tidak ketemu, akan kubongkar paksa laci itu"

"Eh jangan, Kyu!", larang Kibum panik. Bahaya kalau Kyuhyun tahu isi dalam lacinya. "Tidak usah. Barang dalam laci itu tidak kuperlukan sekarang. Masih nanti. Tidak perlu tergesa membukanya", dalih Kibum mengalihkan fokus Kyuhyun dari laci.

Kyuhyun makin curiga dengan isi lacinya. Kalau Kibum sampai sedemikian takut isi lacinya diketahui, berarti ada sesuatu yang disembunyikan. Nanti kalau Kyuhyun menemukan kunci itu lebih dulu, dia akan bongkar isi lacinya. Kalau sampai isinya tak bermutu, disembunyikan ketempat lain saja biar Kibum kelabakan mencarinya.

Kibum menghentikan pencariannya. Dia segera membenahi diri, menata kemejanya, meluruskan sedikit bagian kain yang lusuh kemudian mengambil jasnya untuk dipakai. Kibum sudah siap berangkat, dia menenteng tas kerjanya kemudian meletakkannya kembali di buffet dekat Kyuhyun berdiri.

"Kyu, aku berangkat!", pamitnya sambil mendekat lalu mulai menempel pada Kyuhyun.

Kyuhyun mengkerutkan dahinya. Ini bapak dan anak sama-sama aneh. Mau berangkat saja harus menempel dulu padanya.

Kyuhyun menghindar selangkah saat Kibum hendak merengkuhnya. Kibum sendiri cuma berdecak, kemudian lebih mendekat pada Kyuhyun dan memaksakan tubuhnya bersandar pada Kyuhyun. Sebenarnya Kibum rindu adegan suami istri dipagi hari. Sudah beberapa hari Kyuhyun tak mengantarkannya ke depan saat Kibum mau pergi ke kantor. Kyuhyun tak mau dipeluk, juga tak mau dicium. Kibum jadi rindu adegan itu.

"Kyu, aku berangkat!", pamit Kibum lagi.

"Ya sudah, berangkat sana!", usir Kyuhyun sama tak berperasaannya seperti saat mengusir Taemin tadi. "Jangan menempel-nempel padaku, Kibum!", larangnnya sambil mendorong tubuh Kibum menjauh.

Kibum bergeming, dia malah melingkarkan tangannya dipinggang dan perut Kyuhyun. Periblis kalau Kyuhyun menolak, Kibum tak akan gentar. Kibum terlanjur rindu bermesraan dengan Kyuhyun, memeluknya dulu sudah cukup sebelum dia melakukan ritual lain. Nanti kalau kunci lacinya ketemu, ritual itu akan segera disusunnya.

"Kau tak mengantarku kedepan?"

"Aku sibuk!", dalihnya. "Enyahkan tanganmu dari pinggangku! Aku tak suka dipeluk-peluk". Kibum merenggangkan pelukannya tapi tak dilepas. "Menyingkir dariku!". Dan kemudian Kibum melepasnya.

"Kyu, aku akan pergi ke kantor!", dan ini ketiga kalinya Kibum berpamitan. "Kau tak mengantarku ke depan?", tanyanya lagi sambil berharap Kyuhyun sadar kalau Kibum membutuhkannya.

Handphone Kyuhyun bergetar saat dia akan berdalih pada Kibum. Kyuhyun segera memeriksanya. Panggilan masuk, dan itu dari Siwon. Pagi-pagi Siwon meneleponnya, ada urusan apa? Seperti Eunhyuk yang getol mengejar Siwon, Siwon juga getol mengejar Kyuhyun. Padahal sudah banyak orang yang tahu Kyuhyun dan Kibum ada hubungan. Eunhyuk yang sengaja menyebarkan kabar itu, fungsinya agar sampai ke telinga Siwon lalu namja kuda itu berhenti berharap pada Kyuhyun. Tapi pemberitahaun hubungan Kyuhyun-Kibum sepertinya tak mempan pada Siwon.

"Ada apa kau menelepon pagi-pagi begini?", tanya Kyuhyun sama kasarnya seperti saat menghadapi Kibum. "Kau tak enak badan? Kenapa tak menelepon dokter, malah meneleponku?"

"Kyu, aku mau berangkat!", sela Kibum dikegiatan menelepon Kyuhyun.

"Mau berangkat, ya pergi sana!", usir Kyuhyun galak. Dari Taemin, Kibum, Siwon, sama-sama merepotkan saja. "Ya, Hyung? Tidak. Kibum mau berangkat kekantor!", jawabnya setelah kembali fokus pada telepon. Kibum diacuhkan.

"Kyu!", Kyuhyun melirik Kibum sebal. "Aku mencintaimu!", kata Kibum masih berharap kalimat itu ampuh dan meluluhkan hati Kyuhyun.

"Kau sudah ragusan kali mengatakannya dan aku tahu itu. Jadi segeralah berangkat atau perlu kutendang keluar agar kau cepat pergi dari sini!". Tak mempan lagi seperti kemarin-kemarin. Kibum pasrah, dia mengambil tasnya kemudian bersiap keluar. Tapi dia masih ragu, belum memeluk dan menciun kening Kyuhyun, jadi terasa ada yang kurang. "Cepat pergi!", perintah Kyuhyun sambil membuat gerakan pengusiran. Saat Kibum tak segera beranjak, Kyuhyun menuntun Kibum ke pintu. Didorongnya Kibum keluar kamar lalu mulai menutup pintu.

"Kyu, kau bicara dengan siapa?"

"Bukan urusanmu. Pergi sana! Kerja yang baik, tak usah meneleponku nanti siang". Dan pintu kamar ditutup didepan muka Kibum, dikunci juga oleh Kyuhyun.

KIHYUN

Eunhyuk sedang memeriksa berkas-berkas saat pintu ruangnnya diketuk. Seorang yeoja seksi masuk, berjalan berlenggokan ke arah meja kerja Eunhyuk. Pinggulnya terlihat menyentak ke kanan kiri, disengaja tapi terkesan natural dam erotis. Dia sekertaris Eunhyuk, yeoja cantik, seksi, eksotis dan plus plus. Plus sangat menggoda dan yang paling penting plus pintar.

Kalau Kibum memiliki sekertaris namja yang kesetiaannya tak diragukan, Eunhyuk punya sekertaris yeoja yang keseksiaannya tak diragukan juga. Dan inilah point plus dari perusahaan Eunhyuk. Eunhyuk boleh tak lebih jenius seperti Kibum, tapi dia pintar berkreasi. Salah satunya dalam memilih sekertaris. Dia memilih sekertaris yang bukan cuma punya modal wajah cantik, body bagus dan pintar. Ada beberapa hal lain yang dimasukkan Eunhyuk saat memilih seorang sekertaris, sekertarisnya harus sangat menggoda. Dan dia dapat yeoja ini.

Eunhyuk tak salah pilih, sering kali dia mendapati klient-nya langsung tanda tangan kontrak tanpa membaca dan mengevaluasi isi perjanjiannya ketika melihat sekertaris Eunhyuk. Dulu sekali ada seorang klient yang banyak maunya, Eunhyuk sebenarnya enggan kerja sama dengan perusahaan orang itu tapi keadaan sangat tak memungkinkan untuk menolak. Eunhyuk datang bersama sekertarisnya saat acara meeting mereka. Tiba-tiba klient Eunhyuk segera menarik penanya, menggoreskan sebuah tanda tangan diperjanjian kerja mereka kemudian memaksa berjabat tangan dengan Eunhyuk sambil bilang 'saya senang bisa bekerja sama dengan anda'. Jujur Eunhyuk bingung, dia dan sekertarisnya baru juga duduk menyapa sejenak lalu membuka map mereka. 'Mr. Lee, sebenarnya saya ingin mengundang anda untuk dinner. Kalau anda tak keberatan makan malam dengan saya malam ini, jam 8 saya akan menunggu anda disini. Tapi kalau Mr. Lee ada jadwal lain, sekertaris anda saya harap bisa mewakili untuk datang'. Dan begitu juga dengan klient-klient yang lain. Makanya Eunhyuk punya penghasilan berlipat-lipat dari pada Kibum.

"Bos!", sapa sekertarisnya. "Kau terlihat sibuk, tak ingin istirahat sejenak?", tanyannya sambil meletakkan bouquet bunga dimeja Eunhyuk.

Eunhyuk mengalihkan konsentrasinya. Dia memandang bunga itu, beralih ke sekertarisnya kemudian kembali ke bunganya. Bunganya bagus, terlihat masih fresh dan cantik. Apa seorang klient memberikan bunga itu pada sekertarisnya? Lalu kenapa diletakkan dimejanya?

"Oh, tadi kekasihmu datang kemari", terang sekertaris itu seakan tahu pertanyaan Eunhyuk. "Dia yang memberikan bunga itu untukmu". Tapi Eunhyuk tak suka bunga dan juga tak punya kekasih. "Aku tahu kau namja dan tak suka bunga, tapi kau harus hargai pemberian kekasihmu. Mungkin dia ingin menyenangkan hatimu, cuma dia tak tahu kalau kau tak suka bunga"

Eunhyuk tak suka bunga itu sudah pasti. Eunhyuk tak punya kekasih itu juga sudah pasti. Tapi kalau seluruh pegawainya tahu dia punya kekasih, itu ulah Eunhyuk sendiri. Dulu dia mengakui Siwon sebagai kekasihnya, dan sekertatisnya itu yang diberitahunya pertama kali. Sekaramg semua orang tahu kalau kekasih bos-nya namanya Siwon. Hanya saja mereka belum pernah melihat wajah Siwon. Dan kali ini ada yang memberinya bunga lalu mengaku sebagai kekasihnya, apa iya itu Siwon?

"Dia bilang akan pergi ke luar kota beberapa hari, jadi dia tak bisa hadir dipesta ulang tahunmu lusa ini". Lusa ulang tahunnya Eunhyuk. Ini betulan, bukan ulang tahun jadi jadian seperti yang biasa dilakukannya. "Dia tak mau masuk juga tadi, sangat terburu-buru. Tapi dia akan meneleponmu nanti"

"Siwon datang kemari?"

"Tentu saja, siapa lagi kekasihmu selain dia? Atau jangan-jangan kau punya kekasih lain?", tanya balik sekertarisnya.

"Tidak!", jawab Eunhyuk sambil tersenyum garing. Tidak, maksudnya dia sama sekali tak punya kekasih. "Cuma Siwon kekasihku!"

"Baguslah!" Sekertaris Eunhyuk memang sangat menggoda, tapi dia bukan penggoda. Dia baik, sering menuturkan hal-hal berguna bagi Eunhyuk. Salah satunya, menyuruh Eunhyuk untuk setia. "Kau ingat kataku dulu kan? Kalau kau mau kekasihmu setia, kau juga harus setia!" Eunhyuk mengangguk saja karena dia memang setia. Pada Siwon saja, tak ada yang lain. "Baiklah, aku akan kembali ke mejaku!", pamitnya sambil mulai beranjak. "Oh ya bos, kekasihmu tampan sekali!", kata sekertarisnya yang kemudian melenggang pergi.

Siwon memang tampan, Eunhyuk saja bangga mengakuinya sebagai kekasih. Walaupun kenyataannya mereka tak ada hubungan apapun, setidaknya anak buahnya menganggap mereka berpacaran. Sekarang memang belum, tapi nanti Eunhyuk pasti mendapatkan hati Siwon. Dia kan tak menyerah sampai saat ini.

Eunhyuk memandamg lagi bunga itu. Andai benar itu dari Siwon, alangkah senangnya dia. Tapi siapa tahu memang benar dari Siwon. Sekertarisnya bilang, dia tampan. Siapa lagi orang tampan di dunia ini selain Siwon? Kalau Kibum, jelas semua pegawainya tahu mereka berteman. Kemudian Eunhyuk meraih bunga itu, menarik kartu yang terselip didalamnya dan membukanya untuk dibaca.

Eunhyuk yang kugilai,

Aku tak tahu kau suka bunga atau tidak, jadi kalau bunga ini tak bisa menyenangkan hatimu kau boleh membuangnnya. Sebenarnya aku cuma ingin memberikan selembar kertas ini untuk mewakili ucapanku, tapi secara tak sadar naluri lelakiku mengatakan, bunga akan membuatmu tersenyum bahagian. Maaf kalau aku salah.

Memangnya Siwon bisa menulis seromantis itu? Lagi pula sejak kapan Siwon menggilai Eunhyuk? Menggilai Kyuhyun baru iya. Tapi sebodohlah, Eunhyuk terlanjur senang membacanya.

Eunhyuk-ku,

Kuharap aku bisa memanggilmu seperti itu dalam waktu dekat ini. Bukan bermaksud apa-apa, cuma ingin menjadikanmu milikku untuk selamanya. Aku punya nyali untuk mengatakannya, tapi tak pernah ada kesempatan. Untuk saat ini tidak masalah, setelah urusanku selesai kau harus siap untuk jadi Eunhyuk-ku.

Eunhyuk-ku? Siwon pasti sudah menyerah soal Kyuhyun, kemudian berbalik padanya. Eunhyuk siap jadi milik Siwon.

Eunhyuk mengangkat buanganya, kemudian mencium bau harum dari bunga itu sebelum melanjutkan membaca. Bunganya seharum Siwon.

Masih Eunhyuk-ku,

Aku ada bisnis di luar kota, tak bisa hadir dipesta ulang tahunmu besok lusa. Kau tak perlu cemas karena akan ada kejutan dariku -ngomong, Hyuk. Selamat ulang tahun! Semoga akulah yang pertama mengucapkannya, walau ulang tahunmu masih lusa.

Jelas orang yang menulis surat inilah yang pertama mengucapkan selamat pada Eunhyuk. Ulang tahun Eunhyuk masih lusa, sekarang sudah mengucapkan selamat. Tapi lagi-lagi Eunhyuk menganggap suratnya benar dari Siwon, dia terima ini.

Kalau ingat bisnisku sampai harus melewatkan ulang tahunmu, aku jadi tak ingin pergi. Tapi aku yakin kau tak akan suka punya calon kekasih yang tak profesional dalam bekerja. Aku akan berangkat hari ini dan akan segera kembali untukmu.

Aku akan sangat merindukanmu.

Calon kekasihmu, Donghae.

Tadinya wajah Eunhyuk yang cerah penuh senyum saat menghubungkan surat ini dengan Siwon, tapi sekarang senyumnya lenyap karena kalimat paling bawah. Donghae. Donghae mengaku kekasihnya, lalu sekertarisnya tahu, lalu nanti seluruh pegawainya tahu, ahhhh runyam jadinya. Kenapa si idiot itu pake acara kirim bunga dan surat padanya? Datang ke kantornya pula? Salah paham jadinya. Dia dikira Siwon, dikatai tampan pula. Yang paling tampan kan Siwon.

Eunhyuk meraih kasar telpon dimejanya, medial nomor ke telepon sekertarisnya.

"Kemari sekarang juga!', perintah Eunhyuk. "Ambil bunga ini dan buang jauh-jauh dari area kantor!". Eunhyuk menutup kasar teleponnya kemudian menggerutu sepanjang-panjangnya.

KIHYUN

"Untuk apa kita berhenti disini, Kyu?", tanya Siwon heran.

Kemarin Siwon menelepon Kyuhyun, mengaku tak enak badan. Maunya, Kyuhyun datang menengok keadaannya. Syukur-syukur kalau Kyuhyun mau merawat Siwon. Tapi mood Kyuhyun sedang tak baik. Taemin, Kibum pembantunya dan terakhir Siwon dimarahinya. Tapi setelah kemarin Siwon dengar ucapan cinta Kibum tak dibalas Kyuhyun, Siwon makin percaya diri mengejar Kyuhyun lagi. Tadi pagi Siwon menelepon ulang, dia mengabarkan kalau keadaannya sudah membaik. Basa basi awalnya dia menawarkan makan siang pada Kyuhyun, dan mujur Kyuhyun menerima tawarannya.

Kali ini Siwon dan Kyuhyun duduk semobil dan berhenti di tepi jalan berseberangan dengan sekolahan. Seperti permintaan Kyuhyun barusan, dia akan ikut kalau boleh mengajak seseorang. Lalu Siwon menyanggupinya. Disinilah mereka sekarang, menunggu sejak beberapa menit yang lalu hingga membuat Siwon tak bisa menahan rasa penasarannya. Sebenarnya siapa yang akan diajak Kyuhyun?

"Tunggu sebentar, Hyung. Dia akan segera keluar!", terang Kyuhyun sambil melihat arlojinya. Sebentar kemudian gerbang sekolahan dibuka lalu banyak anak-anak keluar dari sana. "Nah, sekolahnya sudah bubar tu!"

"Kau mau mengajak salah satu anak sekolahan itu?" Kyuhyun mengangguk. "Siapa? Yang mana?"

"Anakku?"

Siwon mengerutkan dahinya. Dia mengenal Kyuhyun hampir lima tahun, dan belum pernah sekalipun melihat Kyuhyun punya anak. Jangankan anak, melihat Kyuhyun jalan dengan orang asing saja tak penah. Yang Siwon tahu satu-satunya orang asing yang sering disebut Kyuhyun cuma nama Luhan. Luhan itu namja atau yeoja? Apa ada hubungan dengan anak barusan?

Kyuhyun segera keluar dari mobil. Dia menunggu di luar sambil mengamati seberang jalan. Banyak anak yang sudah keluar, sebagian sudah disebrangkan satpam ke tempat Kyuhyun, tapi Kyuhyun belum melihat Taemin. Saat gerombolan murid sudah hampir habis, gerombolan Taemin baru muncul. Masih berlima, bercanda layaknya anak kecil sambil gandeng-gandengan tangan saat akan disebrangkan ke sisi jalan.

Ketika tahu Kyuhyun ada dihadapan mereka, Key segera lari paling depan diikuti Taemin bersama Jonghyun. Minho dan Onew malah berhenti berjalan, mereka diam saja ditempatnya. Mareka tak mau dekat-dekat, takut digalaki Kyuhyun.

"Hyung tampan, aku rindu hyung tampan!", keluh Key yang langsung memeluk Kyuhyun. "Hyung tampan, menjemput Taemin ya? Aku ikut pulang boleh?"

"Mommy, aku disini!", Taemin keduluan Key, dia jadi tak punya tempat untuk memeluk Kyuhyun. Taemin pura-pura sedih, tapi tak dapat respon.

Siwon ikut keluar mobil. Memperhatikan adegan Kyuhyun dipeluk-peluk anak kecil, ada rasa senang, ada juga sedihnya. Coba kalau bocah itu anak Kyuhyun dengannya, bahagia menjemput anak sendiri saat pulang sekolah bersama istri tercinta, tapi nyatanya bukan. Kalaupun benar yang memeluk Kyuhyun sekarang itu anaknya, Siwon siap menerima anak Kyuhyun jadi anaknya juga.

"Siapa mereka Kyu?"

"Anakku dan teman-tamannya", jawab Kyuhyun sambil mengenyahkan Key dari tubuhnya.

"Eh, ada Daddy-nya Taemin. Kok Daddy-nya Taemin mukanya berubah?", tanya Key yang agaknya mulai takut. Tempo hari dia dibentak Kibum, dia jadi agak takut kalau ketemu Kibum.

"Aku bukan Daddy-nya Taemin!", sangkal Siwon. Lagi pula dia tak tahu siapa Taemin, kenapa juga dia disebut Daddy-nya Taemin.

"Oh, bukan!", seru Key lega. "Lalu uncle ganteng siapanya Taemin? Uncle-nya Taemin ya?", Siwon pura-pura tersenyum. Soalnya dia bingung mau menjawab apa. Dia tak tahu cara menghadapi anak kecil. Apa semua anak kecil selalu menghubungkan sesuatu dengan Taemin? Siapa Taemin itu? "Ini siapa?", tanya Siwon fokus tersenyum pada Key.

"Uncle ganteng, ini Key!", Key mengulurkan tangan minta dijabat Siwon dan Siwon menanggapinya. "Aku temannya Taemin yang anaknya hyung tampan ini!", katanya memperkenalkan diri. "Ini Taemin, anaknya hyung tampan. Ini Jonghyun, temannya Taemin. Yang itu,!", katanya sambil menunjuk jauh kearah Minho dan Onew. "Minho dan Onew, temannya Taemin juga!"

Jadi semuanya berhubungan dengan Taemin? Berarti bisa diasumsikan Taemin itu yang anaknnya Kyuhyun. Tapi kenapa yang akrab dengan Kyuhyun malah si Key ini?

"Dia anakku, Taemin!", terang Kyuhyun sambil menunjuk Taemin. Taemin jadi sumringah karena diakui anak didepan orang lain.

"Uncle ganteng, aku Taemin. Anaknnya Mommy!", sapa Taemin sambil senyum lebar kearah Siwon.

Jadi Kyuhyun itu seorang Mommy? Baguslah kalau begitu, Siwon bisa ambil kesempatan untuk jadi Daddy-nya. Cuma butuh berbaik hati pada Taemin. Kena anaknya, pasti Mommy-nya juga kena. Dan dia bisa selangkah lebih maju dari Kibum kalau bisa menarik hati anaknya Kyuhyun.

"Jadi kita akan ajak Taemin makan siang?", Kyuhyun mengiyakan. "Ok. Taemin, uncle akan mengajak Mommy-mu makan siang. Kau mau ikut kan?", Taemin jelas mau ikut, tapi menimbang sebentar. "Kau suka es krim? Nanti kubelikan untukmu!". Ha, pucuk dicinta, ulampun tiba. Tadi Taemin menimbang soal es krim, sudah ditawari sebelum mengajukan. Taemin tinggal mengangguk.

"Uncle ganteng, aku juga suka es krim. Aku ikut boleh?", tanya Key sambil ikut cengengesan membayangkan es krim. "Aku rinduuuu Hyung tampan. Boleh ikut ya?", pintanya lagi sambil pura-pura memelas.

"Aku suka es krim juga!", celetuk Jonghyun tiba-tiba.

"Minho hyung dan Onew juga suka es krim, ucle!", tambah Taemin sambil melirik arah dua temannya yang berdiri jauh dari mereka.

"Iya, kalian semua ikut!", aba Kyuhyun tanpa meminta persetujuan Siwon.

Kyuhyun membukakan pintu belakang mobil, menggiring anak-anak itu masuk. Key, Taemin dan Jonghyun sudah masuk mobil. Minho dan Onew juga, setelah diyakinkan bahwa Kyuhyun tak akan menggalakinya, baru mereka bersedia masuk mobil Siwon. Kyuhyun menyusul setelahnya, duduk disamping kemudi. Dan Siwon masuk paling akhir. Tadinya Siwon sedikit kecewa makan siangnya dengan Kyuhyun akan terganggu, tapi setelah dipikir ulang bagus juga makan dengan anak-anak. Jadi berasa keluarga, dia Daddy, Kyuhyun Mommy serta lima anak mereka. Potret keluarga bahagia menurut Siwon.

KIHYUN

Kibum datang ke rumah Eunhyuk membawa muka datar, atau memang sepeti itu muka Kibum dari dulu. Setelah melewati pekerja-pekerja yang sedang menyiapkan pesta untuk nanti malam, Kibum sampai di kamar Eunhyuk. Menengok kedalam kamar dan menemukan sahabatnya itu sedang memandangi handphonenya. Eunhyuk tak melakukan apapun dengan handphone itu, tapi ditatapnya terus. Kalau Eunhyuk sedang mengamati wallpaper handphone jelas tidak mungkin, handphonenya dalam keadaan off.

"Kau kenapa?", tanya Kibum sambil duduk disebelah Eunhyuk.

"Ha?"

"Ada apa dalam handphone-mu?", tanyanya ulang.

"Aku baru saja dapat telepon dari Siwon, dia bilang tak jadi datang ke pestaku malam ini". Jadi itu alasan Eunhyuk memandangi handphone-nya. "Dia ada bisnis mendadak mulai siang tadi", tambahnya diteruskan helaan nafas sedih.

Eunhyuk jelas sedih, dihari ulang tahun betulannya orang yang paling diidam idamkannya datang malah tak bisa datang. Eunhyuk mau menyerahkan potongan pertama kue ulang tahunnya untuk Siwon. Kemudian berharap kecupan kecil dipipinya. Walau keinginan Eunhyuk seperti remaja labil, tapi sah sah saja kan. Toh Eunhyuk belum pernah merasakan kebahagiaan yang seperti itu. Tapi keinginannya sekarang tinggal keinginan, harus menunggu tahun depan lagi itu masih lama.

Kalau soal sedih, sebetulnya Kibum juga sedang sedih. Cuma karena mukanya sudah datar, jadi perasaan apapun yang tampak diwajah Kibum cuma ekspresi datar. Dia tahu kalau pagi kemarin Siwon yang menelepon Kyuhyun, dan tadi pagi juga. Siwon mengajak Kyuhyun makan siang lalu disanggupi oleh Kyuhyun, jelas hati Kibum jadi panas. Yang membuatnya sedih, ketika dia hendak protes tapi diabaikan Kyuhyun. Kyuhyun melarang Kibum meneleponnya saat jam makan siang, katanya tak enak dengan Siwon kalau acara makan mereka diganggu telepon dari Kibum. Kyuhyun juga mengancam Kibum kalau-kalau Kibum hendak membuntutinya.

Barusan dia mencoba menelepon Kyuhyun, tapi tak diangkat. Harusnya makan siangnya dengan Siwon sudah selesai, ini kan sudah sore. Saat menelepon ke rumah, pembantunya bilang Kyuhyun belum pulang. Lalu kemana Kyuhyun? Jangan-jangan dibawa kabur Siwon.

"Siwon ada bisnis mendadak mulai siang tadi?" Eunhyuk mengangguk. "Siang tadi juga Siwon mengajak Kyuhyun makan dan sampai sekarang Kyuhyun belum pulang"

Eunhyuk pindah fokus pandang pada Kibum. Kalau siang tadi Siwon makan siang dengan Kyuhyun, lalu sampai sekarang Kyuhyun belum juga pulang dan Siwon mengabarkan tak bisa datang ke pestanya nanti malam berarti berlanjut sampai malam, lalu melewati tengah malam, karena jelas-jelas ulang tahun Eunhyuk ada puncaknya ditengah malam nanti. Jadi Siwon membohonginya? Masa iya Siwon setega itu?

"Maksudmu?"

"Siwon dan Kyuhyun makan siang bersama dan sampai sekarang belum pulang"

"Kenapa kau biarkan?", tanya Eunhyuk emosinya naik. "Kau ini bodoh atau apa, Kibum. Siwon itu suka Kyuhyun, kalau Kyuhyun dibawanya kabur, mereka hidup berdua meninggalkanmu dan aku disini, kau rela?", bentak Eunhyuk bangkit dari keterpakuan menatap layar handphone sedari tadi. "Aku tak rela, kau juga harus tak rela. Takdirmu adalah hidup dengan Kyuhyun. Begitu juga denganku yang ditakdirkan hidup dengan Siwon. Ayo cegah mereka!", abanya sambil mengeram marah.

Eunhyuk bangkit, semangat dan geram jadi satu. Ditipu Siwon, dia tak marah. Tapi mendengar Siwon jalan dengan Kyuhyun, itu yang buat dia marah. Siwon hanya boleh jalan dengannya. Kecemburuan Eunhyuk membuatnya siap menghadang Siwon dan Kyuhyun sekarang ini, tapi Kibum menariknya duduk kembali.

"Nanti Kyuhyun marah padaku kalau aku mengganggunya".

"Kau sendiri tidak merasa terganggu dengan hal ini?" Eunhyuk tahu kalau sahabatnya tak menginginkan Kyuhyun jalan dengan Siwon, tapi Kibum kan takut pada Kyuhyun. Bukan takut dimarahi Kyuhyun, tapi takut ditinggalkan. Makanya Kibum menuruti semua yang dikatakan Kyuhyun. "Kau mau Kyuhyun direbut Siwon?"

"Tidak, tapi Kyuhyun melarangku membuntutinya"

"Kita tidak akan membuntutinya tapi langsung datang dan menghadang mereka. Jangan biarkan mereka lama-lama bersama atau mereka akan kabur berdua". Bisa saja apa yang barusan dikatakan Eunhyuk terjadi betulan. Kibum mulai khawatir, soal Kyuhyun diajak kabur Siwon itu benar-benar mengganggu pikirannya. "Kau mau kehilangan Kyuhyun?" Kibum menggeleng cepat. "Kalau begitu kita cari mereka sekarang! Kau tahu kemana mereka pergi?"

"Tadi pagi mereka janjian makan siang di restoran Italia dekat cafe-nya Kyuhyun. Sekarang aku tak tahu mereka dimana"

"Kita coba cari disana dulu lalu kita cari ke tempat lain!"

Eunhyuk bersiap, tergesa-gesa mengambil dompet dan kunci mobilnya kemudian berlari kecil hendak keluar kamar. Belum sampai pintu dia berhenti, berbalik ke arah ranjang yang disitu ada Kibum masih duduk sambil sedikit kebingungan. Kibum agaknya sedang dilema. Kalau dia tiba-tiba datang dihadapan Kyuhyun, Kyuhyun marah kemudian meninggalkannya bagaimana? Tapi kalau tak dicari kemudian Kyuhyun tak kembali karena dibawa kabur Siwon bagaimana juga? Serba salah jadinya.

"Kibum!", panggil Eunhyuk. "Ayo!" Kibum bergeming yang membuat Eunhyuk berdecak sebal. Eunhyuk kembali lalu menarik paksa Kibum mengikutinya. "Yang terpenting sekarang menemukan mereka lalu memisahkannya. Soal Kyuhyun marah atau tidak, bisa kita urus nanti. Paham!" Kibum mengangguk kemudian mengikuti langkah Eunhyuk.

Sebetulnya Eunhyuk sendiri takut pada Kyuhyun. Kalaupun tadi Kibum tak bisa dipaksanya ikut, sekarangpun dia cuma bisa bersedih hati melihat Siwon yang akrab dengan Kyuhyun.

Eunhyuk dan Kibum menyusul ke restoran Italia itu, kebetulan juga Siwon dan Kyuhyun masih disana. Entah apa saja yang mereka lakukan seharian ini sampai malam betah duduk berdua di restoran. Tampaknya mereka juga belum memulai makan malam kalau dilihat di meja mereka tak ada makanan sama sekali. Atau mungkin mereka ngobrol sambil menunggu makanan mereka datang. Siwon dan Kyuhyun mengobrol akrab, sampai sesekali Siwon memegang tangan Kyuhyun sengaja tapi tak ditolak. Eunhyuk cemburu, Kibum juga tapi Eunhyuk tak berani berbuat apa-apa kalau lawannya Kyuhyun. Satu-satunya cara adalah memprovokasi Kibum.

"Kau lihat, sesantai itu mereka berpegangan tangan", Eunhyuk berbicara sedikit pelan walaupun mereka duduk hampir disudut jauh ruangan resto. "Kyuhyun bahkan melupakan statusnya sebagai calon istri dan ibu dari anak-anakmu". Kibum tak menanggapi, mukanya tak menampakkan ekspresi apapun tapi matanya memandang lurus ke arah Kyuhyun. Satu-satunya yang bisa mengartikan suasana hati Kibum itu cuma Eunhyuk, dan dari sini Eunhyuk tahu Kibum cemburu berat. "Kibum, aku tak ingin mengatakan ini tapi harus. Bagaimana kalau setelah makan malam Kyuhyun meninggalkanmu betulan? Kalau dipikir lagi, Kyuhyun cuma diajak makan siang lalu berlanjut ke makan malam. Tadi Siwon bilang tak bisa datang ke pestaku nanti malam, bisa berarti mereka sedang merencakan pergi berdua setelah ini"

Kibum mulai bernafas tak teratur, tandanya dia sedang emosi. Provokasi yang dilakukan Eunhyuk hampir berhasil, butuh sedikit lagi dan Eunhyuk tanpa harus berhadapan dengan Kyuhyun sudah bisa memisahkan iblis itu dengan Siwon-nya.

"Kau mencintai Kyuhyun kan?", jelas. Semua orang termasuk Kyuhyun sendiri tahu itu. "Apa usahamu membuat Kyuhyun cinta padamu sudah ada hasil?"

"Aku tak tahu. Kupikir setelah kuturuti semua kemauannya, dia sudah cinta padaku"

Eunhyuk menggeleng-geleng.

"Tak cukup, Kibum. Berarti Kyuhyun belum benar-benar bisa kau miliki", kata Eunhyuk dengan ekspresi sedihnya. Eunhyuk selalu terlalu terlihat benar dimata Kibum, sekarangpun juga. Muka sedih Eunhyuk membuat Kibum makin sesak hatinya. "Kemungkinan hati Kyuhyun diambil Siwon masih besar, Kibum", tambahnya makin membuat Kibum tak rela.

"Aku harus membawanya pulang, Hyuk!", Eunhyuk mengangguk mantap. "Ayo kita hampiri mereka!"

"Kibum", cegah Eunhyuk sebelum mereka berjalan ke meja Siwon dan Kyuhyun. "Kalau Kyuhyun marah padamu setelah ini, kau bisa minta saran dariku. Kau cuma harus memastikan jangan sampai Kyuhyun bertemu Siwon lagi sebelum kau sah menikahinya"

Setelah mengangguki Eunhyuk, Kibum terburu-buru menghampiri Kyuhyun. Dibelakangnya ada Eunhyuk yang sebenarnya takut tapi bisa ditutupi oleh keberanian Kibum. Saat keduanya sudah berdiri dihadapan Kyuhyun dan Siwon, Kibum menyentuh Kyuhyun pelan dipundaknya.

"Kyu, ikut aku pulang!"

Siwon terkejut ada Kibum dan Eunhyuk disitu. Dia ketahuan berusaha merebut Kyuhyun dari Kibum dan juga ketahuan telah membohongi Eunhyuk. Kyuhyun sendiri sebenarnya juga terkejut, tapi reaksinya biasa saja. Dia bahkan berdecak sebal dan menampakkan ekspresi tak suka kehadiran Kibum.

"Sudah kubilang jangan membuntutiku. Aku ada dinner dengan Siwon hyung!"

"Kau cuma pamit untuk makan siang, bukan untuk dinner juga. Ikut aku pulang sekarang!", perintah Kibum sambil meraih tangan Kyuhyun dan menariknya berdiri. "Maaf hyung aku mengganggumu, tapi waktu makan siang kalian sudah habis. Aku bawa Kyuhyun!", pamitnya yang kemudian langsung pergi sambil menarik Kyuhyun serta bersamanya.

Eunhyuk mengacungi jempol pada Kibum secara kasat mata. Bagus, itu namanya cinta. Kibum cinta Kyuhyun dan tindakan seperti itu sudah tepat dilakukan sahabatnya. Eunhyuk sangat bangga punya sahabat seperti Kibum, sahabat yang bisa diajak susah senang bersama serta sahabat yang biaa diprovokasi demi kepentingannya juga. Sekarang cuma ada Eunhyuk dan Siwon di restoran itu, ini kesempatan besar untuk mengisi kepergian Kyuhyun barusan. Eunhyuk sudah memaafkan Siwon yang tadi membohonginya, dia akan meminta ganti makan malam bersama kalaupun Siwon tak biaa hadir di pestanya.

"Hyuk, maaf aku bohong padamu. Aku tidak menduga kalau makan siang dengan Kyuhyun akan berlanjut makan malam"

"Tidak apa-apa, kau cukup mentraktirku makan malam sebagai gantinya!", pinta Eunhyuk dengan senyum ramahnya.

"Tentu, aku akan senang kalau kau bisa menemaniku makan". Dan Eunhyuk kembali bahagia karena bisa dinner bareng Siwon.

"Uncle Hyuk!", sapa suara anak-anak dari belakang Eunhyuk.

Baru juga Eunhyuk duduk didepan Siwon, ada suara Taemin dan berisik suara anak-anak lain. Saat Eunhyuk menoleh untuk memastikan, disitu memang ada Taemin dan keempat temannya. Taemin tampaknya baru kembali dari toilet. Biar tak tersesat mereka berlima pergi ke toilet bebarengan tadi. Sekarang saat mereka kembali, posisi duduk Kyuhyun sudah digantikan Eunhyuk.

"Uncle, kenapa kau disini? Mommy-ku mana?"

"Kau sendiri sedang apa disini?" Eunhyuk heran, tiba-tiba sekali keponakannya itu muncul disini. Pertanda tak baik ini.

"Aku, Minho hyung, Onew, Jonghyun dan Key ikut Mommy dan Uncle ganteng makan disini. Iya kan Uncle ganteng?". Siwon tersenyum dulu kemudian mengangguk ramah.

Jadi selain dirinya, Kibum juga ditipu ceritanya. Kyuhyun sengaja makan mengajak Taemin cs, kemudian tak pulang sampai malam agar Kibum mencarinya, membawanya. Mereka jelas akan senang-senang berdua setelah ini, dan nasib Eunhyuk sial begini. Iya Eunhyuk senang bisa makan malam dengan Siwon, tapi ada Taemin cs itu hampir sama sialnya seperti berhadapan dengan Kyuhyun. Tahu begini akhirnya, dia akan menyuruh Kibum sendirian menghampiri Kyuhyun dan Siwon.

KIHYUN

Kyuhyun menghentakkan tangannya yang dicekali Kibum setelah menjauh dari restoran. Tujuan Kyuhyun tercapai, tapi perlu mengomeli Kibum dulu supaya lebih afdol.

"Apa maksudmu menguntitku lalu menyeretku begini?", bentak Kyuhyun didepan muka Kibum. "Sengaja ya kau membuatku malu dihadapan orang? Aku janji makan degannya, lalu kau datang dan merusak makan malam kami", tambahnya sambil menuding marah pada Kibum. "Begitu maksudmu?"

"Kau cuma bilang akan makan siang dengannya!" Kibum tadinya marah tapi tidak benar-benar bisa marah kalau sudah berhadapan dengan Kyuhyun begini. Hatinya melow sedari dulu, sedari saat dia menyatakan bahwa dirinya benar-benar mencintai Kyuhyun.

"Lalu apa urusanmu kalau aku makan malam dengannya juga?" Tentu karena Kibum merasa tak rela Kyuhyun berlama-lama dengan Siwon, tapi Kibum tak bisa menjawabnya. "Siwon hyung itu baik, kau paham!", masih teriaknya. "Disela sela kesibukannya, disaat dia baru sembuh dari sakit, dia masih mau mengajakku makan. Tidak seperti kau!". Kibum baik, masa Kyuhyun lupa kebaikan Kibum yang selalu menuruti semua permintaannya itu. "Kau paham, aku juga butuh diajak makan diluar, aku butuh diajak liburan, tidak selalu dipajang di rumahmu seperti barang!". Kyuhyun selesai mengomel kemudian mendecih hebat.

Begitulah kemauan Kyuhyun. Dia cuma butuh diperhatikan Kibum.

Eunhyuk membantu Kibum memahami cinta dan mempertahankan Kyuhyun dirumahnya, tapi sahabatnya itu tidak mengajarkannya cara memperlakukan Kyuhyun dengan baik. Kibum tak paham Kyuhyun bosan di rumahnya. Dia juga tak mengerti kalau mencintai Kyuhyun bukan hanya dengan menuruti semua kemauannya. Kibum bukan orang romantis kalau keromantisan yang dinginkan Kyuhyun. Sebenarnya Kibum bukan tak bisa romantis, dia cuma tak terbiasa melakukannya.

Kyuhyun itu adalah sesuatu yang tak bisa diam. Dia namja yang suka bosan hidup tenang. Dia juga tak suka kalau kehidupannya datar sedatar mukanya Kibum. Harus ada yang memulai mewarnai kehidupan mereka, dan Kyuhyun melakukannya.

"Kalau kau ingin makan malam kan bisa mengajakku" Kyuhyun mengajak Kibum makan malam? Mana sudi dia. Kibum ini benar-benar tak peka. "Ku ganti makan malammu sekarang!", katanya kemudian. "Kau mau makan apa? Dimana?"

"Tidak perlu, aku tak lapar!", tolak Kyuhyun sinis.

"Kyu!"

"Aku bilang tidak perlu"

"Kyu!", sekali lagi dan kali ini Kibum memeganggi kedua tangan Kyuhyun. Mungkin maksudnya biar terkesan romantis. "Kau kan sudah tahu aku mencintaimu. Kau juga tahu aku tak bisa melakukan hal-hal romantis. Aku minta maaf soal itu", tuturnya memulai menarik perhatian Kyuhyun. "Kalau kau ingin apapun, katakan padaku. Kalau kau mau apapun, sebutkan padaku. Aku perlu belajar untuk mengertimu, Kyu!"

"Haaaahh!", desah Kyuhyun pura-pura meremehkan Kibum.

"Ajari aku cara mendapatkan hatimu! Aku tak ingin kehilanganmu, jadi akan kulakukan apapun yang kau katakan padaku". Kyuhyun terenyuh juga walau dia mampu menahan diri untuk tak tersenyum. "Aku mencintamu, Kyu!", tutup Kibum yang kemudian menarik Kyuhyun dalam pelukannya.

"Salahmu padaku itu terlalu banyak. Dulu kau meniduriku, mengacaukan hari-hari tenangku dan sekarang ketika aku sudah berada di rumahmu kau bahkan tak memperlakukanku dengan benar"

"Aku akan menebusnya. Katakan padaku apa yang harus kulakukan?"

"Selesaikan pelukan dulu, setelah ini ajak aku makan malam. Aku lapar sekali!", kata Kyuhyun sambil membalas pelukan Kibum. "Setelah ini telepon Eunhyuk. Suruh dia antar Taemin dan teman-temannya pulang. Dan bilang padanya aku titip ucapan selamat ulang tahun padanya", tambahnya.

"Memangnya Taemin dan teman-temannya dimana?"

"Direstoran tadi dengan Siwon"

"Ha?". Baru sadar Kibum juga kena tipu.

Ini namanya love scam ala Kyuhyun.

To be Continue

Ssttttt! Gue kasih bocoran untuk chap selanjutnya . Judulnya "ketiga"

Hehehe, gue masih sibuk. Ok, see you next month!